Tag: Muhammad Farhan

  • Relasi ASEAN-India yang Terjalin Lewat Karya Seni di Bandung

    Relasi ASEAN-India yang Terjalin Lewat Karya Seni di Bandung

    JABAR EKSPRES – Pengunjung pameran seni ASEAN-India Artists Camp Exhibition mengapresiasi upaya diplomasi budaya yang diwujudkan melalui seni rupa. Digelar di Bandung Creative Hub, pameran ini menampilkan 20 karya seniman dari negara-negara ASEAN dan India.

    Agenda tersebut merupakan bagian dari peringatan satu dekade kebijakan Act East Policy India, yang mempererat hubungan antara India dan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

    Seorang pengunjung pameran, Hikam menjadi salah satu yang mengapresiasi agenda tersebut.

    “Sangat bagus, ya. Bisa merekatkan hubungan diplomatik antara ASEAN dan India, terkhusus Indonesia, melalui seni,” ujar Hikam, pada Sabtu (12/4).

    BACA JUGA: 6 Tahun Terabaikan, Ribuan Eks Karyawan PT Matahari Sentosa Jaya Desak Pembayaran Pesangon

    Dirinya berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dengan bentuk yang lebih beragam.

    “Semoga ke depannya banyak lagi pameran seperti ini, dan tambah variatif,” tandasnya.

    Apresiasi juga datang dari Dhila, pengunjung lain yang menyoroti potensi kolaborasi antarseniman. Ia menilai tema yang digagas sangat menarik dan memperkenalkan banyak pelukis hebat dari kedua kawasan.

    “Semoga makin banyak partisipan yang ikut pameran ini, dan ditunggu inovasi untuk ASEAN dan India dari para seniman,” jelasnya.

    BACA JUGA: Pemkot Cimahi Berkomitmen Bangun Dapur Rekaman untuk Musisi Daerah

    Pameran yang berlangsung dari 10-17 April 2025 ini dibuka oleh dua duta besar India, yakni Jayant N. Khobragade (Dubes India untuk ASEAN) dan Sandeep Chakravorty (Dubes India untuk Indonesia). Kehadiran keduanya disebut sebagai bentuk komitmen diplomatik India terhadap kerja sama budaya regional.

    Khobragade menyatakan bahwa kehadiran dua duta besar dalam satu acara adalah hal yang jarang terjadi.

    “Bandung adalah kota yang penting, dan melalui pameran ini, kami ingin semakin mendekatkan India dengan Indonesia,” ujarnya.

    Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun menyambut baik kepercayaan tersebut. Harapan besar pun disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat membuka acara pada hari pertama.

    BACA JUGA: Ratusan Penerima Manfaat Padati Rumah Bhineka Adam-Adrian, Banyak dari Cimahi Merasa Terbantu

    “Ini adalah pameran seni yang menunjukkan bahwa Bandung adalah salah satu kota paling kreatif di Indonesia, yang mampu mewadahi karya seni kelas dunia,” harapnya.

  • 2.455 Calon Jemaah Haji Kota Bandung Berangkat Mulai Mei 2025

    2.455 Calon Jemaah Haji Kota Bandung Berangkat Mulai Mei 2025

    Liputan6.com, Bandung – Sebanyak 2.455 calon jemaah haji (calhaj) domisili Kota Bandung akan mulai berangkat pada Mei mendatang. Pemerintah Kota Bandung pun secara resmi telah melepas keberangkatan mereka di Masjid Pusdai Jabar, Rabu, 9 April 2025.

    Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung, H Abrahim menjelaskan, seluruh jemaah telah dijadwalkan mengikuti kegiatan manasik haji sebanyak minimal 10 kali. 

    Kegiatan manasik dilaksanakan di tingkat kota pada 9 dan 19 April serta praktik lapangan pada 13 April di Zipur 9 Ujungberung. Selain itu, mulai 11 hingga 17 April, seluruh jemaah juga akan mengikuti bimbingan di tingkat kecamatan secara gratis.

    “Semua difasilitasi oleh Kemenag dan Pemerintah Kota Bandung, termasuk akomodasi keberangkatan dan kepulangan melalui dana hibah Pemkot,” jelas Abrahim dalam keterangannya di Bandung.

    Dia menyampaikan, pemberangkatan jemaah akan dimulai pada 2 Mei 2025. Calon jemaah haji Kota Bandung akan berangkat dalam 7 kloter, terdiri dari 5 kloter utuh dan 2 kloter gabungan.

    “Jumlah jemaah laki-laki sebanyak 1.192 orang, sisanya perempuan. Kami berharap seluruh jemaah dapat mengikuti pembekalan ini dengan serius agar lebih matang dalam menjalani ibadah haji,” ujar Abrahim.

    Berbagi Tips

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan secara resmi melepas keberangkatan 2.455 calon jemaah haji asal Kota Bandung di Masjid Pusdai, Jalan Diponegoro, Rabu, 9 April 2025.

    “Tujuan kita ke Mekkah bukan untuk wisata atau belanja, tetapi untuk beribadah. Gaungkan dalam hati dan pikiran shalawat dan talbiyah. Jangan bepergian sendiri, tetap bersama rombongan untuk menjaga keselamatan,” ujar Farhan.

    Farhan sempat membagikan sejumlah tips praktis kepada jemaah berdasarkan pengalamannya sebagai mantan jemaah haji, seperti menitipkan uang kepada jemaah laki-laki dan dokumen penting kepada jemaah perempuan, serta tidak panik saat tiba di tanah suci.

    Wali Kota yang baru menjabat kurang dari dua bulan ini juga memohon doa dari para jemaah agar dirinya dan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin beserta jajaran pemerintah Kota Bandung dapat menjalankan amanah dengan baik.

    “Sampaikan doa di Multazam, saat sujud di Hijir Ismail, atau shalat malam di Raudhah. Doakan kami agar bisa memimpin Kota Bandung dengan amanah dan memberi manfaat untuk umat,” tuturnya.

    Farhan menutup sambutannya dengan harapan agar seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke Kota Bandung sebagai haji dan hajah yang mabrur, sehat, serta membawa kebaikan bagi masyarakat sekitar.

    “Insya Allah Anda semua akan kembali sebagai haji yang mabrur, dengan badan sehat, pikiran jernih, dan mental yang lebih dewasa. Sampaikan salam saya ke makam Rasulullah,” kata dia.

     

  • Sekolah Swasta di Bandung Diwacanakan Dapat Subsidi

    Sekolah Swasta di Bandung Diwacanakan Dapat Subsidi

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mewacanakan pemberian subsidi untuk sekolah swasta di Kota Bandung menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkap strategi untuk merealisasikan wacana tersebut saat ini tengah disusun. Menurutnya, semua anak usia pendidikan di Kota Bandung harus mendapatkan haknya untuk menuntut ilmu dengan baik.

    Ringkasan

  • Isi 6 Jabatan Strategis, Pemkot Bandung Bakal Gunakan Sistem Merit

    Isi 6 Jabatan Strategis, Pemkot Bandung Bakal Gunakan Sistem Merit

    JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal gunakan sistem merit, guna isi kekosongan enam jabatan strategis selevel Sekretaris Daerah (Sekda) hingga Kepala Dinas.

    Adapun enam jabatan tinggi yang kini masih kosong di teras Pemkot Bandung meliputi Sekda, Staf Ahli Wali Kota bidang Pembangunan Ekonomi Keuangan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri, serta Kepala Dinas Pendidikan.

    “Jadi ada 6 jabatan yang mesti diisi dulu lalu kita kemudian masuk ke kewilayahan camat dan lurah, juga kemudian baru masuk ke struktur-struktur di bawahnya sekdis, kabag, kabid dan lain-lain menggunakan sistem merit,” kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Rabu (9/4).

    BACA JUGA:Targetkan Trotoar Inklusif, Pemkot Bandung Bakal Tertibkan Bangunan Semi Permanen hingga PKL

    Diakui Farhan, penggunaan sistem merit berkenaan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dinilai sangat baik di teras Pemkot Bandung. Sehingga, kata dia, belum diperlukan penggunaan melalui mekanisme bidding.

    “Kelihatannya belum diperlukan bidding. Karena kualitas sumber daya manusia di internal kita sudah sangat baik. Tinggal tugas saya adalah memastikan menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat,” ujar Farhan.

    Disinggung soal kekhawatiran munculnya kembali surat penyidikan baru (Sprindik) imbas kasus korupsi Bandung Smart City di tengah proses pemilihan enam jabatan kosong tersebut, Kata Farhan, pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH).

    BACA JUGA:Teras Cihampelas Bakal Kembali Direvitalisasi, Tiga Aspek Berikut Jadi Perhatian Pemkot Bandung

    “APH itu pasti akan memberikan informasi kepada kami, ada jalurnya sendiri. Informasi yang mengatakan bahwa seberapa besar kemungkinan para pejabat itu keluar sprindiknya,” ungkapnya.

    Hal ini berkesesuaian dengan sistem meritoktarasi yang dianut Pemkot Bandung yang di dalamnya terdapat sembilan boks. Rekam jejak bakal jadi pertimbangan bagi para calon pengisi enam jabatan tinggi tersebut.

    Farhan mengungkapkan, pihaknya menargetkan enam jabatan tinggi tersebut bakal terisi pada periode semester kedua. Hal ini berbarengan dengan pengisian 250 kursi yang tengah kosong di tingkat kewilayahan maupun struktur pemerintah lainnya.

  • Targetkan Trotoar Inklusif, Pemkot Bandung Bakal Tertibkan Bangunan Semi Permanen hingga PKL

    Targetkan Trotoar Inklusif, Pemkot Bandung Bakal Tertibkan Bangunan Semi Permanen hingga PKL

    JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal segera lakukan penertiban bangunan semi permanen, di seluruh trotoar yang ada di Kota Kembang.

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, hal ini sebagai upaya pihaknya dalam menghadirkan trotoar inklusif, dan mengembalikan fungsi trotoar sebagai hak pejalan kaki.

    “Di atas trotoar tidak boleh ada bangunan semi-permanen, semua bangunan semi-permanen di atas trotoar akan digusur, itu sudah pasti,” kata Farhan, Rabu (9/4/2025).

    BACA JUGA:Proyek Trotoar di Kota Bandung Dibuat Asal Jadi? Begini Alasan Kadisnya!

    Diakui Farhan, Pemkot Bandung kini tengah merancang susunan peraturan yang mengatur kebijakan tersebut. Hal ini guna memastikan tak ada kendala saat pelaksanaan program.

    “Cuma masalahnya memang saya belum berlakukan. Tapi ini pengumuman saja, siap-siap akan ada keluar peraturan seperti itu,” ujarnya.

    Disinggung soal Pedagang Kaki Lima (PKL), lanjut Farhan, pihaknya bakal mempertahankan zona peruntukan dan bukan peruntukan yang tersebar di berbagai wilayah Kota Kembang.

    Namun, Farhan menegaskan, tak boleh ada satupun PKL yang berjualan selama 24 jam. Selain itu, setiap PKL dilarang menyimpan gerobaknya meskipun lokasi tersebut berada di zona peruntukan.

    BACA JUGA:Teror Trotoar, Mirisnya Proyek Tahunan di Kota Bandung yang Belum Rampung

    “Masalah zona untuk PKL tetap kita pertahankan kita akan review, ditambah dengan jam buka tutup tidak boleh ada PKL 24 jam,” ungkapnya.

    “Jualan boleh, tapi tidak boleh menetap, jadi tidak boleh 24 jam. bag-bagan tidak boleh disimpen di trotoar, bag-bagan bawa pulang,” tambahnya.

    Kendati demikian, Farhan mengungkapkan, pihaknya akan kembali menelaah segala peraturan guna realisasi sesuai target yang diharapkan di lapangan.

    “Kita akan kembali lagi ke meja meneliti dan menelah kembali apa saja yang bisa kita lakukan terhadap peraturan,” pungkasnya. (Dam)

  • 9
                    
                        Di Luar Prediksi, Jumlah Wisatawan ke Bandung Tidak Sampai Satu Juta Orang
                        Regional

    9 Di Luar Prediksi, Jumlah Wisatawan ke Bandung Tidak Sampai Satu Juta Orang Regional

    Di Luar Prediksi, Jumlah Wisatawan ke Bandung Tidak Sampai Satu Juta Orang
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com –
    Wali Kota
    Bandung
    , Muhammad Farhan, mengakui bahwa prediksi
    kunjungan wisatawan
    ke Kota Bandung selama
    libur panjang Lebaran
    2025 meleset.
    Sebelumnya, Farhan memprediksi jumlah kunjungan wisatawan mencapai 1.000.000 orang.
    Namun, data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung menunjukkan bahwa angka kunjungan wisatawan hanya mencapai 370.718 orang antara 28 Maret hingga 7 April 2025.
    Meskipun demikian, jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan libur Lebaran pada periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencatat 21.252 pengunjung.
    Farhan menjelaskan bahwa rendahnya kunjungan wisata ke Kota Bandung pada libur Lebaran kali ini dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang sulit.
    “Ini kelihatannya karena masalah daya beli. Sehingga secara psikologis orang yang tadinya mau nginap tiga hari jadi cuma sehari, yang mau nginap sehari jadinya cuma pulang pergi. Orang yang tadinya mau cuma pulang pergi, memutuskan untuk tidak berangkat,” ungkap Farhan saat ditemui di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, pada Selasa (8/4/2025).
    Lebih lanjut, Farhan menambahkan bahwa fenomena tersebut terlihat jelas di lapangan.
    Banyak orang yang memilih untuk tidak mudik demi melakukan penghematan.
    “Terbukti waktu saya melakukan kunjungan keluarga ke Jakarta pada hari ketiga dan keempat, Jakartanya padat, tidak sepi,” ujarnya.
    Farhan juga menampik anggapan bahwa Kota Bandung sudah tidak diminati lagi sebagai destinasi wisata.
    Dia menegaskan bahwa fenomena serupa juga terjadi di sejumlah daerah wisata lainnya.
    “Bali juga sepi, turun 30 persen,” ujarnya.
    Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung, Farhan mengungkapkan rencananya untuk menciptakan beberapa daya tarik destinasi wisata baru.
    “Contohnya, saya sedang mengkaji kemungkinan untuk membuat wisata study tour untuk para siswa di empat titik, yaitu Taman Lalu Lintas, Saung Udjo, Museum Geologi, dan hiking ke daerah Maribaya,” ucapnya.
    Salah satu tujuan dari kebijakan ini adalah agar program study tour di dalam Kota Bandung dapat memberikan manfaat yang nyata bagi siswa.
    “Mekanismenya seperti apa kita lagi pikirkan bagaimana caranya, tetapi menghindari bahwa study tour adalah sebuah kewajiban, study tour berbiaya mahal, tidak mempengaruhi nilai kependidikan bagi para siswa. Study tour harus memberikan konten kependidikan kepada para siswa,” tandasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Angin Segar Bagi Para Tenaga Pendidik Honorer di Kota Bandung

    Angin Segar Bagi Para Tenaga Pendidik Honorer di Kota Bandung

    JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menggodok pergantian status honorer pada para tenaga pendidik di Kota Kembang.

    Diakui Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, pergantian status tenaga pendidik honorer di Kota Kembang ini harus rampung sebelum November 2025.

    “PR satu lagi untuk sumber daya manusia memastikan sebelum November kita sudah menemukan status resmi untuk para tenaga pendidik honorer,” kata Farhan, saat meninjau posko Imbauan Simpatik, di Terminal Cicaheum Kota Bandung, Selasa (8/4).

    Sebab, kata dia, apabila pergantian status honorer pada tenaga pendidik di Kota Kembang kurun terlaksana sampai batas waktu tersebut, alokasi honor pembayaran guru pada tahun 2026 dikhawatirkan tidak bisa dianggarkan.

    “Honorer itu sudah gak boleh, kita harus ganti status, supaya kita bisa mengeluarkan anggaran untuk selanjutnya,” ujar Farhan.

    Pemkot Bandung sendiri telah menggelontorkan anggaran bagi para tenaga pendidik honorer senilai Rp 91 miliar guna keperluan pembayaran honor selama tahun 2025.

    Keputusan Wali Kota (Kepwal) Bandung untuk pencairan honor guru honorer non-ASN ditandatangani oleh Wali Kota Muhammad Farhan pada 7 Maret 2025. Kepwal ini menjadi dasar pencairan honor bagi guru honorer di Kota Bandung untuk tahun 2025.

    Diakui Farhan, hal ini sebagai salah satu penghargaan terkait bentuk apresiasi atas dedikasi para tenaga pendidik. Dilansir dari laman Dinas Pendidikan Kota Bandung, tenaga pendidik berstatus honorer di Kota Kembang saat ini berjumlah 4.000 orang. (Dam)

  • Teras Cihampelas Bakal Kembali Direvitalisasi, Tiga Aspek Berikut Jadi Perhatian Pemkot Bandung

    Teras Cihampelas Bakal Kembali Direvitalisasi, Tiga Aspek Berikut Jadi Perhatian Pemkot Bandung

    JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal kembali merevitalisasi kawasan Teras Cihampelas, guna menggeliatkan kembali roda perekonomian di kawasan tersebut.

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menuturkan, fokus perhatian nantinya bakal dilakukan meliputi aspek ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum), Infrastruktur, dan perbaikan segala sarana prasarana pendukung di kawasan tersebut.

    “Pemerintah kota Bandung dalam hal Teras Cihampelas akan melakukan tiga fungsi dasar. Satu, menjaga keamanan 24 jam. Dua, memastikan infrastrukturnya berjalan dan berfungsi dengan baik,” kata Farhan di Terminal Cicaheum Kota Bandung, Selasa (8/4).

    “Terus ada ide liftnya akan diganti menjadi eskalator kayaknya itu ide bagus. Kemudian, yang pasti lampu dan toilet nyala,” lanjutnya.

    BACA JUGA:Pedagang Teras Cihampelas Tagih Janji Wali Kota Bandung Terkait Revitalisasi

    Disinggung soal PKL sendiri, Kata Farhan, pihaknya bakal memberikan akses penuh kepada Koperasi Pedagang Teras Cihampelas guna mengatur segala jenis PKL di kawasan ini.

    “Ya, itu diatur aja masing-masing. Silakan mengatur diri sendiri. Karena kan sudah ada Koperasi Pengelola, jadi nanti Koperasi Pengelola akan menyampaikan usulan program kepada kami,” ujarnya.

    Namun dengan catatan, segela jenis aktifitas para PKL tidak boleh melanggar peraturan yang telah tertuang di dalam Perda maupun Perwal, juga tidak boleh mengganggu ketertiban umum.

    “Kalau memang selama itu tidak melanggar peraturan, tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban silahkan saja,” ucapnya.

    BACA JUGA:Menunggu Nasib Pulihnya Teras Cihampelas di Era Wali Kota Bandung Terpilih

    Pengawasan nantinya bakal dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung dan Aparat Penegak Hukum (APH). Di sisi lain, pihaknya juga berencana bakal merevitalisasi para pelaku bisnis di kawasan Cihampelas.

    “Satpol PP dan Kewilayahan. Dan kita tentu kerjasama dengan APH. Sambil saya juga akan melihat kemungkinan untuk merevitalisasi bisnis yang ada di Cihampelas,” ungkapnya.

    Dirinya berharap, dalam satu tahun ke depan pergeliatan ekonomi di kawasan Teras Cihampelas bakal kembali hidup, berbarengan dengan selesainya revitalisasi tempat wisata ikon Kota Bandung tersebut.

    “Mudah-mudahan dalam waktu kurang dari satu tahun, kita sudah menemukan kembali Teras Cihampelas yang kinclong,” pungkasnya. (Dam)

  • Akses Jalan Menuju Kantor Kelurahan Jatihandap Bandung Longsor, Tak Ada Korban Jiwa

    Akses Jalan Menuju Kantor Kelurahan Jatihandap Bandung Longsor, Tak Ada Korban Jiwa

    Liputan6.com, Bandung – Akses jalan menuju Kantor Kelurahan Jatihandap, Kota Bandung, Jawa Barat longsor akibat hujan lebat pada Senin, 7 April 2025 lalu.

    Terkait itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, terdapat dua aliran air menuju sungai yang perlu diperbaiki. Pasalnya, aliran tersebut menuju akses jalan ke Kantor Kelurahan Jatihandap.

    “Ini adalah akses jalan ke kantor kelurahan, saya pastikan peruntukan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” kata Erwin dalam keterangannya pada Selasa, 8 April 2025.

    Menurut Erwin, gedung pelayanan publik harus berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perbaikan jalan hingga gorong-gorong yang mempengaruhi akses masyarakat harus dilakukan secepatnya.

    “Secepatnya pak lurah dengan dinas terkait untuk diperbaiki. Buatkan gorong-gorong dan jalan yang baik untuk dilalui masyarakat,” imbuh Erwin.

    Adapun terkait dana, Erwin mengaku akan berkoordinasi dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan untuk mempercepat penanganan tersebut.

    Dia menjelaskan, dana yang digunakan dapat berasal dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) maupun pergeseran anggaran. Dia menilai, BTT memiliki sifat tidak biasa dan atau tidak diharapkan berulang, seperti halnya penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang tak diperkirakan sebelumnya.

    “Kita upayakan anggaran yang tersedia, harus cari solusi. Bisa memanfaatkan BTT atau pergeseran (anggaran) saya akan koordinasikan dengan PakWali,” dia menandaskan.

  • Sekolah Swasta di Bandung Diwacanakan Dapat Subsidi, Ini Kriterianya

    Sekolah Swasta di Bandung Diwacanakan Dapat Subsidi, Ini Kriterianya

    Liputan6.com, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mewacanakan pemberian subsidi untuk sekolah swasta di Kota Bandung menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkap strategi untuk merealisasikan wacana tersebut saat ini tengah disusun. Menurutnya, semua anak usia pendidikan di Kota Bandung harus mendapatkan haknya untuk menuntut ilmu dengan baik.

    “Dua hal yang harus menjadi konsen kita (Pemkot Bandung), yaitu kesempatan sekolah di semua lapisan dan pemberian subsidi di sekolah swasta,” ucap Farhan dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin, 7 April 2025.

    Terkait wacana subsidi itu, Farhan menyebut pihaknya akan melakukan klasifikasi terhadap sekolah swasta. Dia menjelaskan, sekolah dengan klasifikasi rendah akan mendapatkan bantuan subsidi dari Pemkot Bandung.

    Sementara itu, sekolah swasta dengan akreditasi A dinilai sudah mandiri. Sebab, predikat A berarti sekolah mendapatkan nilai akreditasi 91-100, yang artinya amat baik.

    Akreditasi, menurut Farhan, dapat menunjukkan bahwa sekolah tersebut memiliki kualitas yang memadai dan telah sesuai dengan standar yang berlaku.

    “Akreditasi A itu bisa mandiri, nanti yang paling bawah (akreditasi) harus di subsidi, bayar SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan),” tutur Farhan.

    Adapun terkait dana, Farhan menyebut pemerintah terus berupaya untuk memaksimalkan pemberian subsidi tersebut.

    “Uangnya kita cari. Karena diwajibkan anggaran pergeseran itu untuk ruang kelas baru. Kita upayakan untuk alokasi subsidi ini juga,” dia menegaskan.

    Di sisi lain, Farhan menilai sekolah swasta bukan sekedar lembaga pendidikan, melainkan pula wadah lapangan pekerjaan. Pasalnya, ada kepala sekolah, guru, karyawan sampai pengelola kantin yang bekerja di sana.

    “Kita pertahanan agar lapangan pekerjaan ini tetap berjalan optimal. Karena dalam sekolah swasta itu ada pemilik yayasan, pegawai sekolah, para guru sampai kantin yang ada. Itu akan kita upayakan,” dia memungkasi.

     

    Penulis: Arby Salim