Tag: Muhammad Farhan

  • Farhan Minta Bobotoh Luar Kota yang Ikut Pesta Juara Persib di Bandung Tak Tidur di Jalanan
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        6 Mei 2025

    Farhan Minta Bobotoh Luar Kota yang Ikut Pesta Juara Persib di Bandung Tak Tidur di Jalanan Bandung 6 Mei 2025

    Farhan Minta Bobotoh Luar Kota yang Ikut Pesta Juara Persib di Bandung Tak Tidur di Jalanan
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com

    Wali Kota Bandung
    , Muhammad Farhan, memprediksi akan terjadi lonjakan signifikan
    wisatawan
    dari luar
    Kota Bandung
    pada perayaan
    pesta juara Persib
    Bandung yang dijadwalkan pada 24-25 Mei 2025.
    Prediksi ini muncul setelah Persib dipastikan menjadi juara Liga 1 musim kompetisi 2024/2025, menyusul hasil imbang 3-3 antara Persik Kediri dan Persebaya Surabaya pada Senin (5/5/2025).
    Dengan hasil tersebut, poin Persib tidak dapat dikejar lagi sebagai pemimpin klasemen Liga 1.
    Farhan meminta kepada seluruh bobotoh dari berbagai penjuru Jawa Barat, bahkan dari luar provinsi, untuk mempersiapkan akomodasi sebelum datang ke Kota Bandung.
    “Jangan nginap di pinggir jalan karena pasti akan kita usir. Kalau mau nginap, carilah tempat menginap yang pantas,” imbuh Farhan saat memberikan keterangan di Kebonwaru, Kota Bandung, pada Selasa (6/5/2025).
    Wali Kota juga menyerukan agar perayaan kemenangan Persib Bandung dilakukan dengan tertib dan tidak membuang sampah sembarangan.

    Imbauan ini ditujukan tidak hanya kepada warga Kota Bandung, tetapi juga kepada seluruh bobotoh.
    “Kita ingin jadi tuan rumah yang baik, maka kita harapkan tamunya juga bersikap dengan baik,” tuturnya.
    Farhan juga memberikan arahan kepada jajaran Pemerintah Kota Bandung untuk fokus dalam mengawal dan mengamankan potensi perayaan juara Persib yang akan dilakukan oleh masyarakat.
    Namun, ia mengingatkan agar perhatian juga difokuskan pada masalah persampahan yang menjadi perhatian bersama.
    “Saya prediksi tanggal 9 Mei 2025 (Pertandingan Persib vs Barito Putera) akan ramai, tetapi tanggal 16 Mei kurang ramai. Tanggal 24-25 Mei 2025 akan sangat ramai karena puncaknya pada tanggal tersebut. Jadi, untuk bulan Mei ini, saya sudah arahkan kepada seluruh jajaran Pemkot dan Forkopimda untuk fokus pada dua hal ini, yaitu sampah dan Persib,” tuturnya.
    Sebagai pimpinan, Farhan mengingatkan seluruh ASN dan pegawai di bawah Pemkot Bandung untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan juara Persib Bandung yang akan berlangsung sepanjang bulan Mei.
    Ia juga menegaskan bahwa pada puncak perayaan, yang rencananya akan meliputi pawai dan konvoi menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), ASN dan pegawai Pemkot Bandung dilarang untuk ikut serta dalam pawai tersebut.
    “Saya sudah arahkan bahwa pegawai Kota Bandung tidak boleh ikut pawai, tidak boleh foto-foto sama piala atau sama pemain. Nanti saja, kita bagian beres-beres. Setelah semua selesai, kita bereskan, pas perayaan kita amankan,” imbuhnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Napi di Bandung Diajarkan Buat Kue dan Cukur Rambut, Farhan: Untuk Hilangkan Stigma
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        6 Mei 2025

    Napi di Bandung Diajarkan Buat Kue dan Cukur Rambut, Farhan: Untuk Hilangkan Stigma Bandung 6 Mei 2025

    Napi di Bandung Diajarkan Buat Kue dan Cukur Rambut, Farhan: Untuk Hilangkan Stigma
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com

    Wali Kota Bandung
    , Muhammad Farhan, mengunjungi Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Bandung di Jalan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, pada Selasa (6/5/2025).
    Dalam kunjungan tersebut, Farhan meninjau
    pelatihan keterampilan
    yang diikuti oleh puluhan
    warga binaan
    .
    Farhan juga berkesempatan untuk mencicipi kue buatan narapidana yang mengikuti program pelatihan keterampilan di bidang pastry.
    “Sudah dicicipi tadi kuenya, kalau menurut saya belum sempurna tapi sudah enak. Tinggal teksturnya dibuat lebih halus lagi, soalnya kalau bicara makanan di Kota Bandung saingannya banyak, standarnya tinggi, jadi mesti ngejar terus. Masih ada waktu latihan, kan,” ujar Farhan seusai kunjungan.
    Lebih lanjut, Farhan menjelaskan bahwa pelatihan keterampilan yang diberikan kepada warga binaan merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Bandung dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
    Harapannya, setelah keluar dari bui, para warga binaan dapat menggunakan keterampilan yang didapat untuk mencari pekerjaan atau berjualan.
    “Tujuannya supaya warga binaan bisa punya skill untuk mencari pekerjaan. Jadi ketika keluar, mereka memiliki kemampuan untuk bekerja dan kembali bersosialisasi dengan masyarakat,” imbuhnya.
    Farhan juga berharap keterampilan yang didapat dapat membantu menghapus stigma terhadap mantan warga binaan saat berbaur kembali dengan masyarakat.

    “Manfaatkan betul kesempatan ini sambil mengisi waktu karena tujuan utamanya juga menghilangkan stigmatisasi, sehingga memberikan peluang seluas-luasnya serta kesempatan kedua bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat,” jelasnya.
    Menurut Farhan, ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dengan keterampilan yang diberikan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung.
    “Ini kan dua skill yang banyak diminta. Warga Bandung kebetulan tinggal di kota jasa, jadi butuh skill masak dan barber. Dengan permintaan tenaga kerja yang tinggi dan kemampuan yang mumpuni, diharapkan nantinya ketemu, matching,” ucapnya.
    Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Bandung, Andri Darusman, menyatakan bahwa keterampilan memasak kue dan mencukur rambut merupakan kemampuan yang paling banyak diminati oleh pengusaha serta warga binaan.
    “Untuk hari ini ada 13 jenis pelatihan dalam kerjasama dengan warga binaan. Untuk barber dan pastry keduanya yang paling diminati masyarakat secara umum. Mudah-mudahan ke depan bisa ada lagi kerjasama keterampilan lainnya,” akunya.
    Kepala Rutan Kelas I Bandung, Pance Daniel, menambahkan bahwa pelatihan keterampilan pastry dan cukur rambut ini diikuti oleh 40 warga binaan yang telah melalui proses seleksi. “Program ini akan berlangsung selama satu bulan dengan kurikulum yang aplikatif dan pelatihan langsung dari instruktur profesional di bidang masing-masing,” bebernya.
    Selain memperoleh keterampilan teknis, peserta juga akan menerima sertifikat pelatihan resmi yang dapat menjadi modal berharga saat kembali ke masyarakat nantinya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pesta Juara Tertunda: Nobar Persib Bakal Digelar Lagi, Dedi Mulyadi Beri Pesan ke Bobotoh

    Pesta Juara Tertunda: Nobar Persib Bakal Digelar Lagi, Dedi Mulyadi Beri Pesan ke Bobotoh

    Liputan6.com, Bandung – Persib Bandung batal mengunci gelar juara BRI Liga 1 setelah kalah di kandang Malut United dengan skor tipis 1-0 pada laga lanjutan pekan ke-31 di Stadion di Gelora Kie Raha, Ternate, Maluku Utara, Jumat, 2 Mei 2025. 

    Diketahui, acara nonton bareng atau nobar serentak dihelat di Kota Bandung. Setiap kecamatan bahkan diwajibkan agar menggelarnya pada Jumat malam. Namun, kekalahan itu memaksa warga Kota Bandung, umumnya Bobotoh di Jawa Barat, untuk bersabar menunda perayaan.

    Kekalahan ini tidak menggoyahkan posisi Persib di puncak klasemen BRI Liga 1 2024/2025. Mereka mengoleksi 64 poin, unggul 10 angka dari peringkat dua Dewa United.

    Dewa United sudah tak bisa menggejar Persib meski berada di urutan dua. Satu-satunya tim yang masih mungkin menyalip Persib secara matematis adalah peringkat empat Persebaya Surabaya yang tertinggal 11 angka tapi masih punya empat laga sisa. Malut United sendiri naik ke posisi tiga menggeser Persebaya dengan koleksi 53 poin.

    Oleh karenanya, Persib masih menjadi tim yang paling diunggulkan untuk kembali menjuarai liga secara back-to-back, setelah mampu menyandang gelar juara pada musim sebelumnya.

    Pemerintah Kota Bandung sendiri telah memastikan akan tetap menggelar nobar serentak pada laga-laga sisa Persib Bandung. Ada tiga laga terakhir yang masih harus dilakoni Persib yakni pada tanggal 9, 16, dan 25 Mei.

    “Seluruh 30 kecamatan berkomitmen menggelar nobar. Tidak hanya malam ini, tapi juga pada tanggal 2, 9, 16, dan 25 Mei,” kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Jumat malam, 2 Mei 2025.

    Farhan mengimbau masyarakat, khususnya bobotoh, agar tidak mengekspresikan euforia secara berlebihan jika Persib berhasil meraih kemenangan dan memastikan gelar juara.

    “Kita pasti bahagia kalau Persib juara. Tapi jangan sampai kebahagiaan itu diekspresikan secara berlebihan. Tunjukkan bahwa kita sebagai pecinta sepak bola bisa merayakan dengan cara-cara yang elegan dan bisa diterima semua pihak. Jangan sampai ada stigma negatif terhadap bobotoh,” ujarnya.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menitip sebuah pesan kepada para Bobotoh dan semua pendukung Persib Bandung. 

     “Buat para Bobotoh dan seluruh pendukung Persib Bandung jangan pernah menyerah,” katanya disampaikan Dedi Mulyadi lewat media sosial Instagram miliknya, dalam unggahan pada Sabtu, 3 Mei 2025.

    Ia yakin pertandingan berikutnya akan menjadi milik Persib Bandung, mampu menang dan mengunci gelar juara. “Tetap semangat kita punya keyakinan di pertandingan berikutnya akan dimenangkan, dan Persib akan jadi juara,” katanya.

     

    Pemuda Tenggelam di Sungai Pamali Brebes Ditemukan Meninggal

  • Wacana Pemkot Bandung Bikin Kawasan Parkir Terpusat dan Bertingkat, Di Mana Lokasinya?

    Wacana Pemkot Bandung Bikin Kawasan Parkir Terpusat dan Bertingkat, Di Mana Lokasinya?

    Liputan6.com, Bandung – Pemerintah Kota Bandung berencana membangun suatu kawasan untuk area parkir terpusat dan parkir bertingkat. Pembangunan tersebut diharapkan jadi pemecah masalah parkir liar yang antara lain dipicu karena kurangnya ruang parkir di Kota Bandung. 

    Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pembangunan area parkir bertingkat menjadi solusi jangka panjang untuk menciptakan sistem parkir yang lebih tertib dan terorganisasi.

    “Sejak awal, kami sudah menyadari bahwa kurangnya fasilitas parkir yang memadai menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya parkir liar dan premanisme,” kata dia dalam keterangannya di Bandung, Senin, 28 April 2025.

    Pemerintah Kota Bandung diaku tengah fokus mencari lokasi dan investor yang bisa mendukung pembangunan tempat parkir tersebut.

    “Kita akan mulai bangun. Saya lagi fokus untuk mencari kawasan dan mencari investor untuk membangun gedung parkir. Arahnya akan ke sana sehingga yang parkir nanti dipinggir jalan semua harus naik ke atas,” kata Farhan.

    Farhan juga mengatakan, area parkir yang terpusat dinilai bakal membangun mengurangi keberadaan jukir liar di pinggir jalan, yang selama ini seringkali memanfaatkan kekurangan ruang parkir. 

    “Dengan adanya gedung parkir bertingkat, parkir-parkir yang dulu di pinggir jalan bisa dipusatkan di satu kawasan. Ini akan lebih mudah dikendalikan,” tambahnya.

    Farhan menjelaskan, Pemkot Bandung akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk membangun gedung parkir yang dapat menampung lebih banyak kendaraan. Proyek pembangunan gedung parkir bertingkat ini diharapkan dapat mengurangi masalah parkir liar di sejumlah kawasan strategis Kota Bandung. 

    Untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai dengan rencana, Wali Kota Bandung menyebutkan, pihaknya akan mulai dengan memilih lokasi yang tepat dan mencari investor yang siap berinvestasi dalam pembangunan gedung parkir.

    Meskipun pembangunan gedung parkir bertingkat ini memerlukan waktu yang cukup lama, Farhan optimistis dalam lima tahun ke depan, Kota Bandung akan memiliki solusi parkir yang lebih baik. 

    “Target kami adalah memiliki setidaknya satu gedung parkir yang siap digunakan dalam waktu lima tahun,” jelasnya.

  • Wali Kota Bandung Sebut Dugaan Pungli Uang Sampah Pasar Gedebage Masuk Babak Baru

    Wali Kota Bandung Sebut Dugaan Pungli Uang Sampah Pasar Gedebage Masuk Babak Baru

    Diketahui, terdapat gundukan sampah di Pasar Gedebage yang diperkirakan mencapai 600 ton atau secara luasan mencapai 1.120 meter kubik. Sampah tersebut diduga tak diurus pihak pengelola sejak Desember 2024 lalu. Kemarin, Selasa, 28 April 2025, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan sidak ke lokasi.

    Pengelolaan sampah di pasar tersebut mandek padahal para pedagang rutin membayar iuran kebersihan. Farhan menyampaikan, ada tiga pengelola di Pasar Gedebage, terdiri dari pihak swasta, paguyuban pedagang, dan perusahaan milik pemerintah daerah.

    Diperkirakan, besaran pungutan itu senilai Rp5.000 per lapak dari sekitar 700-an lapak atau sekira Rp3,5 juta per hari. Selain tidak diangkut secara rutin, pengelolaan sampah di Gedebage diperparah oleh masalah lain di antaranya mesin pencacah yang rusak, biodigester mati, hingga saluran air yang macet.

    Hingga Selasa 29 April 2025 pagi, pengangkutan sampah di kawasan tersebut diklaim telah mencapai sekitar 80 persen. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan upaya ini berjalan sesuai kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    Ia menjelaskan, jumlah ritase pengangkutan tersebut mengambil jatah truk dari Kota Bandung. Dari 140 ritase yang tersedia, 35 rit digunakan pada Senin 28 April 2025 dan 35 rit lagi hari ini. Akibatnya, ada beberapa titik lain di Kota Bandung yang mengalami penundaan pengangkutan sampah.

    “Pasar Gedebage, Insya Allah, sampai tadi jam 4 pagi sudah hampir 80 persen selesai terangkut. Sesuai perjanjian, dalam dua hari ini kita targetkan mengangkut 70 rit dari total 120 rit,” katanya.

     

  • Utang Janji Konferensi Asia-Afrika, Bandung Dukung Terus Kemerdekaan Palestina

    Utang Janji Konferensi Asia-Afrika, Bandung Dukung Terus Kemerdekaan Palestina

    Sebelumnya, peringatan KAA yang ke-70 tahun dilakukan di Pendopo Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjamu sejumaah duta besar dari negara-negara Afrika peserta KAA, antara lain adalah Duta Besar Kerajaan Maroko, Yang Mulia Ouadia Benabdellah.

    Meski tahun ini tidak ada peringatan resmi berskala nasional, peringatan KAA 2025 tetap istimewa sebab secara simbolis, Kota Bandung kini resmi diposisikan sebagai Ibu Kota Bangsa-bangsa Asia dan Bangsa-bangsa Afrika.

    Farhan mengatakan, Kota Bandung akan terus menyuarakan semangat Konferensi Asia-Afrika, terutama dalam menghadapi tantangan multilateralisme yang mulai bergeser menjadi egoisme nasional.

    “Bandung tetap memancarkan cahaya semangat kesetaraan bangsa-bangsa. Tahun ini kami meluncurkan logo baru kota Bandung sebagai simbol ibu kota Asia dan Afrika. Logo ini, yang didesain anak-anak muda Bandung, menggunakan warna hijau, merah, dan putih sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan dan kemanusiaan Palestina,” ujar Farhan, Rabu lalu, 23 April 2025.

    Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama internasional dalam menjawab tantangan global, seperti perubahan iklim, ketegangan geopolitik, dan ketimpangan ekonomi.

    Sementara itu, Duta Besar Ouadia Benabdellah menyampaikan, tahun 2025 merupakan momen istimewa, tidak hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai titik tolak masa depan Asia dan Afrika.

    “Konferensi Asia-Afrika adalah tonggak penting dalam perjalanan diplomasi global. Ini memberi suara bagi negara-negara yang baru keluar dari bayang-bayang kolonialisme. Di Bandung, semangat kerja sama lintas benua itu lahir. Dan hari ini, hubungan Asia-Afrika tumbuh semakin kuat, terutama di bidang ekonomi dan politik,” ujar Benabdellah.

    Menurutnya, Afrika saat ini sedang tumbuh menjadi pusat ekonomi dunia berikutnya, dengan populasi muda yang dinamis dan integrasi ekonomi yang meningkat. Asia, di sisi lain, menjadi mitra dagang dan investasi utama bagi Afrika, dengan kontribusi besar dari negara-negara seperti Tiongkok, India, Jepang, dan kawasan ASEAN.

    “Namun kemitraan ini harus melampaui sekadar perdagangan. Kita harus membangunnya di atas landasan pembangunan berkelanjutan, inovasi teknologi, dan investasi dalam sumber daya manusia,” tambahnya.

  • Mas Aaf Pimpin Komwil III APEKSI, Siap Wujudkan Kota-Kota Kolaboratif dan Berdaya Saing

    Mas Aaf Pimpin Komwil III APEKSI, Siap Wujudkan Kota-Kota Kolaboratif dan Berdaya Saing

    TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN -Kota Pekalongan kembali mencatat sejarah penting. Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Mas Aaf, resmi terpilih sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) III APEKSI periode 2025-2029.

    Penetapan ini berlangsung, dalam pembukaan Muskomwil III APEKSI yang digelar di Hotel Santika Kota Pekalongan, Kamis (24/4/2025).

    Pengukuhan Mas Aaf ditandai dengan penyerahan bendera pataka APEKSI oleh Ketua Umum APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan Prihatin, turut dilantik sebagai Wakil Ketua Komwil III.

    Mas Aaf menekankan, pentingnya APEKSI sebagai forum kolaboratif, bukan kompetisi.

    Ia mengungkapkan, bahwa tantangan yang dihadapi kota-kota saat ini mulai dari kebijakan pusat yang tidak selalu selaras dengan kebutuhan lokal, hingga isu sampah, pengangguran, dan perubahan iklim, dan itu membutuhkan kerja sama erat antar pemerintah kota.

    “APEKSI harus jadi jembatan kuat antar daerah. Di sinilah peran komunikasi dan kolaborasi dibutuhkan untuk mencari solusi yang relevan dan berkelanjutan,” tegasnya, Jumat (25/4/2025).

    Mas Aaf juga menyinggung pertemuan nasional APEKSI yang akan berlangsung di Surabaya dan Bogor, sebagai momentum memperkuat sinergi lintas kota.

    Pihaknya mengajak, seluruh kepala daerah Komwil III untuk terus menjaga solidaritas dalam merespon tantangan perkotaan secara komprehensif.

    “Forum ini tidak hanya menetapkan kepengurusan baru, tetapi juga menyusun rencana strategis lima tahun ke depan bagi wilayah Komwil III,” ucapnya.

    Muskomwil III APEKSI tahun ini dihadiri oleh para wali kota dan perwakilan dari Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Banten. (Dro)

  • Polisi Hanya Diam saat Ormas Lakukan Kekerasan, Warga Sukahaji Tuntut Tindakan Tegas!

    Polisi Hanya Diam saat Ormas Lakukan Kekerasan, Warga Sukahaji Tuntut Tindakan Tegas!

    JABAR EKSPRES – Insiden pemukulan dan intimidasi menimpa warga Kampung Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, viral di media sosial setelah rekaman ibu‑ibu dipukuli tersebar, Senin (21/4) kemarin.

    Peristiwa bermula saat warga mendatangi lahan sengketa bekas lahan terbakar yang kini diklaim seorang bernama Junus. Mereka datang untuk menanyakan legalitas pemagaran.

    “Saya masih menunggu proses persidangan. Ketika tahu ada pagar dipasang, kami datang baik‑baik dan tanya, ‘Apakah ini sudah resmi?’” kata Yuriani (33), ibu tiga anak, kepada wartawan di lokasi, beberapa waktu lalu.

    Alih‑alih mendapat penjelasan, warga justru dihadang sekelompok orang bertanda pita biru. Menurut Yuriani, ormas itu membentak dan mengancam: “Udah, biarin saja. Kalau ada yang melawan, ibu‑ibu sekalipun, kita hadapi.”

    Dia menambahkan, tak lama, bentakan berubah jadi kekerasan fisik: dorong‑dorongan, bogem mentah, hingga lemparan batu. “Saya dipukul, didorong, diinjak, bahkan dilempari batu. Kakak saya coba membantu, tapi malah ditahan,” ujarnya.

    Menurutnya, pada saat kejadian, ada sekira 20 orang anggota ormas terus mendesak hingga malam, menutup akses jalan dengan petasan dan menimbulkan panik warga.

    Meski polisi terlihat di seberang jalan, mereka tak turun menengahi. Warga akhirnya melapor ke Polrestabes Bandung. “Ini bukan kali pertama. Di rumah kami juga pernah dapat ancaman pembakaran, semua terencana,” kata Yuriani.

    Lebih memilukan, anak‑anak kecil juga terkena lemparan batu saat pulang sekolah. “Kami hanya ingin kejelasan status tanah. Dimiliki siapa, atas dasar apa. Bukan teror,” tegas Yuriani.

    Satu dari sekian warga yang sudah hidup selama tiga generasi di Sukahaji itu berharap, pemerintah menghentikan semua aktivitas di lahan itu sampai keputusan pengadilan dan BPN keluar.

    Di tempat terpisah, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau semua pihak menahan diri dan menghormati proses hukum. “Kami prihatin dengan insiden ini. Harapannya, dialog dan mediasi yang adil menjadi jalan keluar hingga ada keputusan final,” katanya.

  • Jelang SPMB, Pemkot Bandung Tunggu Lampu Hijau Pemprov Jabar Terkait Pelaksanaan Program RMP di Tingkat SMA

    Jelang SPMB, Pemkot Bandung Tunggu Lampu Hijau Pemprov Jabar Terkait Pelaksanaan Program RMP di Tingkat SMA

    JABAR EKSPRES – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025-2026 bakal bergulir, siswa Rawan Melanjut Pendidikan (RMP) di Kota Bandung mulai khawatir akan kelanjutan studinya.

    Terkait hal ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pihaknya tinggal menunggu lampu hijau dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, terkait hibah RMP bagi siswa SMA maupun SMK di Kota Bandung.

    “Kita lagi nunggu lampu hijau dari Pemprov, untuk Disdik Kota Bandung bisa menyerahkan hibah untuk RMP, terutama untuk SMK-SMA,” kata Farhan, Selasa (22/4).

    BACA JUGA: Pemprov Jabar Pangkas Dana Hibah ke Pesantren di Pergerseran APBD, Ini Alasannya! 

    Menurut Farhan, pelaksanaan program RMP nantinya bakal mengacu kepada siswa yang kesulitan dari segi biaya guna kelangsungan pendidikannya.

    Hal ini bertujuan guna siswa dapat melanjutkan pendidikan di jenjang SMA/SMK, khususnya yang berpotensi RMP. Tahun lalu, Pemkot Bandung mengalokasikan anggaran mencapai Rp 33 miliar mencakup siswa SMA/SMK swasta.

    “RMP mah iyalah rata-rata lah, rata-rata sekolah swastakan yang mesti tebus ijazahnya atau apa gitu,” ujarnya.

    Pemkot Bandung sendiri saat ini masih menunggu petunjuk resmi dan aturan teknis terkait pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026, atau sebelumnya dikenal dengan istilah sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

    BACA JUGA: Layangkan 17 Tuntutan, Walhi Desak Dedi Mulyadi Tangani Krisis Lingkungan!

    Aturan resmi SPMB 2025 dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menjadi landasan penetapan aturan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) SPMB tahun ini di Kota Bandung.

    Nantinya, Juklak dan juknis ini bakal terangkum dalam Peraturan Wali Kota Bandung (Perwal) tentang Tata Cara SPMB 2025 jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan jumlah kuota penerimaan berbeda pada masing-masing jalur penerimaan yaitu Domisili, Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi. (Dam)

  • Respons Wali Kota Bandung Pasca Penyerangan Ormas Terhadap Warga di Sukahaji

    Respons Wali Kota Bandung Pasca Penyerangan Ormas Terhadap Warga di Sukahaji

    JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bentrokan yang terjadi di Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, pada Senin, 21 April 2025, kemarin.

    Bentrokan tersebut dipicu oleh konflik lahan antara warga dengan pihak swasta, dan memuncak saat terjadi penyerangan dari kelompok ormas bersenjata tajam yang menyebabkan beberapa warga terluka.

    Menanggapi insiden kemarin, Farhan mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan menjaga situasi tetap kondusif di tengah eskalasi yang terjadi.

    “Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan menghormati proses hukum hingga ada keputusan final dan mengikat,” ujarnya kepada awak media di Bandung, Selasa (22/4).

    Insiden kekerasan pertama terjadi pada siang hari dan telah dilaporkan warga ke pihak kepolisian. Namun pada malam harinya, sekitar pukul 21.26 WIB, kelompok ormas kembali menyerbu lahan warga Sukahaji.

    Mereka merangsek ke posko warga dan menyerang warga yang sedang berjaga. Dua warga mengalami luka akibat sabetan senjata tajam—satu di bagian dahi, dan satu lagi di punggung belakang.

    Situasi di lapangan semakin mencekam. Warga yang tengah menunggu hasil visum dibuat ketakutan. Beberapa akses jalan di kawasan tersebut kini ditutup, sementara warga bertahan di posko sekretariat perjuangan mereka.

    Namun, aparat kepolisian yang berjaga justru dinilai tidak bertindak tegas dan membiarkan kekerasan terjadi. Penyerobotan lahan seluas 7,5 hektare pun masih berlangsung hingga hari ini. Ketegangan di tengah warga semakin terasa, bahkan memicu saling curiga satu sama lain.

    Farhan menyayangkan situasi tersebut dan menekankan bahwa Pemkot Bandung mendorong penyelesaian melalui jalur damai. “Komunikasi dan musyawarah adalah kunci penyelesaian. Kami juga memastikan bahwa hak dan keamanan warga menjadi prioritas utama,” kata Farhan.

    Pemkot Bandung, lanjutnya, mengapresiasi langkah cepat aparat keamanan namun mendorong tindakan yang lebih tegas dalam menjaga ketertiban dan keselamatan warga. Ia juga mengingatkan bahwa proses hukum atas sengketa lahan ini masih berlangsung di pengadilan.

    Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah turun tangan dan tengah mengupayakan penyelesaian yang adil dan berkelanjutan. Farhan menyebut, jajaran Pemkot telah diperintahkan untuk melakukan monitoring intensif dan pendekatan persuasif agar konflik tidak semakin meluas.