Tag: Morgan

  • Keunggulan OPPO Find N5 Jadi Sorotan Tokoh Publik-Pimpinan Industri di RI

    Keunggulan OPPO Find N5 Jadi Sorotan Tokoh Publik-Pimpinan Industri di RI

    Jakarta

    Acara peluncuran OPPO Find N5 yang digelar beberapa waktu lalu mendapatkan respons positif dari sejumlah pihak. Hal itu terlihat dari sejumlah tokoh dan 500 tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.

    Antusiasme tersebut tidak terlepas dari berbagai daya tarik yang dihadirkan oleh OPPO Find N5. Bahkan sejumlah tokoh dan pimpinan industri turut memuji berbagai keunggulan yang dimiliki OPPO Find N5.

    Adapun acara peluncuran tersebut dilakukan di Ciputra Artpreneur Jakarta, Rabu (30/5). Acara tersebut turut hadiri oleh tokoh inspiratif dari Nicholas Saputra hingga Najwa Shihab. Keduanya berbagi pengalaman menjadi Brand Ambassador OPPO dan kecanggihan Find N5 yang merupakan foldable tertipis di dunia.

    Keduanya mengungkapkan bagaimana teknologi kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai alat, tapi juga sebagai partner yang mendukung kreativitas dan produktivitas.

    Selain Nicholas Saputra dan Najwa Shihab, beberapa tokoh publik lainnya yang hadir antara lain Morgan Oey, Taufik Hidayat, Gading Marten, Ridwan Hanif, Grace Tahir, Elena Bensawan, hingga Indra Djokosoetono dan Giorgio A. Chandra.

    Turut meramaikan pula para digital creator seperti Inayma, Natasha Lois, Boim Lenno, Siska Anatasia, Vanessa, dan Devin Velerian, yang membagikan momen mereka di media sosial dengan antusias.

    “Bukan sekadar menyaksikan peluncuran, para tamu juga diajak menjajal langsung Find N5 di area Experience Zone yang dirancang interaktif dan imersif. Di sini, pengunjung bisa melihat betapa ramping Find N5 setara dengan paspor, dan cukup ringan hingga bisa mengambang di udara,” tulis OPPO dalam keterangan resmi, Selasa (6/5/2025).

    Ada juga bagian yang memperlihatkan perbandingan bobot Find N5 yang lebih ringan dari apel dan secangkir kopi. Semua itu menunjukkan bagaimana OPPO tak hanya mengejar estetika, tapi juga fungsionalitas.

    Foto: dok. OPPO Indonesia

    “Tak kalah menarik, ketahanan Find N5 juga diuji secara langsung. Smartphone ini dimasukkan ke dalam akuarium untuk menunjukkan sertifikasi IPX9 anti air. Lalu diuji engselnya dengan beban 20 kg berupa gong dan koper, bahkan menahan beban orang dewasa yang duduk di atas ayunan dengan total berat 50 kg yang bertumpu pada engsel Find N5. Momen-momen ini sukses mencuri perhatian dan menciptakan banyak konten viral dari para undangan,” tulis OPPO.

    Kenalkan Cara Baru Bekerja untuk Para Profesional

    Peluncuran ini menjadi pembuktian bagi OPPO bahwa smartphone anyar tersebut tidak hanya untuk mendukung penampilan pemilik saja. Namun juga memiliki kemampuan kerja yang bisa mendukung para pemiliknya.

    Co-Owner Bluebird Group, Indra Priawan yang turut hadir dalam acara tersebut menyebutkan Find N5 sebagai perangkat yang mampu mendukung produktivitas tanpa batas. Dia mengandalkan fitur remote access untuk mengakses Mac dan mengirim file secara langsung dari layar Find N5, serta menggunakan fitur Dual Screen Interpreter saat berkomunikasi lintas bahasa.

    “Find N5 jadi partner seharian tanpa kompromi,” ujarnya.

    Hal senada pun turut diungkapkan oleh Founder Everest Media, Grace Tahir. Grace mengapresiasi desain Find N5 yang sangat ringan, compact, dan mudah dibawa ke mana-mana.

    “Kombinasi antara ketahanan air IPX9 dan fitur multitasking menjadikan perangkat ini cocok untuk gaya hidup profesional yang aktif dan dinamis,” ujar Grace.

    Foto: dok. OPPO Indonesia

    Sementara itu, Co-Founder Careso, Giorgio A. Chandra mengandalkan Find N5 sebagai perangkat utama untuk menjalankan berbagai peran. Dia memanfaatkan fitur O+ Connect untuk mengakses file dari PC kapanpun dibutuhkan, serta menjalankan beberapa aplikasi sekaligus dalam satu layar tanpa perlu membawa laptop.

    Hal serupa dirasakan oleh Co-CEO MNC Group, Angela Tanoesoedibjo yang melihat Find N5 sebagai perangkat yang mampu mengikuti ritme kerjanya yang cepat dan padat. Melalui kehadiran fitur AI Summary, membuat dirinya dapat merangkum percakapan penting saat telepon maupun meeting.

    Sementara fitur multitasking dan O+ Connect memastikan semua peran dan tanggung jawabnya bisa dijalankan secara efisien dalam satu perangkat.

    Find N5 adalah teknologi yang benar-benar bekerja mengikuti ritme hidup penggunanya, ringan, fleksibel, dan siap menemani aktivitas pengguna dari pagi sampai malam.

    Rasakan Pengalaman OPPO Find N5 dalam Genggaman

    OPPO Find N5 resmi dijual dengan harga Rp 27.999.000 di Indonesia. Konsumen yang membeli OPPO Find N5 dapat menikmati penawaran eksklusif senilai total lebih dari Rp 20 juta.

    Selain itu ada promo menarik yang ditawarkan seperti OPPO Premium Service, OPPO Watch X, keuntungan spesial dari operator, cicilan 0% dengan cicilan hingga 24 bulan, serta berbagai voucher belanja dari partner OPPO yang dapat ditukarkan di aplikasi MyOPPO.

    Untuk informasi selengkapnya tentang spesifikasi dan promo pembelian OPPO Find N5, silahkan kunjungi sosial media dan situs resmi OPPO Indonesia pada tautan berikut ini: https://www.oppo.co.id/oppo-find-n5.

    (prf/ega)

  • Cari Kerja Susah, 7 Jenis Pekerjaan Kantoran ini Terancam Punah

    Cari Kerja Susah, 7 Jenis Pekerjaan Kantoran ini Terancam Punah

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan kecerdasan buatan atau AI bisa menimbulkan banyak korban. Termasuk beberapa pekerjaan yang tadinya dilakukan manusia diprediksi bisa digantikan oleh AI.

    Isu ini memang terus bergulir dengan cepat. Ada banyak yang mengatakan sejumlah pekerjaan bakal bisa diotomatisasi dalam waktu dekat, sebaliknya tak sedikit yang menyebut beberapa pekerjaan tidak bisa digantikan oleh mesin.

    Laporan Goldman Sachs memperkirakan 300 juta pekerjaan bisa hilang karena AI. Jumlah itu berdampak pada seperempat pasar tenaga kerja global.

    Forbes menuliskan beberapa pekerjaan yang mungkin akan digantikan AI. Berikut rangkumannya, Jumat (2/5/2025):

    1. Pekerja Terkait Administratif

    Pekerjaan yang membutuhkan pemrosesan data berulang akan digantikan. Misalnya customer service, entry data, dan penjadwalan yang memang sudah diambil alih AI seperti chatbot dan robotik.

    Studi Institute for Public Policy tahun 2024 menemukan 60% tugas administratif dapat diotomatisasi.

    2. Pembukuan, Pemodelan Keuangan, dan Analis Data

    Platform AI diketahui bisa mengolah data serta menghasillkan laporan lebih cepat dari manusia. Misalnya JP Morgan yang melakukan otomatisasi pada tugas perbankan rutin.

    Laporan itu menuliskan setidaknya peran 20% analis akan berisiko tergantikan pada 2030 mendatang.

    3. Pekerja di Bidang Hukum

    Pekerjaan di bidang hukum seperti paralegal, penyusunan kontrak dan peneliti bisa jadi korban AI berikutnya. Studi Standford 2025 menyatakan sejumlah perangkat AI telah mengotomatisasi untuk analisis dokumen dengan tingkat akurasi mencapai 90%.

    Namun masih ada beberapa pekerjaan yang mungkin akan selamat dari gempuran AI. Misalnya strategi senior legal strategy dan courtroom advocacy masih dibutuhkan karena menggunakan penilaian manusia.

    4. Desain Grafis, Penulis Naskah, dan Jurnalis

    Salah satu laporan dari Pew Research Center tahun lalu menyebut 30% pekerjaan media bisa diotomatisasi pada 2035. Bill Ackman dari Pershing Square memperkirakan konten AI akan mendominasi periklanan.

    Namun dia tetap yakin kreativitas manusia pada penceritaan dan seni tinggi bakal bertahan lebih lama. Setidaknya tidak menggunakan otomatisasi secara penuh.

    5. Software Development, Engineering, dan Data Science

    Meski bekerja terkait teknologi tak menjamin pekerjaan-pekerjaan ini bisa aman dari AI. Teknologi itu akan meningkatkan produktivitas namun di sisi lain bisa mengotomatisasi tugas pengkodean dan desain rutin.

    Forum Ekonomi Dunia 2025 mengatakan 40% tugas pemrograman bakal diotomatisasi pada 2040 mendatang.

    6. Tenaga Medis

    Salah satu pekerjaan yang sering disebut akan digantikan AI adalah tenaga medis. Sebab AI diagnostik dan bedah robotik terus mengalami perkembangan.

    Namun disebutkan pekerjaan dengan empati tetap sulit digantikan oleh mesin, misalnya perawat, terapi, dan pekerja sosial. Studi Lancet tahun 2023, menyebutkan 25% tugas administratif medis bisa menghilang 10 tahun lagi atau 2035 mendatang.

    7. Tenaga Pengajar

    Meski ada banyak pekerjaan terkait pengajar yang tidak bisa digantikan, namun ada beberapa yang tetap menjadi korban dari AI. Laporan OECD tahun 2024 memperkirakan 10% tugas pengajaran bisa diotomatisasi tahun 2040.

    Beberapa pekerjaan yang sulit ditiru misalnya pengajar khususnya di bidang dengan filsafat atau pendidikan anak usia dini, serta manajemen tingkat tinggi dengan kecerdasan emosional serta kemampuan beradaptasi.

    (dem/dem)

  • Kejahatan Modus Investasi Bodong Kembali Marak, Polisi Imbau Warga Jangan Tergiur Keuntungan Besar – Halaman all

    Kejahatan Modus Investasi Bodong Kembali Marak, Polisi Imbau Warga Jangan Tergiur Keuntungan Besar – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polda Metro Jaya mengimbau kepada seluruh warga agar selalu waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan penipuan online yang marak terjadi belakangan ini.

    Investasi bodong alias fiktif saat ini kembali marak dan tidak sedikit korban yang tertipu hingga kehilangan harta kekayaannya.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menuturkan pelaku kejahatan semakin canggih dalam menjalankan aksinya dengan modus membujuk korban untuk menyerahkan data pribadi seperti nomor KTP, kartu keluarga, nomor rekening, hingga kode OTP. 

    Bahkan, tidak jarang pelaku meminta korban untuk membuka rekening bank atas nama sendiri yang kemudian disalahgunakan untuk tindak pidana.

    “Jangan mudah tergiur iming-iming uang atau keuntungan besar dari orang yang tidak dikenal ataupun aplikasi investasi di dunia daring sebelum memeriksa kebenarannya,” ucap Ade Ary dalam keterangan Sabtu (3/5/2025). 

    Polisi mengingatkan warga agar jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas identitas dan tujuannya.

    Kemudian jangan meminjamkan rekening bank kepada siapapun atas permintaan yang mencurigakan.
    “Segera laporkan ke kantor polisi terdekat jika Anda merasa menjadi korban atau melihat aktivitas mencurigakan,” imbuhnya.

    Sebelumnya, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan perdagangan aplikasi saham fiktif bernama Morgan Asset Group Ltd dengan total nilai kerugian Rp 18 miliar. 

    Dirressiber Polda Metro Jaya Kombes Pol Roberto Pasaribu mengatakan kasus ini berawal para korban yang dijanjikan akan mendapatkan keuntungan besar hingga 150 persen dari hasil investasi.

    Saham aplikasi fiktif merupakan jaringan internasional yang dikelola dua tersangka inisial YCF (WN Malaysia) dan SP (WNI).

    Keduanya telah diamankan berdasarkan LP/B/1061/II/2025/SPKT/Polda Metro Jaya, tanggal 14 Februari 2025.

    “Para tersangka ditangkap pada Kamis 30 Januari 2025 di Apartemen Green Lake Sunter, Jalan Danau Sunter Selatan, Sultan Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara,” ucap Kombes Roberto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/5/2025).

    Modus operandi dari para pelaku membuat perusahaan fiktif yang digunakan untuk meyakinkan korban / calon korban.

    Pelaku juga membuat iklan di media sosial Facebook agar calon korbannya tertarik investasi.

    “Tersangka juga membuat aplikasi atau website dan membuat chat grup yang digunakan untuk seolah-olah memberikan coaching clinic atau arahan kepada para korban agar bisa mendapatkan untung yang besar,” paparnya.

    Setelah calon korban yakin, mereka investasi dalam bentuk saham atau kripto dengan melakukan transfer ke rekening perusahaan fiktif yang sudah disiapkan oleh para pelaku.

    Para pelaku mengaburkan uang investasi korban tersebut ke dalam aset kripto.

    Kombes Roberto menjelaskan kasus ini dilaporkan ke beberapa Polda dengan total jumlah kerugian seluruhnya Rp.18.332.100.000.

    Adapun kronologis para korban tertarik berinvestasi di aplikasi saham fiktif Morgan Asset Group Ltd setelah melihat iklan di aplikasi Facebook yang menawarkan perdagangan saham luar negeri.

    Kemudian korban bergabung di dalam komunitas investasi saham hingga berlanjut percakapan ke aplikasi Whatsapp dengan nama operator Aisha Morgan untuk bergabung bermain saham di bursa saham di India.

    Karena sudah termakan janji-janji manis pelaku, korban menuruti melakukan perdaganggan (trading).

    “Korban mengirimkan sejumlah uang secara bertahap senilai Rp 1.456.100.000,- (ditransfer ke rekening BRI PT. Multi Jaya Internasional dan BRI PT. Putra Royal Delima,” tuturnya.

    Berjalannya waktu, terjadi kendala saat korban berniat melakukan penarikan modal dan keuntungan perdagangan saham tersebut.

    “Korban baru menyadari bahwa telah terkena penipuan online / online scam,” pungkasnya.

    Polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya paspor, KTP, NPWP, tiga buah kartu debit, dokumen akta pendirian fiktif, Surat Keterangan Domisili, Dokumen penerimaan token rekening bank atas nama perusahaan fiktif hingga uang tunai 90 Ringgit Malaysia.

    Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 45 A ayat 1 Jo Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, Pasal 378 KUHP, Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

    Selain itu Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU, pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

  • Tabrakan Dahsyat di Luar Angkasa, NASA Beberkan Fakta Kiamat

    Tabrakan Dahsyat di Luar Angkasa, NASA Beberkan Fakta Kiamat

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah pengamatan dari Tekeskop Luar Angkasa James Webb Space milik NASA memperlihatkan akhir hayat dari sebuah planet. Temuan tersebut juga membantah penelitian sejumlah astronom di masa lalu.

    Saat itu, para astronom menyebut kematian planet karena bintang yang membengkak menjadi raksasa merah. Namun temuan terbaru menyebutkan planet yang mendatangi bintang tersebut bukan sebaliknya.

    James Webb berhasil mengamati tabrakan planet dengan bintang yang menjadi pusat tata surya nya. Bintang yang diamati itu berjarak 12 ribu tahun cahaya dari Bumi, berada di galaksi Bima, ke arah konstelasi Aquila.

    Reuters mencatat bintang itu sedikit lebih merah. Bentuknya juga berbeda dengan Matahari, yakni kurang bercahaya dengan massa hanya 70% saja.

    Sementara planet yang hancur itu berukuran cukup besar. Ukurannya beberapa kali dari massa Jupiter.

    Dalam dokumentasi James Webb memperlihatkan gas panas membentuk cincin di sekitar bintang. Debu dingin terlihat juga mengembang dan menyelimutinya.

    “Kita tahu ada sejumlah material dari bintang yang keluar saat planet hancur total. Bukti setelahnya adalah material sisa berdebu yang dikeluarkan dari bintang induknya,” jelas astronom Noirlab, Ryan Lau, dikutip dari Reuters, Senin (14/3/2025).

    Para peneliti berhasil menemukan hipotesis akhir hayat planet. Disebutkan orbit planet terus memburuk karena adanya interaksi gravitasi dengan planetnya.

    “Planet mulai menyerempet atmosfer bintang. Angin sakal yang menghantam bintang mengambil alih dan planet semakin cepat ke bintang,” kata rekan penulis studi Morgan MacLeod.

    Dia menambahkan planet semakin lama masuk ke dalam bintang. Lapisan luar gasnya juga terkelupas.

    “Benturan itu memanas dan mengeluarkan gas bintang, memunculkan cahaya yang dilihat dan gas, debu dan molekul yang mengelilingi bintang,” jelasnya.

    (fab/fab)

  • Kinerja Manufaktur China Anjlok Gara-Gara Tarif Trump, Butuh Stimulus Tambahan?

    Kinerja Manufaktur China Anjlok Gara-Gara Tarif Trump, Butuh Stimulus Tambahan?

    Bisnis.com, JAKARTA – Aktivitas manufaktur di China merosot ke kontraksi terburuk sejak Desember 2023, menunjukkan dampak awal tarif Donald Trump dan mendorong seruan untuk peningkatan kebijakan yang cepat.

    Data Biro Statistik Nasional (NBS) yang dilansir dari Bloomberg pada Rabu (30/4/2025) mencatat, Indeks purchasing managers’ index (PMI) manufaktur China pada April turun lebih dari ekspektasi menjadi 49 dari 50,5 bulan sebelumnya. Indeks nonmanufaktur menunjukkan aktivitas di bidang konstruksi dan jasa tumbuh kurang dari yang diperkirakan.

    Zhao Qinghe, seorang ahli statistik senior NBS, mengutip basis yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan perubahan cepat dalam lingkungan eksternal sebagai penyebab penurunan tersebut.

    Dalam sebuah pernyataan yang menyertai rilis tersebut, analis resmi tersebut menegaskan kembali sikap pemerintah bahwa perang dagang tidak memiliki pemenang, dan menunjuk pada perlambatan aktivitas manufaktur di negara-negara ekonomi utama termasuk AS, Inggris, dan Jepang.

    Indikator tersebut memberikan gambaran resmi pertama yang mengkhawatirkan tentang kesehatan ekonomi China setelah pemerintahan Trump mengenakan tarif besar-besaran sebesar 145% pada produk-produk China, tingkat yang diperkirakan akan merugikan sektor yang berkontribusi terhadap hampir sepertiga pertumbuhan ekonomi tahun lalu.

    “Ini jelas lebih buruk dari yang diharapkan. Ini menunjukkan tarif mulai berlaku,” kata Robin Xing, kepala ekonom China di Morgan Stanley.

    Dia memperkirakan perlambatan ekonomi yang signifikan pada kuartal ini yang dapat memicu lebih banyak stimulus.

    Perang dagang telah mendorong banyak lembaga keuangan besar, termasuk UBS Group AG dan Goldman Sachs Group Inc, untuk menurunkan perkiraan mereka untuk pertumbuhan China pada 2025 menjadi sekitar 4% atau lebih rendah dalam beberapa minggu terakhir. 

    Indikator yang suram untuk pabrik-pabrik mengikuti tanda peringatan sebelumnya bagi para eksportir China, dengan pengiriman kargo kemungkinan anjlok hingga 60%, menurut satu perkiraan.

    Pesanan ekspor baru turun ke level terendah sejak Desember 2022 dan mencatat penurunan terbesar sejak April tahun itu, ketika Shanghai memasuki karantina wilayah akibat pandemi di seluruh kota. Sebuah sub-pengukur menunjukkan bahwa lapangan kerja di sektor manufaktur mengalami kontraksi pada laju terburuk sejak Februari tahun lalu, menambah tekanan pada otoritas untuk menstabilkan pasar kerja.

    Untuk membantu meringankan tekanan pada eksportir, Beijing minggu ini menyusun rencana untuk membantu perusahaan yang kesulitan mendapatkan pinjaman dan meningkatkan konsumsi domestik, tetapi tidak mengumumkan stimulus ekonomi yang lebih agresif. Sebaliknya, para pejabat berfokus pada pelaksanaan paket stimulus yang disetujui pada awal Maret.

    Beijing juga tampaknya tidak terburu-buru untuk bernegosiasi dengan Washington. Menteri Luar Negeri Wang Yi  memperingatkan negara-negara agar tidak menyerah pada ancaman tarif AS, dengan mengatakan bahwa pelonggaran hanya akan membuat pengganggu semakin berani.

    Sementara itu, PMI manufaktur swasta dari Caixin untuk April 2025 adalah 50,4, lebih tinggi dari perkiraan sebesar 49,7. Angka-angka tersebut menunjukkan pertumbuhan dari bulan sebelumnya meskipun pada kecepatan yang lebih lambat. 

    Indeks pengukur swasta cenderung mencerminkan aktivitas di perusahaan-perusahaan yang lebih kecil dan lebih berorientasi ekspor.

    “Kenaikan tarif AS berdampak pada permintaan eksternal, dengan pesanan ekspor baru menurun pada tingkat tercepat sejak Juli 2023, yang menyebabkan hanya sedikit peningkatan pada total pesanan baru pada bulan April,” kata Wang Zhe, ekonom senior di Caixin Insight Group.

  • Pedagang China Ramai-Ramai Timbun Minyak Imbas Harga Terdiskon Akibat Tarif Trump

    Pedagang China Ramai-Ramai Timbun Minyak Imbas Harga Terdiskon Akibat Tarif Trump

    Bisnis.com, JAKARTA – Para pedagang minyak China mengesampingkan kekhawatiran atas kerusakan ekonomi jangka panjang akibat perang dagang AS karena mereka berupaya mendapatkan keuntungan dari harga minyak mentah yang lebih rendah akibat kebijakan tersebut.

    Menurut para analis, impor minyak mentah ke China melonjak pada Maret 2025 dan terus meningkat pada April, karena negara tersebut mengisi kembali stok meskipun ada ekspektasi bahwa ekonomi global yang lebih lemah akan mengurangi permintaan.

    Melansir Financial Times pada Senin (28/4/2025), Kpler, perusahaan data yang melacak kapal tanker yang berlayar ke China, mengatakan Negeri Tirai Bambu mengimpor hampir 11 juta barel per hari, level tertinggi dalam 18 bulan dan naik dari 8,9 juta barel per hari pada Januari 2025.

    Johannes Rauball dari Kpler mencatat bahwa stok minyak China rendah, dan memperkirakan tingkat impor saat ini akan terus berlanjut selama beberapa bulan ke depan karena pembeli memanfaatkan harga rendah untuk memulihkan persediaan mereka. 

    “Anda bisa melihat peningkatan impor bahkan jika permintaan [untuk minyak] tidak meningkat sekuat itu,” katanya. 

    Pembeli China telah mengurangi pembelian minyak Iran sejak awal April, ketika AS untuk pertama kalinya menjatuhkan sanksi pada kilang minyak di provinsi Shandong timur, rumah bagi banyak kilang minyak swasta China. 

    Setelah mengimpor minyak Iran sebanyak 1,8 juta barel per hari pada bulan Maret, pembelian telah turun menjadi 1,2 juta barel per hari pada bulan April, kata Kpler.

    “Ada beberapa kehati-hatian dalam kilang minyak swasta dan ada beberapa kendala logistik dengan beberapa kapal tanker yang dikenai sanksi,” kata Rauball.

    Dia juga menambahkan bahwa jumlah minyak mentah Iran yang disimpan di kapal tanker di laut telah meningkat pesat. Kpler melihat saat ini terdapat sebanyak 40 juta barel di 36 kapal. 18 juta barel berada di Singapura, 10 juta berada di Laut Kuning, dan sekitar 4 juta di Laut Cina Selatan.

    Dia menambahkan, kilang-kilang swasta kemungkinan akan terus mengimpor minyak mentah Iran karena harganya yang didiskon.

    “Margin mereka tipis, dan mereka tidak punya alternatif. Mereka harus mengimpor dari Iran atau bangkrut. Banyak dari mereka tidak terkait dengan sistem keuangan AS, jadi konsekuensinya lebih kecil bahkan jika mereka benar-benar terdampak,” ujarnya.

    Aksi beli minyak Iran yang dimulai karena kekhawatiran akan sanksi AS lebih lanjut, telah berkembang menjadi penimbunan minyak mentah yang lebih luas setelah pengumuman tarif Presiden Donald Trump, ditambah dengan peningkatan produksi oleh kartel minyak OPEC, menyebabkan harga merosot ke level terendah dalam empat tahun.

    Harga minyak mentah jenis Brent kemudian bangkit kembali dan diperdagangkan pada harga sedikit di atas US$65 per barel pada akhir pekan lalu. Morgan Stanley yakin harga akan tetap tertekan, jatuh ke rata-rata US$62,50 per barel pada paruh kedua tahun ini.

    Analis pasar minyak UBS Giovanni Staunovo mengatakan China selalu sangat sensitif terhadap harga minyak. Jika harga rendah, mereka menimbunnya, lalu mengurangi pembelian saat harga naik.

    “Saya perkirakan data bulan ini akan lebih tinggi daripada bulan lalu karena pembelian strategis ini,” jelasnya. 

    Sebagian besar analis percaya bahwa dampak ekonomi dari perang dagang AS-China akan mulai menurunkan permintaan minyak pada paruh kedua tahun ini, karena ekonomi mulai melambat.

    Namun, turbulensi tersebut tampaknya belum berdampak serius pada permintaan China terhadap bahan bakar jalan raya atau penerbangan. 

    Analis di perusahaan data pasar Vortexa Emma Li menyebut beberapa kilang telah menunda pemeliharaan tahunan mereka agar tetap memproduksi bensin, solar, dan bahan bakar jet sementara harga minyak mentah rendah dan marginnya sehat. 

    “Tidak seorang pun tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang, terutama paruh kedua. Namun, permintaan terlihat cukup sehat sehingga saya tidak memperkirakan penurunan terlalu banyak,” jelas Li.

    China adalah importir minyak terbesar di dunia, dan pasar utama minyak yang telah dipaksa keluar dari pasar lain, termasuk minyak mentah Rusia, Iran, dan Venezuela.

  • Nasib Raja Chip AS di Ujung Tanduk, Ini Buktinya

    Nasib Raja Chip AS di Ujung Tanduk, Ini Buktinya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Nasib Intel kini benar-benar di ujung tanduk. Harga sahamnya anjlok lebih dari 8% pada Jumat (25/4/2025) usai perusahaan mengeluarkan proyeksi pendapatan dan laba yang jauh di bawah ekspektasi.

    Strategi baru dari CEO Lip-Bu Tan pun belum cukup menenangkan pasar.

    Bertahun-tahun keputusan bisnis yang keliru membuat raja chip AS tertinggal di industri kecerdasan buatan (AI) yang kini tengah naik daun. Di saat bersamaan, tensi perang dagang Amerika Serikat dan China semakin menebar ketidakpastian, menekan permintaan prosesor PC buatan Intel.

    Dalam presentasinya, Tan berjanji akan mengembalikan budaya inovasi Intel dengan fokus pada kekuatan utama di bidang teknik. Ia juga berencana memangkas birokrasi internal dan melakukan efisiensi tenaga kerja.

    Namun, analis Evercore ISI mengingatkan, mengubah arah perusahaan sebesar Intel seperti “membelokkan kapal perang” karena sulit dilakukan secara cepat.

    Tak hanya itu, analis J.P. Morgan menyoroti minimnya rincian dari Tan terkait strategi penguatan bisnis manufaktur chip dan upaya menarik lebih banyak pelanggan ke divisi foundry Intel.

    Padahal, Tan tetap berfokus pada bisnis kontrak manufaktur dan bahkan baru-baru ini bertemu dengan CEO TSMC untuk menjajaki potensi kolaborasi.

    Intel sempat mendapat angin segar berkat aksi para pelanggan yang menimbun chip, di tengah kekhawatiran lonjakan tarif akibat konflik dagang AS-China.

    Ben Barringer, analis global teknologi di Quilter Cheviot, mengatakan bahwa Intel bisa sedikit diuntungkan jika China memberikan pengecualian tertentu terhadap impor AS, mengingat besarnya eksposur Intel di pasar Asia.

    Strategi AI Dipertanyakan

    Di sisi lain, pernyataan Tan soal memperkuat produk-produk Intel untuk mengimbangi tren AI justru memicu lebih banyak pertanyaan. Banyak pihak bertanya-tanya bagaimana Intel akan mengejar ketertinggalan dari Nvidia yang kini mendominasi pasar AI.

    “Intel harus bergerak cepat. Mereka punya banyak investasi yang harus dikejar di bidang AI,” kata Ruben Roy analis di Stifel, dikutip dari Reuters, Senin (28/4/2025).

    Intel lebih banyak bergantung pada akuisisi startup untuk mengembangkan sayap di ranah AI. Sayangnya, selain Mobileye, akuisisi lainnya belum memberikan dampak signifikan.

    “Seharusnya Intel punya solusi internal sejak awal. Tapi mereka melewatkan peluang dan malah coba mengejar lewat akuisisi,” kritik Anshel Sag, analis di Moor Insights & Strategy.

    Salah satu kesalahan terbesar Intel adalah gagal memanfaatkan ledakan permintaan chip AI. Kesempatan ini dibiarkan hingga Nvidia bisa melesat kencang tanpa pesaing. Kini, Intel menghadapi tantangan berat karena tidak memiliki kekayaan intelektual GPU sekuat Nvidia.

    (fab/fab)

  • Film The Accountant 2 Tayang, Berikut Sinopsis dan Daftar Pemainnya

    Film The Accountant 2 Tayang, Berikut Sinopsis dan Daftar Pemainnya

    Berikut ini daftar pemain film The Accountant 2 yang bisa diperhatikan:

    1. Ben Affleck sebagai Christian Wolff.

    2. Jon Bernthal sebagai Braxton.

    3. Cynthia Addai-Robinson sebagai Marybeth Medina.

    4. J. K. Simmons sebagai Ray King.

    5. Allison Robertson sebagai Justine.

    6. Alison Wright sebagai pengisi suara Justine.

    7. Daniella Pineda sebagai Anais.

    8. Robert Morgan sebagai Burke.

    9. Grant Harvey sebagai Cobb.

    10. Andrew Howard sebagai Batu.

    11. Yael Ocasio sebagai Alberto.

    12. Lombardo Boyar sebagai Tomas.

    13. Michael Tourek sebagai Ike Sudio.

    14. Fernando Chien sebagai Sorkis.

    15. Abner Lozano sebagai Gino.

    16. Presley Alexander sebagai Lane.

    17. Nik Sanchez sebagai Charles.

    18. Talia Thiesfield.

  • Jangan Ikut Campur Urusan Dalam Negeri!

    Jangan Ikut Campur Urusan Dalam Negeri!

    Beirut

    Otoritas Lebanon melontarkan peringatan untuk Duta Besar Iran terkait komentarnya yang menuding Beirut menyerah pada tuntutan Amerika Serikat (AS) untuk melucuti senjata kelompok Hizbullah. Pemerintah Lebanon mengingatkan Dubes Iran untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri negara tersebut.

    Kementerian Luar Negeri Lebanon, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (25/4/2025), memanggil Dubes Iran di Beirut, Motjaba Amani, untuk dimintai penjelasan pada Kamis (24/4). Amani memenuhi panggilan itu dan bertemu dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Luar Negeri Lebanon, Hani Chemaitelly.

    Disebutkan Kementerian Luar Negeri Lebanon bahwa Amani dipanggil “karena sikap publiknya baru-baru ini”.

    Dalam pertemuan itu, menurut pernyataan yang dilihat oleh Al Arabiya, Chemaitelly memberitahu Amani tentang perlunya “berkomitmen pada protokol diplomatik” terkait kedaulatan negara, dan agar tidak “mencampuri urusan mereka”.

    Dubes Iran itu dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Lebanon beberapa hari setelah dia memposting komentarnya soal masalah senjata Hizbullah dan menuduh negara Lebanon tunduk pada tuntutan AS.

    Meskipun postingan Amani itu tidak secara eksplisit menyebut Lebanon atau Hizbullah, namun waktu dan konteksnya mengindikasikan komentar itu merujuk pada diskusi terkini tentang perlucutan senjata kelompok militan yang didukung Iran tersebut.

    “Proyek perlucutan senjata itu merupakan konspirasi yang jelas terhadap negara-negara lainnya. Di saat AS terus menyediakan senjata dan rudal terbaru bagi entitas Zionis… AS menekan negara-negara lainnya untuk mengurangi atau menghancurkan persenjataan mereka dengan dalih yang berbeda,” tulisnya dalam postingan tanggal 18 April.

    Lihat juga Video ‘Israel Serang Beirut Lebanon, 3 Orang Tewas dan 7 Terluka’:

    Hizbullah, sekutu lama Iran dan bagian dari “Poros Perlawanan”, sedang mengalami pelemahan dalam perang yang menghancurkan dengan Israel dan berakhir dengan perjanjian gencatan senjata rapuh yang dimediasi oleh Washington.

    AS telah menekan Lebanon untuk memaksa Hizbullah menyerahkan persenjataannya. Wakil Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Morgan Ortagus, mengatakan pada bulan ini bahwa perlucutan senjata Hizbullah harus dilakukan “secepat mungkin”.

    Namun pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan kelompoknya “tidak akan membiarkan siapa pun melucuti senjata mereka”.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Pakar Israel Tegaskan Hizbullah Masih Tangguh: Bahkan Bisa Mengudeta Pemerintah Lebanon – Halaman all

    Pakar Israel Tegaskan Hizbullah Masih Tangguh: Bahkan Bisa Mengudeta Pemerintah Lebanon – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Seorang pakar Israel bernama Dr. Moshed Elad mengakui bahwa kelompok Hizbullah di Lebanon saat ini masih tangguh meski sudah digempur Israel.

    Elad yang menjadi dosen di Kolese Galilea Barat itu menyebut Hizbullah masih menjadi kekuatan besar di Lebanon.

    “Terlepas dari serangan besar Israel yang mendera Hizbullah, organisasi itu masih lebih kuat daripada beberapa tentara Lebanon. Semuanya bergantung padanya,” kata Elad dikutip dari The Jerusalem Post.

    Menurut dia, Hizbullah bahkan mampu melakukan kudeta terhadap permintahan negara Timur Tengah itu.

    “Jika Hizbullah mau, organisasi itu bisa melakukan kudeta pemerintahan dan kembali mengklaim kontrol. Jika Hizbullah menginginkannya, jutaan Syiah akan mematuhinya,” ujarnya.

    Elad menegaskan bahwa Hizbullah tidak takut kepada pemerintah Lebanon, bahkan meski pemerintah itu dibekingi oleh Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

    “Pemerintahan Lebanon di bawah Presiden Michel Aoun, Perdana Menteri Najib Mikati, dan Kepala Staf Joseph Aoun tak dianggap oleh Hizbullah,” katanya.

    Kata Elad, Hizbullah hanya mendengarkan pendapat masyarakat yang meminta adanya peluang mengenai pemerintahan baru guna membangun kembali Lebanon.

    GENCATAN SENJATA – Orang-orang berpose untuk difoto di peluncur roket Hizbullah yang terbakar di desa Kfar Tebnit di Lebanon selatan pada 27 November 2024, setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah berlaku. (Photo by Mahmoud ZAYAT / AFP) (AFP/MAHMOUD ZAYAT)

    Dia lalu mengkritik orang-orang yang mencibir pemimpin Lebanon, Naim Qassem.

    “Beberapa orang ingin memprovokasi, ‘sang penyapu’, pemimpin Hizbullah yang efektif, dan menggambarkannya seperti anjing pudel yang mengikuti perintah tuan barunya. Kita seharusnya tidak membuat kesalahan. Ketika Presiden Aoun meminta Hizbullah melucuti senjatanya, organisasi itu membuat batasan dan menyatakan, ‘Cukup.’”

    Elad mengatakan Qassem sudah memberikan penjelasan tentang penolakan Hizbullah untuk melucuti senjata.

    “Sepanjang Israel menduduki lima titik strategis di Lebanon, sepanjang ancaman dari Israel tetap ada dan hingga persoalan wilayah dengan Israel diselesaikan, Hizbullah akan tetap memegang senjatanya.”

    Menurut dia, para pemimpin Lebanon berupaya berkompromi dengan Hizbullah.

    “Beberapa pemimpin, termasuk Syiah moderat, mengusulkan sebuah kompromi: Hizbullah akan menyimpan senjatanya di gudang Tentara Lebanon dan tidak akan mengakses gudang itu selama negara itu mengarah kepada keamanan, ekonomi, dan perombakan sosial.

    Elad menyampaikan Hizbullah tampaknya tidak akan menyetujuinya.

    “Hizbullah tidak ingin menyerahkan rudal dan senjatanya,” katanya.

    Awal bulan ini Lebanon dilaporkan makin ditekan AS yang memberikan ultimatum kepada negara Timur Tengah itu.

    Media Lebanon Al-Akhbar menyebut AS meminta Lebanon untuk melucuti paksa kelompok Hizbullah dengan tenggat waktu tertentu.

    Jika Lebanon mengabaikannya, negara itu bisa menghadapi perang yang dikobarkan kembali oleh Israel.

    Sementara itu, utusan AS untuk kawasan Timur Tengah, Morgan Ortagus, memuji perang yang dilakukan Israel di Lebanon. Ortagus dikabarkan akan berkunjung ke Lebanon hari Sabtu, (5/4/2025).

    “Kunjungan itu membawa pesan AS yang meminta inisiasi rencana untuk melucuti senjata Hizbullah sebagai syarat untuk semua persoalan lainnya, mulai dari penarikan Israel hingga pembangunan kembali,” kata Al-Akhbar, Kamis, (3/4/2025).

    “Pesan-pesan ancaman sudah sampai kepada para pejabat yang menyimpang dari Resolusi PBB 1701 dan membawa usul yang buruk sekali untuk Lebanon,” ujar narasumber media itu.

    Menurut media itu, para pejabat Lebanon merasa terpojokkan dan tidak bisa menghindari tekanan AS dan Israel.

    Jika nekat melucuti Hizbullah, pemerintah Lebanon bisa menghadapi konflik internal. Namun, jika Lebanon tidak melucuti Hizbullah, serangan besar Israel bisa terjadi lagi.

    Narasumber media itu menyebut ada kemungkinan operasi militer baru Israel terhadap Lebanon.

    “Israel akan melancarkan operasi militer baru dalam jangka waktu tertentu, dan AS sudah memberikan lampu hijau untuk hal itu,” kata narasumber Al-Akhbar.

    “Tidak diketahui apakah hal itu akan terjadi setelah kunjungan Ortagus atau apakah dia akan menunda kunjungannya hingga setelah operasi itu dijalankan.”