Tag: Morgan

  • Harus Jadi Peringatan bagi Industri AS

    Harus Jadi Peringatan bagi Industri AS

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) dari startup China, DeepSeek, harus menjadi peringatan serius bagi industri Amerika agar lebih fokus dalam persaingan teknologi.

    Trump juga mengapresiasi inovasi dari China yang berhasil menciptakan AI yang lebih cepat dan murah.

    “Peluncuran DeepSeek, AI dari sebuah perusahaan China, seharusnya menjadi peringatan bagi industri kita bahwa kita perlu benar-benar fokus untuk bersaing dan menang,” ujar Trump dalam sebuah acara di Florida, seperti dikutip Reuters, Selasa (28/1/2025).

    Pada hari yang sama, investor di seluruh dunia melepas saham teknologi karena khawatir dengan munculnya model AI berbiaya rendah asal China yang berisiko menggoyahkan dominasi pemimpin AI berbasis di AS.

    “Saya membaca tentang China dan beberapa perusahaan di sana, salah satunya berhasil menemukan metode AI yang jauh lebih cepat dan murah. Itu hal yang baik karena Anda tidak perlu menghabiskan begitu banyak uang. Saya melihatnya sebagai aset, sebuah perkembangan positif,” ungkap Trump.

    Trump juga mengungkapkan bahwa pemimpin China pernah mengatakan kepadanya bahwa AS memiliki ilmuwan paling brilian di dunia.

    Ia menegaskan bahwa jika industri China mampu menciptakan teknologi AI yang lebih murah, perusahaan AS pasti dapat menirunya.

    “Kita selalu menjadi pelopor ide. Kita selalu yang pertama. Jadi saya akan mengatakan bahwa ini adalah perkembangan positif. Dengan begitu, alih-alih menghabiskan miliaran dolar, kita dapat mengeluarkan lebih sedikit uang dan semoga menghasilkan solusi yang sama,” tutup Trump.

    Marc Andreessen, kapitalis ventura Silicon Valley, menyebut DeepSeek sebagai “momen Sputnik AI,” sebuah referensi terhadap peluncuran satelit Uni Soviet yang memulai perlombaan luar angkasa pada 1950-an.

    Model DeepSeek-V3 dan R1, yang dilatih menggunakan chip H800 Nvidia dengan biaya di bawah US$6 juta, dipuji karena efisiensinya. Dibandingkan ChatGPT, biaya penggunaan DeepSeek-R1 disebut 20 hingga 50 kali lebih murah.

    “DeepSeek R1 menjadi salah satu terobosan AI paling mengesankan yang pernah saya lihat, ini seperti hadiah besar bagi dunia,” ungkap Anreessen seperti dikutip Reuters.

    Meski begitu, manajer portofolio senior di Synovus Trust Company Daniel Morgan menyebut aksi jual ini sebagai reaksi berlebihan. DeepSeek dirancang untuk digunakan di ponsel dan PC, bukan pusat data.

    Oleh karena itu, dampaknya terhadap penyedia chip pusat data seperti Nvidia, Advanced Micro Devices, dan Broadcom dinilai terbatas.

    “Uang yang sebenarnya dalam AI adalah menyediakan chip untuk pusat data dari orang-orang seperti (Nvidia), Advanced Micro Devices AMD.O dan Broadcom,” kata Morgan.

  • The Villans Bakal Mendominasi di Villa Park

    The Villans Bakal Mendominasi di Villa Park

    JAKARTA – Aston Villa akan menjamu West Ham United di Villa Park dalam lanjutan Premier League pada Minggu 26 Januari. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi kedua tim yang berusaha bangkit dari kekalahan terakhir mereka. Villa baru saja mengalami kekalahan di Eropa, sementara West Ham harus merenungi kekalahan mereka di kandang sendiri melawan Crystal Palace.

    Aston Villa, yang kini ditangani oleh Unai Emery, memulai tahun 2025 dengan baik, menjalani empat laga tak terkalahkan di semua kompetisi. Namun, catatan tersebut terhenti pada Selasa malam ketika mereka kalah tipis 0-1 dari AS Monaco dalam pertandingan Liga Champions. Gol tunggal Wilfried Singo di babak pertama cukup untuk memupus ambisi Villa mencuri poin di laga tersebut.

    Meski begitu, Villa masih berada dalam posisi yang menjanjikan di fase liga Liga Champions dengan menempati peringkat kesembilan. Mereka berpeluang lolos otomatis ke babak 16 besar jika mampu meraih hasil positif di laga terakhir pekan depan.

    Di Premier League, performa Villa juga cukup mengesankan. Dalam laga terakhir, mereka berhasil menahan Arsenal 2-2 di Emirates Stadium. Gol dari Youri Tielemans dan Ollie Watkins menunjukkan kemampuan Villa untuk bangkit meski sempat tertinggal. Villa kini memiliki rekor tak terkalahkan di kandang dalam 10 pertandingan terakhir mereka di Premier League, hanya kalah dari Arsenal yang mencatatkan 14 laga kandang tanpa kekalahan.

    Dengan selisih empat poin dari Chelsea yang berada di peringkat keempat, kemenangan atas West Ham akan menjadi dorongan besar bagi Villa. Terlebih lagi, kemenangan ini juga akan melengkapi kemenangan ganda mereka atas West Ham musim ini, setelah sebelumnya menang di London Stadium pada Agustus lalu.

    Sementara West Ham United memulai era baru bersama Graham Potter yang menggantikan David Moyes. Namun, tugas Potter untuk membangkitkan tim ini tidak mudah. Sejak ditunjuk, Potter sudah menelan dua kekalahan dari tiga laga yang dijalani. Salah satunya adalah kekalahan di ajang FA Cup, yang ironisnya terjadi di Villa Park pada 10 Januari lalu.

    Dalam laga terakhir Premier League, West Ham kalah 0-1 dari Crystal Palace di London Stadium. Kekalahan ini membuat mereka turun ke posisi yang kurang menguntungkan di klasemen sementara. Selain itu, keputusan Potter untuk menggunakan formasi lima bek justru dianggap melemahkan daya serang tim. Statistik mencatat bahwa West Ham bahkan tidak mampu menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran dalam laga melawan Palace tersebut.

    Meski demikian, West Ham masih cukup aman dari ancaman degradasi. Mereka unggul 10 poin dari Ipswich Town yang berada di zona merah. Namun, performa tandang mereka tetap menjadi perhatian, dengan hanya mencetak 11 gol dari semua laga tandang musim ini. Dalam lima laga tandang terakhir, mereka hanya meraih satu kemenangan, yaitu saat mengalahkan Southampton pada Boxing Day.

    Aston Villa menghadapi beberapa masalah cedera yang cukup signifikan. Gelandang andalan mereka, Amadou Onana, masih absen akibat cedera hamstring yang didapat di Emirates Stadium awal bulan ini. Dengan absennya Onana, Tielemans diperkirakan akan berduet dengan Boubacar Kamara di lini tengah.

    Ross Barkley juga dipastikan absen karena masalah pada betis, sehingga Morgan Rogers kemungkinan akan mengisi posisi gelandang serang. Di lini belakang, Villa kehilangan Diego Carlos yang telah pindah ke Fenerbahce dan Pau Torres yang mengalami cedera kaki. Hal ini membuat duet Ezri Konsa dan Tyrone Mings tetap menjadi andalan di jantung pertahanan.

    Selain itu, John McGinn juga masih belum pulih dari cedera hamstring dan terakhir kali tampil pada 4 Januari. Namun, dengan skuad yang ada, Unai Emery tetap optimistis timnya bisa meraih hasil positif di kandang.

    Di sisi lain, Graham Potter juga dihadapkan pada krisis pemain di awal masa jabatannya sebagai pelatih West Ham. Beberapa pemain kunci seperti Michail Antonio, Jarrod Bowen, dan Niclas Fullkrug absen akibat cedera. Selain itu, Konstantinos Mavropanos juga tidak bisa bermain karena skorsing setelah mendapat kartu merah dalam laga melawan Crystal Palace.

    West Ham juga kehilangan bek andalan mereka, Jean-Clair Todibo, yang masih cedera otot. Crysencio Summerville diragukan tampil karena cedera hamstring, yang semakin mempersempit pilihan Potter dalam menyusun skuadnya.

    Aston Villa jelas diunggulkan dalam pertandingan ini, mengingat performa kandang mereka yang sangat solid. Sementara itu, West Ham masih mencari stabilitas di bawah Graham Potter, yang baru memulai masa kepelatihannya. Dengan berbagai masalah cedera yang melanda kedua tim, laga ini akan menjadi ujian bagi kreativitas Emery dan Potter dalam meramu taktik.

    Villa diperkirakan akan tampil dominan, tetapi West Ham tentu berharap mencuri poin untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka di Premier League.

    Prakiraan Susunan Pemain 

    Aston Villa: Martinez, Cash, Konsa, Mings, Digne, Kamara, Tielemans, Malen, Rogers, Ramsey, Watkins

    West Ham United: Fabianski, Coufal, Kilman, Cresswell, Wan-Bissaka, Alvarez, Soler, Emerson, Paqueta, Soucek, Kudus

  • Investasi Emas di 2025 Bakal Berkilau atau Kelam? Ini Prediksinya

    Investasi Emas di 2025 Bakal Berkilau atau Kelam? Ini Prediksinya

    Jakarta

    Emas menjadi salah satu investasi yang masih banyak diminati. Pasalnya emas menjadi investasi yang cenderung lebih aman dibandingkan dengan instrumen lainnya.

    Bahkan setiap tahunnya, harga emas cenderung mengalami peningkatan. Hal ini lah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang untuk mengalokasi uangnya pada instrumen investasi tersebut.

    Dikutip dari berbagai sumber, harga emas di tahun 2025 cenderung mengkilap. Hal itu terjadi karena disebabkan oleh sejumlah faktor.

    Mengutip investing.com, harga emas spot menutup 2024 di US$ 2.623 per ons (per 31/12), atau melesat 27% dari penutupan 2023 di US$2.062 per ons. Secara intraday, level all time high (ATH) harga emas di US$ 2.790 per ons dan level penutupan tertinggi di US$2.786 (per 30/10).

    Senada, harga emas dalam negeri menutup 2024 di Rp1,51 juta per gram, meroket 33,8% dari akhir 2023 di Rp 1,13 juta per gram.

    Lonjakan harga emas sepanjang tahun lalu utamanya didorong kebijakan pemangkasan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed), memz anasnya konflik geopolitik Timur Tengah dan Eropa. Kemudian ketidakpastian ekonomi dan politik seiring Donald Trump yang terpilih kembali jadi presiden AS, sehingga bisa memicu perang dagang dan inflasi global juga menambah kilau logam kuning.

    Perusahaan jasa keuangan AS JP Morgan mencatat kenaikan emas lebih dari 27% atau US$ 570/troy ons di sepanjang tahun 2024 pun berpengaruh pada prediksi tersebut. Pasalnya, data tersebut membuat emas berada di jalur kenaikan terbesar secara tahunan sejak 2010 dan telah dilaporkan oleh Reuters.

    Menurut BMO Capital, perkiraan harga emas 2025 rata-rata akan mencapai kisaran US$ 2.750/ons atau naik sebesar 3% dari perkiraan sebelumnya. Sedangkan, para analis memprediksi bahwa harga emas 2025 akan mencapai puncak selama musim panas. Harga rata-ratanya, yakni US$ 2.850 / ons di kuartal III dalam prediksi triwulanan.

    Berdasarkan perkiraan harga emas 2025 di atas, emas diprediksi masih menjadi komoditas utama yang harus dimiliki. Pasalnya, jika perkiraan harga emas 2025 yang telah disampaikan oleh para ahli terbukti benar, maka pergerakan harganya tentu akan melanjutkan tren positif dari tahun-tahun sebelumnya.

    Beberapa faktor pendukung di atas juga menjadikan emas sebagai tempat diversifikasi cadangan devisa aset yang aman bagi para investor ditengah peningkatan risiko geopolitik. Hal ini karena bagi investor kehatian-hatian dalam berinvestasi adalah sesuatu yang penting.

    Umumnya, investor akan membeli emas sebagai bentuk investasi untuk ‘berjaga-jaga’. Apalagi, permintaan emas dari negara, seperti India dan China diprediksi akan tetap kuat. Membeli emas bisa dijadikan pula sebagai langkah perlindungan finansial masa depan.

    Berdasarkan informasi di atas, kamu tentu perlu mempertimbangkan emas sebagai aset safe haven untuk mengamankan keuangan. Nah, salah satu layanan yang bisa menjadi pilihan untuk diandalkan adalah Tabungan Emas di Pegadaian. Investasi ini sangatlah praktis, mudah, dan aman.

    Cukup membuka rekening melalui aplikasi Pegadaian Digital atau datang langsung ke kantor Pegadaian terdekat. Melalui layanan Tabungan Emas di Pegadaian, kamu akan mendapatkan jaminan emas 24 karat dan jaminan fisik 100%. Emas tersebut berupa saldo tabungan dan disimpan dengan aman di Pegadaian. Nantinya, saldo emas dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, bisa digadai, dicetak, atau dijadikan Deposito Emas agar kamu bisa mendapatkan keuntungannya.

    Menarik sekali, bukan? Kamu tidak perlu repot menyimpan emas di rumah dan mengkhawatirkan keamanannya.

    Yuk segera manfaatkan layanan Tabungan Emas di Pegadaian sekarang juga untuk keamanan finansialmu di masa depan.

    (akn/ega)

  • Ekonomi China Mulai Melemah, Deflasi Ancaman Terbesar – Halaman all

    Ekonomi China Mulai Melemah, Deflasi Ancaman Terbesar – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, CHINA –  China mungkin menghadapi siklus deflasi terpanjang sejak tahun 1960-an.

    Demikian peringatan yang diberikan para ekonom.

    Peringatan itu muncul di tengah upaya para pembuat kebijakan ekonomi China meluncurkan langkah-langkah baru yang bertujuan merangsang ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

    Mengapa Hal Ini Penting

    China sebenarnya telah berjuang untuk menstabilkan ekonominya sejak berakhirnya pembatasan ketat era pandemi “nol-Covid” yang diberlakukan Presiden China Xi Jinping.

    Setelah itu China  dihantam oleh berbagai hambatan ekonomi seperti pasar perumahan yang lesu, sektor yang menyumbang sebanyak 70 persen kekayaan rumah tangga.

    Sementara itu, upah yang rendah dan ketidakpastian ekonomi telah membuat konsumen bersikap hati-hati, yang selanjutnya menekan harga.

    Meski biro statistik China melaporkan negara tersebut telah mencapai target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) berdasarkan kinerja kuartal keempat yang lebih kuat dari perkiraan pada hari Jumat.

    Para analis menunjukkan deflasi yang pada tahun 2024 berlanjut untuk tahun kedua berturut-turut.

    Kondisi ini terus menghadirkan ancaman jangka panjang terhadap pemulihan ekonomi negara itu.

    Apa yang Perlu Diketahui

    Jajak pendapat Bloomberg yang melibatkan 15 analis memperkirakan deflator PDB, metrik umum perubahan harga dalam suatu perekonomian, akan mencapai 0,2 persen tahun ini.

    Deflator PDB, yang mengukur perubahan tingkat harga dengan membandingkan PDB nominal (disesuaikan dengan inflasi) dengan PDB riil (harga konstan), akan mencapai -0,2 persen tahun ini.

    Dibandingkan dengan kenaikan harga tahunan rata-rata sebesar 3,4 persen selama dekade sebelum pandemi.

    Biro statistik melaporkan kenaikan 0,2 persen dalam indeks harga konsumen (IHK) untuk tahun 2024.

    Kenaikan ini menunjukkan beberapa kemajuan dalam menaikkan harga, tetapi masih jauh dari tingkat inflasi yang ingin dicapai China untuk merevitalisasi permintaan domestik dan momentum ekonomi.

    JP Morgan Chase & Co. dan pemberi pinjaman Wall Street lainnya yang dikutip oleh Bloomberg memperkirakan siklus deflasi akan berlanjut tahun ini.

    Menandai periode terpanjang sejak era Lompatan Jauh ke Depan di bawah pemimpin Komunis China Mao Zedong, yang kebijakannya menyebabkan kelaparan yang menewaskan puluhan juta orang.

    Negara tersebut mencapai target PDB sekitar 5 persen tahun lalu, dengan ekspansi 5,4 persen yang lebih baik dari yang diharapkan pada kuartal keempat.

    Namun, banyak ekonom—termasuk mantan pejabat nomor 2 Tiongkok Li Keqiang—telah meragukan angka pertumbuhan resmi Tiongkok.

    Topik yang sensitif bagi Presiden Xi Jinping dan telah membuat beberapa ekonom papan atas dalam masalah.

    Frederic Neumann, kepala ekonom Asia di HSBC Holdings Plc di Hong Kong, mengatakan kepada Bloomberg.

    “Stimulus, stimulus, stimulus, khususnya di sisi fiskal, sangat dibutuhkan di Tiongkok. Kami telah melihat di negara-negara lain diperlukan dorongan kebijakan yang besar untuk keluar dari disinflasi secara permanen. Dan itu adalah sesuatu yang kami pikir akan terjadi secara bertahap di Tiongkok, tetapi memang sangat bertahap.”

    Disinflasi adalah penurunan laju inflasi.

    Kang Yi, direktur Biro Statistik Nasional Tiongkok, mengatakan “Ada perubahan positif dalam situasi harga. Permintaan pasar meningkat, yang menyebabkan harga kembali naik. Dari perspektif harga konsumen, CPI (indeks harga konsumen) naik pada kuartal keempat, terutama karena dampak penurunan harga pangan, yang lebih mencerminkan hubungan antara penawaran dan permintaan, CPI inti naik selama tiga bulan berturut-turut.”

    Apa yang terjadi selanjutnya

    Langkah ini dilakukan menjelang Tahun Baru Imlek, saat banyak konsumen Tiongkok menghabiskan uang untuk membeli hadiah bagi anggota keluarga, serta bepergian mengunjungi kampung halaman atau ke tempat-tempat liburan di seluruh Tiongkok dan sekitarnya.

    Para pemimpin Tiongkok berharap paket stimulus senilai $1,4 triliun yang diumumkan pada bulan September akan membantu mengembalikan perekonomian ke posisi yang lebih kuat tahun ini.

    Dan Presiden Xi Jinping telah menyerukan tindakan proaktif tambahan untuk ke depannya.

     

     

  • Welcome Trump 2.0, Ekonomi Dunia Diramal Ngeri-Ngeri Sedap

    Welcome Trump 2.0, Ekonomi Dunia Diramal Ngeri-Ngeri Sedap

    Jakarta, CNBC Indonesia – Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat (AS), tak lama lagi dilantik sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam. Dirinya telah menarik perhatian besar sebagai sosok yang kontroversial dengan platform kebijakan ekonominya yang radikal.

    Adapun 2025 diperkirakan akan menjadi tahun penuh tantangan bagi perekonomian global, dengan tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan stabil oleh Dana Moneter Internasional (IMF), namun kurang memuaskan sebesar 3,2%. Sementara itu, Bank Dunia mematok proyeksi yang lebih pesimistis, yakni 2,7% sekaligus menjadi kinerja terlemah bersama sejak 2019, kecuali kontraksi tajam yang terjadi di puncak pandemi Covid-19.

    Kombinasi inflasi, suku bunga, dan tarif perdagangan menjadi faktor kunci yang akan mempengaruhi dinamika ekonomi di tahun mendatang.

    Sepekan sebelum Natal, pemotongan suku bunga ketiga berturut-turut oleh Federal Reserve AS memberikan angin segar bagi jutaan peminjam Amerika. Namun, pasar saham merosot tajam setelah Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menyatakan bahwa tidak akan ada banyak pemotongan suku bunga tambahan di tahun 2025.

    “Dari sini, kita memasuki fase baru, dan kita akan berhati-hati terhadap pemotongan lebih lanjut,” ujar Powell, dikutip dari BBC, Jumat (17/1/2025).

    Dalam beberapa tahun terakhir, pandemi Covid-19 dan perang di Ukraina telah menyebabkan lonjakan harga di seluruh dunia. Meski kenaikan harga mulai melambat, inflasi pada November tetap meningkat di AS, zona euro, dan Inggris, masing-masing mencapai 2,7%, 2,2%, dan 2,6%.

    Target inflasi 2% mungkin lebih mudah dicapai jika ekonomi terus tumbuh, namun banyak bank sentral menghadapi tantangan di tahap akhir penurunan inflasi ini.

    Perang Dagang

    Ketidakpastian global semakin diperparah oleh kebijakan perdagangan yang direncanakan oleh Trump. Sejak memenangkan pemilu pada November, Trump terus mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap mitra dagang utama seperti China, Kanada, dan Meksiko hingga 60%. Bahkan, semua mitra dagang pun akan dikenai tarif baru antara 10%-20%.

    “AS sedang menuju kebijakan yang lebih isolasionis, menaikkan tarif untuk melindungi industri manufaktur dalam negeri,” kata Luis Oganes, Kepala Riset Makro Global di JP Morgan.

    Kebijakan tarif baru berpotensi merugikan ekonomi negara-negara yang sangat bergantung pada perdagangan dengan AS, termasuk Meksiko dan Kanada.

    Direktur Ekonomi Global dan Program Keuangan Chatam House, Creon Butler, menilai meski Trump menjanjikan tarif menyeluruh, kemungkinan besar ia akan menggunakan tarif sebagai alat tawar-menawar untuk mendapatkan manfaat bagi AS.

    Hasil akhirnya akan bergantung pada respons negara-negara lain, terutama blok perdagangan utama seperti China dan Uni Eropa, yang kemungkinan akan melakukan retaliasi yang ditargetkan dan mencari negosiasi.

    Sementara itu, Maurice Obstfeld, mantan Kepala Ekonom IMF, menyatakan bahwa tarif ini dapat menyebabkan gangguan besar di sektor otomotif yang sangat bergantung pada rantai pasok lintas negara.

    Visi Ekonomi Trump

    Deputi Kepala Ekonom Bank Dunia, Ayhan Kose, memperingatkan bahwa tarif perdagangan yang diancam akan diperkenalkan oleh Trump pada impor ke AS dapat memiliki dampak ekonomi global yang luas.

    Menurutnya, tarif adalah bagian sentral dari visi ekonomi Trump. Ia melihatnya sebagai cara untuk menumbuhkan ekonomi AS, melindungi lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan pajak.

    Perlu jadi perhatian, AS adalah importir terbesar di dunia, dengan China, Meksiko, dan Kanada menyumbang sekitar 40% dari total impor barang AS sebesar US$3,2 triliun per tahun. Ancaman tarif ini membuat banyak pemimpin dunia khawatir karena akan membuat barang mereka lebih mahal di pasar terbesar dunia.

    Kose menyatakan bahwa “meningkatnya ketegangan perdagangan antara ekonomi besar” adalah salah satu kekhawatiran terbesar Bank Dunia terhadap ekonomi global pada 2025.

    “Kapan pun Anda memperkenalkan pembatasan pada perdagangan, akan ada konsekuensi buruk yang paling sering dialami oleh negara yang memperkenalkan pembatasan tersebut,” katanya.

    Bank Dunia menyatakan bahwa bahkan peningkatan 10% dalam tarif AS pada impor dari setiap negara dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,2% jika negara-negara tidak membalas. Jika mereka membalas, ekonomi global dapat terkena dampak lebih parah.

    Kose menambahkan bahwa tingkat pertumbuhan yang rendah yang diproyeksikan untuk ekonomi dunia pada 2025 berarti standar hidup tidak akan meningkat “dengan kecepatan yang kita lihat di masa lalu”. Sebelum pandemi, pertumbuhan rata-rata lebih dari 3% per tahun.

     

    (luc/luc)

  • Menakar Dampak Kebakaran LA ke Ekonomi AS – Page 3

    Menakar Dampak Kebakaran LA ke Ekonomi AS – Page 3

    Senada, ekonom Goldman Sachs juga memperkirakan hambatan 0,2 poin persentase pada pertumbuhan ekonomi AS di kuartal pertama 2025, dengan asumsi bahwa hal itu tidak diimbangi oleh aktivitas terkait pembangunan kembali.

    Pertumbuhan lapangan kerja pada bulan Januari kemungkinan hyfa akan berkurang antara 15.000 dan 25.000 posisi sebagai akibat dari kebakaran. Namun ini dinilai sebagai hambatan yang relatif kecil dalam perekonomian AS yang menambah 256.000 lapangan kerja pada bulan Desember 2025.

    Ekonom Goldman Sachs juga tidak memperkirakan kebakaran akan segera meningkatkan klaim asuransi pengangguran.

    Adapun analis dari Morgan Stanley yang memproyeksikan hambatan antara 20.000 dan 40.000 pada tingkat penciptaan lapangan kerja.

    Mereka mencatat tekanan inflasi yang diukur dengan indeks harga konsumen yang tidak termasuk biaya pangan dan energi kemungkinan akan menjadi empat hingga sembilan basis poin lebih tinggi akibat dampak kebakaran.

    “Kejutan tampaknya terjadi pada harga barang inti, khususnya pada mobil bekas dan baru,” ungkap analis Morgan Stanley.

    “Kami menemukan bukti inflasi mobil bekas dan baru yang lebih kuat setelah kebakaran hutan. Berdasarkan bencana serupa, sementara barang inti tidak termasuk mobil tampaknya tidak terpengaruh secara signifikan,” jelasnya.

     

  • ‘Bom’ Terbesar AS ke Rusia Bikin Pening, China-India Ambil Langkah Ini

    ‘Bom’ Terbesar AS ke Rusia Bikin Pening, China-India Ambil Langkah Ini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah perusahaan penyulingan minyak China dan India mulai mencari pasokan alternatif. Hal ini terjadi setelah sanksi baru Amerika Serikat (AS) menyasar produsen dan kapal tanker Rusia untuk melemahkan kemampuan Negeri Beruang Merah dalam mendanai perangnya dengan Ukraina.

    Sebelumnya, Pemerintahan Presiden AS Joe Biden memberlakukan paket sanksi terluas sejauh ini yang menargetkan pendapatan minyak dan gas Rusia pada Jumat. Departemen Keuangan AS mengatakan telah menjatuhkan sanksi kepada produsen minyak Rusia Gazprom Neft serta 183 kapal yang telah mengirimkan minyak Rusia.

    Menurut Morgan Stanley, yang mengutip data dari pelacak kapal tanker Vortexa, kapal tanker yang dikenai sanksi terbaru mengangkut sekitar 1,5 juta barel minyak mentah per hari pada tahun 2024. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,4% dari permintaan minyak global.

    Banyak kapal tanker itu telah digunakan untuk mengirimkan minyak ke India dan China karena sanksi Barat dan batasan harga yang diberlakukan oleh negara-negara Kelompok Tujuh, yang mengalihkan perdagangan minyak Rusia dari Eropa ke Asia. Beberapa kapal tanker Moskow juga telah mengirimkan minyak dari Iran, yang juga sedang dikenai sanksi.

    Sejumlah sumber mengatakan sanksi baru tersebut akan mendorong China dan India kembali ke pasar minyak yang patuh untuk mencari lebih banyak pasokan, seperti dari Timur Tengah, Afrika, dan Amerika.

    “Harga minyak jenis Timur Tengah sudah meningkat. Tidak ada pilihan lain selain kita harus membeli minyak Timur Tengah. Mungkin kita juga harus membeli minyak AS,” kata seorang sumber di India.

    Sumber penyulingan India lainnya mengatakan sanksi terhadap perusahaan asuransi minyak Rusia akan mendorong Rusia untuk akhirnya memberi harga minyak mentahnya hingga di bawah US$ 60 (Rp 977.000) per barel. Ini juga merupakan langkah yang dapat diambil Moskow untuk dapat terus menggunakan asuransi dan tanker Barat.

    Kepala penelitian di Onyx Capital Group, Harry Tchilinguirian, menyebutkan perpindahan ke Timur Tengah dapat meningkatkan posisi tawar sejumlah negara di dunia Arab itu.

    “Kekuatan patokan Dubai hanya dapat meningkat dari sini karena kita cenderung melihat penawaran agresif untuk pemuatan kargo Februari dari negara-negara seperti Oman atau Murban, yang mengarah ke selisih Brent/Dubai yang lebih ketat,” tambahnya.

    Bulan lalu, pemerintahan Biden menunjuk lebih banyak kapal yang menangani minyak mentah Iran menjelang tindakan lebih keras yang diharapkan dari pemerintahan Trump yang akan datang. Ini menyebabkan Shandong Port Group melarang kapal tanker yang dikenai sanksi untuk singgah di pelabuhannya di sejumlah kota di China Timur.

    “Akibatnya, China, pembeli utama minyak mentah Iran, juga akan beralih ke minyak Timur Tengah yang lebih berat dan kemungkinan besar akan memaksimalkan penyerapan minyak mentah Kanada dari jaringan pipa Trans-Mountain (TMX),” tambah Tchilinguirian.

    Perlawanan Terhadap Sanksi

    Sejauh ini, Kremlin mengatakan sanksi tersebut berisiko mengganggu stabilitas pasar global. Presiden Rusia Vladimir Putin pun bersumpah bahwa Moskow akan berusaha melawannya.

    “Jelas bahwa AS akan terus mencoba melemahkan posisi perusahaan kami dengan cara yang tidak kompetitif, tetapi kami berharap dapat menangkalnya,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin.

    Para analis mengatakan sanksi baru tersebut kemungkinan akan mengurangi ekspor minyak Rusia dalam jangka pendek, tetapi Rusia dapat beradaptasi dengan menggunakan kapal-kapal dalam armada bayangannya yang masih belum terkena sanksi.

    Para analis juga mengatakan ukuran sebenarnya dari armada bayangan Rusia tidak diketahui, tetapi diperkirakan terdiri dari hampir 600 tanker. Di sisi lain, Sinara Bank yang berkantor pusat di Moskow juga akan menjatuhkan diskon sementara mungkin diberikan untuk campuran minyak andalan Rusia Urals terhadap minyak Brent.

    Sementara itu, seorang sumber Pemerintah India mengatakan sanksi ini tidak akan melarang seluruhnya pasokan minyak Rusia untuk masuk ke negara itu. Ini disebabkan diskon besar yang diberikan oleh Moskow.

    “India akan mengizinkan kargo minyak Rusia yang dipesan sebelum 10 Januari untuk dibongkar di pelabuhan,” ujarnya.

    “Rusia juga dapat menawarkan diskon lebih besar kepada India untuk memenuhi batasan harga US$ 60 per barel yang diberlakukan oleh negara-negara Kelompok Tujuh pada tahun 2022. Pengiriman di bawah level itu dapat menggunakan kapal tanker barat dan asuransi.”

    (luc/luc)

  • Pegadaian Kelola Usaha Bulion, Investasi Emas di 2025 Cuan?

    Pegadaian Kelola Usaha Bulion, Investasi Emas di 2025 Cuan?

    Jakarta, FORTUNE – Pegadaian telah resmi mengantongi izin menjalankan kegiatan usaha Bulion yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui keputusan tersebut, Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha Bulion yang meliputi deposito Emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi maupun perdagangan emas. 

    Dengan kebijakan itu, lantas bagaimana proyeksi investasi emas di tahun ini? Jika mengingat kilas balik pergerakan harga emas 2024, masih banyak pihak yang memproyeksikan harga emas 2025 akan terus mengalami kenaikan. 

    Pegadaian dinilai memiliki infrastruktur yang mumpuni menjadi lembaga penyaluran bulion mulai dari penyimpanan agunan gadai yang 90 persen berupa emas, ruang penyimpanan emas dengan standar Internasional terbesar di Indonesia hingga adanya beragamnya produk emas Pegadaian yang semakin melengkapi ekosistem emas tersebut.

    “Sebagai contoh, harga emas per gram pada 18 September 2023 seharga Rp 939.919, lalu pada periode yang sama di tahun 2024 harga emas naik menjadi Rp 1.012.746 per gramnya. Jadi artinya, keuntungan investasi emas dalam setahun mencapai 7,75 persen,” kata Sekretaris Perusahaan Pegadaian, Dwi Hadi Atmaka melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/1).

    Bunga The Fed hingga geopolitik masih pengaruhi harga emas

    Pegadaian Galeri 24 (galeri24.co.id)

    Salah satu perusahaan jasa keuangan Amerika Serikat, J.P. Morgan juga memprediksi bahwa harga emas pada 2025 akan naik. Hal tersebut didorong oleh beberapa faktor pendukung. Salah satu faktornya adalah geopolitik hingga ekspektasi pemotongan suku bunga tambahan dari banyak bank sentral, terutama bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).

    Tidak hanya itu, adanya kebangkitan arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa juga menjadi faktor pendukung perkiraan harga emas 2025 mengalami kenaikan. Di samping itu, data terkait kenaikan harga emas sebesar lebih dari 27 persen atau US$570 / troy ons di sepanjang tahun 2024 juga turut berpengaruh pada prediksi tersebut.

    Aat juga menambahkan, secara historis harga emas terus mengalami peningkatan, meski di tengah kondisi geopolitik dan gejolak ekonomi dunia dan bahkan menjadi komoditas yang paling bersinar dibandingkan produk komoditas lainnya.

  • Mayoritas Wall Street Menguat, tetapi Nasdaq Terkoreksi Akibat Aksi Jual Saham Big Tech

    Mayoritas Wall Street Menguat, tetapi Nasdaq Terkoreksi Akibat Aksi Jual Saham Big Tech

    Jakarta, Beritasatu.com – Mayoritas bursa perdagangan Amerika Serikat (AS) Wall Street mencatatkan kenaikan. Namun, Nasdaq Composite justru merosot tajam akibat aksi jual saham-saham teknologi besar yang sebelumnya menjadi motor penggerak pasar.

    Mengutip CNBC International, Selasa (14/1/2025), Dow Jones Industrial Average melonjak 358,67 poin atau 0,86% ke level 42.297,12. Lonjakan ini dipicu peralihan investor ke saham nonteknologi, seperti Caterpillar, JPMorgan, dan UnitedHealth.

    Sementara itu, S&P 500 juga naik tipis sebesar 0,16% menjadi 5.836,22. Sebaliknya, Nasdaq yang didominasi saham teknologi justru turun 0,38% ke posisi 19.088,10.

    Selama dua pekan terakhir, ketiga indeks utama ini mencatatkan penurunan, yang sebagian besar disebabkan oleh lemahnya kinerja saham teknologi.

    Beberapa saham unggulan Wall Street yang sebelumnya mendukung tren bullish, seperti Palantir dan Nvidia, masing-masing turun lebih dari 3% dan hampir 2% dalam perdagangan hari itu.

    Penurunan ini melanjutkan tren negatif dari pekan lalu, dengan Nvidia melemah hampir 6% dan Palantir anjlok lebih dari 15%. Saham teknologi populer lainnya, seperti Apple dan Micron, juga catat penurunan.

    Di tengah tekanan pada sektor teknologi, sektor energi menunjukkan performa positif dengan kenaikan lebih dari 2%, didorong oleh peningkatan harga minyak. Selain itu, sektor kesehatan dan material juga mengalami penguatan.

    Kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi salah satu faktor utama yang memicu aksi jual pada saham berbasis pertumbuhan. Pada Senin, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November 2023, ditutup di angka 4,79%.

    Peningkatan imbal hasil ini terjadi setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari ekspektasi memunculkan keraguan terhadap rencana pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve.

    Kepala Strategi Teknikal LPL Financial Adam Turnquist menyatakan, dengan potensi imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun menyentuh 5%, pasar saham akan menghadapi tantangan untuk mencatatkan kenaikan signifikan hingga ada stabilitas suku bunga.

    Saat ini, investor menaruh harapan pada musim laporan keuangan kuartal IV untuk mendukung stabilitas pasar. Beberapa bank besar, seperti Citigroup, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase, dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka pada Rabu (15/1/2025), sementara Morgan Stanley dan Bank of America akan merilis laporan pada Kamis (16/1/2025).

    Saat Wall Street melemah, investor pekan ini juga menantikan data ekonomi penting, termasuk laporan indeks harga konsumen (CPI) untuk Desember yang akan diumumkan pada Rabu (15/1/2025) pagi, serta laporan indeks harga produsen (PPI) yang dirilis pada Selasa (14/1/2025).

  • Pegadaian Jadi Pelopor Usaha Bulion, Bagaimana Proyeksi Investasi Emas 2025?

    Pegadaian Jadi Pelopor Usaha Bulion, Bagaimana Proyeksi Investasi Emas 2025?

    Jakarta

    Pegadaian resmi mengantongi izin menjalankan kegiatan usaha bulion yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion PT Pegadaian dengan nomor surat S-325/PL.02/2024. Melalui surat tersebut, Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha Bulion yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi maupun Perdagangan Emas.

    Pegadaian dinilai memiliki infrastruktur yang mumpuni menjadi lembaga penyaluran bulion mulai dari penyimpanan agunan gadai yang 90% berupa emas, ruang penyimpanan emas dengan standar Internasional terbesar di Indonesia hingga adanya beragamnya produk emas Pegadaian yang semakin melengkapi ekosistem emas tersebut.

    Adanya bulion diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk memiliki Investasi emas, apalagi investasi emas dinilai sangat menguntungkan dan paling bersinar, khususnya di tahun 2024. Tak hanya orang tua, kini emas juga menjadi salah satu instrumen investasi pilihan di kalangan anak-anak muda.

    “Tabungan Emas Pegadaian menjadi salah satu produk Pegadaian yang digemari oleh berbagai kalangan. Bagaimana tidak, hanya dalam satu genggaman melalui smartphone, masyarakat bisa memiliki investasi emas. Tidak perlu mahal, Tabungan Emas Pegadaian bisa dimiliki hanya dengan Rp 10 ribu saja,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian Dwi Hadi Atmaka dalam keterangan tertulis, Senin (13/1/2025).

    Aat juga menambahkan secara historis harga emas terus mengalami peningkatan, meski di tengah kondisi geopolitik dan gejolak ekonomi dunia dan bahkan menjadi komoditas yang paling bersinar dibandingkan produk komoditas lainnya.

    “Sebagai contoh, harga emas per gram pada 18 September 2023 seharga Rp 939.919, lalu pada periode yang sama di tahun 2024 harga emas naik menjadi Rp 1.012.746 per gramnya. Jadi artinya, keuntungan investasi emas dalam setahun mencapai 7,75%”, tambah Aat.

    Jika mengingat kilas balik pergerakan harga emas 2024, banyak yang melakukan perkiraan harga emas 2025 akan terus mengalami kenaikan. Salah satu perusahaan jasa keuangan Amerika Serikat, J.P. Morgan memprediksi bahwa harga emas pada 2025 akan naik. Hal tersebut didorong oleh beberapa faktor pendukung.

    Salah satu faktornya adalah ekspektasi pemotongan suku bunga tambahan dari banyak bank sentral, terutama The Fed (Federal Reserve Amerika Serikat). Tidak hanya itu, adanya kebangkitan arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa juga menjadi faktor pendukung perkiraan harga emas 2025 mengalami kenaikan. Di samping itu, data terkait kenaikan harga emas sebesar lebih dari 27% atau US$ 570 / troy ons di sepanjang tahun 2024 juga turut berpengaruh pada prediksi tersebut.

    Jadi bagaimana, apakah kamu akan mulai mencoba berinvestasi emas? Atau justru sudah memulai dan akan menambah portofolio aset emas kamu untuk masa depan? Yuk, mulai dari sekarang, menata masa depan emas, tanpa rasa cemas.

    (akd/ega)