Tag: Morgan

  • Studi Temukan Makin Banyak Orang Kena Penyakit Gagal Ginjal, Ini Biang Keroknya

    Studi Temukan Makin Banyak Orang Kena Penyakit Gagal Ginjal, Ini Biang Keroknya

    Jakarta

    Sebuah studi global terbaru menunjukkan peningkatan signifikan pada kasus penyakit ginjal kronis (PGK) atau gagal ginjal, kondisi ketika ginjal secara bertahap kehilangan kemampuan untuk menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah.

    Untuk pertama kalinya, PGK kini menjadi 10 penyebab utama kematian di seluruh dunia, menduduki peringkat kesembilan.

    Data yang dipimpin oleh peneliti dari NYU Langone Health, University of Glasgow, dan IHME University of Washington ini mengungkapkan:

    Kasus PGK global melonjak dari 378 juta orang pada tahun 1990 menjadi 788 juta orang pada tahun 2023, seiring dengan pertumbuhan dan penuaan populasi dunia.

    “Pekerjaan kami menunjukkan bahwa Penyakit Ginjal Kronis adalah penyakit yang umum, mematikan, dan semakin memburuk sebagai masalah kesehatan masyarakat yang utama,” kata Dr Josef Coresh, salah satu penulis senior studi dari NYU Langone.

    Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronis

    Laporan baru yang diterbitkan di jurnal The Lancet ini adalah perkiraan paling komprehensif mengenai PGK dalam hampir satu dekade. Selain membunuh secara langsung, penelitian ini menemukan PGK memiliki dampak ganda:

    Risiko Penyakit Jantung: Gangguan fungsi ginjal adalah faktor risiko utama penyakit jantung, berkontribusi pada sekitar 12 persen kematian kardiovaskular global.

    Kualitas Hidup: Pada tahun 2023, PGK adalah penyebab ke-12 terbesar dari penurunan kualitas hidup akibat disabilitas.

    Tiga faktor risiko terbesar untuk gagal ginjal adalah: gula darah tinggi (Diabetes), tekanan darah tinggi (Hipertensi), dan indeks massa tubuh tinggi (Obesitas).

    Sebagian besar pasien PGK dalam studi ini berada pada tahap awal penyakit. Ini adalah kabar penting, karena pengobatan cepat dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup dapat mencegah kebutuhan akan intervensi dramatis dan mahal seperti dialisis dan transplantasi ginjal.

    Namun, Dr. Morgan Grams, salah satu penulis utama, menekankan bahwa penyakit gagal ginjal saat ini kurang terdiagnosis dan kurang terobati.

    “Laporan kami menggarisbawahi perlunya lebih banyak tes urine untuk mendeteksinya lebih awal dan perlunya memastikan pasien mampu membayar dan mengakses terapi setelah mereka didiagnosis,” ujar Dr. Grams.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Setengah Juta Warga di Singapura Kena Penyakit Ginjal “
    [Gambas:Video 20detik]
    (kna/kna)

  • Kamera Selfie Baru dan Desain Transparan

    Kamera Selfie Baru dan Desain Transparan

    Jakarta

    Apple sepertinya sudah menyiapkan banyak peningkatan untuk iPhone 18 series yang meluncur tahun depan. Mulai dari desain, display, sampai kamera akan mendapatkan upgrade besar-besaran.

    Bocoran dari JP Morgan mengklaim semua model iPhone 18 series akan mengusung kamera selfie baru dengan resolusi 24 MP. Jika rumor ini akurat, kamera selfie iPhone 18 series akan mendapatkan upgrade signifikan dari kamera 18 MP yang dipakai iPhone 17 series.

    Menariknya, kamera selfie 24 MP sebelumnya pernah dirumorkan akan hadir di iPhone 17 series, namun tidak terwujud. Sepertinya fitur itu ditunda dan baru akan hadir tahun depan.

    Sumber yang sama mengklaim iPhone layar lipat akan menggunakan kamera selfie bawah layar dengan resolusi 24 MP. Di sisi lain, iPhone 17e dan iPhone 18e masih akan menggunakan kamera selfie 12 MP.

    Selanjutnya, bocoran dari Digital Chat Station mengklaim khusus iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akan mengusung hole-punch yang lebih kecil untuk kamera depan dan sensor Face ID yang dibenamkan di bawah layar.

    Selain itu, bentuk layar iPhone 18 Pro series akan berubah, yang kemungkinan berarti Apple akan mengubah lengkungan sudut-sudutnya, seperti dikutip dari GSM Arena, Selasa (11/11/2025).

    iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akan mengusung kamera utama dengan variable aperture. Modul kamera belakang alias plateau yang lebar masih akan dipertahankan di iPhone 18 Pro series.

    Digital Chat Station juga mengklaim panel belakang iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akan menggunakan desain transparan. Apple sepertinya terinspirasi dari Nothing yang sudah mengadopsi desain transparan untuk ponselnya sejak Nothing Phone (1).

    Terakhir, iPhone 18 Pro Max diklaim akan memiliki cangkang baja yang melapisi baterainya. Tentu saja semua informasi ini hanya sekedar rumor yang belum dikonfirmasi oleh Apple.

    iPhone 18 series baru akan diluncurkan pada paruh kedua tahun 2026. Apple kabarnya akan memecah peluncuran iPhone mulai tahun depan, jadi iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, iPhone Air generasi kedua, dan iPhone Fold pertama akan diumumkan duluan.

    (vmp/afr)

  • iPhone Fold Diprediksi Usung Kamera Bawah Layar Beresolusi Tinggi

    iPhone Fold Diprediksi Usung Kamera Bawah Layar Beresolusi Tinggi

    Jakarta

    Apple mungkin sedikit ketinggalan dari kompetitornya dalam meluncurkan ponsel layar lipat. Tapi Apple mencoba mengejar ketertinggalannya dengan memperkenalkan sejumlah inovasi baru di iPhone layar lipat.

    Menurut laporan dari JP Morgan, iPhone layar lipat pertama akan menggunakan kamera bawah layar di display utamanya. Menariknya, kamera bawah layar ini akan memiliki resolusi tinggi 24 MP, pertama di industri.

    Selain kamera bawah layar 24 MP, iPhone layar lipat akan dilengkapi kamera selfie 24 MP dengan desain punch-hole di layar eksternalnya. Di bagian belakangnya akan diisi kamera utama dan kamera ultrawide yang masing-masing memiliki resolusi 48 MP.

    Kabar soal Apple menggunakan kamera bawah layar untuk iPhone layar lipat, atau iPhone Fold, sudah beredar jauh sebelumnya, namun baru kali ini resolusi kameranya terungkap. Laporan ini mengindikasikan Apple sudah berhasil meningkatkan transmisi cahaya dan kualitas gambar secara signifikan.

    iPhone layar lipat tentu bukan perangkat foldable pertama yang menggunakan kamera bawah layar. Samsung sebelumnya menggunakan teknologi serupa di Galaxy Z Fold sampai Fold6, sebelum beralih ke kamera konvensional dengan desain punch-hole di Galaxy Z Fold7.

    Kamera bawah layar ditanamkan di bawah pixel layar yang dapat diaktifkan atau dimatikan, sehingga kamera bisa disembunyikan saat tidak dipakai. Namun, kamera bawah layar yang sudah ada sebelumnya memiliki resolusi rendah, seperti 4 MP atau 8 MP, sehingga kualitas gambarnya kurang tajam.

    Terobosan kamera bawah layar dengan resolusi 24 MP tentu merupakan lompatan yang signifikan. Resolusi yang lebih besar berpotensi menghasilkan gambar yang lebih jelas dengan detail yang lebih tajam, seperti dikutip dari MacRumors, Sabtu (8/11/2025).

    Namun, prediksi JP Morgan juga mengindikasikan Apple akan mengorbankan beberapa fitur agar desain iPhone layar lipat tetap compact. Fitur seperti LiDAR dan optical image stabilization (OIS) akan dihilangkan, begitu juga Face ID yang akan digantikan dengan Touch ID.

    iPhone layar lipat pertama diprediksi meluncur pada paruh kedua tahun 2026 bersama iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Air generasi kedua. Ponsel foldable ini diklaim akan mengusung layar utama dengan diagonal 7,8 inch dan layar eksternal berukuran 5,5 inch.

    (vmp/hps)

  • Menyamai Trofi Piala Dunia Milik Messi Tidak Akan Menentukan Warisan Saya

    Menyamai Trofi Piala Dunia Milik Messi Tidak Akan Menentukan Warisan Saya

    JAKARTA – Cristiano Ronaldo mengatakan kepada Piers Morgan bahwa warisannya tidak akan ditentukan oleh apakah ia memenangi Piala Dunia atau tidak.

    Peraih Ballon d’Or lima kali ini telah mencetak 952 gol dalam kariernya dan merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sepak bola internasional pria dengan 143 gol.

    Piala Dunia ialah satu-satunya trofi utama yang belum diraihnya dalam karier gemilangnya.

    “Jika Anda bertanya kepada saya, Cristiano, apakah memenangi Piala Dunia adalah sebuah mimpi? Tidak, itu bukan mimpi,” kata Ronaldo dalam cuplikan wawancara dengan Piers Morgan.

    Pemain 40 tahun ini menganggap tidak adil jika satu turnamen saja menentukan karier seorang pemain.

    “Menentukan apa?” Menentukan apakah saya salah satu yang terbaik dalam sejarah, memenangi satu turnamen, (dari) enam pertandingan, tujuh pertandingan. Menurut Anda itu adil?” kata kapten Al Nassr itu.

    Ronaldo, yang memenangi empat dari lima gelar Liga Champions bersama Real Madrid, terus-menerus dibandingkan dengan Lionel Messi sepanjang kariernya.

    Mantan bintang Barcelona, ​​Messi, peraih rekor Ballon d’Or delapan kali, baru-baru ini mengatakan bahwa mengangkat Piala Dunia 2022 bersama Argentina setelah beberapa kali gagal ialah impian hidupnya.

    Ronaldo telah meraih banyak prestasi bersama Timnas Portugal. Ia memimpin Portugal meraih kejayaan di Euro 2016 dan meraih gelar perdana UEFA Nations League tiga tahun kemudian serta sekali lagi pada musim panas ini.

    Ia adalah satu-satunya pemain yang telah tampil di enam Euro dan merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut dengan 14 gol.

    Ronaldo menegaskan tidak ada perdebatan tentang siapa yang terbaik dalam sejarah.

    “Apakah Messi lebih baik dari saya? Saya tidak setuju. Saya tidak ingin rendah hati,” kata Ronaldo.

    Ronaldo diperkirakan akan menjadi kapten Portugal jika mereka lolos ke Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

    Ini akan menandai turnamen pertama Portugal tanpa Diogo Jota, yang meninggal dunia pada Juli 2025 dalam kecelakaan di Spanyol.

    Meskipun Ronaldo tidak menghadiri pemakaman Jota, ia merasa hancur atas kepergian mendadak penyerang Liverpool tersebut.

    “Saya tidak percaya ketika mereka mengirimi saya pesan-pesan itu. Saya banyak menangis. Itu adalah momen yang sangat sulit bagi semua orang, bagi negara, bagi keluarga, bagi teman, bagi rekan satu tim.”

    “Hancur. Itu adalah berita yang sangat, sangat menyedihkan,” kata Ronaldo.

  • Puluhan Ribu Orang Tiba-Tiba Daftar Tanam Chip Otak, Ada Apa?

    Puluhan Ribu Orang Tiba-Tiba Daftar Tanam Chip Otak, Ada Apa?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan rintisan teknologi otak milik Elon Musk, Neuralink, mengumumkan bahwa lebih dari 10.000 orang dari berbagai negara telah mendaftar dalam program mereka. Pendaftaran dilakukan melalui “Patient Registry”, yakni laman resmi yang dibuka Neuralink sejak awal tahun ini untuk menjaring calon peserta uji coba chip otak.

    Melalui program tersebut, masyarakat dari mana pun dapat mengajukan diri untuk ikut serta dalam uji klinis implan chip buatan Neuralink.

    Sejauh ini, perusahaan telah berhasil menanamkan chip pada 12 pasien dalam rangkaian uji klinis yang memungkinkan penggunanya mengoperasikan komputer hanya dengan kekuatan pikiran. Neuralink menargetkan tambahan 13 pasien lagi, yang akan menerima implan serupa sebelum tahun 2025 berakhir.

    Meski demikian, saat ini uji coba masih dibatasi untuk penderita kelumpuhan akibat penyakit saraf motorik atau cedera tulang belakang. Namun, Elon Musk menyebut di masa depan teknologi ini akan dikembangkan agar dapat digunakan juga oleh orang tanpa disabilitas.

    Menurut Musk, versi berikutnya dari chip otak Neuralink dapat memungkinkan manusia mencapai simbiosis dengan kecerdasan buatan (AI).

    Ia bahkan menyebut chip tersebut berpotensi digunakan untuk memutar musik langsung ke otak, mengembalikan penglihatan bagi penyandang tunanetra, hingga memungkinkan komunikasi melalui telepati.

    “Teknologi ini bahkan bisa mencapai titik di mana Anda dapat mengunggah memori dan pada dasarnya menyimpan versi diri Anda, lalu mengunduhnya ke dalam tubuh robot atau kloning dari diri Anda sendiri,” kata Musk dalam sebuah siaran langsung pada Juli lalu, dikutip dari The Independent, Minggu (2/11/2025).

    Presiden sekaligus salah satu pendiri Neuralink, DJ Seo, mengungkapkan angka pendaftar tersebut dalam laporan riset Morgan Stanley pekan ini. Laporan itu juga menyoroti isu etika dan hukum yang mungkin timbul akibat kemajuan teknologi antarmuka otak-komputer.

    “Meskipun selama ini menjadi topik banyak buku dan film fiksi ilmiah, antarmuka otak-komputer merupakan frontier baru bagi umat manusia yang akan melibatkan beragam pertimbangan moral, etika, serta hukum dan regulasi,” tulis laporan tersebut.

    Versi chip Neuralink yang digunakan saat ini, N1, terhubung ke komputer melalui Bluetooth dan telah memungkinkan pasien untuk menggerakkan lengan robot, menjelajahi internet, hingga bermain game seperti Mario Kart hanya dengan kekuatan pikiran.

    (pgr/pgr)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Permasalahan TKA dan Jalan Tengahnya

    Permasalahan TKA dan Jalan Tengahnya

    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 3-9 November 2025 untuk jenjang SMA/SMK. Saat ini tercatat 3,5 juta siswa telah mendaftar setelah pendaftaran ditutup pada Minggu, 5 Oktober 2025. Salah satu fungsi utama TKA, menurut Toni Toharudin, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), adalah sebagai alat validasi nilai rapor dalam penerimaan mahasiswa baru jalur prestasi.

    Selain itu, hasil TKA juga digunakan untuk pendaftaran ke jenjang lebih tinggi di sekolah negeri melalui jalur prestasi. Secara konsep, TKA diharapkan menambah instrumen penilaian yang lebih objektif. Hal ini sejalan dengan kekhawatiran publik bahwa nilai rapor kerap “di-markup” oleh sekolah demi meloloskan siswanya ke perguruan tinggi negeri atau sekolah favorit.

    Namun, upaya menciptakan objektivitas melalui tes terstandar menyimpan sejumlah problem dan berpotensi melahirkan bentuk ketimpangan baru. Pertama, potensi munculnya cognitive fatigue atau kelelahan kognitif akibat terlalu banyak tes yang dihadapi siswa. Saat ini dengan Kurikulum Merdeka siswa telah dibebani berbagai asesmen: Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), ujian tengah/akhir semester, serta asesmen berbasis proyek.

    Penambahan TKA dapat menambah tekanan psikologis dan beban belajar. Baru-baru ini ada tuntutan dari seorang siswa dalam bentuk petisi pada laman change.org yang meminta pemerintah untuk membatalkan TKA “karena sistem ini menambah tekanan bagi siswa dan siswi”, tutur siswa yang menginisiasi petisi tersebut. Selain itu waktu yang diberikan untuk persiapan TKA juga sangat singkat, 112 hari atau 3,5 bulan dan ada kendala server saat simulasi TKA diadakan (Tempo, 27/10/2025).

    Kedua, keberadaan TKA bisa menggeser fokus pembelajaran. Guru dan siswa akan lebih berorientasi pada strategi memperoleh nilai tinggi ketimbang mengembangkan pembelajaran mendalam berbasis proyek, inkuiri, atau pemecahan masalah. Hal ini beralasan karena secara naluriah, mereka akan menaruh perhatian pada apa yang dinilai (Dylan William, 2011). Dan hal ini pun terbukti dari keterangan siswa yang menuntut petisi yang merasakan bahwa kisi-kisi TKA yang dibagikan terlalu luas yang artinya siswa cenderung belajar pada kisi-kisi ujian saja.

    Padahal, filosofi Kurikulum Merdeka dan pembelajaran mendalam menekankan pengembangan kompetensi holistik, bukan sekadar skor tes. Dampaknya bisa diidentifikasi sebagaimana studi terdahulu menunjukkan bahwa tes terstandar mengurangi skup dan kualitas muatan pembelajaran, menurunkan peran guru dalam hal kreativitas menyusun pembelajaran yang menarik, dan menjauhkan siswa dari pembelajaran aktif (McNeil, 2009, Standardization, Defensive Teaching, and the Problems of Control).

    Ketiga, meski TKA disebut tidak wajib, faktanya hasilnya menjadi syarat penerimaan mahasiswa baru jalur prestasi. Artinya, TKA berubah menjadi ujian dengan konsekuensi besar atau high-stakes test. Hal itulah yang kemudian membuat siswa dan guru akan merasa tertinggal bila tidak ikut, sehingga ujian ini menjadi “wajib” meski tidak secara langsung dinyatakan.

    Membludaknya jumlah peserta TKA bisa jadi bukan karena sukarela tetapi ada rasa tidak nyaman ketika tidak mengikuti meskipun tidak benar-benar siap. Apalagi ramai di pemberitaan bahwa TKA akan dijadikan syarat masuk perguruan tinggi dengan jalur prestasi.

    Akibatnya, situasi itu bisa menyerupai era Ujian Nasional. Sekolah, guru, siswa dan orang tua terobsesi dengan skor. Industri bimbingan belajar (bimbel) pun kembali bergairah dengan biaya yang tidak murah. Bagi siswa dari keluarga mampu mereka lebih mudah mengakses bimbel dan materi latihan yang berkualitas, sementara siswa yang kurang mampu hanya mengandalkan soal dari laman resmi Kemendikdasmen.

    Itupun kalau siswa memiliki akses internet yang bagus dan tidak terkendala servernya. Kondisi semacam itulah yang lagi-lagi memperlebar jurang ketimpangan pada akses pendidikan yang berkualitas.

    Meskipun pemerintah mengklaim bahwa TKA merupakan upaya untuk menjamin pendidikan bermutu bagi semua, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, pada kenyataannya pemerintah justru sedang menerapkan rezim neoliberalisme.

    Seperti yang dicatat Clarke dan Morgan (2011), rezim semacam ini “melanggengkan ketidakadilan melalui penyangkalan terhadap perbedaan dan penekanan pada kesetaraan formal (yaitu perlakuan yang sama), alih-alih keadilan (yaitu perlakuan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing).

    Persoalan lain adalah desain TKA yang menggunakan standar nasional berisiko mengabaikan keragaman konteks daerah. Mata uji yang terbatas pada Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran pilihan tidak cukup mewakili kompleksitas kecerdasan siswa. Juga tes nasional berbasis norma pusat (norm-referenced) seringkali tidak mempertimbangkan perbedaan sumber daya guru, fasilitas sekolah, dan karakteristik sosial budaya dari Sabang sampai Merauke.

    Penelitian terbaru oleh Reza Aditia dan Krisztián Széll tahun 2025 dengan judul “Belonging matters: How context and inequalities shape student achievement in Indonesia” menunjukkan bahwa di Indonesia prestasi belajar siswa tidak hanya soal kemampuan individu, tetapi juga asal-usul sosial dan tempat tinggal.

    Ada pula persoalan logis: bagaimana jika nilai TKA tidak sejalan dengan nilai rapor? Apakah rapor yang disusun melalui proses panjang guru dianggap tidak sahih hanya karena hasil satu kali tes berbeda? Rapor mencakup seluruh mata pelajaran dan aspek sikap, sedangkan TKA hanya menguji beberapa bidang akademik. Menggunakan TKA semata untuk “memvalidasi” rapor tentu tidak proporsional.

    Lagipula, jika persoalan utama adalah ketidaksamaan standar penilaian antar sekolah, solusi mestinya bukan dengan tes baru yang bersifat penyortiran, tetapi dengan memperkuat kompetensi guru dalam melakukan asesmen yang adil dan autentik.

    Jika tidak, TKA justru menjadi alat eksklusi yang mempersempit akses siswa ke pendidikan berkualitas dan memperkuat budaya perlombaan nilai (rat race) antar sekolah dan daerah dan lagi-lagi guru akan menjadi pihak yang bertanggung jawab atas rendahnya nilai TKA. Kendati dirjen GTK, Nunuk Suryani dalam keterangan media menepis hal itu, siapa yang bisa menjamin pelaksanaannya di lapangan tidak akan menyalahkan guru.

    Demokratisasi Asesmen

    Linda Darling-Hammond (1994) dalam artikelnya di Harvard Educational Review berjudul Performance-Based Assessment and Education Equity menekankan pentingnya prinsip demokratis dalam asesmen. Pertama, tes seharusnya tidak sekadar menjadi mekanisme seleksi, tetapi sarana diagnosis untuk memperbaiki praktik pembelajaran.

    Kedua, penilaian seharusnya mendorong perbaikan instrumen dan strategi mengajar, bukan alat pengawasan eksternal yang menghukum sekolah atau siswa. Ketiga, hasil asesmen seharusnya menjadi dasar pemerataan sumber daya dan kebijakan afirmatif, bukan sekadar menentukan siapa yang layak atau tidak.

    Alih-alih menjadikan TKA hanya sebatas alat validator dan perbandingan serta dengan cara pelaksanaan secara nasional dan serentak, ada beberapa opsi kebijakan sebagai jalan tengah.

    Pertama, perlu ada penekanan bahwa TKA dan jenis asesmen yang lain memang benar untuk saling melengkapi bukan untuk saling menegasikan apalagi menghadap-hadapkan bahwa penilaian yang dilakukan sekolah dan tertera dalam rapor banyak nilai sedekahnya.

    Jika masih belum baik penilaian yang dilakukan oleh guru di sekolah, tindak lanjutnya adalah memperkuat literasi penilaian bagi para guru melalui berbagai pelatihan pengembangan profesionalisme guru yang berkelanjutan.

    Tentu penilaian hasil belajar tidak sebatas penilaian aspek pengetahuan melalui tes. Tetapi juga perlu melalui portofolio, refleksi diri, proyek, dan juga observasi. Guru-guru perlu banyak dilatih untuk melakukan penilaian-penilaian jenis itu. Penilai-penilaian proses itu juga bisa menjadi pertimbangan dalam penentuan seleksi masuk perguruan tinggi negeri atau untuk melanjutkan jenjang sekolah yang lebih tinggi lainnya.

    Kedua, TKA harus benar-benar bersifat sukarela dan fleksibel. Siswa dapat memilih waktu ujian sesuai kebutuhan, tanpa target jumlah peserta. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai penyelenggara TKA. Sehingga, TKA bisa diselenggarakan dengan variasi bidang keilmuan (sains, sosial, humaniora), sehingga relevan dengan jurusan yang dituju dan dapat dilaksanakan kapan saja.

    Selain itu, format TKA sebaiknya menilai kemampuan berpikir kritis dan penalaran tingkat tinggi (Higher Order Thinking) dan tidak mengacu pada muatan kurikulum yang ada saat ini. Untuk itu, kisi-kisi soal TKA dapat diselaraskan dengan model asesmen internasional seperti PISA (Programme for International Student Assessment) agar lebih relevan dengan tantangan global. Dengan demikian, TKA tidak hanya menjadi alat seleksi, tetapi juga sarana pembelajaran nasional untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia.

    Kemendikdasmen juga perlu menyediakan sumber belajar terbuka berupa tutorial dan latihan soal berkualitas agar semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mempersiapkan diri. Program pembagian smart screen dapat menjadi bagian dari diseminasi materi TKA, sehingga tidak hanya sekolah elit yang mampu memberikan bimbingan intensif.

    Pada akhirnya, yang lebih mendesak bukan sekadar menciptakan tes baru, tetapi memastikan sistem asesmen kita adil, inklusif, dan berpihak pada keragaman potensi peserta didik. Tanpa itu, TKA hanya akan mengulang sejarah Ujian Nasional-berniat memperbaiki kualitas pendidikan, tetapi justru mempertegas ketimpangan yang telah lama ada.

    Waliyadin. Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Mahasiswa PhD di University of Canberra, Australia.

    (rdp/imk)

  • Media China Ungkap Rencana Besar Xi Jinping Melawan Trump

    Media China Ungkap Rencana Besar Xi Jinping Melawan Trump

    Jakarta, CNBC Indonesia – Konflik geopolitik antara China dan Amerika Serikat (AS) kian memanas. Aksi saling blokir yang dilancarkan kedua negara turut memengaruhi perekonomian global.

    Sejak pemerintahan Joe Biden, AS mulai gencar melakukan pembatasan ekspor teknologi chip ke China. Kemudian, Trump memperburuk suasana dengan pemberlakuan tarif tinggi ke barang-barang impor dari China.

    Tak tinggal diam, China membalas perlakuan AS dengan membatasi akses logam tanah jarang (LTJ) yang krusial untuk pengembangan senjata dan peralatan militer lainnya. AS juga balik mengancam pemblokiran lebih luas untuk barang-barang yang menggunakan software buatan AS ke China.

    Menghadapi ancaman bertubi-tubi dari AS, China makin gencar mengembangkan kemandirian teknologi, agar tak lagi bergantung ke negara kekuasaan Trump.

    Terbaru, media China CCTV melaporkan rencana pemerintahan Xi Jinping dalam 5 tahun ke depan untuk ‘melawan’ ancaman dari Trump, yakni memperkuat pasar domestik agar tak lagi tertekan oleh kebijakan AS.

    Lebih spesifik, China akan meningkatkan kapasitas kekuatan domestik di sektor sains dan teknologi, menurut laporan yang disiarkan CCTV pada Kamis (23/10) waktu setempat.

    Laporan itu dirilis pasca pertemuan tertutup Komite Pusat Partai Komunis China selama 4 hari. CCTV sendiri merupakan media nasional yang dibekingi pemerintah China.

    Perincian awal dari proposal yang disetujui menempatkan penekanan besar pada pengembangan ‘kekuatan produktif berkualitas baru’ yang mengacu pada bidang-bidang maju seperti chip dan kecerdasan buatan (AI).

    Rencana tersebut juga menekankan pentingnya membangun sistem industri modern dan memperkuat inovasi di teknologi-teknologi inti, dikutip dari BusinessTimes, Jumat (24/10/2025).

    Hal ini menunjukkan keseriusan Beijing untuk menggenjot produktivitas dan mencapai kemandirian hakiki dalam menghadapi krisis populasi usia produktif dan ancaman pelarangan ekspor dari negara-negara Barat.

    Lebih lanjut, proposal juga menegaskan kembali janji untuk memperkuat konsumsi domestik dan memperluas investasi. Secara tegas, China berkomitmen untuk menghilangkan hambatan yang menghalangi pembangunan pasar nasional.

    Para ekonom telah lama memandang peningkatan permintaan domestik sebagai hal yang krusial untuk menyeimbangkan kembali perekonomian China.

    Fokus yang makin intensif pada teknologi ini dibangun di atas strategi yang sebelumnya telah ditetapkan pada 2020 silam. Sebagai informasi, rencana 5 tahunan dari pemerintahan Xi Jinping terakhir diumumkan setelah masa jabatan pertama Trump.

    Dorongan tersebut makin mendesak, karena Washington kini mengupayakan pelarangan besar-besaran ke China, menargetkan sektor yang lebih luas, mulai dari chip hingga farmasi. Selain itu, Washington juga memberikan sanksi kepada makin banyak perusahaan China.

    Tekanan Bertubi-tubi ke China

    China berada di bawah tekanan untuk mengubah model pertumbuhannya. Pasalnya, negara dengan kekuatan manufaktur terbesar ini menghadapi kenaikan tarif dari AS dan penolakan dari mitra dagang lainnya atas banjir ekspor China.

    Ekspor neto menyumbang porsi yang makin besar dari ekspansi ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, sementara konsumsi tercatat menurun.

    Seiring meningkatnya hambatan perdagangan, China perlu mengeluarkan lebih banyak uang untuk membantu menyerap kelebihan kapasitas manufakturnya dan memecahkan rekor deflasi.

    Para analis dan investor akan menganalisa rencana 5 tahunan Xi Jinping secara menyeluruh, yang diperkirakan akan dibahas pada pertemuan legislatif tahunan pada Maret 2026. Hal ini penting untuk mencari komitmen fiskal spesifik yang dapat mendukung rencana tersebut.

    “Yang terpenting adalah seberapa tegas para pembuat kebijakan akan melaksanakan tujuan-tujuan ini,” kata Michelle Lam, ekonom China di Societe Generale, dengan mencontohkan peningkatan pembayaran pensiun.

    Meskipun rencana ini berfokus pada jangka panjang, pemberitahuan tersebut juga mengirimkan sinyal kuat untuk jangka pendek, dengan janji bahwa kebijakan makro akan diperkuat pada waktu yang tepat untuk mendukung perekonomian.

    Para ekonom secara umum memperkirakan pertumbuhan akan melambat dalam beberapa tahun mendatang seiring Beijing mencari model ekspansi baru yang lebih stabil.

    Guncangan Ekonomi China

    Para pembuat kebijakan kemungkinan menargetkan pertumbuhan tahunan rata-rata di kisaran 4,5%-4,8% untuk periode 2026-2030, menurut analisis dari berbagai perusahaan, termasuk Macquarie Group dan Standard Chartered.

    Perekonomian China berada di jalur yang tepat untuk tumbuh rata-rata 5,5% per tahun selama periode 5 tahun yang berakhir pada 2025, menurut perkiraan pemerintah sebelumnya.

    Tantangan utama dalam mencapai tujuan tersebut adalah pengeluaran rumah tangga China yang masih lemah, hanya mencapai sekitar 40% dari PDB tahun lalu. Angka tersebut hampir tidak berubah dari level 2019, sebelum pandemi menghentikan tren peningkatan yang sebelumnya terjadi.

    Robin Xing dari Morgan Stanley telah menganjurkan reformasi kesejahteraan sosial skala penuh selama beberapa tahun, dengan alasan dapat mengurangi kelebihan tabungan rumah tangga yang diperkirakan mencapai 30 triliun yuan (Rp69.000 triliun).

    Xing memperkirakan langkah tersebut dapat meningkatkan porsi konsumsi swasta terhadap PDB sebesar 1,6 poin persentase pada 2030 mendatang.

    Para ekonom di UBS, termasuk Ning Zhang, menyarankan agar pemerintah dapat mengambil langkah awal yang lebih sederhana, yakni menetapkan target resmi yang eksplisit untuk porsi konsumsi terhadap PDB, menurut laporan Bloomberg.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Wamen Thailand Mundur Usai Dituduh Terlibat Penipuan Online di Kamboja

    Wamen Thailand Mundur Usai Dituduh Terlibat Penipuan Online di Kamboja

    Jakarta

    Wakil Menteri (Wamen) Keuangan Thailand Vorapak Tanyawong mengundurkan diri dari jabatannya menyusul tuduhan yang mengaitkannya dengan pusat penipuan online yang berbasis di Kamboja.

    Sebelumnya, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul telah memerintahkan Vorapak Tanyawong yang baru menjabat bulan lalu, untuk menyerahkan penjelasan tertulis minggu ini atas tuduhan tersebut.

    Vorapak diselidiki setelah sebuah laporan minggu ini mengaitkannya dengan seorang tersangka penipu asing yang terkait dengan operasi penipuan lintas batas di Kamboja.

    Dilansir Channel News Asia, Kamis (23/10/2025), dalam laporannya, buletin Whale Hunting menuduh istri Vorapak dibayar sebesar US$3 juta dalam bentuk mata uang kripto tahun ini oleh jaringan kriminal China-Kamboja. Ironisnya, Vorapak ditugaskan menyelidiki jaringan tersebut sebagai bagian dari komite pemerintah.

    Buletin tersebut juga melaporkan bahwa Vorapak pernah terdaftar sebagai penasihat BIC Bank, sebuah bank Kamboja yang terkait dengan dugaan jaringan pencucian uang.

    Pada Rabu (22/10), Vorapak membantah terlibat dalam kegiatan terlarang tersebut. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa ia mengundurkan diri untuk fokus pada pembelaan hukumnya.

    “Untuk menghadapi pertarungan hukum ini, saya membutuhkan waktu dan saya khawatir hal itu akan mengganggu peran utama saya di Kementerian Keuangan,” ujarnya dalam konferensi pers pada Rabu (22/10).

    Vorapak menghabiskan sebagian besar kariernya di sektor keuangan swasta, sebelum terjun ke dunia politik tahun lalu sebagai penasihat menteri keuangan saat itu.

    Sebelumnya, ia memegang peran senior di cabang-cabang bank global terkemuka di Thailand, termasuk Bank of America dan JP Morgan Chase.

    Tuduhan korupsi bukanlah hal yang jarang terjadi di Thailand, di mana hubungan erat antara bisnis dan politik seringkali mengaburkan batasan.

    Namun, skandal yang mengaitkan pejabat Thailand dengan industri penipuan online bernilai miliaran dolar, yang telah berkembang pesat di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir, jarang terjadi.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Kena Skandal Suap Penipu Kamboja, Wamenkeu Ini Tiba-Tiba Resign

    Kena Skandal Suap Penipu Kamboja, Wamenkeu Ini Tiba-Tiba Resign

    Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Menteri Keuangan Thailand, Vorapak Tanyawong, mengundurkan diri pada hari Rabu (22/10/2025). Hal ini menyusul tuduhan yang mengaitkannya dengan sindikat penipuan siber (cyber scam centres) yang berbasis di Kamboja. 

    Tuntutan pengunduran diri terhadap Vorapak dipicu oleh laporan yang mengaitkannya dengan penipu asing yang terlibat dalam operasi penipuan lintas batas di Kamboja. Vorapak sendiri sebelumnya telah diminta oleh Perdana Menteri Anutin Charnvirakul untuk memberikan penjelasan tertulis mengenai tuduhan tersebut minggu ini.

    Tuduhan paling serius datang dari newsletter The Whale Hunting, yang mengklaim bahwa istri Vorapak dibayar sebesar US$ 3 juta (sekitar Rp 49,5 miliar) dalam bentuk mata uang kripto tahun ini oleh jaringan kriminal China-Kamboja. Ironisnya, Vorapak ditugaskan menyelidiki jaringan tersebut sebagai bagian dari komite pemerintah. 

    Vorapak juga pernah terdaftar sebagai penasihat di BIC Bank, sebuah bank Kamboja yang diduga terkait dengan jaringan pencucian uang. Vorapak menghabiskan sebagian besar karirnya di sektor keuangan swasta, memegang peran senior di cabang Thailand dari bank-bank global ternama termasuk Bank of America dan JP Morgan Chase, sebelum memasuki politik tahun lalu sebagai penasihat menteri keuangan saat itu.

    Vorapak membantah keras segala keterlibatan dalam kegiatan ilegal. Ia mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa ia mengundurkan diri untuk fokus pada pembelaan hukumnya.

    “Untuk melawan pertempuran hukum ini, saya butuh waktu dan saya khawatir itu akan mengganggu peran utama saya di Kementerian Keuangan,” katanya dalam konferensi pers dikutip Channel News Asia.

    Meskipun tuduhan korupsi tidak jarang terjadi di Thailand-di mana hubungan antara bisnis dan politik sering kali kabur-skandal yang secara langsung mengaitkan pejabat tinggi Thailand dengan industri penipuan bernilai miliaran dolar di Asia Tenggara merupakan kasus yang jarang terjadi.

    Pengunduran diri ini menyoroti meluasnya jangkauan sindikat kejahatan siber Asia Tenggara, yang kini telah memicu tindakan keras dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan dan Jepang.

    (tps/tps)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Asosiasi Dagang Global Ungkap Peluang AI Dongkrak Kinerja Industri Tekstil

    Asosiasi Dagang Global Ungkap Peluang AI Dongkrak Kinerja Industri Tekstil

    Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Pelaksana VDMA Textile Care, Fabric and Leather Technologies (VDMA TFL), Elgar Straub, menilai kecerdasan buatan (AI) memainkan peran yang semakin besar dalam mendorong efisiensi dan fleksibilitas di industri tekstil.

    Elgar mengatakan AI makin mempengaruhi industri tekstil dari waktu ke waktu, meskipun saat ini belum sempurna. Terdapat beberapa peluang baru yang tercipta bagi pemain di industri tekstil seiring dengan hadirnya AI. 

    “Seperti penggunaan mesin virtual di mana pelanggan dapat melihat mesin yang akan dibeli beroperasi secara virtual untuk memproduksi produk mereka sendiri,” kata Straub dalam acara Lunch with the Press menjelang pameran dagang Texprocess 2026 di Jakarta pada Selasa (21/10/2025). 

    Sekadar informasi, VDMA Textile Care, Fabric and Leather Technologies adalah asosiasi dagang yang mewakili produsen teknologi di sektor perawatan tekstil, seperti mesin binatu dan pembersih tekstil, mesin jahit dan garmen, serta teknologi sepatu dan kulit.

    Asosiasi ini memfasilitasi pertukaran pengalaman antar anggotanya, memberikan gambaran tentang kondisi pasar, dan fokus pada aspek-aspek seperti teknik, lingkungan, penelitian, inovasi, dan Industri 4.0.   

    Selain itu, lanjut Straub, teknologi AI juga sudah diterapkan di bidang pemeliharaan mesin, di mana perawatan dapat dilakukan dari sisi produksi secara virtual di lokasi pelanggan. 

    Menurutnya, dua contoh tersebut baru merupakan langkah awal dari pemanfaatan AI. 

    Dia menjelaskan potensi terbesar ada pada kemampuan pertukaran data yang semakin luas, yang menjadi fondasi bagi efisiensi produksi. Straub menjelaskan, sejumlah produsen garmen kini mulai memanfaatkan pakaian virtual untuk menguji pasar. 

    Produk dikembangkan secara digital, kemudian dipasarkan di internet untuk melihat respons konsumen dari berbagai negara, seperti Jerman, Amerika Serikat, China, hingga Indonesia.

    “Dari sana, mereka bisa mengetahui desain mana yang lebih disukai dan dengan cepat memproduksi serta mengirimkannya ke konsumen akhir,” katanya. 

    Dia menambahkan perusahaan-perusahaan Tiongkok sudah sangat maju dalam pemanfaatan teknologi tersebut. Namun, kerja sama global tetap penting, terutama antara pengembang perangkat lunak, perusahaan AI, produsen mesin, serta pelaku industri garmen dan tekstil.

    “Hal yang menarik dari AI adalah kecepatannya berkembang. Semua ini berkaitan dengan kapasitas pertukaran data yang meningkat dari hari ke hari — dan seiring itu, peluangnya juga tumbuh dengan sangat cepat,” tutur Straub.

    Di sisi lain, pameran dagang internasional terkemuka Texprocess akan kembali digelar pada 21–24 April 2026, menghadirkan berbagai teknologi terbaru dalam pemrosesan tekstil dan material fleksibel. Hingga saat ini, lebih dari 200 peserta dari 24 negara telah terdaftar untuk berpartisipasi.

    Peserta pameran tersebut meliputi sejumlah nama besar seperti Barudan (Jepang), Brother Internationale Industriemaschinen (Jerman), Kornit Digital Europe (Jerman), Macpi (Italia), Morgan Tecnica (Italia), Sheffield Cutting Equipment (AS), Style 3D | Assyst (Jerman), Veit (Jerman), Vetron Typical Europe (Jerman), dan Zünd (Jerman). Selain itu, ada 25 peserta baru dari berbagai kategori produk, mulai dari teknologi pemotongan dan bordir hingga pencetakan digital, seperti Amann & Söhne (Jerman), Coats Group (Inggris), Comelz (Italia), Mimaki Deutschland (Jerman), dan Valvan (Belgia).

    Dalam menghadapi tekanan global akibat pembatasan investasi, tarif perdagangan, hingga ketidakpastian geopolitik, Texprocess menjadi ajang penting bagi perusahaan tekstil untuk menemukan peluang baru, menjalin kemitraan bisnis, serta memperkuat daya saing mereka di pasar global.

    Di pameran ini, para peserta akan menampilkan solusi inovatif yang menjawab tantangan industri mulai dari sistem cerdas untuk alur material, mesin jahit berbantuan AI, hingga pengendalian kualitas berbasis kecerdasan buatan secara real-time.

    Fokus utama Texprocess 2026 adalah pada peningkatan efisiensi produksi, optimalisasi penggunaan sumber daya, dan pengurangan ketergantungan pada rantai pasok yang fluktuatif.

    “Di Texprocess 2026, para peserta pameran akan kembali menentukan tren signifikan untuk masa depan, membantu memperkuat daya saing pelanggannya terutama di masa geopolitik yang penuh tantangan seperti sekarang,” kata Elgar Straub.

    Tekstil

    Texprocess juga akan diselenggarakan bersamaan dengan Techtextil, pameran bahan tekstil fungsional, kimia, pewarna, serat, dan benang. 

    Lokasi keduanya yang berdekatan akan memudahkan pengunjung untuk mengakses kedua pameran, memperluas peluang kolaborasi lintas sektor. Pada edisi sebelumnya, 72 persen pengunjung Techtextil juga menghadiri Texprocess, menunjukkan keterkaitan erat antara kedua pameran tersebut.

    Texprocess menjadi ajang penting bagi industri untuk memperkenalkan inovasi dari tahap desain, pemotongan, penjahitan, finishing, hingga digital printing. 

    Pengunjung dari berbagai sektor mulai dari produsen pakaian, denim, alas kaki, perlengkapan rumah tangga, hingga komponen otomotif dan produk medis memanfaatkan pameran ini untuk mencari teknologi terbaik yang mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas proses produksi mereka.