Tag: Morgan

  • Wamenkeu Sebut Performa SBN Positif meski IHSG Anjlok 6,12 Persen

    Wamenkeu Sebut Performa SBN Positif meski IHSG Anjlok 6,12 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono merespons santai terkait anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Selasa (18/3/2025). Menurutnya, meskipun IHSG anjlok, surat berharga negara (SBN) justru menunjukkan performa positif.

    “Lihat SBN kita, bagus sekali hari ini,” ujar Thomas saat ditemui di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/3/2025).

    Ia tetap optimistis pasar keuangan Indonesia dalam kondisi aman meskipun IHSG mengalami penurunan tajam.

    Pada perdagangan sesi I, IHSG anjlok 6,12% atau turun 395,8 poin ke level 6.076. Kondisi ini memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 11.19 WIB pada sistem Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 11.49 WIB.

    Tim riset Kiwoom Sekuritas Indonesia (KSI Research) menjelaskan tekanan terhadap IHSG dipicu oleh berbagai sentimen negatif yang membuat investor bersikap lebih spekulatif.

    “Saat ini status pasar masih highly speculative. Banyaknya sentimen yang bergulir membuat investor semakin nervous,” tulis KSI Research dalam risetnya.

    Sejumlah faktor yang menjadi perhatian investor, antara lain gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal menjelang Hari Raya Idulfitri serta penurunan peringkat kredit Indonesia oleh Fitch, S&P, dan Moody’s. Sebelumnya, Morgan Stanley dan Goldman Sachs menyebut IHSG mengalami downgrade.

    Meski IHSG anjlok, Wamenkeu Thomas Djiwandono menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, terutama dengan performa positif dari surat berharga negara (SBN). Pemerintah terus memantau kondisi pasar dan berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.

  • Google Rogoh Rp525 Triliun! Akuisisi Wiz Jadi Langkah Terbesar dalam Sejarah Teknologi!

    Google Rogoh Rp525 Triliun! Akuisisi Wiz Jadi Langkah Terbesar dalam Sejarah Teknologi!

    JAKARTA – Alphabet, induk perusahaan Google, mengumumkan pada Selasa 18 Maret bahwa perusahaan asal Silicon Valley ini akan mengakuisisi Wiz dengan nilai sekitar 32 miliar dolar AS (Rp525,6 triliun ). Inimenjadikannya kesepakatan terbesar yang pernah dilakukan perusahaan teknologi selama ini.

    Langkah ini bertujuan untuk memperkuat keamanan siber dalam layanan cloud computing, sekaligus meningkatkan daya saing Google Cloud terhadap Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure.

    Akuisisi ini dilakukan secara tunai penuh, setelah sebelumnya Wiz menolak tawaran senilai 23 miliar dolar AS dari Alphabet pada tahun lalu. Pasalnya terdapat kekhawatiran terkait persetujuan antimonopoli serta rencana perusahaan yang ingin melangsungkan IPO (Initial Public Offering).

    Mengakuisisi Wiz akan membantu Google meningkatkan bisnis cloud mereka dengan solusi keamanan siber berbasis AI (Artificial Intelligence). Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk mendeteksi dan menghilangkan risiko keamanan kritis, yang semakin penting seiring dengan meningkatnya penggunaan AI generatif seperti ChatGPT.

    “Cloud menjadi semakin penting, dan para peretas tidak melambat. Mereka sudah menggunakan teknologi paling inovatif untuk bergerak lebih cepat,” ujar CEO Wiz, Assaf Rappaport, yang sebelumnya menyebut tawaran Google sebagai “penghormatan besar”.

    Meskipun tahun 2024 menjadi tantangan bagi kesepakatan besar akibat ketatnya regulasi, optimisme di Wall Street meningkat bahwa kebijakan antimonopoli di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump dapat mempercepat momentum akuisisi besar seperti ini.

    Google has signed a definitive agreement to acquire @Wiz_io – a significant step toward improving cloud security, lowering cost, and spurring the adoption of multicloud in the AI era → https://t.co/PflOF8REv4 pic.twitter.com/NorFo53nTC

    — Google Cloud (@googlecloud) March 18, 2025

    Startup Keamanan Siber yang Berkembang Pesat

    Sebagai salah satu startup perangkat lunak dengan pertumbuhan tercepat, Wiz dihargai 12 miliar dolar AS (Rp197,1 triliun) dalam putaran pendanaan pada Mei 2024. Wiz bekerja sama dengan berbagai penyedia cloud seperti AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud, serta memiliki pelanggan besar seperti Morgan Stanley, BMW, dan LVMH.

    Setelah akuisisi ini rampung, Wiz akan bergabung dengan bisnis Google Cloud, yang menghasilkan pendapatan lebih dari 40 miliar dolar AS (Rp657 triliun) pada tahun 2024. Pertumbuhannya bahkan melampaui bisnis pencarian Google dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, Wiz akan tetap menawarkan layanannya di berbagai penyedia cloud utama lainnya.

    Alphabet memperkirakan kesepakatan ini akan selesai pada tahun 2026, bergantung pada persetujuan regulasi.

    Analis D.A. Davidson, Gil Luria, menilai harga yang lebih tinggi ini mencerminkan pertumbuhan eksponensial Wiz dalam satu tahun terakhir. “Agar Google dapat bersaing dengan Microsoft Azure dalam menarik pelanggan enterprise, mereka perlu menawarkan rangkaian layanan yang lebih luas, termasuk perangkat lunak keamanan,” ujar Luria, dikutip VOI dari Reuters.

    Ini bukan pertama kalinya Google melakukan akuisisi besar dalam sektor keamanan siber. Pada 2022, mereka mengakuisisi Mandiant senilai 5,4 miliar dolar AS (Rp88,6 triliun). Angka itu  mengalahkan penawaran Microsoft dalam persaingan ketat.

    Minat terhadap industri keamanan siber meningkat sejak insiden pemadaman global CrowdStrike  tahun lalu yang mengganggu berbagai industri, mendorong perusahaan untuk meningkatkan pengeluaran guna melindungi sistem mereka dari ancaman siber.

    Saat ini, Google memiliki kas dan setara kas sebesar 23,47 miliar dolar AS per 31 Desember 2024, yang berarti mereka mungkin harus mencari pendanaan tambahan untuk menyelesaikan transaksi ini.

    Alphabet sebelumnya mengalokasikan 75 miliar dolar AS untuk belanja modal tahun 2025, yang sebagian besar ditujukan untuk investasi dalam AI. Namun, mereka menyatakan bahwa rencana alokasi modal mereka tetap tidak berubah meskipun ada akuisisi ini.

    Saham Google turun hampir 3% dalam perdagangan awal akibat pelemahan pasar secara keseluruhan. Tahun lalu, sahamnya naik sekitar 35%, tetapi mengalami penurunan 13% pada tahun ini karena kekhawatiran investor terkait pengeluaran besar untuk AI, terutama dalam menghadapi persaingan dari DeepSeek, perusahaan AI asal China dengan biaya produksi lebih rendah.

  • IHSG Longsor 6 Persen, Langsung Dihentikan Sementara, Bagaimana Jika Turunnya Lebih dari 15 Persen? – Halaman all

    IHSG Longsor 6 Persen, Langsung Dihentikan Sementara, Bagaimana Jika Turunnya Lebih dari 15 Persen? – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (18/3/2025) mengalami penurunan tajam.

    Pada akhir perdagangan sesi pertama, IHSG turun hingga 6,12 persen atau 395,86 poin ke level 6.076,08.

    Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat membekukan sementara perdagangan atau disebut juga sebagai trading halt pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).

    Perdagangan dilanjutkan pukul 11:49:31 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.

    Keputusan trading halt tersebut dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

    Dalam surat tersebut, diatur juga mengenai jika IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 10 persen. Tindakan bursa atas kelangsungan perdagangan adalah trading halt selama 30 menit.

    Namun, jika IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15 persen, akan dilakukan trading suspend dengan beberapa ketentuan seperti: a) sampai akhir sesi perdagangan; atau b) lebih dari satu sesi perdagangan, setelah mendapat persetujuan atau perintah Otoritas Jasa Keuangan.

    Lantas, apa alasan IHSG hari ini bisa runtuh?

    Ekonom Panin Sekuritas Felix Darmawan menjelaskan pelemahan IHSG masih didominasi oleh sentimen negatif dari dalam negeri.

    Alasannya karena indeks saham regional dan global masih berada di zona hijau.

    Felix merinci terdapat berbagai faktor yang menyebabkan tekanan terhadap indeks. 

    Pertama, penurunan penerimaan negara yang memperbesar defisit anggaran serta kebutuhan pembiayaan yang lebih besar.

    Kedua, pelaku pasar masih bersikap wait and see terhadap kebijakan Danantara dan Makan Bergizi Gratis (MGB) di tengah proses realokasi anggaran.

    Ketiga, indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) juga mengalami penurunan, yang disebabkan kondisi ketenagakerjaan yang suram belakangan ini. 

    “Situasi ini turut mendorong sejumlah analis asing, seperti Goldman Sachs, JP Morgan, dan Morgan Stanley, untuk menurunkan peringkat saham Indonesia,” kata Felix kepada Kontan, Selasa (18/3/2025).

    Keempat, ada sentimen pemangkasan outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 dari 5,2 persen menjadi 4,9 persen oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

    Sementara itu, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman membantah penurunan IHSG lebih dari 6 persen berasal dari kebijakan pemerintah Indonesia.

    Menurutnya, penurunan IHSG ini justru dampak dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

    Dia bahkan menegaskan bahwa investor berada dalam posisi wait and see akibat kebijakan Trump.

    “Ini bukan hal yang wajar, mereka sedang wait and see. Hari ini sebagian asing, update terjadi oleh Donald trump ini menjadi salah satu dampak penurunan IHSG,” kata Iman saat Konferensi Pers di BEI, Selasa.

    Bahkan kata dia, volatilitas IHSG ini dampak dari berbagai akumulasi sentimen, tidak hanya berasal dari tingkat domestik.

    “Indeks kan akumulasi berbagai hal tidak hanya domestik, kalau fundamental perusahaan semuanya bagus nggak ada isu. Yang terjadi itu persepsi mengenai kondisi bursa efek kita,” ungkapnya. 

  • IHSG Rontok, Prabowo Pernah Bilang Main Saham Seperti Judi

    IHSG Rontok, Prabowo Pernah Bilang Main Saham Seperti Judi

    Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan perdagangan atau trading halt imbas indeks komposit anjlok hingga 5%.

    Dalam catatan Bisnis, hingga pukul 11.19 WIB, IHSG ambrol 325 poin atau -5,02% ke level 6.146,91. Di level itu, IHSG sudah anjlok lebih dari 13% dari level penutupan pada akhir 2024 di posisi 7.079,9. 

    Anjloknya IHSG ditekan oleh koreksi saham BBCA -3,2%, BMRI -5,98%, BBRI -4,44%, PANI -19,41%, TPIA -19,93%, BREN -15,46%, BBNI -5,08%, dan TLKM -2,48%. 

    Anjloknya kinerja IHSG menambah daftar sentimen negatif yang terjadi sejak pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memegang tampuk kekuasaan pada tanggal 20 Oktober 2024 lalu.

    Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai terdapat sejumlah sentimen yang menyertai jebloknya IHSG. Salah satu pendorong jebloknya IHSG adalah isu mundurnya menteri di Kabinet Merah Putih.

    “Status saat ini masih highly speculative, menimbang market sentimen yang tengah bergulir membuat market nervous, salah satunya rumor mundurnya dua menteri penting di dalam Kabinet Merah Putih,” ujar Liza, Selasa (18/3/2025).

    Adapun, selain sentimen mundurnya menteri, sentimen lainnya yang menyebabkan IHSG terkapar menurut Liza adalah terkait tingginya PHK massal mendekati hari raya Idulfitri. Kemudian, penetapan credit rating oleh Fitch, S&P, dan Moody’s setelah downgrade Morgan Stanley serta Goldman Sachs.

    Lalu, keputusan RDG Bank Indonesia disusul FOMC Meeting The Fed pekan ini terkait dengan suku bunga masing-masing.

    Equity Research Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan juga menilai isu adanya menteri yang mundur di Kabinet Merah Putih membuat IHSG jeblok. “Karena sampai trading halt begini pasti ada something big,” ujarnya, Selasa (18/3/2025).

    Stabilitas Fiskal 

    Sentimen lainnya adalah APBN yang defisit pada awal tahun ini juga berpotensi mengganggu stabilitas fiskal, khususnya dari potensi penerbitan surat berharga negara (SBN) yang lebih masif untuk refinancing.

    “Pelemahan ini juga mendorong downgrade-nya IHSG oleh analis asing, yang mendorong capital outflow,” tutur Felix.

    Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mencatat, sejumlah sentimen menyertai jebloknya IHSG hari ini. Salah satu sentimen adalah tensi Geopolotik yang meningkat karena Presiden Rusia Vladimir Putin menginginkan perang lebih lama.

    Sentimen lainnya, pembalasan tarif yang lebih besar dari Uni Eropa dan kekhawatiran akan resesi di AS yang terus mengalami kenaikkan.

    Penerimaan Indonesia juga mengalami penurunan hingga 30% yang mengakibatkan defisit APBN melebar sehingga membutuhkan penerbitan utang yang lebih besar dan tentu saja rupiah kian semakin melemah. Kemudian, potensi tingkat suku bunga Bank Indonesia yang turun juga akan lebih sulit.

    “Semua khawatir bahwa risiko fiskal kian mengalami peningkatan di Indonesia yang membuat banyak pelaku pasar dan investor pada akhirnya memutuskan untuk beralih kepada investasi lain yang jauh lebih aman dan memberikan kepastian imbal hasil,” tutur Nico.

    Prabowo Saham Seperti Judi

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pernah menyatakan bahwa orang kecil yang bermain saham seperti sedang berjudi dan pada akhirnya hanya akan menguntungkan bandar besar.

    Hal ini dia sampaikan saat membuka Sidang Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah yang akan digelar di Universitas Muhammadiyah Kupang, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (4/12/2024).

    “Saya kasih tahu, main-main saham itu kalau orang kecil pasti kalah. Itu untuk orang kecil itu biasanya sama dengan judi itu, yang menang yang bandar, yang besar, yang kuat,” ucapnya dalam forum itu.

    Prabowo kemudian bercerita bahwa dirinya mendapatkan ancaman indeks harga saham gabungan (IHSG) akan turun jika menjalankan program makan bergizi untuk anak-anak sekolah.

    “Apa? Mau beri makan bergizi? hahaha ketawa, di awal mereka tertawakan saya, dan saya tahu mereka mengancam saya, saya tahu saya diancam, nanti harga indeks saham akan turun, di hari-hari pertama saya meluncurkan gagasan makan bergizi sudah muncul. Saya mengerti, saya ini cukup lama jadi orang Indonesia,” ungkap Prabowo.

    Dia menilai bahwa tak harus secara gamblang atau terbuka, seringkali ancaman juga hadir secara halus. Menurutnya, apabila senjata yang terbuka seperti senapan meriam, tetapi juga ada senjata-senjata psikologis layaknya adu domba, fitnah, hoaks, ada ancaman terhadap ekonomi.

    Saat itu, kata Prabowo, dirinya pun dilaporkan tentang harga indeks saham turun akibat gagasan makanan bergizi. Namun, Prabowo menyampaikan, dirinya tidak merasa dirugikan karena bukan pemain saham.

    “Pak, karena gagasan makan bergizi, harga saham indeks turun.’ Saya bilang, saya jawab ke mereka itu, ‘kasih tahu ya, saya nggak punya saham dan rakyat di desa-desa tidak punya saham.’ Benar, kalau saham jatuh, ya pemain-pemain bursa itu [yang rugi],” ujarnya.

    Dia pun melanjutkan bahwa tak hanya ditertawakan karena program makan bergizi, tetapi dirinya juga sempat ditertawakan saat bertekad menjalankan pemerintahan yang bersih dari korupsi.

    “Saya tahu, saya ditertawakan, saya diejek, tapi saya sudah biasa diejek. Mana mungkin menghilangkan korupsi di Indonesia? Mana mungkin menghilangkan kemiskinan? Mana mungkin menghilangkan kelaparan?” pungkas Prabowo.

  • Isu Korupsi, Dwifungsi TNI hingga APBN: Ini Sejumlah Penyebab IHSG Anjlok, Terpaksa Dibekukan – Halaman all

    Isu Korupsi, Dwifungsi TNI hingga APBN: Ini Sejumlah Penyebab IHSG Anjlok, Terpaksa Dibekukan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 6,12 persen atau 395,86 poin ke level 6.076,08 pada perdagangan sesi I, Selasa (18/3/2025).

    Bursa Efek Indonesia (BEI) pun memberlakukan pembekuan sementara (trading halt).

    Ini peristiwa langka yang terjadi di bursa saham domestik.

    BEI pernah memberlakukan trading halt pada awal pandemi atau Maret 2020 lalu.

    Seperti diketahui pada sesi pertama pagi tadi, IHSG melemah 395,87 poin atau 6,12 persen ke level 6.076,08. 

    Indeks LQ45 juga terkoreksi 38,27 poin atau 5,25 persen ke posisi 691,08.

    Berdasarkan aturan BEI, trading halt adalah penghentian sementara perdagangan saham jika IHSG turun lebih dari 5 persen dalam satu hari.

    Lalu apa penyebabnya?

    Ekonom Panin Sekuritas Felix Darmawan menjelaskan pelemahan IHSG masih didominasi oleh sentimen negatif dari dalam negeri.

    Alasannya karena indeks saham regional dan global masih berada di zona hijau.

    Felix merinci terdapat berbagai faktor yang menyebabkan tekanan terhadap indeks. 

    Penurunan penerimaan negara yang memperbesar defisit anggaran serta kebutuhan pembiayaan yang lebih besar.
    Pelaku pasar masih bersikap wait and see terhadap kebijakan Danantara dan Makan Bergizi Gratis (MGB) di tengah proses realokasi anggaran.
    Ketiga, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) juga mengalami penurunan, yang disebabkan kondisi ketenagakerjaan yang suram belakangan ini.  “Situasi ini turut mendorong sejumlah analis asing, seperti Goldman Sachs, JP Morgan, dan Morgan Stanley, untuk menurunkan peringkat saham Indonesia,” kata Felix kepada Kontan, Selasa (18/3/2025).
    Ada sentimen pemangkasan outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 dari 5,2 persen menjadi 4,9 persen oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

    Penyebab lainnya

    Sementara itu, Pengamat Ekonomi Universitas Paramadina Jakarta, Wijayanto Samirin, menambahkan faktor lainnya pemicu IHSG anjlok tadi pagi.

    Pemicu pertama, pasar merespon negatif laporan kinerja APBN 2025 yang buruk  outlook fiscal yang berat di 2025.
    Akibat kebijakan Pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang tidak realistis dan tanpa teknokrasi yang jelas selama ini.
    Pelemahan IHSG yang parah di perdagangan sesi I akibat berbagai isu mega korupsi di Indonesia yang merusak trust atau kepercayaan pasar.
    Reaksi negatif masyarakat tentang Dwi Fungsi TNI yang dikhawatirkan menimbulkan protes besar.
    Kekhawatiran credit rating Indonesia akan turun. Maret-April Fitch dan Moodys akan umumkan, Juni-July S&P akan umumkan,

    Analisis Lain

    Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai anjloknya IHSG disebabkan sejumlah sentimen dalam negeri, seperti nilai penerimaan Indonesia yang mengalami penurunan hingga 30%. 

    Kondisi ini mengakibatkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melebar sehingga membutuhkan penerbitan utang yang lebih besar dan membuat rupiah kian semakin melemah.

    “Penerimaan pajak mengalami penurunan hingga 30.19% YoY, hanya Rp 269 triliun. Defisit APBN Rp 3,2 triliun per bulan 2 kemarin,” kata Nico, kepada awak media, Selasa (18/3).

    Tak hanya itu, belanja pemerintah juga turun 7%. Alhasil utang pun naik 44,77% pada Januari 2025.

    Kemudian, tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) juga akan lebih sulit untuk mengalami penurunan.

    Nico bilang pelaku pasar khawatir bahwa risiko fiskal kian mengalami peningkatan di Indonesia. 

    Ini membuat banyak pelaku pasar dan investor pada akhirnya memutuskan untuk beralih kepada investasi lain yang jauh lebih aman dan memberikan kepastian imbal hasil. 

    “Sehingga saham menjadi tidak menarik, dan mungkin obligasi menjadi pilihan setelah saham,” ujarnya.

    Tak hanya dari dalam negeri, sentimen luar negeri juga ikut memengaruhi pergerakan IHSG.

    Mulai dari, tensi geopolitik, pembalasan tarif dagang yang lebih besar dari Uni Eropa dan kekhawatiran resesi yang terjadi di Amerika Serikat.

    Sumber: Kontan.co.id/Tribunnews.com

     

     

  • Peluang AS Resesi Makin Naik, Ekonom J.P Morgan Bilang Begini

    Peluang AS Resesi Makin Naik, Ekonom J.P Morgan Bilang Begini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Ekonom J.P. Morgan Bruce Kasman mengungkapkan ada sekitar 40% kemungkinan terjadi resesi di Amerika Serikat tahun ini. Selain itu, dia menekankan adanya risiko ‘kerusakan’ terhadap posisi negara itu sebagai tujuan investasi.

    “Posisi kita saat ini adalah dengan kekhawatiran yang meningkat tentang ekonomi AS,” kata Bruce, mengutip Reuters, dikutip Minggu (16/3/2025).

    Bruce memberikan nilai potensi sekitar 40% risiko resesi dalam proyeksinya, naik dari sekitar 30% yang dia perkirakan di awal tahun. Proyeksi J.P Morgan saat ini pertumbuhan PDB AS hanya sebesar 2% tahun ini.

    Saham-saham di AS juga mengalami penurunan beberapa hari terakhir, karena investor semakin khawatir presiden Donald Trump akan memperlambat ekonomi dengan tarif impor.

    Selain itu, 95% ekonom yang disurvei oleh Reuters minggu lalu di Kanada, Meksiko, dan AS mengatakan bahwa risiko resesi di ekonomi mereka meningkat akibat tarif Trump.

    Ekonom di Goldman Sachs dan Morgan Stanley minggu lalu menurunkan proyeksi pertumbuhan PDB AS mereka dan kini memperkirakan pertumbuhan sebesar 1,7% dan 1,5% tahun ini, masing-masing.

    Kasman mengatakan bahwa risiko resesi akan meningkat, kemungkinan menjadi 50% atau lebih, jika tarif timbal balik yang telah diancam Trump untuk diberlakukan mulai April benar-benar diterapkan secara signifikan.

    “Jika kita terus mengikuti jalan ini dengan kebijakan yang lebih merusak dan tidak ramah terhadap bisnis, saya rasa risiko di depan resesi itu akan meningkat,” kata Kasman.

    Dia juga mengatakan bahwa ketidaknyamanan terhadap gaya pemerintahan juga dapat mengguncang kepercayaan investor terhadap aset AS. Itu akan merusak kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun terhadap pasar dan institusi AS.

    “AS tampaknya telah membangun dirinya sebagai tempat di mana orang bisa merasa nyaman tentang supremasi hukum… nyaman tentang integritas aliran informasi, dan mereka bisa merasa nyaman bahwa pemerintah tidak akan terlibat, dengan cara yang tak terduga, dalam aturan permainan,” katanya.

    Kasman mengatakan kebijakan seperti pemangkasan anggaran agensi pemerintah, perubahan peran AS di dunia, dan keputusan-keputusan seperti langkah minggu lalu untuk membubarkan komite penasihat yang membantu pengumpulan data, dapat merusak hal tersebut.

    “Semua hal itu adalah bagian dari ketidakpastian yang telah memasuki kebijakan AS, dan bagian dari risiko dalam proyeksi tahun ini yang saya rasa belum dihargai,” katanya.

    (haa/haa)

  • Apakah Politik Elon Musk Mengancam Tesla dan Kerajaan Bisnisnya?

    Apakah Politik Elon Musk Mengancam Tesla dan Kerajaan Bisnisnya?

    Jakarta

    Mungkin ini adalah tanda paling nyata bahwa manuver politik CEO Tesla, Elon Musk, telah menjadi bumerang bagi bisnisnya.

    Pada Selasa (11/03) di luar Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berdiri di samping miliarder teknologi itu dan sebuah mobil Tesla Model S berwarna merah. Trump mengumumkan, ia akan membeli mobil listrik itu untuk digunakan para stafnya dengan pembayaran penuh.

    Dukungan tak terduga Trump terhadap raksasa kendaraan listrik (EV) itu muncul setelah kritik berbulan-bulan atas keterlibatan Musk dalam politik AS dan luar negeri, termasuk dukungan untuk partai sayap kanan di Eropa, setelah miliaran dolar menguap dari saham Tesla.

    Fakta bahwa Musk mencari dukungan publik melalui presiden AS mengundang aksi protes, boikot konsumen, dan bahkan serangan sabotase terhadap Tesla, stasiun pengisiannya, hingga pabrik produksinya. Perkembangan ini telah mengkhawatirkan para investornya.

    Trump mengecam serangan-serangan terhadap Tesla dan mengatakan itu adalah bentuk “terorisme domestik.”

    Anjloknya penjualan Tesla akibat keterlibatan politik Musk?

    Anjloknya penjualan Tesla semakin menambah tekanan. Di Jerman, di mana Musk menggunakan platform media sosialnya, X untuk mendukung partai sayap kanan AfD pada pemilu parlemen bulan lalu, penjualan Tesla turun 76% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan EV secara keseluruhan di Jerman justru meningkat hampir sepertiga dalam periode yang sama.

    Tren serupa juga muncul di Prancis, di mana penjualan Tesla turun 45% dalam dua bulan pertama tahun ini. Di Australia, penjualan Tesla bahkan turun lebih dari sepertiga dalam empat bulan sejak Trump terpilih kembali.

    Konsumen tampaknya mulai menghindari mobil listrik milik Musk itu, di tengah tuduhan keterlibatan politik dan hubungan Musk yang terlalu dekat dengan Trump. Banyak pemilik Tesla menempelkan stiker di mobil mereka sebagai bentuk protes terhadap perubahan haluan Musk, dengan slogan seperti: “Vintage Tesla – Edisi pra-Kegilaan” atau “Saya membeli mobil ini sebelum Elon kehilangan akal sehatnya.”

    “Musk berpikir ia bisa mengatakan apa pun yang ia inginkan tanpa konsekuensi bagi Tesla,” kata analis Morningstar, Seth Goldstein, kepada Associated Press pekan lalu. “Tesla dulu berada di posisi ideal. Kini, Tesla punya banyak pesaing.”

    Survei terbaru oleh Strategic Vision, meminta warga AS untuk menyebutkan kendaraan favorit mereka. Meskipun banyak warga yang memilih EV dibandingkan model konvensional, tidak satu pun dari mereka memilih Tesla.

    Daniel A. Crane, profesor hukum di Universitas Michigan dan penulis buku tentang Tesla, mencatat bahwa produsen mobil itu “sangat identik dengan kepeduliannya terhadap lingkungan,” dan bagaimana pengemudi Tesla “cenderung berpihak ke kiri secara politik.”

    “Dalam dua tahun terakhir, Musk telah menghancurkan jembatannya dengan kelompok-kelompok itu. Selain itu, dengan hadirnya banyak EV lain di pasar (seperti Rivian dan Lucid, serta produsen otomotif besar lainnya), orang yang ingin punya EV demi alasan kepedulian terhadap lingkungan, kini tidak harus membeli Tesla,” kata Crane kepada DW.

    Crane menambahkan, meskipun Musk mungkin berpikir Tesla bisa menargetkan pendukung Trump di sayap kanan, “Kelompok MAGA justru cenderung paling skeptis terhadap EV.”

    Akhir dari julukan “Teflon Elon”?

    Persaingan ketat antar produsen kendaraan listrik ini telah memicu penurunan besar pada saham Tesla. Dalam tiga bulan terakhir, saham Tesla milik Musk itu turun hampir setengahnya.

    Jumlah kekayaan bersih Musk juga ikut turun sebesar $144 miliar (sekitar Rp2,36 triliun) dalam periode yang sama di tengah skeptisisme yang meningkat terhadap tekad Tesla untuk menghadirkan mobil otonom berbasis kecerdasan buatan.

    Valuasi perusahaan sempat mencapai puncaknya di lebih dari $1,5 triliun (sekitar Rp24,5 kuadriliun) setelah pemilu presiden AS tahun lalu, tetapi pada Senin (10/3) awal pekan ini, saham Tesla anjlok 15% akibat aksi jual di pasar yang dipicu oleh kekhawatiran resesi di AS.

    Musk memberikan dukungan dana sebesar $250 juta (sekitar Rp4,1 triliun) saat kampanye Trump dan sejak saat itu, Musk menjadi penasihat utama Trump dalam pemangkasan pengeluaran pemerintah melalui Departemen Efisiensi Pemerintahan DOGE.

    Keterlibatan Musk itu memicu laporan harian tentang pemotongan anggaran sektor publik, yang disambut baik oleh banyak pemilih AS, tetapi dikritik oleh aktivis, akademisi, dan legislator karena kurangnya pengawasan yang memadai.

    Kontroversi atas peran Musk di DOGE

    Baru-baru ini, protes bertajuk “Tesla Takedown” atau “Turunkan Tesla” itu bermunculan di berbagai dealer Tesla di seluruh AS. Protes itu untuk menentang peran Musk di DOGE, yang sejauh ini telah membatalkan kontrak senilai $60 miliar (sekitar 945 triliun) yang mendanai program kemanusiaan di seluruh dunia.

    Warga AS sedang menyaksikan “pemusatan kekuasaan yang luar biasa pada seseorang yang tidak memiliki izin keamanan tingkat tinggi dan tidak menjalani proses konfirmasi Senat,” kata Don Moynihan, profesor di Ford School of Public Policy, Universitas Michigan, kepada Reuters bulan lalu.

    Moynihan menilai, akses Musk terhadap data pemerintah yang sensitif tanpa pengawasan yang memadai itu sebagai sesuatu yang “mengkhawatirkan” dan “belum pernah terjadi sebelumnya.”

    Sementara itu, bisnis Musk lainnya masih berkembang. Ada SpaceX, perusahaan luar angkasa swasta pertama milik Musk. Selain itu, ada Neuralink, yang mengembangkan antarmuka yang ditanamkan pada otak. Lalu, ada xAI yang menciptakan chatbot AI Grok, serta platform media sosial X. Perusahaan infrastruktur dan konstruksi terowongan The Boring Company juga dimiliki oleh Musk. Ia juga memiliki ambisi untuk menjajah Mars.

    Tidak seperti Tesla, perusahaan-perusahaan itu tidak terdaftar di bursa saham tetapi masih bisa diperdagangkan oleh investor di pasar sekunder. Bloomberg melaporkan pada Rabu (12/03), meskipun valuasi Tesla merosot, nilai gabungan dari empat perusahaan swasta milik Musk itu justru naik 45% sejak pemilu, menurut analisis dari platform perdagangan Caplight. Harga saham xAI bahkan meningkat 110% sejak 5 November 2024.

    Akankah Musk mundur dari Tesla?

    Bulan lalu, Brad Lander, pengawas keuangan Kota New York, yang mengelola dana pensiun karyawan dengan kepemilikan saham Tesla senilai $1,25 miliar (sekitar Rp20,5 triliun), mengatakan Musk harus mundur sebagai CEO Tesla tetapi tetap berada di dewan direksi. Menurutnya, langkah ini akan mengembalikan Tesla ke “model dasar tata kelola pemegang saham di AS.”

    Meskipun Musk secara terbuka mengatakan bahwa keterlibatannya dengan DOGE kemungkinan akan berlangsung selama satu tahun lagi, salah satu investor paling optimis, Dan Ives, kini berpikir Musk harus meninggalkan komitmennya dalam pemerintahan Trump.

    “Waktu untuk Musk dan DOGE sudah berakhir … dia perlu kembali fokus sebagai CEO Tesla,” kata Ives kepada DW. “Keseimbangan adalah kunci, dan itu yang harus dilakukan Musk untuk menghentikan anjloknya saham Tesla.”

    Sebuah jajak pendapat oleh bank investasi AS Morgan Stanley menunjukkan bahwa 85% investor meyakini langkah Musk ke dunia politik itu akan berdampak “negatif” atau “sangat negatif” terhadap bisnis Tesla.

    Artikel ini diadaptasi dari DW berbahasa Inggris

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Donald Trump Mati-matian Bela Elon Musk

    Donald Trump Mati-matian Bela Elon Musk

    Jakarta

    Tampaknya persahabatan antara Presiden AS Donald Trump dan Elon Musk erat sekali. Baru-baru ini, Trump sampai beli Tesla demi mendukung usaha sang miliarder pasca insiden perusakan dealer Tesla.

    “Saya akan membeli Tesla baru besok pagi sebagai bentuk kepercayaan dan dukungan untuk Elon Musk, warga Amerika yang benar-benar hebat,” tulis Trump dalam sebuah postingan yang dipublikasikan di Truth Social.

    Trump mengatakan ‘para penganut sayap kiri radikal secara ilegal dan kolusi’ yang memboikot Tesla. Trump bahkan menyebut Tesla salah satu produsen mobil terbaik di dunia. Tindakan ini, kata Trump, dimaksudkan sebagai serangan terhadap Musk dan apa yang diperjuangkannya. Trump juga mengatakan bahwa ia akan menganggap kekerasan terhadap dealer Tesla sebagai terorisme domestik, menurut Reuters.

    Melansir CNBC, Kamis (13/3/2025) perlu dicatat tidaklah ilegal bagi konsumen untuk memboikot perusahaan. Mahkamah Agung pada tahun 1982 memutuskan bahwa Amandemen Pertama melindungi hak warga Amerika untuk memprotes bisnis swasta.

    Dukungan Musk terhadap Trump telah memicu reaksi keras. Para analis menyebut pergeseran reputasi ini sebagai pendorong masalah bagi saham produsen mobil tersebut, yang membukukan hari terburuknya sejak 2020 pada hari Senin dan turun sekitar 43% pada tahun 2025.

    Musk mengakui pukulan terhadap bisnisnya dalam sebuah wawancara pada hari Senin, dengan mengatakan bahwa ia menjalankannya dengan sangat sulit karena perannya yang penting dalam pemerintahan ini. Musk adalah kepala Department of Government Efficiency (DOGE), bagian pemotongan anggaran di pemerintahan Trump.

    Laporan tentang kendaraan dan dealer Tesla yang dirusak, serta protes, menjadi bukti meningkatnya penentangan terhadap Musk makin parah. Penurunan penjualan di Eropa menimbulkan kekhawatiran bahwa kehadiran Musk sebagai tokoh politik di seluruh dunia menghambat citra merek.

    “Ketika mobil orang-orang terancam dirusak atau dibakar di luar sana, bahkan orang-orang yang mendukung Musk atau acuh tak acuh (terhadap) Musk mungkin berpikir dua kali untuk membeli Tesla,” kata analis Baird Ben Kallo pada hari Senin di ‘Squawk on the Street’ CNBC.

    Terakhir, saham Tesla naik 3,8% dalam perdagangan hari Selasa, mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut. Selain promosi Trump terhadap Tesla, saham tersebut mungkin juga terbantu oleh catatan kepada klien dari Morgan Stanley yang menyarankan mereka untuk membeli saham setelah penurunan tajam.

    (ask/fay)

  • Israel Bebaskan 5 Tahanan Lebanon Sebagai Bagian dari Kesepakatan yang Disponsori Amerika Serikat – Halaman all

    Israel Bebaskan 5 Tahanan Lebanon Sebagai Bagian dari Kesepakatan yang Disponsori Amerika Serikat – Halaman all

    Israel Bebaskan 5 Tahanan Lebanon Sebagai Bagian dari Kesepakatan yang Disponsori AS

    TRIBUNNEWS.COM- Palang Merah Internasional menyelamatkan lima tahanan Lebanon di Lebanon selatan yang dibebaskan dari tahanan Israel pada 11 Maret.

    Kesepakatan ini, yang juga melibatkan Prancis, bertujuan untuk ‘menyelesaikan masalah-masalah yang belum terselesaikan’ termasuk wilayah Lebanon yang telah diduduki selama beberapa dekade.

    Palang Merah mengirim kendaraan ke persimpangan Naqoura di Lebanon selatan untuk menyelamatkan para tahanan. 

    Jurnalis Israel dan koresponden Axios , Barak Ravid, melaporkan pada hari Selasa bahwa “setelah mediasi Amerika, Israel dan Lebanon telah sepakat untuk membuka negosiasi guna menyelesaikan perselisihan mengenai perbatasan darat antara kedua negara,” mengutip seorang pejabat senior AS. 

    “Menurut [pejabat AS], sebagai bagian dari kesepahaman antara kedua belah pihak, Israel membuat isyarat untuk membebaskan lima warga Lebanon yang ditangkap oleh pasukan IDF selama pertempuran tahun lalu,” tambah Ravid. 

    Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebagai “isyarat niat baik” kepada Presiden Lebanon Joseph Aoun, Tel Aviv memutuskan untuk membebaskan kelima tahanan tersebut.

    Kantor Netanyahu juga mengatakan ada kesepakatan bagi AS, Prancis, dan Lebanon untuk membentuk “kelompok kerja” yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah perbatasan.

    Utusan AS untuk kawasan tersebut, Morgan Ortagus, mengatakan pada 11 Maret bahwa AS “menyatukan Lebanon dan Israel untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan menyelesaikan beberapa masalah yang belum terselesaikan secara diplomatis,” termasuk pembebasan tahanan dan “titik-titik yang disengketakan di sepanjang Garis Biru,” serta lima lokasi di selatan tempat Israel mempertahankan pendudukan setelah gencatan senjata yang melanggar kesepakatan.

    Daerah seperti Shebaa Farms, perbukitan Kfar Shuba, kota Ghajar, dan lainnya telah diduduki secara ilegal oleh Israel selama beberapa dekade.

    “Semua pihak yang terlibat tetap berkomitmen untuk mempertahankan perjanjian gencatan senjata,” tambah Ortagus. 

    Tentara Israel menangkap banyak tawanan selama operasi darat melawan Hizbullah pada bulan Oktober dan November tahun lalu, dan bahkan setelah gencatan senjata, yang terus dilanggarnya dengan serangan tanpa henti dan pendudukan lima lokasi utama di sepanjang perbatasan. 

    Pada hari Minggu, seorang tentara Lebanon ditembak di kaki dan diculik oleh pasukan Israel. 

    Penyerahan tahanan Lebanon itu dilakukan setelah beberapa serangan udara di Lebanon selatan pada hari Selasa, yang menewaskan sedikitnya dua orang. 

     

    SUMBER: THE CRADLE

  • Film Musikal ‘Siapa Dia..’ Batal Dirilis

    Film Musikal ‘Siapa Dia..’ Batal Dirilis

    Liputan6.com, Yogyakarta – Film musikal garapan Garin Nugroho, Siapa Dia.., dikabarkan batal dirilis. Sebelumnya, film produksi Fabis Entertainment ini dijadwalkan tayang tahun ini.

    Kabar batalnya penayangan film Siapa Dia.. disampaikan langsung oleh produser eksekutif Faizal Lubis melalui unggahan Instagram @fabis.entertainment. Dalam pernyataan tersebut dikatakan bahwa film Siapa Dia.. batal dirilis, bukan ditunda atau pindah jadwal.

    “Hari ini saya ingin menyampaikan kepada semua yang terlibat di film ini. Bahwa film ini saya batalkan untuk rilis. Walaupun film ini sudah selesai secara kreatif dan administrasi, namun saya tetap memutuskan untuk saya batalkan,” berikut penggalan pernyataan yang diunggah Faizal Lubis.

    Terkait alasan pembatalan, Faizal Lubis mengatakan bahwa alasan utamanya tak mungkin ia sampaikan di muka publik. Ia meminta maaf kepada semua yang terlibat dalam film ini.

    Sejak pernyataan tersebut diunggah, belum ada konfirmasi dari Garin Nugroho selaku sutradara dan Nicholas Saputra selalu pemeran utama. Mendengar kabar ini, para pencinta film pun cukup kecewa mengingat film ini sudah melalui proses produksi yang cukup panjang.

    Sebelumnya, bocoran trailer film Siapa Dia.. pertama kali ditayangkan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024 di tengah JAFF Market. Trailer tersebut tayang sebelum pemutaran film Samsara garapan Garin Nugroho.

    Hingga pada Februari 2025, official teaser film ini dirilis. Beberapa sumber menyebut, film ini telah diproduksi sejak 2022.

    Film ini mengisahkan seorang laki-laki bernama Layar yang mengajak penonton untuk mencari cinta dengan menyanyi dan menari. Beberapa aktor, aktris, dan penyanyi populer Indonesia terlibat dalam film ini, mulai dari Nicholas Saputra, Amanda Rawles, Gisella Anastasia, Ariel Tatum, Happy Salma, Widi Mulia, Cindy Nirmala, Dira Sugandi, Morgan Oey, Monita Tahalea, Joanna Alexandra, Siti Nursanti, Bima Zeno, dan masih banyak lagi.

    Secara garis besar, film musikal ini mengangkat sejarah film Indonesia, mulai dari era 1.0 hingga era 4.0 yang dikemas menjadi sebuah tontonan menyenangkan. Sayangnya, film Siapa Dia.. dipastikan batal dirilis.

    Penulis: Resla