Tag: Mohammad Idris

  • Wali Kota Depok Tinjau Persiapan Pendidikan Karakter di Markas Divisi 1 Kostrad: Ingin Tingkatkan Disiplin Anak – Page 3

    Wali Kota Depok Tinjau Persiapan Pendidikan Karakter di Markas Divisi 1 Kostrad: Ingin Tingkatkan Disiplin Anak – Page 3

     

    Supian mengapresiasi pihak Kostrad sudah bersedia bekerja sama membantu terhadap program pendidikan karakter.

    Pemerintah Kota Depok sebelumnya telah membuka pendaftaran kepada orang tua yang ingin anaknya mengikuti pendidikan karakter.

    “Kita sudah membuka kesempatan untuk orangtua yang anaknya berkenan mengikuti pendidikan, atau mengikuti pembinaan karakter ini, enggak lama hanya 10 hari,” jelas dia.

     Supian mengungkapkan, awalnya Pemerintah Kota Depok membuka kuota sebanyak 50 siswa, namun antusias orang tua yang mendaftar mencapai 378 orang.

    Melihat hal tersebut, Pemerintah Kota Depok akan melakukan seleksi terhadap anak yang lebih diprioritaskan mengikuti pendidikan karakter.

    “Kita menambah kuota jadi 100 orang. 100 orang ini yaitu 25 orang wanita, 75 orang yang pria,” jelas Supian.

    Dia pun mengungkapkan, tingginya antusias masyarakat mendaftarkan anaknya mengikuti pendidikan karakter, Pemerintah Kota Depok akan mengevaluasi kembali terhadap pendidikan tersebut.

    Apabila memungkinkan, pendidikan karakter akan dilanjutkan dengan terlebih dahulu melihat dari perubahan anggaran dan bergantung pada ketersediaan tempat pendidikan.

    “Alhamdulillah dalam kesempatan ini di Kostrad khususnya Batalyon 328 ini lagi bisa, biasanya juga ada sibuk, kegiatan ini juga sangat bergantung kepada tempat,” tutur Supian.

     

  • Wamen Dikdasmen Akui Anak Inklusi Butuh Bantuan Guru Pendamping – Page 3

    Wamen Dikdasmen Akui Anak Inklusi Butuh Bantuan Guru Pendamping – Page 3

    Atip turut mengapresiasi Pemerintah Kota Depok akan menyediakan rumah Istimewa untuk anak inklusi. program tersebut turut membantu sekolah inklusi yang belum sepenuhnya memiliki guru pendamping.

    “Rumah istimewa Pak Walikota itu adalah program dari beliau, untuk membantu sekolah inklusi yang belum sepenuhnya dikelola, ya dengan ketersediaan guru pendamping. Jadi nanti ada rumah didik anak istimewa,” tutur Atip.

    Sementara, Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, salah satu hal yang menjadi tantangan sekolah inklusi, yakni guru pendamping. Nantinya guru pendamping bertanggung jawab atau khusus menjadi bagian menangani, melayani anak Istimewa.

    “Tapi Alhamdulillah tadi dengan segala keterbatasan kita masih bisa memfasilitasi,” ujar Supian.

    Supian menilai, hadirnya rumah didik anak istimewa akan lebih meningkatkan kemampuan dan kompetensi anak Istimewa. Nantinya akan Istimewa akan diberikan pembimbingan dan pelatihan di rumah didik anak Istimewa.

    “Kalau disini (sekolah negeri) lebih kepada mengikuti pendidikan formalnya gitu, tetapi untuk bakatnya, kemampuannya, potensinya nanti akan lebih tergali lagi dengan hadirnya rumah didik anak Istimewa,” kata Supian.

     

  • Gubernur Jawa Barat Serahkan Polemik Warga Kampung Baru kepada Pemilik Lahan – Page 3

    Gubernur Jawa Barat Serahkan Polemik Warga Kampung Baru kepada Pemilik Lahan – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyerahkan sepenuhnya polemik kependudukan warga Kampung Baru, Cimanggis, Depok, kepada pemilik lahan. Diketahui warga yang tinggal di Kampung Baru menggunakan lahan milik Pemerintah Kota Depok, Sekretariat Negara, dan Perusahaan Property.

    “Kewenangan milik Setneg, ya selanjutnya nanti Gubernur berkirim surat kepada Pemkot, kepada Mensesneg dan kepada PP untuk memohon kejelasan, apa tindakan yang akan dilakukan, apakah diberikan atau tetap dikuasai,” ujar Dedi, Jumat (9/5/2025).

    Dedi tidak dapat memutuskan warga Kampung Baru dapat tinggal di lokasi lahan yang di kuasai Pemkot Depok, Setneg, maupun perusahaan Property. Menurutnya, diperboleh atau tidaknya warga tinggal di lokasi tersebut merupakan kewenangan pemilik lahan.

    “Saya tidak bisa memutuskan itu kan kewenangannya bukan di Gubernur, kan kewenangannya di pemilik lahan. Pemilik lahannya kan tiga, Pemkot, Setneg, dengan PP,” jelas Dedi.

    Keberadaan Dedi mendatangi lokasi warga Kampung Baru hanya berusaha menengahi permasalahan status kependudukan. Nantinya permasalahan tersebut dapat diselesaikan dan mendapatkan solusi.

    “Gubernur kan hanya sekedar menengahi dan kemudian agar semuanya ada solusi, ya nanti kita pasti ada rapat tertutup,” ucap Dedi.

    Sementara, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah mengatakan, Pemerintah Kota Depok sedang melakukan pendataan warga yang tinggal di Kampung Baru. Dari data sementara, terdapat 91 kepala keluarga tinggal di lokasi tersebut.

    “Dari pendataan tersebut terdapat 91 kepala keluarga dan terdiri dari 299 jiwa yang tinggal disana,” terang Chandra.

     

  • Gerbang Digembok Ahli Waris yang Kecewa Dijanjikan Jadi PNS, Siswa SD di Depok Tak Bisa Sekolah – Halaman all

    Gerbang Digembok Ahli Waris yang Kecewa Dijanjikan Jadi PNS, Siswa SD di Depok Tak Bisa Sekolah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Utan Jaya di Kota Depok, Jawa Barat tidak bisa bersekolah imbas gerbang yang digembok oleh ahli waris.

    Akibatnya, para murid dan guru tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) sejak Rabu hingga Kamis(8/5/2025).

    Aktivitas sekolah ini mandek karena polemik sengketa lahan sekolah di Kecamatan Cipayung yang belum menemukan titik terang antara ahli waris bernama Namit bin Sairan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

    Usut punya usut, persoalan sengketa lahan SDN Utan Jaya Depok dengan ahli waris sudah terjadi sejak lama.

    Ahli waris mengaku kecewa lantaran dijanjikan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

    Konflik ini bermula ketika Namit menghibahkan tanahnya untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

    Pada tahun 1990, Kecamatan Cipayung masih menjadi bagian dari wilayah Pemkab Bogor.

    Sebelumnya, keluarga Namit telah mendirikan yayasan sekolah Islam, Madrasah Ibtidaiyah (MI) karena di lingkungan tersebut belum ada sekolah.

    Keluarga Namit diminta agar menghibahkan sebagian lahan dan membayar bangunan.

    Hal ini diungkapkan perwakilan pihak ahli waris, Mochtar.

    Menurut Mochtar, lahan dan bangunan SDN Utan Jaya resmi milik keluarganya dengan bukti Letter C No 603/836 Persil 156 atas nama Namit bin Sairan.

    “Mereka menjanjikan keluarga saya untuk diangkat pejabat, empat orang, pegawai PNS,” kata Mochtar.

    “Nah ternyata setelah keluarga kami diminta KTP, selama dua tahun belum ada jawaban,” sambungnya.

    Namun, hingga yayasan MI berubah menjadi SDN Utan Jaya, ahli waris mengaku tidak mendapatkan apa-apa.

    Pihak pemerintah kala itu berdalih, keluarga Namit bin Sairan tidak lulus tes PNS. 

    Padahal menurut Mochtar, keluarganya sama sekali tidak pernah mengikuti tes PNS.

    Untuk itu, pihak ahli waris meminta agar Pemkot Depok membeli lahan seluas dengan harga Rp20 miliar.

    Dibongkar Satpol PP

    Satpol PP akhirnya membongkar gembok rantai yang menutup gerbang SDN Utan Jaya pada Kamis (8/5/2025).

    Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah menegaskan, proses KBM tidak boleh terhambat lagi.

    “Pol PP sudah melakukan pembukaan gembok, intinya proses belajar mengajar tidak boleh terhambat,” kata Chandra.

    “Dan kami meminta tidak boleh ada lagi aksi-aksi serupa dikarenakan nih ternyata sudah yang kesekian kali, enggak boleh ada,” sambungnya.

    Chandra meminta agar ahli waris menggugat persoalan sengketa lahan ke pengadilan dan tidak melakukan tindakan sewenang-wenang.

    “Sehingga kami mempersilahkan mereka untuk menempuh jalur hukum,” ungkapnya.

    Usai pembongkaran gembok gerbang SDN Utan Jaya, kegiatan KBM kembali berjalan normal.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsDepok.com dengan judul Kasus Sengketa Lahan SDN Utan Jaya Depok, Ahli Waris Ngaku Kena PHP Dijanjikan Jadi PNS.

    (Tribunnews.com/Isti Prasetya, TribunnewsDepok.com/M. Rifqi Ibnumasy)

  • Car Free Day Margonda Depok Resmi Diperluas Jadi 4 Km
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        8 Mei 2025

    Car Free Day Margonda Depok Resmi Diperluas Jadi 4 Km Megapolitan 8 Mei 2025

    Car Free Day Margonda Depok Resmi Diperluas Jadi 4 Km
    Penulis
    DEPOK, KOMPAS.com – 
    Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan mulai memberlakukan perluasan area
    Car Free Day
    (
    CFD
    ) di Jalan Margonda Raya menjadi dua jalur dengan total panjang 4 kilometer, mulai Minggu, 11 Mei 2025.
    Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya menyediakan ruang publik yang lebih sehat dan ramah lingkungan bagi warga.
    Wakil Wali Kota Depok, Candra Rahmansyah menyampaikan, bahwa keputusan tersebut merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Supian Suri sebagai bentuk dukungan terhadap gaya hidup sehat dan pengurangan emisi.
    “CFD dua lajur ini adalah komitmen untuk menyediakan ruang publik yang nyaman serta mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat,” ujar Candra, Kamis (8/5/2025), dilansir dari situs resmi Pemkot Depok.
    Untuk mendukung pelaksanaan
    CFD Jalan Margonda
    , Pemkot Depok telah menyiapkan alternatif lalu lintas, yakni jalur cepat tetap dibuka untuk kendaraan darurat dan angkutan umum seperti Biskita Trans Depok.
    Selain itu, parkir resmi juga akan disediakan di beberapa titik lokasi sekitar CFD Jalan Margonda.
    Selama CFD berlangsung, masyarakat diimbau tidak parkir sembarangan, menggunakan kendaraan umum atau sepeda, dan menjaga ketertiban.
    Sejumlah ketentuan juga akan diberlakukan secara ketat, seperti dilarang ada parkir liar, pedagang liar, dan pungli.
    Selain itu, untuk aktivitas politik dalam bentuk apa pun tidak diperbolehkan selama CFD Jalan Margonda berlangsung.
    Sedangkan, untuk pedagang akan diarahkan ke lokasi khusus melalui koordinasi dengan DKUM dan Disdagin.
    Pemkot juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
    Tempat sampah akan disediakan dan pengelolaan sampah akan dibantu oleh petugas kebersihan.
    Pemkot Depok juga tengah menyiapkan skema partisipasi bagi pelaku UMKM dan warga disabilitas, agar kegiatan CFD dapat berjalan lebih inklusif dan bermanfaat bagi berbagai kalangan.
    Pelaksanaan CFD dua lajur di Jalan Margonda dengan total jarak 4 km ini akan terus dievaluasi oleh Pemkot Depok.
    Candra menyatakan, bahwa pihaknya terbuka terhadap masukan dari masyarakat guna menyempurnakan kegiatan ini ke depannya.
    “CFD ini bukan hanya untuk olahraga, tapi juga sebagai ruang silaturahmi dan kontribusi bersama dalam menurunkan emisi di Kota Depok. Mari kita rawat bersama,” tutup Candra.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Lebaran Kukusan Depok Segera Digelar, Hadirkan Lomba Unik “Nyap-nyap” Khas Betawi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Mei 2025

    Lebaran Kukusan Depok Segera Digelar, Hadirkan Lomba Unik “Nyap-nyap” Khas Betawi Megapolitan 7 Mei 2025

    Lebaran Kukusan Depok Segera Digelar, Hadirkan Lomba Unik “Nyap-nyap” Khas Betawi
    Penulis
    DEPOK, KOMPAS.com – 
    Warga Depok, khususnya di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji akan menggelar perayaan
    Lebaran Kukusan 2025
    .
    Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 10–11 Mei 2025, dan dipusatkan di Lapangan Bola Kukusan, Depok.
    Rangkaian acara Lebaran Kukusan 2025 akan dibuka dengan
    Festival Malam Mangkat
    pada Sabtu (10/5/2025) malam.
    Festival Malam Mangkat ini menjadi penanda dimulainya Lebaran Kukusan yang telah menjadi agenda tahunan warga Kukusan.
    Ketua Panitia, Syafrudin Abto menyebutkan, bahwa acara malam mangkat akan diisi oleh doa bersama, lomba nyap-nyap, dan hiburan rakyat.
    “Festival ini dibuka dengan semangat kebersamaan. Kami juga mengangkat nuansa nostalgia lewat imbauan bagi peserta untuk mengenakan pakaian jadul bergaya tahun 70–80-an,” kata Syafrudin yang juga menjabat sebagai Ketua LPM Kukusan, Rabu (7/5/2025), dikutip dari situs resmi Pemkot Depok.
    Salah satu acara unggulan Festival Malam Mangkat adalah lomba nyap-nyap, kompetisi yang mengangkat gaya bicara khas
    Betawi
    saat mengomel, namun dikemas secara jenaka dan sarat pesan moral.
    “Setiap RW mengirim satu wakil. Lewat nyap-nyap ini, kita ingin sampaikan bahwa gaya ngomel orang Betawi juga bisa jadi media kritik sosial yang lucu tapi dalam,” ujar Syafrudin.
    Sementara itu, Puncak Lebaran Kukusan 2025 akan digelar pada Minggu (11/5/2025) di Lapangan Bola Kukusan.
    Lebaran Kukusan 2025 akan diisi dengan kegiatan pawai rantangan, yakni tradisi membawa makanan dalam wadah untuk dibagikan ke tetangga, serta berbagai lomba dan permainan rakyat yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat Kukusan.
    Sehari setelah Lebaran Kukusan 2025, Pemkot Depok akan menggelar
    Lebaran Depok 2025
    mulai 11 Mei 2025 dan akan berlangsung selama tujuh hari hingga 17 Mei 2025.
    Lebaran Depok 2025 akan menampilkan konsep yang lebih inklusif, memadukan budaya Betawi dengan kekayaan budaya Nusantara.
    “Tahun ini kita hadirkan lebih banyak budaya dari perantau yang menjadi bagian dari masyarakat Depok, seperti dari Sumatra, Sulawesi, hingga Maluku,” ujar Wali Kota Depok Supian Suri, dikutip dari situs resmi Pemkot Depok.
    Meski demikian, ciri khas tradisi Betawi tetap dipertahankan. Di antaranya seperti, acara ngubek empang, nyuci perabotan, bikin dodol, nyedengin baju, motong kebo andil, pasar pengabisan, hingga nyorog/rantangan.
    Lebaran Depok 2025 akan digelar di lokasi utama di Alun-Alun Timur, Grand Depok City (GDC) dan titik-titik budaya lainnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Muncul Fenomena Baru di Media Sosial: Anak-anak Takut “Dijemput” Dedi Mulyadi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Mei 2025

    Muncul Fenomena Baru di Media Sosial: Anak-anak Takut “Dijemput” Dedi Mulyadi Megapolitan 7 Mei 2025

    Muncul Fenomena Baru di Media Sosial: Anak-anak Takut “Dijemput” Dedi Mulyadi
    Penulis
    KOMPAS.com – 
    Belakangan ini muncul fenomena baru di media sosial, yakni anak-anak takut dijemput oleh Gubernur
    Dedi Mulyadi
    jika tidak mematuhi orang tua.
    Ketakutan ini muncul usai para anak-anak tersebut ditunjukkan video Dedi Mulyadi yang memperingatkan anak-anak yang tidak mematuhi orang tua agar bersiap dijemput ke
    barak militer
    .
    Video peringatan tersebut diunggah Dedi Mulyadi di akun Instagram pribadinya @
    dedimulyadi71
    .
    Dedi Mulyadi memberi peringatan bagi anak-anak yang tidak mau mandi, makan, tidur tepat waktu, atau menuruti nasihat orang tua.
    “Hayooo, anak-anak yang enggak mau mandi, gak mau makan, gak mau tidur (suka begadang), susah bangun pagi, enggak mau ke sekolah, jajan terus, awas ya kalau sampai melawan orang tuanya, enggak patuh, awas Pak Gubernur nanti datang ke rumahnya, ngejemput,” ujar Dedi dalam video yang diunggahnya.
    Dalam video tersebut, Dedi menegaskan, bahwa anak-anak yang tidak patuh hanya punya dua pilihan, yakni patuh kepada orang tua atau dibawa olehnya ke barak militer.
    Salah satu video yang menunjukkan seorang anak-anak ketakutan usai melihat peringatan tersebut bahkan diunggah ulang oleh Dedi Mulyadi di akun Instagram pribadinya dengan keterangan, “
    Tips #Parenting paling up to date. Awalnya takut, akhirnya manggut-manggut
    .”
    Fenomena baru yang muncul ini bermula dari kebijakan Dedi Mulyadi yang mengirim siswa-siswi Jawa Barat yang bermasalah ke barak militer.
    Kebijakan tersebut diluncurkan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Jumat (2/5/2025).
    Program ini mengirim siswa-siswi yang dianggap “nakal” atau berperilaku menyimpang ke barak militer untuk dibina selama enam bulan.
    Pada tahap awal, program ini dijalankan di Kabupaten Purwakarta dan Kota Bandung.
    Sementara itu, menanggapi program tersebut, Wali Kota Depok Supian Suri menyatakan membuka peluang untuk menerapkannya di wilayahnya.
    Supian menilai Depok memiliki infrastruktur pendukung seperti markas Brimob dan Kostrad yang dapat dimanfaatkan.
    Meski masih dalam tahap kajian, Supian menilai program ini berpotensi menjadi solusi bagi orang tua yang kesulitan mengatasi perilaku anak.
    Senada dengan hal itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan telah menyiapkan dua lokasi pendidikan militer bagi pelajar nakal di Bekasi, yakni Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela dan Batalyon Armed 7/155 GS.
    Tri menilai program ini bisa membentuk mental dan semangat kebangsaan pada anak-anak. Namun, ia juga menekankan pentingnya evaluasi untuk mengukur efektivitasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Abaikan Larangan Dedi Mulyadi, Pelajar di Kota Depok Nekat Berangkat ke Sekolah Pakai Sepeda Motor – Halaman all

    Abaikan Larangan Dedi Mulyadi, Pelajar di Kota Depok Nekat Berangkat ke Sekolah Pakai Sepeda Motor – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Masih banyak pelajar di Kota Depok, Jawa Barat, yang berangkat sekolah mengendarai sepeda motor.

    Padahal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah melarang pelajar mengendarai sepeda motor dan membawa handphone ke sekolah per 2 Mei 2025.

    Berdasarkan pantauan TribunnewsDepok.com pada Selasa (6/5/2025), di Jalan Raya Bogor-Jakarta, seorang pelajar perempuan terlihat mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm.

    Seorang pelajar pengguna sepeda motor, AH (15), mengaku menggunakan sepeda motor ke sekolah untuk mempercepat waktu.

    Meski belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), ia tetap nekat mengendarai sepeda motor ke sekolah.

    Kemudian, terkait larangan Dedi Mulyadi, ia menilai hanya diperuntukkan bagi siswa yang rumahnya dekat.

    “Alasan pakai motor karena membantu kita lebih cepat ke sekolah,” ungkap AH, Selasa.

    Bus Sekolah untuk Pelajar di Depok

    Dedi Mulyadi telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 43/PK.03.04/KESRA yang secara khusus ditujukan ke seluruh satuan pendidikan dan siswa-siswi di wilayah Jawa Barat.

    “Peserta didik yang belum cukup umur dilarang menggunakan kendaraan bermotor, serta mengoptimalkan penggunaan angkutan umum, atau berjalan kaki dengan jangkauan sesuai dengan kemampuan fisik peserta didik,” bunyi surat tersebut.

    Wali Kota Depok, Supian Suri, meminta agar para siswa yang sekolahnya terjangkau angkutan umum agar memanfaatkannya.

    “Yang belum, nanti seiring waktu kita akan coba fasilitasi angkut ke sekolah-sekolah yang hari ini belum terfasilitasi dengan angkutan umum,” katanya, Selasa, dilansir TribunnewsDepok.com.

    Supian Suri lantas mengakui, peraturan larangan pelajar mengendarai sepeda motor masih terkendala ketersediaan angkutan umum yang menjangkau sekolah-sekolah yang ada di Kota Depok.

    “Kita juga tahu bahwa enggak semua sekolah-sekolah kita itu terfasilitasi dengan kendaraan umum. Itu yang menjadi masalah kalau kita wajibkan seluruhnya enggak boleh naik motor,” jelasnya.

    Saat ini, Pemkot Depok hanya memiliki dua unit bus sekolah.

    Jumlah tersebut masih sangat terbatas untuk melayani semua pelajar.

    Sehingga, Pemkot Depok ingin memfasilitasi ketersediaan angkutan umum ke sekolah, sebelum peraturan tersebut benar-benar ditegakkan.

    “Sehingga tadi upaya kita mengajak anak-anak kita tidak menggunakan motor, ini benar-benar bisa kita fasilitasi dulu angkutannya,” imbuh Supian Suri.

    Kata Orang Tua Murid

    Seorang wali murid, Selassie, mengaku setuju dengan larangan pelajar mengendarai sepeda motor ke sekolah.

    Selassie mengatakan, larangan tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas bagi pelajar.

    Ia pun meminta agar Pemerintah Kota Depok mensosialisasikan program larangan pelajar mengendarai sepeda motor demi keselamatan.

    “Bagus, biar meminimalisir kecelakaan,” ujarnya di Kota Depok, Selasa, dikutip dari TribunnewsDepok.com.

    GUBERNUR JABAR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025). (Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra)

    Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melarang pelajar mengendarai sepeda motor ke sekolah, sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    “Per hari ini anak SD dan SMP tidak boleh bawa sepeda motor dan HP,” ujarnya setelah memimpin upacara Hardiknas di Lapangan Rindam III Siliwangi, Jumat (2/5/2025).

    “Untuk anak SMA itu yang belum cukup umur tidak boleh bawa kendaraan bermotor.”

    “Kan itu Undang-undang lalu lintas, selama ini penegakannya tidak bisa berjalan karena ada keraguan tindakan di lapangan,” jelasnya.

    Dedi Mulyadi menilai, anak-anak yang belum cukup umur tidak diberikan kebebasan mengendarai kendaraan bermotor karena berbahaya dan melanggar aturan.

    Sedangkan, larangan membawa handphone tersebut agar para pelajar fokus saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

    “Kami sedang mengkaji aturan dan akan segera menerapkan larangan membawa handphone ke ruang kelas, khususnya di tingkat SD dan SMP,” imbuhnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribundepok.com dengan judul Tak Pakai Helm, Ngerinya Pelajar Depok Kendari Motor ke Sekolah Meski sudah Dilarang Dedi Mulyadi

    (Tribunnews.com/Nuryanti) (TribunnewsDepok.com/M. Rifqi Ibnumasy)

    Berita lain terkait Dedi Mulyadi

  • Top 3 News: Kasus Anak Hilang Pesanggrahan Jaksel, Keluarga Sempat Dapat Pesan Alvaro Ditemukan di IG – Page 3

    Top 3 News: Kasus Anak Hilang Pesanggrahan Jaksel, Keluarga Sempat Dapat Pesan Alvaro Ditemukan di IG – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Alvaro Kiano Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang hilang sejak 6 Maret 2025 lalu di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel), masih misterius. Itulah top 3 news hari ini.

    Pihak keluarga mengaku sempat mendapatkan pesan dari sebuah akun Instagram (IG) tak dikenal. Akun tersebut mengaku menemukan anak kecil yang mirip dengan sosok Alvaro.

    Si pengirim menyebut anak itu sedang kebingungan di pinggir jalan. Saat itu, anaknya, Arum sempat meminta foto atau video untuk memastikan sosok Alvaro Kiano Nugroho, tapi si pengirim menolak dengan dalih memori ponsel penuh.

    Sementara itu, car free day pertama kalinya dilaksanakan Pemerintah Kota Depok memanfaatkan sisi Jalan Raya Margonda dari arah Balai Kota Depok menuju Simpang Jalan Raya Juanda, Minggu, 4 Mei 2025.

    Pada pelaksanaan tersebut, terlihat ayah dari artis Ayu Tingting atau kerap di sapa Ayah Ojak turut memanfaatkan car free day atau CFD di Jalan Raya Margonda sepanjang 2,45 kilometer.

    Ayah Ojak bersama istrinya tampak berolahraga bersama Wali Kota Depok, Supian Suri, dan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah. Ayah Ojak tampak menggunakan pakaian olahraga dan topi sambil sesekali menyapa warga yang turut berolahraga di CFD.

    Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Bupati Tangerang Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah meresmikan program unggulan berupa satu sekolah swasta gratis di setiap kecamatan.

    Program ini merupakan bagian dari upaya konkret untuk menekan angka putus sekolah melalui pendidikan kejar paket berbasis desa.

    Selain meresmikan program pendidikan, Wakil Bupati Intan juga membuka pameran UMKM yang menampilkan puluhan gerai dari berbagai kecamatan. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, ia meninjau langsung sejumlah stan yang memamerkan produk-produk unggulan warga setempat.

    Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Minggu 4 Mei 2025:

    Penyakit gagal ginjal akut membuat ratusan anak balita di negeri ini kehilangan nyawa. Berawal dari sakit demam dan kemudian diresepkan obat sirop paracetamol, kedua orang tua tak menyangka akan kehilangan sang anaknya. Satu di antaranya sempat alami…

  • Ada CFD Depok, 15 Rute Angkutan Umum Dialihkan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Mei 2025

    Ada CFD Depok, 15 Rute Angkutan Umum Dialihkan Megapolitan 4 Mei 2025

    Ada CFD Depok, 15 Rute Angkutan Umum Dialihkan
    Editor
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok mengalihkan 15 rute angkutan umum saat berlangsungnya
    car free day
    (CFD) di Jalan Margonda Raya.
    CFD di Jalan Margonda Raya dilaksanakan perdana pada Minggu (4/5/2025), mulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.
    Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Depok, Zamrowi menjelaskan, CFD menggunakan Jalan Margonda sisi Barat dari U-Turn Jalan Dahlia hingga Simpang Juanda.
    “Kami melakukan
    contraflow
    di sisi timur Margonda agar masyarakat tetap bisa melintas. Jadi yang biasanya satu arah, akan kami fungsikan dua arah selama CFD,” kata Zamrowi, Minggu (4/5/2025), dikutip dari
    Warta Kota.
    Rute atau trayek angkutan umum pun mengalami perubahan baik itu dari Tole Iskandar maupun Citayam selama CFD berlangsung.
    “Jika dari arah Jalan Tole Iskandar, Depok 2 Tengah, dan Siliwangi bisa menaiki angkot D 02, D 06, D 08, D 09, D 10 dan BisKita TransDepok turun di Terminal Depok,” kata dia.
    Kemudian, jika dari arah Citayam dan Grand Depok City (GDC), bisa menaiki angkot D 05, Mikro TransDepok D10A turun di Terminal Depok.
    Sementara dari arah Jalan Raya Sawangan dan Jalan Raya Pitara bisa menaiki angkot D 03 serta D 07 turun di Jalan Arief Rahman Hakim.
    “Jika warga Depok dari arah Kampung Rambutan, Pasar Rebo dan Kelapa Dua bisa naik angkutan D 112 dan T.19 turun di Terminal Depok,” ujar Zamrowi.
    “Sementara jika dari arah Bandara Soekarno Hatta, Cibubur, Jalan Raya Bogor via Jalan Ir H Juanda bisa naik bus bandara dan TransJakarta D 11 turun di Terminal Depok,” sambung dia.
    Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri berharap, CFD ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga.
    “Tujuan pertama, kita membudayakan masyarakat Kota Depok gemar berolahraga,” kata Supian di lokasi.
    Selain itu, CFD ini diharapkan dapat mengurangi polusi udara yang cukup tinggi di Jalan Margonda Raya.
    Acara ini juga sebagai ajang silaturahmi antara warga melalui kegiatan olahraga.
    “Mudah-mudahan ini juga menjadi bagian dari menambah rezeki UMKM kita,” pungkas dia.
    Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Dishub Alihkan 15 Rute Angkutan Umum Saat Car Free Day Jalan Margonda Depok.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.