Tag: Mohammad Idris

  • 8
                    
                        Perluasan MRT Diprioritaskan ke Tangsel, Ini 2 Rute Potensialnya
                        Megapolitan

    8 Perluasan MRT Diprioritaskan ke Tangsel, Ini 2 Rute Potensialnya Megapolitan

    Perluasan MRT Diprioritaskan ke Tangsel, Ini 2 Rute Potensialnya
    Penulis
    TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – 
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, bahwa perluasan jalur Moda Raya Terpadu (
    MRT
    ) Jakarta ke wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) akan diprioritaskan lebih dulu dibanding ke Depok.
    Pernyataan ini disampaikan menanggapi aspirasi dari Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, yang menginginkan perluasan MRT menjangkau wilayah Kota Depok.
    “MRT, untuk sementara kami akan lebih dulu ke Tangerang Selatan,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/6/2025).
    Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah berdiskusi langsung dengan Gubernur Banten untuk membahas teknis proyek ini, termasuk skema pembiayaan dan pembagian kewenangan.
    Pramono menegaskan, Pemprov DKI siap menanggung modal awal proyek MRT ke Tangsel, asalkan perhitungan bisnisnya saling menguntungkan.
    “Kalau perlu modal dasarnya, modal awalnya dari Pemerintah Provinsi DKI. Ya nanti tergantung hitungan bisnis ke bisnisnya,” jelas Pramono di Jakarta, pada Minggu (26/5/2025).
    Proyek perluasan MRT ke Tangsel saat ini telah memasuki tahap uji kelayakan dan diskusi kelompok terarah (FGD) dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bappenas, Kementerian Perhubungan, serta pemerintah daerah di DKI dan Banten.
    Dua rute MRT yang disebut paling potensial ke wilayah Tangerang Selatan, yakni:
    Dua rute ini dianggap potensial karena akan menghubungkan kawasan perumahan, pusat aktivitas warga Tangsel, serta area pendidikan.
    Selain itu, dua rute ini dianggap sebagai jalur dengan potensi penumpang harian tinggi karena banyaknya penduduk yang bekerja di Jakarta.
    Dua jalur potensial ini nantinya dapat terkoneksi langsung ke Stasiun MRT Lebak Bulus.
    Dengan dukungan modal awal dari Pemprov DKI dan kerja sama lintas wilayah serta kementerian, proyek MRT ke Tangsel diharapkan dapat segera direalisasikan.
    (Reporter: Shinta Dwi Ayu | Editor: Abdul Haris Maulana)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Depok optimis Transjabodetabek rute Sawangan-Lebak Bulus kurangi macet

    Depok optimis Transjabodetabek rute Sawangan-Lebak Bulus kurangi macet

    Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah dalam peresmian rute Transjabodetabek D41 Sawangan-Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (4/6/2025). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

    Depok optimis Transjabodetabek rute Sawangan-Lebak Bulus kurangi macet
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Rabu, 04 Juni 2025 – 14:24 WIB

    Elshinta.com – Pemerintah Kota Depok optimis Transjabodetabek rute Sawangan-Lebak Bulus mampu mengurangi kemacetan di wilayah itu maupun Jakarta.

    “Jelas-jelas kami yakin rute ini akan membantu mengurai dan mengurangi kemacetan dan beban di jalan Kota Depok,” kata Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah dalam peresmian rute Transjabodetabek D41 Sawangan-Lebak Bulus Jakarta, Rabu.

    Chandra menambahkan pihaknya juga mengimbau masyarakat Kota Depok yang beraktivitas di Jakarta untuk mau beralih ke transportasi umum.

    Terlebih, menurut dia, Sawangan dikenal dengan kawasan penuh kemacetan, padat penduduk dan untuk sampai Jakarta bisa memakan waktu lama.

    Maka itu, perlu adanya transportasi publik yang mampu menunjang mobilitas warga Depok agar bisa menjangkau Jakarta untuk bekerja maupun melakukan aktivitas lainnya.

    “Berdasarkan informasi dan data yang kami terima, masyarakat komuter itu 40 persen berasal dari Depok,” ucapnya.

    Maka itu, Pemerintah Kota Depok sangat mengapresiasi kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI untuk mau menyelesaikan masalah-masalah perkotaan.

    “Tadi saya sudah naik sendiri, saya naik Transjakarta D41 terasa nyaman, aman dan membahagiakan,” ucapnya.

    Dia menyampaikan harapannya agar rute Transjakarta bisa sampai Terminal Depok maupun MRT Jakarta yang juga diharapkan menjangkau wilayahnya.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Depok resmi meluncurkan rute baru Transjabodetabek yakni D41 Sawangan-Lebak Bulus.

    Sementara itu, berdasarkan keterangan PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta), dengan demikian, hingga saat ini sudah tersedia empat rute Transjabodetabek yakni PIK 2-Blok M, Vida Bekasi-Cawang, Alam Sutera-Blok M dan Sawangan-Lebak Bulus.

    Rencananya akan ada penambahan rute baru yakni Bogor – Blok M yang akan segera diresmikan.

    Sumber : Antara

  • Patroli Jam Malam Digelar Serentak di Depok, Satpol PP Tegur Puluhan Remaja
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        3 Juni 2025

    Patroli Jam Malam Digelar Serentak di Depok, Satpol PP Tegur Puluhan Remaja Megapolitan 3 Juni 2025

    Patroli Jam Malam Digelar Serentak di Depok, Satpol PP Tegur Puluhan Remaja
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com –
    Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mulai menerapkan
    aturan jam malam
    bagi para pelajar pada Selasa (3/6/2025), sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Depok.
    Sehubungan dengan aturan tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok bersama aparat kecamatan melakukan patroli serentak di 11 kecamatan untuk mengimbau para pelajar agar tidak berada di luar rumah pada malam hari.
    Kegiatan patroli dimulai pukul 21.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 04.00 WIB, menyasar sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya remaja.
    Beberapa wilayah yang disisir di antaranya adalah wilayah Margonda Raya dan Beji Timur, Depok.
    “Kegiatan malam ini adalah bagian dari arahan Pak Gubernur Jabar, Pak Dedi Mulyadi, yang dilanjutkan dengan Surat Edaran Wali Kota Depok untuk memberlakukan jam malam bagi para pelajar. Ini dilakukan serentak di 11 kecamatan,” ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Dede Hidayat, saat patroli di wilayah Margonda Raya, Selasa malam.
    Dede menjelaskan, patroli malam ini masih bersifat imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat.
    Belum ada sanksi yang diberlakukan bagi pelajar yang kedapatan masih berada di luar rumah.
    “Sampai saat ini belum ada arahan untuk pemberian sanksi. Untuk awal, kita lakukan pendekatan persuasif dan edukatif,” kata Dede.
    Karena keterbatasan jumlah personel, patroli dilakukan secara bergiliran. Dede menambahkan, teknis pelaksanaan selanjutnya akan dibahas dalam rapat bersama Wali Kota atau Sekretaris Daerah (Sekda) Depok.
    Sementara itu, di wilayah Kecamatan Beji, patroli dipimpin langsung oleh Camat Beji, Hendra Pradesa.
    Petugas menyisir area sekitar Lapangan Hawai di Beji Timur dan menemukan lebih dari 50 pelajar masih berada di luar rumah setelah pukul 21.00 WIB.
    “Kami bergerak bersama mitra seperti BKO dari BKP Kota Depok, menyasar enam kelurahan di Kecamatan Beji. Patroli dilakukan di lebih dari 15 titik yang kerap jadi tempat nongkrong pelajar,” ujar Hendra saat ditemui di lokasi.
    Sebagian pelajar yang ditemukan beralasan tengah bertemu teman atau mencari penghasilan. Kemudian, petugas memberikan imbauan berkait aturan jam malam.
    “Kami imbau dengan cara yang persuasif, mereka rata-rata kooperatif. Beberapa menunjukkan identitas dan menyatakan tahu aturan ini,” kata Hendra.
    Hendra menyebut bahwa sebagian besar remaja yang ditemukan masih menongkrong merupakan warga setempat.
    Ia pun meminta warga untuk aktif mendukung pelaksanaan jam malam ini, terutama para orangtua agar mengawasi anak-anaknya.
    Adapun patroli jam malam bagi pelajar merujuk pada Surat Edaran Nomor 51/PA.03/DISDIK yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 23 Mei 2025.
    Aturan ini melarang pelajar berada di luar rumah antara pukul 21.00–04.00 WIB, kecuali untuk kegiatan penting seperti agenda sekolah, keagamaan, atau keadaan darurat dengan sepengetahuan orang tua.
    Wali Kota Depok Supian Suri sebelumnya mengatakan bahwa penerapan aturan ini bertujuan membentuk budaya belajar dan disiplin di kalangan pelajar.
    “Insya Allah, mulai hari ini kita terapkan aturan ini secara bertahap,” ujar Supian pada Senin (2/6/2025).
    Hingga pukul 23.00 WIB petugas masih melakukan patroli dan menyisir setiap sudut kawasan Depok. Selain itu, imbauan juga diberikan kepada warga sekitar dan mahasiswa di wilayah Beji Timur.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Belum Ada Sanksi, Patroli Jam Malam Pelajar di Depok Masih Bersifat Imbauan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        3 Juni 2025

    Belum Ada Sanksi, Patroli Jam Malam Pelajar di Depok Masih Bersifat Imbauan Megapolitan 3 Juni 2025

    Belum Ada Sanksi, Patroli Jam Malam Pelajar di Depok Masih Bersifat Imbauan
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com –
    Penerapan jam malam bagi pelajar di Kota Depok mulai diberlakukan sejak Selasa (3/6/2025) malam. Dalam tahap awal ini, patroli yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) masih bersifat persuasif atau berupa imbauan.
    “Sifat (patroli) ini imbauan ya, kepada warga dan masyarakat yang usianya masih pelajar atau sekolah untuk kembali ke rumahnya masing-masing, sesuai dengan apa yang diarahkan pimpinan,” kata Kepala Satpol PP Depok, Dede Hidayat, kepada wartawan, Selasa malam.
    Imbauan ini juga akan diteruskan ke seluruh kecamatan di Kota Depok, dengan menggandeng lurah dan camat dalam pelaksanaannya sebagai bentuk sosialisasi kebijakan kepada masyarakat.
    Langkah ini diambil guna memastikan bahwa Surat Edaran (SE) Wali Kota Depok tentang penerapan jam malam bagi pelajar benar-benar tersampaikan secara merata ke seluruh lapisan masyarakat.
    “Sampai saat ini belum ada arahan untuk pemberian sanksi (bagi yang melanggar). Untuk awalan ini, kami arahkan untuk imbauan dulu, menginformasikan dan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa hari ini kami berlakukan dari 2 Juni 2025 terkait SE wali kota,” ujar Dede.
    Meski masih berupa sosialisasi,
    patroli Satpol PP
    sudah mulai digelar serentak di 11 kecamatan wilayah Kota Depok. Tim akan melakukan pengawasan secara bergiliran sambil terus mengevaluasi efektivitas pelaksanaannya.
    “Kami lakukan malam ini serentak, bareng-bareng kita lakukan dari pukul 21.00–04.00 WIB nanti,” tutur Dede.
    “Kami bergilir ya karena ada keterbatasan anggota kami. Nanti kami juga akan lakukan rapat dulu untuk teknis (mendalam) terkait patroli yang akan dipimpin wali kota atau sekretaris daerah (sekda),” tambahnya.
    Surat Edaran Wali Kota
    Depok Nomor 421/329/Disdik/2025 tentang Penerapan Jam Malam bagi Peserta Didik diterbitkan pada 2 Juni 2025 dan ditandatangani oleh Supian Suri.
    Dalam SE tersebut, pelajar masih diperbolehkan berada di luar rumah pada malam hari dalam kondisi tertentu, yaitu:
    “Peserta didik sebagaimana dimaksud pada angka 1 adalah seseorang yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar, satuan pendidikan menengah, dan satuan pendidikan khusus,” kutip isi SE tersebut.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Patroli Perdana Jam Malam Pelajar, Satpol PP Depok Temui Remaja Kumpul di DOS
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        3 Juni 2025

    Patroli Perdana Jam Malam Pelajar, Satpol PP Depok Temui Remaja Kumpul di DOS Megapolitan 3 Juni 2025

    Patroli Perdana Jam Malam Pelajar, Satpol PP Depok Temui Remaja Kumpul di DOS
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menggelar patroli perdana terkait pemberlakuan jam malam untuk pelajar mulai hari ini, Selasa (3/6/2025).
    Kasatpol PP Depok Dede Hidayat mengatakan, anggota Satpol PP akan turun serentak malam ini di 11 kecamatan wilayah Kota Depok.
    “Satpol PP bekerja sama dengan camat di masing-masing kecamatan di Depok. Kami lakukan malam ini serentak, bareng-bareng kami lakukan dari pukul 21.00-04.00 WIB nanti,” ucap Dede kepada wartawan, Selasa malam.
    Patroli yang dilakukan bersifat imbauan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat terkait isi surat edaran (SE)
    Wali Kota Depok
    yang terbit pada 2 Juni 2025.
    Satpol PP akan bergiliran berpatroli sambil terus berkoordinasi untuk menentukan mekanisme pengamanan yang paling tepat dalam mengawasi aturan ini.
    Dede menambahkan, Pemkot Depok tidak akan memberikan sanksi kepada pelajar yang tertangkap masih berada di luar rumah melewati batas jam malam.
    “Sampai saat ini belum ada arahan untuk pemberian sanksi. Untuk awalan ini, kita diarahkan untuk himbauan dulu,” ujarnya.
    Dalam pantauan
    Kompas.com,
    personel Satpol PP sempat mendatangi kelompok remaja yang berkumpul di area Depok Open Space (DOS).
    Mereka yang mengenalkan diri sebagai komunitas foto diberikan imbauan dan arahan terkait kebijakan jam malam yang berlaku untuk pelajar. Namun, komunitas itu tak dibubarkan karena mereka merupakan mahasiswa. 
    Mereka merupakan kelompok pelajar yang dikecualikan dari aturan dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 51/PA.03/DISDIK yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 23 Mei 2025.
    Aturan terbaru ini mewajibkan pelajar dari tingkat dasar hingga menengah dan atas untuk tidak berada di luar rumah antara pukul 21.00 hingga 04.00 WIB, kecuali untuk kepentingan penting atau darurat, seperti kegiatan sekolah atau keagamaan.
    Petugas juga menyosialisasikan kebijakan ini kepada sejumlah orang tua yang tengah bermain dengan anaknya di area yang sama. Setelah melakukan sosialisasi, para petugas melanjutkan patroli dengan menaiki mobil.
    Surat Edaran Wali Kota Depok dengan Nomor 421/329/Disdik/2025 tentang Penerapan Jam Malam Bagi Peserta Didik diterbitkan pada tanggal 2 Juni 2025.
    “Peserta didik sebagaimana dimaksud pada angka 1 adalah seseorang yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar, satuan pendidikan menengah, dan satuan pendidikan khusus,” kutip isi SE tersebut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pemkot Depok berlakukan jam malam bagi pelajar mulai Selasa

    Pemkot Depok berlakukan jam malam bagi pelajar mulai Selasa

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Pemkot Depok berlakukan jam malam bagi pelajar mulai Selasa
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Senin, 02 Juni 2025 – 23:07 WIB

    Elshinta.com – Wali Kota Depok Supian Suri menyatakan akan mulai memberlakukan aturan pembatasan aktivitas malam hari hingga pukul 21.00 WIB bagi para pelajar di daerahnya mulai Selasa (3/6).

    “Kami menindaklanjuti apa yang menjadi arahan pak gubernur. Ini juga akan menjadi bagian dari peningkatan disiplin anak-anak Kota Depok, khususnya para pelajar,” ujar Supian di Depok, Senin.

    Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi sebagai bagian dari upaya meningkatkan disiplin dan perlindungan terhadap generasi muda.

    Ia menegaskan bahwa para pelajar tidak lagi diizinkan berkeliaran di luar rumah tanpa keperluan yang mendesak setelah pukul 21.00 WIB.

    “Tidak lagi berkeliling, berkeliaran di atas jam sembilan malam. Untuk itu kami mohon dukungan dari Bapak-Bapak TNI dan Polri untuk sama-sama kita mengontrol lingkungan,” jelasnya.

    Penerapan aturan ini akan melibatkan jajaran wilayah dan keamanan hingga tingkat bawah, termasuk camat, lurah, kapolsek, danramil, babinsa, dan bhabinkamtibmas.

    “Jangan sampai di atas jam sembilan anak-anak kita masih nongkrong-nongkrong. Kita ingin mereka kembali ke rumah, istirahat bersama keluarga di jam yang sudah tidak layak lagi mereka berada di luar,” lanjutnya.

    Supian menyebut kebijakan ini tidak dimaksudkan sebagai larangan kaku atau hukuman, melainkan sebagai upaya peningkatan disiplin dan perlindungan anak-anak dari potensi risiko di luar rumah pada malam hari.

    “Ya, istilahnya mungkin lebih kepada peningkatan disiplin buat anak-anak kita, bukan benar-benar disiplin keras harus jam sembilan sudah di rumah. Tapi kita kontrol. Istilahnya mungkin bisa digunakan istilah ‘jam malam’, tapi lebih pada penguatan disiplin anak-anak kita,” jelasnya.

    “Karena kita khawatir, di atas jam sembilan malam itu banyak risiko. Kalau mereka masih ada di luar, minimal mereka tidak tidur tepat waktu. Kita harap mereka kembali ke rumah, kecuali ada hal-hal yang urgent.”

    Wali Kota Depok memastikan bahwa aturan ini mulai diberlakukan efektif mulai besok, dan berharap seluruh pemangku wilayah serta masyarakat ikut mendukung dan mengawasi pelaksanaannya.

    Sumber : Antara

  • Pemkot Depok tegaskan sanksi pidana jika ditemukan kecurangan SPMB

    Pemkot Depok tegaskan sanksi pidana jika ditemukan kecurangan SPMB

    Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah. ANTARA/Feru Lantara

    Pemkot Depok tegaskan sanksi pidana jika ditemukan kecurangan SPMB
    Dalam Negeri   
    Editor: Widodo   
    Minggu, 01 Juni 2025 – 19:53 WIB

    Elshinta.com – Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menegaskan akan menerapkan sanksi pidana jika ditemukan adanya kecurangan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025.

    “Guna memperkuat integritas sistem, Pemkot Depok akan mengikat para pelaksana melalui perjanjian dan pernyataan komitmen. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi hukum pidana akan diberlakukan,” kata Chandra di Depok, Minggu.

    Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen untuk menyelenggarakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara jujur, berintegritas, dan bebas dari segala bentuk kecurangan.

    “Kami memastikan bahwa dalam pelaksanaan SPMB tidak ada praktik titip-menitip. Ini bentuk komitmen kami untuk menciptakan keadilan bagi seluruh masyarakat Depok,” tegas Chandra Rahmansyah.

    Ia menekankan, praktik-praktik curang seperti jual beli kursi tidak akan ditoleransi lagi dan pihaknya akan bertindak tegas terhadap segala bentuk manipulasi data, gratifikasi, dan pelanggaran lain yang mencederai proses penerimaan yang adil dan transparan.

    “Arahan Wali Kota sangat jelas, sistem ini harus bersih dari kecurangan dalam bentuk apa pun. Karena itu, kami mengumpulkan seluruh tenaga pendidik dan operator agar mereka sejalan dengan instruksi pimpinan,” lanjutnya.

    Chandra Rahmansyah mengingatkan, pelaksanaan SPMB adalah amanah besar, bukan hanya kepada pemerintah, tetapi juga kepada Tuhan dan bangsa.

    “Ini adalah tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa, dan rakyat Indonesia. Ini ladang amal. Kami berharap mereka yang menjalankan tugas ini dengan niat baik akan mendapatkan balasan kebaikan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Wali Kota Depok Supian Suri secara tegas menyatakan, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 akan bebas dari praktik titip-menitip, intervensi, maupun penyalahgunaan wewenang.

    “Segala keputusan dan proses yang akan berjalan menjadi kewenangan dan keputusan penuh panitia, sesuai aturan SPMB,” ujarnya.

    Ia menegaskan, tidak ada ruang bagi intervensi dalam proses seleksi masuk sekolah negeri.

    “Kami tidak bisa memaksakan seluruh siswa masuk dan bersekolah di sekolah negeri, karena ini akan berpengaruh pada kualitas pendidikan. Semua harus sesuai kapasitas,” tuturnya.

    Sumber : Antara

  • 10 Siswa Tak Jadi Berangkat ke Barak Militer Depok, Wali Kota: Mungkin Berubah Pikiran
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        1 Juni 2025

    10 Siswa Tak Jadi Berangkat ke Barak Militer Depok, Wali Kota: Mungkin Berubah Pikiran Megapolitan 1 Juni 2025

    10 Siswa Tak Jadi Berangkat ke Barak Militer Depok, Wali Kota: Mungkin Berubah Pikiran
    Editor
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kota Depok menyiapkan kuota 100 pelajar untuk mengikuti program Pembinaan Karakter dan Bela Negara di
    barak militer
    Kostrad 1 Cilodong, Depok, Jawa Barat.
    Namun, hanya 90 orang yang dikirim ke Markas Kostrad Cilodong, Sabtu (31/5/2025).
    Sementara 10 orang peserta tidak menampakkan batang hidungnya di Balai Kota Depok sebagai titik kumpul sebelum diberangkatkan ke Kostrad Cilodong.
    Mereka tidak hadir tanpa ada pemberitahuan.
    “Saya udah minta tolong Kesbangpol untuk mencari tahu alasannya, mungkin orangtua berubah pikiran atau anaknya tidak bersedia,” kata
    Wali Kota Depok Supian Suri
    , dikutip dari
    Wartakotalive.com,
    Minggu (1/6/2025).
    Pemkot Depok akan mengecek lagi kepada orangtua peserta yang mendaftar.
    “Kita akan komunikasi lagi dengan orangtua pendaftar, apakah benaran memang tidak mau ikut atau mungkin bangun kesiangan atau seperti apa,” imbuh dia.
    Supian menyebut animo masyarakat untuk mengikuti program ini sangat tinggi. Saat pendaftaran ditutup, ada 378 orang pendaftar. Namun, jumlahnya diseleksi lagi hingga 100 orang untuk kuota pertama.
    Program ini, kata Supian, sifatnya tidak memaksa. Tergantung persetujuan orangtua dan kesiapan dari anak-anak mereka.
    “Ini benar-benar keikhlasan dari orangtua, komitmen orangtua mengizinkan anaknya bersama kami selama 10 hari ke depan. Tentunya juga anak-anaknya bersedia,” kata dia.
    Program Pembinaan Karakter dan Bela Negara Ini khusus untuk pelajar SMP usia 13 tahun sampai 15 tahun.
    “Untuk SMA mungkin kita pisah. Kalau seandainya nanti kita gelar gelombang kedua, kita buka untuk SMA karena banyak juga yang mendaftar dari SMA,” imbuh dia.
    Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul 10 Pelajar Nakal Mundur dari Program Barak Militer Tanpa Info, Supian Suri: Kami Memang tak Memaksa.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Supian Suri Tegaskan Koordinasi dengan KPAI Sebelum Kirim Pelajar ke Barak
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        1 Juni 2025

    Supian Suri Tegaskan Koordinasi dengan KPAI Sebelum Kirim Pelajar ke Barak Megapolitan 1 Juni 2025

    Supian Suri Tegaskan Koordinasi dengan KPAI Sebelum Kirim Pelajar ke Barak
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com

    Wali Kota Depok
    , Supian Suri berujar, telah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebelum mengirimkan pelajar bermasalah ke barak militer di Kostrad Cilodong, Depok.
    Pernyataan ini disampaikan Supian usai melepas 90 pelajar mengikuti program Pembinaan Karakter dan Bela Negara di barak militer Kostrad 1 Cilodong, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (31/5/2025).
    “Ya, KPAI menyampaikan beberapa rekomendasi. Kami memahami apa yang menjadi kekhawatiran, tapi kami meyakini proses ini adalah sesuatu yang sebetulnya tidak berbeda dengan mereka belajar mengajar di sekolah,” kata Supian, dikutip dari
    Warta Kota
    .
    Supian menjelaskan, meskipun dilakukan di lingkungan militer, jam belajar para siswa tidak berkurang dan kegiatan ini dirancang untuk mengisi waktu luang yang selama ini kurang terkontrol.
    “Jam pelajaran tidak digantikan dengan yang lain. Tetapi waktu di luar jam belajar yang selama ini mungkin mereka manfaatkan buat yang lain, kita masuk di sana,” ujar Supian.
    Supian memaparkan, para peserta akan dilatih kedisiplinan mulai dari bangun tidur, olahraga, makan bersama, hingga istirahat.
    Program ini juga membatasi penggunaan gadget demi memastikan fokus pembinaan.
    “Kita mewajibkan mereka istirahat saat jamnya istirahat dan tidak mengizinkan mereka membawa gadget atau HP,” jelas Supian.
    Supian berharap program ini menjadi titik balik bagi para pelajar untuk menjadi agen perubahan dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia.
    “Kita mempunyai harapan yang kuat agar Indonesia Emas terwujud pada 2045. Program ini menjadi salah satu investasi pendidikan buat anak-anak kita,” tutur Supian.
    Meski program ini menuai kritik, Supian menegaskan bahwa pengiriman
    pelajar ke barak militer
    sepenuhnya berdasarkan persetujuan orang tua dan kesiapan anak-anak.
    “Program ini memang benar-benar mendasarkan persetujuan dari orangtua dan kesiapan dari anak-anak,” tegasnya.
    Supian juga mengungkapkan bahwa animo masyarakat sangat tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai 378 orang, meski kuota hanya 100 peserta untuk gelombang pertama.
    “Kami akan terus berkomunikasi dengan orangtua yang belum memastikan keikutsertaan anaknya agar proses ini berjalan transparan dan sesuai kehendak bersama,” pungkas Supian.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 100 Pelajar Kota Depok Bersiap Dikirim ke Barak Militer Hari Ini
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        31 Mei 2025

    100 Pelajar Kota Depok Bersiap Dikirim ke Barak Militer Hari Ini Megapolitan 31 Mei 2025

    100 Pelajar Kota Depok Bersiap Dikirim ke Barak Militer Hari Ini
    Tim Redaksi
    DEPOK, KOMPAS.com
    – Sebanyak 100 siswa peserta program
    Pembinaan Karakter
    dan
    Bela Negara
    dari sejumlah sekolah di Kota Depok dikumpulkan di halaman Balai Kota Depok, Sabtu (31/5/2025) pagi.
    Para siswa hendak diberangkatkan menuju lokasi
    pembinaan karakter
    di
    barak militer
    Kostrad 1 Cilodong Depok.
    Pantauan
    Kompas.com
    , ada 75 siswa laki-laki dan 25 murid perempuan. Mereka menggunakan atasan kemeja putih, celana panjang hitam, dan sepatu dominan hitam. 
    Para siswa mengikuti arahan panitia dengan tertib baris berbaris.
    Di lokasi tersebut, tampak pula orangtua siswa yang menyaksikan jalannya acara. Beberapa mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.
    Menurut informasi dari panitia, para peserta akan diberangkatkan ke barak milik setelah mendapatkan pengarahan dari Wali Kota Depok Supian Suri. Arahan tersebut sekaligus menjadi simbol pelepasan kegiatan pembinaan karakter dan
    bela negara
    .
    “Kami masih menunggu Pak Wali Kota datang dulu, nanti ada pengarahan singkat sebelum pemberangkatan,” ujar salah satu petugas dari kejauhan.
    Sejumlah siswa mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Namun, ada juga yang terlihat gugup karena baru pertama kali jauh dari rumah.
    “Sempat deg-degan, tapi enggak apa-apa, biar bisa disiplin, biar bisa lebih baik,” ujar Irga (14), salah satu peserta dari SMP 25 Depok.
    Seperti diketahui, Pemkot Depok melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar program Pembinaan Karakter dan Bela Negara untuk remaja berusia 13 hingga 15 tahun di “barak militer”.
    Kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat nasionalisme, selaras dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
    Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung selama sepuluh hari. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.