Supian Suri Akan Berangkat Retreat ke Magelang Pakai Bus dari Bandung
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Wali Kota (Walkot) Depok terpilih,
Supian Suri
akan pergi retreat (orientasi kepala daerah) ke Magelang, Jawa Tengah, dengan menaiki bus dari Bandung, Jawa Barat.
Supian mengatakan, dirinya akan pergi retreat ke Magelang bersama dengan Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi.
“Kami dari Jawa Barat rencananya mau gabung dengan Pak Gubernur, dari Gedung Sate kita naik bus sama-sama,” ungkap Supian di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2025).
Supian mengaku dirinya sudah melaksanakan persiapan untuk mengikuti retreat di Magelang.
Salah satu persiapan yang dilakukannya adalah dengan rutin melakukan lari pagi.
“Buat di Magelang, biasa lari pagi. Coba latihan dari sekarang biar di sana bisa adaptasi,” ucap Supian.
Sementara itu, Supian mengaku tak ada persiapan khusus yang dilakukannya untuk pelantikan sebagai Wali Kota Depok nanti.
Namun, ia mengaku begitu bersemangat karena bisa memiliki kesempatan untuk melayani masyarakat Depok.
“Pasti kami posisinya bersemangat, Insyaallah bisa melayani masyarakat secara maksimal bersama Pak Chandra,” kata Supian.
Supian berharap, dengan adanya kegiatan retreat bisa mendapat pembekalan agar ia semakin mantap menjabat sebagai kepala daerah.
Sebelumnya, sebanyak 505 kepala daerah di seluruh Indonesia akan mengikuti pembekalan atau retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 21-28 Februari mendatang.
Rencananya, pembekalan ini akan dilaksanakan setelah ratusan kepala daerah itu dilantik pada 20 Februari.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto membocorkan agenda pembekalan dalam
retreat kepala daerah
2025.
Menurutnya, para pemateri tidak hanya berasal dari jajaran menteri Kabinet Merah Putih, tapi juga pengajar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), KPK, BPK, BPKP, Polri, dan TNI.
Selain itu, Presiden Prabowo dijadwalkan akan hadir dalam retreat kepala daerah dan ikut memberikan arahan, tetapi Bima mengatkan waktu kedatangannya belum bisa dipastikan.
“Presiden menyampaikan beliau akan datang kapan saja. Mungkin di awal retret, di tengah retret, atau di penghujung retreat,” ujarnya, dikutip dari
Kompas.id
, Jumat (14/2/2025).
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Mohammad Idris
-
/data/photo/2025/02/16/67b19adb8872d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Supian Suri Akan Berangkat Retreat ke Magelang Pakai Bus dari Bandung Megapolitan 16 Februari 2025
-

Ayu Ting Ting Masih Ingin Hidup Tenang, Akui Selalu Menolak Tawaran Jadi Wali Kota Depok
TRIBUNJATIM.COM – Penyanyi Ayu Ting Ting akui pernah ditawari menjadi wali kota Depok.
Namun, tawaran itu ditolak oleh Ayu Ting Ting.
Ayu Ting Ting menjelaskan jika ada beberapa alasan yang membuatnya menolak tawaran tersebut.
Ayu Ting Ting juga tak mau memaksakan diri.
“Kalau jadi Wali Kota Depok, kalau yang nawarin mah ada. Cuma pasti selalu kita tolak,” kata Ayu Ting Ting dilansir dari Instagram @malakaproject.id.
Meski tawaran untuk menjadi pejabat tak diberikan ke semua orang, artis asal Depok ini tetap tak mengiyakan.
Ayu Ting Ting memiliki alasan kuat menolak tawaran untuk terjun ke politik dan menjadi pejabat.
Menurut Ayu, pekerjaannya saat ini sangat dinikmati dan disyukuri.
“Karena kan bukan bidangnya Ayu. Ayu tidak mau memaksakan gitu apalagi kita hidup udah tenang, udah enak-enak kerja, cari uang yang orang tahu gitu,” jelas Ayu.
Ibu satu anak ini enggan dipertanyakan asal usul uangnya jika nanti menjadi pejabat.
“Nanti kalau punya apa, dikira uang negara atau uang rakyat. Kita nggak mau,” lanjutnya.
Ayu Ting Ting menjadi salah satu dari banyaknya artis yang ditawari untuk terjun ke dunia politik.
Sebagaimana diketahui, saat ini banyak artis yang mendadak terjun ke dunia politik.
Alasan Ayu Ting Ting menolak masuk ke politik menuai pujian dari warganet.
Asmara Ayu Ting Ting dibocorkan orang tua
Nasib asmara Ayu Ting Ting kini dibocorkan oleh orang tuanya, Ayah Rozak dan Umi Kalsum.
Mereka bahkan blak-blakan menyebut jika anaknya saat ini sedang didekati pria.
Bukan hanya satu, namun banyak pria yang mengantre ingin menjadi pendamping Ayu Ting Ting.
Namun, ada satu pria yang kini dibocorkan dekat dengan Ayu Ting Ting.
Ayu Ting Ting (Instagram.com)
Ternyata diam-diam, Ayah Ojak dan Umi Kalsum terus mencari dan menyeleksi calon suami yang tepat untuk Ayu Ting Ting.
Terlebih setelah rencana pernikahan dengan Lettu Fardhana batal, kedua orang tua Ayu Ting Ting kini semakin berhati-hati dalam memilih pasangan yang cocok bagi putri sulung mereka.
Dikutip Banjarmasinpost.co.id dari postingan YouTube STARPRO Indonesia, Selasa (11/2/2025), Umi Kalsum mengatakan saat ini memang banyak pria yang lagi mendekati ibunda Bilqis.
Hal itu diungkap ketika mereka hendak berangkat umrah ke Tanah Suci.
Beda dari sebelumnya yang terlibat langsung menjodohkan Ayu, kini Umi Kalsum dan Ayah Rojak menyerahkan sepenuhnya pada Ayu agar memilih sendiri pasangannya.
Namun, ia dan sang suami tetap ikut dalam menyeleksi pria-pria tersebut.
Bahkan, mereka sangat ketat dalam menyeleksi karena tidak ingin gagal lagi seperti sebelumnya.
Di satu sisi, kedua orangtua Ayu belum mengetahui secara pasti sosok pria yang lagi dekat dengan putrinya saat ini.
Mereka merasa kini Ayu Ting Ting sedang dekat dengan seorang pria. Hanya saja Ayu belum memberitahukan kepada mereka.
“Mungkin ada sih cuman dia belum ngomong juga terus kalo kita ini ya takutnya salah lagi ya udah terserah dia aja nanti, “ kata Ayah Ojak.
Satu suara dengan suami, Umi Kalsum juga merasa Ayu masih merahasiakan sosok pria itu.
“Masih dirahasiakan kali ya gak sembarangan, “ imbuh Umi Kalsum.
Ayah Rojak menganggap, mungkin kini masih belum ada pria yang cocok untuk Ayu karena belum ada yang dikenalkan padanya.
“Belum mungkin belum dikirim sama Allah ‘oh ini yang terbaik’ buat Ayu, “ cetu Ayah Ojak.
Di samping itu, Umi Kalsum menegaskan memang kini sudah ada pria yang dekat dengan Ayu akan tetapi masih dalam proses seleksi.
“Ada ada (calon) tapi masih diiniin sama dia sendiri, “ pungkas Umi Kalsum.
Di satu sisi, Ayah Rojak dan Umi Kalsum tidak akan menolak takdir bila sepulang umrah nanti ada pria yang datang ke rumah melamar putrinya.
Kapok Langsung Lamaran
Penyanyi dangdut Ayu Ting Ting merasa kapok langsung lamaran dengan Lettu Infanteri Muhammad Fardhana.
Kedepan, ibunda Bilqis Khumairah Razak itu akan menggunakan strategi baru dalam mencari jodoh.
Putri pasangan Umi Kalsum dan Abdul Rojak itu tidak akan buru-buru lagi dalam menentukan pilihannya.
Hal tersebut dilakukan agar dirinya tidak gagal lagi dalam urusan percintaan.
Maklum saja, Ayu Ting Ting sudah dua kali gagal mau menikah setelah resmi menjadi janda Enji Baskoro Hendarso.
Kegagalan menikah pertamanya dengan seorang pengusaha bernama Aditya Jayusman.
Saat itu mereka dikenalkan oleh seorang dokter kenalan Ayu Ting Ting.
Tidak butuh waktu lama, Ayu dan Adit memutuskan untuk menikah.
Sayangnya, beberapa saat jelang hari pernikahan justru Ayu membatalkan secara sepihak karena alasan tertentu.
Kedua, sang pedangdut kembali gagal menikah namun kala itu dengan prajurit TNI bernama Lettu Inf Muhammad Fardhana.
Padahal, mereka sudah mengadakan pertunangan secara mewah.
Sayangnya, Ayu membatalkan rencana pernikahannya dengan sang kekasih setelah muncul isu miring Fardhana adalah lelaki red flag.
Setelah berulang kali gagal menikah, Ayu akhirnya mengubah strategi dalam mencari tambatan hatinya.
Dikutip Banjarmasinpost.co.id dari postingan YouTube Nanda Persada, Rabu (5/2/2025) pelantun lagu Alamat Palsu itu menyatakan tidak ingin terburu-buru lagi.
Kali ini, dia akan mencoba mengenal lebih lama calonnya sebelum memutuskan menikah.
“2025 nih harus dengerin masukan dari orang-orang sekitar terdekat yang pada bilang ‘udah deh lain kali telusurin dulu jalanin dulu kenal lebih lama dulu’, “ kata Ayu Ting Ting.
Berkaca dari pengalaman sebelumnya, Ayu Ting Ting memang menjalani hubungan semi taaruf dengan calon suaminya.
Saat itu, Ayu dan Fardhana dikenalkan satu sama lain oleh orangtua masing-masing.
Setelah itu, mereka langsung memutuskan untuk bertunangan.
“Maksudnya lebih kenal lama dulu jangan tiba-tiba langsung tunangan gitu set set set karena kan menikah bukan untuk satu dua hari tapi panjang pengen selamanya, “ ungkap Ayu.
Apalagi, Ayu Ting Ting merupakan seorang janda beranak satu yang harus mendapatkan izin dari putrinya.
-

PDIP Girang Menang Pertama Kali di Depok dan Tumbangkan 20 Tahun Rezim PKS
GELORA.CO – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto berharap Kota Depok, Jawa Barat menjadi City of Intellect dengan adanya Universitas Indonesia (UI) dibawah kepemimpinan Supian Suri-Chandra Rahmansyah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok terpilih periode 2025-2030.
Hal itu diutarakan Hasto dalam acara pembekalan kepala daerah terpilih secara hybrid di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Rabu (12/2/2025).
“Di Jawa Barat, Depok, Kota Depok, ini memberikan suatu ruang bagi kita agar Kota Depok dengan seluruh warna kebangsaannya, dan di situ ada City of Intellect Universitas Indonesia, Pemerintah Kota Depok nantinya untuk menggali seluruh pemikiran-pemikiran geopolitik Bung Karno dengan menjadikan universitas di wilayahnya sebagai City of Intellect,” ujarnya.
Hasto menyebutkan bahwa baru pertama kali Kota Depok tidak kembali dipimpin dari kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Diketahui Supian-Chandra diusung oleh Gerindra, PDIP, Demokrat, PKB, PPP, Perindo dan partai lainnya yang tergabung dalam KIM Plus.
Ia menilai Kota Depok yang kini dipimpin Supian-Chandra memberikan perbedaan dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Jadi Kota Depok itu kembali bahkan baru pertama kali, baru pertama kali berada di bawah pimpinan PDI Perjuangan, sehingga ini memberikan suatu diferensiasi bagi kita di dalam menjalankan pemerintahan,” pungkasnya.
Sebelumnya, KPU Depok dan DPRD Kota Depok telah menetapkan Pasangan Supian Suri-Chandra Rahmansyah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok terpilih untuk periode 2025-2030.
Penetapan ini menjadi momen bersejarah bagi Kota Depok dalam menyongsong babak baru kepemimpinan setelah dipimpin kader PKS selama 20 tahun.
-

Supian-Chandra sebagai wali kota-wakil wali kota terpilih
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
KPU Depok: Supian-Chandra sebagai wali kota-wakil wali kota terpilih
Dalam Negeri
Editor: Sigit Kurniawan
Kamis, 06 Februari 2025 – 23:10 WIBElshinta.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok resmi menetapkan Supian Suri-Chandra Rahmansyah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok terpilih periode 2025-2030.
Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan KPU Kota Depok Nomor 14 Tahun 2025 dan diumumkan dalam rapat pleno yang digelar di Depok.
Ketua KPU Kota Depok, Willi Sumarlin di Depok, Kamis mengungkapkan bahwa Supian-Chandra meraih 451.785 suara atau 53,24 persen dari total suara sah dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok tahun 2024.
Dengan hasil tersebut, mereka unggul dari pasangan lawan dan berhak memimpin Kota Depok selama lima tahun ke depan.
“Penetapan ini menjadi pengumuman resmi kepada masyarakat bahwa pasangan calon terpilih telah ditetapkan. Ini juga menjadi tahapan akhir dalam proses pemilihan kepala daerah Depok,” ujarnya.
Setelah penetapan ini, KPU akan menyerahkan hasilnya kepada DPRD Kota Depok sebagai salah satu syarat untuk pelantikan yang akan ditentukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Mengenai jadwal pelantikan, Willi Sumarlin menyebut bahwa keputusan tersebut berada di tangan Kemendagri.
“Kami hanya menetapkan calon terpilih dan menyerahkan hasilnya ke DPRD Kota Depok. Proses selanjutnya akan dilakukan oleh DPRD Provinsi dan Kemendagri,” ungkapnya.
Sumber : Antara
-

Awal Mula Sandi Damkar Depok Berani Kritik Atasan, Anak Sakit BPJS Tak Bisa Dipakai, Dihina ‘Bengek’
TRIBUNJATIM.COM – Inilah cerita awal Sandi Butar Butar Damkar Depok berani untuk mengkritik atasan.
Bermula dari anak sakit namun BPJS tak dapat digunakan lalu dihina.
Sandi Butar Butar yang kontrak kerjanya sebagai anggota Damkar Depok tidak diperpanjang curhat kepada Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi.
Sandi Butar Butar ditemani pengacaranya Deolipa Yumara menemui Dedi Mulyadi di kediamannya Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat.
Diketahui, kasus Sandi Butar Butar yang tidak diperpanjang kontrak kerjanya telah mendapatkan perhatian khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Sandi Butar Butar dan Deolipa Yumara diterima langsung oleh Dedi Mulyadi.
Ia lalu curhat mengenai pekerjaannya sebagai anggota Damkar Kota Depok.
Bahkan, Sandi mengaku sempat menjadi korban perundungan atau bullying saat awal menjadi anggota Damkar Depok.
Sandi mengaku sempat bekerja sebagai wartawan infotainment setelah lulus kuliah jurusan advertising.
Saat dirinya menganggur, temannya memberikan informasi mengenai lowongan pekerjaan sebagai anggota Damkar Depok.
Lalu ia pun mencoba melamar sebagai anggota Damkar Depok. Sandi menuturkan dirinya memiliki kemampuan bela diri pencak silat.
Ia pun diterima sebagai anggota Damkar Kota Depok. Pada awal bertugas, Sandi mengaku sebagai pribadi yang pendiam.
“Saya jadi korban bully. Karena memang waktu itu kan penerimaan saya jujur semua nih. Penerimaan honorer itu kan bawaan banyak, oh anak pejabat,” kata Sandi kepada Dedi Mulyadi dikutip TribunJakarta.com dari akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (14/1/2025).
“Saya diam, saya mikir kan cuma gua bukan bawaan siapa-siapa. Ya saya ngerasain gitu bahkan ada teman juga yang udah minta maaf, celana saya didodorin, saya diam kaki saya ditendang sampai saya pernah saya apel baret saya diambil, saya disuruh push up ya saya diam gitu,” sambung Sandi.
Selain itu, Sandi menyebutkan awalnya digaji Rp 1.125.000. Lalu gajinya dipotong Rp 400 ribu.
“Dulu ada namanya uang risiko tinggi atau uang 65 sebesar Rp 1 juta dan itu dipotong Rp 400 ribu, ngomong buat BPJS,” katanya.
Seingat Sandi, BPJS Kesehatan pada tahun 2015-2016 sebesar Rp 36 ribu. Pemotongan uang BPJS Kesehatan itu dipertanyakan Sandi dan rekan-rekannya.
“Nah jawaban mereka itu cuma seperti ini lu masih mau kerja enggak di sini,” kata Sandi.
Dedi Mulyadi lalu bertanya sosok yang memberikan jawaban tersebut.
Kolase foto petugas Damkar Depok Sandi Butar Butar. (Tribun Jakarta)
Sandi mengatakan sosok tersebut yakni pejabat Damkar Depok. Permasalahan terjadi saat anak Sandi menderita penyakit asma.
Sandi mengatakan BPJS Kesehatan miliknya tidak bisa digunakan untuk berobat karena menunggak pembayaran.
Padahal, Sandi mengaku gajinya telah dipotong untuk BPJS Kesehatan.
Akhirnya, Sandi pun mengadukan hal tersebut ke kantor. Namun, jawaban pihak kantor membuatnya sakit hati.
“Katanya di pemkot saya frontal. Saya orangnya sok jagoan di situlah muncaknya saya ngelawan semua pimpinan karena mereka menghina anak saya, siapa suruh lu punya anak bengek,” katanya.
Kemudian, kata Sandi, pejabat baru Damkar Depok memberikan uang rembesan kepadanya. Sandi mengingat ia dapat dua amplop.
Namun, ia menolaknya dengan alasan harga diri.
“Saya cuma ambil uang ituan saja gitu, uang yang itu saya kagak tahu isinya berapa ya saya lemparin aja udah nah muncaknya lah pada saat tahun 2019,” ungkapanya.
Sandi juga sempat diperiksa Polres Metro Depok terkait pengadaan unit Kajama Damkar Depok.
Selain itu, kasus lainnya yakni anggaran Alat Pelindung Diri (APD) untuk anggota Damkar Depok.
Sandi juga sempat mencuri perhatian saat memegang poster yang berisi persoalan BPJS serta uang Covid.
Seusai aksi tersebut, Sandi mengakui mendapatkan iming-iming namun ia tidak mau menerima karena khawatir terkena serangan netizen.
Sandi juga buka-bukaan mengenai pengadaan alat di Damkar Kota Depok. Awalnya, Sandi mengaku berani mati meski mendapatkan ancaman.
Namun, ia akhirnya khawatir bila jasadnya tidak ditemukan keluarga.
Dedi lalu bertanya mengenai dampak dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran terhadap anggota Damkar Depok saat bertugas.
Sandi menuturkan banyak menerima keluhan dan caci maki warga karena Damkar Depok telat sampai ke lokasi kebakaran.
Kemudian, alat untuk memadamkan api juga kurang atau rusak. Ia mencontohkan soal pengadaan perahu karet.
“Jadi sampai evakuasi mayat pun kita makai bambu,” kata Sandi.
Sandi lalu viral saat membuat konten room tour kantor Damkar.
Di mana, ia mengeluhkan senso alat pemotong kayu rusak saat dibutuhkan mengatasi pohon tumbang saat musim hujan di Kota Depok.
Dedi lalu menyampaikan bahwa telah meminta Wali Kota Depok terpilih Supian Suri untuk memperkerjakan kembali Sandi Butar Butar.
“Nanti karakternya ubah ya jadi kalau pimpinannya sudah baik kelengkapan damkarnya sudah benar hak-hak kamu diberikan jangan banyak ngoceh keluar karena pimpinan pasti pusing itu,” kata Dedi.
Sandi mengaku dirinya tidak akan aktif bersuara bila fasilitas yang didapat anggota Damkar sudah nyaman.
Dedi menuturkan dirinya akan meminta untuk segera memperbaiki manajerial pengelolaan pemadam kebakaran Kota Depok.
“Karena ke depan Depok itu kelengkapannya harus setara dengan DKI Jakarta karena itu gerbangnya Jawa Barat jangan bikin malu. Oke kamu kerja juga yang bagus nanti pasti yang kerjanya tangan bukan mulut ya,” ujar Dedi.
Berita Viral dan Berita Jatim lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
-
/data/photo/2024/09/24/66f2a5309fec9.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Sandi Damkar Depok Bakal Kembali Bekerja Usai Dibela Dedi Mulyadi, Kuasa Hukum: Sudah Titah Gubernur Megapolitan 14 Januari 2025
Sandi Damkar Depok Bakal Kembali Bekerja Usai Dibela Dedi Mulyadi, Kuasa Hukum: Sudah Titah Gubernur
Tim Redaksi
DEPOK, KOMPAS.com –
Deolipa Yumara, kuasa hukum
Sandi Butar Butar
memastikan bahwa kliennya akan kembali dipekerjakan sebagai petugas pemadam kebakaran (Damkar) Depok usai pelantikan Wali Kota Depok terpilih, Supian Suri.
Hal ini disampaikan Deolipa menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi pada sebuah acara di Tapos, Depok, Minggu (12/1/2025).
“Pernyataan gubernur (Dedi Mulyadi) kan tentu pernyataan lisan dianggap sebagai titah, sebagai keputusan sebenarnya,” ucap Deolipa kepada
Kompas.com
, Selasa (14/1/2025).
Deolipa menyampaikan, koordinasi untuk mengangkat Sandi kembali menjadi petugas damkar Depok sudah dilakukan.
Namun, pengangkatan Sandi masih harus menunggu seusai Supian Suri dan wakilnya, Chandra Rahmansyah dilantik sebagai pemimpin baru Kota Depok.
“Dan sudah ada koordinasi dengan wali kota, nanti didudukan lagi dia (Sandi) sebagai pegawai,” ungkap Deolipa.
Lebih lanjut, Deolipa menyampaikan bahwa Dedi juga meminta evaluasi mendalam terhadap Dinas Damkar yang akan menjadi catatan penting Supian Suri pada awal masa jabatannya.
“(Kang Dedi) juga meminta kepada Supian Suri sebagai wali kota baru untuk mengevaluasi kinerja-kinerja dari Damkar, apa-apa yang kurang,” jelas Deolipa.
“Jadi yang menghambat kinerja, nanti diubah-ubah oleh wali kota baru, begitu,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Dinas Damkar Depok tidak memperpanjang kontrak kerja Sandi yang tertuang dalam Surat Keterangan Kerja, Kamis (2/1/2025) dengan nomor 800/140/PKTT/PO.DAMKAR/I/2024.
Dalam surat tersebut, petugas atas nama Sandi Butar Butar tidak diperpanjang kontraknya setelah sembilan tahun lebih bekerja.
“Masa kerja sejak 10 November 2015 sampai dengan 31 Desember 2024. Alasan berhenti (yaitu) tidak diperpanjang kontrak,” mengutip isi surat, Senin.
Surat itu ditandatangani langsung oleh Plt Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan Tesy Haryanti.
Tesy menerangkan, salah satu indikator atas keputusan ini dilihat dari hasil evaluasi kinerja Sandi selama setahun terakhir.
“Kalau kerja setahun ternyata tidak menarget atau tidak ada alasan-alasan tertentu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, ya mohon maaf,” ungkap Tesy.
“Dan ini memang surat pemberitahuan, bukan pemecatan,” tambah Tesy.
Menanggapi hal itu, Dedi mengarahkan Supian Suri untuk mengangkat Sandi sebagai pegawai lagi.
“Dia pegawai tidak tetap. Kontraknya diputus oleh pemimpin lama, jadi nanti pemimpin baru, Wali Kota Depok yang baru, akan mengangkat dia kembali,” ucap Dedi, Minggu (12/1/2025).
Menurutnya, hal ini mudah dilakukan, terlebih wewenang memperpanjang kontrak sepenuhnya akan berada di tangan pemimpin baru.
“Ini masalah yang mudah , tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jadi, Sandi tidak usah khawatir. Saya sudah bilang ke Pak Wali, tolong angkat kembali,” terang Dedi.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4945876/original/073245500_1726560448-IMG_20240917_135337.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Top 3 News: Atasi Kemacetan di Depok, Dedi Mulyadi Akan Bangun Flyover – Page 3
Liputan6.com, Jakarta – Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi akan merealisasikan janjinya mengentaskan kemacetan di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Itulah top 3 news hari ini.
Adapun untuk mengurangi kemacetan, Dedi Mulyadi akan membangun flyover pada 2026 di wilayah Depok. Dia mengatakan, rencana pembangunan flyover di Kota Depok akan dilaksanakan. Sebelumnya, Wali Kota Depok terpilih sudah melakukan pengajuan untuk pembangunan flyover guna mengurangi kemacetan.
Dedi menjelaskan, pembangunan flyover di wilayah Depok akan terlebih dahulu melakukan perencanaan. Perencanaan pembangunan flyover akan dilakukan pada tahun ini dan kemudian pada pengerjaannya dilaksanakan pada 2026.
Sementara itu, Gubernur Jakarta terpilih Pramono Anung memastikan bakal membersihkan pungutan liar di lapangan jika sudah resmi dilantik. Hal ini merespons warga yang ingin membuat konten di kawasan Blok M, Jakarta diminta membuat izin.
Baru baru ini viral di media sosial seseorang dihampiri saat membuat konten di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan. Dalam video itu, ada seorang pria menanyakan soal izin kepada orang yang hendak membuat konten itu.
Pramono menilai, untuk menuju kota global, salah satu yang harus diperbaiki di Jakarta adalah persoalan pungutan liar. Dia memastikan bakal menangani masalah pungli ini agar tidak terjadi lagi.
Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta yang menemukan adanya ratusan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Human Metapneumovirus (HMPV) di Jakarta sejak 2023.
Sebanyak 79 kasus ISPA karena HMPV di Jakarta di antaranya ditemukan selama 2025. Hal itu seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Ani Ruspitawati.
Meski begitu, menurut Ani, ISPA karena HMPV telah tertangani dengan baik. Namun, Ani tetap mengimbau agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan tetap menjaga kesehatan.
Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Minggu 12 Januari 2025:
Cagub Jawa Barat dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Dedi Mulyadi berjanji bakal meningkatkan kesejahteraan petugas kebersihan dengan menaikan gaji mereka menjadi minimal 4 juta Rupiah.
-
/data/photo/2024/10/25/671b6e8eb609c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
4 Kontrak Sandi Damkar Depok: Diputus Pemimpin Lama, Diperpanjang Wali Kota Baru Megapolitan
Kontrak Sandi Damkar Depok: Diputus Pemimpin Lama, Diperpanjang Wali Kota Baru
Editor
DEPOK, KOMPAS.com
– Dalam rentetan cerita yang penuh ketegangan, kontrak kerja
Sandi Butar Butar
, pegawai Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Depok, yang sempat diputus oleh kepemimpinan lama, kini menemui titik terang.
Gubernur Jawa Barat terpilih,
Dedi Mulyadi
, memberikan kepastian bahwa kontrak Sandi akan diperpanjang setelah pelantikan Wali Kota Depok terpilih,
Supian Suri
.
Kuasa hukum Sandi, Deolipa Yumara, mengonfirmasi hal tersebut pada Minggu (12/1/2025) dan menyebutkan bahwa perpanjangan kontrak ini akan dilakukan sesuai dengan pembicaraan yang telah disepakati sebelumnya.
“Iya, betul (akan diperpanjang). Mengenai waktunya, sesuai pembicaraan (setelah pelantikan Wali Kota Depok terpilih, Supian Suri),” ungkap Deolipa.
Deolipa juga mengunggah video rekaman wawancara dengan Dedi Mulyadi di akun TikTok pribadinya, yang diambil dari sebuah acara di kawasan Tapos, Depok, Jawa Barat.
Dalam video tersebut, Dedi menjelaskan bahwa Sandi bukanlah Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan pegawai tidak tetap.
Oleh karena itu, wewenang untuk memperpanjang kontraknya sepenuhnya berada di tangan pemimpin daerah yang baru.
“Dia pegawai tidak tetap. Kontraknya diputus oleh pemimpin lama, jadi nanti pemimpin baru, Wali Kota Depok yang baru, akan mengangkat dia kembali,” kata Dedi.
Dedi juga menegaskan bahwa perpanjangan kontrak Sandi di Dinas Damkar Depok bukanlah masalah yang rumit.
“Ini masalah yang mudah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jadi, Sandi tidak usah khawatir. Saya sudah bilang ke Pak Wali, tolong angkat kembali,” ujar Dedi.
Sandi yang telah mengabdi di
Damkar Kota Depok
selama lebih dari sembilan tahun, sejak 2015, terkejut saat kontraknya tidak diperpanjang.
Keputusan berakhirnya kontrak untuk provesi Sandi tertuang dalam Surat Keterangan Kerja yang dikeluarkan pada 2 Januari 2025.
“Saya enggak tahu ya alasannya apa. Hampir 10 tahun lah pengabdian saya di Damkar,” kata Sandi, kecewa.
Surat itu ditandatangani langsung oleh Plt Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan, Tesy Haryanti.
Tesy menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak Sandi didasarkan pada hasil evaluasi kinerja selama satu tahun terakhir.
“Kalau dalam setahun ternyata tidak memenuhi target atau ada alasan-alasan tertentu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, ya mohon maaf,” ujar Tesy.
“Dan ini memang surat pemberitahuan, bukan pemecatan,” ucap Tesy menambahkan.
Sejauh ini, Sandi dan Dinas Damkar Kota Depok terjadi perang dingin. Konflik ini bermula sejak 2021, soal dugaan korupsi di Dinas Damkar Depok.
Selain itu, Sandi mengungkapkan keluhannya terkait kerusakan alat pemadam kebakaran yang tak kunjung diperbaiki.
Bahkan, Sandi dan teman-temannya terkadang menggunakan uang pribadi untuk mengganti peralatan tersebut.
“Kadang nih, kita untuk chainsaw itu kita yang modalin karena enggak mau ribet gitu,” ungkap Sandi.
Perselisihan semakin memuncak saat Martinnius Reja Panjaitan, seorang petugas Damkar, meninggal dunia akibat dugaan ketidaklengkapan alat pelindung diri (APD) dalam tugas.
Sandi menantang klarifikasi pejabat Dinas Damkar yang menyatakan bahwa masker tidak wajib digunakan dalam kondisi tertentu.
“Kalau dia bilang tidak wajib memakai masker, saya tantang dia,” tegas Sandi.
Kini, janji dari Dedi Mulyadi untuk memperpanjang kontrak Sandi melalui Wali Kota Depok terpilih, Supian Suri, memberi sedikit harapan di tengah kekalutan tersebut.
Dengan terpilihnya pemimpin baru di Depok, kini terjalin harapan baru. Perpanjangan kontrak Sandi yang sempat diakhiri, kini mulai menemukan jalannya.
Semoga segala ketegangan yang menyelimuti Damkar Depok bisa segera sirna dengan hadirnya langkah lebih bijak dari kepemimpinan yang baru.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/28/6747da7e6b28c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
10 Dedi Mulyadi: Perpanjangan Kontrak Sandi Damkar Depok Itu Hal Mudah Megapolitan
Dedi Mulyadi: Perpanjangan Kontrak Sandi Damkar Depok Itu Hal Mudah
Penulis
DEPOK, KOMPAS.com
– Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa perpanjangan kontrak kerja
Sandi Butar Butar
, salah satu pegawai di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok, bukanlah hal yang sulit.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi dalam sebuah kegiatan di Tapos, Depok. Video momen tersebut diunggah oleh kuasa hukum Sandi, Deolipa Yumara, melalui akun TikTok pribadinya pada Minggu (12/1/2025).
“Ini masalah yang mudah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jadi, Sandi tidak usah khawatir. Saya sudah bilang ke Pak Wali, tolong angkat kembali,” ujar Dedi.
Dedi menjelaskan bahwa kontrak Sandi, yang sebelumnya diputus oleh pemimpin lama, akan segera diperpanjang setelah pelantikan Wali Kota Depok terpilih, Supian Suri.
Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa Sandi bukanlah Aparatur Sipil Negara (ASN) melainkan pegawai tidak tetap. Oleh karena itu, proses perpanjangan kontraknya sepenuhnya menjadi wewenang kepala daerah yang baru.
“Dia pegawai tidak tetap. Kontraknya diputus oleh pemimpin lama, jadi nanti pemimpin baru, Wali Kota Depok yang baru, akan mengangkat dia kembali,” tambahnya.
Sandi sendiri telah bekerja di Damkar Depok selama lebih dari sembilan tahun, sejak 2015. Namun, kontraknya tidak diperpanjang oleh kepemimpinan sebelumnya, sebagaimana tertuang dalam Surat Keterangan Kerja tertanggal Kamis (2/1/2025).
Sementara itu, Kuasa hukum Sandi, Deolipa Yumara, mengatakan, janji Dedi Mulyadi soal perpanjangan kontrak ini akan direalisasikan setelah pelantikan Wali Kota Depok terpilih.
“Iya, betul (akan diperpanjang). Mengenai waktunya, sesuai pembicaraan, setelah pelantikan Wali Kota Depok terpilih, Supian Suri,” ungkap Deolipa.
Untuk diketahui, Dinas Damkar Depok menyatakan dalam Surat Keterangan Kerja nomor 800/140/PKTT/PO.DAMKAR/I/2024 bahwa kontrak kerja Sandi tidak diperpanjang setelah lebih dari sembilan tahun bekerja.
“Masa kerja sejak 10 November 2015 sampai dengan 31 Desember 2024. Alasan berhenti (yaitu) tidak diperpanjang kontrak,” mengutip isi surat tersebut, Senin.
Surat itu ditandatangani langsung oleh Plt Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan, Tesy Haryanti.
Tesy menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak Sandi didasarkan pada hasil evaluasi kinerja selama satu tahun terakhir.
“Kalau dalam setahun ternyata tidak memenuhi target atau ada alasan-alasan tertentu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, ya mohon maaf,” ujar Tesy.
“Dan ini memang surat pemberitahuan, bukan pemecatan,” tambahnya
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5091035/original/073170500_1736637492-Screenshot_20250112_013239_YouTube.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru – Page 3
Liputan6.com, Jakarta Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi menegaskan tidak akan menggunakan mobil dinas saat memimpin Jawa Barat. Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi saat mengikuti kegiatan tasyakuran kemenangan di wilayah Tapos, Depok, Sabtu malam (11/1/2025).
Dedi Mulyadi mengatakan tidak akan meminta mobil dinas baru untuk mendukung aktivitasnya sebagai gubernur Jawa Barat. Bahkan sejumlah wali kota dan bupati di wilayah Jawa Barat akan mengikuti langkah yang sama pada penggunaan mobil dinas saat memimpin nanti.
“Iya, saya enggak minta dan Wali Kota Depok kayaknya juga sudah enggak akan minta,” ujar Dedi kepada Liputan6.com, Sabtu malam.
Dedi menjelaskan, walikota dan Bupati yang memiliki kesamaan visi tidak akan menggunakan mobil dinas baru. Dedi menolak penggunaan mobil dinas baru dan anggaran pembelian mobil dinas akan dialokasikan untuk kegiatan yang lebih mementingkan masyarakat.
“Ya (menolak mobil dinas baru). Apa yang menjadi dasar? Mendasarkan infrastruktur, baik infrastruktur jalan, irigasi, termasuk infrastruktur kebersihan,” jelas Dedi.
Dedi menceritakan terdapat ibu rumah tangga yang suaminya sebagai honorer kebersihan dan mendapatkan upah yang masih minim. Apalagi, keluarga tersebut memiliki utang yang harus dicicil dan berutang dengan lainnya, karena harus menutupi utang di tengah kebutuhan hidup.
“Itu bisa jadi kemiskinan baru kalau enggak diselesaikan,” ucap Dedi.
Dedi telah mengumpulkan tim akselerasi anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sebelumnya sudah terbentuk. Pada pertemuan tersebut, Dedi mengaku sudah memiliki kisi-kisi untuk digunakan pembangunan di wilayah Jawa Barat.
“Insyaallah lah kalau barang Rp1 triliun kita sudah bisa sisihkan untuk pembangunan di Jawa Barat ya, existing ya,” terang Dedi.
Gebrakan Presiden Prabowo di awal masa jabatannya tak berhenti di situ. Mulai pekan depan, Pejabat seperti Menteri, Wakil Menteri, hingga Eselon I tak boleh lagi menggunakan mobil dinas impor.