Tag: Mochamad Iriawan

  • Sambut 2025, Meliya Indonesia x KURSIENKARZAI Tampil 30 Koleksi Modest Wear

    Sambut 2025, Meliya Indonesia x KURSIENKARZAI Tampil 30 Koleksi Modest Wear

    JAKARTA – Perancang busana tanah air, Kursien Karzai baru saja menghadirkan koleksi terbarunya yang diberi nama MADRE pada pagelaran yang diselenggarakan di Amuntai, Kalimantan Selatan. Koleksi yang diberi nama MADRE ini merupakan kata serapan dari bahasa Italia, yang berarti “Ibu”. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 22 Desember 2024 lalu ini menggandeng Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan, Ibu Yennie Rosyanto Yudha, S.E., M.M., M.H dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dr. Hj. Arzeti Bilbina, S.E., M.A.P yang telah memberikan dukungan dan perhatian khusus bagi pelaku UKM dan industri mode fashion tanah air.

    Koleksi yang hadir bertepatan pada Hari Ibu ini terinspirasi dari sosok perempuan yang sangat berperan penting dalam keluarga dan lebih luasnya sebagai tiang bagi sebuah Bangsa. Kehadirannya dalam keluarga adalah surga bagi seorang anak, dan penyempurna bagi laki laki. Koleksi ini menggabungkan keanggunan abaya yang sederhana dengan makna yang mendalam. Madre mengingatkan kita pada sosok ibu yang penuh kasih, penuh pengorbanan, dan sumber kekuatan bagi keluarga.

    Kolaborasi brand Meliya Indonesia x KURSIENKARZAI yang diselenggarakan ini telah menampilkan 30 koleksi modest wear untuk Raya Series 2025. KURSIENKARZAI yang konsisten geksplor motif nusantara, kali ini memilih wastra dengan motif Gorga dari tanah Batak, Sumatera Utara.

    Koleksi ini menggunakan teknik embroidery dan printing. Koleksi Madre hadir dengan desain yang minimalis dan modern, sehingga mencerminkan keindahan dalam kesederhanaan. Setiap busana yang dirancang dengan sentuhan elegan ini berfokus pada kenyamanan serta memberikan kebebasan bagi wanita untuk bergerak dengan percaya diri dan anggun.

    Pemilihan bahan berkualitas dan warna-warna netral dipilih untuk menonjolkan keindahan alami, sehingga koleksi ini dapat dikenakan di berbagai kesempatan, baik itu acara formal maupun sehari-hari. Warna yang dipilih untuk koleksi Madre yaitu hitam, mocca, abu, navy.

    Terdiri dari dress dan abaya dengan bahan organza, tulle dan satin. Koleksi MADRE menjadi koleksi yang diperuntukan untuk menyambut ramadhan dan hari raya. Untuk koleksi daily, KURSIENKARZAI merilis busana siap pakai dengan bahan polos dan paduan pleats dalam bentuk dress dan abaya. Kesan minimalis dan tegas dari koleksi ini sangat cocok untuk kegiatan harian.

    “Madre bukan sekadar nama, tetapi juga simbol dari peran luar biasa seorang ibu,” ujar Kursien Karzai. Koleksi ini menjadi penghormatan bagi para ibu di seluruh dunia yang mengajarkan kita tentang kekuatan dalam kelembutan, serta kasih yang tak terbatas. Dengan desain yang simpel, Madre mengajak setiap wanita untuk merayakan dirinya dalam bentuk yang paling otentik dan elegan.

    Koleksi Madre berfokus pada abaya dan dress yang menawarkan kesederhanaan namun tetap memiliki keanggunan yang mendalam. Setiap detail dalam koleksi ini menggambarkan kekuatan, keanggunan, dan ketulusan hati seorang ibu yang selalu ada untuk memberikan yang terbaik. Koleksi ini juga terinspirasi oleh keinginan untuk menciptakan pakaian yang dapat membuat wanita merasa dihargai, penuh kepercayaan diri, dan tetap menonjolkan sisi feminin mereka.

  • 7 Fakta Menarik tentang Hakim Eko Aryanto yang Perlu Anda Ketahui

    7 Fakta Menarik tentang Hakim Eko Aryanto yang Perlu Anda Ketahui

    loading…

    Hakim Eko Aryanto sedang menjadi sorotan banyak pihak usai memberikan vonis ringan kepada Harvey Moeis. FOTO/DOK. PN JAKARTA PUSAT

    JAKARTA – Hakim Eko Aryanto menjadi sorotan setelah menjatuhkan vonis yang dianggap ringan kepada Harvey Moeis dalam kasus korupsi tata niaga timah. Vonis tersebut memicu diskusi di masyarakat tentang integritas penegakan hukum.

    Berikut adalah tujuh fakta menarik tentang Eko Aryanto, yang tidak hanya berkaitan dengan keputusan kontroversialnya, tetapi juga perjalanan karier dan kekayaannya.

    1. Profil Singkat Hakim Eko Aryanto

    Eko Aryanto, S.H., M.H adalah seorang hakim senior di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Lahir di Malang, Jawa Timur, pada 25 Mei 1968, Eko Aryanto telah mengabdi dalam dunia hukum selama lebih dari tiga dekade. Ia meraih gelar sarjana hukum pidana dari Universitas Brawijaya pada 1987, gelar magister hukum dari IBLAM School of Law pada 2002, dan gelar doktor ilmu hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta pada 2015.

    2. Karier Panjang di Dunia Peradilan

    Perjalanan karier Eko dimulai di pengadilan negeri dan terus berkembang hingga ia menjabat sebagai ketua pengadilan di berbagai wilayah, termasuk Pandeglang pada 2009 dan Tulungagung pada 2017. Dengan pengalamannya menangani berbagai kasus penting, Eko Aryanto dikenal sebagai hakim yang berdedikasi tinggi.

    3. Punya Harta Kekayaan 2 Miliar

    Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada Januari 2024 untuk periode 2023, Eko Aryanto memiliki kekayaan senilai Rp2,82 miliar. Berikut rincian asetnya:
    Tanah dan Bangunan: Sebidang tanah dan bangunan seluas 200 m²/100 m² di Malang senilai Rp1,35 miliar.
    Kendaraan Bermotor: Lima unit kendaraan, termasuk mobil Honda Civic Sedan 2013, Toyota Innova Reborn 2016, dan dua sepeda motor Kawasaki, dengan total nilai Rp910 juta.
    Harta Bergerak Lainnya: Senilai Rp395 juta.
    Kas dan Setara Kas: Rp165,981 juta.

    4. Vonis Kontroversial untuk Harvey Moeis

    Dalam kasus korupsi tata niaga timah yang melibatkan kerugian negara hingga Rp271 triliun, Eko Aryanto menjatuhkan hukuman 6,5 tahun penjara kepada Harvey Moeis, lebih ringan dari tuntutan jaksa sebesar 12 tahun. Selain itu, Harvey juga dikenakan denda Rp1 miliar dan wajib membayar uang pengganti Rp210 miliar.

    5. Alasan di Balik Vonis Ringan

    Keputusan vonis ringan ini menimbulkan gejolak di masyarakat. Majelis hakim yang dipimpin Eko Aryanto mempertimbangkan faktor-faktor meringankan seperti sopan santun terdakwa selama persidangan, tanggungan keluarga, dan status terdakwa yang belum pernah dihukum sebelumnya. Hal ini memicu kritik bahwa pertimbangan tersebut tidak sebanding dengan besarnya kerugian negara.

    6. Pandangan Publik terhadap Keputusan Eko Aryanto

    Masyarakat menilai vonis tersebut tidak memberikan efek jera terhadap pelaku korupsi. Banyak yang mempertanyakan integritas lembaga peradilan dan menuntut reformasi hukum agar keadilan benar-benar ditegakkan tanpa memihak.

    7. Rekam Jejak Kasus yang Ditangani

    Selain kasus Harvey Moeis, Eko Aryanto memiliki pengalaman menangani berbagai perkara penting selama kariernya. Namun, kasus ini menjadi salah satu yang paling disorot, menempatkannya dalam pusat perhatian publik dan media.

    Dengan perjalanan karier yang panjang dan kekayaan yang cukup signifikan, Eko Aryanto tetap menjadi figur yang memengaruhi wajah peradilan Indonesia. Keputusan-keputusannya akan terus menjadi tolok ukur dalam menilai keadilan di negeri ini.

    (abd)

  • Makna Bibit, Bebet, Bobot, dalam Memilih Pasangan Hidup Menurut Falsafah Jawa

    Makna Bibit, Bebet, Bobot, dalam Memilih Pasangan Hidup Menurut Falsafah Jawa

    YOGYAKARTA – Salah satu falsafah Jawa yang masih dipegang erat oleh banyak orang adalah “bibit, bebet, bobot” dalam memilih jodoh. Filosofi ini sudah digunakan secara turun temurun sejak leluhur zaman dahulu dalam urusan mencari pasangan hidup. 

    Dalam pernikahan dan rencana membangun rumah tangga, memilih pasangan menjadi tahapan yang paling penting. Sampai saat ini, masih banyak masyarakat Jawa yang menggunakan pertimbangan bibit, bebet, dan bobot untuk memilih istri atau suami yang dinilai cocok. 

    Filosofi ini ternyata punya makna mendalam dan memiliki alasan rasional yang harus diperhitungkan sebelum lanjut ke tahap pernikahan. Lantas apa makna bibit, bebet, bobot bagi orang Jawa dalam memilih pasangan?

    Makna Bibit, Bebet, Bobot

    Dalam budaya pernikahan Jawa, biasanya pihak keluarga atau orang tua akan memiliki kriteria tersendiri mengenai bibit, bebet, bobot dari seseorang yang akan menjadi pasangan anaknya. Meski bagi sebagian orang, falsafah ini dinilai cukup memberatkan atau merepotkan, tapi ada alasan yang masuk akal di baliknya. 

    Mungkin sebagian anak muda sudah tidak terlalu berpikiran rumit dalam menentukan pasangan yang akan dinikahi dan diajak berumah tangga. Namun faktanya, falsafah bibit, bebet, bobot bisa memberikan banyak pelajaran penting dalam merencanakan pernikahan. 

    Mari kita pahami makna bibit, bebet, bobot dalam memilih pasangan yang perlu Anda tahu berikut ini:

    Arti Bibit: Garis Keturunan 

    Bibit merujuk pada penilaian seseorang berdasarkan garis keturunannya. Pendekatan ini bertujuan untuk mengetahui apakah calon pasangan berasal dari keluarga yang akan mewariskan nilai-nilai atau sifat tertentu. Dengan pertimbangan bibit, Anda bisa memahami apakah seseorang punya background keluarga yang baik atau sebaliknya.

    Arti Bebet: Status Sosial Ekonomi

    Bebet adalah cara menilai seseorang berdasarkan lingkup pergaulannya dan bagaimana ia berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperhatikan bebet, dapat diketahui apakah calon pasangan memiliki reputasi yang baik atau sebaliknya.

    Arti Bobot: Kepribadian serta Pendidikan 

    Bobot lebih merujuk pada penilaian seseorang berdasarkan aspek materi atau hal-hal duniawi lainnya. Hal ini mencakup penilaian apakah calon pasangan berasal dari keluarga yang kaya atau kurang mampu, memiliki jabatan atau tidak, tingkat pendidikan yang tinggi atau rendah, hingga penampilan fisik yang menarik atau biasa saja.

    Arti mengenai pertimbangan ‘bobot’ dalam pernikahan budaya Jawa juga dibahas dalam buku Nasehat-Nasehat Pernikahan (2021) karangan Dr. Agus Hermanto M.H.I. Kriteria bobot yang dimaksud yakni mencakup:

    Jangkeping Warni (lengkapnya warna): merujuk pada seberapa sempurna fisik dari calon pasangan anaknya yang akan menjadi menantu. Rahayu ing Mana (baik hati): dipahami sebagai karakter atau ‘inner beauty’, termasuk juga kecakapan agama seseorang. Wasis (ulet): sikap rajin, pekerja keras, dan tanggung jawab dari suami demi masa depan rumah tangga dan keluarga supaya bisa hidup sejahtera.

    Pentingnya Bibit, Bebet, Bobot

    Tujuan memilih calon pasangan berdasarkan bibit, bebet, dan bobot adalah untuk menemukan pasangan terbaik bagi anak. Sebenarnya konsep bibit, bebet, dan bobot ini sejalan dengan tujuan pernikahan pada masa lampau.

    Di masa lalu, orang tua menggunakan ketiga kriteria ini untuk menjaga harta, tanah, dan status sosial keluarga. Pada waktu itu, cinta atau perasaan bukanlah faktor utama dalam pemilihan pasangan. Sebab keputusan lebih didasarkan pada status sosial yang diwariskan sejak lahir.

    Meskipun terkesan kuno, hingga kini konsep memilih pasangan dengan mempertimbangkan bibit, bebet, dan bobot masih sering diterapkan. Namun makna ketiga kriteria ini kini lebih fleksibel dan dinilai dengan sudut pandang serta pendekatan yang lebih modern.

    Demikianlah ulasan dari makna bibit, bebet, bobot dalam memilih pasangan menurut falsafah Jawa. Sampai saat ini masih banyak keluarga Jawa yang menggunakan pertimbangan bibit, bebet, bobot, untuk bisa mencari pasangan yang terbaik. Baca juga makna sungkeman dalam pernikahan adat Jawa.

    Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI. Kami menghadirkan info terbaru dan terupdate nasional maupun internasional.

  • Komisaris dan Dirut Pertamina Kunjungi Integrated Terminal Plumpang

    Komisaris dan Dirut Pertamina Kunjungi Integrated Terminal Plumpang

    Jakarta, CNN Indonesia

    Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri melakukan kunjungan ke Integrated Terminal Jakarta di Plumpang, Tanjung Priok, Selasa, (31/12) malam.

    Kunjungan yang dilakukan jelang malam pergantian tahun 2024-2025 ini dilakukan untuk memantau kesiapan operasional Pertamina dari hulu ke hilir.

    Integrated Terminal Jakarta Plumpang adalah infrastruktur energi yang terdiri dari Fuel Terminal Plumpang, Fuel Terminal Tanjung Priok, dan LPG Terminal Tanjung Priok.

    Ketiga terminal ini terintegrasi untuk memastikan kelancaran pendistribusian energi untuk wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang melayani lebih dari 1.000 SPBU.

    Dalam paparannya kepada Komisaris dan Direksi Pertamina, Direktur Utama Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan menyampaikan peningkatan konsumsi selama Satgas Nataru.

    “LPG mengalami peningkatan kurang lebih 1,8%, Pertamax meningkat 10%, sedangkan kuota konsumsi Pertalite masih sesuai kuota. Peningkatan permintaan telah di antisipasi dan semua dalam kondisi lancar dan aman,” ungkap Riva.

    Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan, kelancaran Satgas Nataru 2024/2025 merupakan kerja keras seluruh Perwira Pertamina yang tanpa lelah memastikan kesiapan stok dan penyaluran energi untuk masyarakat.

    “Kami ingin memastikan semua berjalan dengan baik, semua kondisi di lapangan juga lancar. Para Perwira Pertamina semuanya berada dalam moral yang tinggi menjaga kebutuhan energi di masyarakat tetap terjaga sehingga masyarakat bisa melakukan perayaan Natal dan Tahun Baru dengan tenang,” ungkap Simon.

    Simon juga mengingatkan agar budaya HSSE menjadi hal yang utama dalam menjalani pekerjaan. “Mari kita terus menjaga budaya HSSE untuk patuh, peduli, dan intervensi, tentunya kita lakukan semua pekerjaan kita dengan prosedur yang benar,” terangnya.

    Melihat kondisi stok dan distribusi dalam keadaan aman, Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Perwira Pertamina yang bertugas menjalankan Satgas Nataru 2024/2025.

    “Saya bangga sekali kepada seluruh Perwira Pertamina yang telah bekerja dengan hati. Artinya, hal tersebut melebihi dari totalitas dan tanggung jawab, jadi saya mengapresiasi seluruh Perwira Pertamina,” ungkapIriawan.

    Foto: Arsip Pertamina

    Dalam kunjungan tersebut tampak hadir pula Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina, Alfian Nasution, dan Corporate Secretary Pertamina Brahmantya S. Poerwadi.

    Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).

    Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

    (inh/inh)

  • Siaga Nataru, Komisaris-Dirut Pertamina Cek Integrated Terminal Plumpang

    Siaga Nataru, Komisaris-Dirut Pertamina Cek Integrated Terminal Plumpang

    Jakarta – Menjelang malam pergantian tahun 2024-2025, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri melakukan kunjungan ke Integrated Terminal Jakarta di Plumpang, Tanjung Priok hari ini (31/12). Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk memantau kesiapan operasional Pertamina dari hulu ke hilir menuju malam pergantian tahun.

    Integrated Terminal Jakarta Plumpang adalah infrastruktur energi yang terdiri dari Fuel Terminal Plumpang, Fuel Terminal Tanjung Priok, dan LPG Terminal Tanjung Priok. Ketiga terminal ini terintegrasi untuk memastikan kelancaran pendistribusian energi untuk wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang melayani lebih dari 1.000 SPBU.

    Dalam paparannya kepada Komisaris dan Direksi Pertamina, Direktur Utama Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan menyampaikan peningkatan konsumsi selama Satgas Nataru telah diantisipasi dengan baik.

    “LPG mengalami peningkatan kurang lebih 1,8%, Pertamax meningkat 10%, sedangkan kuota konsumsi Pertalite masih sesuai kuota. Peningkatan permintaan telah diantisipasi dan semua dalam kondisi lancar dan aman,” ungkap Riva dalam keterangan tertulis, Selasa (31/12/2024).

    Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan kelancaran Satgas Nataru 2024/2025 merupakan kerja keras seluruh Perwira Pertamina yang tanpa lelah memastikan kesiapan stok dan penyaluran energi untuk masyarakat.

    “Kami ingin memastikan semua berjalan dengan baik, semua kondisi di lapangan juga lancar. Para Perwira Pertamina semuanya berada dalam moral yang tinggi menjaga kebutuhan energi di masyarakat tetap terjaga sehingga masyarakat bisa melakukan perayaan Natal dan Tahun Baru dengan tenang,” ungkap Simon.

    Simon juga mengingatkan agar budaya HSSE menjadi hal yang utama dalam menjalani pekerjaan. “Mari kita terus menjaga budaya HSSE untuk patuh, peduli, dan intervensi, tentunya kita lakukan semua pekerjaan kita dengan prosedur yang benar,” terangnya.

    Melihat kondisi stok dan distribusi dalam keadaan aman, Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Perwira Pertamina yang bertugas menjalankan Satgas Nataru 2024/2025.

    “Saya bangga sekali kepada seluruh Perwira Pertamina yang telah bekerja dengan hati. Artinya, hal tersebut melebihi dari totalitas dan tanggung jawab, jadi saya mengapresiasi seluruh Perwira Pertamina,” ungkap Iriawan.

    Dalam kunjungan tersebut, tampak hadir pula Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina, Alfian Nasution, dan Corporate Secretary Pertamina Brahmantya S. Poerwadi.

    Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

    (prf/ega)

  • Momen Prabowo Kejutkan Warga di Bundaran HI saat Perayaan Tahun Baru 2025 – Halaman all

    Momen Prabowo Kejutkan Warga di Bundaran HI saat Perayaan Tahun Baru 2025 – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto membuat kaget masyarakat yang tengah merayakan malam pergantian tahun di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, Selasa (31/12/2024).

    Prabowo melintas menyapa warga dari mobil Maung berwarna putih.

    Prabowo berdiri di kursi penumpang yang atapnya dibuka.

    Dikutip dari YouTube Kompas, terlihat banyak warga menyapa Prabowo.

    Prabowo tampak melambaikan tangan ke arah warga.

    Beberapa kali Prabowo juga menyalami warga.

    Prabowo mengenakan kemeja krem khasnya berlengan pendek.

    Kedatangan Prabowo tidak terjadwal dan tidak diketahui warga.

    Sehingga kehadiran Prabowo sempat mengagetkan masyarakat yang berkumpul di penghujung tahun ini.

    Momen Prabowo melintas di Bundaran HI berlangsung singkat.

    Presiden kemudian melanjutkan perjalanan.

    Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup

    Diketahui, sejumlah jalan di Jakarta ditutup dalam malam Tahun Baru 2025.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menutup sejumlah jalan utama di Jakarta pada malam Tahun Baru 2025 terkait acara ‘Semarak Jakarta Mendunia.’ pada Selasa, 31 Desember 2024.

    Penutupan sejumlah jalan besar di Jakarta di malam Tahun Baru 2025 ini dilakukan berkaitan dengan panggung hiburan dan acara yang digelar di sepanjang Lapangan Banteng-Sudirman, Jakarta Pusat.

    “Dalam rangka menyambut pergantian tahun, Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan Panggung ‘Semarak Jakarta Mendunia’ pada Selasa malam (31/12/24) di sepanjang Lapangan Banteng-Sudirman, Jakarta Pusat,” tulis Instagram @dkijakarta, dikutip Senin (30/12/2024).

    Sehubungan dengan acara tersebut, berikut daftar jalan yang akan ditutup saat acara malam Tahun Baru 2025 di Jakarta:

    Jalan Jenderal Sudirman (mulai dari Bundaran Senayan sampai dengan Bundaran HI);
    Jalan M.H. Thamrin (mulai dari Bundaran HI sampai dengan Bundaran Patung Kuda):
    Jalan Pintu 1 Senayan;
    Jalur Lambat Kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi Barat;
    Jalan Bendungan Hilir;
    Jalan KH. Mas Mansyur;
    Jalan Karet Pasar Baru Timur 5;
    Jalan Kupingan BNI 46;
    Jalan Kota Bumi dan Jalan Baturaja;
    Jalan Teluk Betung;
    Jalan Kebon Kacang;
    Jalan Sunda;
    Jalan Imam Bonjol;
    Jalan Sumenep Tosari;
    Landmark (Indocement);
    Jalan Setiabudi;
    Jalan Prof. Dr. Satrio:
    Jalan Masjid (Sampoerna);
    Jalan Garnisun dan Kolong Semanggi;
    Jalur lambat kupingan Semangggi (Gatot Subroto) sisi Timur;
    SCBD;
    Jalan Tulodong Atas 2/Samping CIMB;
    Simpang Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan Medan Merdeka Selatan
    Jalan Kebon Sirih dari Arah Barat/untuk arah timur tutup di Simpang Agus Salim;
    Jalan K.H Wahid Hasyim:
    Jalan Majapahit;
    Jalan Veteran III;
    Jalan Veteran II:
    Simpang Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Medan Merdeka Utara;
    Simpang Jalan Medan Merdeka Selatan – Jalan Ridwan Rais;
    Simpang Jalan Perwira – Jalan Lapangan Banteng Barat.

    Adapun lokasi panggung Semarak Jakarta Mendunia pada malam Tahun Baru 2025, 31 Desember 2024, akan berlangsung di beberapa tempat berikut:

    Lapangan Banteng
    Patung Kuda
    Depan Sari Pacific
    Depan Kedutaan Besar Jepang
    Plaza UOB
    Dukuh Atas – JXB River
    Depan Wisma Nugra Santana
    Depan Gedung WTC
    Depan Hotel Orient
    SCBD
    FX Pintu 1
    Depan Panin Bank

    (Tribunnews.com/Gilang Putranto, Bobby)

  • Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Selama Malam Tahun Baru 2025, Lengkap dengan Rute Alternatifnya – Halaman all

    Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Selama Malam Tahun Baru 2025, Lengkap dengan Rute Alternatifnya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Inilah daftar jalan di Jakarta yang Ditutup pada Malam Tahun Baru 2025, lengkap dengan lokasi kantong parkir.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menutup sejumlah jalan utama di Jakarta pada malam Tahun Baru 2025 terkait acara ‘Semarak Jakarta Mendunia.’ pada Selasa, 31 Desember 2024.

    Penutupan sejumlah jalan besar di Jakarta di malam Tahun Baru 2025 ini dilakukan berkaitan dengan panggung hiburan dan acara yang digelar di sepanjang Lapangan Banteng-Sudirman, Jakarta Pusat.

    “Dalam rangka menyambut pergantian tahun, Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan Panggung “Semarak Jakarta Mendunia” pada Selasa malam (31/12/24) di sepanjang Lapangan Banteng-Sudirman, Jakarta Pusat,” tulis Instagram @dkijakarta, dikutip Senin (30/12/2024).

    Sehubungan dengan acara tersebut, berikut daftar jalan yang akan ditutup saat acara malam Tahun Baru 2025 di Jakarta:

    Jalan Jenderal Sudirman (mulai dari Bundaran Senayan sampai dengan Bundaran HI);
    Jalan M.H. Thamrin (mulai dari Bundaran HI sampai dengan Bundaran Patung Kuda):
    Jalan Pintu 1 Senayan;
    Jalur Lambat Kupingan Semanggi (Gatot Subroto) sisi Barat;
    Jalan Bendungan Hilir;
    Jalan KH. Mas Mansyur;
    Jalan Karet Pasar Baru Timur 5;
    Jalan Kupingan BNI 46;
    Jalan Kota Bumi dan Jalan Baturaja;
    Jalan Teluk Betung;
    Jalan Kebon Kacang;
    Jalan Sunda;
    Jalan Imam Bonjol;
    Jalan Sumenep Tosari;
    Landmark (Indocement);
    Jalan Setiabudi;
    Jalan Prof. Dr. Satrio:
    Jalan Masjid (Sampoerna);
    Jalan Garnisun dan Kolong Semanggi;
    Jalur lambat kupingan Semangggi (Gatot Subroto) sisi Timur;
    SCBD;
    Jalan Tulodong Atas 2/Samping CIMB;
    Simpang Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan Medan Merdeka Selatan
    Jalan Kebon Sirih dari Arah Barat/untuk arah timur tutup di Simpang Agus Salim;
    Jalan K.H Wahid Hasyim:
    Jalan Majapahit;
    Jalan Veteran III;
    Jalan Veteran II:
    Simpang Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Medan Merdeka Utara;
    Simpang Jalan Medan Merdeka Selatan – Jalan Ridwan Rais;
    Simpang Jalan Perwira – Jalan Lapangan Banteng Barat.

    Adapun lokasi panggung Semarak Jakarta Mendunia pada malam Tahun Baru 2025, 31 Desember 2024, akan berlangsung di beberapa tempat berikut:

    Lapangan Banteng
    Patung Kuda
    Depan Sari Pacific
    Depan Kedutaan Besar Jepang
    Plaza UOB
    Dukuh Atas – JXB River
    Depan Wisma Nugra Santana
    Depan Gedung WTC
    Depan Hotel Orient
    SCBD
    FX Pintu 1
    Depan Panin Bank

    Rute Alternatif Pengalihan Arus saat Malam Tahun Baru 2025

    Dalam rangka mendukung kelancaran lalu lintas, rute alternatif disiapkan sebagai berikut:

    1. Lalu Lintas dari Selatan ke Utara dialihkan melalui Jalan Hang Lekir I-Jalan Hang Tuah-Jalan Hang Lekir IV – Jalan Hang Lekir II-Jalan Hang Lekir I-Jalan Asia Afrika-Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Gatot Subroto-Jalan KS Tubun-Jalan KH Mas Mansyur – Jalan Cideng – dst. Atau dapat melalui Jalan HR Rasuna Said-Jalan Prof. Dr. Satrio – Jalan KH Mas Mansyur-dst. 

    Maupun pada arah sebaliknya (Utara ke Selatan):

    2. Lalu Lintas dari Utara ke Selatan dialihkan melalui Jalan Ir. H. Juanda-Jalan Pos-Jalan Gedung Kesenian-Jalan Lapangan Utara – Jalan Lapangan Banteng Barat-Jalan Pejambon-Jalan MI Ridwan Rais ke arah Rasuna Said-dst. Atau dapat melalui Jalan Gunung Sahari – Jalan Kramat Raya-Jalan Salemba-Jalan Proklamasi-Jalan Tambah-Jalan Prof. Dr. Sahardjo-dst;

    3. Lalu Lintas dari Timur (Jalan Batu) ke Barat (Tanah Abang) dapat melalui Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan M.Ridwan Rais-berputar di tugu tanu-Jalan M. Ridwan Rasi-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Perwira-Jalan Veteran-Jalan Suryapranoto-Jalan Balikpapan-Jalan Cideng Timur-Jalan Fachrudin-dst, maupun arah sebaliknya (Timur ke Barat);

    4. Lalu lintas dari Barat (RSPAD) ke Barat (Tomang raya) dapat melalui Jalan Kramat Kwitang-berputar di putaran timur-timur Jalan Kramat Kwitang – Tugu Tani-Jalan M.Ridwan Rais-Jalan Medan Merdeka Timur-Jalan Perwira-Jalan Katedral-Jalan Veteran-Jalan Suryapranoto-Jalan Balikpapan-Jalan Kyai Caringin-Jalan Tomang Raya-dst;

    “Untuk mendukung acara tersebut, Dishub DKI Jakarta menerapkan Rekayasa Lalu Lintas di sekitar lokasi, serta menyiapkan kantong-kantong parkir dan layanan angkutan umum untuk menuju ke sana,” lanjut info Pemprov DKI Jakarta.

    Pelataran Parkir IRTI Monas
    Stasiun Gambir
    Lemhamnas
    Perpustakaan Nasional
    Gedung Telkom STO Gambir
    Kementerian BUMN
    Menara Dana Reksa
    Gedung Indosat
    Kementerian Pariwisata
    Hotel Borobudur
    Lp. Banteng Sisi Selatan
    Jalan Veteran 1
    Wisma Mandiri
    TPE Sabang
    Djakarta Theater
    Lp. Banteng Sisi Timur
    Gedung Sarinah
    Kantor Pos
    Gereja Katedral
    Wisma Nusantara
    Intiland Tower
    Mandarin Oriental Hotel
    GBK
    The City Tower
    Taman Menteng
    Gedung BNI 46
    Wisma 46 Outdoor
    Plaza Indonesia
    Grand Indonesia
    Gedung Wisma 46
    FX Sudirman
    Plaza Senayan
    STC Senayan

    Informasi lengkap terkait infografik dan peta lokasin jalan yang ditutup saat malam Tahun Baru 2025 di Jakarta dapat dilihat di Instagram @dki jakarta

    (Tribunnews.com/Bobby)

  • Mutasi Polri Besar-besaran, 101 Kapolres Digeser Kapolri di Penghujung 2024, Ini Nama-namanya

    Mutasi Polri Besar-besaran, 101 Kapolres Digeser Kapolri di Penghujung 2024, Ini Nama-namanya

    loading…

    Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi 101 Kapolres di berbagai wilayah Indonesia di penghujung tahun 2024. Foto/Dok.SINDOnews

    JAKARTA – Sederet nama Kapolres di berbagai wilayah Indonesia masuk daftar mutasi Polri penghujung tahun 2024. Beberapa di antaranya dimutasi dalam rangka Dikbangti T.A. 2025.

    Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi dan rotasi terhadap 734 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri di akhir 2024 ini.

    Ketentuannya tercantum dalam empat surat telegram (ST), masing-masing bernomor ST/ 2778 /XII/KEP /2024, ST/2775/XII/KEP./2024, ST/ 2777/XII/KEP./2024, dan ST/ 2776 /XII/KEP./2024.

    Keempat surat telegram tersebut dikeluarkan pada tanggal 29 Desember 2024 dan ditandatangani oleh Irwasum Polri Komjen Pol. Dedi Prasetyo. Melihat daftarnya, ada sederet nama Kapolres yang masuk. Siapa saja?

    101 Kapolres Digeser Kapolri di Penghujung 2024
    1. Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri

    2. Kombes Pol Ade Rahmat Idnal, dikukuhkan menjadi Kapolres Metro Jakarta Selatan

    3. AKBP Suryadi S.I.K. M.H, Kapolres Rembang Polda Jateng diangkat dalam jabatan baru sebagai Wadirreskrimum Polda Jateng

    4. AKBP Dhanang Bagus Anggoro, Kapolres Magelang Kota Polda Jateng diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Rembang

    5. Kombes Pol Iwan Saktiadi, Kapolresta Surakarta Polda Jateng diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit Sim Ditregident Korlantas Polri

  • Taman Fatahillah Kota Tua dipadati pengunjung untuk saksikan JLF

    Taman Fatahillah Kota Tua dipadati pengunjung untuk saksikan JLF

    Jakarta (ANTARA) – Pengunjung mulai memadati area Taman Fatahillah Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat untuk menyaksikan Jakarta Light Festival (JLF) yang akan ditampilkan pada muka gedung Museum Fatahillah, menjelang malam pergantian tahun, Selasa petang.

    Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 18.00 WIB, para pengunjung duduk berjejer memadati area Taman Fatahillah. Sebagian duduk berkelompok, sedangkan sebagian lagi duduk-duduk berpasangan sambil menikmati jajanan atau sekadar berbincang.

    Di sekeliling Taman Fatahillah, tampak pengunjung berlalu-lalang. Sepeda-sepeda ontel warna-warni yang biasanya disewakan di lokasi wisata itu juga nampak dimodifikasi dengan lampu kelap-kelip.

    Ketika hari yang mulai gelap sekira pada pukul 18.00 WIB, muka gedung Museum Fatahillah mulai menampilkan sejumlah agenda Pemprov DKI Jakarta untuk merayakan Tahun Baru 2025, termasuk agenda menjelang 500 tahun Jakarta.

    Hingga pukul 18.30 WIB, pengunjung terus memadati area Taman Fatahillah. Kemudian, tepat pukul 18.35 WIB, acara JFL dibuka oleh dua orang pembawa acara yang disusul oleh video perkenalan Kota Jakarta.

    Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua memprediksi kawasan cagar budaya itu akan dikunjungi oleh sekitar 41 ribu lebih pengunjung untuk merayakan malam pergantian tahun yang dimeriahkan dengan gelaran Jakarta Light Festival (JLF) atau festival cahaya.

    Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan sejumlah kegiatan dan acara untuk menyemarakkan momen Tahun Baru 2025.

    Rangkaian acara “Semarak Jakarta Mendunia” akan dilaksanakan mulai pukul 18.30-00.30 WIB di sejumlah lokasi mulai dari Bundaran HI yang berisi panggung utama dengan hiburan dari sejumlah artis ternama.

    Selanjutnya di sepanjang Jalan M.H. Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman terdapat 14 titik panggung hiburan yang akan diisi hiburan dari sejumlah artis papan atas dengan genre musik dangdut, pop, reggae, hingga rock.

    Di Lapangan Banteng ada Pesona Dekade, di kawasan Monas Sisi Selatan terdapat acara Gemilang Silang Monas dan di Kota Tua terdapat acara Jakarta Light Festival.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Ade irma Junida
    Copyright © ANTARA 2024

  • Warga padati KRL hendak ke Monas-Kota Tua di malam tahun baru

    Warga padati KRL hendak ke Monas-Kota Tua di malam tahun baru

    Jakarta (ANTARA) – Warga terus memadati KRL Commuter Line (KRL) untuk menuju Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, hingga Kota Tua (Kotu), Jakarta Barat di malam perayaan Tahun Baru 2025.

    “Iya kita mau pergi ke Monas bareng keluarga karena kan malam tahun baru nih pasti ramai banget di Monas ada air terjun, kembang api, ada banyak panggung juga kita baca di berita-berita,” kata salah seorang penumpang KRL asal Cikarang, Andjani Shika (23) yang ditemui di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa.

    Andjani pergi ke Monumen Nasional (Monas) bersama ibu, ayah, dan adiknya. Menurut Andjani, kepadatan ini akan semakin bertambah karena Stasiun Manggarai merupakan stasiun transit ke berbagai tujuan seperti Tanah Abang, Jakarta Kota, dan Bogor.

    Selain itu, banyak warga di Stasiun Manggarai yang membawa anak dan kerabatnya untuk berpergian ke sejumlah objek wisata untuk merayakan malam pergantian tahun.

    “Iya karena kan serentak nih pada libur kerja, libur sekolah, pasti daripada bete di rumah aja mendingan ke Monas lihat pertunjukan,” ujar Andjani.

    Seperti halnya Andjani, penumpang KRL lainnya, Bayu Saputra (36) juga mengajak keluarganya menikmati momen pergantian tahun di kawasan Kota Tua (Kotu). Ia juga mengaku tertarik ke kawasan tersebut untuk melihat festival cahaya dan berfoto-foto.

    “Iya kita mau ke Kotu, di sana kita lihat informasinya di sosmed ada festival cahaya. Pasti di sana bagus, anak-anak suka,” kata Bayu saat ditemui di Stasiun Klender.

    Meskipun begitu, Bayu mengaku kerap khawatir membawa keluarga dan saudaranya ke Kota Tua naik kereta karena harus berdesak-desakan dengan penumpang lain di dalam kereta maupun ketika harus transit di Stasiun Manggarai.

    Namun, sebaliknya, jika harus membawa kendaraan pribadi, ia pun khawatir kesulitan mencari lahan parkir dan terjebak macet.

    Para penumpang di Stasiun Manggarai terlihat mulai berdesak-desakan dan berlarian mengejar kereta tujuannya sejak sore tadi. Hingga malam ini, penumpang masih terus ramai di untuk tujuan Kampung Bandan, Jakarta Kota, dan Bogor.

    Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan sejumlah kegiatan dan acara untuk menyemarakkan momen Tahun Baru 2025.

    Rangkaian acara “Semarak Jakarta Mendunia” rencananya akan dilaksanakan mulai pukul 18.30-00.30 WIB di sejumlah lokasi mulai dari Bundaran HI yang berisi panggung utama dengan hiburan dari sejumlah artis ternama, seperti Yura Yunita, RAN, ada pertunjukan cahaya, pertunjukan drone dan kembang api.

    Selanjutnya di sepanjang Jalan M.H. Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman terdapat 14 titik panggung hiburan yang akan diisi hiburan dari sejumlah artis papan atas dengan genre musik dangdut, pop, reggae, hingga rock.

    Kemudian di Lapangan Banteng ada Pesona Dekade. Di kawasan Monas Sisi Selatan terdapat acara Gemilang Silang Monas dan di Kota Tua terdapat acara Jakarta Light Festival.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Ade irma Junida
    Copyright © ANTARA 2024