Tag: Michael Jackson

  • Apa dan Siapa yang Ada dalam Dokumen Epstein?

    Apa dan Siapa yang Ada dalam Dokumen Epstein?

    Jakarta

    Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah merilis kumpulan dokumen gelombang pertama terkait mendiang Jeffrey Epstein.

    Menyusul undang-undang baru dari Kongres yang mewajibkan semua dokumen dirilis secara utuh pada Jumat (19/12), dokumen-dokumen yang meliputi foto, video, dan dokumen penyelidikan, sangat dinantikan

    Namun, Departemen Kehakiman AS (DOJ) menyatakan tidak dapat merilis semua dokumen itu sesuai batas waktu. Bahkan banyak juga detil dalam ribuan berkas tersebut yang telah disunting ulang.

    Hal ini membuat politisi Partai Demokrat dan sejumlah politisi dari Partai Republik menuding DOJ melanggar kewajiban hukum.

    Getty ImagesJeffrey Epstein dan Donald Trump berfoto bersama di kediaman Trump, Mar-a-Lago estate, di Florida, AS. Foto ini diabadikan pada 1997 lalu.

    Pada Sabtu (20/12), setidaknya 13 berkas dihapus dari situs DOJ. Wakil Jaksa Agung, Todd Blanche, berkata keputusan itu diambil untuk melindungi privasi korban.

    Sejumlah nama politisi dan pesohor masuk dalam kumpulan berkas pertama ini.

    Mereka mencakup mantan Presiden AS, Bill Clinton; adik Raja Charles, Andrew Mountbatten-Windsor; serta musisi Mick Jagger dan Michael Jackson.

    Kendati demikian, penyebutan nama-nama di dalam berkas investigasi tidak serta merta mengidentifikasikan adanya pelanggaran hukum.

    Sebagian dari nama yang disebut dan telah diidentifikasi dalam berkas atau dalam rilis sebelumnya terkait Epstein telah membantah keterlibatan atas pelanggaran hukum

    Bill Clinton di kolam renang dan bak mandi air panas

    Beberapa foto yang telah dirilis menampilkan mantan Presiden AS, Bill Clinton.

    Salah satu foto memperlihatkannya tengah berenang di kolam renang. Foto lain memperlihatkannya berbaring telentang dengan tangan di belakang kepalanya di suatu tempat yang sepertinya merupakan kolam mandi air panas.

    Beberapa kali, Clinton berfoto bersama Epstein para periode 1990-an dan awal 2000-an. Itu terjadi sebelum pengusaha ini tertangkap karena perbuatan tercelanya. Nama Clinton juga tidak pernah disebut atau dituduh turut serta oleh para korban pelecehan Epstein.

    Clinton bahkan pernah menyatakan tidak mengetahui tindakan kekerasan seksual yang dilakukan Epstein.

    US Department of Justice

    Juru bicara Clinton, Angel Urea, menduga Departemen Kehakiman melindungi “seseorang atau sesuatu” setelah berkas-berkas tersebut dirilis.

    “Kami tidak tahu siapa yang ingin dilindungi, apa, atau kenapa. Tapi yang kami tahu: Kami tidak membutuhkan perlindungan semacam itu,” tulis Urea di media sosial pada Senin.

    Baca juga:

    Juru bicara Clinton itu meminta agar berkas-berkas yang masih tersisa untuk segera dibuka ke publik.

    “Penolakan untuk tidak segera membuka berkas lainnya justru mengonfirmasi kecurigaan luas bahwa tindakan Departemen Kehakiman bukan tentang transparansi, tetapi tentang tuduhan tidak langsung.”

    Urea menambahkan, “Ini menyiratkan pelanggaran hukum terhadap individu yang telah berulang kali dibebaskan”.

    US Department of Justice US Department of Justice

    Pekan lalu, Urea mengungkap bahwa foto-foto yang baru dirilis sudah berusia puluhan tahun.

    “Mereka bisa merilis sebanyak mungkin foto buram berusia lebih dari 20 tahun, tetapi ini bukan tentang Bill Clinton. Tidak pernah, dan tidak akan pernah,” tulisnya di media sosial.

    “Ada dua jenis orang di sini. Kelompok pertama tidak tahu apa-apa dan memutuskan hubungan dengan Epstein sebelum kejahatannya terungkap. Kelompok kedua terus menjalin hubungan dengannya setelah itu.

    “Semua orang, terutama Maga, mengharapkan jawaban, bukan kambing hitam.”

    Epstein dituduh mengenalkan Trump dengan remaja perempuan berusia 14 tahun

    Presiden AS, Donald Trump, juga disebutkan dalam serangkaian berkas yang dirilis Departemen Kehakiman.

    Dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa Epstein diduga memperkenalkan remaja perempuan berusia 14 tahun kepada Trump di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida.

    Mengacu pada dokumen tersebut, dalam pertemuan yang diduga terjadi pada 1990-an, Epstein sempat menyodok Trump dengan siku dan “bertanya dengan nada bercanda” terkait remaja tersebut, “ini yang bagus, kan?”

    Masih berasal dari dokumen pengadilan tentang gugatan terhadap harta warisan Epstein dan Ghislaine Maxwell pada 2020, Trump menanggapi pertanyaan Epstein tersebut dengan tersenyum dan mengangguk setuju.

    Baca juga:

    Dalam dokumen itu, disebutkan “keduanya tertawa” dan remaja tersebut merasa tidak nyaman. Meski “pada saat itu, dia terlalu muda untuk memahami mengapa”.

    Korban bersaksi dirinya dirawat untuk dilecehkan dan menjadi obyek kekerasan selama bertahun-tahun oleh Epstein. Namun dalam berkas pengadilan itu, dia tidak mengajukan tuduhan terhadap Trump.

    Menanggapi permintaan komentar tentang dokumen pengadilan itu, juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson berkata pemerintahan Trump merupakan pemerintahan yang “paling transparan dalam sejarah”.

    “Dengan merilis ribuan halaman dokumen, kooperatif pada permintaan panggilan pengadilan Komite Pengawasan DPR. Bahkan Presiden Trump baru-baru ini menyerukan penyelidikan lebih lanjut terhadap teman-teman Epstein dari Partai Demokrat, maka pemerintahan Trump telah melakukan lebih banyak untuk korban daripada yang Demokrat pernah lakukan,” tambahnya.

    Insiden tersebut hanya salah satu dari kejadian yang menyebut nama Trump dalam ribuan berkas yang dirilis pada Jumat (19/12). Beberapa foto juga memperlihatkan Trump, meski keterlibatannya masih dipertanyakan.

    Adapun salah satu foto Trump masuk dalam lusinan gambar yang dihapus dari berkas pada Sabtu (20/12). Belakangan, foto tersebut dimasukkan kembali, seperti yang ditemukan oleh BBC Verify.

    Di tengah hiruk pikuk itu, Trump War Room, akun X resmi untuk operasi politik presiden, malah mengunggah foto-foto Clinton setelah Departemen Kehakiman merilis dokumen Epstein.

    Juru bicara pers Trump kemudian mengunggah ulang gambar Clinton dengan dibubuhi penjelasan, “Oh my!”

    Akan tetapi, masih ada berkas yang belum dirilis hingga saat ini.

    Wakil Jaksa Agung, Todd Blanche, berkata “beberapa ratus ribu” halaman dokumen masih dalam proses tinjauan dan belum dipublikasikan.

    Sebelumnya, Presiden AS mengungkapkan dia adalah teman Epstein selama bertahun-tahun, tapi mereka tak lagi berhubungan sekitar tahun 2004, bertahun-tahun sebelum Epstein pertama kali ditangkap.

    Trump secara konsisten membantah adanya pelanggaran terkait Epstein.

    Andrew dan foto terbaring di pangkuan

    US Department of Justice

    Dalam berkas yang dirilis, juga terdapat foto yang menunjukkan Andrew Mountbatten-Windsor terbaring di atas lima orang perempuan yang wajahnya telah disamarkan.

    Ghislaine Maxwell, rekan kejahatan Epstein yang telah divonis bersalah, terlihat berdiri di belakang mereka dalam foto tersebut.

    Baca juga:

    Bertahun-tahun, Andrew telah menghadapi pemeriksaan terkait persahabatannya dengan Epstein, yang tidak terlihat dalam foto tersebut.

    Dia berulang kali membantah adanya pelanggaran dan keterkaitan dengan Epstein.

    Ia juga mengatakan tidak “melihat, menyaksikan, atau mencurigai perilaku semacam itu yang kemudian menyebabkan penangkapan dan vonisnya”.

    Michael Jackson, Diana Ross, Chris Tucker, dan Mick Jagger

    US Department of JusticeEpstein berpose dengan Michael Jackson

    Selain para politisi, sejumlah selebritas ikut muncul dalam dokumen yang dirilis baru-baru ini. Epstein memang tersohor dengan jejaringnya di berbagai bidang, khususnya pada dunia hiburan, politik, dan bisnis.

    Beberapa foto yang dirilis oleh Departemen Kehakiman memperlihatkan Epstein bersama selebriti seperti Michael Jackson, Mick Jagger, dan Diana Ross.

    Foto-foto itu tidak menyertakan kapan, di mana, atau dalam konteks apa diambilnya. Atas dasar itu pula, tidak jelas apakah Epstein memiliki keterkaitan dengan para figur publik tersebut atau hanya bertemu secara kebetulan dalam acara-acara tertentu.

    Dalam salah satu foto yang baru dirilis, Epstein berfoto bersama Michael Jackson.

    Bintang pop tersebut mengenakan setelan jas, sementara Epstein terlihat mengenakan hoodie beritsleting.

    US Department of JusticeLegenda dari Rolling Stones Mick Jagger berpose dengan Clinton

    Sementara itu, ada foto lain yang juga memperlihatkan Jackson, Clinton, dan penyanyi Diana Ross berpose bersama di area kecil. Ada beberapa wajah lain, tapi telah disamarkan dari foto itu.

    Foto lain di antara ribuan berkas juga menunjukkan legenda Rolling Stones, Mick Jagger, berpose bersama Clinton dan seorang perempuan yang wajahnya juga disamarkan. Mereka semua mengenakan pakaian koktail.

    Ada pula, aktor Chris Tucker yang berpose dan duduk di samping Clinton di meja makan. Foto lain menunjukkan Tucker di landasan pesawat bersama Ghislaine Maxwell, rekan Epstein yang telah dihukum.

    BBC telah menghubungi Jagger, Tucker, dan Ross untuk komentar. Clinton sebelumnya membantah mengetahui tindak kejahatan seksual Epstein, dan menyebut foto-foto tersebut sudah berusia puluhan tahun.

    “Ini bukan tentang Bill Clinton. Tidak pernah, dan tidak akan pernah,” kata juru bicara tersebut.

    US Department of Justice Michael Jackson dan Diana Ross berfoto dengan Clinton US Department of JusticeAktor Chris Tucker berpose dengan rekan Epstein yang telah dinyatakan bersalah, Ghislaine Maxwell

    Maxwell di Downing Street

    Foto lain yang termasuk dalam rilis dokumen kemarin menunjukkan Ghislaine Maxwell berpose di depan 10 Downing Street.

    Maxwell hanya sendirian dalam foto tersebut. Tidak ada penjelasan detil mengenai waktu pengambilan foto atau atas dasar apa Maxwell berfoto di depan rumah dan kantor Perdana Menteri UK tersebut.

    BBC pun tidak dapat memastikan siapa perdana menteri pada saat foto tersebut diambil, atau dalam kapasitas apa Maxwell mengunjungi Downing Street.

    US Department of JusticeTidak ada informasi yang diberikan tentang kapan foto tersebut diambil atau mengapa Maxwell berada di Downing Street.

    Epstein ancam bakar rumah yang melaporkannya

    Dalam berkas-berkas tersebut, disebutkan juga salah satu orang pertama yang melaporkan Epstein yakni Maria Farmer. Ia merupakan seniman yang bekerja untuk Epstein.

    Pada 1996, Farmer melapor ke FBI bahwa Epstein telah mencuri foto-foto pribadinya yang memuat saudara perempuannya yang berusia 12 dan 16 tahun.

    Dalam pengaduannya, ia meyakini Epstein menjual foto-foto tersebut kepada pembeli potensial. Farmer kemudian menerima ancaman rumahnya akan dibakar jika ia buka mulut mengenai hal ini.

    Nama Maria Farmer sebenarnya disamarkan dalam berkas-berkas tersebut, namun dia mengonfirmasi bahwa laporan tersebut miliknya.

    Dalam laporan, juga tercantum bahwa Epstein diduga meminta Farmer untuk mengambil foto sejumlah remaja perempuan di kolam renang.

    “Epstein kini mengancam [disamarkan] bahwa jika dia (Farmer)memberitahu siapa pun tentang foto-foto tersebut, maka rumahnya akan dibakar,” bunyi laporan tersebut.

    Farmer kini merasa terbebaskan setelah hampir 30 tahun.

    “Saya merasa terbebaskan,” katanya.

    Ratusan ribu berkas lagi yang belum dirilis

    Lebih dari 550 halaman dari berkas yang dirilis pada Jumat lalu, sepenuhnya telah disunting. Hal ini termasuk pernyataan polisi, laporan penyelidikan, dan foto-foto.

    Menurut CBS, mitra BBC di Amerika Serikat, terdapat dokumen terkait penyelidikan juri besar di mana 100 halaman sepenuhnya dihitamkan.

    Pejabat, sebagaimana diatur dalam undang-undang, diizinkan untuk menyunting materi untuk melindungi identitas korban atau hal-hal yang terkait dengan penyelidikan kriminal yang sedang berlangsung, tetapi mereka diwajibkan oleh undang-undang untuk menjelaskan penyuntingan tersebut.

    Namun hingga saat ini tak ada penjelasan mengenai tujuan penyuntingan itu secara detil.

    Ketika ditanya mengenai alasan perilisan berkas tidak akan sesuai batas waktu, Blance menjawab: “Sangat sederhana dan jelas. Undang-undang juga mewajibkan kami untuk melindungi korban.”

    US Department of Justice Lebih dari 100 halaman dalam satu berkas PDF telah dihitamkan US Department of Justice Beberapa berkas telah disunting sebagian, misalnya untuk menyembunyikan data pribadi seperti alamat, hal ini dapat diduga US Department of JusticeDalam hal ini, tidak ada informasi yang disembunyikan, bahkan alamat Epstein telah disertakan.

    Menurut Departemen Kehakiman, ribuan halaman yang dirilis pada Jumat ini hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan.

    Blanche berkata akan merilis “beberapa ratus ribu halaman” pada Jumat ini dan memperkirakan “beberapa ratus ribu halaman lagi” akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan.

    Ia mengatakan kepada Fox & Friends bahwa pihaknya sedang melakukan verifikasi ketat terhadap setiap halaman materi untuk memastikan “setiap korban, baik nama, identitas, bahkan kisah mereka sejauh yang perlu dilindungi, sepenuhnya dilindungi”.

    Untuk itu, proses ini disebutnya membutuhkan waktu. Mengenai berkas yang dihapus dari situs Departemen Kehakiman pada Sabtu lalu, Blanche menyampaikan pada BBC News, “Hal itu karena seorang hakim di New York memerintahkan kami untuk mendengarkan hak-hak korban atau kelompok hak korban.”

    Hingga kini, jadwal rilis materi tambahan yang lain masih belum jelas. Anggota parlemen dari kedua belah pihak, Demokrat maupun Republik, merasa frustrasi.

    Anggota Kongres Ro Khanna dari Demokrat, telah mengancam akan mengambil tindakan terhadap anggota Departemen Kehakiman, termasuk pemakzulan atau kemungkinan penuntutan atas penundaan tersebut.

    Khanna bersama Anggota Kongres dari Partai Republik, Thomas Massie, memaksa pemungutan suara atas RUU Transparansi Dokumen Epstein.

    “Pembuangan dokumen DOJ yang berjumlah ratusan ribu halaman tidak mematuhi hukum,” kata Massie di media sosial.

    (haf/haf)

  • Paris Jackson Dikritik karena Konser pada Hari Wafat Michael Jackson

    Paris Jackson Dikritik karena Konser pada Hari Wafat Michael Jackson

    Los Angeles, Beritasatu.com – Paris Jackson mengecam warganet yang mengkritik dirinya  karena tetap tampil dalam konser musik pada hari peringatan wafat sang ayah, Michael Jackson. Publik menilai Paris sebagai anak tidak menghormati mendiang ayahnya dan keluarganya sendiri.

    Melalui unggahan video di Instagram Stories pada Jumat (13/6/2025), Paris menyampaikan kekesalannya terhadap komentar negatif yang muncul karena salah satu tanggal tur konsernya bersama Incubus dan Manchester Orchestra yakni 25 Juni 2025 bertepatan dengan peringatan meninggalnya sang ayah yang ke-16 tahun.

    “Jadi, orang-orang marah lagi karena salah satu tanggal tur konser saya bersama Incubus dan Manchester Orchestra jatuh pada 25 Juni, yang merupakan hari peringatan yang sangat menyedihkan bagi saya dan keluarga saya. F*** you,” kata Paris, dikutip dari Page Six, Minggu (15/6/2025).

    Paris dijadwalkan tampil pada Rabu, 25 Juni 2025 di Bridgestone Arena, Nashville yang mana tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan 16 tahun meninggalnya Michael Jackson yang wafat pada 25 Juni 2009 akibat serangan jantung karena overdosis obat.

    Lebih lanjut, Paris menegaskan dirinya tidak memiliki kontrol atas penjadwalan konser, karena ia hanya menjadi salah satu dari tiga artis pendukung dalam tur tersebut.

    “Saya perlu jelaskan, ketika Anda menjadi artis pendukung dan bukan artis utama, Anda tidak dapat memilih tanggal tampil, kapan jam naik panggung atau kota tempat dirimu tampil,” ungkap Paris.

    Ia menambahkan semua  penjadwalan konser sepenuhnya merupakan keputusan dari pihak penyelenggara acara.

  • 9 Fakta Mengejutkan Kasus Perdagangan Seks Sean ‘Diddy’ Combs yang Bikin Heboh Amerika – Halaman all

    9 Fakta Mengejutkan Kasus Perdagangan Seks Sean ‘Diddy’ Combs yang Bikin Heboh Amerika – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Nama Sean “Diddy” Combs kembali menjadi sorotan, bukan karena prestasi di dunia musik, melainkan karena kasus hukum yang mengejutkan publik.

    Mantan raja hip-hop Amerika ini juga dikenal dengan nama P Diddy.

    Ia kini menghadapi dakwaan berat dalam kasus perdagangan seks yang menyeretnya ke pengadilan federal di Manhattan, Amerika Serikat.

    Jaksa menuduh Combs menjalankan jaringan kriminal yang melibatkan pemaksaan, kekerasan seksual, hingga penyalahgunaan kekuasaan dalam bisnis hiburan yang ia pimpin.

    Combs membantah semua tuduhan dan menyatakan dirinya tidak bersalah.

    Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut figur besar dalam industri hiburan serta dugaan pelanggaran serius yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

    Berikut sembilan fakta mengejutkan dari kasus Sean “Diddy” Combs yang mengguncang Amerika.

    1. Tuduhan Terhadap Combs

    Combs, yang kini berusia 55 tahun, didakwa dalam kasus perdagangan seks yang melibatkan penggunaan narkoba dan seks paksa.

    Jaksa mengklaim Combs mengatur pertemuan intim di kamar hotel menggunakan narkoba dan ancaman kekerasan terhadap para wanita.

    Menurut jaksa, Combs juga melibatkan karyawan dan sumber daya dari kerajaan bisnisnya untuk menciptakan perusahaan kriminal.

    Perusahaan ini, menurut dakwaan, terlibat dalam berbagai kejahatan, termasuk perdagangan seks, kerja paksa, penculikan, pembakaran, penyuapan, dan penghalangan keadilan.

    Dakwaan terhadapnya tertuang dalam dokumen setebal 14 halaman yang telah diperbarui tiga kali sejak September.

    2. Tuduhan Pidana yang Dihadapi Combs

    Combs menghadapi lima dakwaan pidana berat.

    Satu dakwaan adalah konspirasi pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

    Dua dakwaan lainnya adalah perdagangan seks dengan paksaan, penipuan, atau tekanan, yang masing-masing membawa hukuman maksimal penjara seumur hidup dan minimal 15 tahun.

    Ia juga didakwa dua kali karena mentransportasi orang untuk tujuan prostitusi, yang dapat dihukum maksimal 10 tahun penjara.

    3. Pernyataan Pembelaan dari Tim Hukum Combs

    Combs membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

    Pada April, tim hukum Combs menyatakan para penuduhnya adalah mantan pacar yang memiliki hubungan suka sama suka dengannya.

    Menurut mereka, semua hubungan itu berdasarkan persetujuan dan bukan paksaan.

    4. Para Penuduh dan Kasus Cassie Ventura

    Kasus ini melibatkan empat korban yang diidentifikasi sebagai “Korban-1” hingga “Korban-4” dalam dakwaan.

    Mereka semua diperkirakan akan memberikan kesaksian selama persidangan.

    Meskipun tidak disebutkan secara publik, tuduhan Korban-1 mirip tuduhan dari Casandra Ventura atau Cassie, mantan pacar Combs.

    Ventura, seorang penyanyi R&B, menggugat Combs secara perdata pada November 2023.

    Ia menuduh Combs melakukan rudapaksa dan kekerasan fisik berulang selama hampir satu dekade.

    Gugatan tersebut diselesaikan secara tertutup dalam satu hari tanpa pengakuan bersalah dari Combs, dikutip dari Associated Press.

    5. Video Pengawasan yang Diperbolehkan Sebagai Bukti

    Tuduhan Ventura menarik perhatian besar setelah CNN merilis video pengawasan dari hotel 2016.

    Video tersebut menunjukkan Combs memukuli, menendang, dan menyeret Ventura di lorong hotel.

    Hakim memutuskan video itu dapat ditampilkan sebagai bukti dalam persidangan.

    Pengacara Combs mencoba mencegah penayangan video tersebut.

    Mereka mengklaim video itu telah dimanipulasi dan tidak akurat.

    CNN membantah keras klaim manipulasi tersebut.

    6. Hakim yang Memimpin Persidangan

    Persidangan ini dipimpin oleh Hakim Arun Subramanian.

    Ia diangkat sebagai hakim federal di Distrik Selatan New York pada 2023.

    Penunjukan Subramanian berasal dari nominasi Presiden Joe Biden dan disetujui Senat AS dengan suara 59-37.

    Sebelumnya, Subramanian menjadi juru tulis untuk mendiang Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg.

    Ia juga bekerja di firma hukum Susman Godfrey sebelum menjadi hakim.

    Ini adalah penanganan kasus terbesar Subramanian sejak menjadi hakim federal, dilansir New York Times.

    7. Pengacara Combs dan Pengalaman Mereka

    Pengacara utama Combs adalah Marc Antony Agnifilo, seorang pembela pidana berpengalaman.

    Agnifilo pernah menangani kasus Keith Raniere (NXIVM), Dominique Strauss-Kahn, dan Martin Shkreli.

    Ia didampingi oleh Teny Geragos, mitra di firma hukumnya, yang ahli dalam kasus pelecehan seksual.

    Teny adalah putri Mark Geragos, pengacara terkenal yang pernah mewakili Michael Jackson dan Chris Brown.

    Tim pembela Combs juga mencakup Alexandra Shapiro dan Brian Steel.

    Steel dikenal karena mewakili rapper Young Thug dalam kasus pidana terlama di Georgia, dikutip dari Reuters.

    8. Jadwal Persidangan

    Persidangan dijadwalkan berlangsung selama delapan hingga sepuluh minggu.

    Sidang digelar setiap hari kerja, Senin (5/5/2025) hingga Jumat (9/5/2025).

    Pada minggu pertama, sidang dimulai pukul 09:30 pagi hingga 05:00 sore ET.

    Setelahnya, sidang akan digelar dari pukul 09:30 pagi hingga 03:00 sore ET.

    9. Status Penahanan Combs

    Saat ini, Combs ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan Brooklyn.

    Ia telah ditahan tanpa jaminan sejak penangkapannya pada bulan September 2025.

    Penjara tersebut juga menampung narapidana lain yang terlibat dalam kasus besar, seperti Luigi Mangione.

    Mangione dituduh menembak mati seorang eksekutif asuransi kesehatan bernama Brian Thompson.

    (Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

  • Ikon Musik Quincy Jones Meninggal Dunia di 91 Tahun, Ini Riwayat Sakitnya

    Ikon Musik Quincy Jones Meninggal Dunia di 91 Tahun, Ini Riwayat Sakitnya

    Jakarta

    Legenda musik Quincy Jones meninggal dunia pada hari Minggu, (3/11/2024) pada usia 91 tahun. Ia tutup usia di kediamannya di lingkungan Bel Air, Los Angeles, California, Amerika Serikat.

    “Malam ini, dengan hati yang hancur, kami harus menyampaikan berita meninggalnya ayah dan saudara kami Quincy Jones,” kata keluarga Jones dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Today pada Selasa (5/11).

    Quincy Jones dikenal sebab karyanya sebagai produser rekaman, komposer, arranger, penulis lagu, dan musisi jazz. Tak hanya itu saja, dirinya juga bekerja sama dengan banyak artis ikonik seperti Michael Jackson dan Frank Sinarta.

    Belum ada informasi mengenai penyebab pasti kematian dari Quincy Jones saat kematian tersebut diumumkan. Meskipun bergitu, musisi tersebut secara terbuka mengungkapkan berbagai masalah kesehatan yang dihadapinya sebelum meninggal, mulai dari diabetes sampai dengan aneurisma otak.

    Berikut sederet kondisi kesehatan yang dialami Quincy Jones.

    1. Aneurisma Otak

    Jones mengalami 2 kali aneurisma otak berturut-turut pada tahun 1974 saat dirinya berusia 41 tahun. Menurut Mayo Clinic, aneurisma otak adalah sebuah kondisi ketika ada tonjolan atau pembengkakan pada pembuluh darah di organ otak. Aneurisma otak dapat berakibat fatal apabila pecah atau bocor.

    Pada tahun 2018, Jones membagikan detail masalah kesehatannya melalui media sosial dengan mengatakan bahwa rasanya seperti ‘sebuah senapan ditembakkan ke dalam kepala saya’.

    “Saat menjalani operasi selama 7,5 jam, dokter saya menemukan aneurisma kedua yang siap meledak, jadi mereka harus menjadwalkan operasi kedua. Selama waktu itu, hasilnya tidak terlalu menjanjikan, jadi teman-teman saya merencanakan upacara peringatan untuk saya di The Shrine di LA & saya pada dasarnya menghadiri pemakaman saya sendiri,” tulisnya.

    Setelah menjalani operasi, dokter mengungkapkan peluang bertahan hidup Jones 1 berbanding 100 . Dokter juga mengatakan kepadanya bahwa ia tidak akan pernah bisa memainkan terompetnya kembali sebab kekuatan tiupan ke dalam alat musik dapat berisiko mencabut implan logam di otaknya untuk mencegah aneurisma di masa mendatang.

    2. Diabetes

    Pada tahun 2015, Jones mengalami kondisi ‘koma diabetes’. Menurut Mayo Clinic, koma diabetes merupakan sebuah gangguan yang mengancam jiwa yang menyebabkan ketidaksadaran. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kadar gula darah dalam tubuh yang sangat tinggi atau rendah.

    Jones yang mengidap diabetes tipe 2, membagikan kisahnya di media sosial melalui sebuah postingan pada tahun 2019.

    “Berkat anugerah Tuhan, saya berhasil melewatinya, tetapi tidak tanpa harus melakukan beberapa penyesuaian besar. Setelah menemukan orang-orang seperti Ray Charles & Frank Sinarta, saya minum cukup alkohol untuk bertahan hidup beberapa kali, dan dokter mengatakan saya harus berhenti! Setelah mengganti minum dengan makan es loli bebas gula, berat badan saya turun 23 kg, dan mulai merasa seperti berusia 37 tahun lagi,” tulis Jones.

    (suc/suc)

  • Kampanye Terakhir Trump dan Kamala Menjelang Pemilu AS

    Kampanye Terakhir Trump dan Kamala Menjelang Pemilu AS

    Anda sedang membaca kembali laporan Dunia Hari Ini, yang merangkum berita-berita utama yang terjadi dalam 24 jam terakhir.

    Edisi Selasa, 5 November 2024 ini kami awali dari Amerika Serikat.

    Kampanye terakhir kandidat pemilu Amerika

    Pemungutan suara pemilu Amerika akan dimulai kurang dari 24 jam lagi.

    Kedua kandidat presiden mengadakan pertemuan di Pennsylvania, negara bagian terbesar dari tujuh negara bagian yang kemungkinan akan menentukan hasil pemilu Amerika.

    Kamala Harris membawa sejumlah selebritas besar dalam pertemuan di dua kota terbesar di negara bagian tersebut dengan topik seputaran ekonomi dan masalah kesehatan reproduksi perempuan.

    Sementara dalam kampanye terakhir Donald Trump ia membanggakan bagaimana telah menyelamatkan NASA, namun juga menyinggung topik imigrasi dengan ancaman untuk Meksiko jika presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tidak menghentikan imigran yang melintasi perbatasan.

    Rata-rata hasil jajak pendapat FiveThirtyEight di negara bagian tersebut menempatkan kedua kandidat pada posisi yang sama, yaitu 47,8 persen.

    Puluhan tewas akibat kecelakaan bus di India

    Setidaknya 36 orang tewas akibat sebuah bus jatuh ke jurang di negara bagian Uttarakhand di India utara, Senin kemarin.

    Bus yang sedang dalam perjalanan dari Garhwal di Himalaya dan menuju kota Ramnagar tersebut mengangkut 60 orang, meskipun hanya mampu menampung 42 penumpang.

    Deepak Rawat, seorang pejabat setempat mengatakan lebih dari 20 orang terluka akibat insiden tersebut.

    “Tiga orang yang terluka parah telah dikirim ke rumah sakit menggunakan helikopter.”

    Quincy Jones tutup usia

    Pemusik legendaris Quincy Jones meninggal dunia pada usia 91 tahun.

    Juru bicaranya mengatakan ia menghembuskan napas terakhir pada Minggu malam di rumahnya di Los Angeles.

    Karir Quincy bermula dari memproduksi Thriller karya Michael Jackson, musik film dan televisi yang memenangkan penghargaan, serta kolaborasi dengan Frank Sinatra dan Ray Charles.

    “Malam ini, dengan hati yang hancur, kami harus menyampaikan berita meninggalnya ayah dan saudara kami Quincy Jones,” bunyi pernyataan keluarganya.

    Quincy merupakan salah satu sosok kulit hitam pertama yang sukses di Hollywood dengan karya musik yang memuat ritme dan lagu-lagu yang tercatat dalam sejarah Amerika.

    Sidang kasus pemenggalan kepala guru di Prancis dimulai

    Persidangan kasus pemenggalan Samuel Paty berlangsung di bawah pengamanan ketat, terlihat dari petugas polisi berpatroli dan melakukan pemeriksaan di luar dan di dalam ruang sidang.

    Ia dibunuh di luar sekolah tempat ia mengajar di dekat Paris pada 16 Oktober 2020 oleh seorang warga Rusia berusia 18 tahun asal Chechnya.

    Pembunuhnya ditembak mati oleh polisi setelah Samuel memperlihatkan karikatur nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam saat mengajar kelas kebebasan berekspresi.

    Ada delapan orang yang diadili dalam sidang sejak kemarin (04/11), diantaranya teman-teman penyerang, Abdoullakh Anzorov, yang diduga membantu membeli senjata untuk melancarkan serangan itu, serta orang-orang yang dituduh menyebarkan informasi palsu secara daring tentang Samuel Paty.

    Lima terdakwa, yang saat ini dipenjara, duduk di dalam kotak kaca. Tiga lainnya, ditempatkan di bawah pengawasan pengadilan, duduk di bangku terdakwa di luar kotak itu.

  • Meninggal pada Usia 91, Quincy Jones Ternyata Tahu Sisi Gelap Sean Diddy Combs

    Meninggal pada Usia 91, Quincy Jones Ternyata Tahu Sisi Gelap Sean Diddy Combs

    Los Angeles, Beritasatu.com – Produser musik ternama di AS Quincy Jones meninggal dunia pada usia 91 tahun pada Minggu (3/11/2024) malam waktu setempat. Menyusul kematiannya, banyak pihak yang bertanya-tanya apakah Quincy Jones pernah terkait dengan produser dan rapper Sean Diddy Combs?

    Sean Diddy Combs saat sedang menunggu persidangan atas kasus pelecehan seksual, perdagangan seks, dan pemerasan. Pria berusia 55 tahun itu kini harus meringkuk di penjara Metropolitan Brooklyn.

    Kebanyakan tokoh penting atau musisi ternama yang terhubung dengan Sean Diddy tidak mau berbicara atau menolak mengakui hubungan mereka dengannya. Hubungan Sean Diddy yang melibatkan musisi ternama dunia seperti Justin Bieber, Beyoncé, Jay-Z, atau Jennifer Lopez menjadi perhatian banyak penggemar di industri musik AS .

    Musisi ternama seperti 50 Cent atau bahkan Michael Jackson, yang sangat kritis terhadap Sean Diddy Combs di masa lalu, pernah berbicara negatif tentangnya. Kini apa yang pernah mereka bicarakan memiliki bobot lebih besar seiring dengan munculnya bukti dan pernyataan baru .

    Quincy Jones dianggap sebagai bagian dari mereka yang melihat kesalahan Sean Diddy Combs. Pada acara peluncuran Spotify pada bulan Juni 2012, Jones berbicara sempat berbicara dengan penyanyi Bruno Mars tentang Sean Diddy.

    Quincy Jones tidak dapat menahan diri membicarakan Sean Diddy. Ia mengakui bakat Diddy dalam memberi kesan kepada orang lain yang merupakan kunci dalam taktik persuasifnya.

    Namun Quincy Jones mengaku tidak pernah terpengaruh oleh Sean Diddy.

    “Diddy memiliki gelar doktor dalam pemasaran. Dia memiliki perusahaan pakaian dan vodka Ciroc,” kata Jones, sambil menambahkan bahwa seniman harus mempelajari keahliannya.

  • Cekik Gelandangan hingga Tewas, Marinir AS Diadili

    Cekik Gelandangan hingga Tewas, Marinir AS Diadili

    New York

    Seorang marinir Amerika Serikat (AS) diadili oleh jaksa New York atas dugaan menyebabkan kematian seorang pria gelandangan yang tewas tercekik di kereta bawah tanah. Marinir AS ini dijerat dakwaan pembunuhan tidak berencana oleh jaksa setempat.

    “Kami dapat mengonfirmasi bahwa Daniel Penny akan ditangkap atas dakwaan pembunuhan tidak berencana tingkat kedua,” sebut juru bicara kantor Jaksa Distrik Manhattan Alvin Bragg, seperti dilansir AFP, Jumat (15/5/2023).

    Disebutkan juga bahwa Penny kemungkinan akan dihadirkan dalam persidangan di pengadilan negara bagian New York, pada Jumat (15/5) waktu setempat, untuk menanggapi dakwaan yang dijeratkan padanya.

    Kematian seorang pria gelandangan yang diidentifikasi bernama Jordan Neely (30) pada awal bulan ini memicu kemarahan publik. Sosok Neely juga dikenal sebagai impersonator Michael Jackson yang sering tampil di kereta.

    Dalam insiden yang terekam kamera dan videonya beredar luas secara online, terlihat Neely terkapar di lantai gerbong kereta bawah tanah dengan seorang pria lainnya, yang diidentifikasi sebagai Penny yang seorang Marinir AS berusia 24 tahun, mencengkeram lehernya.

    Video itu memicu kemarahan para aktivis dan anggota parlemen sayap kiri, yang berujung aksi protes menyerukan penangkapan pelaku.

    Sejumlah saksi mata menuturkan bahwa Penny diduga mengamankan Neely setelah dia bertindak tidak menentu di dalam kereta dan meneriaki para penumpang lainnya untuk meminta makanan dan minuman.

    Saksikan juga ‘Cerita Migran Kolombia, Dituduh Pengedar Narkoba-Dideportasi dari AS’: