Tag: Meutya Hafid

  • Komdigi Blokir Grok AI, Minta Platform X Milik Elon Musk Klafirikasi

    Komdigi Blokir Grok AI, Minta Platform X Milik Elon Musk Klafirikasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memutus akses sementara terhadap aplikasi kecerdasan artifisial (AI) Grok AI di platform X milik Elon Musk.

    Langkah ini diambil sebagai respons atas potensi penyalahgunaan teknologi tersebut untuk memproduksi konten pornografi palsu atau deepfake.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan bahwa pemutusan akses ini merupakan upaya pemerintah dalam melindungi masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak, dari risiko paparan konten negatif yang dihasilkan oleh AI.

    “Pemerintah memandang praktik deepfake seksual, nonkonsensual sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, serta keamanan warga negara di ruang digital,” ujar Meutya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (10/1/2026).

    Selain pemutusan akses, Kementerian Komdigi juga telah melayangkan permintaan resmi kepada Platform X (sebelumnya Twitter) untuk memberikan klarifikasi. 

    Dalam laporannya, pemerintah RI meminta pengelola platform X untuk segera hadir dan menjelaskan mitigasi dampak negatif dari penggunaan fitur Grok di ekosistem mereka.

    Adapun secara regulasi, tindakan tegas pemutusan akses ini didasarkan pada kewenangan kementerian yang tercantum dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

    Berdasarkan Pasal 9 regulasi tersebut, setiap PSE memiliki kewajiban hukum untuk memastikan sistem elektronik yang dikelolanya tidak memuat, memfasilitasi, maupun menyebarluaskan informasi atau dokumen elektronik yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia.

    “Pasal 9 mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memastikan sistem elektronik yang dikelolanya tidak memuat, memfasilitasi, atau menyebarluaskan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilarang,” pungkas Meutya.

  • Komdigi Targetkan Tingkat Kesuksesan Startup 8% pada 2026, Andalkan Garuda Spark

    Komdigi Targetkan Tingkat Kesuksesan Startup 8% pada 2026, Andalkan Garuda Spark

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan tingkat kesuksesan startup nasional hingga 8% pada 2026. Target tersebut terncantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. 

    Salah satu indikator kinerja utama yang ditetapkan Komdigi adalah success rate startup, yang diukur dari persentase startup aktif yang berhasil mencapai stabilitas bisnis ditandai dengan pendapatan yang stabil atau meningkat dalam kurun waktu satu tahun.

    Berdasarkan data Komdigi tahun 2024, tingkat kesuksesan startup nasional masih berada pada kisaran 1–5%. Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan bertahap, yakni 7% pada 2025, 8% pada 2026, 10% pada 2027, 12% pada 2028, dan mencapai 15% pada 2029.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan Komdigi menjadikan Garuda Spark sebagai instrumen utama dalam pengembangan ekosistem startup nasional. Melalui platform tersebut, pemerintah menyediakan berbagai program, mulai dari pelatihan hingga penguatan talenta digital.

    Selain itu, Komdigi berharap seluruh proses pembelajaran serta keterhubungan dengan calon investor dapat terintegrasi dalam satu wadah yang sama.

    “Dan juga memang lokal-lokal talentnya yang memang sudah ada itu juga kita harapkan bisa kita rangkul melalui sebuah wadah yang namanya Garuda Spark,” kata Meuty, Senin (5/1/2026)

    Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029, startup telah menjadi salah satu penggerak ekonomi digital Indonesia dengan kontribusi mencapai 4% terhadap PDB nasional. Selain itu, Indonesia menempati peringkat ke-36 dari 119 negara dalam Global Startup Ecosystem Index 2024. 

    Meski demikian, berbagai tantangan struktural masih menghambat peningkatan kualitas dan keberlanjutan startup. Renstra Komdigi mencatat, lebih dari 57% persebaran startup masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama di Jabodetabek, Malang, dan Bandung. 

    Sekitar 48,1% startup didominasi skala usaha mikro yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia terampil, serta minimnya koneksi ke inkubator dan industri. Selain itu, 70% pendanaan startup digital masih berpusat di Jabodetabek.

    Akses pendanaan menjadi tantangan utama lainnya. Sebanyak 34,1% startup di Indonesia mengalami kendala modal usaha. Meskipun total investasi ke Indonesia meningkat setiap tahun, pendanaan startup justru mengalami penurunan signifikan pada 2022, dari US$11.352 juta menjadi US$3.698 juta. Kondisi ini diperparah oleh kualitas startup yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi investor, sehingga investor cenderung lebih berhati-hati dalam menyalurkan pendanaan.

    Renstra juga menyoroti potensi besar angel investor di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal akibat rendahnya awareness dan pendekatan yang terbatas. Untuk itu, Komdigi mendorong peningkatan awareness melalui forum networking dan penguatan jejaring investasi.

    Dari sisi inovasi, sekitar 32,7% startup masih bergerak di bidang general, yang cenderung menghasilkan inovasi umum dengan daya saing rendah. Keterbatasan riset dan pengembangan juga menjadi hambatan, mengingat Indonesia baru memiliki 166 creative hub yang mayoritas terpusat di Jakarta, Bandung, dan Bali, serta hanya 14 lembaga inkubator tersertifikasi dari total 389 lembaga yang ada.

    Ketersediaan talenta digital turut menjadi tantangan krusial. Data Renstra menunjukkan 90% perusahaan menilai tenaga kerja digital belum memenuhi kebutuhan industri, sementara 52% perusahaan kesulitan menemukan pekerja dengan keterampilan digital yang tepat. Kapasitas founder dan talenta teknis yang masih terbatas, termasuk mindset global dan kecepatan adaptasi teknologi, turut memengaruhi rendahnya tingkat inovasi startup nasional.

  • Sektor Kesehatan Diprediksi Makin Getol Serap Kapasitas Data Center pada 2026

    Sektor Kesehatan Diprediksi Makin Getol Serap Kapasitas Data Center pada 2026

    Bisnis.com, JAKARTA—Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) memprediksi sektor kesehatan dan manufaktur menjadi sektor yang akan paling banyak menggunakan data center berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada 2026.

    Ketua IDPRO Hendra Suryakusuma mengatakan penggunaan data center di sektor kesehatan akan mendukung healthtech dan bioinformatika. 

    Selanjutnya, sektor keuangan dan perbankan melalui fintech, diikuti e-commerce dan ritel digital.

    “Selain itu, pemerintahan dan pelayanan publik khususnya Smart City & e-Government, hingga industri manufaktur dan logistik melalui otomatisasi dan predictive analytics,” kata Hendra kepada Bisnis, Rabu (31/12/2025).

    Menurut Hendra, adopsi dan pemanfaatan AI yang berlangsung secara masif di berbagai sektor, baik swasta maupun publik, pada akhirnya akan mendorong lonjakan kebutuhan kapasitas dan kapabilitas pusat data di Indonesia.

    IDPRO memperkirakan kebutuhan kapasitas pusat data di Indonesia pada 2026 akan tumbuh sekitar 35%–45% dibandingkan 2025. 

    Proyeksi tersebut sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan AI generatif, otomatisasi industri, serta kebutuhan pengolahan data secara real-time.

    Secara lebih spesifik, Hendra menyebut kebutuhan kapasitas listrik (power demand) industri pusat data diprediksi meningkat hingga 300–400 megawatt (MW) dalam satu hingga dua tahun ke depan. 

    Peningkatan ini didorong oleh permintaan hyperscale dan edge data center yang mendukung aplikasi AI.

    Berdasarkan data resmi PT PLN (Persero), kapasitas industri pusat data di Indonesia pada 2030 diperkirakan mencapai 2,3 gigawatt (GW). Namun, Hendra menilai proyeksi tersebut belum sepenuhnya memasukkan faktor penggunaan AI, khususnya server berbasis GPU yang membutuhkan daya per rak (power per rack) sangat besar, bahkan dapat mencapai 135 kilowatt (kW) untuk GPU GB200.

    AI membutuhkan infrastruktur dengan kinerja komputasi tinggi (high performance computing/HPC), latensi rendah, serta kapasitas penyimpanan data berskala besar, terutama untuk keperluan pelatihan (training) model. 

    Secara umum, lanjut Hendra, infrastruktur pusat data nasional terus berkembang dan menunjukkan kesiapan untuk menopang beban kerja AI, terutama dengan masuknya investor dan operator global serta ekspansi pemain lokal.

    “Beberapa anggota IDPRO juga sedang membangun AI ready data center,” ujar Hendra.

    Di sisi lain, di tengah proses penyusunan peta jalan nasional AI, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong pelaku industri dan pemerhati AI untuk memusatkan pengembangan teknologi tersebut pada 10 sektor prioritas yang telah dirumuskan dalam rancangan peta jalan AI nasional.

    Adapun 10 sektor prioritas tersebut meliputi ketahanan pangan; kesehatan; pendidikan; ekonomi dan keuangan; reformasi birokrasi; politik, hukum, dan keamanan; energi, sumber daya, dan lingkungan; perumahan; transportasi, logistik, dan infrastruktur; serta ekonomi kreatif. Menurut Meutya, pemilihan sektor tersebut bertujuan agar pengembangan AI di Indonesia memiliki arah yang jelas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

    “Kami sarankan untuk fokus kepada 10 bidang ini dalam pembangunan-pembangunan awal AI di Indonesia,” kata Meutya dalam acara Kumparan AI for Indonesia di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

    Sebelumnya, Meutya menyampaikan peta jalan kecerdasan buatan nasional ditargetkan meluncur pada awal 2026 dan akan berbentuk Peraturan Presiden (Perpres). “Insya Allah tahun 2026 Perpres peta jalan ini sudah bisa keluar dan juga bisa menjadi guidance bagi kita semua,” ujarnya.

  • Komdigi Siagakan Balmon Pantau Kualitas Layanan Komunikasi saat Nataru

    Komdigi Siagakan Balmon Pantau Kualitas Layanan Komunikasi saat Nataru

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menugaskan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) di sejumlah daerah untuk bersiaga selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dan meningkatnya kebutuhan akses komunikasi di berbagai wilayah, sekaligus memastikan layanan komunikasi tetap terjaga selama libur akhir tahun.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pengawalan layanan komunikasi tetap dilakukan meskipun bertepatan dengan masa libur.

    “Meskipun ini waktu libur, teman-teman terus bekerja untuk mendukung dan memberikan pelayanan bagi masyarakat,” kata Meutya dalam keterangan pada Selasa (30/12/2025).

    Dalam pelaksanaannya, Balmon SFR melakukan pemantauan spektrum frekuensi radio sejak 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Pemantauan tersebut difokuskan pada jalur perjalanan, kawasan wisata, serta titik-titik aktivitas publik yang diperkirakan ramai selama libur akhir tahun.

    Upaya ini bertujuan menjaga kualitas layanan komunikasi agar tetap optimal dan andal, sehingga masyarakat dapat tetap terhubung selama melakukan perjalanan maupun beraktivitas.

    Selain itu, Meutya menegaskan Balmon juga melakukan pemantauan tambahan di wilayah yang menghadapi bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan. Pemantauan tersebut membantu masyarakat tetap terhubung untuk mengakses informasi dan berkomunikasi, khususnya dalam kondisi darurat.

    “Masyarakat dapat berlibur dengan tetap terhubung, tetap terkoneksi, sehingga dapat melakukan perjalanan dan liburan bersama keluarga dengan tenang dan nyaman,” kata Meutya.

    Selama masa Posko Nataru, koordinasi antar-Balmon dilakukan secara nasional. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan layanan komunikasi pada periode libur besar berikutnya agar manfaatnya terus dirasakan oleh publik.

  • Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        30 Desember 2025

    Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun Nasional 30 Desember 2025

    Komdigi Operasikan Posko Nataru, Pastikan Publik Tetap Terkoneksi Selama Libur Akhir Tahun
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan masyarakat tetap dapat menikmati layanan komunikasi yang andal selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui pengoperasian Posko Nataru di berbagai daerah di Indonesia.
    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, Posko
    Nataru
    Komdigi memberikan manfaat langsung bagi publik, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa liburan.
    “Kami juga mengapresiasi karena meskipun ini waktu libur, teman-teman terus bekerja untuk mendukung dan memberikan pelayanan bagi masyarakat agar dapat berlibur dengan tetap terhubung dan terkoneksi, sehingga dapat melakukan perjalanan dan liburan bersama keluarga dengan tenang dan nyaman,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (30/12/2025).
    Pernyataan tersebut disampaikan Meutya saat meninjau
    Posko Nataru Komdigi
    di Jakarta, Selasa.
    Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa perhatian pimpinan pusat terhadap kinerja Balai Monitoring (
    Balmon
    ) di daerah merupakan bentuk apresiasi nyata agar pengawasan
    layanan komunikasi
    benar-benar dirasakan masyarakat.
    “Apresiasi paling utama menurut kami adalah perhatian. Jadi, kami ingin memberi perhatian juga kepada teman-teman untuk memastikan kinerja teman-teman ini termonitor di pusat,” kata Meutya.
    Sebagai informasi, Posko Nataru Komdigi telah beroperasi sejak 19 Desember 2025 dan akan berlangsung hingga 4 Januari 2026.
    Posko tersebut didirikan untuk memastikan ketersediaan, kualitas, dan keandalan layanan komunikasi publik di simpul-simpul strategis, seperti bandara, pelabuhan, stasiun, kawasan wisata, dan pusat keramaian.
    Selain fokus di simpul strategis, Meutya juga memberikan perhatian khusus untuk wilayah terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Kehadiran Posko Nataru Komdigi dinilai membantu masyarakat setempat dalam menjaga akses komunikasi.
    “Kami juga berterima kasih atas giatnya (Balmon) yang tidak hanya melakukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) utama, yaitu pengawal frekuensi, tetapi juga melakukan giat-giat tambahan sebagai dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana,” ucap Meutya.
    Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto menekankan bahwa Posko Nataru berperan langsung menjaga kualitas layanan komunikasi agar publik dapat mengakses informasi dan berkomunikasi selama libur panjang.
    “Tujuan pelaksanaan posko adalah memastikan ketersediaan dan kualitas dan keandalan layanan publikasi nasional selama periode puncak mobilitas masyarakat pada Nataru 2025 ini,” jelasnya.
    Wayan menjelaskan, pemantauan dilakukan melalui 35 posko unit pelaksana teknis (UPT) yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk posko utama di Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, Stasiun Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), kawasan wisata Bali, hingga wilayah Indonesia Timur.
    “Pemantauan kami dilaksanakan oleh 35 posko UPT melalui Balmon yang diprioritaskan di simpul-simpul strategis nasional,” ujar Wayan.
    Dari sisi kualitas, hasil pemantauan secara umum menunjukkan bahwa layanan
    konektivitas
    nasional berada dalam kondisi stabil dan mampu mengakomodasi peningkatan trafik selama libur Nataru.
    Selain memastikan konektivitas, Komdigi juga melaksanakan pemantauan berbasis data untuk mendeteksi potensi gangguan agar dapat segera ditindaklanjuti demi kenyamanan masyarakat.
    “Berdasarkan data tersebut, ditemukan potensi lokasi yang memiliki kondisi layanan internet kurang memadai. Hal ini telah ditindaklanjuti melalui pengiriman 893 tiket kepada operator seluler untuk melakukan pengecekan dan perbaikan jika diperlukan,” jelas Wayan.
    Dari sisi pengamanan spektrum frekuensi radio, layanan prioritas yang mendukung kepentingan publik juga terpantau aman selama masa Nataru.
    “Seluruh pita prioritas yang digunakan untuk layanan strategis terpantau aman dan bebas gangguan,” tegas Wayan.
    Melalui pengoperasian Posko Nataru, Komdigi memastikan masyarakat dapat menikmati libur akhir tahun dengan layanan komunikasi yang stabil, aman, dan mendukung keselamatan serta kenyamanan publik.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menkomdigi Hadir, Akses Komunikasi Korban Banjir Sumatra Berangsur Pulih

    Menkomdigi Hadir, Akses Komunikasi Korban Banjir Sumatra Berangsur Pulih

    Liputan6.com, Jakarta – Akses komunikasi warga korban banjir Sumatra berangsur pulih sejalan dengan jaringan telekomunikasi yang kembali aktif. Kini warga bisa kembali mengabari keluarga, mengakses informasi, dan mengurus kebutuhan dasar.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan progres pemulihan jaringan di wilayah terdampak telah melampaui 95 persen.

    Namun di beberapa titik seperti Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, jaringan masih bergantung pada pasokan listrik dan berada pada kisaran 60 hingga 80 persen.

    “Pemulihan jaringan tergantung ketersediaan pasokan listrik. Kami terus memantau titik-titik tersebut untuk mempercepat pemulihannya,” jelas Meutya.

    Selain terus mengawal pemulihan konektivitas, Kemkomdigi juga memberikan bantuan 118 tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter dikirim ke wilayah yang sumber airnya tercemar banjir. Distribusi dilakukan bertahap selama sepekan.

    “Hari ini kami berangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari Kemkomdigi dan mitra. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita yang ada di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang,” ujar Meutya saat pelepasan bantuan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Minggu (28/12/2025).

    Selain air bersih, warga juga menerima bantuan obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda dengan fasilitas MCK, serta kebutuhan dasar lainnya.

    Alat berat dan sumur bor turut disiapkan untuk membersihkan lumpur dan memulihkan lingkungan permukiman.

    Bantuan ini hasil dari kolaborasi Kemkomdigi dengan Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XLSmart, dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

  • Komdigi Kirim 118 Tangki Air Bersih dan Pulihkan Jaringan Komunikasi di Aceh Tamiang

    Komdigi Kirim 118 Tangki Air Bersih dan Pulihkan Jaringan Komunikasi di Aceh Tamiang

    Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan air bersih mulai tersedia dan komunikasi mulai tersambung kembali bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang.
     
    Sebanyak 118 tangki air bersih kapasitas 8.000 liter dikirim ke wilayah yang sumber airnya tercemar banjir. Distribusi ini dilakukan bertahap selama sepekan. Akses komunikasi warga juga berangsur pulih sejalan dengan jaringan telekomunikasi kembali aktif.
     
    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa pemulihan difokuskan pada kebutuhan paling mendasar warga, seperti minum, memasak, beribadah, hingga menghubungi keluarga.
     
    “Hari ini kami berangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari Kemkomdigi dan mitra. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita yang ada di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang,” ujar Meutya saat pelepasan bantuan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Minggu, 28/12/2025.

    Bantuan air bersih dari Kemkomdigi untuk warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Foto: dok. kemkomdigi
     

     
    Selain air bersih, warga juga menerima bantuan obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda dengan fasilitas MCK, serta kebutuhan dasar lainnya. Sementara itu, alat berat dan sumur bor disiapkan untuk membersihkan lumpur dan memulihkan lingkungan permukiman.
     
    Bantuan ini hasil dari kolaborasi Kemkomdigi dengan Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XLSmart, dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
     
    Meutya mengatakan progres pemulihan jaringan di wilayah terdampak telah melampaui 95 persen. Namun di beberapa titik seperti Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, jaringan masih bergantung pada pasokan listrik dan berada pada kisaran 60 hingga 80 persen.
     
    “Pemulihan jaringan tergantung ketersediaan pasokan listrik. Kami terus memantau titik-titik tersebut untuk mempercepat pemulihannya,” jelas Meutya.

    Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan air bersih mulai tersedia dan komunikasi mulai tersambung kembali bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang.
     
    Sebanyak 118 tangki air bersih kapasitas 8.000 liter dikirim ke wilayah yang sumber airnya tercemar banjir. Distribusi ini dilakukan bertahap selama sepekan. Akses komunikasi warga juga berangsur pulih sejalan dengan jaringan telekomunikasi kembali aktif.
     
    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa pemulihan difokuskan pada kebutuhan paling mendasar warga, seperti minum, memasak, beribadah, hingga menghubungi keluarga.
     
    “Hari ini kami berangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari Kemkomdigi dan mitra. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita yang ada di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang,” ujar Meutya saat pelepasan bantuan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Minggu, 28/12/2025.
     

    Bantuan air bersih dari Kemkomdigi untuk warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Foto: dok. kemkomdigi
     

     
    Selain air bersih, warga juga menerima bantuan obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda dengan fasilitas MCK, serta kebutuhan dasar lainnya. Sementara itu, alat berat dan sumur bor disiapkan untuk membersihkan lumpur dan memulihkan lingkungan permukiman.
     
    Bantuan ini hasil dari kolaborasi Kemkomdigi dengan Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XLSmart, dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
     
    Meutya mengatakan progres pemulihan jaringan di wilayah terdampak telah melampaui 95 persen. Namun di beberapa titik seperti Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, jaringan masih bergantung pada pasokan listrik dan berada pada kisaran 60 hingga 80 persen.
     
    “Pemulihan jaringan tergantung ketersediaan pasokan listrik. Kami terus memantau titik-titik tersebut untuk mempercepat pemulihannya,” jelas Meutya.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Kelahiran XLSMART hingga Perluasan FWA Lewat 1,4 GHz

    Kelahiran XLSMART hingga Perluasan FWA Lewat 1,4 GHz

    Bisnis.com, JAKARTA— Kaleidoskop industri telekomunikasi Indonesia pada 2025 merangkum sejumlah peristiwa penting mulai dari merger XL Axiata dengan Smartfren hingga lelang frekuensi 1,4 GHz.

    Di saat yang sama, kualitas internet bergerak menunjukkan perbaikan. Meski demikian, Indonesia masih perlu mengejar ketertinggalan dari negara-negara dengan ekosistem digital yang lebih matang di Asia Tenggara. 

    Berikut rangkuman kaleidoskop industri telekomunikasi sepanjang 2025 yang dihimpun Bisnis:

    Konsolidasi Operator Seluler: Lahirnya XLSmart

    Konsolidasi kembali menjadi kata kunci industri telekomunikasi pada 2025. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan restu atas penggabungan PT XL Axiata Tbk. (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN), dan PT Smart Telecom (ST) menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (XLSmart). Persetujuan ini menandai lahirnya entitas baru di tengah pasar seluler yang semakin kompetitif dan padat modal.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan persetujuan diberikan setelah proses verifikasi faktual dan pertemuan langsung dengan manajemen perusahaan. “Maka hari ini kami setelah verifikasi faktual dengan bertemu, kami prinsipnya memberikan persetujuan kepada PT XLSmart Telecom Sejahtera,” kata Meutya di Kantor Komdigi (17/4/2025).

    Customer service melayani pelanggan XLSMART

    Namun, restu pemerintah disertai prasyarat. Komdigi mewajibkan XLSmart menambah 8.000 base transceiver station (BTS) serta meningkatkan kecepatan jaringan hingga 16% pada 2029. Kewajiban tersebut menjadi penyeimbang atas konsentrasi pasar yang menguat pascamerger.

    Konsolidasi XLSmart memperpanjang jejak merger di industri telekomunikasi nasional setelah Indosat dan Tri Indonesia bergabung pada awal 2022. PT Indosat Ooredoo Tbk. (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) saat itu mendapat persetujuan hampir bulat dari pemegang saham untuk membentuk PT Indosat Ooredoo Hutchison. 

    Di luar jaringan terestrial, layanan satelit juga menghadapi tantangan sepanjang 2025. SpaceX mengumumkan layanan Starlink tidak tersedia sementara bagi pelanggan baru di Indonesia karena kapasitas yang telah habis terjual.

    “Layanan Starlink saat ini tidak tersedia untuk pelanggan baru di wilayah Anda karena kapasitasnya telah habis terjual di seluruh Indonesia,” tulis Starlink melalui laman resminya, pada 13 Juli 2025. 

    Kondisi tersebut mencerminkan tingginya permintaan akses internet berbasis satelit, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber dan seluler. SpaceX bahkan disebut tengah mencari pendanaan hingga Rp6,5 triliun untuk menambah kapasitas satelit.

    Tak berselang lama, SpaceX kembali membuka layanan bagi pelanggan baru di Indonesia per 23 Juli 2025. Ketersediaan ini mencakup segmen ritel, korporasi, hingga backhaul, dan ditampilkan melalui peta ketersediaan resmi Starlink.

    Peluncuran Starlink

    Penataan Spektrum Baru: Lelang Frekuensi 1,4 GHz

    Selain konsolidasi operator, 2025 juga diwarnai oleh penataan spektrum baru. Komdigi membuka seleksi pengguna pita frekuensi radio 1,4 GHz untuk layanan broadband wireless access. Spektrum ini dinilai strategis untuk memperluas akses internet tetap nirkabel. Hasil lelang yang diumumkan pada Oktober 2025 menunjukkan menguatnya peran pemain non-operator seluler besar. 

    PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI), memenangkan regional I yang meliputi Pulau Jawa, Maluku, dan Papua dengan penawaran sebesar Rp403,7 miliar.

    Sementara itu, PT Eka Mas Republik, anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), menguasai regional II yang mencakup Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara, serta regional III yang meliputi Kalimantan dan Sulawesi.

    Jajaran direksi Surge WIFI

    Kualitas Internet Membaik, Regulasi Kian Ketat

    Di tengah berbagai tantangan, kualitas internet Indonesia menunjukkan perbaikan relatif. Data Speedtest Global Index menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh Asia Tenggara dengan median kecepatan unduh internet mobile sebesar 50,77 Mbps per November 2025. Meski demikian, jarak dengan negara seperti Brunei Darussalam dan Singapura masih cukup lebar.

    Pada sisi regulasi, pemerintah bersiap menerapkan kewajiban registrasi SIM card berbasis biometrik pengenalan wajah. Aturan ini akan berlaku penuh mulai 1 Juli 2026, dengan masa transisi sejak Januari 2026.

    “Tapi setelah 1 Juli itu udah mulai setiap kartu baru dibuka harus dengan face recognition,” kata Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah.

    Peluncuran Satelit Nusantara Lima

    Penguatan infrastruktur telekomunikasi nasional pada 2025 tidak hanya bertumpu pada jaringan terestrial dan konsolidasi operator, tetapi juga pada pengembangan konektivitas berbasis satelit. Salah satu tonggak pentingnya adalah peluncuran Satelit Nusantara Lima yang diharapkan memperluas akses internet, khususnya ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang masih sulit dijangkau jaringan fiber optik dan seluler.

    Satelit Nusantara Lima resmi diluncurkan ke angkasa pada Kamis (11/9/2025) malam waktu Florida, Amerika Serikat, atau Jumat pagi waktu Indonesia, menggunakan roket SpaceX Falcon 9. Peluncuran ini semula dijadwalkan berlangsung pada 8 September 2025, namun mengalami beberapa kali penundaan akibat faktor cuaca di lokasi peluncuran.

    Dengan kapasitas lebih dari 160 gigabit per detik (Gbps), Nusantara Lima menjadi salah satu satelit komunikasi terbesar di Asia saat ini. Satelit ini dirancang untuk memperluas jangkauan layanan internet tidak hanya di Indonesia, tetapi juga Malaysia dan Filipina, sehingga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem konektivitas regional.

    Satelit meluncur ke orbit

    Satelit tersebut diproduksi oleh Boeing Satellite Systems International Inc. dengan platform Boeing 702MP dan bobot peluncuran sekitar 7,8 ton. Nusantara Lima dirancang memiliki masa operasi lebih dari 15 tahun, didukung teknologi Ka-Band Very High Throughput Satellite (VHTS), XIPS Electrical Thruster, serta Gen 7 Channelizer untuk efisiensi dan stabilitas transmisi data.

    Bencana Alam dan Uji Ketahanan Infrastruktur Konektivitas

    Menjelang akhir tahun, industri telekomunikasi kembali diuji oleh bencana alam. Banjir dan tanah longsor menyebabkan lumpuhnya konektivitas di sejumlah wilayah Sumatra, terutama Aceh. Komdigi mencatat pemulihan layanan di Aceh mencapai 80%, sementara Sumatra Utara dan Sumatra Barat hampir pulih sepenuhnya.

    “[Saat ini] yang memang masih kami akan fokus kerjanya untuk pemulihan [di Aceh] itu ada di wilayah Aceh Tamiang, kemudian di wilayah Gayo Lues, dan di wilayah Bener Meriah,” kata Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi Fifi Aleyda Yahya.

    PT Telkomsel mengungkapkan tantangan utama pemulihan berasal dari sektor kelistrikan. Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyebut banyak infrastruktur listrik yang rusak akibat bencana.

    “Banyak sutet yang sudah rubuh dan belum bisa disambungkan kembali kemudian integrasi dengan pembangkit-pembangkit listrik yang ada juga belum bisa dilakukan sepenuhnya sampai saat ini,” katanya.

  • Komdigi Prioritaskan Pemulihan Jaringan di Sumatra-Aceh

    Komdigi Prioritaskan Pemulihan Jaringan di Sumatra-Aceh

    Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merespons ramainya perbincangan pro dan kontra di media sosial terkait bantuan bagi korban banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

    Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi Fifi Aleyda Yahya menekankan pentingnya semangat gotong royong untuk mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah terdampak. 

    Dia menyebutkan, Komdigi sendiri memprioritaskan pemulihan konektivitas telekomunikasi agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.

    “Jadi fokus kami sama-sama bekerja keras ya untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Kalau masih ada yang kurang kami mohon maaf. Nah mudah-mudahan ini jaringan telekomunikasi di Sumatera ini bisa segera pulih,” kata Fifi dalam Kegiatan Pengiriman Bantuan 100 Genset, Bantuan Alat Komunikasi, dan Logistik ke Sumatra di Cargo Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (22/12/2025).

    Komdigi mencatat tingkat pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatra Utara telah mencapai 97%, Sumatra Barat sekitar 99%, sementara Aceh masih berada di kisaran 80%. Fifi menegaskan, upaya pemulihan di Aceh difokuskan pada wilayah yang masih terdampak berat, seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.

    “Fokusnya kami ingin segera memberikan pemulihan telekomunikasi ya agar masyarakat bisa berkomunikasi dengan orang-orang terkasihnya dengan baik dan tenang,” katanya.

    Di sisi lain, perbincangan publik di media sosial turut diramaikan oleh aksi penggalangan dana yang dilakukan kreator konten sekaligus CEO Malaka Project, Ferry Irwandi. Melalui platform Kitabisa.com, aksi tersebut berhasil menghimpun donasi hingga Rp10 miliar.

    Aksi penggalangan dana tersebut sempat disinggung dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endipat Wijaya, mengkritik narasi yang menyebut pemerintah tidak hadir di wilayah bencana.

    “Orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara udah hadir dari awal. Ada orang baru datang, baru bikin satu posko ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah udah bikin ratusan posko di sana,” katanya.

    Isu lain yang turut memicu polemik di media sosial adalah soal perizinan penggalangan dana oleh influencer. 

    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pemerintah tidak melarang masyarakat melakukan penggalangan donasi bagi korban bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

    “Dipersilakan [donasi], tak perlu izin langsung saja. Tapi nanti kalau sudah selesai nanti bisa urus izinnya belakangan,” kata Gus Ipul.

    Dia menekankan aturan perizinan bukan bentuk pembatasan, melainkan mekanisme pertanggungjawaban agar dana bantuan dikelola secara transparan dan akuntabel. “Kalau bencana silakan kumpulkan dulu, tapi kalau sudah selesai dilaporkan. Boleh [lakukan donasi dahulu],” katanya.

    Gus Ipul juga mengapresiasi solidaritas publik serta memastikan koordinasi antara Kementerian Sosial, BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus berjalan untuk mempercepat penanganan darurat, termasuk distribusi logistik dan operasional dapur umum.

    Selain itu, beredar pula kabar di media sosial mengenai bantuan kemanusiaan dari diaspora Indonesia yang disebut-sebut dikenakan pajak atau bea masuk. Isu tersebut dibantah langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

    Purbaya menegaskan bantuan kemanusiaan dari diaspora Indonesia di luar negeri untuk korban bencana di Sumatra tidak dikenakan pajak maupun bea masuk saat masuk ke Indonesia.

  • Komdigi dan Operator Seluler Sediakan Paket Internet Murah di Momen Liburan Nataru 2025-2026

    Komdigi dan Operator Seluler Sediakan Paket Internet Murah di Momen Liburan Nataru 2025-2026

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar apel bersama terkait penyediaan Posko Siaga Kualitas Layanan Telekomunikasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025–2026) sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran konektivitas nasional selama periode tersebut.

    Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dan dihadiri jajaran pimpinan Komdigi, termasuk Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Wayantoni, serta perwakilan operator seluler nasional.

    Pelaksanaan apel ini sekaligus menjadi titik penguatan koordinasi kesiapan pemerintah dan operator dalam menghadapi potensi peningkatan tajam trafik selama periode libur Natal dan Tahun Baru, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat untuk berwisata maupun mudik.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengungkapkan bahwa peningkatan trafik telekomunikasi selama periode Natal dan Tahun Baru diprediksi mencapai sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa.

    “Untuk mengantisipasi kenaikan trafik tersebut, Komdigi bersama operator seluler telah melakukan berbagai langkah mitigasi, mulai dari optimalisasi jaringan di point of interest (POI), hingga penyiapan infrastruktur tambahan di jalur-jalur strategis,” ujar Wayan.

    Ia menjelaskan, operator seluler telah meningkatkan kapasitas jaringan di sejumlah lokasi prioritas, termasuk kawasan wisata, pusat transportasi, dan jalur tol utama. Selain itu, operator juga menyiapkan Mobile BTS di sepanjang jalur mudik dan titik-titik strategis untuk menjaga kualitas sinyal tetap stabil.

    Selain penguatan jaringan, Komdigi juga membentuk Satuan Tugas Posko Bersama yang tersebar di 255 titik di seluruh Indonesia. Posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan kualitas layanan telekomunikasi sekaligus menjaga keamanan spektrum frekuensi radio selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

    “Pemantauan kualitas layanan dan spektrum frekuensi radio dilakukan melalui 35 UPT Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio yang mulai beroperasi sejak 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026,” Wayan menjelaskan.

    Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan spektrum frekuensi tetap aman dari gangguan, terutama pada masa libur panjang yang ditandai dengan tingginya aktivitas komunikasi masyarakat.