Tag: Mayang

  • Terungkap! Ini Motif Pemuda Perkosa-Bunuh Karyawan Warung Sate di Lampung Utara

    Terungkap! Ini Motif Pemuda Perkosa-Bunuh Karyawan Warung Sate di Lampung Utara

    Diketahui sebelumnya, seorang perempuan muda berinisial DJS (24) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di lantai atas Warung Sate Lumayan, Desa Negara Tulang Bawang, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara, Selasa dini hari, (5/8/2025).

    Korban yang merupakan warga Desa Penagan Ratu, Kecamatan Abung Timur, juga diketahui bekerja sebagai karyawan di warung sate milik warga tersebut. Jenazah DJS pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Anik sekitar pukul 04.00 WIB.

    “Saksi bermaksud membangunkan korban, namun tidak mendapat respons. Setelah pintu kamar dibuka, korban sudah dalam keadaan tak bernyawa,” kata Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, Rabu (6/8/2025).

    Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan tubuh korban dalam kondisi setengah telanjang, bersimbah darah, dan kepala tertutup bantal. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

    “Ada bekas luka memar di leher diduga akibat cekikan, lecet di hidung, memar pada pergelangan tangan kiri, serta darah yang keluar dari hidung dan area vital korban,” jelas dia.

  • Pemerkosa dan Pembunuh Karyawan Warung Sate di Lampung Utara Ditangkap!

    Pemerkosa dan Pembunuh Karyawan Warung Sate di Lampung Utara Ditangkap!

    Diketahui sebelumnya, seorang perempuan muda berinisial DJS (24) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di lantai atas Warung Sate Lumayan, Desa Negara Tulang Bawang, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara, Selasa dini hari, (5/8/2025).

    Korban yang merupakan warga Desa Penagan Ratu, Kecamatan Abung Timur, juga diketahui bekerja sebagai karyawan di warung sate milik warga tersebut. Jenazah DJS pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Anik sekitar pukul 04.00 WIB.

    “Saksi bermaksud membangunkan korban, namun tidak mendapat respons. Setelah pintu kamar dibuka, korban sudah dalam keadaan tak bernyawa,” kata Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, Rabu (6/8/2025).

    Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan tubuh korban dalam kondisi setengah telanjang, bersimbah darah, dan kepala tertutup bantal. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

    “Ada bekas luka memar di leher diduga akibat cekikan, lecet di hidung, memar pada pergelangan tangan kiri, serta darah yang keluar dari hidung dan area vital korban,” jelas dia.

  • Karyawan Warung Sate di Lampung Utara Ditemukan Tewas, Kepala Tertutup Bantal dan Ada Luka Memar

    Karyawan Warung Sate di Lampung Utara Ditemukan Tewas, Kepala Tertutup Bantal dan Ada Luka Memar

    Liputan6.com, Jakarta – Seorang perempuan muda berinisial DJS (24) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di lantai atas Warung Sate Lumayan, Desa Negara Tulang Bawang, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara, Selasa dini hari, (5/8/2025).

    Korban yang merupakan warga Desa Penagan Ratu, Kecamatan Abung Timur, juga diketahui bekerja sebagai karyawan di warung sate milik warga tersebut. Jenazah DJS pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Anik sekitar pukul 04.00 WIB.

    “Saksi bermaksud membangunkan korban, namun tidak mendapat respons. Setelah pintu kamar dibuka, korban sudah dalam keadaan tak bernyawa,” kata Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, Rabu (6/8/2025).

    Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan tubuh korban dalam kondisi setengah telanjang, bersimbah darah, dan kepala tertutup bantal. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

    “Ada bekas luka memar di leher diduga akibat cekikan, lecet di hidung, memar pada pergelangan tangan kiri, serta darah yang keluar dari hidung dan area vital korban,” jelas dia.

  • Karyawan Warung Sate di Lampung Utara Ditemukan Tewas, Kepala Tertutup Bantal dan Ada Luka Memar

    Karyawan Warung Sate di Lampung Utara Ditemukan Tewas, Kepala Tertutup Bantal dan Ada Luka Memar

    Liputan6.com, Jakarta – Seorang perempuan muda berinisial DJS (24) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di lantai atas Warung Sate Lumayan, Desa Negara Tulang Bawang, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara, Selasa dini hari, (5/8/2025).

    Korban yang merupakan warga Desa Penagan Ratu, Kecamatan Abung Timur, juga diketahui bekerja sebagai karyawan di warung sate milik warga tersebut. Jenazah DJS pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Anik sekitar pukul 04.00 WIB.

    “Saksi bermaksud membangunkan korban, namun tidak mendapat respons. Setelah pintu kamar dibuka, korban sudah dalam keadaan tak bernyawa,” kata Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, Rabu (6/8/2025).

    Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan tubuh korban dalam kondisi setengah telanjang, bersimbah darah, dan kepala tertutup bantal. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

    “Ada bekas luka memar di leher diduga akibat cekikan, lecet di hidung, memar pada pergelangan tangan kiri, serta darah yang keluar dari hidung dan area vital korban,” jelas dia.

  • Tepergok Mencuri Baju, Kakak Beradik di Jember Nyaris Jadi Bulan-bulanan Warga

    Tepergok Mencuri Baju, Kakak Beradik di Jember Nyaris Jadi Bulan-bulanan Warga

     

    Liputan6.com, Jember – Kakak beradik nyaris menjadi korban amukan massa usai tertangkap basah mencuri belasan baju di sebuah toko busana di Jember, Jatim. Beruntung pemilik toko masih mempunyai hati memilih menyelesaikan persoalan itu dengan kekeluargaan.

    Urung jadi bulan-bulanan massa, kakak beradik itu akhirnya diamankan pihak kepolisian.

    Menurut Kanit Reskrim Polsek Panti, Aipda Dhian Saputra, kasus ini tidak dilanjutkan ke proses hukum karena korban pencurian, Muhammad (35), pemilik toko asal Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, memilih jalur damai.

    “Korban memaafkan karena kasihan melihat kondisi ekonomi pelaku. Kasus ini diselesaikan dengan restorative justice (keadilan restoratif) dan kami tetap memberikan pembinaan serta peringatan keras,” kata Dhian, Senin (4/8/2025).

    Kedua pelaku mengaku nekat mencuri karena tekanan ekonomi dan menyesali perbuatannya. Mereka juga telah membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi tindakan serupa di masa mendatang.

    Peristiwa terjadi pada Jumat, 1 Agustus 2025, sekitar pukul 13.00 WIB di Toko Dua Anak, Dusun Mencek, Desa Serut, Kecamatan Panti. Kedua pelaku berinisial AAF (42), buruh tani asal Kecamatan Mayang, dan kakaknya EM (52), seorang asisten rumah tangga dari Kecamatan Sumbersari, kepergok mencuri 15 potong baju.

    “Keduanya ketahuan saat pelaku perempuan menyembunyikan belasan pakaian ke dalam rok panjangnya, sementara adiknya berpura-pura memilih barang untuk mengalihkan perhatian,” papar Dhian.

    Aksi mereka sempat memicu kemarahan warga sekitar. Namun beruntung, petugas Polsek Panti segera tiba di lokasi dan berhasil mengamankan keduanya sebelum terjadi amuk massa.

    Meski tak diproses secara hukum, Polsek Panti tetap mengingatkan bahwa tindakan pencurian adalah pidana dan bisa berdampak besar secara hukum maupun sosial.

    “Ke depan, kami harap tidak ada lagi kejadian serupa. Penegakan hukum bisa dilakukan sewaktu-waktu jika pelaku mengulangi perbuatan,” pungkas Dhian.

  • Perjuangan Warga Jember Beli Bensin, Tempuh Jalur Ekstrem Lewati Lereng hingga ke Banyuwangi

    Perjuangan Warga Jember Beli Bensin, Tempuh Jalur Ekstrem Lewati Lereng hingga ke Banyuwangi

    Liputan6.com, Jember Krisis distribusi BBM yang terjadi di Jember sejak hari Sabtu (26/7) lalu berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Jika di daerah perkotaan, jalanan lengang karena orang membatasi aktivitas serta banyak yang terkonsentrasi mengantre di SPBU, hal berbeda terjadi di pelosok desa.

    Sejumlah warga Jember kawasan timur yang berbatasan dengan Banyuwangi, terpaksa harus menempuh jalur ekstrem melewati lereng Gunung Gumitir demi mendapatkan bensin di wilayah barat Banyuwangi. 

    Mereka rela menempuh puluhan kilometer di jalur alternatif yang melewati perkebunan dengan kondisi jalanan yang terjal dan licin, hanya untuk mendapatkan Pertalite. Sebab, jalur utama, yakni Jalur Gumitir ditutup demi perbaikan sejak Kamis (24/7). 

    Pantauan Rabu (30/7), warga Jember tampak mengantre di SPBU Krikilan, Glenmore, Banyuwangi. Mereka datang dari berbagai desa seperti Garahan, Sumberkalong dan Mayang. Umumnya menggunakan sepeda motor sambil membawa jeriken, bahkan ada yang membawa dua kendaraan sekaligus.

    Siti Azizah, warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Kalisat mengaku harus berangkat sebelum subuh bersama suaminya demi mengantre BBM. “Sampai sore baru dapat 10 liter. Itu pun hanya cukup dua hari,” keluhnya.

    Seperti kebanyakan warga, Siti mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM di Jember. Kalaupun tersedia, jumlahnya terbatas dan antrean panjang tak terhindarkan.

    Penjual eceran yang juga terbatas, menjual dengan harga yang sangat mahal dan cukup memberatkan bagi Siti dan suaminya yang bekerja di perkebunan di desa.

  • Polresta Jambi Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Pengadaan Bahan Kimia PDAM
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        28 Juli 2025

    Polresta Jambi Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Pengadaan Bahan Kimia PDAM Regional 28 Juli 2025

    Polresta Jambi Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Pengadaan Bahan Kimia PDAM
    Tim Redaksi
    JAMBI, KOMPAS.com
    – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal Polresta Jambi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan
    korupsi pengadaan bahan kimia
    di Perumda Air Minum
    PDAM Tirta Mayang
    Kota Jambi.
    Ketiga tersangka berinisial MK, HF, dan RW. Mereka diduga terlibat dalam korupsi pengadaan bahan kimia
    sucolite LA24HZ
    untuk periode tahun 2021 hingga 2023.
    “Ya, kita tetapkan tiga orang tersangka,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Jambi
    Kompol Hendra Manurung
    saat dikonfirmasi
    Kompas.com
    melalui pesan singkat, Senin (28/7/2025).
    Namun, Hendra belum merinci nilai kerugian negara akibat perkara ini.

    “Nanti kita update lagi perkembangannya ya,” ujarnya.
    Ia juga tidak menjelaskan secara detail peran masing-masing tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
    Kasus ini mencuat setelah kepolisian menerima pengaduan masyarakat mengenai dugaan penyelewengan anggaran dalam
    pengadaan barang dan jasa
    di PDAM Tirta Mayang pada tahun 2024.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Banjir Hujatan Usai Curhat Tak Bisa Bertemu Gala, Mayang: Udah kebal

    Banjir Hujatan Usai Curhat Tak Bisa Bertemu Gala, Mayang: Udah kebal

    JAKARTA – Mayang Lucyana menuai hujatan usai dirinya mendapatkan penolakan dari keluarga Fuji untuk bertemu dengan keponakannya, Gala Sky di momen ulang tahunnya pada Senin, 14 Juli.

    Mayang berdalih itu ia tidak berniat apa-apa saat mengunggah hal tersebut dan merasa kalau pihak warganet memiliki anggapan lain soal curahan harinya.

    “Ya ini kan sebenarnya curahan hati aku aja sih. Ya mungkin netizen kan beranggapannya lain gitu ya. Aku kan curahan hati aku nggak yang gimana-gimana, nggak marah, nggak kecewa, tapi aku mencurahkan hati aku aja. Tapi ya netizen beranggapannya ya aku yang ke dulu lagi,” kata Mayang Lucyana di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa, 15 Juli.

    Namun Mayang mengaku jadi sasaran hujatan warganet ini bukan menjadi kali pertamanya sehingga ia sudah kebal ketika kembali dihujat.

    “Nggak hilang sih ya. Sebelum ada ini kejadian ini lagi, sebelumnya aku juga masih ada lah hujatan gitu. Masih ada beberapa hujatan, cuma ya kalau dihujat lagi aku nggak kaget gitu, karena sudah terbiasa juga,” ungkap Mayang.

    “Jadi bukan suatu hal yang bikin aku, wah dihujat lagi nih. Karena sebelumnya sebelum aku jauh dari, Ini kan aku dihujat juga. Sudah kebal,” tandasnya.

  • Mitos Tradisi: Saparan Bekakak, Ritual Penyembelihan Boneka Pengantin untuk Tolak Bala

    Mitos Tradisi: Saparan Bekakak, Ritual Penyembelihan Boneka Pengantin untuk Tolak Bala

    Bekakak sebagai simbol utama dalam saparan bekakak bukan sekadar boneka pengantin tiruan. Pasangan pengantin ini juga melalui tahap prosesi layaknya pengantin pada umumnya yang diperinci dalam beberapa tahap, yakni midodareni bekakak, kirab temanten bekakak, penyembelihan pengantin bekakak, dan sugengan ageng.

    Pelaksanaannya setiap Jumat dalam bulan Safar, yakni antara tanggal 10-20 pada pukul 14.00 WIB (kirab temanten bekakak). Sementara itu, penyembelihan bekakak dilakukan pada pukul 16.00 WIB.

    Persiapan penyelenggaraan upacara dibagi dalam dua macam, yaitu saparan bekakak dan sugengan ageng. Persiapan utama saparan bekakak adalah proses pembuatan boneka pengantin yang membutuhkan waktu hingga delapan jam.

    Bekakak laki-laki dan perempuan memiliki bentuk yang mirip seperti pengantin pria dan wanita pada umumnya lengkap dengan pakaian dan aksesori. Dua pasang pengantin bekakak masing-masing bergaya Solo dan Yogyakarta.

    Proses pembuatannya diiringi dengan gejog lesung atau kothekan yang memiliki bermacam-macam irama, yakni kebogiro, thong-thongsot, dhengthek, wayangan, kutut manggung, dan lain-lain. Usai beras ditumbuk, kemudian dilakukan pembuatan bekakak, genderuwo, kembang mayang, dan ragam sesajen.

    Sesajen yang disiapkan dibagi menjadi tiga kelompok, yakni dua kelompok untuk dua jali yang masing-masing diletakkan bersama-sama dengan pengantin bekakak dan satu kelompok diletakkan di dalam jodhang sebagai rangkaian pelengkap sesaji upacara. Selain itu, disiapkan pula burung merpati dalam sangkar.

    Sementara itu, pemilihan bulan Safar sebagai waktu pelaksanaan saparan bekakak berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat Jawa terkait bulan Safar yang dianggap sebagai bulan yang rawan musibah. Dengan demikian, saparan bekakak juga dilaksakan sebagai bentuk tolak bala untuk memohon keselamatan.

    Penulis: Resla

  • Genjot Industri Mamin, Krista Exhibitions Gelar IIFEX & EastPack Surabaya

    Genjot Industri Mamin, Krista Exhibitions Gelar IIFEX & EastPack Surabaya

    Jakarta

    Krista Exhibitions kembali menggelar Pameran Internasional EastFood (Indonesia International Food Exhibition/IIFEX) Surabaya 2025. Pameran tahunan berskala internasional ini menghadirkan perkembangan terkini di sektor industri makanan dan minuman.

    Acara yang digelar pada 12 – 15 Juni 2025 di Grand City Convention Hall, Surabaya ini menjadi wadah kolaboratif bagi pelaku usaha dari berbagai negara.

    Pameran EastFood (IIFEX) Surabaya 2025 juga akan diselenggarakan bersamaan dengan EastPack Surabaya 2025, yakni pameran internasional yang berfokus pada teknologi pangan, farmasi, serta pengemasan.

    EastFood (IIFEX) & EastPack Surabaya 2025 akan menghadirkan lebih dari 180 perusahaan peserta, yang terdiri dari pelaku usaha dalam negeri maupun mancanegara. Dihadiri 30 peserta dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pameran ini menargetkan kunjungan lebih dari 20.000.

    Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyampaikan partisipasi dalam pameran internasional EastFood (IIFEX) & EastPack Surabaya 2025 tidak terbatas pada pelaku industri dari Indonesia saja. Pameran ini juga melibatkan peserta dari lebih dari tujuh negara, termasuk China, Prancis, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand.

    Daud pun optimistis penyelenggaraan tahun ini akan mampu menarik lebih banyak pengunjung, baik dari kalangan profesional maupun masyarakat umum, termasuk calon pembeli potensial dari luar negeri.

    “Melalui pameran ini, Krista Exhibitions berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan sektor industri makanan dan kemasan di wilayah Jawa Timur. Kami berharap ajang ini dapat menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperkuat daya saing di pasar global melalui peningkatan kualitas dan inovasi produk secara berkelanjutan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/6/2025).

    Sebagaimana diketahui, pertumbuhan industri makanan minuman serta pergeseran pola hidup dan keinginan konsumen. Tahun 2025 diprediksi menjadi momen penting dalam industri makanan dan minuman dengan munculnya tren baru yang memadukan inovasi teknologi, kesadaran akan kesehatan, dan aspek keberlanjutan.

    Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Mei 2025, Provinsi Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% secara year-on-year (y-o-y). Angka ini menunjukkan kinerja yang lebih unggul dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 4,87%.

    Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur juga melampaui sejumlah provinsi utama lainnya, seperti Jawa Barat (4,98%), Jawa Tengah (4,96%), dan DKI Jakarta (4,95%). Data ini menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi di antara provinsi-provinsi utama di Indonesia, sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan nasional, dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.

    Untuk itu, hadirnya EastFood (IIFEX) & EastPack Surabaya 2025 diharapkan dapat mendukung pertumbuhan positif bagi ekonomi Jawa Timur.

    Ragam Rangkaian EastFood Indonesia 2025

    Pameran EastFood Indonesia 2025 akan menghadirkan berbagai rangkaian acara, termasuk Chef’s Secret Culinary Studio Workshop. Workshop ini menyajikan berbagai sesi pelatihan kuliner dari para ahli di bidangnya, mulai dari teknik kompetisi pastry, kreasi kue modern dan tradisional, hingga inovasi sajian berbasis gelato dan cokelat.

    Selama empat hari penyelenggaraan, peserta dapat mengikuti beragam tema menarik seperti “How to Win at Pastry Culinary Competitions,” “Gelato Sushi,” “Bika Ambon Mousse Cake,” “Korean Butter Cake,” hingga edukasi “Better Understanding Australian Beef.”

    Pengunjung juga akan disuguhkan berbagai demo masak dan baking yang menghadirkan chef-chef ternama mulai dari Chef Bashiruddin & Chef Feina, Chef Rudy, Chef Heru, Chef Merry, Chef Risna & Chef Niken, Chef Dafi & Chef Tian, Chef Maolana, Chef Achen, Chef Andik, Chef Long, Chef Muto, Chef Forest, serta Chef Lusia.

    Mereka akan berbagi resep-resep menarik, seperti Beef Cheese Brioche, Tiramisu Velvet, Pempek Ikan, Dori Popcorn Saus Gochujang, Brownies Pandan, Wonton Mini Goreng, Putu Mayang, Korean Florist Cake, Ayam Saus Jimbaran, hingga berbagai olahan keju dan aneka kue tradisional.

    Seluruh program ini tidak hanya memberikan hiburan dan edukasi, tetapi juga menjadi wadah inspiratif bagi pelaku industri makanan serta pengunjung yang ingin memperluas wawasan di bidang kuliner.

    Tak hanya itu, pameran ini juga menyediakan platform bisnis yang strategis melalui berbagai program pendukung, termasuk sesi Business Matching. Sesi ini akan mempertemukan langsung pelaku industri makanan, minuman, dan kemasan dengan calon mitra bisnis, distributor, maupun investor. Melalui agenda ini, diharapkan dapat membuka peluang kerja sama serta memperluas jejaring bisnis lintas negara.

    Terbuka untuk Umum

    EastFood (IIFEX) & EastPack Surabaya 2025 terbuka bagi pelaku bisnis dan masyarakat umum, dan akan berlangsung setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 19.00 WIB. Pengunjung dapat mendapatkan tiket masuk gratis dengan melakukan registrasi online paling lambat 11 Juni 2025.

    Bagi yang belum mendaftar secara daring, tiket juga dapat dibeli langsung di lokasi seharga Rp 100.000,- untuk akses selama 4 hari pameran.

    Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan kunjungi situs resmi https://register.kristaonline.com/visitor/eastfood.

    (anl/ega)