Tag: Maverick Vinales

  • Padahal Jika Didengar, Saya Yakin Juara Dunia

    Padahal Jika Didengar, Saya Yakin Juara Dunia

    Jakarta

    Maverick Vinales mengenang masa-masa kurang asyik di Yamaha. Menurut Top Gun, Yamaha kerap mengabaikan permintaannya.

    Rider Spanyol itu menghabiskan lima setengah tahun bersama Yamaha sebelum hengkang di tengah musim 2021. Padahal, kontrak Vinales seharusnya baru akan habis pada akhir MotoGP 2022.

    Vinales dan Yamaha memulai hubungan pada 2017. Kala itu Vinales pindah dari Suzuki. Awalnya dia merasa nyetel dengan motor Yamaha. Apalagi tim tersebut punya satu tujuan, yakni menjadi juara dunia.

    “Saya ingat saat bergabung Yamaha, saya masuk sebagai sebuah misil. Dengan ide yang jelas dan tujuan yang sangat jelas dan itulah satu-satunya hal yang saya minta kepada Yamaha: ‘Saya ingin menjadi juara dunia, saya tidak tertarik pada hal lain.’ Saat pertama kali melakukannya, saya langsung jatuh cinta. Rasanya seperti ketika sesuatu baru saja terjadi pada saya, semuanya menjadi begitu mudah. Saya belum pernah mengendarai sepeda motor sebaik ini,” kenang Vinales dikutip dari Marca, Minggu (15/12/2024).

    “Jangan pernah menyentuhnya. Itu adalah sepeda motor yang ditinggalkan Jorge (Lorenzo). Saya berkata: Bawakan saya sepeda motor ini ke Qatar, dengan ini saya akan memenangkan Kejuaraan Dunia,” kata Vinales.

    Dua tahun berseragam Yamaha, tepatnya 2018, Vinales mulai merasa aneh dengan cara kerja Yamaha. Vinales merasa permintaannya tidak didengar.

    “Kita memasuki tahun 2018 dan saya berkata: ‘Saya ingin motor 2016, jangan bawakan saya apa-apa lagi.’ Di Jerez saya melakukan tes dengan motor 2016, yang dikendarai Zarco, dan itu lebih cepat setengah detik. Saya mengatakan kepada mereka: ‘Saya, Anda lihat saya tidak salah, itu saja?’ Mereka berkata: ‘Ya, ya’, tetapi kami tiba di tes Sepang dan motor baru lainnya dan motor 2018 tidak cocok untuk saya. Saya sama sekali tidak menyukainya. Saya berkata ini akan menjadi sangat sulit,” terang dia.

    “Kita memasuki tahun 2019 dan nampaknya mereka telah memetik pelajaran. Márquez dan Honda sangat kuat, namun motornya berjalan dengan sangat baik. Hanya kami yang mampu melawan Marc,” akunya.

    Musim 2020, Vinales ingin menggunakan motor 2019 dengan sedikit tambahan aerodinamis. Namun permintaan itu tidak diiyakan oleh Yamaha.

    Ada insiden rem blong di MotoGP Austria. Rem motor YZR-M1 miliknya mendadak blong, saat hendak memasuki Turn 1 di lap ke-16.

    Saat hendak berbelok, Vinales langsung melompat dari motornya. Tunggangannya sendiri tetap meluncur lurus, dan akhirnya menabrak pembatas sirkuit sampai terbakar.

    Maverick Vinales saat berseragam Yamaha (Photo by JOE KLAMAR / AFP) Foto: AFP/JOE KLAMAR

    “Saya kehilangan 40 poin, yang akan memberi saya gelar juara. Tahun termudah untuk memenangkan kejuaraan dunia dan tahun di mana kami paling gagal. Itu spektakuler. Tahun lain yang memberi banyak perhatian kepada saya, karena jika mereka telah mendengarkan saya, hari ini saya akan menjadi juara dunia. Saya yakin seratus persen,” katanya.

    Vinales lalu bercerita tentang musim terakhirnya bersama Yamaha. Bermula inkosistensi di awal musim, Vinales sangat marah kepada Yamaha usai finis paling belakang di Sachsenring. Di balapan selanjutnya Vinales finis runner-up di Assen tapi hubungan keduanya tidak mungkin lagi diperbaiki sehingga pada prosesnya mengumumkan perpisahan di akhir musim.

    “Pada tahun 2021 saya memulai balapan dengan kemenangan. Saya merasa tidak terkalahkan. Saya tidak tahu apa yang terjadi di sana, saya tidak mengerti apa pun yang terjadi, bahwa motor saya mengalami kemunduran,” kata Vinales.

    Vinales kemudian harus memulai balapan lagi dari pit karena motornya bermasalah saat warm up. Ketika balapan berakhir, Vinales finis posisi terbawah dan tak dianggap sah dalam perlombaan.

    Tim Yamaha kemudian melakukan investigasi internal dan diketahui kalau Vinales ternyata mengutak-atik setting-an motor YZR-M1 miliknya. Utak-atik Vinales ini dinilai ilegal oleh Yamaha sehingga membuat mesin motor menjadi rusak.

    ‘Saya tidak tahan lagi. Itu tergantung mereka atau saya,’ jelasnya.

    “Jika Anda melihat apa yang Anda masukkan ke dalam sepeda motor… Itu bukan untuk merusaknya, jauh dari itu, tetapi agar mereka mengerti bahwa saya tidak tahan lagi. Saya muak dengan situasi itu. katanya saya mencoba menyabotase atau merusak sepeda. Saya mematikan telepon saya dan saya berkata: ‘Saya tidak ingin tahu apa-apa. Saya tidak peduli sama sekali.’,” ceplos Vinales.

    Selama empat setengah tahun dengan bendera Monster Energy Yamaha, Vinales memberikan 8 kemenangan balapan, 24 podium, dan dua tempat ketiga di klasemen keseluruhan pembalap 2017 dan 2019.

    (riar/lua)

  • Kesan Martin Jajal Motor Aprilia, Beda dari Ducati

    Kesan Martin Jajal Motor Aprilia, Beda dari Ducati

    Jakarta

    Jorge Martin sudah menjajal Aprilia RS-GP paling mutakhir. Kesan juara dunia MotoGP 2024 itu ternyata tidak buruk-buruk amat.

    Beberapa kali Martin harus adaptasi dengan motor asal pabrikan Noale tersebut. Ketika start misalnya, motornya sempat gecol alias tidak stabil. Kebetulan di sampingnya ada Maverick Vinales yang menggeber KTM RC-16, Top Gun cuma geleng-geleng.

    Martin baru saja memenangkan kejuaraan dengan motor paling superior di atas lintasan, Ducati Desmosedici GP24. Kini dia harus berjuang dengan motor yang diwariskan oleh sahabatnya, Aleix Espargaro.

    Di sisi lain, Aprilia RS-GP punya potensi sebagai kompetitor terdekat Ducati. Buktinya Maverick Vinales bisa menyapu bersih kemenangan sprint dan main race di MotoGP Amerika 2024.

    Martin menyanjung debut perdananya bersama Aprilia. Menurutnya motor Aprilia punya sejumlah keunggulan dan kekurangan dibanding Ducati.

    “Aprilia yang bagus itu area depan, lebih baik dari Ducati,” kata Martin dikutip dari GPone, Kamis (21/11/2024).

    “Saya langsung nyaman saat di tikungan, punya perasaan yang bagus. Semua map perlu diselesaikan,” kata dia lagi.

    Pebalap Spanyol itu menguji RS-GP spesifikasi 2024 dan 2025, menyelesaikan total 77 putaran. Dia berada di posisi ke-11 pada catatan waktu. Martin sempat mengalami kecelakaan kecil di akhir sesi.

    “Faktanya motor agak sedikit naik ke depan. Kami harus tetap menjaganya agar tetap rendah,” kata Martin.”Saya kehilangan sesuatu saat masuk (tikungan), bersama Ducati, terasa lebih cepat.”

    “Saya kehilangan banyak waktu sekarang, di tikungan 12, masuk gigi dua, saya merasakan banyak tenaga, namun cenderung wheelie,” kata Martin lagi. Fabiano Sterlacchini yang menggantikan Romano Albesiano sebagai Direktur Teknis di Aprilia memberi penilaian awal setelah debut Martin.

    “Saya pikir fakta bahwa kami memiliki Jorge, yang datang dari motor perebutan gelar dunia dan dia adalah pebalap perebutan gelar dunia, adalah peluang besar karena kami memiliki referensi dan kami dapat memahami dengan lebih jelas aspek-aspek yang harus kami fokuskan,” katanya kepada media, termasuk Crash.net, pada hari Selasa.

    “Saya pikir dalam waktu singkat kita bekerja bersama, kemarin [selama] setengah hari dan hari ini, dia adalah gabungan antara seorang juara dan seorang pemimpin.

    “Dan, sejujurnya, sungguh menakjubkan cara dia mendekati pekerjaannya. Jadi, sangat bagus.”

    (riar/rgr)

  • MotoGP 2025 Resmi Dimulai, Martin-Marquez Pakai Seragam Baru

    MotoGP 2025 Resmi Dimulai, Martin-Marquez Pakai Seragam Baru

    Jakarta

    Rangkaian MotoGP 2025 resmi dimulai dengan sesi Official Test di Barcelona, Selasa (19/11/2024) waktu setempat. Para pebalap menjajal motor barunya untuk pertama kali. Beberapa pebalap yang pindah tim juga menjajal seragam barunya.

    Kesempatan pertama, sang juara dunia Jorge Martin mencoba Aprilia RS-GP 2025 terbaru. Ia tampak tetap menggunakan nomor #89 di bagian sisi motornya dan di baju balapnya. Tapi di bagian depan motornya, Jorge Martin hanya menampilkan dua bintang.

    Martin menguji motor Aprilia tahun 2024 dan 2025. Tapi, juara dunia MotoGP 2024 itu mengalami kecelakaan awal di Tikungan 5. Rekan setim barunya Marco Bezzecchi memiliki rangkaian item yang sama untuk dicoba.

    Pendatang baru Ai Ogura yang kini menjadi rider Tim MotoGP Trackhouse menyelesaikan langkah pertamanya ke kelas utama. Meskipun mengalami kecelakaan pertama di Tikungan 2 pada pagi hari, ia berhasil menyelesaikan 86 putaran sepanjang hari dan finis tepat di belakang sesama pendatang baru Fermin Aldeguer (Gresini Racing MotoGP).

    Yang menjadi sorotan adalah seragam baru untuk Marc Marquez. Marquez yang kini menjadi pebalap tim pabrikan Ducati menggunakan seragam serba merah. Motornya juga dilabur serba merah. ‘Todo al rojo’ atau serba merah adalah frasa yang digunakan Marc Marquez saat Juara Dunia delapan kali itu melakoni debut pabrikan Ducati.

    Dengan desain warna merah khusus dari ujung kepala hingga ujung kaki, pebalap #93 itu menjajal GP24 dan GP25 baru. Marquez mengakhiri sesi sebagai yang tercepat keempat. Marquez juga menjelaskan setelah uji coba bahwa ia dan Pecco memberikan umpan balik yang sama tentang motor baru itu, awal kerja sama yang baik untuk tim pabrikan Ducati.

    Di sisi lain, Bagnaia tampil dengan warna putih. Juara Dunia 2022 dan 2023 itu mengendarai motor putih mirip Casey Stoner di balapan Phillip Island 2009. Pecco Bagnaia kini kembali menggunakan nomor #63 setelah gagal jadi juara dunia. Bagnaia juga mengendarai GP24 dan GP25. Dia jadi yang tercepat ketiga di sesi tes kemarin.

    Beberapa rider lain yang pindah tim seperti Enea Bastianini, Maverick Vinales, Jack Miller, hingga Miguel Oliveira juga menjajal seragam dan motor baru. Begitu juga pebalap Thailand Somkia Chantra yang naik kelas dari Moto2 ke MotoGP dan bergabung dengan tim Idemitsu Honda LCR.

    Hasil Tes MotoGP Barcelona hari pertama, Selasa (19/11/2024):

    Alex Marquez Gresini Ducati (GP24) 1:38.803 36/61 lapFabio Quartararo Monster Yamaha (YZR-M1) +0.396s 44/75 lapFrancesco Bagnaia Ducati Lenovo (GP24/25) +0.595s 14/58 lapMarc Marquez Ducati Lenovo (GP24/25) +0.651s 47/49 lapRaul Fernandez Trackhouse Aprilia (RS-GP24) +0.668s 76/82 lapBrad Binder Red Bull KTM (RC16) +0.705s 56/62 lapFranco Morbidelli VR46 Ducati (GP24) +0.762s 31/52 lapAlex Rins Monster Yamaha (YZR-M1) +0.765s 54/60 lapPedro Acosta Red Bull KTM (RC16) +0.768s 28/72 lapJohann Zarco LCR Honda (RC213V) +0.813s 37/65 lapJorge Martin Aprilia Racing (RS-GP24/25) +1.056s 44/77 lapMaverick Viñales Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.084s 56/74 lapMarco Bezzecchi Aprilia Racing (RS-GP24/25) +1.192s 62/84 lapAleix Espargaro Honda Test Rider (RC213V) +1.204s 40/50 lapJoan Mir Repsol Honda (RC213V) +1.267s 60/67 lapEnea Bastianini Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.279s 48/55 lapMiguel Oliveira Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.335s 55/60 lapLuca Marini Repsol Honda (RC213V) +1.429s 33/57 lapMichele Pirro Ducati Test Rider (GP24/5) +1.683s 45/69 lapFermin Aldeguer Gresini Ducati (GP24) +1.761s 51/58 lapAi Ogura Trackhouse Aprilia (RS-GP24) +2.143s 55/86 lapJack Miller Pramac Yamaha (YZR-M1) +2.222s 51/71 lapSomkiat Chantra LCR Honda (RC213V) +2.492s 49/61 lapLorenzo Savadori Aprilia Test Rider (RS-GP24/25) +8.793s 7/13 lap.

    (rgr/din)

  • Pindah Tim Usai Juara MotoGP, Jorge Martin Ikuti Jejak Valentino Rossi

    Pindah Tim Usai Juara MotoGP, Jorge Martin Ikuti Jejak Valentino Rossi

    Jakarta

    Jorge Martin sukses menjuarai MotoGP 2024 setelah mengumpulkan 508 poin dari 20 seri yang digelar sepanjang tahun ini. Prestasi tersebut menjadi kado perpisahan manis buat Martin yang bakal pindah ke Aprilia musim depan. Kepindahan Martin ke Aprilia juga membuatnya mengikuti jejak sang legenda balap, Valentino Rossi.

    Ya, Martin menjadi pebalap pertama yang pindah pabrikan setelah menjuarai MotoGP, sejak hal serupa dilakukan oleh Valentino Rossi pada akhir 2003 lalu. Di tahun tersebut, Rossi yang baru saja menjuarai MotoGP bersama Repsol Honda membuat keputusan mengejutkan dengan pindah ke tim rival, Gauloises Fortuna Yamaha, pada tahun 2004.

    Jorge Martin juara MotoGP 2024. (AP Photo/Joan Monfort) Foto: AP/Joan Monfort

    Situasi mereka berdua juga agak mirip-mirip, saat itu Rossi pindah dari tim kuat Honda, ke tim ‘lemah’ Yamaha yang terakhir kali menjuarai MotoGP pada tahun 1992. Martin pun akan pindah dari tim kuat Pramac Racing yang diperkuat motor Ducati, ke tim biasa-biasa saja Aprilia yang bahkan belum pernah menjuarai MotoGP sama sekali.

    Sebenarnya motor Aprilia RS GP yang digunakan di MotoGP tidak jelek-jelek amat. Motor ini terbukti mampu bersaing bersama Ducati dan KTM untuk memperebutkan podium. Motor itu juga pernah mengantarkan Aleix Espargaro dan Maverick Vinales menjadi pemenang balap MotoGP.

    Puncaknya pada tahun 2022, Aleix Espargaro berhasil mengantarkan Aprilia Racing duduk di peringkat keempat klasemen akhir MotoGP 2022. Tapi memang setelah itu, Aprilia cenderung mengalami penurunan performa.

    Valentino Rossi Foto: MotoGP.com

    Aprilia sendiri sejatinya bukan pilihan utama Martin. Aprilia hanya dijadikan ‘pelarian’ pebalap Spanyol tersebut, lantaran dirinya tidak jadi direkrut tim pabrikan Ducati Lenovo. Ducati Lenovo lebih memilih Marc Marquez. Martin yang kecewa pun langsung memutuskan pindah ke tim pabrikan Aprilia Racing.

    “Usai balapan (di Italia) saya melihat situasi yang semakin rumit dan akhirnya saya memutuskan untuk pindah sendiri. Pada akhirnya menjadi seperti ini (saya pindah ke tim Aprilia). Saya sangat senang dan yakin dengan keputusan saya,” kata Martin dikutip dari Motosan. Martin pun yakin Aprilia Racing adalah tim yang bagus dan selalu memberi 100% kepada para pebalapnya.

    (lua/din)

  • Espargaro Takut Martin Sulit Adaptasi di Aprilia

    Espargaro Takut Martin Sulit Adaptasi di Aprilia

    Jakarta

    Jorge Martin dikhawatirkan susah beradaptasi dengan motor Aprilia. Sebab Martin sudah terbiasa dengan Ducati Desmosedici GP, motor superior di atas lintasan saat ini.

    Martin membela Aprilia mulai 2025. Dia menggantikan Aleix Espargaro yang pensiun akhir musim ini.

    Espargaro tahu betul bagaimana kondisi motor Aprilia RS-GP. Tanpa menyangsikan kualitas Martin, sahabat dekatnya itu cemas level performa Martin bakal menurun tahun depan.

    Di sisi lain, Aprilia RS-GP punya potensi sebagai kompetitor terdekat Ducati. Buktinya Maverick Vinales bisa menyapu bersih kemenangan sprint dan main race di MotoGP Amerika 2024.

    Tahun 2022, Aleix Espargaro ikut berebut jadi juara dunia. Meski pada akhirnya pabrikan Noale itu finis di posisi empat klasemen akhir MotoGP.

    Performa Aprilia yang naik turun bikin Espargaro cemas terkait masa depan Martin. Perasaan Espargaro sebenarnya campur aduk.

    “Ini memberi saya kesenangan yang luar biasa,” kata temannya, Espargaro kepada Motosprint.

    “Itu juga membuat saya khawatir karena tidak akan mudah setelah sekian lama di Ducati, dengan motor pemenang, untuk tiba di Aprilia dengan konsep yang benar-benar berbeda,” jelas Espargaro.

    “Ini tidak akan mudah, tapi dia sahabatku dan menitipkan motorku padanya adalah sebuah mimpi,” tambah dia lagi.

    Espargaro berharap rider Spanyol berusia 26 tahun itu bisa sukses merebut juara dunia tahun ini. Espargaro optimistis sahabatnya itu bisa jadi juara dunia.

    “Jorge akan memenangkannya. Ia punya keuntungan yang baik. Ia telah membuktikan bahwa ia cepat, terutama di beberapa balapan terakhir. Perbedaan antara Pecco dan Jorge dibandingkan pembalap lainnya sungguh impresif, mengingatkan saya kepada duel-duel legendaris pada masa lalu. Mereka berdua layak jadi juara,” tutupnya.

    (riar/lua)

  • Bagnaia Ungkap Penyebab Jatuh Misterius Usai Disalip Vinales

    Bagnaia Ungkap Penyebab Jatuh Misterius Usai Disalip Vinales

    Jakarta

    Pebalap Ducati asal Italia, Francesco Bagnaia mengalami ‘jatuh misterius’ saat latihan bebas pertama di MotoGP Barcelona, Spanyol. Apa gerangan penyebabnya?

    Sebagai pengingat, Francesco Bagnaia disalip Maverick Vinales di turn-1 atau tikungan pertama. Tak lama setelah tersalip, Bagnaia tiba-tiba jatuh. Padahal, dilihat dari tayangan ulang, tak ada sentuhan apapun sebelum kejadian.

    Kecelakaan tunggal tersebut membuat Bagnaia mengalami luka lecet di tubuh. Namun, kondisinya diklaim baik-baik saja dan siap membalap di Sprint Race dan balapan inti MotoGP Barcelona 2024.

    Francesco Bagnaia jatuh tiba-tiba usai disalip Maverick Vinales. Foto: MotoGP

    Meski demikian, kejadian itu tetap membuat penasaran banyak pihak. Sebab, mengapa Bagnaia bisa tiba-tiba jatuh tanpa sentuhan apapun. Kondisi tersebut sangat jarang terjadi di kompetisi sekelas MotoGP.

    Bagnaia menjelaskan, sebelum kejadian motornya melaju sangat lambat dari seharusnya. Namun, ketika dia ingin menambah kecepatan, Vinales tiba-tiba muncul dari sisi luar. Hal tersebut yang membuatnya jatuh tiba-tiba.

    “Jadi kesalahan saya adalah melaju selambat itu, namun ketika saya mau menambah kecepatan, saya melaju dari sisi dalam dan itu penuh dengan ruang dari sisi dalam,” ujar Bagnaia dikutip dari Motorsport, Sabtu (16/11).

    “Saya mulai merasakan dan tahu Vinales akan melaju dari sisi dalam. Tapi, begitu saya melihat dia datang dengan kecepatan normal dari luar dengan motor yang bergerak, saya jadi takut sehingga saya kehilangan bagian depan seperti itu,” tambahnya.

    Francesco Bagnaia. Foto: REUTERS/Hasnoor Hussain

    Menurut Bagnaia, situasi yang serba mendadak seperti itu membuat ban kehilangan stabilitas. Itulah mengapa, motor bisa jatuh secara tiba-tiba.

    “Motor (dengan) ban seperti itu tidak suka jika pengendaranya mengubah (arah) dengan cepat, jadi Anda harus mengubahnya dengan cara yang halus dan saya tidak melakukannya ketika itu,” tuturnya.

    Di lain sisi, Vinales menjelaskan, dia sudah memberikan Bagnaia cukup ruang untuk menyalip di tikungan pertama. Kata dia, Bagnaia mungkin mengerem terlalu keras setelah merasa panik dan tak siap disalip pebalap lain.

    “Pecco berada di tengah, sangat lambat, saya tidak tahu. Saya mencoba menghindarinya, saya keluar, tapi saya memberinya (ruang untuk) dua motor. Saya bahkan tidak menyalipnya dengan jarak dekat,” ungkap Vinales.

    “Ketika saya melihat kecelakaan itu, (saya pikir) mungkin saya ‘menabraknya’, saya tidak tahu. Namun kemudian, saya melihat tayangan ulang dan ada banyak ruang. Saya pikir dia ketakutan atau semacamnya. Ia mencengkeram rem depan dan mengunci ban depan,” kata dia menambahkan.

    (sfn/lth)

  • Bagnaia Menang, Martin Kedua, Marquez Jatuh!

    Bagnaia Menang, Martin Kedua, Marquez Jatuh!

    Jakarta

    Hasil MotoGP Malaysia 2024 sudah bisa disimak. Francesco Bagnaia pemenangnya, disusul Jorge Martin sebagai runner up, Enea Bastianini melengkapi podium ketiga.

    Seri ke-19 MotoGP sudah berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada Minggu (3/11/24) pukul 14.00 WIB. Drama MotoGP Malaysia 2024 sudah dimulai sedari awal balapan. Red flag berkibar!

    Balapan baru dimulai, Pecco Bagnaia dan Martin langsung manuver salip menyalip. Insiden horror terjadi di tikungan dua melibatkan Quartararo, Jack Miller, dan Brad Binder. Balapan dihentikan lebih awal, red flag berkibar!

    Race director memutuskan balapan akan diulang sesuai grid position. Bagnaia dalam posisi memimpin jalannya balapan, lalu diikuti oleh Martin, dan Franco Morbidelli. Balapan dipersingkat menjadi 19 putaran dari 20 putaran.

    Dua pebalap KTM, Brad Binder dan Jack Miller tidak lanjut balapan.

    Pukul 14.20 WIB pitlane terbuka lagi. Francesco Bagnaia langsung ngacir di posisi depan. Aksi salip menyalip kembali terjadi dengan Jorge Martin. Keduanya begitu agresif.

    Satu putaran terlewati, Marquez melengkapi posisi tiga.

    17 lap tersisa, Jorge Martin sempat memimpin jalannya balapan. Namun posisinya tidak bertahan lama. Dia disalip Bagnaia lagi ketika masuk tikungan kedua. Keduanya tidak ada yang mau mengalah.

    Marquez sudah berjarak 0,699 detik dari Martin yang berada di posisi dua. Disusul Morbidelli, Bastianini, Alex Marquez, Pedro Acosta, Fabio Quartararo, Alex Rins, dan Maverick Vinales diposisi 10 besar.

    Lima putaran sudah berjalan, Bagnaia memimpin 0,957 detik dari Jorge Martin. Dengan jarak yang makin jauh, Bagnaia nampaknya bisa menang di MotoGP Malaysia 2024.

    Satu pebalap mengalami crash. Joan Mir terjatuh di tikungan sembilan.

    Lanjut Franco Morbidelli yang berada di posisi empat melebar. Motornya sampai terseret ke luar lintasan.

    Tak berselang lama. Pada lap ke-12, Marquez crash di tikungan 15. Dia terjatuh saat berada di posisi ketiga. Marquez bangkit lagi untuk lanjut balapan. Posisinya melorot ke-17.

    Dua pebalap di depannya jatuh menjadi berkah buat Enea Bastianini. Dia naik ke posisi tiga.

    11 lap tersisa, Bagnaia sudah membuat jarak 1,310 detik dengan Martin. Tidak ada manuver salip menyalip lagi. Bagnaia ngacir di depan sendirian.

    14 dari 19 putaran, balapan berlangsung adem ayem. Tidak ada aksi agresif seperti awal balapan. Martin pelan-pelan memangkas waktu, jadi 1,650 detik, setelah sebelumnya tembus 2 detik.

    Bagnaia diketahui menggunakan tipe ban soft (depan) dan medium (belakang). Sedangkan Martin memakai ban medium (depan) dan medium (belakang).

    Fokus, begitu pesan tim kepada Martin. Sebab Martin sempat melebar dan membuat jarak jadi dua detik lagi

    Dalam prosesnya, Bagnaia menjadi pebalap yang menyentuh garis finis. Dia menang balapan MotoGP Malaysia 2024. Diikuti Jorge Martin, dan Bastianini yang melengkapi podium.

    Saat ini Martin masih kokoh di puncak klasemen sementara MotoGP 2024 dengan 485 poin. Martin unggul 24 poin dari Bagnaia di tempat kedua yang mengemas 461 poin.

    Pecco masih punya peluang untuk menang lagi, sehingga perebutan gelar tetap terjadi hingga seri terakhir MotoGP 2024.

    Hasil MotoGP Malaysia 2024

    1. Francesco Bagnaia
    2. Jorge Martin
    3. Enea Bastianini
    4. Alex Marquez
    5. Pedro Acosta
    6. Fabio Quartararo
    7. Maverick Vinales
    8. Alex Rins
    9. Marco Bezzecchi
    10. Augusto Fernandez
    11. Johann Zarco
    12. Aleix Espargaro
    13. Marc Marquez
    14. Franco Morbidelli
    15. Luca Marini
    16. Raul Fernandez
    17. Andrea Ianone
    18. Luca Savadori

    (riar/lua)

  • Bagnaia Tercepat, Pebalap Yamaha Bikin Kejutan

    Bagnaia Tercepat, Pebalap Yamaha Bikin Kejutan

    Jakarta

    Sesi Free Practice 1 dan Practice MotoGP Malaysia 2024 sudah dirampungkan, Jumat (1/11/2024). Francesco ‘Pecco’ Bagnaia menjadi yang tercepat di sesi FP1 dan Practice.

    MotoGP Malaysia 2024 yang digelar akhir pekan ini di Sirkuit Sepang, Malaysia, akan menjadi salah satu penentuan gelar juara dunia MotoGP 2024. Jorge Martin yang sekarang menjadi pemimpin klasemen sementara MotoGP 2024 dibayang-bayangi oleh Pecco Bagnaia di urutan kedua. Keduanya hanya berselisih 17 poin.

    Pecco Bagnaia, yang juga menguasai sesi FP1 pagi tadi, berhasil mengungguli Jorge Martin di sesi Practice, Jumat sore. Di sesi ini, Bagnaia hanya unggul 0,050 detik dari Jorge Martin di urutan kedua.

    Martin tidak punya kesempatan untuk mengalahkan Bagnaia. Sebab, pebalap Prima Pramac Racing itu mengalami kecelakaan di tikungan pertama saat sesi Practice tinggal 2 menit 50 detik lagi.

    Awalnya, Martin tampil impresif selama sesi Practice. Sedangkan Bagnaia hanya mengisi urutan ke-11. Namun, Bagnaia langsung gaspol di run keempat dan menjadi yang tercepat di sesi Practice.

    Rekan setim Bagnaia, Enea Bastianini berada di urutan ketiga. Maverick Vinales sebagai pembalap terbaik non-Ducati di urutan keempat. Kemudian diikuti Alex Marquez menjadi pebalap tercepat kelima.

    Dua pebalap Yamaha, Fabio Quartararo dan Alex Rins tampil cukup impresif di sesi Practice ini. Fabio Quartararo menjadi pebalap motor Jepang tercepat sekaligus menempati posisi keenam di sesi ini. Sedangkan Alex Rins yang menggunakan mesin baru menjadi yang tercepat kedelapan. Di depan Alex Rins di urutan ketujuh ada Franco Morbidelli.

    Sementara itu, Marc Marquez hampir saja tidak lolos ke sesi Q2. Di sesi Practice, Marc Marquez menghuni urutan ke-10, dan bisa langsung masuk Q2 besok.

    Berikut hasil Practice MotoGP Malaysia 2024:

    Francesco Bagnaia: 01:57.679Jorge Martin: 01:57.729 (+0.050)Enea Bastianini: 01:57.877 (+0.198)Maverick Vinales: 01:58.141 (+0.462)Alex Marquez: 01:58.296 (+0.617)Fabio Quartararo: 01:58.303 (+0.624)Franco Morbidelli: 01:58.310 (+0.631)Alex Rins: 01:58.336 (+0.657)Jack Miller: 01:58.360 (+0.681)Marc Marquez: 01:58.362 (+0.683)Pedro Acosta: 01:58.438 (+0.759)Marco Bezzecchi: 01:58.460 (+0.781)Johann Zarco: 01:58.625 (+0.946)Brad Binder: 01:58.649 (+0.970)Takaaki Nakagami: 01:59.000 (+1.321)Raul Fernandez: 01:59.107 (+1.428)Aleix Espargaro: 01:59.188 (+1.509)Luca Marini: 01:59.375 (+1.696)Augusto Fernandez: 01:59.402 (+1.723)Joan Mir: 01:59.535 (+1.856)Andrea Iannone: 01:59.618 (+1.939)Lorenzo Savadori: 02:00.108 (+2.429)

    (rgr/dry)

  • Klasemen Pebalap Usai MotoGP Thailand 2024: Martin-Bagnaia Selisih 17 Poin

    Klasemen Pebalap Usai MotoGP Thailand 2024: Martin-Bagnaia Selisih 17 Poin

    Jakarta

    Pebalap Pramac Racing Jorge Martin kokoh di puncak klasemen sementara MotoGP 2024 dengan 453 poin. Martin unggul 17 poin dari Francesco Bagnaia di posisi kedua yang mengemas 436 poin. Dengan balap MotoGP 2024 menyisakan dua seri, perebutan gelar juara MotoGP 2024 antara Martin dan Bagnaia bakal berlangsung sengit.

    Bagnaia keluar sebagai pemenang di MotoGP Thailand 2024 yang digelar akhir pekan kemarin. Sementara Martin bisa mengamankan posisi kedua, diikuti Pedro Acosta, yang finis ketiga. Sementara Marc Marquez yang awalnya bersaing di posisi depan saat balapan, harus mengalami crash dan bisa kembali ke lintasan, namun finis di urutan ke-11.

    Dengan hasil tersebut, praktis perebutan juara MotoGP 2024 hanya menyisakan Martin dan Bagnaia. Sedangkan Marquez keluar dari perburuan gelar juara dunia karena gap poinnya terlalu jauh, yakni 97 poin.

    Marquez sendiri tertahan di peringkat ketiga dengan 356 poin, kemudian di posisi keempatnya ada Enea Bastianini yang punya modal 345 poin. Dari urutan lima sampai posisi sepuluh berturut-turut ditempati Brad Binder, Pedro Acosta, Maverick Vinales, Fabio Di Giannantonio, Franco Morbidelli, dan Aleix Espargaro.

    Sementara itu pebalap-pebalap dari brand Jepang mengalami nasib yang mengenaskan. Pebalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo, menjadi satu-satunya pebalap dari brand Jepang dengan posisi ‘terbaik’ yakni posisi ke-13 dengan 93 poin.

    Kemudian pebalap Repsol Honda Luca Marini menjadi pebalap dari motor brand Jepang dengan posisi paling buncit, yakni di posisi ke-22 dengan 13 poin. Akankah Yamaha dan Honda bisa berbenah musim depan bisa tampil lebih baik lagi?

    Klasemen Pebalap Usai MotoGP Thailand 2024

    1. Jorge Martin SPA Pramac Ducati (GP24) 453
    2. Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP24) 436 (-17)
    3. Marc Marquez SPA Gresini Ducati (GP23) 356 (-97)
    4. Enea Bastianini ITA Ducati Lenovo (GP24) 345 (-108)
    5. Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) 203 (-250)
    6. Pedro Acosta SPA Red Bull GASGAS Tech3 (RC16)* 197 (-256)
    7. Maverick Viñales SPA Aprilia Racing (RS-GP24) 180 (-273)
    8. Fabio di Giannantonio ITA VR46 Ducati (GP23) 165 (-288)
    9. Franco Morbidelli ITA Pramac Ducati (GP24) 155 (-298)
    10. Aleix Espargaro SPA Aprilia Racing (RS-GP24) 143 (-310)
    11. Marco Bezzecchi ITA VR46 Ducati (GP23) 137 (-316)
    12. Alex Marquez SPA Gresini Ducati (GP23) 136 (-317)
    13. Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) 93 (-360)
    14. Jack Miller AUS Red Bull KTM (RC16) 82 (-371)
    15. Miguel Oliveira POR Trackhouse Aprilia (RS-GP24) 71 (-382)
    16. Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP24) 66 (-387)
    17. Johann Zarco FRA LCR Honda (RC213V) 48 (-405)
    18. Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V) 31 (-422)
    19. Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) 23 (-430)
    20. Joan Mir SPA Repsol Honda (RC213V) 21 (-432)
    21. Augusto Fernandez SPA Red Bull GASGAS Tech3 (RC16) 21 (-432)
    22. Luca Marini ITA Repsol Honda (RC213V) 13 (-440)
    23. Pol Espargaro SPA Red Bull KTM (RC16) 12 (-441)
    24. Daniel Pedrosa SPA Red Bull KTM (RC16) 7 (-446)
    25. Stefan Bradl GER HRC Test Team (RC213V) 2 (-451)

    (lua/din)