Tag: Masayoshi Son

  • Elon Musk Bilang Tak Punya Uang, Investor Grab-GoTo Buka Suara

    Elon Musk Bilang Tak Punya Uang, Investor Grab-GoTo Buka Suara

    Jakarta, CNBC Indonesia – Di pengujung Januari 2025, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan program investasi sebesari US$500 miliar atau sekitar Rp8.100 triliun untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) sebagai upaya melawan China.

    Program investasi yang dinamai ‘Stargate’ tersebut didukung oleh perusahaan kawakan seperti OpenAI, SoftBank, dan Oracle. Mereka berambisi membangun komplek data center dan menciptakan lebih dari 100.000 lapangan kerja.

    Namun, orang terkaya dunia Elon Musk menanggapi program tersebut dengan sinisme. Ia mengatakan Trump tertipu janji para raksasa teknologi untuk berinvestasi AI.

    Pasalnya, Musk mengklaim perusahaan-perusahaan yang mendukung Stargate sejatinya tak punya uang. Secara spesifik, Musk mengatakan SoftBank hanya punya uang kurang dari US$10 miliar atau sekitar Rp160 triliun.

    “Mereka tidak punya uang,” kata Musk menanggapi soal Stargate.

    Menanggapi hal ini, pendiri SoftBank Masayoshi Son mengatakan perusahaannya berkomitmen untuk mewujudkan Stargate. SoftBank diketahui sebagai salah satu perusahaan modal ventura kawakan yang banyak mendanai startup-startup kawakan, termasuk GoJek dan Grab yang populer di Indonesia.

    “Kami bukan bank, kami SoftBank. Saya tak ada keraguan akan mewujudkannya [Stargate],” kata dia.

    Selain itu, Son membahas potensi penciptaan nilai AI yang eksponensial.

    “Hasil dari peningkatan intelijen secara linear bersifat eksponensial dalam hal nilai/ Pendapatannya mengikuti tren yang sama,” ia menuturkan, dikutip dari AnalyticsIndiaMag, Selasa (4/2/2025).

    CEO OpenAI, Sam Altman juga ikut berkomentar soal klaim Musk. Dia membalas langsung unggahan Musk dan mengatakan pernyataan orang terkaya dunia tersebut terkait Softbank salah.

    “Saya menyadari yang baik bagi negara tidak selalu optimal untuk perusahaan Anda, namun untuk peran baru Anda, saya harapkan lebih mengutamakan (emoji bendera Amerika),” tulisnya.

    (fab/fab)

  • SoftBank Mau Suntik Modal Rp406,54 Triliun ke OpenAi

    SoftBank Mau Suntik Modal Rp406,54 Triliun ke OpenAi

    Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan investasi milik Masayoshi Son, SoftBank Group Corp., tengah berdiskusi untuk menginvestasikan sebanyak US$25 miliar atau setara Rp406,54 triliun (US$1=Rp16.260) ke OpenAI. 

    Jika terealisasi, langkah tersebut berpotensi menjadikan SoftBank sebagai pendukung terbesar perusahaan rintisan AI tersebut.

    Mengutip Bloomberg pada Kamis (30/1/2025), menurut seorang sumber yang mengetahui rencana tersebut, perusahaan investasi Jepang tersebut tengah berunding untuk menginvestasikan antara US$15 miliar dan US$25 miliar. 

    Jumlah tersebut akan menambah komitmen eksisting US$15 miliar yang sebelumnya telah dikucurkan oleh SoftBank untuk Project Stargate, kata orang tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya saat membahas pembicaraan tertutup tersebut. 

    Adapun, Project Stargate adalah usaha patungan yang berpusat di Texas dengan OpenAI untuk membangun pusat data dan infrastruktur AI lainnya guna mendukung pembuat ChatGPT. 

    Rencana tersebut masih dalam tahap awal dan mungkin tidak akan menghasilkan investasi, kata orang tersebut. Perwakilan SoftBank dan OpenAI menolak berkomentar. Investor terbesar OpenAI, Microsoft Corp., juga menolak berkomentar terkait rencana investasi tersebut. 

    Son dan CEO OpenAI Sam Altman turut hadir ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan usaha patungan Stargate bulan ini. Kedua CEO tersebut telah berhubungan selama bertahun-tahun mengenai minat mereka yang sama dalam memajukan pengembangan kecerdasan buatan. 

    Bersama dengan mitra usaha patungan Oracle Corp. dan MGX yang didukung Abu Dhabi, Stargate berencana untuk menginvestasikan US$100 miliar pada tahap awal dan mengucurkan sebanyak US$500 miliar selama empat tahun.

    OpenAI mendambakan lebih banyak kapasitas pusat data untuk membuat AI-nya lebih canggih. Kini, perusahaan tersebut menghadapi pasar yang dipenuhi para pesaing, didorong oleh keberhasilan nyata perusahaan rintisan China, DeepSeek, dalam menyamai kemampuan OpenAI dengan biaya yang jauh lebih murah. 

    Perusahaan AS tersebut sejauh ini mengandalkan Microsoft untuk sebagian besar kebutuhan komputasi dan cloud-nya.

    SoftBank telah mencari momen yang tepat untuk memasuki pasar perangkat keras AI yang menguntungkan setelah bertahun-tahun bertaruh secara tidak seimbang pada perusahaan rintisan AI melalui Vision Fund. 

    Son dan Altman dari OpenAI pertama kali bertemu pada tahun 2019, ketika Son menawarkan investasi sebesar US$1 miliar kepada OpenAI, yang tidak pernah terwujud. Keduanya sejak itu telah terikat karena kekhawatiran bersama mereka seputar kekurangan semikonduktor yang dibutuhkan untuk mendukung aplikasi AI. 

    Vision Fund kemudian menginvestasikan US$500 juta pada perusahaan rintisan tersebut dan meluncurkan tender senilai US$1,5 miliar untuk membeli lebih banyak saham dari karyawan OpenAI bulan lalu.

    Berita tentang kemungkinan investasi SoftBank membantu meningkatkan kenaikan saham terkait chip Asia termasuk Advantest Corp. Saham SoftBank turun 1% pada Kamis pagi di Tokyo.

    “Masuk akal jika Nasdaq dan saham terkait semikonduktor dibeli, tetapi SoftBank, yang mengeluarkan uang, tidak akan melihat momentum pembelian yang sama,” kata Takehiko Masuzawa, kepala perdagangan ekuitas di Phillip Securities Japan.

    Pelaku industri teknologi, termasuk Elon Musk, mempertanyakan kurangnya rincian seputar Stargate dan pembiayaannya. Pendiri xAI menyatakan keraguan apakah perusahaan yang bergabung dengan pengumuman Trump dapat menindaklanjuti komitmen keuangan mereka. 

    SoftBank memiliki sekitar US$25 miliar dalam bentuk tunai dan setara kas pada akhir September serta kepemilikan di ratusan perusahaan rintisan dan 90% saham di perancang chip Arm Holdings Plc yang dapat dimanfaatkan untuk membiayai taruhan tersebut.

    Namun, masih ada keraguan mengenai apakah Stargate benar-benar merupakan peningkatan dramatis dari rencana pembangunan pusat data yang diumumkan sebelumnya. 

    Bulan lalu, Son mengunjungi Mar-a-Lago untuk mengumumkan SoftBank akan menghabiskan US$100 miliar di AS selama masa jabatan presiden mendatang, dan Project Stargate memanfaatkan upaya tersebut, menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut.

  • Rencana OpenAI Bangun Pusat Data AI, Gelontorkan USD 500 Miliar

    Rencana OpenAI Bangun Pusat Data AI, Gelontorkan USD 500 Miliar

    Rencana untuk membangun sistem pusat data untuk kecerdasan buatan telah diungkapkan dalam konferensi pers Gedung Putih, dengan Masayoshi Son, Sam Altman, dan Larry Ellison. Proyek kerja sama yang dinamakan Proyek Stargate ini akan dimulai dengan pembangunan pusat data besar di Texas dan akan diperluas ke negara bagian lainnya.

  • Trump Umumkan Investasi Infrastruktur AI Senilai US0 M

    Trump Umumkan Investasi Infrastruktur AI Senilai US$500 M

    Jakarta, FORTUNE – Tiga perusahaan teknologi terkemuka Selasa (21/1) mengumumkan bahwa mereka akan membentuk perusahaan baru bernama Stargate untuk mengembangkan infrastruktur Kecerdasan Buatan (AI) di Amerika Serikat.

    CEO OpenAI Sam Altman, CEO SoftBank Masayoshi Son, dan Ketua Oracle Larry Ellison hadir di Gedung Putih pada Selasa sore bersama Presiden Donald Trump untuk mengumumkan pembentukan perusahaan tersebut, yang disebut Trump sebagai “proyek infrastruktur AI terbesar dalam sejarah.”

    Perusahaan-perusahaan tersebut akan memulai proyek ini dengan investasi sebesar US$100 miliar, dengan rencana untuk menggelontorkan hingga US$500 miliar ke Stargate dalam beberapa tahun mendatang. “Proyek ini diharapkan dapat menciptakan 100.000 lapangan pekerjaan di AS,” kata Trump, melansir CNN (23/1).

    “Stargate akan membangun infrastruktur fisik dan virtual untuk mendukung generasi AI berikutnya, termasuk pusat data di seluruh negeri,” kata Trump. Ellison menyebutkan bahwa proyek pertama kelompok ini, yang mencakup data center seluas 1 juta kaki persegi, sudah dalam tahap pembangunan di Texas.

    Reaksi terhadap langkah Trump

    Pemimpin-pemimpin AI telah mengingatkan selama berbulan-bulan bahwa lebih banyak pusat data — serta chip, listrik, dan sumber daya air untuk menjalankannya — diperlukan untuk mendukung ambisi kecerdasan buatan mereka dalam beberapa tahun mendatang.

    “Saya rasa ini akan menjadi proyek terpenting di era ini,” kata Altman pada hari Selasa. “Kami tidak akan bisa melakukan ini tanpa Anda, Tuan Presiden.”

    Oracle adalah salah satu operator pusat data terbesar di AS, sementara SoftBank memiliki sumber daya finansial yang dibutuhkan untuk mendanai ekspansi infrastruktur AI, yang diperkirakan akan menelan biaya miliaran dolar.

    Altman sebelumnya telah mendesak pejabat AS untuk membantu pembangunan infrastruktur tersebut agar Amerika Serikat tetap unggul dari Cina dalam perlombaan senjata AI, mengingat AI akan memengaruhi segala hal mulai dari ekonomi hingga kemampuan militer. CEO OpenAI ini juga dilaporkan bertemu dengan CEO SoftBank, Masayoshi Son, tahun lalu untuk meminta investasi dalam pembangunan pabrik semikonduktor baru untuk pembuatan chip AI.

    Altman, yang hadir pada pelantikan Trump pada Senin, mengatakan kepada Fox News bulan lalu bahwa dia percaya Trump akan “sangat baik dalam” menarik investasi infrastruktur AI ke Amerika Serikat dan dia berharap “bekerja sama dengan pemerintahannya dalam hal ini.”

    “Infrastruktur di Amerika Serikat sangat penting, AI sedikit berbeda dari jenis perangkat lunak lainnya karena memerlukan infrastruktur, daya, chip komputer, pusat data dalam jumlah besar, dan kita perlu membangunnya di sini dan kita perlu memiliki infrastruktur AI terbaik di dunia untuk dapat memimpin dalam teknologi dan kemampuan ini,” kata Altman dalam wawancara tersebut.

    Dalam sebuah makalah kebijakan yang diterbitkan minggu lalu, OpenAI menyatakan bahwa investasi dalam infrastruktur AI di AS dapat memastikan bahwa alat-alat AI buatan AS akan mengungguli teknologi Cina, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru dan peluang ekonomi di AS, dan mendesak pemerintah AS untuk menciptakan “strategi dasar untuk memastikan bahwa investasi dalam infrastruktur memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan memaksimalkan akses ke AI.” Laporan tersebut memperkirakan ada US$175 miliar yang tersimpan di dana global menunggu untuk diinvestasikan dalam proyek AI.

    “Jika AS tidak menarik dana tersebut, mereka akan mengalir ke proyek yang didukung Cina—memperkuat pengaruh global Partai Komunis Cina,” kata perusahaan itu.

    Oracle menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa proyek Stargate “akan mengamankan kepemimpinan Amerika dalam AI, menciptakan ratusan ribu lapangan pekerjaan di AS, dan menghasilkan manfaat ekonomi besar bagi seluruh dunia. Proyek ini tidak hanya akan mendukung re-industrialisasi Amerika Serikat tetapi juga memberikan kemampuan strategis untuk melindungi keamanan nasional Amerika dan sekutunya.”

    SoftBank akan bertanggung jawab secara finansial atas Stargate, sementara OpenAI akan bertanggung jawab dalam hal operasional. Mitra keempat, MGX, juga akan berkontribusi dalam pendanaan. Masayoshi Son dari SoftBank akan menjabat sebagai ketua Stargate, kata OpenAI.

    Presiden dan presiden terpilih sering kali mengadakan pengumuman bersama dengan perusahaan-perusahaan mengenai investasi besar di AS untuk mempromosikan kebangkitan industri Amerika. Namun, catatan keberhasilan mereka terbilang campuran.

    Pada tahun 2017, Trump mengumumkan bersama Foxconn pabrik elektronik senilai US$10 miliar di Wisconsin yang diharapkan menciptakan 13.000 pekerjaan. Namun, perusahaan itu akhirnya membatalkan sebagian besar rencananya untuk fasilitas tersebut dan produk-produk teknologi tinggi yang akan dibangunnya. Pada 2021, perusahaan itu menyatakan akan menginvestasikan hanya US$672 juta dalam kesepakatan yang direvisi yang akan menciptakan kurang dari 1.500 pekerjaan.

    Foxconn mengatakan telah menginvestasikan US$1 miliar di negara bagian tersebut, namun masih memiliki situs manufaktur utama untuk server data dengan lebih dari 1.000 karyawan. Namun, fasilitas yang diumumkan Trump kini menjadi pusat data Microsoft yang bertujuan melatih karyawan dan produsen mengenai cara terbaik menggunakan kecerdasan buatan. Pada Senin (20/1), Trump juga membalikkan perintah eksekutif yang diterbitkan oleh Presiden Joe Biden pada 2023 yang bertujuan untuk memantau dan mengatur risiko AI.

  • Presiden Trump Beri Sinyal ke Elon Musk dan Larry Ellison Segera Akuisisi Tiktok – Halaman all

    Presiden Trump Beri Sinyal ke Elon Musk dan Larry Ellison Segera Akuisisi Tiktok – Halaman all

     

    Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia

     

    TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan lampu hijau kepada para miliarder AS termasuk diantaranya CEO Tesla Elon Musk dan CEO Oracle Corp., Larry Ellison untuk mengakuisisi bisnis aplikasi TikTok di AS.

    Sinyal itu diungkap Trump setelah TikTok diblokir sementara selama 14 jam oleh pemerintah AS karena tersandung aturan undang-undang Protecting Americans from Foreign Adversary Controlled Application Act” yang ditandatangani Joe Biden.

    Biden mencurigai aplikasi besutan ByteDance ini  telah memanen data seperti lokasi, perangkat yang digunakan, dan aplikasi apa saja yang ada di dalam HP pengguna.

    Dengan memanfaatkan data tersebut, AS khawatir warga negaranya dapat dikontrol oleh pemerintah China. Lantaran pemerintah negeri tirai bambu ini kerap memanfaatkan algoritma di media sosial, untuk membawa pengaruh ke pengguna.

    Buntut masalah tersebut Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang pada April yang mengharuskan ByteDance menjual TikTok kepada pemilik non-China paling lambat 19 Januari kemarin.

    Hingga batas waktu yang telah ditentukan ByteDance tak kunjung menyetujui aturan tersebut, alasan itu yang membuat aplikasi TikTok diblokir, hingga  170 juta pengguna TikTok di AS tak dapat mengakses aplikasi bergulir itu.

    Demi menyelamatkan masa depan TikTok di pasar AS Presiden terpilih AS, Donald Trump menegaskan bahwa pemerintahannya akan menyelamat TikTok agar bisa kembali diakses oleh ratusan juga masyarakat AS.

    “Sejujurnya, kita tidak punya pilihan lain. Kita harus menyelamatkannya,” kata Trump dalam rapat umum pada Minggu menjelang pelantikannya.

    Namun sebagai gantinya Trump menginginkan TikTok menjual saham aplikasi media sosialnya sebanyak 50 persen kepada investor Amerika Serikat melalui joint venture dalam kurun waktu 75 hari.

    Untuk mempercepat proses akuisisi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia mempertimbangkan kemungkinan CEO Tesla Elon Musk atau pendiri Oracle Larry Ellison untuk membeli bisnis TikTok di AS.

    TikTok sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait akuisisi ini.

    Dalam jumpa pers investasi kecerdasan buatan (AI) yang dihadiri Ellison, CEO Softbank Masayoshi Son, dan CEO OpenAI Sam Altman, Trump dan Larry memberikan respon positif setelah ditanya oleh seorang reporter apakah ia terbuka soal wacana Musk membeli TikTok.

    “Saya akan terbuka jika ia ingin membelinya, ya,” kata Trump, seperti dikutip dari Bussines Standard.

    “Saya juga ingin Larry membelinya,” sambungnya.

    Youtuber AS Tertarik Akuisisi TikTok

    Selain miliarder TikTok, bintang YouTube yang memiliki nama asli Jimmy Donaldson yang tergabung menjadi bagian kelompok investor Amerika mengungkap ketertarikannya untuk mengakuisisi TikTok.

    Langkah serupa juga diikuti MrBeast, pembuat konten dengan jumlah pengikut terbanyak dan penghasilan tertinggi di internet turut  bergabung dalam upaya baru untuk membeli TikTok.

    Terbaru, Tinsley, yang juga pendiri Employer.com, telah mengajukan tawaran tunai bersama Donaldson dan sejumlah “investor institusional serta individu dengan kekayaan tinggi untuk bergabung dalam join venture mengakuisisi TikTok.

    Bahkan miliarder Frank McCourt, mantan pemilik Los Angeles Dodgers, dan investor “Shark Tank” Kevin O’Leary ikut mengajukan tawaran resmi untuk membeli TikTok awal bulan ini. Disusul Amazon.com Inc dan Oracle Corp, yang juga dikabarkan bakal menjadi calon pembeli TikTok.

  • Donald Trump Umumkan Investasi Swasta US0 Miliar untuk AI

    Donald Trump Umumkan Investasi Swasta US$500 Miliar untuk AI

    Jakarta, FORTUNE – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan  Investasi sektor swasta bernilai besar atau sekitar US$500 miliar, untuk mendanai pengembangan infrastruktur Artificial Intelligence (AI). Investasi ini dilakukan untuk menjadikan AS tetap unggul dalam bidang teknologi yang sangat penting bagi kemajuan dunia bisnis. 

    Menurut Trump, dengan adanya investasi ini, kekuatan AS akan mampu melampaui negara-negara lain, khususnya dalam hal pengembangan AI yang sangat dibutuhkan oleh dunia bisnis. Dalam pengumuman tersebut, ia mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan besar, termasuk pembuat ChatGPT OpenAI, SoftBank, dan Oracle, berencana mendirikan sebuah usaha patungan bernama Stargate. 

    Rencana ini melibatkan pembangunan pusat data serta penciptaan lebih dari 100.000 lapangan kerja di AS. Perusahaan-perusahaan yang terlibat, bersama dengan mitra Stargate lainnya, telah berkomitmen untuk menginvestasikan dana sebesar US$100 miliar, sementara sisa dari investasi tersebut diharapkan akan terealisasi dalam jangka waktu empat tahun mendatang.

    Dalam acara peluncuran tersebut, CEO SoftBank Masayoshi Son, CEO OpenAI Sam Altman, dan Ketua Oracle Larry Ellison turut hadir dan bergabung dengan Trump di Gedung Putih.

    Larry Ellison sendiri mengungkapkan bahwa pusat data pertama yang akan menjadi bagian dari proyek Stargate ini sudah mulai dibangun di Texas. Pada proyek tersebut, rencananya  dibangun dua puluh unit pusat data, masing-masing dengan ukuran sekitar 46.451,52 meter persegi. 

    Pusat data ini dirancang untuk mendukung pengembangan AI yang dapat menganalisis catatan kesehatan elektronik serta membantu para dokter dalam memberikan perawatan yang lebih baik kepada pasien. Dengan fasilitas semacam itu, diharapkan teknologi AI dapat menjadi solusi dalam dunia medis yang semakin berkembang.

    Para eksekutif dari perusahaan-perusahaan besar yang terlibat dalam proyek ini pun memuji Presiden Trump atas dukungannya terhadap proyek tersebut. Mereka menyatakan bahwa tanpa dukungan dari Trump, proyek besar itu sulit terlaksana. 

    “Kami tidak akan memutuskan untuk melakukan ini, kecuali Anda menang,”  kata Masayoshi Son, mengacu pada kemenangan Trump dalam pemilu sebelumnya, dikutip dari Reuters pada Rabu (22/1).

    “Agar AGI dapat dibangun di sini, kami tidak akan dapat melakukan ini tanpa Anda, Tuan Presiden,” ujar Sam Altman..

    Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya peran Trump dalam mendukung inisiatif yang dianggap akan membawa dampak positif bagi perkembangan teknologi di AS.

    Namun demikian, masih belum jelas apakah ini merupakan pembaruan dari sebuah proyek yang sebelumnya telah dilaporkan. Pada Maret 2024, situs web berita teknologi, The Information, pernah melaporkan bahwa OpenAI dan Microsoft tengah membangun sebuah pusat data senilai US$100 miliar yang juga bernama “Stargate”. 

    Pusat data ini diperkirakan akan mencakup superkomputer kecerdasan buatan yang akan diluncurkan pada tahun 2028. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pengumuman terbaru ini adalah kelanjutan dari rencana sebelumnya atau sebuah proyek baru yang terpisah.
     

  • OpenAI, SoftBank, dan Oracle Bentuk Perusahaan AI Baru ‘Stargate’ Senilai Rp 8.117 Triliun – Page 3

    OpenAI, SoftBank, dan Oracle Bentuk Perusahaan AI Baru ‘Stargate’ Senilai Rp 8.117 Triliun – Page 3

    SoftBank akan memiliki tanggung jawab keuangan untuk Stargate dan OpenAI akan memiliki tanggung jawab operasional. Mitra keempat, MGX, juga memberikan kontribusi pendanaan.

    “Masayoshi Son dari SoftBank akan menjadi ketua Stargate,” ucap OpenAI.

    Presiden baru dan presiden terpilih sering mengadakan pengumuman bersama dengan perusahaan tentang investasi besar-besaran AS untuk mempromosikan kebangkitan industri Amerika. Tetapi rekam jejak mereka sangat beragam.

    Pada 2017, Donald trump mengumumkan proyek bersama Foxconn untuk membangun sebuah pabrik elektronik senilai USD 10 miliar di Wisconsin yang diperkirakan akan menciptakan 13.000 lapangan kerja.

    Tetapi Foxconn akhirnya membatalkan sebagian besar rencananya untuk fasilitas tersebut dan produk-produk berteknologi tinggi yang akan dibangunnya.

    Perusahaan itu pada tahun 2021 mengatakan akan menginvestasikan hanya USD 672 juta dalam kesepakatan revisi yang akan menciptakan kurang dari 1.500 lapangan kerja.

    Foxconn mengatakan telah menginvestasikan USD 1 miliar ke negara bagian, dan masih memiliki lokasi manufaktur utama untuk server data dengan lebih dari 1.000 karyawan.

    Tetapi fasilitas yang diumumkan oleh Trump telah menjadi pusat data Microsoft yang bertujuan untuk melatih karyawan dan produsen tentang cara terbaik menggunakan AI.

    Trump baru-baru ini membatalkan perintah eksekutif yang disahkan oleh mantan Presiden Joe Biden pada 2023 yang bertujuan untuk memantau dan mengatur risiko AI.

  • Donald Trump Umumkan Investasi AI di Amerika Serikat, Segini Nilainya – Page 3

    Donald Trump Umumkan Investasi AI di Amerika Serikat, Segini Nilainya – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat yang baru dilantik, Donald Trump mengumumkan investasi sektor swasta senilai USD 500 miliar atau sekitar Rp 8,1 kuadriliun untuk mendanai infrastruktur Kecerdasan Buatan (artificial intelligence/AI) di negara itu.

    Mengutip Channel News Asia, Rabu (22/1/2025) Donald Trump mengatakan, ChatGPT OpenAI, SoftBank, dan Oracle berencana mendirikan usaha patungan bernama Stargate, yang akan membangun pusat data dan menciptakan lebih dari 100.000 pekerjaan di AS.

    Perusahaan-perusahaan ini, bersama dengan pendukung ekuitas Stargate lainnya, telah berkomitmen untuk menggelontorkan USD 100 miliar, dengan sisa investasi diharapkan akan terjadi selama empat tahun ke depan.

    CEO SoftBank Masayoshi Son, CEO OpenAI Sam Altman, dan Ketua Oracle Larry Ellison bergabung dengan Trump di Gedung Putih untuk peluncuran tersebut. Ellison menyebut, pusat data pertama dari proyek ini sudah dalam tahap pembangunan di Texas. Secara total, 20 pusat data akan dibangun, masing-masing seluas setengah juta kaki persegi. 

    Proyek tersebut dapat mendukung AI yang menganalisis catatan kesehatan elektronik dan membantu dokter merawat pasien mereka, kata Ellison. “Kami tidak akan memutuskan untuk melakukan ini (tanpa Anda),” kata Son kepada Trump.

    Tidak diketahuu jelas apakah pengumuman tersebut merupakan pembaruan dari usaha yang dilaporkan sebelumnya.

    Pada Maret 2024, The Information, sebuah situs web berita teknologi, melaporkan OpenAI dan Microsoft sedang mengerjakan rencana untuk proyek pusat data senilai USD 100 miliar yang akan mencakup superkomputer kecerdasan buatan yang juga disebut “Stargate” yang akan diluncurkan pada 2028.

    Trump Cabut Perintah Eksekutif AI yang Dicanangkan Joe Biden 

    Investasi terbaru diumumkan usai Trump mencabut perintah eksekutif 2023 yang ditandatangani oleh Joe Biden yang berupaya mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh Kecerdasan Buatan terhadap konsumen, pekerja, dan keamanan nasional.

    Perintah Biden mengharuskan pengembang sistem AI yang menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional AS, ekonomi, kesehatan publik, atau keselamatan untuk membagikan hasil uji keamanan dengan pemerintah AS, sesuai dengan Undang-Undang Produksi Pertahanan, sebelum dirilis ke publik.

     

  • Trump Dukung TikTok Dibeli Elon Musk atau Bos Oracle

    Trump Dukung TikTok Dibeli Elon Musk atau Bos Oracle

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia mempertimbangkan kemungkinan CEO Tesla Elon Musk atau pendiri Oracle Larry Ellison untuk membeli bisnis TikTok di AS.

    Dalam jumpa pers untuk mengumumkan investasi kecerdasan buatan (AI) yang dihadiri Ellison, CEO Softbank Masayoshi Son, dan CEO OpenAI Sam Altman, Trump ditanya oleh seorang reporter apakah ia terbuka soal wacana Musk membeli TikTok.

    “Saya akan terbuka jika ia ingin membelinya, ya,” kata Trump, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (22/1/2025). “Saya juga ingin Larry membelinya,” sambungnya.

    Posisi TikTok di AS saat ini masih dalam kondisi tidak menentu setelah Trump menandatangani perintah eksekutif di hari pertama kepemimpinannya yang mengizinkan TikTok tetap beroperasi di AS selama 75 hari ke depan sambil mencari pemilik baru.

    Perintah eksekutif merupakan instruksi Trump kepada pemerintahannya untuk tidak menindak penyedia layanan yang dimaksud dalam undang-undang divestasi paksa TikTok – yang meliputi Oracle, Apple, dan Google – selama 75 hari ke depan.

    Musk, yang juga pemilik media sosial X, merupakan salah satu pendonor terbesar Trump dalam kampanye pemilihan presiden 2024 dan akan memegang posisi penting di pemerintahan Trump. Elison sudah lama menjadi pendukung Trump, dan Oracle merupakan penyedia infrastruktur cloud untuk TikTok di AS.

    “Yang ingin saya katakan adalah, beli (TikTok) dan berikan setengahnya kepada Amerika Serikat. Setengah, dan kami akan memberikan izin. Dan mereka akan memiliki mitra yang hebat, Amerika Serikat,” kata Trump kepada Ellison.

    “Kedengarannya seperti kesepakatan yang bagus bagi saya, Bapak Presiden,” ujar Ellison.

    ByteDance, perusahaan pemilik TikTok, belum memberikan indikasi akan menjual aplikasi tersebut. Namun, beberapa hari yang lalu, pemerintah China kabarnya mempertimbangkan rencana yang akan melibatkan Musk untuk membeli TikTok.

    ByteDance masih memiliki banyak peminat yang menawar untuk membeli TikTok. Sebelumnya miliarder Frank McCourt dari Project Liberty mengajukan penawarannya untuk membeli TikTok, dan terbaru, YouTuber MrBeast bersama sekelompok investor mengajukan tawaran untuk menyelamatkan TikTok.

    (vmp/vmp)

  • Trump Minta Softbank Investasi US0 Miliar, Masayoshi Beri US0 Miliar

    Trump Minta Softbank Investasi US$200 Miliar, Masayoshi Beri US$500 Miliar

    Bisnis.com, JAKARTA —  Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump meraih investasi dari sektor swasta sebesar US$500 miliar atau sekitar Rp8.165,5 triliun (kurs jisdor Rp16.331 per dolar AS). Lebih tinggi dari harapan Trump kepada CEO SoftBank Masayoshi Son, yang awalnya hanya sebesar US$200 miliar. 

    Diketahui, Masayoshi Son dikenal sebagai sosok yang memiliki ambisi besar dan kemampuannya dalam melihat peluang pada masa depan. SoftBank, perusahaan yang ia dirikan, telah menjadi salah satu konglomerat teknologi terbesar di dunia.

    Son memulai bisnis pertamanya saat masih kuliah di Amerika Serikat dengan menjual perangkat lunak komputer. Kemudian pada 1981, Son mendirikan SoftBank yang awalnya fokus pada distribusi perangkat lunak.

    SoftBank kemudian beralih fokus ke bisnis internet dan melakukan investasi besar-besaran di berbagai perusahaan teknologi, termasuk Alibaba.
    Pada 2017, Son meluncurkan SoftBank Vision Fund, salah satu dana investasi terbesar di dunia, yang berfokus pada teknologi inovatif seperti AI, robotika, dan internet of things.

    Ada tiga perusahaan swasta penyumbang investasi jumbo tersebut, yakni SoftBank, Oracle, dan pendiri ChatGPT, OpenAI. Ketiganya akan membentuk perusahaan patungan bernama Stargate yang berpusat di Texas.

    Trump mengatakan, rencananya Stargate akan membangun pusat data dan menciptakan lebih dari 100.000 lapangan pekerjaan di Amerika Serikat. 

    Menurutnya, AI membutuhkan daya komputasi yang sangat besar, mendorong permintaan akan pusat data khusus yang memungkinkan perusahaan teknologi untuk menghubungkan ribuan chip dalam kluster.

    “Mereka harus memproduksi banyak listrik, dan kami akan memungkinkan mereka untuk melakukan produksi tersebut dengan sangat mudah di pabrik mereka sendiri jika mereka mau,” ujar Trump mengutip The Business Times pada Rabu (22/1/2025).

    CEO SoftBank Masayoshi Son, CEO OpenAI Sam Altman, dan Ketua Oracle Larry Ellison bergabung dengan Trump di Gedung Putih untuk peluncuran tersebut.

    Pendiri SoftBank Masayoshi SonPerbesar

    Sederet perusahaan tersebut, bersama dengan pendukung ekuitas Stargate lainnya telah berkomitmen investasi sebesar US$100 miliar pada tahap awal, dan akan direalisasikan secara bertahap selama 4 tahun ke depan hingga US$500 miliar.

    “Tuan Presiden, bulan lalu saya datang untuk merayakan kemenangan Anda dan menjanjikan US$100 miliar, tetapi Anda meminta US$200 miliar. Saat ini, saya kembali dengan US$500 miliar. Ini adalah awal dari zaman keemasan AS. Kami tidak akan memutuskan ini kecuali Anda menang,” kata Masayoshi Son.

    Pengumuman pada hari kedua Trump menjabat menyusul pencabutan perintah eksekutif Mantan Presiden Joe Biden tentang AI, yang dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan AI terhadap konsumen, pekerja, dan keamanan nasional.

    Kendati demikian, menurut laporan North American Electric Reliability Corporation pada Desember 2024, ketika konsumsi daya AS meningkat dari pusat data AI dan elektrifikasi gedung dan transportasi, sekitar setengah dari negara tersebut menghadapi peningkatan risiko kekurangan pasokan listrik dalam dekade berikutnya.

    Perlu diketahui, sebagai kandidat pada 2016 lalu, Trump pernah berjanji untuk meloloskan RUU infrastruktur AI senilai US$1 triliun melalui Kongres, tetapi tidak melakukannya. 

    Trump juga kerap membicarakan topik tersebut selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden dari 2017 hingga 2021, tetapi tidak pernah mewujudkan investasi besar tersebut. Kini, dia baru akan merealisasikan investasi jumbo di sektor AI saat periode kedua menjabat sebagai presiden AS.