Tag: Maruarar Sirait

  • Tarif Trump Berpotensi Naikkan Harga Produk Gadget Impor

    Tarif Trump Berpotensi Naikkan Harga Produk Gadget Impor

    Jakarta

    Naiknya tarif impor Amerika ternyata memberikan efek domino yang nantinya berimbas terhadap masyarakat. Salah satunya harga barang-barang elektronik, terkhusus produk-produk buatan Negeri Paman Sam.

    Hal ini disebabkan oleh besarnya harga bahan-bahan produk elektronik yang diambil dari China. Seperti diketahui, China mendapat ‘hadiah’ tarif impor sebesar 104% usai Negeri Tirai Bambu tersebut merespon tarif resiprokal AS dengan mematok biaya impor 34% dari Amerika.

    Iphone, sebagai salah satu produk andalan Amerika pun disebut akan mengalami peningkatan harga. Sebabnya, meski asal Amerika, produk-produk Apple dirakit di negara lain. Hal ini bertujuan untuk memperpendek rantai pasok serta mendekatkan produksi kepada konsumen.

    Mengutip detikInet, sebagian besar dari 200 juta iPhone yang diproduksi Apple tiap tahun dibuat di China. Artinya, kenaikan jumlah tarif impor meningkatkan margin perusahaan. Pembengkakan ini tentu saja akan dibebankan kepada investor serta konsumen dalam bentuk kenaikan harga.

    Analis Wedbush, Daniel Ives, mengatakan jika hal ini terjadi maka kenaikan harga produk-produk Apple niscaya meningkat. Kata Ives seperti tertulis dalam detikInet mengatakan iPhone bisa dijual dengan harga hingga USD 2.300 di AS atau sekitar Rp 38 juta. Bahkan iPhone 16e akan mengalami kenaikan harga dari USD 600 menjadi USD 858, sebuah strategi berisiko ketika konsumen lelah dengan inflasi dan terpuruk akibat kenaikan harga.

    Apa yang terjadi pada Apple juga berpotensi dilakukan oleh produsen-produsen elektronik lain dengan model produksi sama. Lalu benarkah membeli produk Amerika khususnya barang elektronik perlu segera dilakukan? Ikuti diskusinya dalam Editorial Review bersama Redaktur Pelaksana detikInet.

    Untuk menutup edisi kali ini detikSore akan membahas tentang kebijakan pemerintah dalam menyediakan rumah subsidi bagi kalangan pekerja tertentu. Mengutip detikProperti, Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berprofesi sebagai wartawan bisa mendapat akses rumah yang terjangkau.

    Hal ini disebutkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara). Bersama Kementerian Komunikasi (Komdigi) dan Digital dan Badan Pusat Statistik (BPS), dirinya juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menyediakan 1.000 rumah subsidi untuk wartawan. Adapun 100 unit rumah akan mulai diserahkan mulai Mei mendatang.

    “Acara kita hari ini singkat, padat, dan langsung to the point, tanpa banyak ceremonial. Kita sudah menetapkan tanggal 6 Mei, jam 4 sore, untuk melanjutkan pembicaraan. Ibu, nanti kita langsung membagikan 100 kunci ya untuk wartawan,” ujar Ara di Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2025).

    Selama ini pemerintah memang banyak menelurkan kebijakan-kebijakan sejenis. Masalahnya, lokasi pembangunan perumahan disebut kurang strategis. Tak pelak, banyak perumahan subsidi yang mangkrak akibat tidak dihuni oleh para pemiliknya. Sejauh mana serapan rumah subsidi sejauh ini? Apakah ada strategi baru untuk menciptakan hunian yang memudahkan? Ikuti ulasannya bersama Redaktur detikProperti dalam Sunsetalk.

    Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ketinggalan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.

    “Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!”

    (far/vys)

  • Bos GOTO Ungkap Penyebab Driver Gojek Sulit Punya Rumah KPR

    Bos GOTO Ungkap Penyebab Driver Gojek Sulit Punya Rumah KPR

    Bisnis.com, JAKARTA – CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), Patrick Walujo mengungkapkan alasan mitra driver kesulitan mendapat rumah subsidi atau KPR. 

    GoTo bersama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) sebelumnya telah menjalin kerja sama melaksanakan pilot project pembiayaan Kepemilikan Pemilikan Rumah (KPR) bagi para mitra ojol pada 2018.

    Akan tetapi, program tersebut terhenti lantaran terkendala penghasilan para mitra driver Gojek yang fluktuatif. Di samping itu, mitra gojek juga masuk ke dalam kategori pekerja informal yang sulit mendapat approval pembiayaan KPR.

    “Sebetulnya di Gojek sejak tahun 2018 Kami sudah memulai program yang namanya Swadaya untuk membantu para mitra kami bisa memiliki rumah. Cuma seperti dikatakan oleh Pak Menteri jumlahnya pada sampai saat ini masih minimum,” kata Patrick, Selasa (8/4/2025). .

    Namun demikian, Patrick menyebut hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan BBTN mengenai pelaksanaan sistem KPR ke depan.

    Salah satu opsinya, pendapatan mitra Ojol nantinya akan dipotong otomatis secara harian untuk kemudian dimasukkan ke dalam tabungan yang akan digunakan untuk membayar cicilan KPR per bulan.

    “Nanti per bulannya bisa jadi angsuran, cicilan, jadi seperti itu,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bakal menyiapkan kuota 2.000 unit rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi para mitra pengemudi ojek onlie (ojol).

    Menteri PKP, Maruarar Sirait menjelaskan 2.000 unit rumah itu diberikan kepada mitra ojol baik roda dua maupun roda empat. 

    “Sekarang jauh lebih siap ya, jauh lebih banyak, ada 1.000 [unit rumah] untuk pengendara roda dua dan 1.000 pengendara roda empat,” jelasnya 

    Patrick menyambut positif rencana tersebut dan berharap mitra Gojek makin mudah memiliki rumah.

  • Pemerintah Siapkan 1.000 Rumah Subsidi untuk Wartawan, Siapa Minat? – Page 3

    Pemerintah Siapkan 1.000 Rumah Subsidi untuk Wartawan, Siapa Minat? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Viada Hafid serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait dukungan rumah subsidi untuk wartawan di seluruh Indonesia.

    Dalam hal ini, pemerintah melalui Kementerian PKP akan mengalokasikan 1.000 rumah subsidi buat wartawan, yang bekerja keras menyuarakan kebenaran dan menegakkan keadilan.

    Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian PKP, agar memperhatikan rakyat kecil dan pekerja informal dalam penyediaan perumahan. Adapun program rumah untuk wartawan ini merupakan pertama kalinya dilakukan dalam sejarah Indonesia.

    “Rencana groundbreaking rumah subsidi untuk wartawan rencananya akan dilaksanakan tanggal 6 Mei 2025,” ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, Rabu (9/4/2025).

    Pembiayaan Lewat KPR

    Maruarar alias Ara juga menegaskan, rakyat termasuk wartawan wajib mendapatkan rumah subsidi berkualitas dari pengembang yang bertanggung jawab. Rumah subsidi ini bisa dimiliki wartawan dengan KPR FLPP.

    Program pembiayaan perumahan tersebut memang dirancang untuk membantu MBR, termasuk wartawan yang sering kali menghadapi tantangan ekonomi akibat sifat pekerjaan yang tidak selalu menjamin penghasilan tetap.

    Melalui dukungan FLPP, rumah-rumah tersebut ditawarkan dengan harga terjangkau, cicilan ringan, dan bunga rendah. Dengan begitu, wartawan, baik yang bekerja di media besar maupun paruh waktu, dapat memiliki hunian layak tanpa beban finansial berat.

    “Saya harap BPS dapat berkoordinasi dengan Komdigi, Dewan Pers dan Persatuan Wartawan Indonesia untuk dapat menentukan alokasi wartawan yang berhak menerima rumah subsidi ini, karena wartawan adalah profesi yang memperjuangkan dan menyuarakan demokrasi,” imbuhnya.

     

  • Pemerintah Siapkan 2.000 Rumah Buat Driver Gojek, Ini Syaratnya

    Pemerintah Siapkan 2.000 Rumah Buat Driver Gojek, Ini Syaratnya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah menjanjikan ribuan unit rumah subsidi yang dialokasikan untuk mitra pengemudi ojek online, khususnya dari Gojek.

    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, salah satu kelompok yang menjadi fokus program rumah subsidi adalah mitra pengemudi ojol Gojek.

    Sebanyak 2.000 unit rumah subsidi telah dialokasikan untuk para mitra driver Gojek dalam program tahun ini.

    “Jadi, diawali dari arahan Presiden Prabowo kepada saya sebagai Menteri, bagaimana perumahan atau rumah subsidi ini bisa tepat sasaran dan juga diberikan kepada masyarakat yang sesuai kriteria,” ujar pria yang akrab disapa Ara saat konferensi pers di Kantor Kementerian PKP, dikutip Rabu (9/4/2025).

    Ia kemudian menyebutkan kriterianya adalah masyarakat berpenghasilan rendah.

    Saat ini, kata dia, batas penghasilan untuk keluarga itu Rp8 juta per bulan. Sementara kalau yang single dan belum menikah masih mereka bicarakan tentang batasan penghasilannya. Khusus Papua, single Rp7 juta, dan keluarga Rp10 juta.

    Ara menambahkan, data kriteria tersebut sedang diperbarui bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

    “Terus terang, kami sedang membicarakan dengan serius dengan BPS. Nanti akan ada keputusan baru. Karena itu data tahun berapa ya? Berapa tahun lalu ya? Kita mesti update lah dengan situasi terkini, sehingga makin adil,” kata Ara.

    Dari total kuota rumah subsidi tahun ini sebanyak 220.000 unit yang sudah tersedia, pemerintah telah membaginya ke dalam 13 segmen profesi.

    Alokasi ini mencakup petani (20.000 unit), buruh (20.000 unit), tenaga kesehatan seperti perawat (15.000 unit) dan bidan (10.000 unit), Polri (14.500 unit), hingga wartawan (1.000 unit).

    Khusus untuk mitra pengemudi Gojek, dialokasikan 2.000 unit, terdiri dari 1.000 unit untuk pengemudi roda dua dan 1.000 unit untuk roda empat.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Gojek, Patrick Walujo, menyambut baik inisiatif pemerintah. Ia mengungkapkan, Gojek sebenarnya telah memulai program serupa sejak 2018 melalui inisiatif Swadaya.

    “Sebetulnya di Gojek sejak tahun 2018, kami sudah memulai program yang namanya Swadaya. Untuk membantu para mitra kami untuk bisa memiliki rumah. Cuma jumlahnya pada sampai saat ini masih minimum,” ujar Patrick.

    “Dan kita sangat bahagia dan sangat mendukung bahwa di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri ada kebijakan untuk kelonggaran-kelonggaran kriteria penerima kredit perumahan rakyat untuk rumah rakyat ini,” imbuhnya.

    Patrick menegaskan, Gojek siap bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dan lembaga terkait untuk mendesain skema yang lebih inklusif.

    (fab/fab)

  • Pekerja Gaji Rp 13 Juta Kini Bisa Beli Rumah Subsidi – Page 3

    Pekerja Gaji Rp 13 Juta Kini Bisa Beli Rumah Subsidi – Page 3

    Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membidik 2.000 unit rumah subsidi bagi pengemudi ojek online (ojol). Hal ini setelah melakukan pertemuan dengan Gojek untuk membahas rumah subsidi bagi pengemudi mitra roda dua dan roda empat pada Selasa, 8 April 2025.

    “Sebanyak 1.000 unit rumah untuk pengemudi mitra roda dua dan 1.000 unit rumah bagi pengemudi roda empat daripada Gojek,” kata Maruarar Sirait (Ara) seperti dikutip dari Antara, saat konferensi pers, Selasa (8/4/2025).

    Kementerian PKP telah bertemu dengan Gojek untuk membahas perumahan subsidi bagi pengemudi mitra roda dua dan roda empat pada Selasa pekan ini.

    “Jadi kita hari ini berbicara soal perumahan subsidi bagi pengemudi mitra roda dua dan roda empat daripada Gojek,” kata Ara.

    Dia menuturkan , hal ini diawali dari arahan Presiden Indonesia Prabowo Subianto kepada dirinya sebagai Menteri PKP, bagaimana rumah subsidi bisa tepat sasaran dan juga diberikan kepada masyarakat yang sesuai kriteria, kriterianya adalah masyarakat berpenghasilan rendah.

    Pada kesempatan sama, CEO Gojek Patrick Waluyo mendukung kepemilikan rumah bagi rakyat, khususnya untuk mitra pengemudi ojek online atau pengemudi ojol.

    “Saya berterima kasih sekali atas undangannya pada hari ini, kita sangat mendukung program kepemilikan rumah bagi rakyat, khususnya untuk mitra pengemudi kami. Tujuan kita sama supaya mitra kami lebih sejahtera dan juga memiliki rumah sendiri,” ujar Patrick Waluyo.

  • 1.000 Rumah Subsidi untuk Wartawan Disepakati, 100 Diserahkan Mei!

    1.000 Rumah Subsidi untuk Wartawan Disepakati, 100 Diserahkan Mei!

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah resmi menyepakati pembangunan 1.000 rumah subsidi bagi wartawan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dua menteri dan satu lembaga.

    Kesepakatan itu ditandatangani Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Viada Hafid, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

    Dalam pernyataannya, Maruarar mengonfirmasi 100 rumah pertama siap diserahkan pada Selasa (6/5/2025) pukul 16.00 WIB. “Langsung 100 kunci untuk wartawan, ya. Sudah kami tetapkan tanggalnya,” tegas Maruarar saat konferensi pers, Selasa (8/4/2025).

    Syarat dan Mekanisme Seleksi Penerima

    Seleksi penerima rumah subsidi akan dikoordinasikan oleh Komdigi bersama Dewan Pers dan BPS, dengan kriteria utama berdasarkan penghasilan maksimal Rp 13 juta per bulan bagi wartawan berkeluarga dan maksimal Rp 12 juta per bulan bagi wartawan lajang.

    Maruarar menyatakan, keterlibatan BPS dalam verifikasi data menjamin akurasi dan pemerataan bantuan rumah subsidi untuk wartawan.

    Komitmen Menjaga Independensi Pers

    Menteri Komdigi Meutya Hafid menegaskan, program ini bukan alat politik, melainkan bentuk dukungan terhadap kesejahteraan jurnalis sebagai bagian dari pilar keempat demokrasi.

    “Bantuan ini tidak mensyaratkan dukungan politik. Wartawan tetap bisa dan harus mengkritik pemerintah jika perlu,” kata Meutya, yang memiliki latar belakang sebagai jurnalis.

    Data Berkualitas dari BPS Jadi Fondasi Program

    Kepala BPS Amalia Widyasanti menjelaskan, MoU ini melanjutkan pola serupa yang telah dijalankan untuk guru dan tenaga kesehatan. Selanjutnya, pemerintah juga menargetkan program serupa untuk buruh.

    “Kami ingin statistik benar-benar menjadi bermakna dan berdampak untuk pembangunan,” ujar Amalia.

    Program rumah subsidi untuk wartawan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan taraf hidup jurnalis, sekaligus mendukung ekosistem pers nasional yang kuat, sehat, dan profesional.

  • Qatar Gandeng BTN untuk Proyek 3 Juta Rumah Rp33,78 Triliun

    Qatar Gandeng BTN untuk Proyek 3 Juta Rumah Rp33,78 Triliun

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN (BBTN) resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Qatar yakni AlQilaa International Group yang bakal merealisasikan investasi pada program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto. 

    Direktur Utama BBTN, Nixon L. P. Napitulu menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Qatar AlQilaa International Group merealisasikan pembangunan sebanyak 100.000 unit rumah.

    “Kami menjalin kemitraan strategis dengan Investor asal Qatar AlQilaa International Group yang dalam tahap awal akan membangun 100.000 unit hunian” kata Nixon dalam keterangan resmi, Selasa (8/4/2025).

    Adapun, nilai investasi yang digelontorkan AlQilaa Group untuk pembangunan tersebut adalah sekitar US$20.000 atau sekitar Rp337.850 juta (Asumsi kurs: Rp16.890) per unit hunian atau total sekitar US$2 miliar atau Rp33,78 triliun untuk 100.000 unit hunian.

    Dalam kerja sama tersebut, BTN bertindak sebagai penyalur pembiayaan untuk kepemilikan hunian yang akan dibangun AlQilaa Group. Di mana, pembiayaan tersebut akan tersedia dalam opsi akad konvensional maupun syariah untuk calon debitur Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi kriteria yang disepakati BTN dan AlQilaa Group serta menaati peraturan dan perundangan yang berlaku.

    “BTN mendukung visi besar program 3 juta rumah bagi rakyat Indonesia melalui kolaborasi internasional. Kami meyakini bahwa pembangunan 100.000 unit rumah pada fase pertama menjadi langkah kongkret menuju pemenuhan kebutuhan papan yang layak dan terjangkau,” katanya.

    Nixon menegaskan, kerja sama dengan AlQilaa Group ini akan membuat kinerja keuangan perseroan khususnya pembiayaan KPR bersubsidi akan semakin positif. 

    Sementara itu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengatakan, penandatanganan perjanjian kerja sama dengan AlQilaa International Group merupakan kelanjutan dari perjanjian kerja sama pembangunan program perumahan nasional yang telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dengan Perwakilan Kerajaan Qatar sekaligus Chairman AlQilaa International Group, Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani pada awal Januari 2025 lalu.

    “Kami berharap setelah kesepakatan ini, prosesnya dapat berlanjut menuju perencanaan dan perancangan proyek, serta proses konstruksi. BTN akan menjadi bank yang mendukung inisiatif ini dengan menyalurkan pembiayaan kepemilikan hunian kepada masyarakat Indonesia.

    Sebelumnya pada 8 Januari 2025, Presiden Prabowo menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mendukung proyek 3 juta rumah antara pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Sheikh Abdul Aziz bin Abdulrahman Al Thani.

    Melalui MoU tersebut, investor Qatar akan membangun satu juta rumah untuk tahap pertama di Indonesia.

  • 2.000 Driver Ojol Akan Dapat Rumah Subsidi, Begini Syaratnya!

    2.000 Driver Ojol Akan Dapat Rumah Subsidi, Begini Syaratnya!

    Jakarta, Beritasatu.com – Kabar gembira datang bagi para pengemudi ojek online (driver ojol). Sebanyak 2.000 rumah subsidi akan disiapkan khusus bagi para mitra driver roda dua dan empat dari Gojek.

    Program ini merupakan hasil pertemuan antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Patrick Sugito Walujo.

    Fokus untuk Pengemudi Berpenghasilan Rendah

    Menurut Maruarar, rencana ini digagas untuk membantu para pengemudi yang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah. Presiden Prabowo Subianto disebut turut mendorong program ini agar tepat sasaran.

    Batas penghasilan yang ditentukan yakni Rp 7 juta untuk yang lajang dan Rp 8 juta untuk yang telah menikah. “Kita hari ini berbicara soal perumahan subsidi bagi pengemudi mitra roda dua dan roda empat Gojek,” ujar Maruarar di Jakarta, Selasa (8/4/2025).

    Target 2.000 Rumah untuk Driver Ojol

    Program ini menargetkan 2.000 unit rumah subsidi, yang dibagi rata antara driver roda dua dan empat. “Jumlahnya 1.000 untuk roda dua, 1.000 untuk roda empat,” lanjut Maruarar.

    GoTo sendiri telah mulai mendukung kesejahteraan mitranya sejak 2018. Namun, jumlah penerima manfaat rumah subsidi masih terbatas untuk driver ojol. Inisiatif ini diharapkan jadi lompatan besar.

    Dukungan Penuh dari Gojek

    Patrick Sugito menyambut baik langkah pemerintah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan BTN dan lembaga terkait agar skema subsidi bisa dijangkau oleh para driver.

    “Kami siap bekerja sama untuk menciptakan program yang terjangkau bagi mitra pengemudi kami,” ujarnya.

    Patrick berharap banyak mitra yang bisa memiliki rumah sendiri dan membayar cicilan dengan lancar sehingga program ini bisa dikembangkan lebih luas.

    Pilot Proyek Sudah Dimulai

    Chief of Public Policy & Government Relations GoTo Ade Mulya menambahkan, pilot proyek telah berjalan meskipun di lapangan masih ada beberapa tantangan administratif.

    “Kami sedang mencari formula yang tepat, termasuk syarat performa bagi mitra,” ungkapnya.

    Dengan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, program rumah subsidi untuk driver ojol ini diharapkan tidak hanya jadi solusi perumahan, tetapi juga penggerak kesejahteraan jangka panjang.

  • Pemerintah Siapkan 220.000 Unit Rumah Subsidi untuk Petani, Buruh, hingga Ojol
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        8 April 2025

    Pemerintah Siapkan 220.000 Unit Rumah Subsidi untuk Petani, Buruh, hingga Ojol Nasional 8 April 2025

    Pemerintah Siapkan 220.000 Unit Rumah Subsidi untuk Petani, Buruh, hingga Ojol
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah menyiapkan 220.000 unit
    rumah subsidi
    untuk sejumlah profesi, mulai dari petani, buruh, tenaga kesehatan, hingga pengemudi ojek online (ojol).
    Menteri Perumahan
    dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara mengungkapkan, rumah subsidi ini disiapkan agar masyarakat
    berpenghasilan rendah
    dapat memiliki rumah.
    “Arahan Presiden Prabowo jelas, bagaimana rumah subsidi ini bisa tepat sasaran dan diberikan kepada masyarakat yang sesuai kriteria. Kriterianya adalah masyarakat berpenghasilan rendah,” tutur Ara saat ditemui di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2025).
    Ara menjelaskan, dari total
    kuota rumah subsidi
    220.000 unit tersebut, pemerintah telah membaginya ke dalam 13 segmen profesi, meliputi tenaga kesehatan, buruh, hingga petani.
    Alokasi ini mencakup petani sebanyak 20.000 unit, kuota untuk buruh 20.000 unit, tenaga kesehatan seperti perawat 15.000 unit, bidan 10.000 unit, guru 20.000 unit, Polri 14.500 unit, hingga wartawan 1.000 unit.
    Khusus untuk mitra pengemudi Gojek, dialokasikan sebanyak 2.000 unit yang terdiri dari 1.000 unit untuk pengemudi roda dua dan 1.000 unit untuk roda empat.
    “Kriterianya adalah masyarakat yang berpenghasilan rendah per hari ini untuk
    single
    Rp 7 juta. Kalau
    double
    (menikah) Rp 8 juta,” kata Ara.
    Sementara itu, untuk di Papua, kriteria yang berhak mendapatkan rumah subsidi yakni untuk
    single
    dengan penghasilan Rp 7,5 juta dan menikah Rp 10 juta.
    Ara mengatakan, masyarakat yang dapat menerima rumah subsidi akan disesuaikan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS),
    by name, by address.
    “Data terakhir 3 Februari 2025 dan akan di-
    update
    setiap tiga bulan. Artinya, tiga bulan lagi (di-
    update
    ). Kenapa di-
    update
    ? Karena, maaf ya, ada yang meninggal, ada yang pindah, jadi harus di-
    update
    supaya tepat sasaran,” jelasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Driver Gojek Dapat Jatah Rumah Subsidi, Pemerintah Siapkan 2.000 Unit

    Driver Gojek Dapat Jatah Rumah Subsidi, Pemerintah Siapkan 2.000 Unit

    Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, salah satu kelompok yang menjadi fokus program rumah subsidi adalah mitra pengemudi ojek online (ojol), khususnya dari Gojek, baik roda dua maupun roda empat.

    Sebanyak 2.000 unit rumah subsidi dialokasikan untuk mereka dalam program tahun ini.

    “Jadi, diawali dari arahan Presiden Prabowo kepada saya sebagai Menteri, bagaimana perumahan atau rumah subsidi ini bisa tepat sasaran dan juga diberikan kepada masyarakat yang sesuai kriteria,” ujar pria yang akrab disapa Ara saat konferensi pers di Kantor Kementerian PKP, Selasa (8/4/2025).

    Ia kemudian menyebutkan kriterianya adalah masyarakat berpenghasilan rendah.

    Saat ini, kata dia, batas penghasilan untuk keluarga itu Rp8 juta per bulan, kalau single belum menikah masih kami bicarakan. Khusus Papua, single Rp7 juta, dan keluarga Rp10 juta.

    Ara menambahkan, data kriteria tersebut sedang diperbarui bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

    “Terus terang, kami sedang membicarakan dengan serius dengan BPS. Nanti akan ada keputusan baru. Karena itu data tahun berapa ya? Berapa tahun lalu ya? Kita mesti update lah dengan situasi terkini, sehingga makin adil,” kata dia.

    Dari total kuota rumah subsidi tahun ini sebanyak 220.000 unit yang sudah tersedia, pemerintah telah membaginya ke dalam 13 segmen profesi.

    Alokasi ini mencakup petani (20.000 unit), buruh (20.000 unit), tenaga kesehatan seperti perawat (15.000 unit) dan bidan (10.000 unit), Polri (14.500 unit), hingga wartawan (1.000 unit).

    Khusus untuk mitra pengemudi Gojek, dialokasikan 2.000 unit, terdiri dari 1.000 unit untuk pengemudi roda dua dan 1.000 unit untuk roda empat.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Gojek, Patrick Walujo, menyambut baik inisiatif pemerintah. Ia mengungkapkan, Gojek sebenarnya telah memulai program serupa sejak 2018 melalui inisiatif Swadaya.

    “Sebetulnya di Gojek sejak tahun 2018, kami sudah memulai program yang namanya Swadaya. Untuk membantu para mitra kami untuk bisa memiliki rumah. Cuma jumlahnya pada sampai saat ini masih minimum,” ujar Patrick.

    “Dan kita sangat bahagia dan sangat mendukung bahwa di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri ada kebijakan untuk kelonggaran-kelonggaran kriteria penerima kredit perumahan rakyat untuk rumah rakyat ini,” imbuhnya.

    Patrick menegaskan, Gojek siap bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dan lembaga terkait untuk mendesain skema yang lebih inklusif.

    (haa/haa)