Tag: Marselino Ferdinan

  • Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Bahrain Malam Ini, 20.45 WIB!

    Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Bahrain Malam Ini, 20.45 WIB!

    Jakarta, CNBC Indonesia – Timnas Indonesia akan kembali berlaga melawan Bahrain pada hari ini, Selasa (25/3/2025), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Pertandingan akan dimulai pukul 20.45 WIB.

    Laga ini menjadi kali ke-8 Timnas Indonesia berhadapan dengan Bahrain sepanjang sejarah. Namun, pertandingan lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia ronde ketiga ini akan sangat spesial.

    Sebab, Skuad Garuda dan Bahrain akan bertarung hidup dan mati untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Saat ini, TImnas Indonesia dan Bahrain sama-sama mengumpulkan 6 poin dengan selisih gol minus 7.

    Tim Merah Putih berada di peringkat ke-4 dan Bahrain di peringkat ke-5 klasemen sementara grup C.

    Berdasarkan catatan sejarah, Timnas Indonesia dan Bahrain cukup sengit saat berlaga. Bahrain telah mengantongi 3 kemenangan, sementara Timnas Indonesia telah meraih 2 kemenangan. Sisanya 3 pertandingan berakhir imbang.

    Untuk menyaksikan pertarungan penentuan Timnas Indonesia dan Bahrain, masyarakat Indonesia bisa melihat langsung di SUGBK. Namun, jika tak sempat, pertandingan juga disiarkan secara online melalui siaran langsung. Berikut detailnya:

    Jadwal-Link Nonton Timnas Indonesia Vs Bahrain

    Hari/Tanggal: Selasa, 25 Maret 2025

    Waktu: 20.45 WIB (kickoff)

    Lokasi: Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK)

    Saluran TV/Streaming: RCTI+ dan Vision+ 

    Susunan Pemain Timnas Indonesia

    Kiper: Emil Audero, Maarten Paes, Nadeo Argawinata, Ernando Ari.

    Bek: Dean James, Jordi Amat, Muhammad Ferarri, Justin Hubner, Jay Idzes, Rizky Ridho, Kevin Diks, Eliano Reijnders, Sandy Walsh, Pratama Arhan, Nathan Tjoe-A-On, Shayne Pattynama, Calvin Verdonk.

    Gelandang: Joey Pelupessy, Thom Haye, Ivar Jenner, Ricky Kambuaya, Marselino Ferdinan.

    Striker: Septian Bagaskara, Ragnar Oratmangoen, Hokky Caraka, Rafael Struick, Ramadhan Sananta, Ole Romeney.

    (fab/fab)

  • Infografis Duel Indonesia vs Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Susunan Pemain dan Head to Head – Page 3

    Infografis Duel Indonesia vs Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Susunan Pemain dan Head to Head – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Laga pertandingan sengit antara Indonesia vs Bahrain pada kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia bakal berlangsung pada Selasa 25 Maret 2025 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia.

    Laga ini merupakan matchday kedelapan Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di mana, sangat menentukan bagi kedua tim dalam perebutan tiket ke putaran selanjutnya.

    Siapa saja pemain dari kedua tim yang bakal diturunkan? Daftar pemain timnas Indonesia di antaranya yaitu posisi kiper Maarten Paes, Nadeo Argawinata, Ernando Ari, dan Emil Audero.

    Pemain belakang di antaranya yaitu Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, Pratama Arhan, Sandy Walsh, dan Eliano Reinjders.

    Lalu tengah di antaranya Joey Pelupessy, Marselino Ferdinan, dan Ricky Kambuaya. Serta lini depan di antaranya Ole Romeny, Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, Rafael Struick, dan Ragnar Oratmangoen.

    Untuk squad Bahrain, posisi kiper yaitu Ebrahim Lutfalla, Sayed Mohammed Jaffer, dan Abdulkarim Fardan. Kemudian belakang yaitu di antaranya Ahmed Bughammar, Waleed Al Hayam, dan Hamad Al Shamsan.

    Pemain tengah yaitu di antaranya Sayed Dhiya Saeed, Ali Madan, Mohamed Marhoon, dan Ebrahim Al-Khattal. Di lini depan yaitu Ismail Abdullatif, Mahdi Abduljabbar, Mohamed Al-Romaihi, Husain Abdulkarim.

    Bagaimana susunan pemain selengkapnya dari Indonesia dan Bahrain? Bagaimana head to head keduanya? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:

  • 4 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026

    4 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026

    JABAR EKSPRES – Sejauh ini sudah ada empat negara yang sudah lolos ke piala dunia 2026. Tiga di antaranya lolos otomatis sebagai tuan rumah, sementara satu negara berhasil mengamankan tiket melalui jalur kualifikasi.

    Turnamen empat tahunan ini bakal berlangsung di tiga negara sekaligus, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

    Baca juga : Kesan Pertama Kluivert, Timnas Indonesia Siap Menantang Australia dengan Semangat Baru

    Ketiganya secara otomatis mendapatkan tempat di fase grup tanpa perlu bersusah payah melewati babak kualifikasi.

    Kanada akan tampil untuk ketiga kalinya di Piala Dunia setelah debut mereka pada tahun 1986 dan comeback pada edisi 2022.

    Meksiko, yang dikenal dengan julukan El Tricolor, melanjutkan tradisi kuat mereka dengan tampil untuk ke-17 kalinya.

    Amerika Serikat, alias The Stars and Stripes, juga mempertahankan kiprah mereka di ajang bergengsi ini dengan catatan 12 kali tampil.

    Ajang Piala Dunia 2026 ini akan menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya digelar di tiga negara berbeda sekaligus.

    Turnamen ini dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

    Berbeda dengan tiga negara tuan rumah yang langsung mendapatkan tiket, Jepang harus berjuang di babak kualifikasi zona Asia untuk bisa mengamankan tempatnya.

    Tim berjuluk Samurai Biru memastikan tiket mereka usai menang 2-0 atas Bahrain dalam laga fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

    Kemenangan ini membuat Jepang kokoh di puncak klasemen Grup C dengan 19 poin, unggul jauh dari Australia yang baru mengoleksi 10 poin setelah mengalahkan Indonesia.

    Dengan performa solid mereka, Jepang dipastikan menjadi negara Asia pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026.

    Sementara itu, timnas Indonesia masih berjuang untuk merebut tiket ke Amerika.

    Sayangnya, langkah mereka semakin berat setelah kekalahan telak 1-5 dari Australia di Sydney.

    Hasil ini membuat Indonesia turun ke peringkat keempat klasemen.

    Namun, peluang masih terbuka! Marselino Ferdinan dan rekan-rekan wajib tampil maksimal dalam tiga laga terakhir mereka melawan Bahrain, China, dan Jepang.

    Jika mampu mengamankan kemenangan, Indonesia masih berpeluang lolos dan mencetak sejarah tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah edisi 1938.

  • Jetlag hingga Imobilitas Long Haul Air Travel

    Jetlag hingga Imobilitas Long Haul Air Travel

    Jakarta

    Kekalahan timnas Indonesia dengan skor 1-5 dari Australia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (20/3/2025), membuat banyak penggemar bertanya-tanya: mengapa performa Skuad Garuda terlihat jauh dari penampilan terakhirnya melawan Australia di GBK akhir tahun lalu. Salah satu faktor yang patut dipertimbangkan adalah dampak perjalanan jarak jauh yang dialami para pemain. Menggunakan formasi 4-3-3 dengan hasil ball possession 61 %, namun kalah telak 1-5, menunjukkan salahsatunya adalah karena kelelahan dan kurangnya konsentrasi karena faktor jarak tempuh perjalanan mayoritas pemain. Dengan jarak tempuh lebih dari 16.000 kilometer dari berbagai kota di Eropa ke Sydney, fenomena jet lag, dehidrasi, dan imobilitas dalam perjalanan dengan pesawat mungkin menjadi “pemain lawan ke-12, 13, dan 14” yang tidak terlihat namun sangat berpengaruh.

    Jet Lag: Ketika Jam Tubuh Berantakan

    Jet lag, atau dalam istilah medis disebut desynchronosis, terjadi ketika jam biologis tubuh (circadian rhythm) kita tidak sinkron dengan waktu lokal di tempat tujuan. Tubuh manusia memiliki jam internal yang mengatur berbagai fungsi fisiologis seperti suhu tubuh, produksi hormon, dan siklus tidur-bangun. Ketika kita bepergian melintasi beberapa zona waktu dengan cepat, jam internal ini tidak bisa beradaptasi secepat perpindahan fisik kita.

    Pada kasus pemain Timnas Indonesia yang berlaga di klub-klub Eropa dan Amerika, beberapa anggota Skuad Garuda harus menempuh perjalanan ekstrem. Pemain seperti Ole Romeny dan Marselino Ferdinan (Oxford United, Inggris), Nathan Tjoe-A-On (Swansea City, Inggris), Jay Idzes (Venezia, Italia), dan Maarten Paes (FC Dallas, Amerika Serikat) menempuh jarak sekitar 13.800-17.000 kilometer dan melintasi 7-10 zona waktu untuk tiba di Sydney. Mereka hanya memiliki waktu adaptasi minimal, yaitu sekitar 2-3 hari, sebelum pertandingan penting ini. Dampaknya bukan sekadar rasa kantuk yang mengganggu, tetapi gangguan sistemik pada tubuh yang memengaruhi:

    Kualitas tidur: Pemain akan mengalami kesulitan tidur pada waktu yang tepat, menyebabkan kurangnya fase tidur dalam (deep sleep) yang sangat penting untuk pemulihan otot.Performa kognitif: Kemampuan pengambilan keputusan, konsentrasi, dan waktu reaksi dapat menurun hingga 20%. Bayangkan dampaknya pada pertandingan
    sepakbola yang membutuhkan respons refleks dan keputusan taktis dalam hitungan detik.Fungsi kardiovaskular: Studi dalam jurnal Aviation, Space, and Environmental Medicine menunjukkan penurunan kapasitas aerobik hingga 7-10% pada atlet yang mengalami jet lag berat.Efek Ketinggian dan Tekanan Kabin: Dehidrasi Tersembunyi

    Selain jet lag, aspek kedokteran penerbangan lain yang jarang diperhatikan adalah efek fisiologis dari berada di ketinggian selama berjam-jam. Meski kabin pesawat diberi tekanan, kondisinya setara dengan berada di ketinggian 1.800-2.400 meter di atas permukaan laut- hampir setinggi kota Bandung. Pada ketinggian tersebut, udara lebih kering dengan kelembaban hanya sekitar 10-20%, jauh di bawah kelembaban normal 30-60%. Kondisi ini menyebabkan dehidrasi yang signifikan, terutama dalam penerbangan jarak jauh.”

    Dehidrasi bahkan sebesar 2% dari berat tubuh sudah dapat menurunkan:

    Daya tahan (endurance) hingga 10%Kekuatan otot hingga 5-6%Kemampuan sprint hingga 3%

    Untuk penerbangan selama 20+ jam yang dilalui pemain dari Eropa ke Australia (rute umum seperti Amsterdam-Singapura-Sydney bisa memakan waktu 23-25 jam termasuk transit), risiko dehidrasi ini menjadi sangat nyata, terlebih jika tidak diimbangi dengan konsumsi cairan yang cukup. Pemain seperti Jay Idzes yang berangkat dari Venesia, Italia, bahkan harus menempuh rute lebih panjang dengan multiple transit yang bisa mencapai total 30+ jam perjalanan.

    Faktor Imobilitas: Kaki Berat di Lapangan

    Faktor ketiga yang perlu dipertimbangkan adalah dampak imobilitas dalam waktu lama selama penerbangan. Duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam dapat menyebabkan akumulasi cairan di kaki dan mengurangi elastisitas otot.

    Fenomena yang dikenal sebagai economy class syndrome ini dapat menyebabkan:

    Kekakuan otot dan sendiBerkurangnya fleksibilitasPenurunan aliran darah ke otot tungkaiDalam kasus ekstrem, risiko pembekuan darah (deep vein thrombosis)

    Untuk atlet sepakbola yang mengandalkan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan kaki, kondisi ini bisa sangat merugikan, terutama jika waktu adaptasi setelah tiba di tempat tujuan tidak cukup.

    Protokol Penanganan Jet Lag di Sepakbola Modern

    Tim-tim elite dunia seperti Manchester City, Real Madrid, atau timnas Jerman memiliki protokol khusus untuk mengatasi jet lag pada pertandingan internasional. Apa yang mereka lakukan?

    1. Penyesuaian Pra-Keberangkatan

    Tim medis Bayern Munich misalnya, mulai menyesuaikan pola tidur pemain 2-3 hari sebelum penerbangan jarak jauh, menggeser secara bertahap 1-2 jam per hari ke arah zona waktu tujuan.

    2. Strategi Selama Penerbangan

    Biasanya pemain diinstruksikan untuk segera menyesuaikan jam tangan dan pola aktivitas dengan waktu tujuan begitu pesawat lepas landas. Beberapa klub bahkan menyewa pesawat pribadi dengan konfigurasi yang memungkinkan pemain berbaring sepenuhnya.

    3. Protokol Cahaya dan Melatonin

    Paparan cahaya terang pada waktu yang tepat dan penggunaan terkontrol suplemen melatonin telah terbukti mempercepat adaptasi jam biologis tubuh. Sebuah studi menunjukkan percepatan adaptasi hingga 50% dengan protokol ini.

    4. Nutrisi Terprogram

    Diet khusus dengan pengaturan waktu makan, jenis karbohidrat, dan rasio protein juga memegang peran penting. Klub top dunia bahkan memiliki menu khusus ‘anti-jet lag’ yang disiapkan nutrisionis tim.

    Dampak pada Skuad Timnas Indonesia di Sydney

    Komposisi pemain starting-eleven timnas Indonesia untuk pertandingan di Sydney 10 orang diantaranya sangat mungkin terdampak signifikan oleh faktor jetlag perjalanan. Berikut detail perkiraan jarak tempuh yang dilalui masing-masing pemain berdasarkan klub terkini mereka:

    MaartenPaes(FCDallas,MLS,AmerikaSerikat)-sekitar13.800kmJay Idzes (Venezia, Italia) – sekitar 16.700 kmMeesHilgers(FCTwente,Belanda)-sekitar16.500kmCalvinVerdonk(NECNijmegen,Belanda)-sekitar16.500kmThom Haye (Almere City, Belanda) – sekitar 16.500 kmNathan Tjoe-A-On (Swansea City, Inggris) – sekitar 17.000 kmKevin Diks (FC Copenhagen, Denmark) – sekitar 16.100 kmOle Romeny (Oxford United, Inggris) – sekitar 17.000 kmDean James (Go Ahead Eagles, Belanda) – sekitar 16.500 kmMarselino Ferdinan (Oxford United, Inggris) – sekitar 17.000 km

    Hanya satu pemain, yaitu :

    Rafael Struick (Western Sydney Wanderers, Australia) yang memang bermain di kota klubnya sendiri.

    Pemain sisanya (12 dari 23 pemain yang dibawa patrick Kluivert,) harus menempuh perjalanan ekstrem lebih dari 15.000 km dengan perbedaan waktu hingga 6-17 jam, kecuali beberapa dengan perjalanan yang lebih moderat seperti Sandy Walsh (dari Jepang) namun tetap signifikan. Perjalanan panjang ini dilakukan dengan waktu adaptasi terbatas, sebagian pemain hanya tiba 2-3 hari sebelum pertandingan penting melawan Australia, jauh dari rekomendasi medis optimal 5-7 hari untuk pemulihan jet lag.

    Apa yang Seharusnya Dilakukan Timnas Indonesia?

    Dengan keterbatasan waktu dan sumber daya, langkah apa yang dapat diambil timnas Indonesia untuk meminimalisir dampak perjalanan jauh?

    Jangka pendek:Tiba di lokasi pertandingan minimal 5-7 hari sebelumnya untuk adaptasi optimalMenerapkan protokol tidur ketat dengan bantuan ahli chronobiologiPenggunaan terapi cahaya yang teratur dan terprogramHidrasi yang dimonitor ketat, dengan target minimal 3-4 liter cairan per hariSesi recovery khusus termasuk terapi kompresi, contrast bath, dan mobilisasi aktifAktivitas mobilisasi yang cukup di dalam pesawatJangka panjang:Investasi pada teknologi monitoring kelelahan seperti wearable devices yang mengukur variabilitas detak jantung (heart rate variability/HRV)Pelatihan staf medis dalam manajemen jet lag dan kelelahanPenjadwalan yang lebih rasional dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan zona waktuPulihkan segera dari jetlag yang sekarang masih ada

    Kekalahan timnas Indonesia dari Australia memang multifaktorial, tidak bisa semata- mata disalahkan pada jet lag dan kelelahan perjalanan. Namun, mengabaikan faktor ini sama saja dengan memberikan handicap tersembunyi pada tim lawan. Dalam sepakbola modern, faktor-faktor fisiologis seperti jet lag bisa menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. Kita perlu memberi perhatian serius pada aspek ini.

    Dengan kualifikasi Piala Dunia 2026 yang tinggal menyisakan beberapa laga, dan tanding terdekat adalah melawan Bahrain 25 Maret 2025, ada sedikit waktu untuk memulihkan jam biologis para pemain – pemain ini.Ini dibutuhkan, karena mereka masih menyisakan jet lag dari perjalanan kemarin dan tambahan perjalanan sekitar 6 jam dari Sydney ke Jakarta esok. Harus disadari, dalam persaingan level dunia, kita tidak hanya bertanding melawan tim lawan, tetapi juga melawan efek ‘tersembunyi’ seperti jet lag, dehidrasi, dan imobilitas dalam perjalanan panjang dengan pesawat. Semoga timnas Indonesia menang dalam laga-laga selanjutnya…

    Catatan: Penulis merupakan seorang dokter spesialis kedokteran penerbangan yang juga dosen di Prodi Kedokteran Penerbangan IKK FKUI.

    (up/up)

  • Tagar KluivertOut Trending Usai Timnas Dibantai Australia di Babak Pertama, Meme STY Bertebaran

    Tagar KluivertOut Trending Usai Timnas Dibantai Australia di Babak Pertama, Meme STY Bertebaran

    TRIBUNJAKARTA.COM – Tagar #KluivertOut langsung menjadi trending di media sosial X seiring berakhirnya babak pertama laga Australia Vs Indonesia.

    Pada 45 menit pertama laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia grup c itu, Tim Garuda dibantai Socceroos.

    Laga tersebut yang berlangsung di Allianz Stadium, Sydney, pukul 16.10 WIB, Kamis (20/3/2025).

    Nama pelatih anyar Patrick Kluivert langsung menjadi sorotan.

    Namanya menjadi harapan jutaan publik sepak bola Indonesia untuk membawa Jay Idzes dan kawan-kawan lolos ke pentas tertinggi kompetisi sepak bola dunia.

    Namun, hasil berkata lain. Kebobolan tiga gol membuat publik kecewa seketika.

    “Makan tuh Belanda Belandaan #TimnasDay #KluivertOut,” tulis akun X @Mail_bin*******.

    Tweet tersebut juga sekaligus mengunggah foto meme pelatih Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong (STY) tertawa dengan tulisan “HAHAHAHA KALAH LAGI”.

    Tweet warganet lain juga mengutarakan kekecewaan terhadap hasil babak pertama tersebut.

    “memalukan!!! #KluivertOut #TimnasDay,” tulis akun @atemo******** dengan unggahan foto Kluivert dengan cap “OUT”.

    Seorang warganet lainnya mengunggah meme STY bertuliskan “PIYE KABARE? ENAK JAMANKU TO?”

    “Saatnya apa? Yap betul, #KluivertOut, STY ketawa liat ini match #TimnasDay,” tulis akun @AR49***.

    Babak Pertama

    Dibertakan sebelumnya, babak pertama pertandingan Australia vs Timnas Indonesia berkesudahan 3-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

    Di pertandingan ini, racikan pelatih Patrick Kluivert belum terlihat manjur.

    Terbukti dari tiga gol yang bersarang ke gawang Garuda di babak pertama.

    Gawang yang dijaga Maarten Paes mudah dibobol oleh pemain Australia.

    Para pemain Timnas Indonesi abelum sepenuhnya paham dan menyatu dengan taktik yang diterapkan Patrick Kluivert di lapangan.

    Di pertandingan ini, skuad Garuda tertinggal hanya dalam waktu dua menit yakni menit 18 dan 20.

    Kemudian, Australia berhasil menambah gol ketiga di menit 35.

    Skuad Garuda tertinggal lebih dahulu lewat penalti Martin Boyle.

    Penalti didapatkan setelah Nathan Tjoe-A-On dianggap melakukan pelanggaran ke pemain Australia.

    Sementara itu, pada menit ke-20, Timnas Indonesia kembali kemasukan karena sebuah serangan balik cepat.

    Nishan Velupillay membobol gawang Maarten Paes dengan sebuah sepakan setengah voli.  

    Tak cukup di situ saja, Australia kembali memperlebar jarak melalui gol pada menit ke-35.

    Melalui skema umpan tarik, Jackson Irvine mendapat ruang kosong di dalam kotak penalti.

    Pemain gelandang Australia melakukan tendangan yang mengarah ke gawang.

    Maarten Paes sempat menepisnya, sebelum berbuah bola rebound yang kembali ditendang oleh Jackson Irvine.

    Walhasil peluang kedua Jackson Irvine tidak dapat diselamatkan.

    Skor 0-3 akhirnya mengantarkan kedua tim ke ruang ganti setelah tambahan waktu selama empat menit.

    Sejatinya, skuad Garuda mempunyai peluang untuk bisa membuka keunggulan lewat penalti.

    Namun Kevin Diks gagal menyarangkan bola ke dalam gawang Australia di menit 8.

    Adapun bagi Timnas Indonesia, masih punya peluang untuk membalikkan keadaan pada 45 menit selanjutnya.

    Jika hasil ini bertahan hingga akhir, posisi Garuda di podium ke-3 klasemen grup C akan terancam.

    Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Australia

    Formasi: 4-4-2

    Maarten Paes (GK); Jay Idzes, Mees Hilgers, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Dean James; Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, Marselino Ferdinan; Ole Romeny, Rafael Struick.

    Cadangan: Emil Audero (GK), Ernando Ari (GK), Jordi Amat, Rizky Ridho, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Joel Pelupessy, Ricky Kambuaya, Eliano Reijnders, Ramadhan Sananta, Septian Bagaskara

    Pelatih: Patrick Kluivert

     

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • UPDATE Babak Pertama Australia vs Indonesia:Racikan Kluivert Belum Manjur, Gawang Paes Dibobol 3 Gol

    UPDATE Babak Pertama Australia vs Indonesia:Racikan Kluivert Belum Manjur, Gawang Paes Dibobol 3 Gol

    TRIBUNJAKARTA.COM – Babak pertama pertandingan Australia vs Timnas Indonesia berkesudahan 3-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

    Duel Australia vs Timnas Indonesia dilaksanakan di Sydney Football Stadium, Australia, pada Kamis (20/3/2025).

    Pertandingan ini merupakan lanjutan pertandingan Grup C  putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

    Di pertandingan ini, racikan pelatih Patrick Kluivert belum terlihat manjur.

    Terbukti dari tiga gol yang bersarang ke gawang Garuda di babak pertama.

    Gawang yang dijaga Maarten Paes mudah dibobol oleh pemain Australia.

    Para pemain Timnas Indonesi abelum sepenuhnya paham dan menyatu dengan taktik yang diterapkan Patrick Kluivert di lapangan.

    Di pertandingan ini, skuad Garuda tertinggal hanya dalam waktu dua menit yakni menit 18 dan 20.

    Kemudian, Australia berhasil menambah gol ketiga di menit 35.

    Skuad Garuda tertinggal lebih dahulu lewat penalti Martin Boyle.

    Penalti didapatkan setelah Nathan Tjoe-A-On dianggap melakukan pelanggaran ke pemain Australia.

    Sementara itu, pada menit ke-20, Timnas Indonesia kembali kemasukan karena sebuah serangan balik cepat.

    Nishan Velupillay membobol gawang Maarten Paes dengan sebuah sepakan setengah voli.  

    Tak cukup di situ saja, Australia kembali memperlebar jarak melalui gol pada menit ke-35.

    Melalui skema umpan tarik, Jackson Irvine mendapat ruang kosong di dalam kotak penalti.

    Pemain gelandang Australia melakukan tendangan yang mengarah ke gawang.

    Maarten Paes sempat menepisnya, sebelum berbuah bola rebound yang kembali ditendang oleh Jackson Irvine.

    Walhasil peluang kedua Jackson Irvine tidak dapat diselamatkan.

    Skor 0-3 akhirnya mengantarkan kedua tim ke ruang ganti setelah tambahan waktu selama empat menit.

    Sejatinya, skuad Garuda mempunyai peluang untuk bisa membuka keunggulan lewat penalti.

    Namun Kevin Diks gagal menyarangkan bola ke dalam gawang Australia di menit 8.

    Adapun bagi Timnas Indonesia, masih punya peluang untuk membalikkan keadaan pada 45 menit selanjutnya.

    Jika hasil ini bertahan hingga akhir, posisi Garuda di podium ke-3 klasemen grup C akan terancam.

    Link Live Streaming

    Link

    Link

    Link Live Score

    Link

    Link

    Formasi: 4-4-2

    Maarten Paes (GK); Jay Idzes, Mees Hilgers, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Dean James; Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, Marselino Ferdinan; Ole Romeny, Rafael Struick.

    Cadangan: Emil Audero (GK), Ernando Ari (GK), Jordi Amat, Rizky Ridho, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Joel Pelupessy, Ricky Kambuaya, Eliano Reijnders, Ramadhan Sananta, Septian Bagaskara

    Pelatih: Patrick Kluivert

    (TribunJakarta)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • UPDATE Laga Australia vs Timnas Indonesia: Garuda Kaget Kebobolan 2 Gol, Kevin Diks Gagal Penalti

    UPDATE Laga Australia vs Timnas Indonesia: Garuda Kaget Kebobolan 2 Gol, Kevin Diks Gagal Penalti

    TRIBUNJAKARTA.COM – Update sementara hasil pertandingan Australia vs Timnas Indonesia, skuad Garuda sudah kebobolan 2-0 di menit 20.

    Duel pertandingan Australia vs Timnas Indonesia dilaksanakan di Sydney Football Stadium, Australia, pada Kamis (20/3/2025). 

    Pertandingan ini merupakan lanjutan pertandingan Grup C  putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

    Di pertandingan ini, skuad Garuda tertinggal hanya dalam waktu dua menit yakni menit 18 dan 20.

    Skaud Garuda tertinggal lebih dahulu lewat penalti Martin Boyle.

    Penalti didapatkan setelah Nathan Tjoe-A-On dianggap melakukan pelanggaran ke pemain Australia.

    Sementara itu, pada menit ke-20, timnas Indonesia kembali kemasukan karena sebuah serangan balik cepat.

    Nishan Velupillay membobol gawang Maarten Paes dengan sebuah sepakan setengah voli.  

    Sejatinya, skuad Garuda mempunyai peluang untuk bis amembuka keunggulan lewat penalti.

    Namun Kevin Diks gagal menyarangkan bola ke dalam gawang Australia di menit 8.

    Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia vs Australia: 

    1. Maarten Paes 

    2. Mess Hilgers 

    3. Jay Idzes

    4. Jordi Amat

    5. Rizky Ridho 

    6. Sandy Walsh 

    7. Marselino Ferdinan

    8. Kevin Diks

    9. Rafael Struick

    10. Ole Romeny

    11. Ramadhan Sananta 

    12. Emil Audero

    13. Septian Bagaskara

    14. Joey Pelupessy

    15. Ricky Kambuaya 

    16. Ernando Ari

    17. Calvin Verdonk 

    18. Ivar Jenner

    19. Thom Haye 

    20. Shayne Pattynama 

    21. Dean James 

    22. Nathan Tjoe-A-On 

    23. Eliano Reijnders

    Link Live Streaming

    Link

    Link

    Link Live Score

    Link

    Link

    Formasi: 5-3-2

    Maarten Paes (GK); Jay Idzes, Mees Hilgers, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Dean James; Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, Marselino Ferdinan; Ole Romeny, Rafael Struick.

    Pelatih: Patrick Kluivert

    (TribunJakarta)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • LIVE Australia vs Timnas Indonesia: Pasukan Kluivert Berkekuatan 23 Pemain, Pratama Arhan Menghilang

    LIVE Australia vs Timnas Indonesia: Pasukan Kluivert Berkekuatan 23 Pemain, Pratama Arhan Menghilang

    TRIBUNJAKARTA.COM – Berikut ini informasi siaran langsung pertandingan Australia vs Timnas Indonesia pada lanjutan Grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

    Duel Australia vs Timnas Indonesia bakal digelar di Sydney Football Stadium pada Kamis (20/3/2025) pukul 16.10 WIB.

    Dalam menatap laga ini, pelatih Patrick Kluivert hanya menyertakan 23 pemain yang akan masuk ke dalam daftar susunan pemain (DSP).

    Dalam daftar pemain tersebut, tidak ada nama Pratama Arhan dan Hokky Caraka.

    Di posisi kiper diisi oleh Maarten Paes, Emil Audero, dan Ernando Ari.

    Pada posisi belakang ada Mess Hilgers, Jay Idzes, Jordi Amat, Rizky Ridho, Kevin Diks, Shayne Pattynama, Dean James, Sandy Walsh, dan Calvin Verdonk. 

    Sementara barisan gelandang akan dihuni Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Thom Haye, Joey Pelupessy, Nathan Tjoe-A-On, Ricky Kambuaya, Eliano Reijnders.

    Di posisi striker dipastikan menjadi milik Rafael Struick, Ole Romeny, Septian Bagaskara, dan Ramadhan Sananta.

    Dua pemain yakni Justin Hubner dan Ragnar Oratmangoen terpaksa absen karena akumulasi kartu. 

    Sedangkan empat nama yang dicoret Patrick Kluivert dari DSP adalah Nadeo Argawinata, Pratama Arhan, Muhammad Ferarri, dan Hokky Caraka.

    Dilansir dari laman Kitagaruda.id, sebanyak empat pemain anyar Timnas Indonesia yakni Ole Romeny, Dean James, Emil Audero, dan Joey Pelupessy masuk ke dalam DSP.

    Berdasarkan rilisannya, Ole Romeny akan menggunakan nomor punggung 10.

    Berdasarkan starting eleven yang telah rilis, Ole Romeny akan starter pada laga ini.

    Selain Ole, sosok Dean James juga bakal starter pada laga ini.

    Selain itu, penyerang Dewa United yakni Septian Bagaskara juga dibawa Patrick Kluivert untuk melawan Australia.

    Namun ia tidak starter dan berpotensi tampil dari bangku cadangan.

    Harapannya, nama-nama yang diturunkan nanti dapat memberikan performa optimal.

    Demi misi menjaga peluang lolos Piala Dunia 2026 tetap terjaga, Timnas Indonesia pantang kalah dalam laga sore ini.

    Hasil imbang atau bahkan menang, dapat membuat kesempatan Timnas Indonesia lolos Piala Dunia 2026 semakin terbuka.

    Pada laga ini  Indonesia akan mengenakan jersey kombinasi warna merah-putih-merah, sementara tuan rumah, Australia akan menggunakan kombinasi warna kuning-hijau-putih.  

    Skuad Garuda sudah menggelar persiapan sejak Senin (17/3) kemarin. Timnas Indonesia sangat percaya diri menghadapi laga nanti.

    Pada klasemen sementara grup C, Indonesia masih berada di posisi ketiga dengan raihan enam poin.

    Sedangkan Australia berada di peringkat kedua dengan koleksi tujuh poin.

    Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia vs Australia: 

    1. Maarten Paes 

    2. Mess Hilgers 

    3. Jay Idzes

    4. Jordi Amat

    5. Rizky Ridho 

    6. Sandy Walsh 

    7. Marselino Ferdinan

    8. Kevin Diks

    9. Rafael Struick

    10. Ole Romeny

    11. Ramadhan Sananta 

    12. Emil Audero

    13. Septian Bagaskara

    14. Joey Pelupessy

    15. Ricky Kambuaya 

    16. Ernando Ari

    17. Calvin Verdonk 

    18. Ivar Jenner

    19. Thom Haye 

    20. Shayne Pattynama 

    21. Dean James 

    22. Nathan Tjoe-A-On 

    23. Eliano Reijnders

    Link Live Streaming

    Link

    Link

    Link Live Score

    Link

    Link

    Formasi: 5-3-2

    Maarten Paes (GK); Jay Idzes, Mees Hilgers, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Dean James; Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, Marselino Ferdinan; Ole Romeny, Rafael Struick.

    Pelatih: Patrick Kluivert

    (TribunJakarta)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Resmi Justin-Oratmangoen Dicoret! Ini Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Australia 20 Maret

    Resmi Justin-Oratmangoen Dicoret! Ini Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Australia 20 Maret

    TRIBUNJATENG.COM – Meski sudah tiba di Australia, Justin Hubner dan Ragnar Oratmangoen resmi dicoret dari skuat Timnas Indonesia kala bertandang ke Australia dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, 20 Maret 2025.

    Justin-Oratmangoen tidak bisa bermain melawan Australia lantaran keduanya mendapatkan dan akumulasi kartu kuning. 

    Justin Hubner mendapatkan kartu merah (dua kartu kuning) sekaligus saat melawan Arab Saudi di Gelora Bung Karno Jakarta. Begitu juga Oratmangoen mendapatkan kartu kuning kedua di laga tersebut. 

    Berikut prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Australia 20 Maret 2025:

    Maarten Paes, Jay Idzes, Mees Hilgers, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Tom Haye, Ivar Jenner, Marselino Ferdinan, Eliano Reijnders, Ole Romeny, Rafael Struick. 

    Meski sudah mengambil sumpah WNI: Emil Audero, Joey Pelupessy dan Dean James kemungkinan belum bisa bermain melawan Australia lantaran terlambat dalam pendaftaran pemain.

    Ketiganya sudah bisa bermain saat Timnas Indonesia melawan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. 

     Suporter Bahrain Tak Ambil Jatah Tiket

    Psywar di media sosial oleh netizen Indonesia tampaknya benar-benar membuat takut suporter Bahrain datang ke Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta kala bertamu melawan Timnas Indonesia dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

    Jatah sebanyak 3.000 tiket untuk suporter Bahrain tidak ada yang dibeli hingga waktu yang ditentukan. 

    Timnas Indonesia akan menjamu Bahrain dalam lanjutan fase Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Selasa (25/3/2025).

    Hanya tinggal sepekan lagi pertandingan akan digelar, namun fakta menarik justru muncul dari suporter Bahrain yang dipastikan tidak datang ke Jakarta.

    PSSI melalui Direktur Utama PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) Marsal Masita mengonfirmasi suporter Bahrain tidak ada yang beli tiket laga di SUGBK.

    Hal ini disampaikan Marsal Masita kepada wartawan pada Senin (17/3/2025) di Jakarta Utara, hingga batas akhir penjualan tak satu pun suporter Bahrain membeli tiket.

    Tak mau sia-sia, Marsal Masita pun mengaku pihaknya bergerak cepat untuk mengalihkan sebanyak 3000 tiket itu untuk penonton umum dan suporter Timnas Indonesia.

    Dan hasilnya bisa ditebak, 3000 tiket yang ada habis dalam beberapa jam penjualan, Marsal mengaku hal itu harus dilakukan karena tidak bisa menunggu waktu.

    Bukan karena PSSI tidak memberi toleransi waktu kepada suporter Bahrain, tetapi kesempatan yang sudah diberikan sampai tenggat waktu tidak juga diambil.

    “Kebetulan slot kita (tiket untuk mereka) 3000, tapi sampai dengan hari H mereka tidak ambil, sama sekali,” kata Marsal Masita. 

    “Jadi ya kita gak bisa menunggu, lalu kita harus sesuai deadline. “

    “Jadi kuota tiket tersebut kita alihkan, kita sudah jual by the way, sudah termasuk yang kemarin kita umumkan.”

    “Kita sudah kasih kesempatan, tapi sampai dengan tenggat waktu mereka juga gak ambil,” imbuhnya.

    Lantas, apakah dengan begitu suporter Bahrain dipastikan tidak akan hadir di SUGBK? Marsal Masita tidak bisa memastikan itu.

    Namun ia menegaskan bahwa PSSI telah berusaha menjadi tuan rumah yang baik untuk Bahrain dengan menyediakan jalur resmi masuk ke SUGBK.

    “Kita gak tahu, kalau masuknya melalui jalur resmi yang sudah kita sediakan untuk mereka yang pasti tidak diambil,” katanya lagi.

    Suporter Bahrain memang dilanda kecemasan pasca skandal di Rifa yang melibatkan wasit asal Oman lewat tambahan waktunya yang tidak masuk akal.

    Federasi Bahrain juga sempat meminta AFC untuk memindah venue laga melawan Timnas Indonesia dari Jakarta ke tempat yang netral.

    Skuad Timnas Indonesia

    Jadwal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

    Australia vs Indonesia – 20 Maret 2025 | 16.00 WIB

    Indonesia vs Bahrain – 25 Maret 2025 | 20.45 WIB

    Indonesia vs China – 5 Juni 2025 | 17.00 WIB

    Jepang vs Indonesia – 10 Juni 2025 | 17.00 WIB

    Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Laga vs Australia & Bahrain

    Striker:

    Ole Romeny

    Hokky Caraka

    Rafael Struick

    Septian Bagaskara

    Ragnar Oratmangoen

    Ramadhan Sananta

    Gelandang:

    Joey Pelupessy

    Dean James

    Marselino Ferdinan

    Ricky Kambuaya

    Ivar Jenner

    Thom Haye

    Belakang:

    Shayne Pattynama

    Calvin Verdonk

    Nathan Tjoe-A-On

    Pratama Arhan

    Sandy Walsh

    Eliano Reijnders

    Kevin Diks

    Rizky Ridho

    Jay Idzes

    Justin Hubner

    Muhammad Ferarri

    Mees Hilgers

    Jordi Amat

    Kiper:

    Maarten Paes

    Ernando Ari

    Nadeo Argawinata

    Emil Audero

     
     

  • Dimaki Bonek Usai Laga Persebaya vs PSIS, Oktavianus Minta Maaf

    Dimaki Bonek Usai Laga Persebaya vs PSIS, Oktavianus Minta Maaf

    Surabaya, Beritasatu.com – Laga Persebaya vs PSIS Semarang berakhir imbang 1-1 Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Rabu (12/3/2025) malam. Persebaya sebenarnya memiliki peluang menang seandainya Oktavianus Fernando tidak menyia-nyiakan peluang emas yang didapat.

    Tragisnya, setelah peluang emas tersebut terbuang, gawang Persebaya kebobolan di menit-menit akhir. Alhasil, laga harus berakhir imbang 1-1. 

    Tangis Oktavianus pecah seusai pertandingan menyesali kegagalannya memaksimalkan peluang menjadi gol saat tinggal berhadapan dengan kiper PSIS Semarang.

    Kakak kandung Marselino Ferdinan itu kian tertekan setelah bonek meluapkan emosi dan kekecewaannya kepada Oktavianus. 

    Usai pertandingan, Oktavianus Fernando tak bisa menyembunyikan rasa kecewa. Ia meminta maaf kepada suporter Persebaya atas kegagalannya mengeksekusi peluang gol ke gawang lawan. 

    “Tidak ada masalah dengan pemain Persebaya, kesalahan ada di saya. Untuk suporter, saya siap untuk mengambil tanggung jawab itu dalam pertandingan ini. Sebenarnya saya jujur saja untuk saat ini tidak bisa berkata apa apa. Memang ini kesalahan saya, tidak ada masalah dengan pemain, mereka bermain bagus,” ungkap Octavianus.

    Sementara itu, pelatih Persebaya Paul Munster mengatakan dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Pelatih asal Irlandia Utara ini meminta dukungan kepada Bonek dan tidak menghukum Oktavianus Fernando atas kegagalannya. 

    “Persebaya mencetak skor 1-0, tetapi itu tidak cukup dan kami melakukan pergantian pemain. Permainan bagus di babak pertama dan kedua, tetapi tidak ada peluang dan Octavianus gagal mengeksekusi. Saya mengarisbawahi ni sepak bola dan semuanya bisa terjadi,” ujar Paul Munster.

    Dengan hasil imbang 1-1 dalam laga Persebaya vs PSIS itu, Bajul Ijo kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara Liga 1 Indonesia dengan perolehan 48 poin, terpaut satu poin dari Dewa United di peringkat kedua.