Tag: Mark

  • Mark Zuckerberg Pecat 3.600 Karyawan Meta karena Kurang Berprestasi

    Mark Zuckerberg Pecat 3.600 Karyawan Meta karena Kurang Berprestasi

    Jakarta, Beritasatu.com – Meta, perusahaan teknologi raksasa yang memiliki Facebook, Instagram, dan WhatsApp, mengumumkan rencana untuk memberhentikan sekitar 3.600 karyawan atau sekitar 5% dari total 72.000 pekerjanya. Pemecatan ini dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja. 

    Dikutip DW, Kamis (16/1/2025), CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyampaikan keputusan tersebut dengan menyebutkan bahwa perusahaan ingin memprioritaskan talenta terbaik dan mempercepat proses peralihan kepada pekerja yang lebih berprestasi. “Saya telah memutuskan untuk meningkatkan standar manajemen kinerja dan memindahkan pekerja dengan kinerja rendah lebih cepat,” ungkap Zuckerberg.

    Langkah pemecatan karyawan ini diyakini merupakan bagian dari upaya Meta untuk memastikan bahwa mereka memiliki karyawan dengan kualitas terbaik dan membawa orang-orang baru yang bisa mendukung tujuan perusahaan. Perusahaan akan menghapus posisi-posisi yang tidak memberikan kontribusi yang diinginkan dan menggantinya dengan rekrutmen baru yang lebih sesuai dengan visi mereka.

    Penampilan CEO Meta Zuckerberg menggunakan jam tangan mewah dan kaos oversize. – (NYP/Ist)

    Zuckerberg juga menegaskan bahwa perampingan perusahaan ini adalah bagian dari strategi efisiensi setelah Meta mengalami kerugian, terutama pada divisi Reality Labs yang fokus pada pengembangan virtual dan augmented reality. Meskipun Meta sebelumnya mencatatkan pertumbuhan yang pesat selama pandemi Covid-19, perusahaan ini terpaksa mengurangi sekitar 20.000 pekerjaan pada tahun 2023 dalam langkah pemotongan biaya yang disebut sebagai “tahun efisiensi.”

    Selain itu, Meta juga baru-baru ini mengakhiri program pengecekan fakta pihak ketiga di Facebook dan Instagram, serta menyesuaikan kebijakan keberagaman dan inklusi mereka, mengurangi beberapa inisiatif terkait. Penerapan aturan moderasi konten juga dilonggarkan.

    Dengan perubahan ini dan pemecatan karyawan itu, Meta berharap dapat lebih fokus pada pengembangan produk dan meningkatkan profitabilitas, sambil terus memperkenalkan inovasi di dunia digital dan metaverse.

  • India Tuntut Meta Minta Maaf atas Komentar Mark Zuckerberg

    India Tuntut Meta Minta Maaf atas Komentar Mark Zuckerberg

    JAKARTA – India meminta permintaan maaf dari raksasa media sosial (medsos) Meta atas komentar CEO-nya, Mark Zuckerberg mengenai pemilihan umum di negara itu tahun lalu.

    New Delhi juga menyatakan akan memanggil perwakilan Meta untuk menghadiri rapat komite parlemen dalam beberapa hari ke depan.

    “Informasi yang salah di negara demokrasi mana pun merusak citra negara. Organisasi itu harus meminta maaf kepada parlemen India dan rakyat di sini atas kesalahan ini,” tulis Nishikant Dubey, ketua komite parlemen untuk komunikasi dan teknologi informasi, di platform media sosial X dilansir ANTARA dari Anadolu, Rabu, 15 Januari..

    Pernyataan tersebut muncul setelah Zuckerberg mengatakan dalam sebuah siniarbersama pembawa acara TV Amerika Joe Rogan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa kalah dalam pemilu tahun lalu karena pandemi COVID-19.

    “Saya berpikir reaksi terhadap COVID mungkin menyebabkan runtuhnya kepercayaan pada banyak pemerintah di seluruh dunia, karena 2024 adalah tahun pemilihan umum besar di seluruh dunia. Dan Anda tahu, ada banyak negara — India, seperti banyak negara lain — yang mengadakan pemilu, dan pada dasarnya semua petahana kalah,” katanya.

    Menteri Teknologi Informasi India, Ashwini Vaishnaw, pada Senin (13/1) mengatakan klaim Zuckerberg yang menyatakan sebagian besar pemerintah petahana, termasuk India, kalah dalam pemilu 2024 pasca-COVID adalah tidak benar secara fakta.

    “Sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, India menyelenggarakan pemilu 2024 dengan lebih dari 640 juta pemilih. Rakyat India menegaskan kembali kepercayaan mereka pada NDA (Aliansi Demokratik Nasional) yang dipimpin oleh PM Narendra Modi,” katanya.

    Partai BJP yang dipimpin Modi kehilangan suara mayoritas dalam pemilu yang diadakan tahun lalu dan kini memimpin pemerintahan dengan dukungan sekutu-sekutu kecil di bawah payung NDA.

    India memiliki jumlah pengguna media sosial yang sangat besar dan banyak yang mengeluh bahwa akun media sosial mereka telah dilarang di negara berpenduduk terbanyak di dunia ini.

    Pada 2023, pemerintah India menginformasikan kepada parlemen antara Januari 2018 hingga Oktober 2023, mereka telah memblokir 36.838 URL media sosial di negara itu.

  • Meta Akan PHK 3.600 Karyawan Mulai Bulan Depan – Halaman all

    Meta Akan PHK 3.600 Karyawan Mulai Bulan Depan – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – CEO Meta Mark Zuckerberg menyampaikan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di perusahaannya yang akan menyasar sekitar 5 persen atau sekitar 3.600 pekerja.

    Salah satu staf Meta mengungkap sebuah memo yang dikirimkan Zuckerberg pada karyawannya. Dalam memo tersebut CEO Meta mengatakan akan memecat ribuan karyawan berkinerja rendah untuk meningkatkan standar kinerja perusahaan.

    “Meta sedang berupaya membangun beberapa teknologi terpenting di dunia. AI, kacamata sebagai platform komputasi berikutnya, dan masa depan media sosial,” ujar Zuckerberg dalam memo tersebut, dikutip dari CNBC International.

    “Ini akan menjadi tahun yang intens, dan saya ingin memastikan bahwa kami memiliki orang-orang terbaik dalam tim kami,” imbuhnya.

    PHK massal ini diperkirakan akan dilakukan Meta pada 10 Februari, sementara pekerja di negara lain akan diberitahu pada tanggal yang berbeda. 

    Zuckerberg mengungkapkan bahwa Meta akan memberikan pesangon yang sesuai bagi mereka yang terkena PHK.

    Pesangon tersebut mencakup pembayaran gaji beberapa bulan, asuransi kesehatan, dan dukungan dalam mencari pekerjaan baru. 

    Langkah ini diharapkan dapat membantu karyawan yang terdampak bertransisi ke pekerjaan lain tanpa beban finansial yang terlalu besar.

    Menegaskan komitmennya untuk efisiensi perusahaan, yang sudah diumumkan sebelumnya pada 2023 dengan target pengurangan 10.000 posisi.

    Meta Sudah PHK Besar-Besaran Sejak 2023

    PHK seperti ini bukan kali pertama yang dilakukan Meta, sebelumnya di tahun 2023 perusahaan telah melakukan pengurangan besar-besaran, Zuckerberg bahkan menyebutnya sebagai “tahun efisiensi” untuk mengurangi tenaga kerjanya setelah bertahun-tahun melakukan perekrutan berlebihan selama pandemi.

    Hal ini kemudian mengakibatkan Meta memangkas sekitar sepertiga dari keseluruhan tenaga kerjanya pada 2023, memberhentikan 10 ribu karyawan termasuk staf yang bekerja di unit divisi Reality Labs di pabrik silikon California.

    PHK ini bertujuan mengganti banyak karyawan tersebut dengan karyawan baru yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI).

    Ini karena Meta dan perusahaan teknologi besar lainnya tengah fokus pada pengembangan chatbots dan layanan bertenaga AI lainnya.

    Meski PHK yang dilakukan Meta  membuat jumlah pengangguran di AS bertambah, namun pasca menggelar pemangkasan prospek saham Meta telah meningkat lebih dari 60 persen di tahun ini. 

    Dalam hasil laporan kuartal kedua yang terbaru, Meta bahkan berhasil melampaui ekspektasi pasar untuk pendapatan dan memberikan proyeksi penjualan yang optimis untuk kuartal ketiga.

     

  • Meta Digugat Karena Latih AI Pakai Buku Bajakan

    Meta Digugat Karena Latih AI Pakai Buku Bajakan

    Jakarta

    Meta memiliki serangkaian model AI sendiri, Llama. Seperti perusahaan lainnya, Meta melatih Llama menggunakan set data dengan sejumlah besar informasi yang tersedia di internet.

    Namun, sekelompok penulis menggugat Meta karena diduga menggunakan buku-buku bajakan untuk melatih model AI mereka.

    Melansir dari Android Headlines, Rabu (15/1/2025), penulis seperti Ta-Nehisi Coates, komedian Sarah Silverman, dan di antara yang lainnya adalah bagian dari kelompok yang mengatakan bahwa Meta menggunakan dataset dengan konten dari buku-buku yang dicuri.

    Tidak hanya itu, CEO perusahaan, Mark Zuckerberg pasti sudah mengetahui bahwa kumpulan data tersebut berisi buku-buku bajakan sebelum memberikan persetujuannya untuk digunakan dalam pelatihan Llama.

    Dokumen-dokumen yang terkait dengan gugatan tersebut dipublikasikan pada pertengahan minggu ini. Kasus ini, yang diajukan di pengadilan federal California, bermula dari kasus lain yang diajukan pada tahun 2023 dan ditolak tahun lalu oleh Hakim Distrik AS Vince Chhabria.

    Pada saat itu, penulis mengklaim bahwa Meta AI mampu menghasilkan teks yang melanggar hak cipta mereka. Gugatan asli juga menuduh bahwa Meta AI menghapus informasi manajemen hak cipta (CMI) dari konten buku mereka.

    Namun, kelompok penggugat mengklaim bahwa temuan baru menjamin pembukaan kembali kasus ini. Mereka mengatakan bahwa mereka memiliki akses ke komunikasi internal Meta di mana Zuckerberg menyetujui penggunaan dataset LibGen oleh Meta meskipun ada kekhawatiran di dalam tim eksekutif AI Meta dan yang lainnya di Meta bahwa LibGen adalah dataset yang diketahui dibajak.

    LibGen adalah dataset untuk pelatihan AI yang sempat tersedia di internet. Dataset ini berisi sekitar 32 TB konten yang berfokus pada semua jenis buku – termasuk konten ilmiah.

    Para penggugat mengatakan kepada Hakim Chhabria bahwa temuan baru ini tidak hanya mendukung klaim mereka sebelumnya. Mereka bahkan berpikir bahwa mereka juga dapat memasukkan klaim penipuan komputer baru.

    Hakim akan mengizinkan para penggugat untuk menyajikan bukti baru mereka dalam pengaduan yang telah diubah. Namun, dia juga menyatakan skeptis bahwa gugatan tersebut dapat berhasil bagi para penulis.

    (jsn/fay)

  • Mark Zuckerberg Bakal PHK 5% Pekerja Meta, Incar Pegawai Berkinerja Buruk

    Mark Zuckerberg Bakal PHK 5% Pekerja Meta, Incar Pegawai Berkinerja Buruk

    Bisnis.com, JAKARTA – Meta, induk Instagram dan Facebook, berencana untuk memberhentikan sekitar 5% karyawannya berdasarkan evaluasi kinerja, sebagai bagian dari inisiatif berkelanjutan CEO Mark Zuckerberg untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam perusahaan. 

    Meta menyampaikan PHK berbasis kinerja memiliki fokus pada percepatan proses pengelolaan karyawan yang berkinerja buruk. 

    Mark Zuckerberg telah mengindikasikan bahwa meskipun peran-peran ini akan dipotong, Meta bermaksud untuk mengisi posisi-posisi ini dengan karyawan baru, yang bertujuan untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kemampuan perusahaan di bidang-bidang utama. 

    “Saya telah memutuskan untuk meningkatkan standar manajemen kinerja dan menyingkirkan karyawan dengan kinerja buruk lebih cepat,” kata Zuckerberg, dikutip dari Techcrunch, Rabu (15/1/2025). 

    Techcrunch melaporkan, Meta mempekerjakan sekitar 72.000 orang hingga September 2024. Artinya, pemutusan hubungan kerja sebesar 5% akan berdampak kepada sekitar 3.600 orang. Karyawan yang terdampak akan diberitahukan paling lambat tanggal 10 Februari. 

    Pemutusan hubungan kerja yang akan datang terjadi karena Meta telah memberhentikan sejumlah besar tenaga kerjanya dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan tersebut terakhir kali memberhentikan karyawan pada bulan Oktober dan memberhentikan 10.000 pekerja pada tahun 2023. Pada tahun 2022, Meta memberhentikan 11.000 karyawan.

    “Kami biasanya menyingkirkan orang-orang yang tidak memenuhi harapan selama setahun, tetapi sekarang kami akan melakukan pemutusan hubungan kerja berbasis kinerja yang lebih luas selama siklus ini,” kata Mark. 

    Mengutip Bloomberg pada Selasa (7/1/2025), selain White, Meta juga menunjuk Charlie Songhurst, seorang investor dan mantan eksekutif Microsoft Corp. yang telah memberi nasihat kepada Meta tentang produk kecerdasan buatan.

    Mark Zuckerberg juga mengangkat John Elkann, CEO Exor NV, sebuah perusahaan induk yang dikendalikan oleh keluarga Agnelli. Keluarga tersebut memiliki saham di berbagai bisnis Eropa termasuk Ferrari NV dan klub sepak bola Juventus.

    Penambahan tersebut membuat jajaran direksi Meta menjadi 13 direktur, termasuk CEO Mark Zuckerberg, yang memegang jabatan sebagai ketua dan mempertahankan kendali suara mayoritas melalui struktur saham kelas ganda perusahaan.

    “Charlie, Dana, dan John akan menambah kedalaman keahlian dan perspektif yang akan membantu kami menghadapi peluang besar di masa depan dengan AI, perangkat yang dapat dikenakan, dan masa depan hubungan manusia,” kata Zuckerberg dalam sebuah pernyataan.

    Zuckerberg, 40 tahun, telah banyak merombak jajaran direksi Meta dalam lima tahun terakhir, perubahan kepemimpinan yang bertepatan dengan peralihannya ke arah kecerdasan buatan dan metaverse, dunia digital tempat perusahaan berharap orang-orang suatu hari nanti dapat bekerja, bermain, dan berolahraga. 

    Semua kecuali dua direktur Meta saat ini telah bergabung sejak 2019. Dalam beberapa kasus, Zuckerberg telah mendatangkan sesama pengusaha Silicon Valley, seperti CEO DoorDash Inc. Tony Xu dan CEO Dropbox Inc. Drew Houston, yang merupakan teman dekat salah satu pendiri Meta.

  • Mark Zuckerberg Umumkan PHK Besar-besaran di Meta

    Mark Zuckerberg Umumkan PHK Besar-besaran di Meta

    Jakarta

    CEO Meta Mark Zuckerberg telah mengumumkan PHK besar-besaran. Pekerja yang dirumahkan dinilai punya kinerja rendah di perusahaan.

    Menurut memo perusahaan yang diperoleh Bloomberg, Mark Zuckerberg memangkas sekitar 5% stafnya. Perusahaan berencana untuk mempekerjakan orang baru untuk mengisi peran mereka tahun ini.

    Hingga September, Meta mempekerjakan sekitar 72.000 orang, sehingga pengurangan sebesar 5% dapat memengaruhi sekitar 3.600 pekerjaan.

    “Saya telah memutuskan untuk meningkatkan standar manajemen kinerja dan menyingkirkan karyawan dengan kinerja buruk lebih cepat,” kata Mark Zuckerberg dalam memo yang diunggah di papan pesan internal.

    “Kami biasanya menyingkirkan orang-orang yang tidak memenuhi harapan selama setahun,” katanya, “tetapi sekarang kami akan melakukan pemotongan berbasis kinerja yang lebih ekstensif selama siklus ini.”

    Siklus kinerja Meta diharapkan akan berakhir pada bulan Februari, menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya saat membahas prosedur internal perusahaan.

    Pekerja yang terdampak di AS diperkirakan akan diberi tahu pada 10 Februari, sementara mereka yang bekerja di negara lain akan diberi tahu di kemudian hari, menurut memo tersebut. Pemutusan hubungan kerja hanya akan mencakup staf yang telah bekerja di perusahaan cukup lama sehingga memenuhi syarat untuk penilaian kinerja.

    Zuckerberg memberi tahu karyawan bahwa perusahaan akan “memberikan pesangon yang besar” sesuai dengan pemutusan hubungan kerja sebelumnya.

    Untuk diketahui Zuckerberg telah mendeklarasikan tahun 2023 sebagai ” tahun efisiensi ” perusahaan dan mengumumkan rencana untuk menghilangkan 10.000 posisi.

    Secara keseluruhan, Meta memperkirakan jumlah karyawannya akan turun 10% pada akhir siklus kinerja saat ini. Total tersebut termasuk pengurangan tambahan sebesar 5% dari pengurangan karyawan tahun lalu, menurut pesan kepada para manajer.

    (afr/afr)

  • Jakarta Timeless & Sophisticated Lunar New Year Festivities

    Jakarta Timeless & Sophisticated Lunar New Year Festivities

    Jakarta, FORTUNE – Known as the stage for Indonesia’s most celebrated events, InterContinental Jakarta Pondok Indah has firmly established itself as the ultimate destination for refined gatherings in 2025. From elegant weddings and high-profile corporate meetings to dazzling fashion shows and exclusive product launches, this five-star urban sanctuary has become synonymous with Jakarta’s elite social scene.

    Situated in the prestigious Pondok Indah neighbourhood, the award-winning Hotel is celebrated for its exceptional service, exquisite venues, and bespoke experiences. Its grand ballroom, boasting a timeless design, and an array of more intimate spaces for tailored gatherings have played host to some of the city’s most storied events, setting the standard for luxury and sophistication.

    This Lunar New Year, InterContinental Jakarta Pondok Indah invites guests to mark the Year of the Snake with a series of events and experiences that honour the essence of age-old traditions while reflecting the elegance for which the hotel is renowned.

    A Celebration of Heritage and Joy

    On January 28 and 29, 2025, the hotel’s Lunar New Year festivities will bring the rich heritage of Chinese culture to life. The vibrant Lion Dance will captivate guests, spreading good fortune through its spirited performances in the Grand Lobby and Sugar & Spice Restaurant. Adding a melodic dimension, traditional musicians will perform with instruments such as the Erhu, Yangqin, and Di Zi, creating a soundtrack that evokes the beauty and depth of ancient traditions. The celebration is designed to immerse guests in a joyous atmosphere, blending cultural authenticity with the hotel’s signature flair.

    Epicurean Journeys at Sugar & Spice and Ginger & Honey

    InterContinental Jakarta Pondok Indah

    The festivities continue with indulgent culinary offerings at Sugar & Spice, where thoughtfully curated buffets combine Chinese New Year classics with contemporary twists. Guests can savour highlights such as Steamed Lobster, Caramelised Foie Gras, and the Signature Fortune Cake by Chef Kim Pangestu. The restaurant’s live stations – featuring dishes like Lamian Noodles and Chinese BBQ Roasted Duck – transform dining into an interactive experience to remember.

    A quintessential element of the Lunar New Year, Yee Sang, the traditional prosperity toss salad, is also available for dining in. Perfect for gatherings of up to ten people, the dish can be ordered for takeout as well, allowing guests to bring this festive tradition home.

    At Ginger & Honey, the renowned Chef Yvonne Yuen curates an exceptional fivecourse menu, blending authentic Chinese flavours with contemporary artistry. Known for her innovative approach and passion for Asian cuisine, Chef Yuen delights guests with creations like Pan-Seared Australian Wagyu Beef paired with Oriental Chimichurri and the luxurious Chilled Bird Nest in Almond Milk.

    Gifting Tradition with a Touch of Elegance

    For those wishing to share the joy of the season, the hotel presents exquisitely designed Chinoiserie-inspired hampers. The Ruby Hamper and Emerald Hamper feature artisanal cookies, pralines, and Lunar New Year staples such as Nian Gao Cake, symbolising good fortune. Guests can also indulge in the hotel’s signature festive cakes, from the delicate layers of Prune Lapis Legit to the refreshing flavours of the Strawberry Lychee Rose Cake, each crafted to perfection by the hotel’s culinary artisans.

    A Festive Staycation Offer

    To enhance the long weekend from 25 to 29 January 2025, InterContinental Jakarta Pondok Indah is offering an exclusive opportunity to experience its luxurious accommodations at a special rate. Guests can immerse themselves in the Lunar New Year festivities while enjoying the unparalleled hospitality of Jakarta’s premier luxury destination. InterContinental Jakarta Pondok Indah redefines the art of celebration, seamlessly blending timeless traditions with modern sophistication.

    For reservations and enquiries, please call +62 21 3950 7355 or visit www.jakartapondokindah.intercontinental.com

  • Eropa-Inggris-NATO Rapat Mendadak Pertahanan Luar Biasa, Ada Apa?

    Eropa-Inggris-NATO Rapat Mendadak Pertahanan Luar Biasa, Ada Apa?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Para pemimpin Uni Eropa (UE) bersama dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, akan berkumpul di Belgia pada 3 Februari mendatang. Melansir AFP mereka akan berkumpul untuk “retret” pertahanan luar biasa.

    Ini dilakukan dua minggu setelah Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali ke Gedung Putih. Pembicaraan disebut akan berlangsung di titik krusial.

    Para pendukung utama Ukraina dalam perang dengan Rusia itu, akan mengamati janji Trump untuk segera mengakhiri konflik setelah resmi dilantik. Trump juga menuntut anggota NATO untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka.

    “Eropa perlu memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk pertahanannya sendiri,” tulis Kepala Dewan Eropa Antonio Costa pada Senin dalam sebuah surat yang mengundang kepala negara dan pemerintahan UE ke pembicaraan di Kastil Limont, satu jam di luar Brussels, dikutip Selasa (15/1/2025).

    “Saya yakin kita memiliki penilaian yang sama tentang ancaman yang dihadapi Eropa,” kata Costa kepada negara-negara anggota.

    Ia menyebut dengan agresi Rusia terhadap Ukraina yang menandakan kembalinya “perang intensitas tinggi” ke benua itu,  ancaman dari serangan hibrida dan serangan siber terhadap negara-negara anggota juga meningkat. Ia mengingatkan prospek geopolitik untuk blok tersebut akan tetap menantang di masa mendatang.

    “Perdamaian di Eropa bergantung pada Ukraina yang memenangkan perdamaian yang komprehensif, adil, dan abadi,” tambahnya.

    Pembicaraan akan difokuskan pada penentuan prioritas untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Eropa, tentang cara mempercepat pembiayaan swasta dan memobilisasi dana publik yang lebih baik untuk pertahanan. Termasuk cara memperdalam kemitraan termasuk dengan mitra Eropa non-UE.

    Dalam hal kerja sama UE-Inggris, pertahanan dan keamanan dipandang sebagai bidang tempat London dan Brussels dapat bekerja sama lebih erat. Perlu diketahui, Inggris mengincar akses ke program UE untuk meningkatkan produksi senjata.

    “Inggris adalah mitra utama bagi Uni Eropa, khususnya di bidang pertahanan,” tegas Costa.

    (sef/sef)

  • Taktik Licik Apple, 20 Juta Pengguna iPhone Rugi Rp 30 Miliar

    Taktik Licik Apple, 20 Juta Pengguna iPhone Rugi Rp 30 Miliar

    Jakarta, CNBC Indonesia – Apple menyalahgunakan posisinya yang dominan di pasar dengan membebankan biaya komisi 30% kepada para pengembang aplikasi melalui App Store.

    Akibat tingginya biaya komisi yang dibebankan kepada pengembang, konsumen Inggris terkena dampak dan rugi hingga 1,5 miliar poundsterling (Rp 30 miliar), menurut keterangan keputusan pengadilan di London.

    Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini menghadapi gugatan massal yang diajukan atas nama sekitar 20 juta pengguna iPhone dan iPad di Inggris, yang diduga ditagih secara berlebihan untuk pembelian aplikasi.

    Namun, Apple mengatakan bahwa kasus ini tidak beralasan dan mengabaikan manfaat bagi konsumen dari pendekatan terintegrasi sistem operasi iOS-nya, yang memprioritaskan keamanan dan privasi.

    Gugatan di Pengadilan Banding Persaingan Usaha London adalah gugatan massal pertama terhadap raksasa teknologi yang akan disidangkan di bawah rezim gugatan kelompok yang sedang berkembang di Inggris.

    Kasus serupa senilai US$1,1 miliar terhadap Google mengenai komisi yang dibebankan kepada para pengembang aplikasi untuk akses ke Play Store, akan dimulai tahun ini.

    Apple menghadapi kasus terpisah yang diajukan atas nama pengembang aplikasi atas komisi App Store-nya, sementara Google, Meta dan Amazon baru juga menghadapi tuntutan hukum bernilai tinggi di Inggris.

    Rachael Kent, akademisi Inggris yang mengajukan kasus berpendapat bahwa Apple telah menghasilkan “keuntungan selangit” dengan meniadakan semua kompetisi untuk distribusi aplikasi dan pembelian dalam aplikasi.

    Posisi dominan ini, menurut pengacaranya, memungkinkan Apple untuk memberlakukan persyaratan yang membatasi pengembang aplikasi dan mengenakan komisi yang berlebihan, yang pada akhirnya ditanggung oleh konsumen.

    “Apple tidak hanya dominan, Apple memegang posisi monopoli 100%,” kata pengacara Kent, Mark Hoskins, dalam pengajuan di pengadilan, dikutip dari Reuters, Selasa (14/1/2025).

    (fab/fab)

  • Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1056: NATO Sebut Ukraina Masih Lemah untuk Berunding dengan Rusia – Halaman all

    Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1056: NATO Sebut Ukraina Masih Lemah untuk Berunding dengan Rusia – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Berikut perkembangan terkini perang Rusia dan Ukraina hari ke-1056 pada Rabu (14/1/2025).

    Pada tengah malam, sekitar 25 drone terlihat di Ukraina, ledakan terdengar di Kyiv. 

    Sementara itu, serangan besar-besaran juga dilaporkan terjadi di kota-kota Rusia di Bryansk, Tula dan sejumlah wilayah lainnya.

    NATO: Posisi Ukraina Masih Lemah untuk Perundingan Damai dengan Rusia

    Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengatakan Ukraina tidak berada dalam posisi yang cukup kuat untuk melakukan perundingan damai dengan Rusia.

    “Saat ini, jelas Ukraina tidak berada di sana, karena mereka saat ini tidak dapat bernegosiasi dari posisi yang kuat,” kata Mark Rutte kepada anggota parlemen Uni Eropa, Senin (13/1/2025).

    Ia mendorong mitra Eropanya untuk berbuat lebih banyak untuk Ukraina dalam menghadapi Rusia.

    “Kita harus berbuat lebih banyak untuk memastikan dengan mengubah arah konflik, mereka dapat mencapai posisi yang kuat itu,” lanjutnya.

    Mark Rutte yakin Ukraina dapat mencapai perdamaian jangka panjang jika memiliki posisi yang kuat.

    “Kita semua ingin perang ini berakhir, tetapi yang terpenting, kita ingin perdamaian bertahan lama. Perdamaian tidak akan bertahan lama jika Putin berhasil di Ukraina, karena dengan begitu dia akan terus maju,” kata Mark Rutte.

    “Saya yakin bahwa perdamaian hanya dapat bertahan lama jika Ukraina datang ke meja perundingan dari posisi yang kuat,” katanya, seperti diberitakan The Guardian.

    Joe Biden Minta Pemerintah AS dan Sekutu Tak Tinggalkan Ukraina

    Presiden AS Joe Biden mengatakan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya tidak bisa meninggalkan Ukraina.

    Joe Biden sedang bersiap untuk mengundurkan diri minggu depan dan menyerahkan kekuasaan kepada presiden terpilih Donald Trump.

    Dalam pernyataannya kemarin, Joe Biden heran pada awal perang di Ukraina bahwa Putin mengira pasukan Rusia akan dengan mudah mengalahkan Ukraina dalam hitungan hari.

    Joe Biden memuji dukungan AS dan internasional untuk Kyiv sejak invasi Moskow tahun 2022 dan menurutnya, Putin telah gagal mencapai tujuan strategisnya tetapi masih banyak yang harus dilakukan.

    “Kita tidak bisa meninggalkan Ukraina,” tegasnya.

    Zelensky Undang PM Slokavia ke Ukraina

    Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, membalas undangan Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico, untuk berkunjung ke Ukraina pada Jumat (17/1/2025).

    Undangan ini disampaikan oleh Zelensky setelah Robert Fico mengundang presiden Ukraina ke Slovakia pada Senin kemarin. 

    Robert Fico menyerukan negosiasi secepat mungkin setelah Ukraina memutuskan untuk memutus pasokan gas murah Rusia yang mengalir melalui kedua negara mereka ke Eropa Barat.

    Hal itu terjadi setelah perjalanan Robert Fico ke Moskow sebelum Natal untuk bertemu Vladimir Putin membuat marah negara-negara Uni Eropa dan protes di dalam negeri terhadap pemerintahan Robert Fico.

    Rusia Mengepung Pokrovsk

    Seorang pejabat Ukraina mengatakan pasukan Rusia melewati pusat logistik Pokrovsk di Ukraina timur yang telah mereka rebut selama berbulan-bulan dan memotong jalur pasokan ke sana.

    Juru bicara militer Ukraina, Mayor Viktor Trehubov, mengatakan pasukan Rusia mengepung Pokrovsk yang telah direbut oleh pertahanan Ukraina.

    “Rusia membidik jalan raya yang mengarah dari sana ke kota Dnipro di Ukraina tengah. Rute itu sangat penting untuk pasokan yang akan memasok pasukan Ukraina di seluruh wilayah. Pemotongan lalu lintas jalan raya juga akan sangat melemahkan Pokrovsk,” katanya kepada AP News, Senin.

    (Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)