Tag: Mark

  • Kesaksian Pendiri Instagram Coreng Mark Zuckerberg

    Kesaksian Pendiri Instagram Coreng Mark Zuckerberg

    Jakarta

    Meta dan bosnya, Mark Zuckerberg, sedang menjalani persidangan serius dengan Federal Trade Comission (FTC) di Washington terkait dugaan monopoli. Jika kalah, bisa saja Meta diminta untuk menjual WhatsApp dan Instagram.

    Meta dituding menyalahgunakan monopoli media sosial untuk membeli Instagram dan WhatsApp sebelum mengancam bisnis Meta. Gugatan ini mengklaim Zuck sangat menyadari aplikasi itu adalah ancaman di email internal.

    Salah satunya email tahun 2012 menyebut popularitas Instagram amat menakutkan. “Kita mungkin perlu mempertimbangkan membayar banyak uang untuk ini,” tulis Zuck.

    “Facebook secara sistematis melacak calon pesaing dan mengakuisisi perusahaan yang dianggapnya sebagai ancaman persaingan serius,” demikian tuduhan FTC.

    Nah, Kevin Systrom selaku salah satu pendiri Instagram tampaknya memihak FTC. Dalam kesaksiannya, ia mengklaim Zuckerberg membuat Instagram kekurangan sumber daya yang dibutuhkan untuk tumbuh. Systrom bersaksi Zuckerberg sempat tidak berinvestasi dalam pertumbuhan dan kesuksesan Instagram karena melihatnya sebagai ancaman, bahkan setelah diakusisi.

    “Kami adalah tim yang tumbuh paling cepat. Kami menghasilkan pendapatan terbanyak dan dibandingkan dengan apa yang seharusnya kami dapat saat itu, saya merasa kami seharusnya menjadi jauh lebih besar,” sebut Systrom.

    Dikutip detikINET dari The Street, Systrom merasa tindakan Zuckerberg terhadap Instagram sangat personal, karena berpotensi menyaingi perusahaan yang ia bangun.

    “Sebagai pendiri Facebook, ia merasakan banyak emosi tentang mana yang lebih baik, maksudnya Instagram atau Facebook,” kata Systrom, menambahkan bahwa ia percaya emosi manusia memainkan peran kunci dalam keputusan Zuck.

    Sebagai contoh Instagram tidak diberi sumber daya, Systrom membahas skandal Cambridge Analytica, di mana sebuah firma konsultan Inggris mengumpulkan data jutaan pengguna Facebook. Systrom mengklaim meski perusahaan itu menggandakan kontrol privasi, Instagram tidak menerima staf tambahan.

    Meskipun Systrom mengakui Instagram tumbuh lebih cepat setelah dibeli Facebook, ia berpendapat platform tersebut tidak memerlukan infrastruktur Meta untuk meningkatkan skala operasinya dan memperluas layanan ke area seperti pesan pribadi.

    Meta sendiri tentu kecewa dengan persidangan ini. “Lebih dari 10 tahun setelah FTC meninjau dan menyetujui akuisisi kami, tindakan Komisi dalam kasus ini mengirimkan pesan bahwa tidak ada kesepakatan yang benar-benar final. Regulator seharusnya mendukung inovasi Amerika, daripada berusaha memecah perusahaan Amerika yang hebat dan semakin menguntungkan China dalam masalah kritis seperti AI,” kata mereka.

    (fyk/fay)

  • Mengenal Warna Stretch Mark serta Penyebabnya, Sudah Tahu Caranya Mengatasi?

    Mengenal Warna Stretch Mark serta Penyebabnya, Sudah Tahu Caranya Mengatasi?

    YOGYAKARTA – Kulit merupakan bagian luar tubuh yang menjaga dari zat dan mikroorganisme berbahaya. Anggapan soal menjaga kulit, juga termasuk mempertahankan penampilannya. Sehingga banyak perawatan ditawarkan untuk penampilan kulit tetap terjaga dan meningkatkan kepercayaan diri. Stretch mark salah satu keluhan yang banyak dirasakan. Stretch mark atau selulit bisa muncul pada lengan, payudara, paha, pinggul, dan bokong.

    Selulit sebenarnya tidak membahayakan kesehatan. Tetapi garis-garis berwarna putih atau silver kekuningan atau ungu, kemerahan, dan cokelat tua ini, bisa mengganggu kepercayaan diri. Untuk itu, kenali penyebab stretch mark dan arti warnanya serta caranya mengatasi.

    Ilustrasi warna stretch mark serta penyebabnya dan caranya mengatasi (Freepik)

    Stretch mark warna merah, ungu, atau cokelat tua

    Selulit atau stretch mark warna kemerahan, ungu, atau cokelat tua, biasanya muncul karena guratan baru. Ini terjadi karena peregangan pada kulit sehingga pembuluh darah di bawah lapisan terluar terlihat. Seperti yang kita tahu, selulit memang teksturnya menonjol. Tetapi selulit bisa hilang dengan sendirinya.

    Stretch mark warna putih, keperakan, atau merah muda

    Guratan kulit berwarna putih keperakan atau merah muda ini, awalnya berwarna gelap. Saat mau hilang, akan berwarna putih keperakan yang tipis. Selulit warna ini, teksturnya lebih datar dan akan tidak terlalu terlihat seiring berjalannya waktu. Melansir Laserase Medical Aesthetics, Jumat, 25 April, saat disentuh sedikit cekung.

    Sayangnya, guratan kulit yang lebih lama atau berwarna putih pekat, akan lebih sulit hilang. Ini karena produksi kolagen lebih sulit dirangsang karena pembuluh darah menyempit. Garis-garis ini juga membutuhkan waktu menahun untuk berangsur memudar.

    Cara mengatasi stretch mark atau selulit ada berbagai cara. Termasuk paling sederhana, menggunakan krim, losion, atau minyak yang membantu meminimalkan penampakan garis halusnya. Dilansir American Academy of Dermatology Association, cara menghilangkan selulit di rumah menurut penelitian tidak berhasil. Misalnya dengan minyak almond, mentega kakao, minyak zaitun, atau vitamin E. Penelitian lain dengan mengoleskan skincare berbahan asam hialuronat dan tretinoin atau retinoid, mungkin bisa membantu.

    Selain itu, cara mengatasi stretch mark ialah dengan prosedur yang dilakukan oleh dokter kulit. Seperti chemical peel, terapi laser, microdermabrasion, radiofrequency, dan ultrasonografi.

  • Sejumlah Miliarder AS Jual Saham Sebelum Pasar Anjlok – Page 3

    Sejumlah Miliarder AS Jual Saham Sebelum Pasar Anjlok – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Banyak pemimpin bisnis dan orang terkaya di Amerika Serikat (AS) telah kehilangan kekayaan jutaan bahkan hingga miliaran dolar AS sejak awal 2025. Hal ini seiring kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump berdampak pada pasar.

    Namun, beberapa mungkin telah kehilangan lebih banyak lagi jika mereka tidak menjual saham senilai jutaan dolar AS sebelum pengumuman tarif Trump pada awal April 2025.

    Mengutip CNN, ditulis Sabtu (26/4/2025), CEO Meta Mark Zuckerberg, CEO Oracle Saftra Catz, dan CEO JPMorgan Jamie Dimon termasuk di antara 10 penjualan saham teratas berdasarkan nilai selama tiga bulan pertama tahun ini, berdasarkan data dari the Washington Service yang melacak pembelian dan penjualan oleh individu dalam perusahaan.

    Secara bersama-sama, 10 penjual teratas menjual lebih dari 28 juta saham perusahaan, senilai USD 3,9 miliar atau sekitar Rp 65,63 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.828), selama kuartal pertama, berdasarkan data.

    Itu terjadi sebelum pasar mengalami penurunan tajam ketika Trump mengumumkan pada 2 April kenaikan tarif yang lebih luas kepada mitra dagang AS. Donald Trump sejak itu berubah-ubah dalam banyak rencana tarif tersebut, tetapi ketidakpastian terus mengguncang pasar.

    Bloomber pertama kali melaporkan data the Washington Service. Perwakilah Zuckerberg dan Catz tidak segera menanggapi permintaan komentar. Seorang perwakilan Dimon menuturkan, penjualan telah direncanakan dan diungkapkan beberapa bulan sebelumnya.

    Para eksekutif perusahaan umumnya melepas saham pada interval yang dijadwalkan secara teratur dan tidak ada indikasi penjualan teratas ingin mendapatkan keuntungan lebih cepat dari pengumuman tarif. Namun, waktu yang tepat membuat mereka mengalami kerugian lebih kecil dalam nilai kepemilikan saham mereka daripada jika mereka menjual beberapa minggu kemudian.

     

     

  • Apple-Instagram Ngaku Diperas Minta Tolong Trump, Begini Kronologinya

    Apple-Instagram Ngaku Diperas Minta Tolong Trump, Begini Kronologinya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Apple dan Meta (induk usaha Facebook, Instagram, dan WhatsApp) baru saja dikenai dengan dari Uni Eropa dengan nilai total US$ 800 juta (Rp 13,5 triliun. Denda jumbo tersebut membuat petinggi Apple dan Meta gerah hingga meminta tolong Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Denda dan hukuman lain yang dijatuhkan Uni Eropa ke Apple dan Meta adalah bagian dari rangkaian langkah tegas Komisi Uni Eropa untuk mengadang dominasi perusahaan teknologi di ruang digital. Uni Eropa melakukan penertiban lewat aturan Digital Markets Act (DMA), sebuah regulasi baru yang dirancang untuk menciptakan persaingan sehat di pasar digital.

    Tujuan utamanya untuk mengatur perusahaan-perusahaan teknologi besar yang disebut “gatekeepers” agar tidak menyalahgunakan posisi dominannya di pasar digital.

    Digital Markets Act adalah regulasi Uni Eropa yang mulai diimplementasikan secara penuh pada Maret 2024.

    Sebuah perusahaan dikategorikan sebagai gatekeeper jika memenuhi beberapa kriteria. Pertama, omzet tahunan mereka di Eropa minimal 7,5 miliar euro selama tiga tahun terakhir, atau kapitalisasi pasar lebih dari 75 miliar euro.

    Kedua, memiliki platform inti, seperti mesin pencari, jejaring sosial, layanan perpesanan, atau toko aplikasi dengan lebih dari 45 juta pengguna bulanan aktif dan 10.000 pengguna bisnis tahunan di Uni Eropa.

    Selain itu, perusahaan menempati posisi dominan dan stabil di pasar selama tiga tahun berturut-turut.

    DMA menetapkan sejumlah larangan dan kewajiban bagi gatekeeper, di antaranya, tidak boleh memprioritaskan produk mereka sendiri di platform (self-preferencing). Perusahaan juga wajib mengizinkan interoperabilitas dengan layanan pesaing.

    Selain itu, tidak boleh memaksa pengguna untuk menggunakan layanan tertentu, seperti sistem pembayaran milik sendiri. Dan Harus memungkinkan pengguna untuk menghapus aplikasi bawaan.

    Gatekeeper yang melanggar DMA dapat dikenakan denda hingga 10% dari omzet global tahunan, dan hingga 20% untuk pelanggaran berulang. Dalam kasus yang berat, Uni Eropa bahkan dapat memaksa perusahaan untuk membubarkan bagian bisnis tertentu.

    Pada September 2023, Komisi Eropa untuk pertama kalinya menetapkan enam gatekeeper, termasuk di antaranya Alphabet, Amazon, Apple, ByteDance, Meta, Microsoft, di bawah DMA.

    Beda DMA dan DSA

    Selain DMA, Uni Eropa memberlakukan juga Digital Services Act (DSA). Kedua aturan ini dirancang untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman dan adil bagi seluruh pengguna dan pelaku usaha di Eropa.

    Kedua aturan ini saling melengkapi, tetapi memiliki fokus dan tujuan yang berbeda.

    DSA fokus pada keselamatan pengguna dan perlindungan hak-hak digital. Undang-undang ini menetapkan aturan bagi layanan digital, khususnya platform online seperti ecommerce, jejaring sosial, platform berbagi konten, toko aplikasi, dan layanan akomodasi online.

    Foto: REUTERS/Dado Ruvic
    REFILE – CLARIFYING CAPTION Silhouettes of mobile users are seen next to a screen projection of Instagram logo in this picture illustration taken March 28, 2018. REUTERS/Dado Ruvic

    Platform yang sangat besar, dengan lebih dari 45 juta pengguna bulanan di UE, wajib memenuhi standar tertinggi dalam regulasi ini.

    Mengutip laman resminya, aturan DSA ingin memastikan bahwa dunia digital aman, transparan, dan bertanggung jawab, melindungi pengguna dari konten ilegal dan penyalahgunaan algoritma.

    Pada September 2024 lalu, Apple mendapat peringatan keras dari regulator antimonopoli Uni Eropa. Peringatan tersebut meminta agar Apple untuk membuka akses perangkat lunak miliknya ke para pesaing, atau ancaman denda menanti.

    Regulator yang berbasis di Brussels itu akan menentukan bagaimana Apple menyediakan interoperabilitas yang efektif dengan fungsionalitas seperti notifikasi, pemasangan perangkat, dan konektivitas.

    Proses kedua menyangkut bagaimana Apple menangani permintaan interoperabilitas yang diajukan oleh pengembang dan pihak ketiga untuk iOS dan iPadOS. Perusahaan diminta untuk memastikan proses yang transparan, tepat waktu, dan adil.

    Namun, enam bulan kemudian Apple gagal mematuhi permintaan Komisi tersebut.

    Minta tolong Trump

    Apple didenda oleh Komisi Eropa sebesar 500 juta euro (Rp 9,6 triliun). Para pejabat mengatakan bahwa Apple gagal mematuhi kewajiban “anti-pengaturan” di bawah DMA.

    Apple diharuskan untuk mengizinkan pengembang secara bebas menginformasikan kepada pelanggan tentang penawaran alternatif di luar App Store.

    Apple mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berencana untuk mengajukan banding atas denda Uni Eropa sambil melanjutkan diskusi dengan Komisi.

    CEO Meta Mark Zuckerberg memperkenalkan Orion AR Glasses saat ia menyampaikan pidato utama selama acara tahunan Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, 25 September 2024. (REUTERS/Manuel Orbegozo)

    “Pengumuman hari ini adalah contoh lain dari Komisi Eropa yang secara tidak adil menargetkan Apple dalam serangkaian keputusan yang buruk bagi privasi dan keamanan pengguna kami, buruk bagi produk, dan memaksa kami untuk memberikan teknologi kami secara gratis,” kata Apple dikutip dari CNBC Internasional.

    Sementara itu, Meta didenda 200 juta euro (Rp 3,8 triliun). Komisi Uni Eropa menemukan bahwa Meta secara ilegal mengharuskan pengguna untuk menyetujui pembagian data mereka dengan perusahaan atau membayar layanan bebas iklan.

    Hal ini sebagai tanggapan atas pengenalan Meta atas tingkat langganan berbayar untuk Facebook dan Instagram pada November 2023.

    Joel Kaplan, kepala urusan global Meta, mengatakan bahwa Komisi tersebut berusaha untuk melumpuhkan bisnis asal Amerika. Sementara mengizinkan perusahaan-perusahaan China dan Eropa lain untuk beroperasi dengan standar yang berbeda.

    “Ini bukan hanya tentang denda. Komisi yang memaksa kami untuk mengubah model bisnis kami secara efektif membebankan tarif miliaran dolar kepada Meta sambil mengharuskan kami untuk menawarkan layanan yang lebih rendah,” kata Kaplan.

    “Dan dengan membatasi iklan yang dipersonalisasi secara tidak adil, Komisi Eropa juga merugikan bisnis dan ekonomi Eropa,” imbuhnya.

    Di satu sisi, ByteDance, pemilik TikTok, kalah dalam gugatan di pengadilan Uni Eropa pada Juli 2024. Gugatan itu terkait digolongkannya TikTok sebagai gatekeeper dalam aturan terkait pasar digital di wilayah tersebut.

    Dari UU Pasar Digital Uni Eropa, gatekeeper adalah platform yang punya posisi sangat dominan. Menurut para hakim, Bytedance telah memenuhi ambang batas terkait aturan tersebut. Mulai dari nilai pasar global, jumlah pengguna TikTok di Eropa, dan ambang batas periode penguasaan pasar.

    Bytedance menyatakan kecewa dengan keputusan tersebut. Namun tetap berjanji akan mengambil langkah mematuhi kewajiban relevan dari aturan tersebut.

    “Sekarang kami akan melakukan evaluasi langkah selanjutnya, kami mengambil langkah mematuhi kewajiban relevan aturan sebelum tenggat Maret,” jelas perusahaan.

    Bytedance mengatakan hasil pengadilan bisa melemahkan tujuan UU Pasar Digital. Yakni akan melindungi lebih dulu perusahaan dominan dari pesaing baru seperti TikTok yang tidak punya posisi kuat, dikutip dari Reuters.

    Raksasa teknologi itu masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding ke pengadilan tertinggi di Eropa.

     

    (dem/dem)

  • TikTok Bikin Pencipta Facebook Ketakutan, Bikin Media Sosial Usang

    TikTok Bikin Pencipta Facebook Ketakutan, Bikin Media Sosial Usang

    Jakarta, CNBC Indonesia – CEO Meta, Mark Zuckerberg, secara terbuka mengakui bahwa kehadiran TikTok menjadi ancaman besar bagi bisnis Meta.

    Pernyataan ini disampaikan saat ia memberikan kesaksian dalam sidang anti monopoli terhadap Meta yang digelar oleh Komisi Perdagangan Federal AS (FTC), Rabu (16/4/2025).

    Zuckerberg menegaskan bahwa sejak TikTok muncul 2018 lalu, aplikasi video pendek itu langsung menjadi prioritas utama dan ancaman kompetitif yang serius bagi perusahaannya. Hal ini menggarisbawahi seberapa besar tekanan yang dirasakan Meta akibat pesatnya pertumbuhan TikTok.

    Ia juga mengatakan bahwa aplikasi milik ByteDance terus menjadi fokus upaya kompetitif Meta selama beberapa tahun.

    Mulanya, ByteDance membeli Musical.ly pada 2017, dan menggabungkannya dengan TikTok tahun berikutnya.

    Sekitar waktu yang sama, Meta (saat itu dikenal sebagai Facebook) berhenti melaporkan jumlah pengguna Facebook dalam laporan kuartalannya, dan beralih ke metrik “keluarga aplikasi” baru yang mencakup Instagram dan WhatsApp.

    Perubahan ini dirancang untuk menyembunyikan fakta bahwa aplikasi unggulan Meta mengalami perlambatan pertumbuhan.

    Zuckerberg memberikan komentar menarik lainnya selama persidangan dalam menanggapi pertanyaan tentang efek jaringan platform media sosial. Dia mengatakan bahwa aplikasi media sosial tidak lagi penting untuk meningkatkan koneksi antara teman dan keluarga untuk berkembang.

    “Aplikasi-aplikasi tersebut sekarang berfungsi terutama sebagai mesin pencari,” kata Zuckerberg dalam kesaksiannya, dikutip dari TechCrunch, Jumat (25/4/2025). “Konten tersebut kemudian bisa dibawa ke aplikasi pesan,” imbuhnya.

    Namun di sisi lain, Meta kini berupaya kembali ke akar Facebook dengan menekankan kembali hubungan antar pengguna. Perusahaan bahkan meluncurkan sejumlah fitur baru yang memudahkan interaksi antar teman, termasuk pembaruan tab Friends yang kini menyoroti permintaan pertemanan dan aktivitas teman.

    Zuckerberg sebelumnya juga sempat menyampaikan kepada investor bahwa kembali ke Facebook yang orisinal merupakan salah satu target utama perusahaan untuk tahun 2025.

    (dem/dem)

  • Meta Gelar PHK Massal, Sasar Karyawan Reality Labs Gegara Bisnis Rugi Menggunung – Halaman all

    Meta Gelar PHK Massal, Sasar Karyawan Reality Labs Gegara Bisnis Rugi Menggunung – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Perusahaan teknologi kondang asal Amerika Serikat, Meta bersiap menggelar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dengan menargetkan karyawan di divisi Reality Labs.

    PHK ini diungkap langsung oleh Juru Bicara Meta Tracy Clayton, Jumat (25/4/2025).

    Dalam laporan tertulisnya disebutkan bahwa dalam waktu dekat perusahaan akan melakukan PHK massal, namun tak dirinci berapa jumlah karyawan yang akan terdampak pemecatan ini.

    Sementara dikutip dari Bloomberg, Meta Platforms Inc. diketahui melakukan PHK terhadap 100 orang di divisi Reality Labs.

    Adapun PHK yang dilakukan perusahaan yang berbasis di Menlo Park, California tersebut bakal menargetkan unit Oculus Studios, yakni divisi yang bertugas mengembangkan permainan dan konten VR dan AR untuk headset Quest VR Meta.

    “Beberapa tim di Oculus Studios tengah mengalami perubahan dalam struktur dan peran yang telah memengaruhi ukuran tim,” kata juru bicara Meta.

    PHK massal ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi internal untuk meningkatkan efisiensi dan fokus pada pengalaman mixed reality yang lebih baik di masa

    Kendati begitu pihak Meta menyesalkan harus melakukan pengurangan terhadap divisi tersebut.

    Meta menilai banyak karyawan yang kompeten dan berperan penting pada keberlangsungan divisi tersebut.

    “Kami sangat sedih untuk menyampaikan bahwa perubahan ini telah mengakibatkan hilangnya beberapa anggota tim kami yang sangat berbakat,” tulis keterangan Meta dalam sebuah pernyataan yang diunggah ke grup Facebook resmi Supernatural.

    “Kontribusi mereka telah berperan penting dalam membentuk perjalanan kami dan perjalanan Anda, dan ketidakhadiran mereka akan sangat terasa,” imbuh keterangan itu.

    Bisnis Reality Labs Meta Boncos

    Sebelum PHK digelar tepat setelah divisi Reality Labs Meta terus mencatat kerugian operasional.

    Terbaru, total kerugian divisi Reality Labs Meta yang menggunung hingga tembus mencapai 4,97 miliar dolar AS, sebuah angka yang sangat signifikan.

    Sementara penjualan hanya mencatatkan laba 1,1 miliar dolar AS selama kuartal keempat.

    Meta mengungkap kerugian terjadi karena disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti biaya riset dan pengembangan yang tinggi.

    Selain itu perusahaan juga mengalami hambatan dan keterbatasan dalam pendapatan yang diperoleh dari penjualan Headset serta aplikasi VR.

    Meskipun Meta telah menggelontorkan miliaran dolar untuk mengembangkan teknologi AR (augmented reality) dan VR (virtual reality).

    Namun pada kenyataannya pendapatan yang dihasilkan oleh perangkat keras seperti headset Meta Quest dan aplikasi VR belum mampu menutup pengeluaran besar yang dikeluarkan untuk pengembangan produk dan teknologi.

    Serangkaian tekanan ini yang kemudian mendorong Meta untuk mengurangi biaya operasional yang merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang lebih besar.

    Bahkan sebelum PHK digelar, CEO Meta Mark Zuckerberg  sempat merilis memo di forum internal Workplace terkait rencana pemangkasan karyawan.

    Zuckerberg memberitahu karyawan bahwa tahun 2025 akan “menjadi tahun yang intens.

    “Perusahaan menetapkan bahwa mereka memotong sekitar 5 persen dari karyawan dengan kinerja terendah,”katanya.

    Bukan Kali Pertama

    PHK seperti bukan kali pertama yang dilakukan Meta, sejak 2022 silam perusahaan teknologi ini telah berulang kali memangkas jumlah karyawannya.

    Di bulan November 2022, Meta dilaporkan memecat 11.000 karyawan dengan alasan proyeksi pertumbuhan yang terlalu optimis pasca pandemi COVID-19.

    Kemudian pada Maret 2023, Meta kembali memangkas 10.000 karyawan sebagai bagian dari inisiatif “Tahun Efisiensi” CEO Mark Zuckerberg.​

    PHK dilanjutkan pada Oktober 2024, dengan jumlah karyawan yang diberhentikan yakni sekitar dua lusin.

    Memasuki awal tahun 2025, Meta kembali memangkas 3.600 staff berperforma rendah sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar manajemen kinerja.

    (Tribunnews.com / Namira)

  • Pencuri Informasi Lewat Email di 2024 Naik 84%

    Pencuri Informasi Lewat Email di 2024 Naik 84%

    Bisnis.com, JAKARTA – Laporan terbaru IBM bertajuk X-Force Threat Intelligence Indeks 2025 mencatat peningkatan pengiriman email yang mengandung infostealer (teknik pencurian informasi) sebesar 84% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mengindikasikan strategi para pelaku guna memperbesar skala pencurian identitas.

    Laporan ini menunjukkan tren dan pola serangan baru dan yang sedang berlangsung, berdasarkan penanganan insiden, dark web, dan sumber intelijen lainnya.

    Temuan Utama dalam X-Force Threat Intelligence Index 2025 Tahun lalu, 70% serangan yang ditangani IBM X-Force menargetkan sektor infrastruktur penting pada organisasi, dan lebih dari seperempatnya terjadi karena celah keamanan yang dimanfaatkan para peretas.

    Adapun, semakin banyak pelaku kejahatan siber memilih mencuri data (18%) daripada mengenkripsinya (11%), karena teknologi deteksi semakin canggih dan meningkatnya upaya penegak hukum yang mendorong para peretas bergerak lebih cepat untuk segera kabur.

    Lebih jauh diungkapkan, sekitar 1 dari 3 insiden yang terjadi sepanjang 2024 melibatkan pencurian kredensial, karena para peretas semakin gencar mengejar berbagai cara untuk mendapatkan, mencuri dan menjual informasi login dengan cepat.

    Masih tahun lalu, IBM X-Force menemukan peningkatan pengiriman email phishing yang membawa infostealers. Data awal 2025 menunjukkan lonjakan lebih lanjut sebesar 180% dibandingkan dengan 2023. 

    Lonjakan ini sebagian disebabkan oleh pemanfaatan AI oleh pelaku untuk membuat email phishing dalam skala besar.

    Phishing terhadap kredensial dan adanya infostealers telah menjadikan serangan identitas semakin murah, mudah diperluas, dan sangat menguntungkan bagi para pelaku kejahatan. 

    Infostealers memungkinkan pencurian data secara cepat, mempersingkat waktu yang dibutuhkan pelaku berada dalam sistem target, serta meninggalkan jejak forensik yang minim.

    Global Managing Partner untuk Cybersecurity Services di IBM Mark Hughes menyebut penjahat siber sering kali masuk tanpa merusak apa pun—mereka memanfaatkan celah identitas dari lingkungan hybrid cloud yang kompleks, yang memberikan banyak titik akses bagi mereka. 

    “Bisnis perlu berhenti mengandalkan pencegahan ad-hoc, yang bersifat reaktif, tidak terstruktur, dan hanya dilakukan saat masalah muncul, dan mulai fokus pada langkah-langkah proaktif,” kata Hughes dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (25/4/2025). 

    Langkah-langkah proaktif yang dimaksud meliputi memodernisasi sistem otentikasi, menutup celah multi-factor authentication (MFA), dan melakukan threat hunting secara real-time untuk menemukan ancaman tersembunyi, sebelum data yang sensitif terekspos.

  • Toko HP di China Display iPhone 17 dan iPhone 17 Air

    Toko HP di China Display iPhone 17 dan iPhone 17 Air

    Jakarta, CNBC Indonesia – Toko ponsel di China dilaporkan sudah memamerkan barang CAD iPhone 17 Air. Padahal tanggal peluncuran resmi global seri tersebut belum diumumkan Apple.

    Kehadiran produk unit tiruan itu muncul pada akun X milik “pembocor” Majin Bu. Dalam unggahannya terlihat ponsel yang diduga iPhone 17 Air beserta model lain dalam seri tersebut, termasuk iPhone 17 Pro Max, dikutip dari Toms Guide, Jumat (25/4/2025).

    Unggahan tersebut memperlihatkan bagian belakang ponsel. Salah satu yang bisa dikenali adalah penempatan kamera berbeda dengan seri-seri sebelumnya.

    Kamera belakang iPhone 17 Air ditempatkan dalam pelat memanjang ke samping dengan satu bulatan kamera di bagian kiri. Terdapat beberapa tulisan iPhone 17 Air di bagian tenggah dengan beberapa tombol di masing-masing samping ponsel.

    Dalam sejumlah laporan, iPhone 17 Air akan debut sebagai ponsel tipis. Laporan Mark Gurmann dari Bloomberg mengatakan ponsel menjadi penanda peralihan ke ponsel ramping tanpa port pengisi daya.

    Kabar ini juga terlihat dari video Majin Bu yang membandingkan dengan ponsel iPhone lainnya.

    Tidak jelas darimana produk dummy itu berasal. Notebook Check mengklaim toko yang memamerkan produk itu adalah Apple Store, namun ini juga penuh tanda tanya karena perusahaan sangat tertutup soal kemunculan produk baru.

    Video lain terkait penampakan iPhone 17 juga muncul dari unggahan Unbox Therapy. Toms Guide menuliskan unit tiruan yang muncul dalam video nampaknya dari produsen casing asal China.

    Dalam video terdapat iPhone 17 Air dengan ketipisan mencapai 5,65 mm. Jadi jauh lebih tipis dari kabar yang menyebutkan iPhone 17 Pro Max memiliki ukuran 8,75 mm.

    (dem/dem)

  • Bersama Cenderaloka, Harapan Baru UMKM Lokal untuk Go Digital – Halaman all

    Bersama Cenderaloka, Harapan Baru UMKM Lokal untuk Go Digital – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Para pelaku UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan suntikan semangat baru lewat kegiatan pelatihan digitalisasi bertajuk Level Up UMKM Go Digital yang digelar pada Kamis, 24 April 2025.

    Melalui program Cenderaloka, puluhan pelaku usaha lokal diajak menyelami lebih dalam dunia pemasaran digital.

    Mereka tidak hanya dikenalkan pada tren industri terkini, tetapi juga dibekali strategi konten marketing dan teknik pengambilan foto produk secara praktis.

    Kintan Putri, Business & Product Manager dari Tribun Network, mengungkapkan banyak pelaku UMKM masih terjebak pada pola pemasaran lama, yang mengandalkan toko fisik dan promosi konvensional.

    “Banyak pelaku usaha kecil yang kesulitan memasarkan produknya karena belum terbiasa dengan cara-cara baru. Mereka punya produk bagus, tapi belum tahu bagaimana menjangkau pasar yang lebih luas secara online,” jelasnya saat workshop berlangsung di Hotel Royal Darmo, Yogyakarta.

    Menurutnya, Cenderaloka hadir sebagai wadah untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

    Platform ini tidak hanya menyediakan tempat promosi bagi perajin lokal, tapi juga memberikan pendampingan agar mereka memahami seluk-beluk pemasaran digital.

    “Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya aktif di media sosial atau punya website, tapi juga tahu bagaimana menyampaikan pesan yang tepat lewat konten yang relevan,” tambah Kintan.

    Ia menilai, potensi UMKM di wilayah ini sangat besar. Banyak produk lokal yang memiliki nilai jual tinggi, namun belum optimal dalam pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu promosi.

    Lanjut dia, keunikan produk UMKM lokal itulah yang harus ditonjolkan. Keunikan produk bisa dilakukan dengan inovasi produk. 

    Sebagai platform jual beli digital, Cenderaloka menjadi sarana pemasaran dan membuka akses pasar semakin luas. 

    “Cenderaloka menyasar perajin langsung, karena kan kalau di ritel harga pasti di-mark up, jadi kesannya produk UMKM itu mahal. Kalau langsung dari perajin, tentu harganya jauh lebih bersaing, dan juga nggak ada hidden fee. Pasang iklan free, dan free artikel yang akan di-publish di Tribun Network dan diposting di sosial media Cenderaloka,” ujarnya.

    “Value yang dibawa Tribun Network itu kan mata lokal menjangkau Indonesia. Kalau berkaca mata lokal, banyak banget potensinya. Tribun Network sebagai media yang punya banyak unit ingin melestarikan value dan budaya lokal melalui UMKM,” lanjutnya.

    Business General Manager Tribun Jogja, Danang Purwoko menerangkan potensi lokal di DIY sangat besar, apalagi jika bicara mengenai industri kreatif, baik itu kerajinan maupun cendera mata lainnya.

    Namun, pemasaran masih menjadi kendala besar yang dihadapi pelaku UMKM lokal. Untuk itu, Tribun Network mengambil peran untuk mengamplifikasi dan menggaungkan potensi UMKM lokal di 69 jaringan.

    “Harus kolaborasi, mereka nggak bisa jualan sendiri, Tribun punya platform, punya ekosistem untuk membantu jualan. Sehingga Tribun Network ini menjembatani, agar potensi lokal diketahui banyak orang,” terangnya.

    Seorang peserta Workshop Cenderaloka, Devysaad, mengaku sangat senang bisa mengikuti workshop.

    Pasalnya, dia mendapatkan banyak pengetahuan baru dan memiliki kesempatan untuk memasarkan produknya di Cenderaloka.

    Ia mengakui pemasaran memang menjadi kendalanya dalam memasarkan kalung batik buatannya.

    Dengan adanya platform Cenderaloka, maka pasar akan semakin luas. Sehingga brandnya, Ndalemart Gallery bisa semakin dikenal masyarakat.

    “Tentu ini sangat bermanfaat bagi kami. Kalau pasarnya semakin luas, potensi untuk laku juga lebih tinggi, tentunya kami semakin semangat untuk produksi. Harapannya produksinya bisa berkesinambungan,” pungkasnya. (*)

  • Nothing More Ajak Chris Daughtry untuk Materi Baru di Album Carnal Deluxe

    Nothing More Ajak Chris Daughtry untuk Materi Baru di Album Carnal Deluxe

    JAKARTA – Dikenal sebagai band rock yang eksplosif, Nothing More kembali menghadirkan gebrakan. Kali ini mereka menggabungkan serangan penuh energi dengan melodi yang melayang dan lanskap suara unik dalam lagu-lagu dan album yang secara lugas merangkul emosi mentah.

    Band peraih tiga kali nominasi Grammy ini resmi merilis edisi deluxe dari album 2024 mereka yang diakui secara luas, CARNAL di semua platform digital melalui Better Noise Music. Pre-order untuk rilis fisik dalam bentuk CD dan vinyl—yang dijadwalkan keluar pada 16 Mei 2025.

    Jonny Hawkins (vokal ) , Mark Vollelunga (gitar) , Daniel Oliver (bass), dan Ben Anderson (drums) meluncurkan edisi CARNAL (DELUXE) menambahkan lima lagu bonus, termasuk versi baru dari lagu emosional “FREEFALL,” yang kali ini menampilkan artis rock bersertifikat 6x Platinum, Chris Daughtry, tersedia di semua platform digital.

    Video “FREEFALL” mengisahkan seorang petugas pemadam kebakaran yang berjuang dengan kesehatan mentalnya dan secara tak terduga menemukan arah hidup baru setelah bertemu dengan seekor anjing liar. Tonton videonya di halaman YouTube resmi Better Noise Music. Nothing More kembali bekerja sama dengan sutradara Stephen Wayne Mallet(yang sebelumnya juga mengarahkan video “Fade In, Fade Out”, dari album THE STORIES WE TELL OURSELVES (2017), yang kini telah ditonton lebih dari 10 juta kali).

    “Kami menulis lagu ini sebagai sebuah himne bagi mereka yang merasa terjebak dalam fase ketidakpastian dan kekacauan dalam hidup mereka,” jelas vokalis Jonny Hawkins tentang “FREEFALL” dalam keterangan tertulisnya, 22 April.

    “Setiap dari kita pasti pernah atau akan mengalami saat-saat di mana hidup terasa seperti kehilangan pijakan.. berakhirnya sebuah hubungan, kehilangan pekerjaan, atau kematian anggota keluarga yang kita cintai. Masa-masa ini bisa dipenuhi kecemasan atau justru membawa euforia spiritual saat kita menerima perubahan itu. Kami selalu percaya bahwa kehilangan adalah undangan untuk naik ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi.. dan lagu ini adalah cara kami merangkum perasaan itu. Chris Daughtry benar-benar mengangkat emosi tersebut dengan vokalnya yang luar biasa. Kami sangat terhormat bisa berkolaborasi dengannya dalam salah satu lagu terbaik yang pernah kami tulis.”

    Album CARNAL telah membawa band ini meraih dua single #1 di tangga lagu Active Rock—“ANGEL SONG (feat. David Draiman)” dan “IF IT DOESN’T HURT”—dan sejauh ini telah mengumpulkan lebih dari 100 juta streaming. Album ini mendapatkn pujin sebagai “salah satu rilisan paling eklektik dari bnd ini” (Blabbermouth) dan menampilkan 15 “anthem rock penuh energi yang menangkap kekuatan panggung band ini” (Knotfest).

    Empat lagu bonus lainnya dalam CARNAL (DELUXE) termasuk versi live dari “ANGEL SONG” yang direkam saat penampilan band di Aftershock Festival 2024 dimana Nothing More tampil bersama vokalis tamu David Draiman dari Disturbed; dua lagu yang telah di-remix oleh Matt Good (Hollywood Undead, Asking Alexandria) dan Justin “JD” Deblieck (Ice Nine Kills, Motionless In White); serta lagu baru yang dirilis pada 7 Februari, “WE’RE ALL GONNA DIE.”