Tag: Mark

  • Kacamata AI Canggih dengan Kontrol Saraf

    Kacamata AI Canggih dengan Kontrol Saraf

    Jakarta

    Meta resmi meluncurkan Ray-Ban Display, kacamata pintar AI generasi baru yang menggabungkan desain klasik Ray-Ban dengan layar mini penuh warna serta gelang pengontrol saraf Meta Neural Band. Produk ini diperkenalkan langsung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, di acara Meta Connect 2025.

    Meta Ray-Ban Display menghadirkan layar penuh warna beresolusi tinggi di sisi kanan lensa. Pengguna dapat melihat notifikasi, pesan, navigasi, hingga terjemahan real-time tanpa perlu menyentuh ponsel. Layar ini hanya aktif saat dibutuhkan sehingga tidak mengganggu pandangan.

    Setiap pembelian kacamata sudah termasuk Meta Neural Band, gelang berbasis elektromiografi (EMG) yang mendeteksi sinyal saraf-otot di pergelangan tangan. Dengan gerakan jari halus, pengguna bisa menggulir menu, mengetik di udara, hingga mengontrol kamera secara intuitif.

    Meta Ray-Ban Display Foto: Meta

    Teknologi EMG Meta dikembangkan selama empat tahun dengan lebih dari 200 ribu partisipan dan dirancang agar akurat untuk hampir semua orang, termasuk penyandang disabilitas.

    Berikut beberapa fitur unggulan Meta Ray-Ban Display dan Neural Band:

    Meta AI Visual: AI tidak hanya menjawab dengan suara, tetapi juga menampilkan panduan langkah demi langkah di layar.Pesan & Panggilan Video: Teks, foto, hingga panggilan video bisa dilihat dan diterima langsung dari kacamata.Navigasi Pejalan Kaki: Petunjuk belokan demi belokan ditampilkan di layar secara visual.Terjemahan Real-Time: Subtitle percakapan atau terjemahan bahasa asing langsung di depan mata.Kontrol Musik: Navigasi playlist dan atur volume lewat gerakan tangan.Meta Ray-Ban Display Foto: MetaMeta Ray-Ban Display Foto: Meta

    Kacamata ini tetap tampil modis dengan desain Ray-Ban yang ikonik. Lensa Transitions otomatis menggelap di bawah sinar matahari. Neural Band hadir dalam tiga ukuran, tahan air IPX7, baterai hingga 18 jam, dan menggunakan material Vectran – bahan superkuat yang juga dipakai di Mars Rover NASA.

    Harga & Ketersediaan

    Meta Ray-Ban Display dibanderol mulai USD 799 atau kisaran Rp 13 jutaan (termasuk kacamata + Neural Band) dan tersedia dalam warna Hitam dan Pasir. Baterai kacamata mampu bertahan hingga 6 jam penggunaan campuran (30 jam dengan case pengisi daya).

    Meta Ray-Ban Display Foto: Meta

    Penjualan dimulai 30 September 2025 di Amerika Serikat melalui Best Buy, LensCrafters, Sunglass Hut, dan Ray-Ban Stores. Ekspansi ke Kanada, Prancis, Italia, dan Inggris dijadwalkan awal 2026.

    Tiga Kategori Kacamata AI Meta

    Peluncuran ini melengkapi lini kacamata AI Meta:

    Meta Ray-Ban Display Foto: MetaKacamata AI Kamera: Ray-Ban dan Oakley dengan kamera AI.Kacamata AI Display: Meta Ray-Ban Display sebagai pionir layar kontekstual.Kacamata AR: Prototipe Orion dengan layar holografik besar, versi konsumen segera hadir.

    (afr/afr)

  • Mark Zuckerberg Mau Rilis Perangkat Pengganti HP, Segini Harganya

    Mark Zuckerberg Mau Rilis Perangkat Pengganti HP, Segini Harganya

    Jakarta, CNBC Indonesia – CEO Meta (Facebook, WhatsApp, Instafram), Mark Zuckerberg, pernah menyebut kacamata pintar (smart glasses) akan menjadi teknologi masa depan yang menggantikan fungsi HP.

    Zuckerberg mengatakan ada 1-2 miliar orang di dunia yang menggunakan kacamata setiap hari. Berdasarkan fakta tersebut, peralihan HP ke smart glasses bukan hal aneh.

    “Kacamata pintar akan secara bertahap menggantikan ponsel pada 2030, mirip dengan bagaimana perangkat seluler menyalip komputer tanpa sepenuhnya menggantikannya,” kata Zuckerberg di acara tahunan Connect Meta 2024, dikutip dari Forbes.

    Optimisme Zuckerberg berbanding lurus dengan upayanya menelurkan smart glasses yang kian canggih dari tahun-ke-tahun. Kabarnya, Meta akan meluncurkan smart glasses teranyar di ajang Connect Meta 2025 pada pekan ini.

    Peningkatan smart glasses terbaru Meta diprediksi tampak pada kemampuan realitas tertambah (augmented reality) berbasis kecerdasan buatan (AI) yang makin mumpuni.

    Smart glasses ini dikatakan akan menjadi yang pertama digelontorkan untuk konsumen dengan layar built-in. Analis memprediksi harga ritelnya mencapai US$800 (Rp13 jutaan), dikutip dari Reuters, Rabu (17/9/2025).

    Secara internal, smart glasses tersebut memiliki nama kode “Hypernova”. Namun, saat dirilis kabarnya namanya berubah menjadi “Celeste”.

    Analis mengatakan smart glasses ini akan memiliki layar digital kecil di bagian kanan lensa untuk fungsi standar seperti notifikasi.

    Diketahui, Zuckerberg sudah menggelontorkan uang sebesar US$60 miliar sejak 2020 untuk mengembangkan unit augmented reality Meta.

    Sebelumnya, Meta juga cukup berhasil dalam menjual smart glasses yang menggandeng Ray-Ban. Menurut laporan, smart glasses tersebut sudah terjual 2 juta unit sejak 2023.

    Namun, jika benar harga smart glasses terbaru Meta tembus US$800, analis menilai akan sulit meraup pangsa pasar. Pasalnya, smart glasses Meta Ray-Ban yang cukup berhasil hanya dipatok mulai US$299.

    Kita tunggu saja seperti apa smart glasses terbaru Meta dan berapa harga pastinya saat resmi meluncur!

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Proyek Bunker Kiamat Orang Super Kaya, Ada Kolam Renangnya

    Proyek Bunker Kiamat Orang Super Kaya, Ada Kolam Renangnya

    Jakarta

    Dalam beberapa tahun terakhir, para kaum ultra kaya diam-diam telah mempersiapkan rumah mereka untuk bencana besar, dengan membangun bunker bawah tanah super mewah.

    CEO Meta, Mark Zuckerberg, membangun kompleks USD 300 juta di Hawaii, lengkap dengan bunker luas yang memiliki infrastruktur energi, air, dan makanan sendiri. Adapun Bill Gates dilaporkan memiliki bunker di bawah beberapa rumahnya. Dari kalangan selebriti, Kim Kardashian dan Shaquille O’Neal, kabarnya menjajaki ide tersebut.

    “Yang dulunya merupakan tempat perlindungan sederhana telah menjadi tempat perlindungan yang dirancang khusus. Klien masa kini menginginkan fitur yang mencerminkan gaya hidup mereka, seringkali dengan sentuhan yang sangat individual,” ujar Naomi Corbi dari SAFE, firma yang desain hunian yang aman.

    Corbi mengatakan klien meminta fasilitas seperti galeri seni ber-AC, teater pribadi, dan kebun hidroponik. Fasilitas lain bisa berupa pusat kebugaran, kolam renang, sauna, tempat tinggal staf, dan apa pun yang bisa membuat bertahan hidup di tengah krisis terasa jauh lebih nyaman.

    Oppidum, perusahaan spesialis hunian bawah tanah terlindung, mengatakan privasi adalah kunci. “Salah satu prinsip desain hunian adalah Anda tidak ingin siapa pun mengetahuinya. Saya jarang sekali bertemu langsung klien miliarder. Dan bahkan ketika bertemu, mereka selalu punya nama samaran,” jelas Tom Grmela, kepala komunikasi perusahaan itu.

    Douglass Rushkoff, yang mewawancarai para miliarder yang siap siaga menghadapi bencana untuk bukunya Survival of the Richest, mengatakan banyak dari mereka ingin menjauhkan orang asing dari tempat perlindungan.

    “Orang-orang ini tidak lagi didorong oleh rasa takut, melainkan oleh keinginan. Gagasan untuk terisolasi di stasiun luar angkasa atau bunker bawah tanah adalah hal yang baik bagi banyak orang seperti mereka,” cetusnya yang dikutip detikINET dari Yahoo News.

    Selain bunker pribadi, ada pula yang menginginkan bunker untuk banyak orang. Perusahaan Vivos mengkhususkan diri dalam kompleks seperti ini, dapat menampung hingga 800 orang dan lebih murah daripada bunker individu.

    “Ini seperti kapal pesiar bawah tanah. Ada kamar asrama pribadi, area tidur pribadi, kamar mandi pribadi, dan lainnya. Tapi secara keseluruhan, ini adalah area bersama dengan ruang-ruang berorientasi komunitas tempat orang bisa berkumpul, makan bersama, dan bersantai,” kata Dante Vicino, arsitek dan pimpinan proyek Vivos.

    Rushkoff sendiri mengusulkan sebaiknya bunker tidak dibuat untuk diri sendiri. “Jika Anda benar-benar ingin selamat dari kiamat, temui tetangga Anda, jalin pertemanan, dan bentuklah komunitas dengan orang lain. Itu adalah teknik bertahan hidup yang jauh lebih mungkin daripada mengisolasi diri sepenuhnya di bawah tanah,” katanya.

    (fyk/rns)

  • Dari Lincoln hingga JFK, Ini Deretan Pembunuhan Bermotif Politik di AS

    Dari Lincoln hingga JFK, Ini Deretan Pembunuhan Bermotif Politik di AS

    Jakarta

    Dari Presiden Abraham Lincoln hingga John F Kennedy dan Martin Luther King Jr., sejarah Amerika Serikat diwarnai peristiwa pembunuhan bermotif politik. Kini, Amerika kembali diguncang dengan pembunuhan Charlie Kirk, salah satu sekutu politik terdekat Presiden Donald Trump.

    Rabu (10/09) silam, tragedi tak terduga terjadi saat aktivis sayap kanan Charlie Kirk sedang berpidato di sebuah universitas di Utah. Tiba-tiba, aktivis konservatif terkemuka di AS itu ambruk. Sebuah peluru tunggal bersarang di lehernya dan tak lama kemudian, ia dinyatakan tewas.

    Seorang pemuda berusia 22 tahun telah ditangkap atas tuduhan pembunuhan terhadap Charlie Kirk. Namun Presiden AS Donald Trump dan Gubernur Utah menuding penembakan itu bermotif politik.

    Penembakan Kirk ini bukan sekadar kasus kekerasan senjata yang mengejutkan di Amerika, tapi juga berpotensi menjadi babak terbaru dalam sejarah panjang pembunuhan bermotif politik di AS.

    Untuk memahami bobot tragedi ini, berikut beberapa pembunuhan politik paling terkenal yang pernah terjadi dalam sejarah Amerika Serikat.

    Presiden AS

    Abraham Lincoln, Presiden AS ke-16

    Abraham Lincoln tercatat sebagai Presiden AS pertama yang menjadi korban pembunuhan.

    Pada 14 April 1865, saat sedang menyaksikan pertunjukan teater bersama istrinya di Washington D.C., ia ditembak oleh seorang aktor, John Wilkes Booth.

    Lincoln meninggal keesokan paginya, 15 April.

    Dukungan kuatnya terhadap hak-hak warga kulit hitam diyakini sebagai motif utama di balik pembunuhannya.

    Beberapa hari kemudian, Booth berhasil dilacak dan tewas ditembak di Virginia.

    Abraham Lincoln adalah presiden AS pertama yang tewas dibunuh (Getty Images)

    James Garfield, Presiden AS ke-20

    Garfield menjadi korban pembunuhan kedua dalam sejarah negara itu.

    Pada 2 Juli 1881, saat sedang berjalan di stasiun kereta api di Washington D.C., ia ditembak oleh Charles Guiteau.

    Garfield tidak langsung meninggal. Ia bertahan selama beberapa bulan, namun akhirnya mengembuskan napas terakhir pada September pada tahun yang sama.

    Kematiannya disebut-sebut akibat dokter yang gagal menemukan peluru di dalam tubuhnya. Ironisnya, ia baru menjabat sebagai presiden selama beberapa bulan.

    Pelakunya, Charles Guiteau, yang dideskripsikan memiliki gangguan mental, divonis bersalah dan dieksekusi pada Juni 1882.

    William McKinley, Presiden AS ke-25

    Pembunuhan presiden kembali terjadi pada 6 September 1901. Presiden William McKinley ditembak oleh seorang anarkis bernama Leon Czolgosz saat sedang melakukan tur pidato di Buffalo, New York.

    McKinley tidak langsung meninggal. Namun, beberapa hari kemudian, ia mengembuskan napas terakhirnya akibat komplikasi luka tembak.

    Pelakunya, Czolgosz, dinyatakan bersalah dan dieksekusi pada Oktober 1901, hanya sebulan setelah pembunuhan.

    Pembunuhan JFK tetap menjadi salah satu misteri pembunuhan terbesar dalam politik AS (Getty Images)

    John F Kennedy, Presiden AS ke-35

    Pada 22 November 1963, Presiden John F. Kennedy melakukan kunjungan ke Dallas, Texas. Saat iring-iringan mobilnya melintasi pusat kota, tiba-tiba terdengar suara tembakan.

    Presiden Kennedy ambruk setelah sebuah peluru dari senapan bertenaga tinggi menembus tubuhnya. Ia segera dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

    Hanya beberapa jam setelah pembunuhan, polisi berhasil menangkap Lee Harvey Oswald, mantan marinir yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Kennedy.

    Namun, misteri belum berakhir. Dua hari kemudian, saat Oswald dipindahkan dari kantor polisi, seorang pemilik kelab malam bernama Jack Ruby menembak dan membunuhnya di depan kamera media, mengakhiri hidup Oswald dan menyisakan teka-teki yang tak pernah terjawab.

    Kandidat presiden

    Robert F Kennedy, senator Partai Demokrat

    Robert F. Kennedy, senator dari New York, adalah adik dari Presiden John F. Kennedy, yang telah lebih dulu dibunuh lima tahun sebelumnya.

    Pada 1968, ia tengah berjuang untuk mendapatkan nominasi calon presiden dari Partai Demokrat saat nasib tragis menghampirinya.

    Sesaat setelah memberikan pidato kemenangan atas kemenangannya di pemilu pendahuluan California, ia ditembak mati di sebuah hotel di Los Angeles.

    Pelakunya, Sirhan Sirhan, divonis bersalah atas pembunuhan dan dijatuhi hukuman mati. Hukuman itu kemudian diringankan menjadi penjara seumur hidup.

    Hingga kini, Sirhan masih mendekam di balik jeruji besi setelah permohonan pembebasan terakhirnya ditolak pada tahun 2023.

    Getty ImagesSenator Robert F. Kennedy berpidato di podium dalam kampanye pemilu presiden di Ambassador Hotel, Los Angeles, sebelum ia ditembak mati pada 5 Juni 1968.

    Pemimpin gerakan sipil

    Martin Luther King Jr.

    Pada 1968, pemimpin gerakan hak sipil, Dr. Martin Luther King Jr., tiba di Memphis, Tennessee, untuk memimpin unjuk rasa para pekerja kebersihan yang menuntut upah dan kondisi kerja yang lebih baik.

    Namun, saat berdiri di balkon hotelnya, ia ditembak mati oleh seorang penembak jitu pendukung supremasi kulit putih bernama James Earl Ray.

    Dr. King mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit, pada usia 39 tahun.

    Pembunuhan ini seolah menjadi puncak dari ancaman yang selalu mengintai Dr. King. Sebelumnya, ia telah berkali-kali selamat dari berbagai upaya pembunuhan, termasuk pengeboman di rumahnya pada 1956.

    AFP via Getty ImagesPembunuhan terhadap King mengejutkan masyarakat AS kala itu dan hingga kini masih menjadi salah satu tonggak dalam sejarah AS.

    Malcolm X

    Pada 1965, Malcolm X, tokoh karismatik yang gigih memperjuangkan pemberdayaan kaum kulit hitam, dibunuh di hadapan keluarganya di sebuah gedung pertemuan di New York. Ia meninggal pada usia 39 tahun.

    Selama bertahun-tahun, Malcolm X adalah juru bicara terkemuka bagi Nation of Islam, sebuah organisasi yang menganjurkan separatisme untuk warga kulit hitam Amerika.

    Namun, pandangannya kemudian menjadi lebih moderat, bahkan menjauhi organisasi tersebut. Tiga pria, Muhammad Aziz, Khalil Islam, dan Thomas Hagan, divonis bersalah atas pembunuhan tersebut dan dihukum penjara seumur hidup.

    Namun, pada 2021, vonis untuk Aziz dan Islam dibatalkan, menyisakan misteri di balik tragedi ini.

    Getty ImagesKediaman Malcolm X’s sempat dibom sepekan sebelum pembunuhan terhadapnya.

    Pembunuhan dan percobaan pembunuhan baru-baru ini

    Baru-baru ini, pada 14 Juni 2025, dua legislator negara bagian Demokrat di Minnesota ditembak mati di rumah mereka dalam apa yang disebut sebagai upaya pembunuhan “bermotif politik”.

    Perwakilan negara bagian Demokrat Melissa Hortman dan suaminya, Mark, ditembak dan dibunuh di rumah mereka.

    Senator Negara Bagian John Hoffman dan istrinya, Yvette, yang ditembak beberapa kali di rumah mereka dalam insiden terkait selamat dari serangan itu.

    Presiden AS Donald Trump tertembak di bagian telinga dalam upaya pembunuhan yang diduga dilakukan oleh seorang pria bersenjata dalam kampanye Pilpres 2024 (AFP via Getty Images)

    Tahun lalu, Presiden Trump dua kali menjadi target percobaan pembunuhan.

    Pada Juli 2024, kejadian yang menimpanya akibat tertembak peluru saat demonstrasi di luar ruangan di Butler, Pennsylvania, memiliki kemiripan yang mencolok dengan penembakan Charlie Kirk di Utah, keduanya terjadi di hadapan khalayak ramai di tempat terbuka, kata koresponden BBC Amerika Utara Anthony Zurcher.

    Pada bulan September tahun itu, upaya pembunuhan lain yang diduga dilakukan terhadapnya dikatakan telah digagalkan oleh Secret Service di lapangan golf Trump di Florida.

    Dua tahun sebelumnya, seorang penyerang yang membawa palu menerobos masuk ke rumah Ketua DPR Nancy Pelosi, anggota Partai Demokrat terkemuka.

    (ita/ita)

  • Google Makin Ditinggal, Gen Z Kini Pindah ke Penggantinya

    Google Makin Ditinggal, Gen Z Kini Pindah ke Penggantinya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Google pernah mendominasi jadi tempat pencarian informasi secara online. Bahkan keluar istilah Googling untuk aktivitas melakukan pencarian dalam platform tersebut.

    Namun kini pencarian informasi tak lagi berpusat di Google. Banyak Gen Z, mereka yang lahir pada 1997-2012 tak melakukannya lagi dan beralih ke platform lain.

    “Audiens yang lebih muda melakukan ‘search’, bukan ‘googling’,” kata Analis internet di Bernstein Research, Mark Shmulik, dilansir dari Fortune.

    Menurutnya, Gen Z lebih banyak membuka Tiktok untuk mencari informasi. Misalnya melihat rekomendasi restoran atau hotel.

    Selain itu, rujukan informasi lain berasal dari kreator konten untuk membeli barang dari e-commerce. AI Generatif seperti ChatGPT juga digunakan untuk melakukan pencarian dan menyelesaikan pekerjaan rumah.

    Survei yang dilakukan Forbes Advisor dan Talker Research pada April 2024 kepada 2.000 warga Amerika juga menyoroti peralihan ini. Ditemukan 45% Gen Z melakukan pencarian sosial lewat platform seperti Tiktok dan Instagram, dibandingkan Google.

    Angka itu jauh lebih tinggi dari generasi yang lebih tua, 35% generasi milenial, 20% Gen X, dan kurang dari 10% Boomer.

    Gen Z tak lagi mengandalkan Google untuk mesin pencarian utama, melainkan menggunakan media sosial. Hal serupa terungkap dalam data GWI Core.

    Jumlahnya juga terus bertambah. Pada 2016 ada 40% kelompok usia itu menggunakan media sosial untuk melakukan pencarian merek, produk, dan layanan, bertambah menjadi 52% tahun 2023.

    (fsd/fsd)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Google Makin Ditinggal, Gen Z Kini Pindah ke Penggantinya

    Google Makin Ditinggal, Gen Z Kini Pindah ke Penggantinya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Google pernah mendominasi jadi tempat pencarian informasi secara online. Bahkan keluar istilah Googling untuk aktivitas melakukan pencarian dalam platform tersebut.

    Namun kini pencarian informasi tak lagi berpusat di Google. Banyak Gen Z, mereka yang lahir pada 1997-2012 tak melakukannya lagi dan beralih ke platform lain.

    “Audiens yang lebih muda melakukan ‘search’, bukan ‘googling’,” kata Analis internet di Bernstein Research, Mark Shmulik, dilansir dari Fortune.

    Menurutnya, Gen Z lebih banyak membuka Tiktok untuk mencari informasi. Misalnya melihat rekomendasi restoran atau hotel.

    Selain itu, rujukan informasi lain berasal dari kreator konten untuk membeli barang dari e-commerce. AI Generatif seperti ChatGPT juga digunakan untuk melakukan pencarian dan menyelesaikan pekerjaan rumah.

    Survei yang dilakukan Forbes Advisor dan Talker Research pada April 2024 kepada 2.000 warga Amerika juga menyoroti peralihan ini. Ditemukan 45% Gen Z melakukan pencarian sosial lewat platform seperti Tiktok dan Instagram, dibandingkan Google.

    Angka itu jauh lebih tinggi dari generasi yang lebih tua, 35% generasi milenial, 20% Gen X, dan kurang dari 10% Boomer.

    Gen Z tak lagi mengandalkan Google untuk mesin pencarian utama, melainkan menggunakan media sosial. Hal serupa terungkap dalam data GWI Core.

    Jumlahnya juga terus bertambah. Pada 2016 ada 40% kelompok usia itu menggunakan media sosial untuk melakukan pencarian merek, produk, dan layanan, bertambah menjadi 52% tahun 2023.

    (fsd/fsd)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Google Makin Ditinggal, Gen Z Kini Pindah ke Penggantinya

    Google Makin Ditinggal, Gen Z Kini Pindah ke Penggantinya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Google pernah mendominasi jadi tempat pencarian informasi secara online. Bahkan keluar istilah Googling untuk aktivitas melakukan pencarian dalam platform tersebut.

    Namun kini pencarian informasi tak lagi berpusat di Google. Banyak Gen Z, mereka yang lahir pada 1997-2012 tak melakukannya lagi dan beralih ke platform lain.

    “Audiens yang lebih muda melakukan ‘search’, bukan ‘googling’,” kata Analis internet di Bernstein Research, Mark Shmulik, dilansir dari Fortune.

    Menurutnya, Gen Z lebih banyak membuka Tiktok untuk mencari informasi. Misalnya melihat rekomendasi restoran atau hotel.

    Selain itu, rujukan informasi lain berasal dari kreator konten untuk membeli barang dari e-commerce. AI Generatif seperti ChatGPT juga digunakan untuk melakukan pencarian dan menyelesaikan pekerjaan rumah.

    Survei yang dilakukan Forbes Advisor dan Talker Research pada April 2024 kepada 2.000 warga Amerika juga menyoroti peralihan ini. Ditemukan 45% Gen Z melakukan pencarian sosial lewat platform seperti Tiktok dan Instagram, dibandingkan Google.

    Angka itu jauh lebih tinggi dari generasi yang lebih tua, 35% generasi milenial, 20% Gen X, dan kurang dari 10% Boomer.

    Gen Z tak lagi mengandalkan Google untuk mesin pencarian utama, melainkan menggunakan media sosial. Hal serupa terungkap dalam data GWI Core.

    Jumlahnya juga terus bertambah. Pada 2016 ada 40% kelompok usia itu menggunakan media sosial untuk melakukan pencarian merek, produk, dan layanan, bertambah menjadi 52% tahun 2023.

    (fsd/fsd)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Eksekutif Kunci AI Apple Robby Walker Resign, Merapat ke Meta?

    Eksekutif Kunci AI Apple Robby Walker Resign, Merapat ke Meta?

    Bisnis.com, JAKARTA— Salah satu eksekutif senior Apple yang membawahi divisi kecerdasan buatan (AI), Robby Walker dilaporkan akan meninggalkan perusahaan bulan depan. 

    Kabar ini pertama kali dilaporkan Bloomberg News dengan mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. Kepergian Walker terjadi di tengah kritik terhadap pendekatan Apple yang dinilai terlalu hati-hati dalam mengembangkan teknologi AI. 

    Langkah lambat perusahaan membuat sejumlah pihak khawatir Apple bisa tertinggal dalam gelombang pertumbuhan industri terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

    Apple baru merilis rangkaian Apple Intelligence tahun ini, termasuk integrasi dengan ChatGPT. Namun, pembaruan besar untuk asisten virtual Siri baru akan diluncurkan pada tahun depan.

    Walker telah bergabung dengan Apple sejak 2013. Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, sejak April lalu dirinya menjabat sebagai Senior Director untuk tim Answers, Information, and Knowledge. 

    Sebelumnya, dia sempat memimpin pengembangan Siri, sebelum tanggung jawab itu dialihkan ke Craig Federighi, Kepala Divisi Perangkat Lunak Apple.

    Bloomberg melaporkan Walker bukan satu-satunya eksekutif AI yang hengkang. Beberapa nama lain seperti Ruoming Pang, Mark Lee, dan Tom Gunter juga sudah lebih dulu meninggalkan Apple untuk bergabung dengan Meta Platforms. 

    Ketiganya kini memperkuat tim Superintelligence Labs Meta. Pada Maret lalu, Bloomberg juga memberitakan CEO Tim Cook menunjuk Mike Rockwell, Wakil Presiden Vision Products Group, untuk mengawasi pengembangan Siri. 

    Langkah itu diambil setelah muncul keraguan terhadap kemampuan John Giannandrea, Kepala AI Apple, dalam mengeksekusi pengembangan produk. Di sisi lain, dalam acara peluncuran produk tahunan minggu lalu, Apple memperkenalkan lini iPhone 17, termasuk iPhone Air dengan desain lebih tipis, sekaligus menahan harga agar tetap stabil meskipun tertekan tarif impor dari Amerika Serikat. 

    Namun, acara tersebut dinilai minim bukti konkret mengenai strategi Apple untuk menyaingi pesaing seperti Google, yang sudah lebih dulu memamerkan kecanggihan model AI Gemini di ponsel andalannya.

  • 10
                    
                        SBN Rp 700 Triliun Dikembalikan, Tak Masuk Kategori Barang Bukti Kasus Uang Palsu UIN Alauddin Makassar
                        Makassar

    10 SBN Rp 700 Triliun Dikembalikan, Tak Masuk Kategori Barang Bukti Kasus Uang Palsu UIN Alauddin Makassar Makassar

    SBN Rp 700 Triliun Dikembalikan, Tak Masuk Kategori Barang Bukti Kasus Uang Palsu UIN Alauddin Makassar
    Tim Redaksi
    GOWA, KOMPAS.com 
    – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengembalikan lembaran Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 700 triliun kepada terdakwa Annar Salahuddin Sampetoding.
    Dalam sidang yang digelar Jumat (12/9/2025) pukul 14.30 Wita, hakim memerintahkan sejumlah barang buktim seperti mesin cetak, kertas, tinta, dan water mark disita, untuk dimusnahkan.
    Namun, lembaran SBN Rp 700 triliun dikembalikan kepada terdakwa karena majelis hakim menilai tidak termasuk kategori barang bukti uang palsu.
    “Lembaran surat berharga negara dikembalikan kepada terdakwa karena lembaran kertas berharga tersebut tidak termasuk kategori barang bukti uang palsu,” kata Ketua Majelis Hakim Dian Martha Budhinugraeny saat membacakan putusan.
    Barang bukti SBN Rp 700 triliun yang belum diketahui keasliannya tersebut sempat jadi sorotan saat diperlihatkan dalam sidang beberapa waktu lalu.
    Bripka Adrianto, personel Reskrim Polsek Pallangga, yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU), menjelaskan bahwa SBN senilai Rp 700 triliun itu ditemukan saat penggerebekan di rumah Annar.
    “Surat berharga negara ini juga kami amankan di rumah Annar, dan kalau saya tidak salah ingat, itu diamankan di ruang pribadi Annar,” ujar Adrianto saat menjawab pertanyaan dari kuasa hukum terdakwa Syahruna.
    Meski demikian, Annar membantah sebagai pemilik SBN itu dan merasa difitnah.
    “Semua ini adalah fitnah apalagi SBN 700 triliun yang dijadikan barang bukti, saya sama sekali tidak tahu perihal SBN tersebut” kaya Annar.
    Kuasa hukum terdakwa sendiri dikonfirmasi setelah sidang ini mempertanyakan barang bukti SBN tersebut sebagai rekayasa.
    “SBN 700 triliun dari mana, kalau klien kami punya harta sekian, maka klien kami tidak pernah berencana jadi gubernur, tetapi jadi presiden,” kata Bethel Andi Kamaruddin, kuasa hukum terdakwa, yang dikonfirmasi Kompas.com usai sidang.
    Persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim Dian Martha Budhinugraeny, dengan hakim anggota Sihabudin dan Yeni Wahyuni.
    Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdiri dari Basri Bacho dan Aria Perkasa Utama.
    Sidang digelar secara maraton setiap Rabu dan Jumat dengan total 15 terdakwa yang berbeda, termasuk pejabat dan staf UIN Alauddin Makassar, pegawai bank, ASN, serta guru.
    Kasus ini terungkap pada Desember 2024 dan menggegerkan masyarakat. Uang palsu diproduksi di Kampus 2 UIN Alauddin Makassar, Jalan Yasin Limpo, Kabupaten Gowa, menggunakan mesin canggih impor dari China.
    Hasil cetakan nyaris sempurna, lolos dari mesin hitung uang dan sulit terdeteksi dengan X-ray.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Nadiem Sebut Jumlah Balitanya seraya Tepis Korupsi, Apa Sangkaan Kejagung?
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        12 September 2025

    Nadiem Sebut Jumlah Balitanya seraya Tepis Korupsi, Apa Sangkaan Kejagung? Nasional 12 September 2025

    Nadiem Sebut Jumlah Balitanya seraya Tepis Korupsi, Apa Sangkaan Kejagung?
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Nadiem Makarim menyebut jumlah anak balitanya seraya menepis tuduhan korupsi yang dialamatkan kepadanya. Apa tuduhan Kejaksaan Agung (Kejagung) terhadap Nadiem di kasus korupsi laptop Chromebook?
    “Untuk keluarga saya dan empat balita saya. Kuatkan diri, kebenaran akan ditunjukkan,” kata dia saat digiring ke mobil tahanan di Kejagung, Kamis (4/9/2025) pekan lalu.
    Pada hari itu, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu baru saja ditetapkan Kejagung sebagai tersangka korupsi pengadaan laptop Chromebook tahun anggaran 2019-2022.
    Namun, sambil berompi merah jambu, Nadiem menepis sangkaan penegak hukum.
    “Saya tidak melakukan apa pun. Tuhan akan melindungi saya, kebenaran akan keluar,” kata Nadiem.
     
    Kejagung menersangkakan Nadiem atas tuduhan korupsi laptop. Nadiem disebut telah mengarahkan pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan tahun 2019-2022 itu.
    Pembicaraan pihak Nadiem dengan pihak Google Indonesia, kata Kejagung, sudah dimulai sejak Februari hingga Mei 2020, saat pengadaan alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) belum dimulai.
    Kejagung menyebut Nadiem berbuat upaya meloloskan produk Chromebook agar masuk dalam pengadaan kementeriannya. Surat dari Google ke kementeriannya yang lama tak berbalas kemudian dijawab oleh Nadiem.
    “Untuk meloloskan Chromebook produk Google, Kemendikbud sekitar awal tahun 2020, NAM (Nadiem -red) selaku menteri menjawab surat Google untuk ikut partisipasi dalam pengadaan alat TIK di Kemendikbud,” kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Nurcahyo Jungkung Madyo, dalam konferensi pers di Kejagung, Kamis (4/9/2025).
    Nadiem juga disangka telah berbuat memerintahkan pengadaan Chromebook dalam pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi tahun 2020. Pejabat bawahan Nadiem melaksanakan perintah Nadiem.
    “Atas perintah NAM dalam pelaksanaan pengadaan TIK tahun 2020 yang akan menggunakan Chromebook, SW (Sri Wahyuningsih -red) selaku Direktur SD dan M (Mulyatsyah -red) selaku Direktur SMP membuat Juknis (Petunjuk Teknis) Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) yang spesifikasinya sudah mengunci, yaitu Chrome OS,” kata Nurcahyo.
    Atas perbuatannya, Nadiem dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
     
    Hotman Paris Hutapea, pengacara Nadiem, menanggapi. Dia berkeyakinan Nadiem tidak menerima keuntungan. Ini sama seperti kasus Tom Lembong yang menyedot perhatian publik.
    “Dari segi unsur memperkaya diri, belum terbukti. Kan korupsi itu harus memperkaya diri atau memperkaya orang lain. Jadi, untuk memperkaya diri, belum ada bukti,” ucap Hotman saat konferensi pers di Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).
    Hotman melanjutkan, unsur memperkaya orang lain dapat ditetapkan apabila ditemukan adanya praktik mark-up dalam pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.
    “Kalau tidak ada pelanggaran dari sisi harga, tidak ada mark-up, berarti unsur korupsi sudah gugur karena tidak ada korupsi,” tutur Hotman.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.