Tag: Mark

  • Tak Suka Minum Air Mineral karena Rasa Pahit, Ini Penjelasan Dokter dan Cara Mengatasinya – Halaman all

    Tak Suka Minum Air Mineral karena Rasa Pahit, Ini Penjelasan Dokter dan Cara Mengatasinya – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Beberapa orang ada yang mengaku tidak menyukai minum air mineral.

    Berbagai alasan pun menjadi penyebab kenapa air tidak mereka sukai. Contohnya rasanya yang hambar hingga terasa pahit di lidah. 

    Terkait hal ini, Medical Doctor dan Health Content Creator dr Kevin Mark, pun menjelaskan penyebabnya. 

    Menurut dr Kevin, hal ini ada kaitannya dengan konsumsi makanan kita sehari-hari. 

    “Karena kalau kita perhatikan konsumsi makanan kita sehari-hari, tingkat garam dan gulanya, apalagi jika kita beli makanan di luar, itu cukup tinggi,” ungkapnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan, Senin (16/12/2024). 

    “Hasilnya, ini akan menyebabkan reseptor-reseptor atau penangkap rasa pada lidah jadi berkurang,” sambungannya. 

    Artinya, lidah lebih mudah mendeteksi rasa manis dan gurih dibandingkan rasa yang lain, seperti air putih yang mempunyai rasa netral. 

    Lebih lanjut, dr Kevin pun memberikan beberapa tips agar tetap bisa minum air lebih sering jika kondisi di atas terlanjur terjadi. 

    Pertama, bisa menerapkan selalu konsumsi air dulu sebelum makan.

    Dengan mengonsumsi air mineral, minimal setengah gelas sampai satu gelas sebelum makan, ada ada dua manfaat yang dirasakan. 

    Pertama, lapisan lidah tidak akan terlalu mudah terangsang dengan rasa manis dan gurih. 

    “Otomatis, kamu makannya tidak terlalu banyak. Jadi, tidak akan menyebabkan gangguan pada permukaan lidah dan mulut,” imbuhnya. 

    Kedua, pastikan setelah aktivitas tambahan, seperti olahraga atau bekerja lembur, untuk mengonsumsi air mineral lagi. 

    “Itu minimal untuk memenuhi kebutuhan harian kita. Mungkin tips-tipsnya seperti itu,” tutupnya. 

  • Minum Kopi atau Teh Hangat Saat Cuaca Dingin, Ini yang Perlu Diantisipasi Agar Tak Dehidrasi – Halaman all

    Minum Kopi atau Teh Hangat Saat Cuaca Dingin, Ini yang Perlu Diantisipasi Agar Tak Dehidrasi – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Musim hujan telah tiba. Umumnya, saat udara menjadi dingin, masyarakat sering sekali mengonsumsi minuman yang hangat. 

    Misalnya seperti bandrek, susu jahe, kopi hingga teh hangat. 

    Menurut Medical Doctor dan Health Content Creator dr Kevin Mark, hal ini boleh saja dilakukan. 

    “Tujuannya sebenarnya baik, ketika di luar suhu lagi turun, kita ingin suhu tubuh kita tetap stabil, bahkan bisa lebih hangat,” ungkapnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan, Senin (16/12/2024).

    Namun, dr Kevin mengingatkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya mengonsumsi teh dan kopi. 

    “Teman-teman perlu perhatikan bahwa konsumsi teh ataupun kopi, itu di dalamnya ada kandungan kafein teman-teman,” imbuhnya. 

    Kafein sendiri sebenarnya dapat memberikan efek yang baik pada tubuh, seperti bisa meningkatkan fokus, hingga meningkatkan stamina dan energi.

    Tapi, jika dikonsumsi terlalu banyak atau waktunya kurang tepat, misalnya pada malam hari, kafein justru bekerja sebagai diuretik.

    “Nah diuretik ini adalah zat yang artinya memaksa kamu buang air kecil lebih sering. Jadinya kalau kita konsumsi terlalu banyak teh dan kopi, buang air kecilnya jadi jauh lebih sering, akhirnya cairan yang keluar dari tubuh kita juga akan lebih banyak,” paparnya. 

    Ujung-ujungnya, kondisi ini dapat meningkatkan resiko dehidrasi.

    Apa lagi jika tubuh tidak diimbangi dengan konsumsi cairan yang cukup, sesuai dengan kebutuhannya. 

    “Jadi pastikan kalau kamu mau minum teh atau kopi, air mineral ataupun air yang kamu konsumsi, cairannya harus cukup. Jadi prioritaskan lah air dulu. Baru setelah itu minuman tambahan seperti teh dan kopi, seperti itu,” tutupnya. 

     

  • Facebook Kembangkan AI untuk Lindungi Perempuan

    Facebook Kembangkan AI untuk Lindungi Perempuan

    JAKARTA, (VOI.id) – Facebook memperbaiki kebijakan dan teknologi yang mereka gunakan untuk melindungi para perempuan pengguna platform tersebut dari para pengganggu di dunia maya.

    “Tema umum mengenai keamanan perempuan cenderung sama di berbagai tempat di dunia. Tapi jika melihat lebih spesifik ke negara atau wilayah tertentu, perilaku sangat dipengaruhi budaya setempat,” kata Wakil Direktur Manajemen Kebijakan Global Monica Bickert dikutip dari blog resmi Facebook, Rabu 30 Oktober.

    Facebook mempertajam kemampuan kecerdasan buatan dan machine learning mereka agar secara proaktif dapat mendeteksi gambar dan video telanjang atau hampir telanjang yang dibagikan tanpa izin, tanpa harus menunggu laporan dari pengguna.

    Perusahaan yang berbasis di San Francisco, AS itu menggunakan ciri khas digital (digital fingerprint) dan teknologi pencocokan foto (photo-matching) untuk menghapus dan memblokir foto tersebut agar tidak bisa dibagikan lagi di platform Facebook dan Instagram.

    Facebook juga memperbarui kebijakan mereka untuk memahami isu keamanan perempuan di dunia maya, setelah berdiskusi dengan ahli dan organisasi pemberdayaan perempuan dari berbagai negara.

    Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu menemukan setiap negara atau wilayah bisa jadi memiliki isu pelecehan seksual yang berbeda berdasarkan norma dan kebiasaan yang berlaku di negara itu.

    Contohnya, menurut Facebook, perempuan di Amerika Serikat merasa dilecehkan jika foto tanpa busananya tersebar di dunia maya. Sedangkan perempuan di negara lain merasa dipermalukan jika ada yang mengunggah fotonya bersama laki-laki yang bukan anggota keluarganya.

    “Untuk menyikapi perbedaan tipe pelecehan yang luas itu, aturan kami harus bijaksana dan komprehensif,” kata Facebook dalam blog.

    Facebook juga memberikan fitur khusus bagi para perempuan pengguna platform tersebut di India, Pakistan dan Mesir, berupa kontrol untuk mengatur siapa yang bisa mengunduh dan membagikan foto profil mereka.

    Perempuan pengguna Facebook di negara tersebut, juga organisasi keamanan siber, memiliki kekhawatiran foto profil mereka dicuri dan digunakan untuk membuat akun palsu yang bertujuan mempermalukan mereka atau keluarga mereka.

    Facebook secara global juga memberikan peralatan untuk mengelola akun, antara lain mengabaikan pesan yang tidak diinginkan dan memblokir akun lain tanpa sepengetahuan pemilik akun tersebut.

  • Elon Musk & Mark Zuckerberg Kompak Layangkan Protes ke OpenAI, Soal Apa?

    Elon Musk & Mark Zuckerberg Kompak Layangkan Protes ke OpenAI, Soal Apa?

    Bisnis.com, JAKARTA – Bos Meta, Mark Zuckerberg mengikuti langkah Elon Musk untuk mencegah OpenAI bertransformasi dari organisasi nirlaba menjadi perusahaan yang berorientasi pada keuntungan.

    Melansir dari Techcrunch, Minggu (15/12/2024), Meta yang merupakan perusahaan induk Facebook dan Instagram mengirimkan surat kepada Jaksa Agung California, Rob Bonta, yang didalamnya berisi kekhawatiran tentang dampak perubahan tersebut terhadap industri teknologi di Silicon Valley.

    Menurut laporan The Wall Street Journal, dalam surat tersebut, Meta menegaskan bahwa perubahan model bisnis OpenAI dapat menimbulkan implikasi besar bagi Silicon Valley dan berpotensi mengubah dinamika investasi di sektor teknologi. 

    Meta meminta Bonta untuk mengambil tindakan langsung terhadap perubahan yang dilakukan oleh OpenAI.

    Sebab, jika OpenAI beralih menjadi perusahaan laba, investor nirlaba yang sebelumnya terlibat akan kehilangan keuntungan dari status pajak khusus yang mereka dapatkan.

    “Jika model bisnis baru OpenAI valid, investor nirlaba akan mendapatkan keuntungan yang sama seperti investor konvensional, namun tetap mendapatkan manfaat dari pengurangan pajak yang diberikan pemerintah,” ujar Meta dalam suratnya.

    Pertarungan ini menambah ketegangan di dunia teknologi, di mana beberapa perusahaan besar, termasuk Meta dan xAI, berkompetisi ketat dengan OpenAI dalam pengembangan kecerdasan buatan.

    Diberitakan sebelumnya, Pemilik Perusahaan kecerdasan buatan xAI dan SpaceX Elon Musk kembali menggugat OpenAI. Gugatan ini menyoroti niat perusahaan untuk beralih menjadi organisasi yang mencari laba.

    Melansir dari The Verge, Senin (2/12/2024) dalam pengajuan mosi yang diajukan Jumat malam, pengacara Musk meminta hakim untuk mengeluarkan putusan pendahuluan yang menghentikan peralihan bentuk perusahaan tersebut.

    Sebab, apa yang nantinya dilakukan OpenAI bakal melanggar undang-undang antimonopoli Amerika Serikat.

    Menurut pengacara Musk, jika OpenAI benar-benar menjadi perusahaan yang mencari laba, pihak Musk khawatir OpenAI akan kekurangan dana untuk membayar ganti rugi jika Musk memenangkan gugatan tersebut. 

    Tidak hanya itu, dalam gugatan ini juga menyoroti dugaan bahwa CEO OpenAI, Sam Altman terlibat dalam transaksi yang diduga untuk kepentingan pribadi, yang dapat merugikan keuangan perusahaan.

    Pengacara Musk juga menuduh bahwa OpenAI dan Microsoft bekerja sama untuk menekan pesaing mereka, termasuk dengan meminta investor untuk tidak mendanai proyek bersama mereka. Hal ini, menurut pengacara Musk, melanggar ketentuan Undang-Undang Sherman yang mengatur persaingan usaha. 

  • Minions Bersiap Hadapi Duet Jerman di Perempat Final Fuzhou China Open 2019

    Minions Bersiap Hadapi Duet Jerman di Perempat Final Fuzhou China Open 2019

    JAKARTA – Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Minions) sedang mempersiapkan diri menghadapi babak perempat final turnamen bulu tangkis Fuzhou China Open 2019.

    Dalam laga perempat final turnamen bulu tangkis level Super 750 yang akan dilaksanakan pada Jumat (8/11) besok, pasangan yang dijuluki Minions itu akan berhadapan dengan wakil Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel.

    “Untuk pertandingan besok, tentu saja kami harus lebih siap lagi. Tidak boleh seperti pertandingan hari ini yang belum begitu siap. Besok kami harus siap banget,” kata Marcus dikutip melalui laman badmintonindonesia.org, Kamis 7 November.

    Berdasarkan catatan BWF, Marcus/Kevin dan Lamsfuss/Seidel pernah bertemu di empat turnamen sebelumnya. Dari keempat pertemuan tersebut, Minions belum pernah sekalipun kalah dari pasangan Jerman itu.

    “Mudah-mudahan besok kami bisa lebih siap lagi, dari awal sampai akhir gim. Kalau di pertandingan hari ini, kami tidak begitu fokus. Jadi besok kami harus meningkatkan fokus kami di lapangan, fokus ke pertandingan,” tutur Marcus.

    Sementara itu, sebelum melangkah ke perempat final, di babak kedua Minions menumbangkan pasangan asal China China He Ji Ting/Tan Qiang dalam tiga gim yang berlangsung selama 46 menit dengan skor 16-21, 21-11, 21-16.

    “Pertahanan mereka (He/Tan) solid, serangan-serangannya juga cepat dan keras. Di gim pertama, kami banyak melakukan kesalahan sendiri dan tidak fokus. Tapi di gim kedua dan ketiga, kami bisa mengontrol permainan dan kembali fokus,” ungkap Kevin.

    Selain Marcus/Kevin, dua wakil ganda putra Indonesia lainnya yang akan menjalani laga babak kedua pada hari ini, yaitu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

  • Zuckerberg dan Bezos Sumbang Miliaran untuk Pelantikan Trump

    Zuckerberg dan Bezos Sumbang Miliaran untuk Pelantikan Trump

    Washington

    Donald Trump akan dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada awal tahun 2025. Untuk mendukung pelantikan itu, para raksasa teknologi menyumbangkan uangnya.

    Raksasa toko online Amazon berencana menyumbang USD 1 juta atau Rp 16 miliar untuk dana pelantikan Trump. Juru bicara Amazon mengungkap mereka juga akan menyiarkan pelantikan Trump di Prime Video.

    Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, juga menyebut telah menyumbang USD 1 juta untuk dana pelantikan Trump. Baik Jeff Bezos, pemilik Amazon dan Mark Zuckerberg selaku bos Meta, tampaknya ingin menjalin hubungan baik dengan Trump setelah dulu sempat berseteru.

    Trump menyebut Bezos berencana mengunjunginya langsung. Kedua pria itu berselisih di masa lalu. Di masa jabatan pertamanya, Trump mengkritik Amazon dan mencela liputan politik Washington Post, yang dimiliki Bezos. Bezos juga mengkritik beberapa retorika Trump di masa lalu.

    Tahun 2019, Amazon berargumen dalam kasus pengadilan bahwa bias Trump terhadap perusahaan tersebut merusak peluangnya memenangkan kontrak Pentagon senilai USD 10 miliar.

    Saat ini, Bezos melunak dan menyatakan dia optimis tentang masa jabatan kedua Trump. Dikutip detikINET dari Associated Press, dia juga mendukung rencana presiden terpilih untuk memangkas regulasi.

    Di Oktober, Bezos tak mengizinkan Post mendukung kandidat presiden, menyebabkan puluhan ribu orang membatalkan langganan dan protes dari jurnalis. Washington Post biasanya mendukung calon dari Partai Demokrat.

    Secara terpisah, donasi dari Meta datang beberapa minggu setelah Zuckerberg bertemu Trump secara pribadi di Mar-a-Lago. Stephen Miller, wakil kepala staf untuk masa jabatan kedua Trump, mengatakan bahwa Zuck seperti pemimpin bisnis lainnya, ingin mendukung rencana ekonomi Trump.

    Trump sempat ditendang dari Facebook setelah serangan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS. Perusahaan itu memulihkan akunnya awal tahun 2023. Selama kampanye 2024, Zuckerberg tidak mendukung siapa pun, tapi sikapnya lebih positif terhadap Trump. Awal tahun ini, ia memuji tanggapan Trump terhadap upaya pembunuhan yang menimpanya.

    Namun, Trump sempat terus menyerang Zuckerberg di depan umum selama kampanye. Pada bulan Juli, ia mengunggah pesan di platform Truth Social miliknya yang mengancam akan memenjarakan para penipu pemilu termasuk Zuckerberg.

    Perusahaan secara tradisional melakukan donasi pelantikan presiden. Google menyumbang masing-masing USD 285.000 untuk pelantikan pertama Trump dan pelantikan Biden. Panitia pelantikan diharuskan mengungkap sumber dana, tapi tidak untuk bagaimana mereka membelanjakan uang tersebut. Microsoft menyumbang USD 1 juta untuk pelantikan Obama yang kedua, tapi hanya USD 500.000 untuk Trump tahun 2017 dan Biden di 2021.

    (fyk/fay)

  • Ikuti Zuckerberg, Giliran Jeff Bezos dan Bos Google Sowan ke Trump

    Ikuti Zuckerberg, Giliran Jeff Bezos dan Bos Google Sowan ke Trump

    Jakarta

    Dua bos teknologi akan mengikuti jejak CEO Meta Mark Zuckerberg untuk menemui Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump. Keduanya adalah CEO Google Sundar Pichai dan pendiri Amazon Jeff Bezos.

    Menurut laporan The Information, Pichai sudah terbang ke Palm Beach, Florida untuk bertemu Trump pada Kamis (12/12) kemarin. Sementara itu, Bezos akan bertemu Trump pada pekan depan.

    Trump memiliki hubungan yang kurang baik dengan Google. Ia pernah mengklaim bahwa mesin pencari itu ‘dicurangi’ untuk menyembunyikan berita positif tentangnya.

    Namun, dalam beberapa pekan terakhir Trump mengklaim bahwa Pichai pernah menghubunginya via telepon. Saat ditanya tentang panggilan telepon tersebut di acara The New York Times Deal Book Summit pekan lalu, Pichai mengatakan panggilan itu tidak ada hubungannya dengan kasus anti-monopoli yang saat ini dihadapi Google.

    Sumber The Information meyakini Pichai tidak akan melakukan pendekatan langsung kepada Trump tentang gugatan anti-monopoli atau topik regulasi lainnya, seperti dikutip dari The Verge, Sabtu (14/12/2024).

    Saat ditanya apakah ia ingin memecah Google, Trump mengatakan ia akan melakukan sesuatu. Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Kehakiman AS belum lama ini meminta Google untuk menjual browser Chrome untuk guna mengakhiri monopoli di sektor pencarian online.

    Sama seperti sejumlah perusahaan Big Tech lainnya, Trump memiliki hubungan yang renggang dengan Bezos dan Amazon. Meski begitu, Bezos belum lama ini mengaku optimistis dengan pemerintahan Trump.

    Pichai dan Bezos bukan satu-satunya bos teknologi yang berusaha memperbaiki hubungannya dengan Trump. Zuckerberg bulan lalu juga bertemu Trump untuk makan malam di kediamannya di Mar-a-Lago.

    Meta juga menyumbangkan USD 1 juta untuk pelantikan Trump yang akan digelar pada Januari 2025. Tidak lama kemudian, Amazon juga dikabarkan akan memberikan donasi dengan jumlah yang sama untuk pelantikan Trump serta menyiarkannya lewat livestream di Prime Video.

    (vmp/fay)

  • Krisis Iklim Makin Parah, 2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

    Krisis Iklim Makin Parah, 2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

    Jakarta, CNN Indonesia

    Tahun 2024 hampir pasti menjadi tahun terpanas dalam sejarah, dengan suhu rata-rata global untuk pertama kalinya melebihi 1,5 derajat Celsius di atas level pra-industri.

    Data terbaru dari Copernicus Climate Change Service (C3S) menunjukkan suhu rata-rata global bulan November 2024 mencapai 1,62 derajat Celsius di atas level pra-industri. Para ilmuwan memperkirakan rata-rata suhu sepanjang 2024 akan berada di angka 1,60 derajat Celsius yang melewati rekor sebelumnya yaitu 1,48 derajat Celsius pada 2023.

    “Kini dapat kami pastikan dengan tingkat kepastian virtual bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun terpanas dalam catatan sejarah dan tahun kalender pertama yang melebihi 1,5 derajat Celsius. Ini tidak berarti bahwa Perjanjian Paris telah dilanggar, tetapi ini berarti tindakan iklim yang ambisius lebih mendesak dari sebelumnya,” ucap Samantha Burgess, wakil direktur C3S, melansir The Guardian, Senin (9/12).

    Perjanjian Paris mengharuskan negara-negara dunia untuk menjaga pemanasan global di bawah 1,5 derajat Celsius dalam jangka panjang guna membatasi dampak bencana iklim.

    Namun, emisi karbon dioksida terus meningkat pada 2024, meski telah ada perjanjian global untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Emisi ini harus turun 45 persen pada 2030 untuk menjaga target 1,5 derajat Celsius dapat tercapai.

    Data juga menunjukkan November 2024 merupakan bulan ke-16 dari 17 bulan terakhir dengan suhu rata-rata global melebihi 1,5 derajat Celsius.

    Krisis iklim memperburuk cuaca ekstrem, termasuk gelombang pana, badai, banjir, dan kebakaran hutan yang semakin sering terjadi dengan intensitas lebih besar dari sebelumnya.

    Kebakaran hutan yang sangat intens melanda Amerika Utara dan Selatan pada tahun 2024, seperti yang dilaporkan oleh Layanan Pemantauan Atmosfer Copernicus (Cams) Uni Eropa pekan lalu. Kebakaran yang didorong oleh kekeringan parah tersebut mempengaruhi wilayah barat Amerika Seri

    “Skala beberapa kebakaran pada tahun 2024 berada pada tingkat historis, terutama di Bolivia, Pantanal, dan beberapa bagian Amazon. Kebakaran hutan Kanada kembali ekstrem meskipun tidak mencapai skala rekor tahun 2023,” ujar Mark Parrington, seorang ilmuwan senior di Cams.

    Swiss Re, lembaga riset asuransi, melaporkan kerugian ekonomi akibat cuaca ekstrem pada 2024 mencapai US$320 miliar, naik 6 persen dibanding tahun sebelumnya dan 25 persen lebih tinggi dari rata-rata satu dekade terakhir.

    Namun, kurang dari separuh kerugian tersebut ditanggung asuransi, karena masyarakat miskin tidak mampu membayar layanan premium.

    Swiss Re juga mengingatkan bahwa urbanisasi di wilayah beresiko tinggi akan memperbesar kerugian di masa depan. Oleh karena itu, adaptasi menjadi kunci, dengan langkah perlindungan seperti bendungan dan pintu air hingga 10 kali lebih hemat dibandingkan biaya rekonstruksi setelah bencana.

    (wnu/dmi)

  • Ogah Dukung Trump, Zuckerberg Kini Keluar Uang Rp 16 Miliar

    Ogah Dukung Trump, Zuckerberg Kini Keluar Uang Rp 16 Miliar

    Jakarta, CNBC Indonesia – CEO Meta Platforms (Facebook, WhatsApp, Instagram) Mark Zuckerberg menolak mendukung Donald Trump atau Kamala Harris dalam kontestasi Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2024.

    Namun, setelah Trump dinyatakan menang, Zuckerberg tampak mulai merapat. Laporan Reuters, dikutip Jumat (13/12/2024), menyebut Meta mendonasikan US$1 juta (Rp 16 miliar) untuk mendanai pelantikan Trump.

    The Wall Street Journal, yang pertama kali melaporkan berita tersebut, mengatakan donasi tersebut berangkat dari dari kebiasaan selama ini yang dilakukan oleh Zuckerberg dan Meta.

    Sebelumnya, Zuckerberg juga sempat memuji Trump pasca upaya penembakan yang menimpa dirinya pada 13 Juli lalu. Zuckerberg mengatakan aksi Trump yang tenang sebagai “salah satu hal paling menakjubkan yang saya lihat selama hidup”.

    Trump sendiri kerap mengolok-olok Meta karena menilai platform-platform perusahaan kerap menyebarkan konten negatif tentang dirinya.

    Pada akhir November lalu, Zuckerberg sudah bertemu dengan Trump, menurut laporan New York Times. Pertemuan itu dikatakan merupakan upaya Zuckerberg untuk mendekatkan diri ke Trump yang akan memimpin pemerintahan AS selanjutnya.

    Ketegangan Trump dan Meta memuncak pada Pilpres AS 2020. Kala itu, Trump menuduh Meta menyembunyikan konten-konten yang berdampak negatif ke lawannya, Joe Biden.

    Meta juga memblokir akun Facebook dan Instagram Trump selama 2 tahun, menyusul kerusuhan pada Januari 2021 lalu.

    (fab/fab)

  • Penjualan Terus Ambrol, Nissan Rombak Direksi

    Penjualan Terus Ambrol, Nissan Rombak Direksi

    Jakarta

    Nissan Motor Co., Ltd mengumumkan kepemimpinan baru dalam jajaran direksinya. Langkah ini diambil untuk merestrukturisasi perusahaan.

    Nissan berada di tengah-tengah dorongan reformasi struktural untuk membalikkan keadaan. Penjualan Nissan merosot di pasar utama China dan AS.

    Dikutip Reuters, produksi Nissan di seluruh dunia untuk bulan Oktober menurun 6% dari bulan yang sama tahun sebelumnya menjadi 290.848 kendaraan.

    Produksi di AS dan Cina turun 15%, sementara produksi di Inggris anjlok 23% dan produksi di Jepang menyusut 4%. Titik terang adalah Meksiko, di mana produksi naik 12% menjadi 70.382 kendaraan.

    Dalam laman BBC, raksasa pembuat mobil asal Jepang itu mengatakan akan memangkas 9.000 pekerjaan di seluruh dunia dalam upaya penghematan biaya yang akan membuat produksi globalnya berkurang seperlima.

    Meningkatnya persaingan di Cina telah menyebabkan penurunan harga, yang telah membuat banyak pembuat mobil asing di sana berjuang untuk bersaing dengan perusahaan lokal seperti BYD.

    “Nissan, seperti banyak pembuat mobil Jepang, sangat lambat dalam pesta kendaraan listrik di Cina dan ini tercermin dalam hasil mereka,” kata Mark Rainford, seorang komentator industri mobil yang berbasis di Cina.

    Sthephen Ma, yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO), kini didapuk menjadi Management Committee for China. Dia bertugas melaporkan kondisi langsung pasar China.

    Kemudian Jeremie Papin, yang sebelumnya menjabat Management Committe for America, berganti menjadi CFO. Dia juga langsung melaporkan sesuatu kepada CEO Uchida.

    Christian Meunier menjadi orang baru di Nissan. Dia menggantikan posisi Jeremie Papin sebagai Management Committe for America. Baru-baru ini, ia menjabat sebagai CEO Jeep dan merupakan anggota Komite Eksekutif di Stellantis. Meunier kembali ke Nissan dengan segudang pengalaman pemasaran dan penjualan dari peran kepemimpinan sebelumnya di Nissan Amerika Serikat, Kanada, Brasil, dan Infiniti.

    Shohei Yamazaki, yang saat ini menjabat sebagai ketua Komite Manajemen untuk China, telah ditunjuk sebagai ketua Komite Manajemen untuk Jepang/ASEAN. Pengalamannya di pasar Cina yang sangat kompetitif akan membawa wawasan berharga bagi peran Jepang/ASEAN untuk membantu lebih memperkuat kehadiran Nissan di wilayah tersebut.

    “Penunjukan kepemimpinan ini akan membawa pengalaman dan urgensi yang diperlukan untuk tindakan penanggulangan yang kami ambil untuk mengembalikan perusahaan ke jalurnya. Dengan dukungan tim kepemimpinan kami, kami akan dengan hati-hati melaksanakan tindakan perputaran kami untuk mengamankan keuntungan yang berkelanjutan sambil berfokus pada pertumbuhan di masa depan.” ujar President and CEO Nissan, Makoto Uchida.

    (riar/din)