Tag: Mark

  • 10 Orang Terkaya Dunia di Industri Teknologi 2024

    10 Orang Terkaya Dunia di Industri Teknologi 2024

    Jakarta

    Forbes merilis daftar orang terkaya di dunia untuk tahun 2024. Seperti tahun-tahun sebelumnya, daftar ini didominasi oleh pengusaha teknologi dan investor berpengalaman.

    Setiap tahun, Forbes merilis daftar orang terkaya di dunia, yang selalu menjadi sorotan. Bukan hanya sekadar angka kekayaan, daftar ini mencerminkan dinamika industri global, inovasi, dan keberhasilan bisnis dari berbagai sektor.

    Tahun ini, nama-nama besar seperti Elon Musk, Jeff Bezos, dan Mark Zuckerberg tetap berada di jajaran teratas, menunjukkan dominasi sektor teknologi dalam menciptakan kekayaan luar biasa.

    Dihimpun dari Forbes seperti dilansir, Kamis (19/12/2024) berikut adalah beberapa nama yang masuk dalam daftar 10 besar versi Forbes 2024:

    Elon Musk: USD 195 MiliarJeff Bezos: USD 194 MiliarMark Zuckerberg: USD 177 MiliarLarry Ellison: USD 141 MiliarBill Gates: USD 128 MiliarSteve Ballmer: USD 121 MiliarLarry Page: USD 114 MiliarSergey Brin: USD 110 MiliarMichael Dell: USD 91 MiliarJensen Huang: USD 77 Miliar

    Inovasi seperti kecerdasan buatan (AI), metaverse, dan perangkat lunak terus menjadi pendorong utama penciptaan kekayaan. Daftar diperbarui secara berkala, sehingga sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.

    *Artikel ini ditulis oleh Dita Aliccia Armadani, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (fay/fay)

  • Tawon Pembunuh dari Asia Berhasil Diberantas Amerika

    Tawon Pembunuh dari Asia Berhasil Diberantas Amerika

    Jakarta

    Tawon pembunuh dari Asia yang sempat meneror beberapa wilayah di Amerika Serikat kini berhasil diberantas. Tawon dengan nama ilmiah Vespa mandarinia dan juga disebut tawon raksasa utara ini pertama kali dijumpai di negara bagian Washington 5 tahun silam.

    Washington State Department of Agriculture baru saja menyebut tawon pembunuh sudah tidak terdeteksi lagi dalam 3 tahun ini. Kedatangan spesies asing ini sempat menimbulkan ketakutan besar baik di kalangan ilmuwan ataupun warga di negeri Paman Sam.

    Ilmuwan cemas lantaran tawon itu salah satu mangsanya kawanan lebah, belum lagi sengatannya sangat menyakitkan bagi manusia. Para petani bergantung pada lebah madu untuk penyerbukan tanaman seperti apel, cherry dan blueberry. Spesies invasif ini bisa mengubah kondisi ekologi lebih buruk secara permanen.

    Sarang pertama di AS berhasil dibasmi tahun 2020 setelah pelacak dipasang pada seekor tawon. Ketika tawon itu kembali ke sarang, petugas mengikutinya dan menghancurkan seluruh koloni. “Kami bangga dengan kemenangan penting ini dalam perang melawan spesies invasif,” kata Mark Davidson dari Departemen Pertanian AS.

    Di 2022, para ilmuwan memasang sekitar 1.000 perangkap tawon di seluruh negara bagian. Pada tahun 2023, mereka menemukan satu sarang, yang segera mereka hancurkan, berisi hampir 1.500 tawon dalam berbagai tahap perkembangan.

    Masih ada kemungkinan tawon-tawon itu kembali atau bahwa jenis tawon invasif berbahaya lain suatu hari nanti mencapai tanah AS. “Mereka pernah datang ke sini sekali dan mereka dapat melakukannya lagi,” kata Sven Spichiger, spesialis hama yang dikutip detikINET dari CNN.

    Meskipun serangan terhadap manusia terbilang jarang, serangga berukuran 5 cm tersebut dilaporkan membunuh 50 hingga 75 orang setiap tahun.

    Tawon pembunuh bisa memenggal kepala lebah dan serangga lainnya menggunakan rahangnya yang mirip seperti sirip hiu berduri. Tawon ini bahkan bisa memusnahkan sarang mangsanya dalam hitungan jam.

    Serangga ini biasanya ditemukan di China, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Vietnam dan negara Asia lainnya. Negara bagian Washington di AS dan Provinsi British Columbia di Kanada adalah satu-satunya tempat di Amerika Utara di mana spesies tawon pembunuh ini ditemukan.

    (fyk/fay)

  • GPU Intel Arc B580 Tuai Pujian, Laris Manis di Pasaran

    GPU Intel Arc B580 Tuai Pujian, Laris Manis di Pasaran

    Jakarta

    Setelah dihantam berbagai kabar buruk, akhirnya ada juga angin segar buat Intel, yaitu GPU Arc 580 terbarunya mendapat tanggapan positif di pasaran.

    GPU dengan kode Battlemage tersebut, menurut Intel, hampir terjual habis di mana-mana, dan Intel terus mengirimkan unit baru ke peritel setiap minggunya, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (19/12/2024).

    “Permintaan untuk kartu grafis Arc B580 tinggi dan banyak peritel sudah menjual habis stok awalnya. Kami menyiapkan pengisian ulang inventori setiap minggunya untuk Intel Arc B580 Limited Edition dan bekerja sama dengan mitra untuk memastikan ketersediaan yang stabil,” kata Mark Anthony Ramirez, juru bicara Intel.

    Tak sekadar laris di pasaran, kartu grafis ini juga mendapat banyak ulasan positif dari berbagai media. “Kartu Grafis Murah Pertama yang Layak Beli Dalam Dekade Ini”, “GPU Mainstream Paling Kencang”, “Raja Mainstream yang Baru”, “Juara GPU USD 249 Sudah Datang”, adalah beberapa ulasan dari media luar soal B580.

    Sebagai informasi, B580 muncul saat kompetitornya seperti RTX 4060 dan RX 7600 gagal memberikan performa yang impresif. Terlebih saat dua GPU itu dirilis 2023 lalu, harganya tengah melonjak sangat tinggi.

    Namun harus diakui dari segi performa, setidaknya untuk saat ini, B580 sebenarnya belum bisa mengalahkan performa RTX 4060 dan RX 7600 sepenuhnya. Terutama saat diuji di resolusi 1080p. Namun GPU ini punya keunggulan karena harganya yang lebih murah dan VRAM yang jauh lebih besar, yaitu 12GB, dibanding kompetitornya.

    Intel mungkin juga tak bisa terlalu lama bersenang hati karena B580 saat ini laris manis. Pasalnya AMD dan Nvidia juga bakal merilis jajaran GPU barunya dalam waktu dekat, dan mungkin saja GPU baru mereka akan lebih menarik dibanding B580 — atau bisa juga tidak.

    (asj/asj)

  • Kacamata Pintar Ray-Ban Meta Bakal Bisa Kenali Lagu dengan Shazam – Page 3

    Kacamata Pintar Ray-Ban Meta Bakal Bisa Kenali Lagu dengan Shazam – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Minggu ini Meta mengumumkan adanya beberapa fitur baru akan hadir di kacamata pintar hasil kolaborasinya dengan Ray-Ban.

    Kacamata Ray-Ban Meta akan mendapatkan kapabilitas AI baru, yang terintegrasi dengan aplikasi Shazam, yang bisa mengidentifikasi lagu-lagu.

    Mengutip 9to5Mac, Kamis (19/12/2024), diumumkan oleh Apple update software v11 untuk Meta Ray-Ban menambahkan integrasi dengan Shazam, aplikasi milik Apple yang mampu mengenali judul lagu.

    Ketika kemampuan ini tersedia, pengguna bisa meminta tolong ke AI melalui perintah suara, “Hei Meta, lagu apa ini?” dan kacamata pintar tersebut akan menggunakan Shazam untuk mengenali lagu dan menjawab pertanyaan.

    “Kami semua tahu, pengguna mungkin mendengarkan sebuah lagu asing, mungkin lagu baru atau lagu lama yang tidak diketahui mereka, kini kacamata pintar kamu bisa mengenali lagu tersebut,” kata Meta dalam unggahan blognya.

    Kemampuan ini hadir setelah Meta mengintegrasikan Apple Music ke kacamata pintar Ray-Ban nya awal tahun ini.

    Dengan integrasi tersebut, para pengguna kacamata Ray-Ban Meta bisa meminta asisten virtual Meta untuk memutar sebuah lagu, playlist, album, atau artis, tanpa perlu sentuhan tangan.

    Tumbangnya Facebook, Instagram, dan WhatsApp membuat kerugian bagi Mark Zuckerberg. Zuckerberg diduga mengalami kerugian sampai Rp 85 Triliun akibat turunnya saham Facebook.

  • Ini Peta Garis Depan PD 3 Jika Perang Rusia Pecah Lawan NATO di Eropa

    Ini Peta Garis Depan PD 3 Jika Perang Rusia Pecah Lawan NATO di Eropa

    Jakarta, CNBC Indonesia – Para pemimpin Eropa telah berulang kali memperingatkan bahwa serangan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan berhenti di Ukraina. Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius misalya mengungkapkan kemungkinan perang baru yang lebih besar dalam sebuah wawancara sejak Juni, menyebut Putin akan “menyerang negara NATO” dan menegaskan “kita harus siap berperang 2029”.

    Hal sama juga dikatakan kepala intelijen Bruno Kahl. Ia mengatakan dari apa yang dilihat, Moskow memang bersiap perang dengan Barat.

    Sebagaimana diketahui negara Eropa kebanyakan adalah negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Jika serangan benar-benar dilakukan Rusia ke salah satu negara Eropa yang anggota NATO, berdasarkan Pasal 5 piagam NATO, serangan terhadap satu anggota itu bisa memicu respons kolektif, membuat perang dunia 3 (PD 3) pecah.

    Mengutip laman Amerika Serikat (AS) Newsweek Kamis (19/12/2024), memang terdapat beberapa titik api potensial jika Rusia benar-benar melancarkan agresi di benua itu. Lalu di mana saja?

    Eropa Timur

    “Tidak diragukan lagi bahwa Putin akan terus secara agresif mengejar kepentingannya di Eropa, dan khususnya Eropa Timur,” kata seorang profesor ilmu politik di North Central College, William Muck.

    “Jika ada satu faktor motivasi bagi Putin selama 25 tahun terakhir, itu adalah perluasan NATO,” tambah Muck.

    “Dia akan berusaha memanfaatkan celah apa pun untuk memajukan pengaruh Rusia di seluruh wilayah.”

    Menurut Muck, negara seperti Estonia, Latvia, dan Lithuania, memiliki populasi Rusia yang besar. Ini bisa menjadi faktor pendorong penting untuk “intervensionisme Putin”.

    “Saat kita memikirkan potensi titik api di masa depan, negara-negara Baltik menjadi contoh penting untuk menguji kekuatan pencegah NATO,” kata Muck.

    Pernyataan Muck pernah didukung data dinas intelijen luar negeri Estonia awal 2024, di mana mereka mengatakan bahwa NATO “bisa menghadapi pasukan besar bergaya Soviet dalam dekade berikutnya” jika Moskow mereformasi militernya. Sementara itu, di negara tetangga Lithuania, piramida beton antitank yang dikenal sebagai “gigi naga” mulai dipasang guna menghalau jika benar serangan Rusia terjadi.

    Lokasi mereka yang berada di sebelah daerah kantong Rusia, Kaliningrad, juga secara strategis bisa jadi garis potensial dalam konflik apa pun antara Moskow dan aliansi tersebut. Kaliningrad adalah ibu kota Oblast Kaliningrad, sebuah daerah administratif Federasi Rusia yang terletak di jauh dari dataran Kremlin, dan berada antara negara Lituania dan Polandia.

    Anggota Baru NATO

    Anggota baru NATO juga bisa menjadi titik api. Di antaranya Swedia dan Finlandia.

    Swedia, salah satu anggota termuda NATO, melalui Menteri Pertahanan Sipil Carl-Oskar Bohlin mengatakan bahwa “perang bisa saja terjadi di Swedia”. Sementara panglima tertinggi negara itu, Micael Bydén, memperingatkan warga Swedia untuk “mempersiapkan diri secara mental” menghadapi konflik.

    Anggota baru lain, Finlandia, yang mencakup perbatasan sepanjang 830 mil dengan Rusia, juga bisa jadi merupakan garis depan yang memungkinkan PD 3. Negara Nordik yang bergabung dengan aliansi tersebut pada tahun 2023 telah menuduh Moskow memicu krisis migran di perbatasannya.

    “Moskow memiliki banyak pilihan untuk menguji kekompakan aliansi tersebut, termasuk perampasan tanah terbatas,” kata Letnan Jenderal Jürgen-Joachim von Sandrart, mantan kepala Korps Multinasional NATO di Timur Laut.

    Celah Sulwaki

    Koridor Suwalki, yang juga dikenal sebagai Celah Suwalki, juga bisa menjadi titik panas awal PD 3. Koridor ini juga menampung ribuan pasukan Rusia, jet tempur canggih, dan senjata nuklir, serta merupakan satu-satunya jalur darat atau rel kereta api yang menghubungkan Polandia dan Eropa Tengah ke negara-negara Baltik.

    Wilayah Eropa Lain

    Wilayah lain di Eropa juga bisa rentan. Seorang laksamana muda AS yang sudah pensiun, Mark Montgomery, mengatakan pengaruh Rusia dalam konflik yang lebih kecil di Georgia dan Serbia dapat meningkat lebih jauh.

    “Putin telah menekan batas dengan Serbia…dan Bosnia dan Republik Srpska (bagian Serbia dari Bosnia),” katanya.

    “Ia juga telah menekan keras Georgia,” tambahnya merujuk negara bekas republik Soviet yang kini terpecah belah oleh protes karena pemerintah yang berkuasa berupaya menjalin hubungan lebih dekat dengan Moskow.

    Anggota lain NATO, Turki, yang berbatasan dengan Republik Kaukasus Selatan- yang berperang singkat dengan Rusia pada tahun 2008- juga rentan. Hal itu menyebabkan deklarasi kemerdekaan oleh wilayah Abkhazia yang memisahkan diri, yang telah menghadapi protes atas undang-undang pro-Moskow.

    “Jika aliansi NATO dapat tetap bersatu meskipun Rusia berupaya keras untuk mendorong kekacauan dan perpecahan, itu akan secara dramatis mengurangi peluang Putin memperluas perangnya di luar Ukraina,” tambah Muck lagi.

    (sef/sef)

  • Zuckerberg Pamer Jumlah Pengguna Threads Tembus 300 Juta

    Zuckerberg Pamer Jumlah Pengguna Threads Tembus 300 Juta

    Jakarta

    Threads, platform microblogging milik Meta, terus berkembang pesat sejak diluncurkan tahun lalu. Aplikasi pesaing Twitter/X ini sekarang memiliki lebih dari 300 juta pengguna aktif bulanan.

    Pencapaian ini diumumkan langsung oleh CEO Meta Mark Zuckerberg. Ia menambahkan aplikasi Threads kini digunakan oleh lebih dari 100 juta pengguna setiap harinya.

    “Momentum kuat Threads terus berlanjut — kini 300 juta+ (jumlah pengguna) aktif bulanan dan 100 juta+ (jumlah pengguna) aktif harian,” kata Zuckerberg dalam postingannya di Threads, seperti dikutip dari Engadget, Selasa (17/12/2024).

    Meskipun Meta secara teratur mengumumkan jumlah pengguna aktif bulanan Threads, ini pertama kalinya raksasa media sosial tersebut mengungkap jumlah pengguna aktif harian Threads.

    Zuckerberg pernah beberapa kali berspekulasi bahwa Threads akan menjadi aplikasi Meta selanjutnya yang memiliki satu miliar pengguna. Meskipun pencapaian saat ini masih cukup jauh, pertumbuhan Threads saat ini sangat cepat dibandingkan kompetitornya.

    Threads sebelumnya mencatatkan 100 juta pengguna pada musim gugur tahun lalu, dan mencapai 275 juta pengguna pada awal November 2024. Apple juga baru saja mengumumkan daftar aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store Amerika Serikat, dan Threads jadi aplikasi kedua yang paling banyak di-download setelah Temu.

    Apakah pertumbuhan pesat ini akan berkelanjutan masih jadi tanda tanya. Apalagi Threads kabarnya akan mulai menampilkan iklan di platform-nya mulai awal tahun 2025.

    Threads bukan satu-satunya aplikasi microblogging yang muncul setelah Twitter dibeli Elon Musk dan berubah jadi X. Mereka juga menghadapi persaingan dari Bluesky yang saat ini memiliki lebih dari 25 juta pengguna.

    Meskipun masih jauh lebih kecil Threads, Meta tampaknya mulai gerah melihat pertumbuhan Bluesky. Belum lama ini Threads merilis fitur yang terinspirasi dari fitur khas Bluesky, termasuk starter packs dan custom feeds.

    (vmp/vmp)

  • Meta Didenda Irlandia Sebesar Rp 4,2 Triliun, Gara-Gara Apa? – Page 3

    Meta Didenda Irlandia Sebesar Rp 4,2 Triliun, Gara-Gara Apa? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Meta, induk dari Facebook, Instagram, dan Threads kembali tersandung masalah karenda dijatuhi denda oleh Komisi Perlindungan Data (DPC) Irlandia sebesar 251 juta euro atau Rp 4,2 triliun.

    Pihak Irlandia, mengatakan denda ini layangkan ke Meta setelah ditemukan kebocoran data pribadi Facebook pada 2018 memengaruhi 29 juta pengguna di dunia pada September 2018.

    Kebocoran data ini mencakup informasi sensitif seperti nama lengkap, alamat email, hingga nomor telepon pengguna.

    Dari jumlah tersebut, sekitar tiga juta data pengguna Facebook berasal dari Uni Eropa dan Wilayah Ekonomi Eropa, mengutip South China Morning Post, Rabu (18/12/2024).

    Penyebab Kebocoran Data Facebook di 2018?

    Menurut laporan, kebocoran data Facebook terjadi karena pelaku kejahatan siber mengekspoitasi token pengguna Facebook.

    Meski Meta telah memperbaiki masalah tersebut, DPC menyimpulkan perusahana rintisan Mark Zuckerberg tersebut melanggar Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR).

    “Meta gagal mendokumentasikan fakta pelanggaran ini dan langkah-langkah diambil untuk memperbaikinya,” ungkap DPC.

    Meta mengatakan, mereka telah mengambil tindakan segera untuk mengatasi masalah tersebut dan memberi tahu pengguna Facebook terkena dampak kebocoran data Facebook itu.

    “Kami memiliki serangkaian langkah keamanan terdepan untuk melindungi pengguna di seluruh platform media sosial tersebut,” ucap perwakilan Meta. Namun, Meta berencana mengajukan banding atas keputusan DPC ini.

    Tahun ini, DPC juga telah menjatuhkan denda sebesar 91 juta euro kepada Meta pada September terkait dugaan penyimpanan kata sandi pengguna.

    Berkaca dari hal tersebut, ada baiknya pengguna untuk memperbarui kata sandi secara berkala, mengaktifkan authentikasi dua faktor, dan waspada terhadap aktivitas mencurigakan di akun media sosial.

  • Elon Musk Makin Terpuruk, Zuckerberg Langsung Pesta Pora

    Elon Musk Makin Terpuruk, Zuckerberg Langsung Pesta Pora

    Jakarta, CNBC Indonesia – X, media sosial yang dimiliki Elon Musk, makin terpuruk. Banyak pesaingnya yang juga aplikasi microblogging mengalami peningkatan jumlah pengguna dalam beberapa waktu terakhir.

    Threads yang merupakan anak usaha Meta mengantongi lebih dari 100 juta pengguna aktif harian. CEO Meta Mark Zuckerberg yang langsung mengumumkan capaian tersebut.

    Aplikasi yang baru dirilis Juli 2023 lalu itu memiliki 300 juta pengguna aktif bulanan. Berbeda jauh dari Bluesky, aplikasi yang hampir sama dengan Threads dan X, dengan 25 juta total pengguna, dikutip dari The Verge, Rabu (18/12/2024).

    Meski begitu, catatan Reuters menyebutkan BlueSky meraup 2,5 juta pengguna usai pemilu AS. Total keseluruhan penggunanya mencapai 16 juta.

    “Kami melihat peningkatan pertumbuhan pengguna yang memecahkan rekor tertinggi. Engagement seperti like, follows, dan akun baru, tumbuh signifikan. Kami mencatat penambahan setidaknya 1 juta pengguna baru dalam sehari,” kata Bluesky dalam keterangan resminya.

    Mastodon juga dilaporkan makin banyak digunakan. Aplikasi itu mengalami peningkatan 47% di iOS dan Android sebanyak 17%.

    Total pendaftaran pengguna baru bulanan Mastodon mengalami kenaikan. Jumlah keseluruhannya 90 ribu pengguna, memang masih jauh dari nama besar lain.

    “Kami mungkin belum menjadi yang terbesar dalam hal jumlah, tetapi Mastodon (dan fediverse) telah membuktikan dirinya sebagai platform komunikasi yang efektif dan andal selama 8 tahun terakhir dan tidak bergantung pada modal ventura untuk bertahan,” kata Pendiri Mastodon Eugen Rochko, dikutip dari PCMag.

    Penurunan kepopuleran X memang sudah terjadi sejak Elon Musk resmi membeli aplikasi yang dulunya bernama Twitter tahun 2022. Namun kian bertambah banyak saat dia menjadi pendukung garis keras Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat (AS) 2024.

    Selama masa kampanye, X dan akun resmi Musk kerap dijadikan alat untuk menyebar kampanye Trump. Namun dukungan ini menjadi bumerang bagi aplikasi.

    Banyak pengguna X yang dilaporkan menutup akun mereka usai hari pemilu AS. Similarweb, analis trafik internet, mencatat jumlahnya mencapau 115 ribu pengunjung berbasis AS yang menonaktifkan akun X pada 6 November lalu.

    (fab/fab)

  • Bukan Cuma iPhone, Apple Juga Mau RIlis iPad Lipat

    Bukan Cuma iPhone, Apple Juga Mau RIlis iPad Lipat

    Jakarta, CNN Indonesia

    Apple dikabarkan sedang mempersiapkan peluncuran iPad lipat pertamanya pada tahun 2028, mengikuti rencana iPhone lipat. Seperti apa bentuknya?

    Informasi ini dibeberkan oleh jurnalis Bloomberg yang fokus pada Apple Inc., Mark Gurman.

    Gurman menyebut perangkat ini akan menyerupai “sebuah iPad raksasa yang dapat dilipat menjadi ukuran dua iPad Pro berdampingan.”

    Melansir laporan 9to5Mac pada Minggu (15/12), rumor mengenai perangkat lipat dari Apple sudah beredar selama bertahun-tahun. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa Apple kini tengah fokus mengembangkan satu produk tertentu, yaitu iPad lipat.

    Salah satu tantangan utama yang sedang diatasi Apple adalah menghilangkan lipatan pada layar perangkat. Menurut Gurman, desain prototipe dari produk ini menunjukkan lipatan yang hampir tidak terlihat.

    Meski begitu, Apple masih berupaya untuk benar-benar menghilangkannya. Sebagai perbandingan, Samsung, yang sudah meluncurkan ponsel lipat pertamanya lima tahun lalu, hingga kini belum berhasil sepenuhnya menghapus jejak lipatan dari perangkatnya.

    Menurut Gurman, ketika dilipat layar iPad ini akan berukuran sekitar 20 inci, menyerupai “selembar kaca tanpa gangguan”. Perangkat ini juga digambarkan sebagai produk kelas atas dengan fitur dan kualitas premium.

    Strategi Apple tampaknya berfokus pada menciptakan layar yang jauh lebih besar yang tetap dapat dimasukkan ke dalam tas, dibandingkan hanya menghadirkan tablet lipat berukuran kecil yang kurang optimal.

    Dari segi sistem operasi, Gurman memprediksi bahwa perangkat ini kemungkinan besar akan menjalankan versi iPadOS yang sudah sangat canggih.

    “Saya tidak yakin ini akan menjadi hibrida iPad-Mac yang sesungguhnya, tetapi perangkat ini akan memiliki elemen dari keduanya. Menjelang tahun 2028, iPadOS seharusnya sudah cukup canggih untuk menjalankan aplikasi macOS,” tulis Gurman.

    (wnu/dmi)

    [Gambas:Video CNN]

  • Bos TikTok Bertemu Donald Trump, Bahas Larangan Aplikasi?

    Bos TikTok Bertemu Donald Trump, Bahas Larangan Aplikasi?

    Bisnis.com, JAKARTA – CEO TikTok, Shou Zi Chew dikabarkan bertemu dengan Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump pada Senin lalu waktu setempat.

    Melansir dari The Verge, Rabu (18/12/2024) pertemuan ini terjadi di resor Mar-a-Lago milik Trump. Diketahui, sebelum pertemuan ini Trump sudah bertemu dengan CEO perusahaan besar seperti Apple (Tim Cook), Amazon (Jeff Bezos), Google (Sundar Pichai), dan Meta (Mark Zuckerberg).

    Langkah TikTok bertemu dengan Trump menunjukkan upaya besar platform tersebut untuk mencari solusi bagi keberlanjutan operasionalnya di pasar Amerika Serikat yang semakin ketat.

    Apalagi, pada Maret lalu, Trump mengungkapkan bahwa dirinya tidak mendukung larangan TikTok. Trump berargumen bahwa tanpa platform TikTok, Facebook bisa berkembang lebih besar dan dirinya menyebut Facebook sebagai “musuh rakyat.” 

    Adapun, dalam Undang-Undang yang disahkan oleh Kongres pada bulan April 2024 menyebut pelarangan aplikasi TikTok karena alasan ancaman terhadap keamanan nasional. 

    Departemen Kehakiman AS mengklaim bahwa TikTok, sebagai perusahaan yang berbasis di Tiongkok, dapat mengakses data pribadi pengguna Amerika.

    Namun, ketika ditanya mengenai masalah larangan TikTok dalam konferensi pers pada hari Senin, Trump menyatakan bahwa dirinya akan meninjaunya lebih lanjut terkait masalah tersebut.

    Selain pertemuan dengan Trump, beberapa perusahaan teknologi besar, termasuk Meta, Amazon, dan OpenAI, juga telah menyumbang untuk dana pelantikan Trump yang akan terjadi Januari 2025.

    Seperti yang diketahui, Raksasa media sosial TikTok resmi menghadapi larangan di Amerika Serikat mulai Januari 2025, berdasarkan putusan pengadilan banding federal. 

    Dilansir dari Bloomberg, putusan tersebut terbit pada Jumat (6/12/2024) waktu Amerika Serikat (AS). Panel tiga hakim di Wahington, dengan suara bulat memutuskan bahwa larangan TikTok tidak melanggar konstitusi mengenai perlindungan kebebasan berpendapat. 

    Pihak TikTok menyatakan akan mengajukan banding dan berharap para hakim akan berpihak kepada mereka dalam hal kebebasan berbicara. TikTok akan menggantungkan harapannya kepada Mahkamah Agung AS.