KPK Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Proyek “Shelter” Tsunami di NTB
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Komisi Pemberantasan Korupsi (
KPK
) menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi proyek pembangunan shelter tsunami di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dua orang tersebut adalah Aprialely Nirmala (AN) selaku Pejabat Pembuat Komitmen proyek pembangunan shelter tsunami di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2014; dan Agus Herijanto (AH) selaku Kepala Proyek PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada pembangunan
shelter tsunami di Lombok Utara
tahun 2014.
“Telah ditemukan bukti yang cukup tentang perbuatan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka Aprialely Nirmala (AN) dan Agus Herijanto (AH),” kata Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu dalam Konferensi Pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (30/12/2024).
Asep mengatakan, KPK melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka ini selama 20 hari yaitu, mulai 30 Desember 2024 sampai dengan 18 Januari 2025.
“Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara Cabang Rutan dari Rutan Klas I Jakarta Timur,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, berdasarkan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian keuangan negara akibat korupsi proyek pembangunan shelter tsunami di Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu Rp 18,4 miliar.
Akibat perbuatannya, Aprialely Nirmala (AN) dan Agus Herijanto (AH) disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Mereka diduga melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara.
Untuk diketahui, Shelter tsunami itu merupakan tempat evakuasi sementara (TES) yang dibangun satuan kerja di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Perwakilan NTB pada 2014.
Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan, sejak 2023 lalu KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam proyek ini.
Salah satu dari mereka merupakan penyelenggara negara sementara satu orang lainnya berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Namun, ia belum mengungkap identitas ketiga tersangka tersebut.
“KPK sejak tahun 2023, telah melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tersebut,” ujar Tessa dalam keterangan tertulis, Senin (8/7/2024).
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebutkan, korupsi yang diduga dilakukan para tersangka adalah penggelembungan harga.
Selain itu, KPK juga menemukan shelter yang dibangun tidak sesuai dengan standar.
“Biasa itu terkait dengan spek pekerjaan yang di bawah standar dan ada mark up,” kata Alex saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Mark
-

Headset Quest Meta Dikabarkan Rusak Berminggu-minggu Usai Pembaruan Software
Bisnis.com, JAKARTA – Perangkat Headset VR Quest milik Meta mengalami kerusakan berminggu-minggu setelah perusahaan milik Mark Zuckerberg itu melakukan pembaharuan perangkat lunak (software).
Dalam postingan Meta di platform x.com pada 7 Desember 2024, Meta menyebut sedang melakukan pembaruan perangkat lunak atau software headset Quest 2, Quest 3 dan Quest 3S yang rusak.
Namun, The Verge melaporkan hingga Minggu (29/12), pembaruan tersebut tidak kunjung tersedia. Tidak hanya itu, pengguna juga merasakan perangkat mereka bermasalah setelah pembaruan dilakukan.
“Kami menyadari bahwa beberapa perangkat Meta Quest 3S baru mengalami masalah dengan pembaruan perangkat lunak awal,” tulis Meta.
Meta berupaya memperbaiki perangkat tersebut dan meminta masyarakat bersabar. Tidak ada pergantian headset.
Untuk diketahui, Meta Quest adalah seri perangkat virtual reality (VR) yang dikembangkan oleh Meta Platforms, dengan tujuan memberikan pengalaman VR yang imersif dan interaktif.
Quest memiliki fitur utama antara lain tampilan grafis yang tajam, alat kontrol yang presisi, fitur pelacakan gerak hingga dukungan untuk pengalaman VR sosial.
Ada 3 Model Meta Quest yaitu Meta Quest 2 (sebelumnya Oculus Quest 2), Meta Quest Pro dan Meta Quest 3.
Adapun permasalahan software Quest sebelumnya juga pernah dikeluhkan pengguna. Kerusakan software membuat perangkat Quest menjadi tidak responsif menurut laporan Techradar.
Dari sisi penjualan, pada tahun 2020, Oculus Meta Quest Store mengeklai mengantongi pendatapan US$1 miliar sejak peluncuran Quest pada 2019. Kemudian, pada November 2021, dikabarkan 10 juta unit headset Meta Quest 2 telah terjual.
Pesaing Vision Pro
Model menggunakan perangkat Vision ProPerbesar
Meta meluncurkan headset mixed reality (MR) Quest 3 mulai dengan harga US$499,99 atau Rp7,8 juta (asumsi kurs Rp15.666/US$) pada Oktober 2023. Quest 3 akan diluncurkan pada 10 Oktober 2023 untuk menandingi Vision Pro Apple.
Dikutip dari laman Meta, headset ini dapat membuat pengguna mengalami pengalaman mixed reality yang lebih mulus dengan adanya kamera depan dan sensor pendeteksi gerakan.
Selain itu, walaupun tidak ada alat yang mendeteksi kaki, sistem komputerisasi dapat mendeteksi gerakan sehingga dapat memprediksi tindakan yang dilakukan kaki.
Dikutip dari laman The Verge, headset tersebut akan dua kali lebih tipis, dua kali lebih kuat dibandingkan dengan Quest 2.
Setiap pembelian Quest 3 ini juga dilengkapi dengan sepasang controller yang membuat pengalaman mixed reality menjadi lebih optimal.
Belajar dari pengalaman Quest 2 yang telah menjual hampir 20 juta barang, Meta pun optimistis peluncuran Quest 3 akan sukses.
“Kami harus membuktikan kepada masyarakan bahwa semua kekuatan ini, semua fitur baru ini sangat berharga,” ujar Wakil Presiden Meta bidang VR, Mark Rabkin.
Meta melakukan tindakan tersebut untuk mengalahkan headset Vision Pro Apple yang sudah meluncur ke pasar pada awal 2023.
Adapun, Vision Pro Apple dibanderol dengan harga yang jauh lebih mahal, yakni US$3.499 atau senilai Rp54,8 juta
-

Trump Jadi Juru Selamat TikTok, Kirim Surat Sakti ke Mahkamah Agung
Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden terpilih Donald Trump memiliki kebijakan khusus baru untuk menangani polemik keberadaan TikTok di Amerika Serikat.
Ia telah mengajukan dokumen hukum kepada Mahkamah Agung untuk meminta penundaan undang-undang yang akan memblokir TikTok sehari sebelum pelantikannya pada 20 Januari 2025, kecuali aplikasi tersebut dijual oleh pemiliknya dari China, ByteDance.
Padahal, pada periode pertama menjabat sebagai Presiden AS, yakni pada 2017-2021, Trump bersikeras melarang TikTok beredar di negaranya, dengan alasan keamanan nasional.
“Mengingat sifat unik dan kompleksitas kasus ini, pengadilan sebaiknya mempertimbangkan untuk menunda tenggat waktu yang ditetapkan dalam undang-undang demi memberikan ruang bernapas untuk menangani isu-isu ini,” tulis tim hukum Trump dalam dokumen yang diajukan ke MA, dilansir AFP, dikutip Minggu (29/12/2024).
Dalam dokumen hukum yang diajukan Trump ke MA tersebut, ia sejatinya tidak mengambil sikap atas legalitas kasus TikTok saat ini.
“Presiden Trump tidak mengambil posisi atas substansi hukum dalam perselisihan ini,” tulis John Sauer, pengacara Trump, dalam dokumen yang dikenal sebagai amicus curiae atau “teman pengadilan”.
Sebagai gantinya, Trump meminta pengadilan untuk menunda tenggat waktu divestasi hingga 19 Januari 2025. Hal ini, menurut Sauer, akan memungkinkan pemerintahan Trump yang akan datang untuk mencari resolusi politik terhadap permasalahan tersebut.
“Dia dengan hormat meminta pengadilan mempertimbangkan untuk menunda tenggat waktu dalam undang-undang divestasi hingga pengadilan memutuskan perkara ini, sehingga memberikan kesempatan bagi Pemerintahan Trump yang akan datang untuk mengejar penyelesaian politik atas pertanyaan-pertanyaan dalam kasus ini,” tulis Sauer.
Perubahan Sikap
Selama masa jabatan pertamanya, Trump mengklaim bahwa aplikasi berbagi video yang populer di kalangan anak muda Amerika itu berpotensi digunakan oleh pemerintah China untuk mengakses data pengguna atau memanipulasi konten yang mereka lihat.
Kekhawatiran ini juga diungkapkan oleh sejumlah pejabat dan politisi lain, termasuk dari partai oposisi.
Trump saat itu meminta agar TikTok dijual kepada perusahaan AS dengan sebagian hasil penjualannya masuk ke pemerintah. Meski langkah ini gagal dilakukan selama masa jabatannya, penerusnya, Presiden Joe Biden, melangkah lebih jauh dengan menandatangani undang-undang yang melarang aplikasi tersebut dengan alasan serupa.
Namun, baru-baru ini, Trump menyatakan perubahan sikapnya terhadap TikTok.
Dalam wawancara dengan Bloomberg sebagaimana dikutip dari AFP, dia mengatakan bahwa TikTok penting untuk menjaga persaingan di dunia media sosial.
“Sekarang saya berpikir ulang, saya mendukung TikTok, karena Anda butuh persaingan,” kata Trump. “Jika tidak ada TikTok, Anda hanya punya Facebook dan Instagram-dan itu, Anda tahu, hanya Zuckerberg.”
Komentar ini merujuk pada Mark Zuckerberg, pendiri Facebook dan CEO Meta, perusahaan teknologi yang juga memiliki Instagram.
(hsy/hsy)
-

Ini AlasanMicrosoft, Google & Meta Ramai-Ramai Investasi di Nuklir
Jakarta, CNBC Indonesia – Pusat data yang mendukung kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan komputasi awan (cloud computing) mendorong peningkatan permintaan dan produksi energi.
Menurut Departemen Energi AS, penggunaan listrik global dapat meningkat sebanyak 75% pada tahun 2050 akibat ambisi pengembangan AI oleh industri teknologi.
Pusat data yang mendukung AI dan komputasi awan dapat segera tumbuh begitu besar sehingga dapat menggunakan lebih banyak listrik.
Ketika para pemimpin raksasa teknologi dalam perlombaan AI mendorong kemajuan dan penerapan teknologi lebih lanjut, banyak yang menemukan kebutuhan energi mereka semakin bertentangan dengan tujuan keberlanjutan mereka.
“Pusat data baru yang membutuhkan jumlah listrik yang sama seperti, katakanlah, Chicago, tidak dapat begitu saja membangun jalan keluar dari masalah kecuali mereka memahami kebutuhan daya mereka,” kata Mark Nelson, Direktur Pelaksana Radiant Energy Group, dikutip dari CNBC Internasional, Minggu (29/12/2024).
“Kebutuhan daya tersebut. Daya yang stabil, langsung, 100%, 24 jam sehari, 365,” tambahnya.
Setelah bertahun-tahun berfokus pada energi terbarukan, perusahaan teknologi besar kini beralih ke tenaga nuklir karena kemampuannya untuk menyediakan energi besar-besaran dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Google, Amazon, Microsoft, dan Meta adalah beberapa nama yang paling dikenal yang mengeksplorasi atau berinvestasi dalam proyek tenaga nuklir.
Didorong oleh permintaan energi dari pusat data dan model AI mereka, kebijakan nuklir mereka menandai dimulainya tren di seluruh industri.
“Apa yang kita lihat adalah tenaga nuklir memiliki banyak manfaat,” kata Michael Terrell, Direktur Senior Energi dan Iklim di Google.
“Ini adalah sumber listrik bebas karbon. Ini adalah sumber listrik yang dapat selalu menyala dan berjalan sepanjang waktu. Dan itu memberikan dampak ekonomi yang luar biasa.”
Setelah nuklir sebagian besar dihapuskan di masa lalu karena ketakutan yang meluas tentang kehancuran dan risiko keselamatan – dan informasi yang salah yang mendramatisir kekhawatiran tersebut – para ahli menggembar-gemborkan investasi teknologi baru-baru ini sebagai awal dari “kebangkitan nuklir” yang dapat mempercepat transformasi energi di AS dan di seluruh dunia.
(haa/haa)
-

Ini Alasan Microsoft, Google & Meta Ramai-Ramai Investasi di Nuklir
Jakarta, CNBC Indonesia – Pusat data yang mendukung kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan komputasi awan (cloud computing) mendorong peningkatan permintaan dan produksi energi.
Menurut Departemen Energi AS, penggunaan listrik global dapat meningkat sebanyak 75% pada tahun 2050 akibat ambisi pengembangan AI oleh industri teknologi.
Pusat data yang mendukung AI dan komputasi awan dapat segera tumbuh begitu besar sehingga dapat menggunakan lebih banyak listrik.
Ketika para pemimpin raksasa teknologi dalam perlombaan AI mendorong kemajuan dan penerapan teknologi lebih lanjut, banyak yang menemukan kebutuhan energi mereka semakin bertentangan dengan tujuan keberlanjutan mereka.
“Pusat data baru yang membutuhkan jumlah listrik yang sama seperti, katakanlah, Chicago, tidak dapat begitu saja membangun jalan keluar dari masalah kecuali mereka memahami kebutuhan daya mereka,” kata Mark Nelson, Direktur Pelaksana Radiant Energy Group, dikutip dari CNBC Internasional, Minggu (29/12/2024).
“Kebutuhan daya tersebut. Daya yang stabil, langsung, 100%, 24 jam sehari, 365,” tambahnya.
Setelah bertahun-tahun berfokus pada energi terbarukan, perusahaan teknologi besar kini beralih ke tenaga nuklir karena kemampuannya untuk menyediakan energi besar-besaran dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Google, Amazon, Microsoft, dan Meta adalah beberapa nama yang paling dikenal yang mengeksplorasi atau berinvestasi dalam proyek tenaga nuklir.
Didorong oleh permintaan energi dari pusat data dan model AI mereka, kebijakan nuklir mereka menandai dimulainya tren di seluruh industri.
“Apa yang kita lihat adalah tenaga nuklir memiliki banyak manfaat,” kata Michael Terrell, Direktur Senior Energi dan Iklim di Google.
“Ini adalah sumber listrik bebas karbon. Ini adalah sumber listrik yang dapat selalu menyala dan berjalan sepanjang waktu. Dan itu memberikan dampak ekonomi yang luar biasa.”
Setelah nuklir sebagian besar dihapuskan di masa lalu karena ketakutan yang meluas tentang kehancuran dan risiko keselamatan – dan informasi yang salah yang mendramatisir kekhawatiran tersebut – para ahli menggembar-gemborkan investasi teknologi baru-baru ini sebagai awal dari “kebangkitan nuklir” yang dapat mempercepat transformasi energi di AS dan di seluruh dunia.
(haa/haa)
-

Finlandia Selidiki Aksi ‘Sabotase’ di Laut Baltik
Jakarta –
Otoritas Finlandia pada hari Kamis (26/12) menyita sebuah kapal yang membawa minyak Rusia di Laut Baltik. Kapal itu diduga menyebabkan putusnya kabel listrik bawah laut yang menghubungkan Finlandia dan Estonia sehari sebelumnya, dan juga merusak atau memutus empat jalur internet.
Kapal berkode Eagle S yang terdaftar di Kepulauan Cook itu kini berada di bawah kendali petugas, kata seorang pejabat penjaga pantai dalam sebuah konferensi pers.
“Kami sedang menyelidiki aksi sabotase serius,” kata Robin Lardot, direktur Biro Investigasi Nasional Finlandia. “Menurut penyelidikan kami, jangkar kapal yang telah menyebabkan kerusakan,” tambahnya.
Layanan bea cukai Finlandia mengatakan telah menyita kargo kapal dan Eagle S yag diyakini milik armada bayangan Rusia. Armada yang terdiri dari kapal tanker tua itu dibentuk demi menghindari sanksi atas ekspor minyak Rusia.
Dugaan kuat aksi sabotase
Dua kabel serat optik milik operator Finlandia Elisa yang menghubungkan Finlandia dan Estonia putus, sementara sambungan ketiga antara kedua negara yang dimiliki Citic dari Cina rusak, kata badan transportasi dan komunikasi Finlandia Traficom.
Kabel internet keempat yang membentang antara Finlandia dan Jerman dan milik grup Finlandia Cinia juga diyakini telah putus, kata badan tersebut. “Kami berkoordinasi erat dengan sekutu kami dan siap mendukung penyelidikan mereka,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, seraya menambahkan bahwa insiden tersebut menggarisbawahi perlunya kerja sama internasional yang lebih erat dalam menjaga infrastruktur bawah laut yang penting.
“Kami mengikuti penyelidikan oleh Estonia dan Finlandia, dan kami siap memberikan dukungan lebih lanjut,” kata Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dalam sebuah posting di media sosial X.
Negara-negara di Laut Baltik kian mewaspadai aksi sabotase menyusul serangkaian insiden kerusakan kabel listrik, jaringan telekomunikasi, dan jaringan pipa gas sejak 2022.
Uni Eropa mengatakan pihaknya mengutuk keras setiap aksi pengrusakan infrastrukturnya secara sengaja. “Kami memuji otoritas Finlandia atas tindakan cepat mereka dalam menaiki kapal yang diduga terlibat,” kata pernyataan bersama dari kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Komisi Eropa.
Pengerahan patroli militer
Perbaikan kabel sepanjang 170 km itu akan memakan waktu berbulan-bulan. Kerusakan pada jaringan nasional juga meningkatkan risiko pemadaman listrik selama musim dingin, kata operator Fingrid dalam sebuah pernyataan.
Kapal tanker minyak Eagle S Panamax melintasi kabel listrik Estlink 2 pada pukul 10.26 GMT pada hari Rabu. Analisa oleh kantor berita Reuters terhadap data pelacakan kapal MarineTraffic menunjukkan lokasi kapal identik dengan waktu ketika Fingrid mengatakan pemadaman listrik terjadi.
Estonia mengatakan pada hari Jumat (27/12) bahwa pihaknya akan mengirimkan kapal patroli untuk mengawasi jalur Estlink 1 ke Finlandia. “Kami telah memutuskan untuk mengirim angkatan laut kami dekat dengan Estlink 1 untuk mempertahankan dan mengamankan koneksi energi kami,” tulis Menteri Pertahanan Estonia Hanno Pevkur di X.
Langkah tersebut untuk menjamin bahwa kabel penghubung akan terus beroperasi, kata Pevkur di radio Estonia.
Secara terpisah, kepolisian Finlandia dan Estonia masih menyelidiki kerusakan yang terjadi tahun lalu pada jaringan pipa gas Balticconnector antara kedua negara. Kerusakan kemungkinan disebabkan oleh kapal yang menyeret jangkarnya di dasar laut.
Pada tahun 2022, jaringan pipa gas Nord Stream Rusia-Jerman yang membentang di sepanjang dasar laut di perairan yang sama meledak, dalam kasus yang masih diselidiki oleh Jerman.
rzn/hp (rtr,dpa,ap)
(ita/ita)
-

UI Bekali Ahli Gizi Puskesmas di Tangsel Data Analitik Guna Meningkatkan Public Values
loading…
Universitas Indonesia (UI) memberikan pelatihan kepada puluhan ahli gizi di Tangerang Selatan (Tangsel). Foto/istimewa
TANGSEL – Universitas Indonesia (UI) memberikan pelatihan kepada puluhan ahli gizi di Tangerang Selatan (Tangsel). Dalam pelatihan tersebut, tim UI memberikan materi tentang proses olah data analitik dan kaitannya dengan peningkatan public value.
Pelatihan berjudul “Workshop Data Analitik untuk Nutrisionis Puskesmas: Monitoring Stunting di Tangerang Selatan” ini merupakan pengabdian masyarakat (pengmas) dari Program Pendidikan Vokasi UI yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Tangsel, Pusdiklat PKU Muhammadiyah, serta STIKES Banten. Kegiatan ini dipimpin Ketua Pengabdi Wahyu Nofiantoro yang diselenggarakan selama dua hari di laboratorium komputer STIKES Banten.
Pengabdi dari Fakultas Ilmu Administrasi UI Kusnar Budi dan Fitria Ariyanti memberikan materi mengenai Peningkatan Public Value, Adaptasi dari: Creating Public Value yang dikemukakan oleh Mark Moore sejak 1995. Setidaknya terdapat 3 strategi untuk peningkatan public value yaitu, fokus pada penguatan lingkungan otoritas (Legitimacy & Support), lingkungan karya (operational capacity), dan lingkungan tugas (public values).
“Lingkungan otoritas bisa berupa legitimasi pimpinan di organisasi, lingkungan karya berupa kapabilitas operasional, dan lingkungan tugas adalah fungsi/peran organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarya, Sabtu (28/12/2024).
Pemenuhan ketiga strategi ini pasti tidaklah mudah. Setidaknya ada 3 tantangan yang harus dihadapi. Ketiga tantangan ini adalah meningkatkan kapasitas untuk membuat kebijakan yang memberi nilai manfaat bagi masyarakat; mendapatkan dukungan untuk membuat kebijakan yang memberi nilai manfaat bagi masyarakat; dan memikirkan kembali nilai manfaat bagi masyarakat.
Untuk mengatasi tantangan ini maka, dibutuhkan fokus pada tujuan utama agar bisa mencapai target yang diinginkan. Hal ini sejalan dengan materi yang dikemukakan oleh Wahyu Nofiantoro, yang mengatakan “4DX membantu kita memfokuskan energi pada tujuan utama dan memastikan pelaksanaan program yang konsisten dan terukur”.
Dalam buku “The 4 Disciplines of Execution” oleh Chris McChesney, Sean Covey, dan Jim Huling menyatakan terdapat beberapa penyebab kegagalan untuk mengimplemetasikan strategi, yaitu kejelasan tujuan, kurangnya komitmen, akuntabilitas.
Dalam mengatasi hal tersebut, dapat dilakukan dengan konsisten melakukan The 4 Disciplines of Execution (4DX) yang berfokus pada hal-hal yang sangat penting, bertindak berdasarkan tujuan yang terukur, membuat strategi yang menarik, dan menciptakan akuntabilitas – para pemimpin dapat menghasilkan terobosan yang baru.
-

Trump Kirim Surat ke Mahkamah Agung AS Minta Tunda Pemblokiran TikTok
Jakarta, CNN Indonesia —
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengajukan surat pada hari Jumat (27/12) yang mendesak Mahkamah Agung negara itu untuk menghentikan sementara undang-undang yang akan melarang TikTok.
Permintaan Trump itu diminta dipenuhi sehari sebelum pelantikannya pada tanggal 20 Januari 2025, apabila TikTok tidak dijual ke AS oleh pemiliknya di China, ByteDance.
“Mengingat kebaruan dan sulitnya kasus ini, pengadilan harus mempertimbangkan untuk menunda batas waktu menurut undang-undang guna memberikan lebih banyak ruang untuk mengatasi masalah ini,” tulis tim hukum Trump, seperti dilansir CNN.
Trump sangat menentang TikTok selama masa jabatan pertamanya tahun 2017-2021 dan mencoba dengan sia-sia untuk melarang aplikasi berbagi video tersebut dengan alasan keamanan nasional.
Partai Republik yang mengusung Trump menyuarakan kekhawatiran, yang juga disuarakan oleh para pesaing politiknya, bahwa Pemerintah Tiongkok mungkin menyadap data pengguna TikTok AS atau memanipulasi apa yang mereka lihat di platform tersebut.
Pejabat AS juga telah menyuarakan kekhawatiran atas popularitas TikTok di kalangan anak muda, dengan menuduh bahwa perusahaan induknya tunduk pada Beijing dan bahwa aplikasi tersebut digunakan untuk menyebarkan propaganda, klaim yang dibantah oleh perusahaan dan Pemerintah China.
Trump meminta perusahaan AS untuk membeli TikTok, dengan Pemerintah berbagi harga jual, tapi penggantinya di kursi Presiden AS kala itu, Joe Biden, melangkah lebih jauh, menandatangani undang-undang untuk melarang TikTok karena alasan yang sama.
Namun, Trump kini telah membalikkan haluan. Pada konferensi pers minggu lalu, Trump mengatakan bahwa ia memiliki solusi untuk TikTok dan bahwa pemerintahannya akan melihat aplikasi tersebut dan potensi larangannya.
Awal bulan ini, presiden terpilih tersebut bertemu dengan CEO TikTok Shou Zi Chew di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida. Baru-baru ini, Trump mengatakan kepada Bloomberg bahwa ia telah berubah pikiran tentang aplikasi tersebut.
“Sekarang (setelah) saya memikirkannya, saya mendukung TikTok, karena Anda membutuhkan persaingan. Jika Anda tidak punya TikTok, Anda punya Facebook dan Instagram – dan itu, Anda tahu, itu Zuckerberg,” ucap Trump.
Facebook, yang didirikan oleh Mark Zuckerberg dan bagian dari kerajaan teknologi Meta miliknya, termasuk di antara jaringan media sosial yang melarang Trump setelah serangan oleh para pendukungnya di US Capitol pada 6 Januari 2021.
Larangan tersebut didorong oleh kekhawatiran bahwa Trump akan menggunakan platform tersebut untuk mempromosikan lebih banyak kekerasan. Larangan tersebut pada platform media sosial utama milik Zuckerberg itu kemudian dicabut.
(wiw/wiw)
[Gambas:Video CNN]
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4566837/original/045785900_1694070287-robot-handshake-human-background-futuristic-digital-age.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tengok 4 Tren Adopsi AI oleh Industri Keuangan pada 2025 – Page 3
Liputan6.com, Jakarta – Perkembangan artificial intelligence (AI) tidak bisa dibendung, beradabtasi atau tertinggal. Semua sektor saat ini tengah berusaha menggunakan AI untuk berinovasi hingga memperoleh efisiensi, tak terkecuali dengan industri keuangan. AI Generatif (Gen AI) dengan cepat mentransformasi ranah layanan keuangan.
Semula Gen AI hanyalah sebuah proyek eksperimen tetapi di 2024 mendapatkan momentum serius, dengan begitu banyaknya lembaga keuangan yang sepenuhnya menggunakan AI untuk produksi dan mulai melihat hasil nyata dari investasi yang mereka lakukan.
Managing Director Southeast Asia Google Cloud Mark Micallef menjelaskan, tahun depan merupakan titik balik inovasi AI untuk sektor industri keuangan. Dengan mengadopsi AI generatif, lembaga keuangan dapat mengatasi tantangan ini secara langsung dan memungkinkan tercapainya tingkat efisiensi, keamanan, dan kepuasan pelanggan yang baru.
Menurutnya, terdapat empat tren yang akan mendorong adopsi AI di industri keuangan terutama perbankan pada 2025.
Penelusuran Intuitif Tingkatkan Produktivitas
“AI generatif akan mentransformasi manajemen informasi dalam lembaga keuangan,” terang Mark Micallef dikutip pada Sabtu (28/12/2024).
Saat ini, ada banyak organisasi yang kesulitan mengekstrak informasi bermakna dari penyimpanan data mereka yang besar tanpa perlu banyak campur tangan manusia.
Sebagai contoh, para analis pasar, petugas kepatuhan, dan tenaga profesional lainnya sering kali menghabiskan banyak waktu dan upaya untuk memilah-milah informasi yang tersebar di berbagai dokumen dan departemen dalam organisasi.
“Pada 2025, penelusuran yang didukung AI dengan kemampuan meringkas dokumen yang canggih akan memungkinkan karyawan menemukan dan menganalisis informasi dengan lebih cepat dan lebih efektif. Alih-alih mengolah data, mereka dapat berfokus pada analisis dan pengambilan keputusan di tingkat yang lebih tinggi,” kata dia.
Alat-alat tersebut akan memberikan akses instan ke berbagai informasi penting, menyederhanakan alur kerja, dan meningkatkan produktivitas.
Meskipun bantuan dari para ahli untuk memvalidasi dan menafsirkan informasi tetap berperan penting, kemampuan penelusuran baru ini akan menghemat waktu mereka saat mengumpulkan data sehingga mereka punya lebih banyak waktu untuk menghasilkan nilai dari informasi yang diperoleh.
/data/photo/2024/12/30/67728059f30f5.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
