Video: Pertemuan Tertutup Mark Zuckerberg dan Donald Trump, Bahas Apa?
Tag: Mark Zuckerberg
-

Dulu Berseteru, Zuckerberg Kini Merapat ke Donald Trump
Jakarta –
CEO Meta Mark Zuckerberg mengunjungi kediaman Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump di Mar-a-Lago. Hubungan mereka tampaknya semakin akrab setelah dahulu cukup sering berseteru.
Kunjungan Zuck ke kediaman Trump di Palm Beach, Florida, itu dikonfirmasi penasihat Trump, Stephen Miller. “Mark Zuckerberg telah sangat jelas tentang keinginannya untuk jadi pendukung dan peserta dalam perubahan ini yang kita lihat di seluruh Amerika, di seluruh dunia dengan gerakan reformasi yang dipimpin oleh Donald Trump,” kata Miller.
“Mark Zuckerberg, seperti banyak pemimpin bisnis lainnya, memahami bahwa Presiden Trump adalah agen perubahan, agen kemakmuran,” tambahnya yang dikutip detikINET dari Fox News.
Miller menambahkan Zuck tentu punya kepentingan sendiri. “Mark, jelas dia memiliki kepentingan sendiri, dan dia memiliki perusahaannya sendiri, dan dia punya agenda sendiri. Namun, dia telah menjelaskan ingin mendukung pembaruan nasional Amerika di bawah kepemimpinan Presiden Trump,” katanya.
Juli silam, Zuckerberg memuji Trump atas reaksinya yang mengepalkan tinjunya terhadap upaya pembunuhan terhadapnya. “Melihat Donald Trump bangkit setelah tertembak di wajah dan mengepalkan tinjunya ke udara dengan bendera Amerika adalah salah satu hal paling buruk yang pernah saya lihat dalam hidup saya,” cetus Zuck.
“Pada tingkat tertentu sebagai orang Amerika, sulit untuk tidak menjadi emosional tentang semangat dan perjuangan itu, dan saya pikir itulah sebabnya banyak orang menyukai pria itu,” tambahnya.
Kunjungan Zuckerberg ke Mar-a-Lago bukanlah interaksi pertama pendiri Facebook itu dengan pemimpin Republik tersebut. Pada bulan Agustus, Trump mengatakan bahwa Zuckerberg meneleponnya.
“Jadi, Mark Zuckerberg meneleponku. Pertama-tama, dia menelepon saya dua kali. Dia menelepon saya setelah acara tersebut dan dia mengatakan itu benar-benar luar biasa,” kata Trump.
Trump menambahkan Zuckerberg meminta maaf setelah Facebook pernah salah memberi label pada foto dirinya yang menjadi viral. “Dia benar-benar meminta maaf. Dia mengatakan mereka melakukan kesalahan dan mereka sedang memperbaiki kesalahan itu,” kata Trump.
(fyk/rns)
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4493170/original/014651900_1688635276-20230706_152855.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Threads Kantongi 35 Juta Penguna Baru pada November 2024 – Page 3
Untuk diketahui, Meta juga belum lama ini mengumumkan Threads tengah menjajal fitur baru untuk para penggunanya. Informasi soal uji coba ini diumumkan langsung oleh CEO Meta Mark Zuckerberg.
Dikutip dari Tech Crunch, Senin (18/11/2024), fitur baru Threads yang tengah diuji coba adalah custom feeds. Dengan fitur ini, pengguna bisa melakukan personalisasi pada feed mereka.
Dengan demikian, pengguna bisa lebih mudah melakukan interaksi serta mengontrol apa yang akan ditampilkan di feed mereka.
Uji coba fitur baru ini disebut tidak lepas dari kepopuleran Bluesky, platform yang menghadirkan layanan serupa Threads dan X. Platform tersebut memang memungkinkan pengguna mengatur feeds mereka sendiri.
Untuk membuat custom feed di Threads, pengguna cukup mencari topik atau profil yang diinginkan. Kemudian, pengguna tinggal menekan ikon tiga titik dan memilih opsi create new feed.
Pengguna juga memilih akun tertentu ke feeds mereka, cukup dengan mengunjuni profil tersebut. Lalu, ketuk ikon tiga titik di atas foto profilnya, dan ketuk opsi tambahkan ke dalam feed pengguna.
Kendati demikian, belum semua pengguna Threads memiliki akses ke fitur ini. Sebab, perusahaan memang baru menguji coba fitur tersebut.
Saat ini, Threads belum memastikan kapan fitur baru ini akan diluncurkan untuk semua pengguna. Karenanya, menarik untuk menunggu pengumuman lebih lanjut dari Meta.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4492474/original/015729400_1688612279-Screenshot_20230706_095439_Samsung_Internet.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Threads Prioritaskan Konten Sesuai Preferensi Pengguna, Kurangi Rekomendasi Acak – Page 3
Untuk diketahui, Meta juga belum lama ini mengumumkan Threads tengah menjajal fitur baru untuk para penggunanya. Informasi soal uji coba ini diumumkan langsung oleh CEO Meta Mark Zuckerberg.
Dikutip dari Tech Crunch, Senin (18/11/2024), fitur baru Threads yang tengah diuji coba adalah custom feeds. Dengan fitur ini, pengguna bisa melakukan personalisasi pada feed mereka.
Dengan demikian, pengguna bisa lebih mudah melakukan interaksi serta mengontrol apa yang akan ditampilkan di feed mereka.
Uji coba fitur baru ini disebut tidak lepas dari kepopuleran Bluesky, platform yang menghadirkan layanan serupa Threads dan X. Platform tersebut memang memungkinkan pengguna mengatur feeds mereka sendiri.
Untuk membuat custom feed di Threads, pengguna cukup mencari topik atau profil yang diinginkan. Kemudian, pengguna tinggal menekan ikon tiga titik dan memilih opsi create new feed.
Pengguna juga memilih akun tertentu ke feeds mereka, cukup dengan mengunjuni profil tersebut. Lalu, ketuk ikon tiga titik di atas foto profilnya, dan ketuk opsi tambahkan ke dalam feed pengguna.
Kendati demikian, belum semua pengguna Threads memiliki akses ke fitur ini. Sebab, perusahaan memang baru menguji coba fitur tersebut.
Saat ini, Threads belum memastikan kapan fitur baru ini akan diluncurkan untuk semua pengguna. Karenanya, menarik untuk menunggu pengumuman lebih lanjut dari Meta.
-

Whatsapp Punya Fitur Transkrip Pesan Suara, Ini Cara Menggunakannya
Bisnis.com, JAKARTA – Whatsapp, aplikasi pesan berbasis internet, kini dapat mentranskip pesan suara sehingga Anda tidak perlu lagi menulis ulang pesan tersebut.
Whatsapp baru saja memperkenalkan fitur transkrip pesan suara ke dalam teks, sehingga Anda dapat terus mengikuti percakapan, apa pun yang sedang Anda lakukan.
Transkrip dibuat di perangkat Anda sehingga tidak ada orang lain, bahkan WhatsApp, yang dapat mendengar atau membaca pesan pribadi Anda.
Adapun cara yang harus dilakukan untuk menjalankan fitur ini sebagai berikut:
1. Buka Pengaturan > Chat > Transkrip pesan suara untuk mengaktifkan atau menonaktifkan transkripsi secara mudah,
2. Lalu pilih bahasa transkrip Anda.
3. Anda dapat mentranskripsi pesan suara dengan menekan lama pesan tersebut, lalu ketuk ‘transkripsikan’.
WhatsappPerbesar
Whatsapp menyampaikan fitur transkrip ini akan diluncurkan secara global dalam beberapa minggu ke depan dengan beberapa bahasa pilihan untuk tahap awal.
“Kami berencana menambah lebih banyak bahasa dalam beberapa bulan mendatang,” tulis Whatsapp dikutip, Jumat (22/11/2024).
Sebelumnya, Whatsapp menambahkan fitur baru yaitu drafts Messages yang dapat membantu Pengguna melacak pesan yang belum terkirim, yang mungkin telah diketik tetapi lupa untuk dikirim.
Fitur ini berfungsi untuk mempermudah menemukan dan menyelesaikan pesan yang belum terkirim. Aplikasi versi terbaru sekarang akan mengenali pesan yang tidak lengkap dengan jelas dengan melabelinya “Draf” saat pengguna meninggalkannya.
Di platform iOS dan Android, fitur Draf Pesan sekarang dapat diakses oleh semua pengguna di seluruh dunia. Untuk menggunakan fitur ini, pengguna hanya perlu meningkatkan aplikasi WhatsApp mereka.
Bagaimana Cara Kerja Fitur Draf Pesan?
WhatsApp secara otomatis menyimpan pesan sebagai draf saat pengguna mulai mengetiknya tetapi tidak mengirimkannya. Ini menyiratkan bahwa pengguna tidak lagi khawatir kehilangan alur pemikiran mereka jika terjadi gangguan.
Di awal obrolan, setiap pesan yang belum terkirim akan diidentifikasi dalam daftar pesan dengan label “Draf” berwarna hijau. Isyarat visual ini memungkinkan pengguna dengan cepat menentukan pesan mana yang hilang.
Pengguna tidak perlu menelusuri seluruh riwayat obrolan mereka untuk menemukan dan kembali ke pesan mereka yang belum selesai karena obrolan dengan draf yang belum terkirim akan segera naik ke bagian atas daftar obrolan.
Jendela obrolan dengan pesan yang tidak lengkap akan segera didorong ke bagian atas kotak masuk untuk memastikannya tidak terlewatkan di tengah diskusi lainnya. Ketika pengguna terganggu, sibuk, atau perlu ingat untuk mengirim pesan, peningkatan ini bermanfaat karena memungkinkan mereka untuk melanjutkan diskusi yang sempat tertunda dengan cepat dan mudah.
Bagaimana Cara Menggunakan Fitur Draf Pesan di WhatsApp?
Mulailah mengetik pesan di obrolan apapun seperti biasa. Jika Anda keluar dari obrolan tanpa mengirim pesan, WhatsApp akan secara otomatis menyimpannya sebagai draf.
Cari label “Draf” di samping chat yang berisi pesan yang belum terkirim. Label ini akan muncul dalam warna hijau, sehingga mudah terlihat.
Obrolan dengan draf yang belum terkirim akan berada di bagian atas daftar obrolan Anda. Ketuk obrolan ini untuk membukanya dan melanjutkan pengeditan atau mengirim pesan Anda.
Setelah siap untuk mengirim pesan, cukup lengkapi teks Anda dan tekan kirim seperti biasa. Penerima akan melihat draf setelah Anda mengirimkannya.
Tidak perlu menyimpan secara manual; WhatsApp menangani semuanya secara otomatis, memungkinkan pengalaman yang mulus.
Pada saluran WhatsApp-nya, CEO Meta Mark Zuckerberg mengumumkan fungsi fitur tersebut, sebagai sesuatu yang “Semua orang butuhkan.” Indikasi Draf sedang dirilis untuk platform iOS dan Android, dan distribusi globalnya telah dimulai. Peningkatan ini akan meningkatkan kepuasan manajemen pesan aplikasi, dan meningkatkan kenyamanan pengguna.
Fitur Baru Tambahan Sub menu Chat
Fitur baru lainnya memungkinan pengguna untuk melihat lebih pada percakapan yang terlewatkan. Pengguna dapat menggunakan filter prasetel ini untuk membagi diskusi ke dalam kategori yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti pesan grup, obrolan yang belum dibaca, dan daftar favorit yang dapat disesuaikan.
Tab “Semua” menampilkan setiap obrolan di kotak masuk pengguna bagi mereka yang lebih suka melihat semuanya secara bersamaan. Fitur-fitur ini menunjukkan dedikasi berkelanjutan WhatsApp untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan menawarkan sumber daya yang memfasilitasi organisasi percakapan yang lebih baik. (Enrich Samuel K.P)
-

WhatsApp Rilis Fitur Draft Messages, Ini Kelebihannya
Bisnis.com, JAKARTA – Whatsapp dengan resmi telah menambahkan fitur baru yaitu drafts Messages pada minggu ini. Pengguna dapat melacak pesan yang belum terkirim yang mungkin telah diketik tetapi lupa untuk dikirim.
WhatsApp menyatakan dalam siaran pers bahwa fungsi ini dibuat untuk mempermudah menemukan dan menyelesaikan pesan yang belum terkirim.
Aplikasi versi terbaru sekarang akan mengenali pesan yang tidak lengkap dengan jelas dengan melabelinya “Draf” saat pengguna meninggalkannya. Di platform iOS dan Android, fitur Draf Pesan sekarang dapat diakses oleh semua pengguna di seluruh dunia. Untuk menggunakan fitur ini, pengguna hanya perlu meningkatkan aplikasi WhatsApp mereka.
Bagaimana Cara Kerja Fitur Draf Pesan?
WhatsApp secara otomatis menyimpan pesan sebagai draf saat pengguna mulai mengetiknya tetapi tidak mengirimkannya. Ini menyiratkan bahwa pengguna tidak lagi khawatir kehilangan alur pemikiran mereka jika terjadi gangguan.
Di awal obrolan, setiap pesan yang belum terkirim akan diidentifikasi dalam daftar pesan dengan label “Draf” berwarna hijau. Isyarat visual ini memungkinkan pengguna dengan cepat menentukan pesan mana yang hilang.
Pengguna tidak perlu menelusuri seluruh riwayat obrolan mereka untuk menemukan dan kembali ke pesan mereka yang belum selesai karena obrolan dengan draf yang belum terkirim akan segera naik ke bagian atas daftar obrolan.
Jendela obrolan dengan pesan yang tidak lengkap akan segera didorong ke bagian atas kotak masuk untuk memastikannya tidak terlewatkan di tengah diskusi lainnya. Ketika pengguna terganggu, sibuk, atau perlu ingat untuk mengirim pesan, peningkatan ini bermanfaat karena memungkinkan mereka untuk melanjutkan diskusi yang sempat tertunda dengan cepat dan mudah.
Bagaimana Cara Menggunakan Fitur Draf Pesan di WhatsApp?
Mulailah mengetik pesan di obrolan apapun seperti biasa. Jika Anda keluar dari obrolan tanpa mengirim pesan, WhatsApp akan secara otomatis menyimpannya sebagai draf.
Cari label “Draf” di samping chat yang berisi pesan yang belum terkirim. Label ini akan muncul dalam warna hijau, sehingga mudah terlihat.
Obrolan dengan draf yang belum terkirim akan berada di bagian atas daftar obrolan Anda. Ketuk obrolan ini untuk membukanya dan melanjutkan pengeditan atau mengirim pesan Anda.
Setelah siap untuk mengirim pesan, cukup lengkapi teks Anda dan tekan kirim seperti biasa. Penerima akan melihat draf setelah Anda mengirimkannya.
Tidak perlu menyimpan secara manual; WhatsApp menangani semuanya secara otomatis, memungkinkan pengalaman yang mulus.
Pada saluran WhatsApp-nya, CEO Meta Mark Zuckerberg mengumumkan fungsi fitur tersebut, sebagai sesuatu yang “Semua orang butuhkan.” Indikasi Draf sedang dirilis untuk platform iOS dan Android, dan distribusi globalnya telah dimulai. Peningkatan ini akan meningkatkan kepuasan manajemen pesan aplikasi, dan meningkatkan kenyamanan pengguna.
Fitur Baru Tambahan Sub menu Chat
Fitur baru lainnya memungkinan pengguna untuk melihat lebih pada percakapan yang terlewatkan. Pengguna dapat menggunakan filter prasetel ini untuk membagi diskusi ke dalam kategori yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti pesan grup, obrolan yang belum dibaca, dan daftar favorit yang dapat disesuaikan.
Tab “Semua” menampilkan setiap obrolan di kotak masuk pengguna bagi mereka yang lebih suka melihat semuanya secara bersamaan. Fitur-fitur ini menunjukkan dedikasi berkelanjutan WhatsApp untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan menawarkan sumber daya yang memfasilitasi organisasi percakapan yang lebih baik. (Enrich Samuel K.P)
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4493369/original/083394200_1688642378-IMG_20230706_180930_408.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Threads Makin Personal, Pengguna Bakal Bisa Atur Feeds Sendiri – Page 3
Di sisi lain, Meta berencana menghadirkan iklan ke aplikasi Threads pada Januari 2025. Langkah itu menunjukkan bahwa perusahaan ingin mulai menghasilkan uang dari layanan yang berkembang pesat tersebut.
Pada Agustus, ketika aplikasi tersebut mencapai 200 juta pengguna, CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan bahwa Threads dapat menjadi layanan dengan satu miliar pengguna.
Ia menyebut, untuk menghasilkan uang dari aplikasi tersebut akan menjadi upaya bertahun-tahun. Demikian menurut laporan The Information, dikutip dari Engadget, Kamis (14/11/2024).
“Semua produk baru ini, kami kirimkan, dan kemudian ada jangka waktu beberapa tahun antara penskalaannya dan kemudian penskalaannya tidak hanya ke pengalaman konsumen tetapi juga bisnis yang sangat besar,” kata Zuckerberg.
Dalam laporan pendapatan terbaru perusahaan, CFO Meta Susan Li mengatakan bahwa perusahaan tidak mengharapkan Threads menjadi pendorong pendapatan 2025.
Menurut The Information, Meta berencana meluncurkan iklan secara perlahan di Threads. Perusahaan akan memulai dengan sejumlah kecil pengiklan pada Januari 2025. Namun, tidak jelas seberapa cepat upaya ini dapat berkembang.
“Karena prioritas kami adalah membangun nilai konsumen terlebih dahulu, saat ini tidak ada iklan atau fitur monetisasi di Threads,” kata juru bicara Meta dalam sebuah pernyataan.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4609838/original/036942600_1697195912-julio-lopez-ilbjfRwOgzA-unsplash.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Meta akan Tebar Iklan ke Threads mulai Januari 2025? – Page 3
Laporan sebelumnya mengungkap kalau ada fitur baru yang sedang digarap Threads, aplikasi milik Meta. Kini, beberapa pengguna melaporkan bahwa mereka bisa menambahkan lokasi pada unggahan mereka.
Sekadar informasi, ini pertama kalinya Threads meminta pengguna untuk berbagi detail lokasi mereka. Dikutip dari Engadget, Rabu (2/10/2024), fitur ini mirip dengan yang ada di Instagram.
Setelah memberikan izin akses lokasi, pengguna akan melihat daftar tempat di sekitarmu yang bisa ditambahkan ke unggahan. Pengguna juga bisa mencari tempat secara manual.
Yang lucu, beberapa pengguna iseng menandai lokasi mereka sebagai “neraka” di Threads.
Menurut penjelasan di aplikasi, Meta berencana menggunakan fitur berbagi lokasi ini untuk menampilkan konten yang lebih sesuai dengan tempat di sekitar pengguna.
Kehadiran kemampuan tambahan ini disebut bisa meningkatkan fitur pencarian Threads, yang sejauh ini lebih berguna untuk mengikuti berita terkini atau acara yang sedang terjadi.
Selain itu, fitur ini kemungkinan juga bakal berperan besar ketika Meta mulai memasang iklan di aplikasi Threads. Mark Zuckerberg sebelumnya menyatakan bahwa iklan akan hadir setelah aplikasi ini berkembang lebih besar.
Dengan berbagi lokasi, Meta bisa mendapatkan data penting untuk menampilkan iklan yang lebih relevan bagi pengguna. Untuk sekarang, fitur berbagi lokasi masih dalam tahap peluncuran dan belum tersedia untuk semua pengguna.
Beberapa pengguna melaporkan fitur ini muncul sebentar di aplikasi Threads, tapi kemudian hilang. Untuk versi web, fitur ini juga belum terlihat. Karenanya, menarik untuk menunggu kehadiran fitur ini secara resmi.
-

Zuckerberg Disebut Beli Jam Tangan Mewah F.P. Journe Rp 124 M
Jakarta –
Dunia jam tangan mewah kembali dihebohkan dengan terjualnya jam tangan F.P. Tourbillon Souverain à Remontoire d’Egalité milik F.P. Journe dari tahun 1993 dengan harga fantastis, yaitu CHF 7,3 juta atau sekitar USD 8,3 juta (Rp124 miliar) dalam sebuah lelang. Yang lebih menarik, muncul dugaan kuat bahwa pembeli misterius jam tangan langka tersebut adalah pendiri Facebook, Mark Zuckerberg!
Rumor ini berhembus kencang di kalangan kolektor dan penggemar jam tangan mewah. Zuckerberg, yang dikenal dengan gaya hidupnya yang sederhana, belakangan ini memang terlihat mengenakan jam tangan mewah di beberapa kesempatan.
Ada beberapa alasan mengapa bos Meta yang mungkin telah membeli jam tangan pemecah rekor. Tahun ini, Zuckerberg akhirnya membuang kaos dan hoodie abu-abu polosnya dan berganti dengan tampilan yang lebih modis. Perubahan gaya yang tiba-tiba dari pria berusia 40 tahun itu sangat terlihat.
Zuck tidak hanya mengubah selera modenya tetapi juga memanjakan diri dengan mainan super mahal. Selain menghabiskan USD 300 juta untuk sebuah megayacht, bapak tiga anak ini membeli sepasang Porsche Cayenne Turbo GT untuk dirinya dan sang istri.
Tak sampai di situ, dia juga dikenal menjadi kolektor jam tangan yang serius tahun ini. Salah satu koleksinya adalah Patek Philippe yang dibeli seharga USD 141.000 atau Rp 2,2 miliar.
Suasana lelang jam FOP Journe Foto: LuxurylaunchesApa yang Membuat F.P. Journe Mahal?
Dilansir dari Luxurylaunches, jam tangan Journe merupakan salah satu karya terbaik dari François-Paul Journe, seorang pembuat jam tangan independen ternama. Diproduksi pada tahun 1993, jam tangan ini sangat langka dan diincar para kolektor..
Jam tangan ini memiliki casing 38mm yang terbuat dari platinum, sementara gerakan lilitan manual terbuat dari emas 18k. Ada fitur Tourbillon, yakni mekanisme yang mengurangi pengaruh gravitasi pada akurasi jam.
Mark Zuckerberg Diduga Beli Jam Mewah FP Journe Foto: Luxurylaunches
Selain itu terdapat Remontoire d’Egalité, sebuah mekanisme yang menjamin tenaga yang konstan ke escapement, meningkatkan akurasi.
Jam tangan pertama F.P. Journe dibuat untuk dirinya sendiri pada tahun 1991, dan itu tidak pernah dijual eceran. Sebelum itu, pembuat jam Prancis hanya membuat jam saku atau menciptakan merek lain, termasuk Cartier.
(afr/afr)
-

Trump Menang Saham Tesla Nanjak, Kekayaan Elon Musk Tembus Rp 4.915 Triliun
Jakarta –
Kekayaan bersih Elon Musk telah melonjak drastis. Kini angkanya mencapai USD 314 miliar atau sekitar Rp 4.915 triliun.
Hal ini bisa terjadi karena saham perusahaan mobil listriknya, Tesla, mengalami lonjakan menyusul kemenangan pemilu Donald Trump. Tercatat kalau kekayaannya naik USD 50 miliar atau sekitar Rp 782,7 triliun sejak 5 November 2024.
Dengan begitu, Musk menduduki posisi pertama dalam daftar orang terkaya di dunia. Dirinya melampaui kekayaan bersih Jeff Bezos di peringkat kedua, sebesar USD 230 miliar atau sekitar Rp 3.600 triliun.
Jumlah tersebut juga mengalahkan Mark Zuckerberg yang ada di urutan ketiga, dengan kekayaan bersih USD 209 miliar atau sekitar Rp 3.271 triliun. Lalu unggul dari Bill Gates yang mengisi posisi keenam, senilai USD 162 miliar atau sekitar Rp 2.536 triliun.
Melonjaknya kekayaan CEO Tesla tersebut hampir mencapai rekor sebelumnya, hingga USD 340 miliar atau sekitar Rp 5.322 triliun pada 2021. Itu terjadi setelah minggu yang luar biasa di pasar saham perusahaannya meningkat, sekitar 28% sejak penutupan hari Selasa.
Seperti yang diketahui, Musk merupakan pendukung garis keras Trump selama kampanye kepresidenan Amerika Serikat ke-47. Diketahui kalau dirinya telah menyumbang lebih dari USD 100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun, untuk mendukung Trump.
Analis Wedbush, Dan Ives, menyatakan bahwa kemenangan Trump dapat menguntungkan Tesla secara signifikan. Sebab posisi perusahaan mobil listrik tersebut lebih baik daripada para pesaingnya, bila Trump menarik keringanan pajak, insentif, dan lain sebagainya yang bisa meningkat penjualan Tesla.
“Tesla memiliki skala dan cakupan yang tak tertandingi dalam industri kendaraan listrik dan dinamika ini dapat memberi Musk dan Tesla keunggulan kompetitif yang jelas dalam lingkungan subsidi non-kendaraan listrik, ditambah dengan kemungkinan tarif Tiongkok yang lebih tinggi yang akan terus mendorong pemain kendaraan listrik Tiongkok yang lebih murah (BYD, Nio, dll.) agar tidak membanjiri pasar AS selama tahun-tahun mendatang,” katanya.
(hps/asj)
