Tag: Mark Zuckerberg

  • Top 3 Tekno: 7 Fitur iOS 18.2 hingga Meta AI Dipakai 600 Juta Pengguna – Page 3

    Top 3 Tekno: 7 Fitur iOS 18.2 hingga Meta AI Dipakai 600 Juta Pengguna – Page 3

    Meta kian agresif menjadikan asisten AI sebagai bagian penting dalam aplikasinya dan tampaknya upaya tersebut mulai terbayar. Pasalnya, Meta AI kini punya banyak pengguna di seluruh dunia.

    Dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya, Founder sekaligus Bos Meta, Mark Zuckerberg, menyebut kalau Meta AI kini dipakai oleh hampir 600 juta pengguna aktif bulanan.

    “Meta AI ditargetkan jadi asisten AI paling banyak dipakai di dunia hingga akhir 2024,” kata Zuckerberg dalam video yang ia unggah di akun Instagram @zuck.

    Zuck pun mempersilakan pengguna yang belum pernah menjajal Meta AI untuk mencobanya, terutama Meta AI dengan perintah suara.

    Capaian 600 juta pengguna itu terbilang cukup cepat, padahal, Meta AI baru debut sekitar November tahun lalu. Perkembangannya cukup pesat karena pada Oktober ini, jumlah penggunanya sudah mencapai lebih dari 500 juta user.

    Mark Zuckerberg juga mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan ini tidak lepas dari perilisan model bahasa open source Llama 3.3 70B terbaru Meta yang membuat Meta AI kian pintar dan kontekstual.

    Baca selengkapnya di sini 

     

  • Mark Zuckerberg: Meta AI Dipakai Hampir 600 Juta Pengguna Tiap Bulan – Page 3

    Mark Zuckerberg: Meta AI Dipakai Hampir 600 Juta Pengguna Tiap Bulan – Page 3

    Namun demikian, Zuck tidak mengungkap bagaimana Llama 4 akan bekerja maupun peningkatan yang akan diusungnya.

    Ia hanya membocorkan, operasional Llama 4 dibarengi dengan upaya Meta untuk mengoperasikan data center berkapasitas lebih dari 2GW di Louisiana, Amerika Serikat.

    Data center ini akan dipakai untuk melatih model Llama 4 agar menjadi lebih cerdas dan masif dibandingkan model AI yang sekarang.

    “Kami di Meta akan menjadikannya sebagai kerja jangka panjang dan kami berkomitmen untuk menjadikan Meta AI jadi AI paling maju di dunia,” ujarnya, menyebutkan komitmen perusahaan terhadap perkembangan AI.

  • TikTok Terancam Disuntik Mati, Cuma Jurus Ini Jadi Penyelamat

    TikTok Terancam Disuntik Mati, Cuma Jurus Ini Jadi Penyelamat

    Jakarta, CNBC Indonesia – TikTok kalah di pengadilan banding Amerika Serikat (AS) dalam upayanya membatalkan undang-undang yang dapat menyebabkan platform tersebut dilarang di Amerika Serikat. Putusan ini membawa TikTok selangkah lebih dekat menuju larangan operasional di AS

    Namun, larangan bisa dihindari bila ByteDance sebagai induk perusahaan asal China menjual platform tersebut sebelum 19 Januari 2025. Setelah tenggat waktu tersebut, toko aplikasi dan penyedia layanan internet di AS bisa dikenai denda besar jika tetap mendistribusikan TikTok tanpa perubahan kepemilikan.

    TikTok berencana mengajukan banding atas putusan ini.

    “Mahkamah Agung memiliki rekam jejak panjang dalam melindungi hak kebebasan berbicara warga Amerika, dan kami yakin mereka akan melakukan hal yang sama untuk isu konstitusional penting ini,” ujar juru bicara TikTok, Michael Hughes, dikutip dari CNN International, Sabtu, (7/12/2024).

    “Larangan TikTok ini dirancang berdasarkan informasi yang salah dan hipotetis, yang berujung pada penyensoran langsung terhadap rakyat Amerika,” tambahnya.

    Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang pada April yang mengharuskan ByteDance menjual TikTok kepada pemilik non-China atau menghadapi larangan operasional. Legislator AS khawatir data pengguna TikTok dapat digunakan pemerintah China untuk pengawasan atau propaganda.

    TikTok menggugat undang-undang tersebut pada Mei, menyebutnya melanggar kebebasan berbicara lebih dari 170 juta pengguna AS. Dalam sidang September, pemerintah AS berargumen algoritma TikTok di bawah kendali ByteDance dapat digunakan untuk memengaruhi pengguna AS.

    Panel tiga hakim pengadilan banding menyatakan bahwa undang-undang tersebut dibuat untuk melindungi keamanan nasional AS. “Karena jangkauan TikTok yang luas, Kongres dan beberapa Presiden menyimpulkan bahwa pemisahan kendali platform ini dari pemerintah Tiongkok sangat penting untuk melindungi keamanan nasional,” tulis mereka.

    Hakim juga menolak keberatan TikTok terkait keprihatinan keamanan nasional yang diajukan pemerintah AS. Menurut pengadilan, TikTok hanya “berdebat soal detail” tanpa mengatasi kekhawatiran utama terkait manipulasi algoritma dan pengumpulan data.

    Analis eMarketer, Jasmine Enberg, menyebut putusan ini sebagai kemunduran besar bagi TikTok, tetapi belum menjadi akhir dari perjuangannya.

    “Jika banding ke Mahkamah Agung juga gagal dan larangan diberlakukan, ini akan menyebabkan guncangan besar di lanskap media sosial, menguntungkan Meta, YouTube, dan Snap, tetapi merugikan pembuat konten serta bisnis kecil yang mengandalkan TikTok,” ujarnya.

    Pendukung TikTok, Patrick Toomey, Deputi Direktur Proyek Keamanan Nasional ACLU, mengecam putusan ini sebagai preseden yang berbahaya.

    “Melarang TikTok secara terang-terangan melanggar hak Amandemen Pertama jutaan orang Amerika yang menggunakan aplikasi ini untuk berekspresi dan berkomunikasi,” kata Patrick.

    Reaksi dari pengguna TikTok juga beragam, dengan sebagian besar merasa khawatir atas kemungkinan larangan. “Ini gila,” ujar salah satu pengguna dalam video yang diunggah ke platform tersebut. “Aku tidak ingin (CEO Meta) Mark Zuckerberg memiliki TikTok, itu tidak akan membuatku merasa lebih baik,” tambahnya.

    Jika TikTok gagal mengajukan banding atau menjual sahamnya, larangan tersebut akan mulai berlaku sehari sebelum pelantikan Presiden AS berikutnya. Meskipun mantan Presiden Donald Trump pernah mencoba melarang TikTok, ia baru-baru ini menyatakan tidak lagi mendukung langkah tersebut.

    (dce)

  • VIDEO: Fitur Baru Indikator Mengetik di Whatsapp

    VIDEO: Fitur Baru Indikator Mengetik di Whatsapp

    Meta menggulirkan sebuah fitur baru WhatsApp yang bermanfaat bagi para pengguna yang sedang menunggu balasan pesan dari rekan atau keluarga mereka. Kehadiran fitur baru WhatsApp ini diumumkan langsung oleh bos Meta, Mark Zuckerberg.

    Ringkasan

  • Saingi Bluesky, Threads Luncurkan Fitur Baru

    Saingi Bluesky, Threads Luncurkan Fitur Baru

    Jakarta

    Belum lama ini Kepala Instagram Adam Mosseri mengumumkan sedang menguji coba beberapa peningkatan pada fitur seperti pencarian dan trend di Threads.

    Kini, fitur-fitur tersebut sudah resmi diluncurkan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan untuk seluruh pengguna secara global.

    Dilansir detikINET dari The Verge, Selasa (3/12/224) pembaruan fitur ini akan memungkinkan pengguna dapat memfilter atau mencari postingan berdasarkan rentang tanggal waktu tertentu dari akun profil tertentu.

    Pencarian yang ada di dalam Threads adalah pencarian kata kunci dasar untuk menemukan topik, postingan, atau akun yang sedang tren dengan opsi pengurutan ‘Teratas’ dan ‘Terbaru’.

    Tampilan fitur pencarian baru di Threads. Foto: Screenshot Threads

    Versi yang diperbarui ini juga telah menambahkan ikon pengaturan ke bilah pencarian yang, ketika diketuk, maka akan muncul opsi ‘Setelah tanggal’, ‘Sebelum tanggal’, dan ‘Dari profil’.

    Pembaruan ini yang dilakukan Threads ini pun menjadi persaingan sengit dengan platform pesaingnya X dan Bluesky, di mana keduanya sudah memiliki fitur pencarian yang bahkan lebih canggih dari yang dimiliki Threads. Tetapi setidaknya ini adalah sebuah permulaan bagi Threads.

    Seiring dengan pertumbuhan pesaingnya, Bluesky, di tengah-tengah banyaknya pengguna yang beralih dari X, Meta seolah tak ingin tertinggal, yang secara tiba-tiba mulai meluncurkan banyak pembaruan yang telah lama diminta pengguna.

    Pembaruan tersebut termasuk umpan feeds khusus, penyesuaian pada algoritma umpan For You untuk memberi bobot postingan dari akun yang pengguna ikuti dengan lebih berat.

    Dan sebuah uji coba yang diumumkan oleh Mark Zuckerberg yang memberikan pilihan kepada beberapa pengguna untuk memilih umpan mengikuti mereka secara default, bukannya umpan yang diurutkan secara algoritmik.

    (jsn/fay)

  • Peta Kabel Laut Dunia Punya Meta, Singapura Diabaikan

    Peta Kabel Laut Dunia Punya Meta, Singapura Diabaikan

    Jakarta

    Meta milik Mark Zuckerberg punya rencana bikin kabel laut keliling dunia, tanpa lewat Singapura dan memutari Indonesia. Peta kabelnya unik seperti huruf W.

    Singapura yang dikenal sebagai hub bisnis, sama sekali tidak disentuh jalur kabel laut ini. Bahkan beberapa titik ekonomi penting seperti kawasan Mediterania, Dubai dan Jepang juga dijauhi rencana kabel laut Meta.

    Semua itu ada alasannya. Dilansir TechCrunch, kabel baru Meta ini akan membentang 40.000 km dengan nilai investasi lebih dari USD 10 miliar (Rp 159 triliun).

    Pakar kabel laut dan founder Flag Telecom, Sunil Tagare, dalam blognya di LinkedIn seperti dilihat detikINET, Selasa (3/12/2024) mengungkapkan peta kabel laut Meta yang disebut Kabel W Meta, adalah karena menyerupai huruf W. Gambarnya bisa dilihat di bawah ini.

    Peta kabel laut W yang akan dibangun Meta. Foto: (Sunil Tagare/OpenCables)

    Dari Pantai Timur Amerika Serikat, kabel ini berangkat dari 2 titik yaitu Pantai Myrtle dan Pantai Virginia melintasi Samudra Atlantik menuju Cape Town dan Durban di Afrika Selatan. Dari situ, kabel menyeberangi Samudra Hindia ke Mumbai dan Chennai di India.

    Dari sana, kabel menuju Darwin, Australia dengan memutari Indonesia dari sisi terluar barat dan selatan. Dari Darwin, kabel menyeberangi Samudera Pasifik dan kembali ke Amerika Serikat di Eureka dan Pantai Grover di Pantai Timur AS.

    Kabel ini sepenuhnya milik Meta, tidak berbagi dengan yang lain dan itu untuk optimalisasi layanan Meta mencakup Facebook, Instagram dan WhatsApp. Itu sebabnya kabel ini dirancang jauh dari tempat-tempat yang berpotensi ada masalah.

    Tagare memuji peta ini karena tidak melewati satu pun ‘Point of Failure’. Titik kegagalan adalah lokasi di dunia yang rawan konflik politik atau kepadatan tinggi. Point of Failure yang disebut Tagare adalah Mesir, Selat Gibraltar, Selat Bab-el Mandeb, Selat Malaka, Singapura, Laut China Selatan, Inggris, New York dan Selat Hormuz.

    “Rute yang dipikirkan Meta dimaksudkan untuk membantu perusahaan dunia yang menghindari ketegangan geopolitik,” kata sumber dekat Meta kepada TechCrunch.

    Seperti diketahui, kawasan Selat Bab-el Mandeb rawan serangan Houthi yang didukung Iran. Sementara Laut Baltik ada kejadian kabel laut putus yang diduga ulah Rusia dan China.

    Uniknya, Tagare punya komentar soal Peta Kabel W Meta ini. Mestinya kata dia ada beberapa tambahan percabangan antara lain di Sydney, Forteleza di Brasil dan Jakarta. Iya betul, Jakarta.

    “Ini tidak hanya menciptakan kesempatan unik untuk menghubungkan Indonesia tanpa harus lewat Selat Malaka, tapi bisa juga jadi jalan ke Singapura. Lebih penting lagi, ini bisa tersambung dengan kabel Bifrost milik Meta dan menciptakan jalur pemulihan,” kata Tagare.

    Sebagai informasi, Bifrost adalah kabel laut milik Meta dari Amerika dan Telin dari Indonesia yang menghubungkan Amerika langsung ke Jakarta lewat Guam dan Manado.

    (fay/afr)

  • Intip Proyek Ambisius Mark Zuckerberg, Nilainya Capai Rp158 Triliun

    Intip Proyek Ambisius Mark Zuckerberg, Nilainya Capai Rp158 Triliun

    Jakarta, CNBC Indonesia – Meta dilaporkan berencana untuk membangun kabel bawah laut yang membentang di seluruh dunia. Perusahaan milik Mark Zuckerberg yang memiliki FaceBook, Instagram, dan WhatsApp ini menguasai hampir 10 persen lalu lintas internet tetap dan 22% lalu lintas internet seluler di seluruh dunia.

    Menurut laporan terbaru oleh TechCrunch yang mengutip sumber yang dekat dengan perusahaan tersebut, Meta saat ini berencana untuk memasang kabel serat optik yang panjangnya lebih dari 40.000 km.

    Awalnya, Meta akan berinvestasi sekitar US$2 miliar (Rp31,6 triliun), tetapi seiring berjalannya proyek, biaya akhir akan naik menjadi sekitar US$10 miliar (Rp158,3 triliun), yang tidak banyak untuk perusahaan sebesar ini.

    Publikasi tersebut juga mengatakan bahwa rencana proyek telah disusun, tetapi sumber tersebut menolak berkomentar tentang anggaran. Perusahaan diharapkan untuk membagikan informasi lebih lanjut seperti rute yang dituju, kapasitas, dan alasan di balik proyek tersebut pada awal tahun 2025.

    Namun, perlu waktu beberapa tahun sebelum kabel tersebut berfungsi penuh. Dalam sebuah pernyataan, seorang analis industri kabel bawah laut Ranulf Scarborough mengatakan bahwa kapal kabel “mahal saat ini dan dipesan beberapa tahun sebelumnya.”

    Jika dan ketika rencana tersebut membuahkan hasil, kabel bawah laut tersebut akan memberi Meta rute khusus untuk mengirim dan menerima data di seluruh dunia. Ternyata, kabel bawah laut Meta dapat membentang dari pantai timur Amerika Serikat ke India vs Afrika Selatan dan kemudian kembali ke pantai barat Amerika Serikat melalui Australia.

    Sebagai informasi, ini bukan pertama kalinya Meta berinvestasi dalam kabel komunikasi bawah laut. Perusahaan tersebut dilaporkan telah menjadi salah satu pemilik 16 jaringan, yang mencakup kabel 2Africa yang baru.

    (tfa/haa)

  • Meta Ingin Bangun Kabel Bawah Laut yang Kelilingi Bumi

    Meta Ingin Bangun Kabel Bawah Laut yang Kelilingi Bumi

    Jakarta

    Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, kabarnya sedang menyiapkan proyek kabel fiber optik bawah laut ambisius yang akan mengelilingi Bumi. Proyek ini diprediksi memakan biaya sebesar USD 10 miliar atau sekitar Rp 158 triliun.

    Menurut laporan TechCrunch, proyek ini akan mencakup jalur kabel bawah laut dengan panjang lebih dari 40.000 km. Menariknya, Meta akan menjadi satu-satunya pemilik dan pengguna jaringan kabel bawah laut ini.

    Kabar soal proyek ambisius Meta ini pertama kali dilaporkan oleh pakar kabel bawah laut Sunil Tagare pada Oktober lalu. Ia mengatakan pembangunan proyek ini mungkin membutuhkan waktu 5-10 tahun.

    Sumber yang dekat dengan Meta mengonfirmasi proyek ini tapi mereka mengatakan pengembangannya masih dalam tahap awal. Meta mungkin akan mengumumkan lebih banyak informasi pada awal tahun 2025.

    Jaringan kabel ini akan menghindari area dengan kondisi politik tidak stabil di mana kabel bawah laut rawan disabotase seperti Laut Merah, Laut China Selatan, Mesir, Marseilles, Selat Malaka, dan Singapura.

    Dalam beberapa tahun terakhir, jaringan kabel bawah laut pernah diputus akibat perang dan ketegangan politik. Hanya beberapa hari yang lalu, kapal China dituding memutus kabel bawah laut di perairan Eropa.

    Rute jaringan yang direncanakan akan dimulai dari pesisir timur Amerika Serikat menuju Afrika Selatan, lalu ke India, dilanjutkan ke Australia, dan berakhir di pesisir barat AS. Tagare menyebut proyek ini dengan nama ‘W’ karena bentuk jalurnya yang menyerupai huruf W.

    Meta bukan pemain baru di bisnis kabel bawah laut. Menurut analis telekomunikasi Telegeography, Meta merupakan salah satu pemilik 16 jaringan kabel bawah laut yang sudah ada, seperti dikutip dari TechCrunch, Minggu (1/12/2024).

    Proyek kabel bawah laut terbaru yang melibatkan Meta adalah 2Africa yang mengelilingi benua Afrika. Operator lain dalam proyek tersebut antara lain Orange, Vodafone, China Mobile, Bayobab/MTN, dan masih banyak lagi.

    Namun, proyek kabel bawah laut terbaru ini akan dimiliki sepenuhnya oleh Meta dan akan digunakan sepenuhnya untuk mendukung traffic ke semua platform miliknya. Perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini akan mengikuti jejak Google yang juga terlibat dalam 33 rute kabel bawah laut, termasuk beberapa rute regional miliknya sendiri.

    (vmp/vmp)

  • Threads Semakin Praktis, Pengguna Tinggal Geser untuk Pindah Feed – Page 3

    Threads Semakin Praktis, Pengguna Tinggal Geser untuk Pindah Feed – Page 3

    Untuk diketahui, Threads mengalami pertumbuhan yang signifikan sepanjang November, di mana berhasil mengantongi 35 juta pendaftaran (pengguna baru).

    Platform media sosial milik Meta itu mengklaim telah menerima lebih dari satu juta pendaftaran setiap hari selama tiga bulan terakhir.

    Sebelumnya, CEO Instagram Adam Mosseri mengumumkan 15 juta pendaftaran untuk November di pertengahan bulan. Lalu CEO Meta Mark Zuckerberg baru-baru ini memberi tahu para investor bahwa aplikasi tersebut memiliki lebih dari 275 juta pengguna aktif bulanan.

    Sementara aplikasi media sosial pesaingnya, Bluesky, telah berkembang pesat dan mendapatkan banyak liputan pers yang positif. Namun, perlu dicatat bahwa Bluesky baru saja melewati angka 20 juta pengguna.

    Threads mengumpulkan 20 juta pengguna dalam waktu sekitar satu hari setelah diluncurkan, meskipun aplikasi tersebut didukung sepenuhnya oleh Meta, dalam hal ini Facebook dan Instagram.

    Bluesky sendiri merengkuh popularitas dari mulut ke mulut. Menariknya, Threads mulai meniru beberapa fitur yang sudah ada dari Bluesky.

    Platform tersebut baru-baru ini memperkenalkan feed khusus dan kemampuan untuk mengubah feed default bagi orang yang kamu ikuti.

    Mosseri mengakui bahwa mereka telah mulai mengembangkan fitur-fitur tertentu yang sudah dalam pengerjaan.

    Baik Threads dan Bluesky bisa dibilang ingin menjadi X berikutnya. Akan tetapi, X seakan menjadi ‘tempat pembuangan sampah’ yang penuh dengan keluhan, pornbot, dan iklan mengganggu.

  • Tembus Rp1,5 Miliar, Ini yang Bikin Harga Bitcoin Meroket

    Tembus Rp1,5 Miliar, Ini yang Bikin Harga Bitcoin Meroket

    Jakarta: Aset kripto Bitcoin (BTC) memecahkan rekor dengan sempat menembus harga USD99,655 atau Rp1.579.731.000. Bitcoin saat ini masuk 10 besar aset paling bernilai di dunia dan berada di posisi ke-7 dengan kapitalisasi pasar mencapai USD1,824 triliun, lebih unggul dibandingkan perusahaan minyak Saudi Aramco, perak, dan Meta milik Mark Zuckerberg. 
     
    Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengungkapkan banyak faktor pendorong kenaikan harga Bitcoin. Salah satunya, kemenangan Donald Trump yang akan menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47. Disamping itu, sentimen positif dari Negeri Paman Sam juga turut mendongkrak harga Bitcoin bisa mencapai All-Time-High.
     
    “Masuknya arus uang dari produk ETF BTC mencapai USD2 miliar, mundurnya Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS Gary Gensler, hingga positifnya data makroekonomi khususnya di AS, yang seluruhnya meningkatkan ketertarikan investor untuk ikut berinvestasi pada Bitcoin,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 28 November 2024.
    Menurut data Triple-A, jumlah orang yang memiliki aset kripto di seluruh dunia  mencapai 562 juta orang pada 2024 atau naik hingga 34 persen dibandingkan 2023. Sementara kenaikan harga Bitcoin membuat investor retail bertanya kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi pada Bitcoin, terutama karena volatilitas dan asumsi harga yang sudah terlalu tinggi. 
     
    “Setelah mencapai harga tertingginya di USD69 ribu pada November 2021, Bitcoin kembali menunjukkan ketahanannya dengan hampir mendekati harga USD100 ribu. Ini membuktikan peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai (store of value) serta memiliki potensi memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan aset lainnya,” ujar Iskandar. 
     
    Jika dibandingkan emas dan saham, Bitcoin unggul dari sisi return of investment (ROI) dalam 14 tahun terakhir. Harga per gram mencatatkan ROI 334,26 persen dari sekitar Rp322 ribu menjadi Rp1,39 juta pada 2024, sedangkan IHSG mencatatkan ROI di kisaran 431,37 persen dari sekitar 1,355 poin pada 2009 menjadi 7,200 poin per 25 November 2024.
     

     
    Sementara sejak diluncurkan pada 2009, Bitcoin hanya bernilai sekitar USD0.000764 per BTC atau dengan kurs saat itu sebesar Rp10 ribu maka harga BTC hanya sekitar Rp7,64. Adapun 14 tahun mendatang pada 2024, harga BTC menyentuh USD99,655 setara Rp1.579.731.000 yang berarti persentase kenaikannya sebesar 13 miliar persen.
     
    Iskandar menyebut, BTC saat ini masuk dalam fase bullish, investor dan trader kripto dapat memaksimalkan keuntungan investasinya dalam fase saat ini. Untuk trader pro, aplikasi PINTU menawarkan produk unggulan Pintu Pro Futures, yang memungkinkan trader berinvestasi pada derivatif kripto dengan leverage hingga 25 kali. 
     
    “Trader dapat mengambil posisi long atau short tanpa expiry date pada aset seperti BTC, ETH, SOL, dan lainnya. Selain itu, Pintu Pro Futures dilengkapi dengan fitur risk management, seperti indikator margin, auto close open order, dan kalkulasi margin yang transparan, untuk membantu pengguna mengelola risiko likuidasi secara lebih efektif,” ujar Iskandar. 
     
    Sementara bagi trader yang mencari platform dengan fitur canggih, Iskandar mengungkapkan, Pintu Pro yang menawarkan pro charting, order book, berbagai tipe order, hingga portfolio tracker dengan interface yang user-friendly. Ia menegaskan, kecanggihan fitur yang dimiliki akan memberikan pengalaman trading terbaik bagi penggunanya. 
     
    “Terakhir, bagi investor pemula, aplikasi Pintu menyediakan solusi investasi kripto dengan tampilan intuitif dan akses ke ratusan aset kripto, termasuk Meme koin. Dengan aplikasi Pintu, pengguna dapat dengan mudah memulai perjalanan investasi kripto,” tutup Iskandar.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (END)