Tag: Mark Zuckerberg

  • Meta Ikuti X Bikin Community Notes

    Meta Ikuti X Bikin Community Notes

    Video Pengumuman Mark Zuckerberg: Meta Ikuti X Bikin Community Notes

    874 Views | Rabu, 08 Jan 2025 09:44 WIB

    Facebook akan mengalami perubahan fitur. Pengumuman ini disampaikan oleh CEO Meta Mark Zuckerberg. Zuckerberg mengatakan fitur pemeriksaan fakta akan diganti dengan catatan komunitas atau community notes seperti di X milik Elon Musk.

    Dinda Ayu/Reuters – 20DETIK

  • Ikuti X, Meta Ganti Pengecek Fakta dengan Community Notes

    Ikuti X, Meta Ganti Pengecek Fakta dengan Community Notes

    Jakarta

    Meta akan menghilangkan program pengecek fakta pihak ketiga di Facebook, Instagram, dan Threads. Program ini akan digantikan fitur Community Notes yang terinspirasi dari Twitter/X.

    Perubahan ini diumumkan langsung oleh Chief Global Affair Officer Meta Joel Kaplan yang baru saja menjabat. Dalam postingannya di blog Meta, Kaplan mengatakan program baru ini diharapkan bisa mengurangi kesalahan menindak konten yang sering dikeluhkan pengguna di platform milik Meta.

    “Kami melihat pendekatan ini berhasil di X – di mana mereka memberdayakan komunitas mereka untuk menentukan kapan postingan berpotensi menyesatkan dan membutuhkan lebih banyak konteks, dan orang-orang dari berbagai perspektif memutuskan jenis konteks apa yang bermanfaat bagi pengguna lainnya,” kata Kaplan, seperti dikutip dari The Verge, Rabu (8/1/2025).

    “Menurut kami ini akan menjadi cara yang lebih baik untuk mencapai tujuan awal kami dalam menyediakan informasi kepada orang-orang tentang apa yang mereka lihat – dengan cara yang tidak terlalu rentan terhadap bias,” sambungnya.

    Fitur Community Notes awalnya akan tersedia di Amerika Serikat dalam beberapa bulan ke depan, dan akan terus ditingkatkan dalam setahun ke depan. Ketika sebuah postingan menerima Community Notes, akan ada label yang menandakan bahwa ada informasi lebih lanjut yang tersedia.

    Sama seperti di X, Meta mengatakan fitur Community Notes di platform-nya membutuhkan persetujuan dari orang-orang dengan sudut pandang yang berbeda untuk menghindari rating yang bias.

    Perubahan sistem moderasi ini bertujuan untuk mengatasi keluhan pengguna bahwa Meta terlalu banyak menyensor konten yang dianggap tidak berbahaya di platform-nya, dan lambat dalam menanggapi pengguna yang akunnya dibatasi.

    Meta juga akan menghulangkan sejumlah batasan yang ada saat ini seputar topik seperti imigrasi dan identitas gender, serta mulai menampilkan konten politik di feed pengguna Facebook, Instagram, dan Threads dengan pendekatan yang lebih dipersonalisasi.

    Perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini masih akan menggunakan sistem moderasi otomatis, namun sistem ini hanya akan fokus untuk menangani pelanggaran yang lebih berat seperti terorisme, eksploitasi seksual anak, obat-obatan terlarang, dan penipuan.

    Pelanggaran kebijakan yang tidak terlalu berat kini harus dideteksi dan dilaporkan oleh anggota komunitas sebelum Meta mengambil tindakan. Sebagian besar sistem Meta untuk memprediksi postingan yang mungkin melanggar kebijakan dan menurunkan peringkat konten tersebut juga akan dihilangkan.

    (vmp/vmp)

  • Masa Depan TikTok AS Ada di Tangan Trump

    Masa Depan TikTok AS Ada di Tangan Trump

    Jakarta

    Pro & Me, sebuah agensi berbasis di Berlin yang mengembangkan strategi untuk sejumlah perusahaan besar di platform TikTok menyimpulkan, meskipun ada pelarangan aplikasi asal Cina tersebut di Amerika Serikat (AS), tapi permintaannya tetap kuat.

    “Saya yakin kekhawatiran serius akan muncul sesaat setelah keputusan akhir dibuat dan diimplementasikan di AS,” kata Pimpinan Pro & Me, Sven Oechler, kepada DW.

    Mulai tanggal 19 Januari 2025 nanti, perusahaan induk TikTok di Cina, ByteDance, harus menjual anak perusahaannya, aplikasi TikTok di Amerika, atau platform tersebut akan dilarang dipasarkan di sistem aplikasi. Hal ini sudah diputuskan sebelumnya oleh Kongres AS pada April 2024. Alasannya, ByteDance diduga kuat berada di bawah pengaruh pemerintah Cina dan berpotensi membagikan data sensitif warga AS kepada Beijing.

    Seberapa Cina aplikasi TikTok?

    Buntut putusan ini, ByteDance mengutip soal kebebasan berekspresi dan telah mengajukan banding terhadap UU tersebut ke Mahkamah Agung AS. Persidangan perdana berlangsung pada 10 Januari 2025.

    ByteDance juga menyangkal soal intervensi langsung dari pemerintah Cina pada TikTok di AS. Lewat situsnya ByteDance berdalih, kepemilikan Cina atas 1% saham pada anak perusahaan mereka, Douyin Information Service, adalah “standar” aturan hukum Cina dan “tidak akan berdampak terhadap operasi global ByteDance di luar Cina, termasuk TikTok.”

    Hanya saja, sampai berita ini ditulis ByteDance belum menanggapi permintaan klarifikasi dari DW.

    Namun, laporan dari Finansial Times pada pertengahan 2024 menunjukkan bahwa hubungan Cina dan TikTok di AS semakin kuat. Surat kabar itu mengutip salah seorang eks pekerja yang mengutarakan kalau klaim soal kedua unit itu terpisah adalah salah.

    Didirikan di Beijing pada tahun 2012 oleh mahasiswa TI, Zhang Ziming dan Liang Rubo, ByteDance berkembang pesat. Pada tahun 2021, Yiming tiba-tiba mengundurkan diri sebagai CEO, dan diambil alih oleh warga negara Singapura, Shou Chew.

    Dalam sebuah rapat dengar pendapat Kongres AS pada Maret 2023 lalu, Shou Chew, mengelak dari pertanyaan tentang sejarah ByteDance, dan hanya menyatakan kalau ByteDance adalah perusahaan yang didirikan di Cina dan sekarang diklaim sebagai perusahaan global.

    Pendiri konsultan digital Strand Consult, John Strand, merasa ada keraguan. “TikTok adalah platform Cina dan pada dasarnya, data apa pun yang dihasilkan pada perangkat lunak atau keras Cina, di bawah hukum Cina, akan tersedia untuk pemerintah Cina setiap saat dan demi alasan apa pun,” katanya John Strand kepada DW.

    Pengaruh politik lewat algoritma?

    TikTok telah menjadi media yang berpengaruh secara politik di dunia, terutama di kalangan para pemilih muda. AS bukanlah negara pertama di dunia yang berupaya melarang TikTok. Di India, TikTok sudah dilarang sejak tahun 2020 dengan alasan keamanan.

    Sementara di Rumania, TikTok dipercaya secara signifikan telah memengaruhi hasil pilpres tahun 2024. Hasilnya dibatalkan setelah ada laporan soal campur tangan Rusia yang menggunakan TikTok untuk mendukung politisi sayap kanan Calin Georgescu yang pro-Rusia. Uni Eropa sendiri telah menjalankan penyelidikan terhadap tuduhan ini.

    Di negara lain, Albania, larangan satu tahun TikTok diberlakukan pada akhir tahun 2024. Alasannya bukan karena campur tangan politik, melainkan demi melindung generasi muda, setelah adanya rencana perkelahian bersenjata di TikTok yang diinisiasi oleh sekolompok remaja.

    “Sangat naif kalau kita berpikir, di Eropa tidak akan lebih banyak lagi pelarangan TikTok,” kata Oechler, yang juga memantau dengan seksama perkembangan terbaru TikTok.

    Untuk saat ini, TikTok telah dilarang di perangkat kerja yang digunakan oleh staf Uni Eropa, dan politisi Jerman juga dilarang mengunduh aplikasi ini di ponsel kerja mereka.

    John Strand percaya kalau sikap atas TikTok yang diambil oleh Presiden AS Donald Trump akan memiliki “pengaruh signifikan” terhadap kebijakan Uni Eropa di masa yang akan datang.

    Trump lebih pilih solusi politik ketimbang pelarangan

    Desember 2024 kemarin, Donald Trump meminta Mahkamah Agung untuk menghentikan sementara pelaksanaan UU yang akan melarang TikTok di AS jika aplikasi ini tidak dijual oleh perusahaan induknya di Cina.

    “Presiden Trump tidak mengambil posisi apa pun tentang manfaat yang mendasari sengketa ini,” tulis Pengacara Donald Trump, D John Sauer, yang juga ditunjuk lewat pengajuan ke pengadilan sebagai Jaksa Agung AS.

    “Sebaliknya, dia dengan hormat meminta Pengadilan mempertimbangkan untuk menunda tenggat waktu Undang-Undang demi divestasi… sehingga memberikan kesempatan kepada Pemerintahan yang akan datang untuk mengejar resolusi politik atas pertanyaan yang dipermasalahkan dalam kasus ini.”

    Sementara itu, Departemen Kehakiman AS telah mendesak Mahkamah Agung untuk menolak permintaan Trump. Dilaporkan juga, presiden terpilih AS ini sudah melakukan pembicaraan untuk mencari solusi politik.

    Strand meyakini kalau Trump akan punya pengaruh signifikan terhadap hasil dari persoalan ini. “Meskipun ada banyak laporan, saya rasa Trump tidak berubah pikiran soal TikTok. Pertempuran melawan platform ini dimulai pada masa jabatan pertamanya. Sekarang, dia menginginkan pujian untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkap Strand.

    Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!

    Seberapa penting pasar AS untuk TikTok?

    TikTok sangat populer di Paman Sam, dengan sekitar 170 juta pengguna, sekitar setengah dari populasi AS menggunakan aplikasi ini, termasuk untuk konsumsi berita.

    ByteDance tidak menanggapi pertanyaan DW tentang pentingnya pasar AS bagi mereka, tetapi Strand mengatakan bahwa penjualan di AS hanya menyumbang 15% dari total pendapatan ByteDance.

    “Masalah yang lebih besar bagi ByteDance adalah kehilangan muka jika mereka dipaksa untuk menjual salah satu permata mahkota mereka,” kata Strand kepada DW.

    Dia menambahkan bahwa investor AS akan terpengaruh oleh larangan itu, pasalnya sekitar 60% perusahaan dimiliki oleh perusahaan investasi, yang banyak di antaranya berbasis di AS dan Jepang. Di antara mereka ada Jeff Yass, investor utama TikTok dan donatur utama Partai Republik AS.

    Oechler percaya bahwa potensi pelarangan operasi TikTok di AS dapat “pada awalnya menguntungkan” beberapa kliennya di Jerman. Karena, mereka sering bersaing dengan influencer AS dalam algoritme rekomendasi TikTok.

    Kata Strand, penghapusan saingan mereka dari AS dari platform tersebut dapat menciptakan lebih banyak visibilitas untuk unggahan dari Jerman.

    Tulisan ini diadaptasi dari artikel berbahasa Inggris.

    Lihat juga Video ‘Reaksi Trump-Elon Musk soal Kebijakan Baru Mark Zuckerberg di Meta’:

    (ita/ita)

  • Meta Singkirkan Pemeriksa Fakta Independen di Facebook dan Instagram, Para Aktivis Kecam Mark Zuckerberg! – Page 3

    Meta Singkirkan Pemeriksa Fakta Independen di Facebook dan Instagram, Para Aktivis Kecam Mark Zuckerberg! – Page 3

    Unggahan blog Meta menyebut bahwa hal itu juga akan membatalkan perluasan misi aturan dan kebijakan, menyoroti penghapusan pembatasan pada subjek termasuk imigrasi, gender, dan identitas gender. 

    Perubahan ini terjadi ketika perusahaan teknologi dan para eksekutifnya bersiap untuk pelantikan Presiden AS Donald Trump pada 20 Januari 2025.

    Trump sebelumnya vokal mengkritik Meta dan pendekatannya terhadap moderasi konten, menyebut Facebook “musuh rakyat” pada Maret 2024.

    Tetapi hubungan antara keduanya kemudian membaik. Zuckerberg makan malam di perkebunan Trump di Mar-a-Lago pada November. Meta juga menyumbang USD 1 juta untuk dana pelantikan presiden.

    “Pemilihan baru-baru ini juga terasa seperti titik balik yang memprioritaskan kebebasan berbicara,” kata Zuckerberg dalam sebuah video.

    Penggantian Nick Clegg oleh Joel Kaplan sebagai Head of Global Affairs Meta juga diartikan sebagai sinyal perubahan pendekatan perusahaan terhadap moderasi dan perubahan prioritas politiknya.

    Kate Klonick, profesor hukum di St John’s University Law School, mengatakan perubahan tersebut mencerminkan tren yang tampaknya tak terhindarkan selama beberapa tahun terakhir, terutama sejak pengambilalihan X oleh Elon Musk.

    “Tata kelola pribadi ujaran di platform ini semakin menjadi poin politik,” katanya kepada BBC News.

    “Ketika perusahaan sebelumnya menghadapi tekanan untuk membangun kepercayaan dan mekanisme keamanan dalam menangani isu-isu seperti pelecehan, ujaran kebencian, dan disinformasi, perubahan radikal ke arah yang berlawanan kini tengah berlangsung,” Klonick memungkaskan.

  • Mark Zuckerberg Tunjuk Bos UFC Dana White Masuk ke Dewan Direksi Meta – Page 3

    Mark Zuckerberg Tunjuk Bos UFC Dana White Masuk ke Dewan Direksi Meta – Page 3

    Ia menambahkan, “Tidak ada yang lebih saya sukai selain membangun merek dan saya berharap bisa membantu membawa Meta ke tingkat berikutnya.”

    Selain UFC, White disebut mengalami kesulitan menemukan kesuksesan serupa dalam usahanya yang lain. Pada 2021, White menjabat sebagai produser eksekutif di acara selancar. Acara tersebut hanya berumur pendek, dibatalkan setelah satu season karena ratingnya rendah.

    Tak hanya itu, White juga ikut mendirikan kompetisi adu tampar bernama Power Slap yang ditayangkan di TBS pada 2023, kompetisi tersebut tidak bertahan lama.

    TBS tidak memperbarui kesepakatan mereka dengan White dan sekarang kompetisi tersebut disiarkan secara eksekutif di platform Rumble.

    Meski begitu, kegagalan-kegagalan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kesuksesan besar UFC. Pasalnya, sebagian besar kesuksesan itu berkat peran White dalam mengelola bisnis global perusahaan, sebuah keahlian yang sangat berharga bagi perusahaan Meta yang beroperasi dalam skala global yang sama.

  • Honor Tancap Gas di Indonesia, Rilis 30 Produk Tahun Ini

    Honor Tancap Gas di Indonesia, Rilis 30 Produk Tahun Ini

    Jakarta

    Kabar Honor kembali ke pasar Indonesia kian kencang terdengar. Setelah 3 HP sudah mengantongi sertifikat TKDN Kementerian Perindustrian (Kemenperin), kini rencana Honor sepanjang tahun ini di Indonesia pun terungkap.

    Laman ITHome melaporkan terhitung tanggal 6 Januari Honor resmi memasuki pasar Indonesia lagi. Langkah ini sebagai upaya memperluas cakupan bisnis glolablnya.

    Indonesia dinilai sangat penting dimasuki oleh Honor. Sebab menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

    Honor berencana meluncurkan sekitar 30 produk ke pasar Indonesia pada tahun 2025, yang mencakup semua kategori ponsel pintar, tablet, komputer pribadi, dan perangkat wearable . Diharapkan produk batch pertama akan diluncurkan secara resmi pada kuartal pertama tahun 2025.

    Guna meningkatkan pengalaman pengguna, Honor juga berencana membuka lebih dari 10 toko pengalaman Honor pada tahun pertama memasuki pasar Indonesia, memberikan kesempatan kepada konsumen Indonesia untuk merasakan produk Honor secara dekat.

    ITHome mencatat masuknya Honor ke pasar Indonesia didasari oleh pertumbuhan perusahaan yang signifikan di pasar global. Data menunjukkan bahwa penjualan Honor di luar negeri menyumbang lebih dari 50% total penjualan pada bulan Desember tahun lalu.

    Menurut Honor, perusahaan tersebut adalah merek dengan pertumbuhan tercepat di Malaysia, Singapura, dan Filipina, terutama di segmen mid-premium, sehingga Presiden cabang Pasifik Selatan Honor berharap mereka dapat mencapai hal yang sama di Indonesia.

    “Pasar Indonesia akan menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan global Honor di masa depan,” ujar laporan tersebut.

    Untuk diketahui Honor pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 2018 dengan mengandalkan strategi pemasaran online. Mereka menawarkan smartphone dengan spesifikasi mumpuni dan harga terjangkau, menyasar segmen anak muda dan pengguna yang melek teknologi.

    Beberapa produk yang sempat diluncurkan di Indonesia antara lain Honor 7A, Honor 7C, Honor 9 Lite, dan Honor View 10.

    Sayangnya, perjalanan Honor di Indonesia terbilang singkat. Pada tahun 2019, Honor memutuskan untuk hengkang dari pasar Indonesia. Meskipun tidak ada pernyataan resmi mengenai alasan di balik keputusan ini, beberapa faktor diduga menjadi penyebabnya salah satunya sengitnya persaingan.

    3 HP Honor Lolos TKDN

    Foto: Honor

    Selain lowongan pekerjaan, ada sejumlah bukti lain yang memperkuat kehadiran kembali Honor ke Indonesia. Pertama munculnya akun resmi centang centang biru Honor Indonesia di platform media sosial, meskipun belum me-posting apapun.TKDN HP Honor Foto: screenshot detikINET

    Bukti kedua yang lebih kuat, yakni kemunculan HP Honor di situs Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian. Tidak hanya satu, ada tiga perangkat yang mejeng di situs tersebut.

    1. Honor ELP-NX9

    HP berkode ELP-NX9 adalah Honor 200 Pro 5G. HP layar lipat ini dirilis global pada Juni 2024 di Paris.

    Honor 200 Pro 5G Foto: Honor

    Spesifikasi:

    Layar: 6,78 inch quad-curved, AMOLED resolusi 1224 x 2700 pixel, refresh rate 120 Hz, kecerahan 4.000 nitsChipset: Qualcomm Snapdragon 8s Gen 3RAM: 12/16 GBMemori internal: 256/512 GBKamera belakang: 50 MP (wide), f/1.9, 1/1.3″ sensor, OIS, PDAF; 50 MP (telephoto), f/2.4, x2.5 optical zoom, OIS, PDAF; 12 MP (ultrawide & macro), f/2.2, 112˚ field-of-view, PDAFKamera depan: 50 MPBaterai: 5.200 mAh dengan fast charging 100W.

    2. Honor FCP-N49

    HP berkode FCP-N49 adalah Honor Magic V3 5G. HP layar lipat ini dirilis global pada September di ajang IFA 2024.

    Honor Magic V3 5G Foto: Honor

    Honor Magic V3 5G dinyatakan lolos TKDN dengan kandungan sebesar 39.49%. Spesifikasinya sebagai berikut:

    Layar Utama: LTPO OLED 7.92 inci, 2156×2344 piksel (~402 ppi), 120Hz, Dolby Vision, 1800 nits (peak)
    Layar Cover: LTPO OLED 6.43 inci, 1060×2376 piksel, 402 ppi, 120Hz, Dolby Vision, 5000 nits (peak), nanocrystal glass 2.0Chipset: Snapdragon 8 Gen 2RAM: 12 GBMemori internal: 256/512 GBKamera belakang: 50 MP, f/1.6, (wide), 1/1.56″, PDAF, OIS; 50 MP, f/3.0, (periscope telephoto), 1/2.51″, PDAF, OIS, 3.5x optical zoom; 40 MP, f/2.2, 112˚, (ultrawide), AFKamera selfie: 20 MP (cover) dan 20 (utama)
    Baterai: 5.150 mAh dengan fast charging 66W.

    3. Honor BRP-NX1

    HP berkode BRP-NX1 tidak lain adalah Honor X9c 5G. HP yang dirilis November 2024 ini memiliki kandungan TKDN sebesar 36,10%.

    Honor X9c 5G Foto: Honor

    Spesifikasi:

    Layar: 6,78 inch, curved AMOLED resolusi 1224 x 2700 pixel, refresh rate 120 Hz, kecerahan 4.000 nitsChipset: Snapdragon 6 Gen 1RAM: 12 GBMemori internal: 256/512 GBKamera belakang: 108 MP (OIS) + 5 MPKamera depan: 16 MPBaterai: 6.600 mAh dengan fast charging 66W.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Elon Musk dan Mark Zuckerberg Ramal Kepunahan Smartphone”
    [Gambas:Video 20detik]
    (afr/afr)

  • Bos UFC Diminta Awasi Facebook, Instagram, dan WhatsApp

    Bos UFC Diminta Awasi Facebook, Instagram, dan WhatsApp

    Jakarta, CNBC Indonesia – Meta Platforms, perusahaan induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp, menunjuk pendiri dan CEO UFC Dana White sebagai salah satu anggota dewan komisaris perusahaan. White diketahui dekat dengan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.

    White diangkat sebagai anggota dewan komisaris bersama dengan Charlie Songhurst, investor dan mantan petinggi Microsoft, dan John Elkann, CEO Exor, perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Agnelli yaitu konglomerat asal Italia pemilik Ferrari dan Christian Louboutin.

    “Dana, John, dan Charlie akan memperdalam kemampuan dan perspektif untuk membantu kami memanfaatkan peluang di depan seperti kecerdasan buatan [AI], perangkat sandang, dan masa depan konektivitas manusia,” kata CEO Meta Mark Zuckerberg.

    Hubungan dekat Trump dengan White sudah berlangsung lama. White adalah berbicara di Konvensi Partai Republik pada 2024, 2016, dan 2020 mendukung penetapan Trump sebagai calon presiden.

    Di sisi lain, Zuckerberg makin akrab dengan White dalam aktivitasnya berlatih bela diri campuran. Dalam Instagramnya pada 2022, Zuckerberg mengucapkan terima kasih kepada White karena telah diundang untuk menghadiri ajang pertarungan UFC. Akun resmi UFC juga menampilkan foto White dan Zuckerberg di dalam Octagon, yaitu “kandang” tempat pertarungan UFC.

    Adapun Elkann adalah komisaris di Stellantis NV dan Ferrari serta ketua Yayasan Agnelli yang fokus di bidang pendidikan. Songhurst telah menjadi bagian dari Meta sebagai bagian dari penasihat AI.

    Zuckerberg sepertinya berusaha menempatkan Meta di posisi terbaik jelang masa pemerintahan Donald Trump. Pendiri Facebook tersebut sebelumnya sempat menyatakan penyesalannya atas aksi moderasi konten yang dikritik oleh pendukung Trump serta memuji Trump atas responsnya terhadap upaya pembunuhan.

    Pekan lalu, Meta mengangkat Joel Kaplan sebagai kepala urusan global. Kaplan adalah tokoh Partai Republik yang ternama. Selain itu, Meta menyumbang US$ 1 juta ke dana pelantikan Trump.

    (dem/dem)

  • Meta Singkirkan Pemeriksa Fakta Independen di Facebook dan Instagram, Para Aktivis Kecam Mark Zuckerberg! – Page 3

    Meta Angkat Rekan Separtai Donald Trump Jadi Petinggi Perusahaan, Makin Dekat ke Penguasa? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Perusahaan jejaring sosial raksasa, Meta, baru saja mengangkat seorang tokoh penting di Partai Republik –partai yang sama dengan presiden terpilih Donald Trump– yakni Joel Kaplan, sebagai Chief Global Affairs Officer.

    Joel Kaplan menggantikan posisi Nick Clegg yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu.

    Pergantian ini terjadi menjelang pelantikan presiden terpilih AS Donald Trump dan di tengah upaya perusahaan untuk memperbaiki hubungannya dengan Trump.

    Selama ini Trump kerap mengkritik kebijakan perusahaan terhadap konten politik. Bahkan Donald Trump juga mengancam akan memenjarakan CEO Meta, Mark Zuckerberg.

    Mengutip Reuters, Senin (6/12/2025), sebelumnya Joel Kaplan melapor kepada atasannya, Nick Clegg. Clegg merupakan eksekutif Meta yang dulunya mantan Wakil PM Inggris dan pemimpin Partai Liberal Demokrat.

    Meta juga bukan kali ini saja mempekerjakan seseorang berlatar politik sebagai pejabat eksekutif. Eksekutif Meta lainnya yang juga berlatar belakang politik dari partai Republik adalah Kevin Martin.

    Nantinya, ia akan menggantikan posisi lama Kaplan sebagai kepala kebijakan global, demikian pernyataan Clegg di media sosial.

    “Pada awal tahun baru, saya merasa bahwa ini waktu yang tepat untuk meninggalkan peran saya sebagai Presiden Global Affairs di Meta,” kata Clegg.

    Nick Clegg juga menyebut suksesornya, Joel Kaplan, menjadi orang yang tepat untuk memangku pekerjaan lamanya.

    Tumbangnya Facebook, Instagram, dan WhatsApp membuat kerugian bagi Mark Zuckerberg. Zuckerberg diduga mengalami kerugian sampai Rp 85 Triliun akibat turunnya saham Facebook.

  • Meta ‘Bunuh’ Profil Instagram Buatan AI Setelah Dikritik Pengguna

    Meta ‘Bunuh’ Profil Instagram Buatan AI Setelah Dikritik Pengguna

    Jakarta

    Meta membunuh sejumlah profil buatan AI yang ada di Instagram dan Facebook. Profil-profil ini dihapus setelah memicu kritik dan ejekan dari pengguna di media sosial.

    Profil AI ini pertama kali diperkenalkan oleh Meta pada September 2023, dan sebagian besar profil yang ada sudah dihapus pada musim panas tahun 2023. Namun, sejumlah karakter masih bertahan dan ditemukan oleh beberapa pengguna Instagram.

    Keberadaan profil ini menarik perhatian pengguna setelah wawancara VP of Generative AI Connor Hayes dengan Financial Times. Dalam wawancara tersebut, Hayes membahas rencana Meta untuk mengisi platform media sosialnya dengan profil buatan AI yang dapat berinteraksi dengan pengguna manusia.

    Komentar tersebut menarik perhatian pengguna kepada profil AI yang dibuat Meta. Namun, juru bicara Meta menegaskan ada sedikit kesalahpahaman soal komentar Hayes dan keberadaan profil ini.

    “Ada kebingungan: artikel Financial Times baru-baru ini membahas visi kami untuk karakter AI yang ada di platform kami dalam beberapa waktu ke depan, bukan mengumumkan produk baru,” kata juru bicara Meta, seperti dikutip dari Engadget, Sabtu (4/1/2025).

    “Akun yang dimaksud berasal dari uji coba yang kami luncurkan di Connect pada tahun 2023. Akun-akun ini dikelola oleh manusia dan merupakan eksperimen awal yang kami lakukan dengan karakter AI,” sambungnya.

    Profil AI ini memiliki label ‘AI dikelola oleh Meta’ dan dirancang untuk memiliki minat dan kepribadian unik. Beberapa profil AI yang ditemukan pengguna antara lain Carter dengan username ‘datingwithcarter’, seorang pelatih kencan AI dan ‘hellograndpabrian’ yang disebut sebagai ‘pensiunan pengusaha tekstil yang selalu belajar’.

    Profil AI ini bisa diajak berinteraksi dengan pengguna lewat chat, sekaligus mengunggah beberapa postingan yang juga dibuat menggunakan AI. Pengguna yang sempat berinteraksi dengan profil ini mengeluhkan karakter AI tersebut memiliki kepribadian yang klise dan jawaban yang selalu berubah-ubah.

    Tidak hanya itu, pengguna Instagram menemukan bahwa profil AI ini tidak bisa diblokir karena masalah bug. Alih-alih memperbaiki masalah tersebut, Meta memiliki untuk menghentikan eksperimen profil AI itu sepenuhnya.

    Meskipun uji coba ini disambut dingin, Meta masih berencana menghadirkan karakter buatan AI di platform-nya. Tahun lalu, perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini memamerkan versi AI dari sejumlah kreator ternama yang bisa melakukan video call layaknya manusia. Kreator juga sudah bisa melatih chatbot AI-nya sendiri untuk berinteraksi dengan follower.

    (vmp/vmp)

  • Mark Zuckerberg Dekati Donald Trump, Angkat Joel Kaplan jadi Kepala Kebijakan Meta

    Mark Zuckerberg Dekati Donald Trump, Angkat Joel Kaplan jadi Kepala Kebijakan Meta

    Bisnis.com, JAKARTA – Meta, perusahaan induk Instagram dan Whatsapp, mengumumkan penunjukan Joel Kaplan sebagai Kepala Kebijakan Meta menggantikan Nick Clegg mengundurkan diri setelah tujuh tahun menjabat.

    Penunjukan ini disinyalir sebagai upaya Mark Zuckerberg untuk mendekati Donald Trump, mengingat Joel merupakan seorang Republikan di internal Meta. 

    Melansir dari The Verge, Jumat (3/1/2025) dalam pengumumannya di Facebook, Clegg menyatakan bahwa ini adalah waktu yang tepat baginya untuk meninggalkan Meta.

    Selain itu, dirinya mengungkapkan keyakinannya bahwa Kaplan adalah orang yang tepat untuk menggantikan posisinya sebagai Kepala Kebijakan Global Meta.

    “Joel jelas merupakan orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat pada waktu yang tepat,” tulis Clegg.

    Clegg pun menyampaikan bahwa Kaplan merupakan individu yang siap untuk memimpin strategi perusahaan seiring dengan perkembangan ekspektasi publik dan politik mengenai teknologi.

    Diketahui Clegg, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil perdana menteri Inggris dari Partai Demokrat Liberal, bergabung dengan Meta pada 2018 dan memainkan peran penting dalam merumuskan kebijakan perusahaan pasca skandal Cambridge Analytica. 

    Clegg juga terlibat dalam pengambilan keputusan terkait misinformasi, termasuk pelarangan akun Trump setelah serangan 6 Januari 2021. Pada bulan Desember, Clegg membalikkan beberapa kebijakan moderasi konten perusahaan, mengakui bahwa Meta telah keliru memoderasi terlalu banyak hal.

    CEO Meta Mark Zuckerberg memberikan pujian kepada Clegg atas kontribusinya, menyatakan bahwa ia telah membawa dampak besar dalam memperkuat suara dan nilai-nilai Meta, serta visinya tentang kecerdasan buatan dan metaverse. 

    “Anda telah membuat dampak penting dalam memajukan suara dan nilai-nilai Meta di seluruh dunia, serta visi kami untuk AI dan metaverse,” kata Zuckerberg dalam tanggapan terhadap unggahan Clegg.

    Di sisi lain, Zuckerberg juga menyatakan keyakinannya bahwa Kaplan, dengan pengalaman dan wawasan mendalam, akan memimpin kebijakan Meta ke arah yang tepat.

    “Saya senang Joel akan mengambil peran ini selanjutnya mengingat pengalaman dan wawasannya yang mendalam dalam memimpin kerja kebijakan kami selama bertahun-tahun,”

    Adapun, peran Kaplan sebagai kepala kebijakan global datang di tengah upaya CEO Meta Mark Zuckerberg untuk lebih mendekatkan diri dengan Trump, meskipun hubungan keduanya sempat tegang. 

    Zuckerberg dilaporkan menyumbangkan $1 juta untuk pelantikan Trump dan bertemu dengannya di Mar-a-Lago pada November lalu. Meskipun sebelumnya berselisih, Zuckerberg kini tampak lebih mendukung pendekatan pro-Trump seiring dengan semakin dekatnya pelantikan presiden.