Tag: Mark Zuckerberg

  • Instagram dan WhatsApp Diincar, Kerajaan Mark Zuckerberg Goyah

    Instagram dan WhatsApp Diincar, Kerajaan Mark Zuckerberg Goyah

    Jakarta

    Pengguna internet dalam 20 tahun terakhir, kemungkinan besar memiliki akun Facebook, Instagram dan WhatsApp, atau semuanya sekaligus.

    Facebook awalnya didirikan tahun 2004 oleh Mark Zuckerberg, Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes. Apa yang awalnya dimaksudkan sebagai media sosial khusus mahasiswa Harvard perlahan berubah menjadi bisnis raksasa.

    Tahun 2012, Meta yang saat itu masih dikenal sebagai Facebook membeli Instagram USD 1 miliar dari pendiri Kevin Systrom dan Mike Krieger. Instagram kemudian menjadi aplikasi media sosial yang berpusat pada foto dan menjadi platform bagi influencer untuk membangun bisnis mereka.

    Meta juga membeli WhatsApp pada tahun 2014 seharga USD 19 miliar. Saat ini, aplikasi ini memiliki lebih dari 2 miliar pengguna aktif secara global dan merupakan aplikasi messenger yang paling banyak digunakan di dunia.

    Patut diakui kerajaan bisnis Meta memang luar biasa. Selain miliaran di WhatsApp, 3,35 miliar orang berbondong ke Facebook tiap bulan, sementara 2 miliar orang menggunakan Instagram. Namun Mark Zuckerberg dapat dipaksa menjual Instagram dan WhatsApp karena gugatan antimonopoli yang sudah dimulai di ruang sidang Washington.

    Gugatan antimonopoli ini awalnya diajukan Desember 2020 oleh Komisi Perdagangan Federal atau Federal Trade Comission (FTC). Mereka menuduh Meta sengaja menyalahgunakan monopoli pasar media sosial untuk membeli Instagram dan WhatsApp sebelum dapat mengancam bisnis Meta, sehingga melanggar undang-undang antimonopoli federal.

    Gugatan tersebut juga mengklaim Zuckerberg sangat menyadari aplikasi tersebut merupakan ancaman dalam komentar di email internal. Salah satu dari tahun 2012 menyebut lonjakan popularitas Instagram sangat menakutkan dan berkomentar, “Kita mungkin perlu mempertimbangkan membayar banyak uang untuk ini.”

    “Facebook secara sistematis melacak calon pesaing dan mengakuisisi perusahaan yang dianggapnya sebagai ancaman persaingan serius,” demikian tuduhan FTC. Tentu Meta sangat menentang klaim tersebut.

    “Bukti di persidangan akan menunjukkan apa yang diketahui setiap anak berusia 17 tahun di dunia, Instagram, Facebook, dan WhatsApp bersaing dengan TikTok, YouTube, X, iMessage milik China, dan banyak lainnya,” kata perusahaan itu yang dikutip detikINET dari Yahoo Finance.

    “Lebih dari 10 tahun setelah FTC meninjau dan menyetujui akuisisi kami, tindakan Komisi dalam kasus ini mengirimkan pesan bahwa tidak ada kesepakatan yang benar-benar final. Regulator seharusnya mendukung inovasi Amerika, daripada berusaha memecah perusahaan Amerika yang hebat dan semakin menguntungkan China dalam masalah kritis seperti AI,” tambah mereka.

    Jika klaim yang dilontarkan FTC terhadap Meta terbukti valid di pengadilan, Zuckerberg dapat dipaksa untuk memisahkan WhatsApp dan Instagram menjadi bisnis yang terpisah. Hal ini bisa berarti perubahan besar pada cara mereka beroperasi atau bahkan potensi penutupan.

    (fyk/rns)

  • Zuckerberg Akui Penggunaan Instagram dan Facebook Turun

    Zuckerberg Akui Penggunaan Instagram dan Facebook Turun

    Jakarta

    CEO Meta Mark Zuckerberg, mengakui adanya penurunan waktu yang dihabiskan pengguna untuk Facebook dan Instagram. Hal ini diungkapkan saat Zuck bersaksi dalam persidangan antimonopoli yang melibatkan Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS dan raksasa teknologi tersebut.

    Saat persidangan berlangsung, beberapa email internal antara Zuck dan Head of Facebook, Tom Alison, pada April 2022, telah diperlihatkan di pengadilan.

    Dalam salah satu emailnya, Zuck dengan jelas mengatakan bahwa meskipun orang-orang masih menggunakan aplikasi ini secara teratur di banyak area, namun relevansi budaya platform ini menurun dengan cepat dan ini bukan pertanda baik.

    Zuck bahkan memperingatkan bahwa penurunan relevansi ini mungkin merupakan tanda awal dari masalah yang lebih besar di kemudian hari. Ia juga menunjukkan bagaimana kebiasaan online orang berubah. Konsep asli Facebook untuk terhubung melalui teman tidak lagi berfungsi seperti sebelumnya.

    “Pangsa Facebook dan Instagram dalam jumlah waktu yang dihabiskan orang di aplikasi media sosial telah turun secara signifikan,” kata Zuck saat bersaksi di pengadilan pada hari Rabu (16/4), yang dikutip detiKINET dari Social Media Today.

    Lebih lanjut Zuck mengatakan bahwa banyak interaksi yang dilakukan orang secara langsung dengan teman-teman mereka telah bergeser ke aplikasi perpesanan.

    Dulu, Meta secara teratur membagikan informasi terbaru tentang jumlah waktu yang dihabiskan pengguna di aplikasinya. Misalnya, pada tahun 2016 bahwa rata-rata pengguna menghabiskan lebih dari 50 menit per hari menggunakan Facebook, Instagram, dan Messenger.

    Namun setelah itu, Meta berhenti melaporkan angka-angka ini. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan di aplikasi-aplikasinya tidak meningkat secara signifikan sejak saat itu.

    Untuk diketahui persidangan ini menyoal kasus Meta yang dituding FTC melakukan aksi monopoli dengan membeli Instagram pada tahun 2012 dan WahtsApp di tahun 2014. Akuisisi ini dianggap menjadi strategi Meta agar tidak ada persaingan dan mempertahankan mempertahankan kontrolnya atas pasar media sosial.

    (jsn/jsn)

  • Ini Dia Wanita Terkaya Sepanjang Sejarah, Lebih Kaya dari Elon Musk

    Ini Dia Wanita Terkaya Sepanjang Sejarah, Lebih Kaya dari Elon Musk

    Jakarta

    Berbicara mengenai orang terkaya di dunia, nama-nama seperti Elon Musk, Mukesh Ambani, Jeff Bezos, Bernard Arnault, dan Mark Zuckerberg kerap terlontar. Namun jauh sebelum itu, ada seorang wanita yang kekayaannya melampaui mereka semua.

    Wanita tersebut adalah Wu Zetian atau dikenal Wu Zhao, atay Wu Hao, atau Permaisuri Wu. Ia merupakan satu-satunya perempuan yang secara resmi dan diakui sebagai maharani atau kaisar wanita dalam sejarah China.

    Bahkan menurut laporan SCMP pada 2022 lalu, satu-satunya kaisar wanita China ini diperkirakan mengendalikan aset senilai lebih dari US$ 16 triliun atau setara dengan Rp 268.720 triliun (kurs Rp 268,72/dolar AS).

    “Tentu saja perbandingan kekayaan lintas abad dan era yang berbeda sulit dilakukan, tetapi mengingat kekayaan China saat itu, dapat dikatakan bahwa Permaisuri Wu adalah wanita terkaya yang pernah hidup,” tulis SCMP dalam laporannya.

    Kekayaan sebesar ini disebut-sebut berasal dari kombinasi berbagai sumber, termasuk kontrol ketat atas sumber daya kekaisaran dan kebijakan perpajakan yang tinggi pada masa pemerintahannya. Namun terlepas dari perdebatan harta yang dimilikinya, Permaisuri Wu merupakan salah satu tokoh paling menarik dalam sejarah Tiongkok.

    Wu Zetian lahir di Provinsi Shanxi pada tahun 624 Masehi. Ayahnya diketahui merupakan seorang pedagang kayu yang kaya dan ibunya berasal dari keluarga Yang, di mana keluarga itu memiliki pengaruh yang luas.

    Singkat cerita, Wu menjadi selir dari Kaisar Taizong pada usia 14 tahun sampai orang nomor satu di China itu meninggal pada 649. Karena Wu tidak memiliki anak dengan kaisar, menurut adat istiadat ia harus tinggal secara permanen di biara Buddha setelah kematian Taizong.

    Meski begitu Wu dikabarkan sudah memiliki hubungan dengan putra Taizong, Kaisar Gaozong saat kaisar masih hidup. Benar atau tidaknya kabar tersebut, Wu berhasil terbebas dari kehidupan di biara dan menjadi selir Gaozong dalam waktu setahun.

    Singkat cerita Wu diangkat menjadi permaisuri pada tahun 655 setelah dirinya berhasil menggulingkan posisi permasuri Wang, istri Kaisar Gaozong. Hingga dalam kurun waktu lima tahun, Kaisar Gaozong mulai sakit-sakitan.

    Karena tidak berdaya, Gaozong mulai menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kaisar kepada istrinya yang dianggap terpelajar dan terus-menerus meminta nasihat darinya. Dari sinilah Wu kemudian memiliki kekuasaan atas pemerintahan China kala itu.

    “Kenaikan atau penurunan jabatan, hidup atau mati, ditentukan oleh kata-katanya,” tulis sejarawan Dinasti Song, Sima Guang, beberapa abad kemudian.

    Di bawah kepemimpinannya, kekaisaran Tiongkok mengalami perluasan wilayah kekuasaan yang cukup signifikan, khususnya di kawasan Asia Tengah.

    Perluasan wilayah kekuasaan ini membantu meningkatkan perdagangan, khususnya dalam komoditas berharga seperti sutra dan teh. Selain itu kondisi ini turut memperluas rute perdagangan hingga ke Eropa dan Timur Tengah, membawa kemakmuran yang luar biasa bagi kekaisaran.

    Tonton juga Video: Momen Orang Terkaya di Dunia Kumpul di Pelantikan Trump

    (igo/fdl)

  • TikTok Raja Aplikasi Nomor 1, Bos Facebook Beri Komen Tak Terduga

    TikTok Raja Aplikasi Nomor 1, Bos Facebook Beri Komen Tak Terduga

    Jakarta, CNBC Indonesia – CEO Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp) Mark Zuckerberg berupaya membantah perusahaannya melakukan monopoli industri media sosial. Dalam persidangan atas gugatan monopoli dari Komisi Perdagangan Federal (FTC), Zuckerberg mengaku perusahaannya menghadapi persaingan sengit dengan TikTok milik ByteDance asal China.

    Zuckerberg mengatakan TikTok merupakan ancaman kompetisi tertinggi bagi Facebook dan Instagram selama beberapa tahun belakangan. 

    Menurut laporan Business of Apps, TikTok merupakan aplikasi yang paling banyak diinstal sepanjang 2024, yakni mencapai 773 juta. TikTok berhasil menggeser posisi Instagram yang pada 2023 menjadi aplikasi paling banyak diinstal.

    Sepanjang 2024, Instagram berada di urutan kedua dengan 759 download. Di toko aplikasi Apple App Store, TikTok merajai dengan 186 juta download, sementara Instagram merajai Google Play Store dengan 657 juta download pada 2024.

    Kepala pengacara Meta, Mark Hansen, merujuk pada email dari mantan eksekutif Facebook Vijaye Raji pada 2020 silam. Kala itu, Raji menyebut pertumbuhan TikTok mengkhawatirkan.

    Raji juga menyebut strategi Meta tidak cukup cepat untuk menghadapi persaingan ketat dengan TikTok, dikutip dari The Hill, Kamis (17/4/2025).

    “Meski Reels versi kedua cukup agresif dan menjanjikan, namun masih banyak tantangan untuk menghapus ancaman yang ada,” tulis Raji terkait fitur Reels tahap awal yang dikembangkan untuk berkompetisi dengan TikTok.

    “TikTok di AS adalah ancaman yang sangat besar untuk keseluruhan platform kita. Kita harus menunjukkan kekuatan lebih,” tertera dalam email pada 2020 tersebut.

    FTC menuntut Meta pada 2020 silam dengan tuduhan upaya mengeliminasi kompetisi dan mempertahankan monopoli perusahaan dengan mengakuisisi Instagram dan WhatsApp.

    Meta mengatakan pihaknya tidak melakukan monopoli dengan argumen masih menghadapi kompetisi yang sengit dengan media sosial lain seperti TikTok, YouTube, dan X.

    Setelah sekitar 9 jam diinterogasi oleh FTC selama 2 hari, Zuckerberg menghadapi pertanyaan dari pengacara Meta mulai Selasa (15/4) sore hingga Rabu (16/4) pagi.

    Hansen berusaha menyoroti persaingan dari TikTok dan YouTube, sambil mengecilkan pernyataan FTC bahwa Instagram dan WhatsApp memiliki potensi untuk jadi layanan yang sukses sukses sebelum diakuisisi oleh Meta.

    Ia menyinggung kekhawatiran Zuckerberg tentang Path pada tahun 2012. Media sosial yang sempat populer itu kini sudah tidak ada lagi. Sekitar 2012 pula Meta mempertimbangkan untuk membeli Instagram.

    Zuckerberg mengindikasikan jika ingin mematikan kompetisi, maka perusahaannya akan lebih memilih mengakuisisi Path ketimbang Instagram. Pasalnya, Zuckerberg melihat Path dan Google+ sebagai pesaing langsung kala itu. Sementara itu, Instagram melakukan hal yang sudah searah dengan perusahaannya.

    “Saya sedikit lebih khawatir tentang Path. Dari semua perusahaan rintisan sosial baru, mereka satu-satunya yang benar-benar menyentuh inti dari apa yang kami coba lakukan, yaitu mengidentifikasi dan berbagi teman.”

    “Secara teori, kami bisa bertahan dengan FourSquare, Quora, Dropbox, Instagram, dll yang tumbuh pesat. Namun, jika Path tumbuh dan tidak terhubung erat dengan Facebook, maka itu akan menjadi masalah besar bagi kami,” tambahnya.

    Zuckerberg menekankan pertimbangannya dalam mengakuisisi Instagram berdasar pada pendekatan analisis “bangun atau beli”. Untuk perusahaan, pilihannya adalah membangun sendiri layanan serupa atau membeli perusahaan yang sudah membangun layanan tersebut.

    Selain soal akuisisi Instagram, Hansen juga memberikan argumen terkait akuisisi WhatsApp pada 2014.

    Beberapa email internal yang ditampilkan FTC pada pekan ini menunjukkan kekhawatiran eksekutif Facebook terkait pertumbuhan aplikasi pesan singkat mobile seperti WhatsApp pada 2012 dan 2013. Mereka khawatir ada potensi WhatsApp memberikan kapabilitas jejaring sosial seperti Facebook.

    Namun, Hansen membantahnya dengan menunjukkan email dari Zuckerberg pada 2012 setelah bertemu pendiri WhatsApp Jan Koum. Dalam email itu, Koum dikatakan tak memiliki niat untuk mengembangkan kemampuan aplikasi WhatsApp di luar layanan pesan singkat.

    “Saya melihat dia [Koum] merupakan sosok yang mengesankan, namun kurang ambisius,” tulis Zuckerberg dalam email tersebut.

    (fab/fab)

  • Cara Hapus Riwayat Prompt Pengguna di Meta AI – Page 3

    Cara Hapus Riwayat Prompt Pengguna di Meta AI – Page 3

    Pelatihan masif dengan data publik pengguna Eropa ini salah satunya ditujukan agar perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu bisa menyaingi AI yang kini memimpin pasar, ChatGPT.

    “Pelatihan ini akan lebih mendukung jutaan orang dan bisnis di Eropa, untuk melatih model AI generatif kami guna lebih memahami dan mencerminkan budaya, bahasa, dan sejarah mereka,” kata Meta dalam pernyataan belum lama ini.

    Adapun WhatsApp Messenger untuk sementara waktu tidak akan terpengaruh dengan perubahan ini.

    Meta menekankan, perubahan ini tidak akan berlaku pada akun pengguna yang berusia di bawah 18 tahun atau pesan pribadi yang dikirimkan pengguna kepada keluarga atau teman.

    Mengenai formulir opsi persetujuan, Meta menyebut, pihaknya telah membuat form ini mudah ditemukan, dibaca dan digunakan. Perusahaan juga menyebut, pihaknya akan menghargai semua keberatan yang diajukan maupun yang akan diajukan.

  • Elon Musk Makin Terpuruk, Dihantam dari Berbagai Penjuru

    Elon Musk Makin Terpuruk, Dihantam dari Berbagai Penjuru

    Jakarta, CNBC Indonesia – Nasib Elon Musk kian terpuruk. Saham Tesla anjlok 33% sepanjang 2025 setelah dihantam aksi boikot di mana-mana dan perang tarif Donald Trump.

    Tak cukup sampai di situ, kini Musk juga harus menghadapi persaingan baru untuk mempertahankan eksistensi media sosial X miliknya.

    Pasca pelantikan Trump, banyak pengguna X yang kabur karena menilai platform itu dijadikan alat propaganda oleh Musk dalam memenangkan Trump. Pengguna X ramai-ramai beralih ke platform pesaing seperti BlueSky, Mastodon, hingga Threads.

    Terbaru, X dilaporkan akan kedatangan pesaing baru. OpenAI dikabarkan akan meluncurkan layanan serupa X, menurut laporan The Verge berdasarkan beberapa sumber yang familiar dengan isu tersebut.

    Laporan itu menyebut ada prototipe internal yang fokus pada kemampuan pengumpulan gambar (image generation) pada ChatGPT dan memiliki linimasa seperti X dan media sosial lainnya.

    CEO OpenAI Sam Altman secara privat telah meminta masukan dari pihak eksternal terkait proyek yang masih dikembangkan dalam tahap awal tersebut, menurut laporan The Verge, dikutip dari Reuters, Rabu (16/4/2025).

    Belum jelas apakah OpenAI akan meluncurkan layanan media sosial terpisah atau akan mengintegrasikan kemampuan jejaring sosial ke dalam ChatGPT.

    Perusahaan tak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

    Langkah potensial ini bisa mengeskalasi ketegangan antara Altman dan Musk. Sebagai informasi, Musk merupakan salah satu pendiri OpenAI yang akhirnya hengkang pada 2018 silam, sebelum perusahaan merilis ChatGPT yang mendulang popularitas dan membawa tren layanan AI di berbagai perusahaan teknologi.

    Ketegangan Musk dan Altman kian memanas dalam beberapa bulan terakhir. Pada Februari lalu, konsorsium investor yang dipimpin Musk menawarkan US$97,4 miliar untuk mengontrol OpenAI. Tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Altman.

    Musk juga telah menuntut OpenAI dan Altman pada tahun lalu. Ia menuduh sang CEO dan perusahaan telah meninggalkan prinsip dan tujuan awal pengembangan AI, yakni untuk kepentingan manusia, bukan meraup keuntungan bagi perusahaan.

    OpenAI menuntut balik Musk pada awal bulan ini dengan tuduhan melakukan aksi kekerasan verbal dan berusaha menggagalkan peralihan perusahaan ke model bisnis yang mencari keuntungan (for-profit). Kedua pihak akan memulai persidangan pada musim semi tahun depan.

    Jika benar OpenAI sedang mengembangkan media sosial, maka perusahaan tak hanya akan bersaing dengan X milik Musk, tetapi juga raksasa media sosial Meta milik Mark Zuckerberg.

    Meta juga dilaporkan tengah mengembangkan layanan Meta AI yang berdiri sendiri. Hal ini akan memperketat persaingan Meta untuk berhadapan langsung dengan ChatGPT.

    Pada Februari lalu, Altman merespons kabar soal layanan khusus Meta AI dengan menyebut “oke, kami akan membuat media sosial kalau begitu”, melalui akun X personalnya.

    (fab/fab)

  • Mark Zuckerberg Disidang, Terungkap Fakta Rencana Pisahkan Instagram dari Facebook – Page 3

    Mark Zuckerberg Disidang, Terungkap Fakta Rencana Pisahkan Instagram dari Facebook – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – CEO Meta Mark Zuckerberg sempat mempertimbangkan untuk memisahkan Instagram pada 2018 karena kekhawatiran tentang meningkatnya ancaman litigasi antimonopoli terhadap Facebook. Hal tersebut dibacakan dalam sidang antimonopoli di Washington, D.C, pada hari Selasa waktu setempat.

    Di hari kedua kesaksian Zuckerberg dalam persidangan antimonopoli Meta dengan Komisi Perdagangan Federal (FTC), pengacara yang mewakili FTC memperlihatkan surat elektronik (email) di Mei 2018, di mana Zuckerberg tampaknya mengomentari kemungkinan memisahkan aplikasi berbagi foto yang dibeli perusahaannya pada 2012 seharga USD 1 miliar.

    “Dan saya mulai bertanya-tanya apakah memisahkan Instagram adalah satu-satunya struktur yang akan mencapai sejumlah tujuan penting,” tulis Zuckerberg dalam email tersebut, dikutip dari CNBC, Rabu (16/4/2025).

    “Seiring meningkatnya seruan untuk memisahkan perusahaan teknologi besar, ada kemungkinan yang tidak sepele bahwa kita akan dipaksa untuk memisahkan Instagram dan mungkin WhatsApp dalam 5-10 tahun ke depan. Ini adalah satu faktor lagi yang harus kita pertimbangkan.”

    Facebook membeli Instagram pada 2012, saat aplikasi foto tersebut memiliki 13 karyawan dan Zuckerberg siap untuk melantai di bursa saham dalam apa yang, pada saat itu, merupakan IPO teknologi terbesar yang pernah tercatat.

    Pembelian Instagram dan akuisisi WhatsApp pada 2014 senilai USD 19 miliar merupakan inti dari persidangan antimonopoli besar-besaran yang dimulai hari Senin dan dapat berlangsung selama beberapa minggu.

    FTC menuduh bahwa Meta memonopoli pasar jejaring sosial, dan berpendapat bahwa perusahaan tersebut seharusnya tidak dapat menyelesaikan akuisisi tersebut. Badan tersebut berupaya memisahkan aplikasi tersebut dari Meta sebagai solusi yang memungkinkan.

  • VIDEO: Mark Zuckerberg Disidang! Nasib Instagram & Whatsapp Dipertaruhkan

    VIDEO: Mark Zuckerberg Disidang! Nasib Instagram & Whatsapp Dipertaruhkan

    Meta, induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, dituduh memonopoli pasar media sosial secara ilegal — dan kini terancam dipaksa melepas dua anak usahanya yang paling besar: Instagram dan WhatsApp!

    Ringkasan

  • WhatsApp Terancam Dirombak Total, Zuckerberg Tak Bisa Apa-apa

    WhatsApp Terancam Dirombak Total, Zuckerberg Tak Bisa Apa-apa

    Jakarta, CNBC Indonesia – Mantan Kepala Komisi Perdagangan Federal (FTC) Lina Khan mengatakan Facebook panik ketika memutuskan mengakuisisi Instagram dan WhatsApp sebagai layanan di bawah induk Meta.

    Kala itu, penetrasi smartphone kian meluas. Aplikasi mobile seperti WhatsApp dan Instagram menjadi populer untuk melakukan interaksi secara online.

    “[Facebook] melihat perusahaan seperti Instagram dan WhatsApp mengalami pertumbuhan signifikan. Pada poin itu, perusahaan menghadapi opsi beli atau terkubur (buy-or-bury). Jika tak bisa menandingi rival, pilihannya adalah membeli layanan-layanan pesaing,” kata Khan dalam program Squawk Box CNBC International, dikutip Selasa (15/4/2025).

    Meta akan memulai persidangan anti-kompetisi terkait akuisisi Instagram dan WhatsApp bersama FTC pada Senin (14/4) waktu setempat. Pemerintah menduga raksasa media sosial milik Mark Zuckerberg itu memonopoli pasar media sosial dengan mencaplok Instagram pada 2012 dan membeli WhatsApp pada 2014.

    Meta tak segera merespons permintaan komentar dari CNBC International.

    Persidangan tersebut berpotensi mengharuskan Meta untuk melakukan divestasi terhadap Instagram dan WhatsApp. Meta telah berupaya membantah dugaan FTC dan meyakini perusahaan tidak melakukan monopoli.

    “Tak ada tanggal kedaluwarsa ketika melihat ilegalitas dari transaksi [akuisisi] ini,” kata Khan.

    “Menurut saya ada alternatif membuat ekosistem media sosial berbeda dari hari ini. Namun, alternatif itu tidak terjadi karena Facebook dulu diperbolehkan untuk melakukan akusisi [Instagram dan WhatsApp,” ia menuturkan.

    Pada intinya, Khan mengatakan kasus ini bertujuan menjunjung tinggi kebebasan dan keadilan dalam perdagangan. Meski belum ada penyelesaian yang dicapai, namun Khan menggarisbawahi selalu ada ruang terbuka untuk melakukan penyelesaian sebelum kasus ini memiliki kesimpulan akhir.

    Meski Presiden AS Donald Trump secara umum tampak dekat dengan para petinggi raksasa teknologi, tetapi Khan mengaku senang karena upaya Zuckerberg untuk membatalkan kasus ini tak berhasil.

    Zuckerberg mendonasikan uang sebanyak US$1 juta untuk inaugurasi Trump. Ia juga dilaporkan beberapa kali bertemu Trump sejak Januari 2025.

    “Sebelum persidangan berakhir, lalu ada putusan pertanggungjawaban dan kemudian upaya hukum, kita semua hanya bisa menunggu dan mengamati,” kata Khan.

    (fab/fab)

  • Mark Zuckerberg Disidang, Terungkap Fakta Rencana Pisahkan Instagram dari Facebook – Page 3

    Mark Zuckerberg Dipanggil ke Pengadilan, Bantah Meta Lakukan Monopoli karena Miliki WhatsApp dan Instagram – Page 3

    FTC mengklaim, Meta memegang monopoli pada platform yang dipakai pengguna berbagi konten dengan teman-teman dan keluarga mereka. Pesaing mereka di Amerika Serikat adalah Snapchat milik Snap serta media sosial kecil yang berfokus pada privasi, MeWe, yang dirilis pada 2016.

    Sementara, menurut FTC, platform tempat pengguna melakukan streaming konten ke orang asing yang memiliki minat serupa, seperti X alias Twitter, TikTok, YouTube, dan Reddit tak bisa dipertukarkan.

    Sidang ini pun akan berlangsung setidaknya hingga bulan Juli mendatang. Jika FTC menang, mereka perlu membuktikan bahwa tindakannya memaksa Meta untuk menjual Instagram atau WhatsApp akan memulihkan persaingan.

    Tentunya, jika kehilangan Instagram, Meta akan kehilangan sebagian besar laba bersihnya.