Tag: Mark Zuckerberg

  • Meta Akuisisi PlayAI, Startup Pembuat Suara AI Mirip Manusia – Page 3

    Meta Akuisisi PlayAI, Startup Pembuat Suara AI Mirip Manusia – Page 3

    Meta juga dikabarkan telah menarik Ruoming Pang, sosok penting dibalik pengembangan model dasar AI Apple.

    Resmi hengkang dari Apple, Ruoming Pang kabarnya akan memimpin unit superintelijen AI baru di bawah Meta, sebagaimana dikutip dari TechCrunch, Selasa (8/7/2025). 

    Unit superintelijen AI Meta ini sendiri merupakan divisi baru bentukan CEO Meta Mark Zuckerberg yang bermabisi untuk memperkut kemampuan mereka bersaing dengan OpenAI, Google DeepMind, dan Anthropic.

    Selama di Apple, Peng diketahui memimpin tim internal untuk melatih model dasa kecerdasan buatan untuk fitur Apple Intelligence, termasuk teknologi AI terintegrasi dengan Siri dan perangkat Apple lainnya. 

    Namun, performa Apple di dunia AI sendiri hingga kini masih dianggap belum sebanding dengan para pesaingnya. Banyak analis menilai, model AI Apple tertinggal jauh dari kompetitor seperti ChatGPT, dari OpenAI atau Cloude milik Antrhopic.

  • Video: Summer Camp Ala Miliarder Dunia

    Video: Summer Camp Ala Miliarder Dunia

    Jakarta, CNBC Indonesia- Setiap musim panas, para miliarder dunia berkumpul diam-diam di tengah hutan Idaho, Amerika Serikat. Tapi ini bukan liburan biasa. Inilah bohemian grovenya dunia bisnis, Konferensi Allen & Co yang penuh misteri dan berlangsung sejak tahun 1980an. Tahun ini, tokoh-tokoh besar seperti Tim Cook dan Mark Zuckerberg hadir dengan gaya super santai, pakai kaus oblong dan celana kargo. Tapi di balik gaya kasual itu, mereka membahas isu-isu besar, dari geopolitik, ekonomi, sampai masa depan teknologi.

    Apa yang dibahas tahun ini? Mengapa acara ini selalu tertutup rapat? Simak paparan Savira Wardoyo, selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Jumat, 11/07/2025) berikut ini.

  • Ini Hotel Terpencil Tempat Elite Global Kumpul Tiap Tahun

    Ini Hotel Terpencil Tempat Elite Global Kumpul Tiap Tahun

    Jakarta

    Konferensi tahunan Allen & Co di Sun Valley, dihadiri oleh para tokoh penting di dunia bisnis sampai politik. Mereka berkumpul di sebuah penginapan terpencil yang mungkin tidak terlalu mewah bagi mereka, namun nyaman dan penuh sejarah.

    Nama-nama besar seperti Bill Gates, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, sampai Elon Musk, cukup rutin menghadiri event tahunan ini. Bersama para sosok penting lainnya, mereka menginap selama 3 hari di bulan Juli di penginapan Sun Valley Lodge.

    Dikutip detikINET dari Town and Country Mag, Jumat (11/7/2025) Sun Valley Lodge punya 108 kamar dan harga per malamnya mulai USD 500 atau di kisaran Rp 8,1 juta. Harganya memang lumayan mahal bagi warga biasa, tapi tentu tidak ada artinya bagi para tamu itu.

    Namun memang yang bikin nyaman di sana bukan soal fasilitas mewah, melainkan alam yang indah dan suasana rileks. Sun Valley dikenal sebagai resor ski yang menawan dan terpencil, dengan banyak aktivitas outdoor. Selain konferensi, mereka dapat bermain tenis, golf, berjalan-jalan di hutan, atau nongkrong di kedai kopi lokal.

    Salah satu kamar di Sun Valley Lodge. Foto: Sun Valley Lodge

    Sun Valley adalah gagasan pengusaha dan pewaris perusahaan kereta api yang kemudian gubernur New York, W. Averell Harriman. Ia menjelajahi area Wild West mencari tempat sempurna untuk membangun resor ski pertama di negara itu, meniru area wisata di Swiss seperti St. Moritz.

    Dia menemukan tempat itu tahun 1936, yaitu Sun Valley. Sun Valley Resort selesai dalam tujuh bulan dengan biaya USD 1,5 juta dan Sun Valley Lodge resmi dibuka pada bulan Desember 1936.

    Tahun ini dalam konferensi Sun Valley, perebutan untuk merekrut pentolan AI, keadaan industri energi dan pertahanan, dan rencana suksesi Disney mungkin akan menjadi topik yang paling banyak dibicarakan.

    Iklim politik saat ini, termasuk tarif dan UU Donald Trump, juga dapat menginspirasi banyak diskusi, terutama dengan para politisi yang hadir. Gubernur Glenn Youngkin dari Virginia, mantan Menteri Perdagangan Gina Raimondo, dan Gubernur Wes Moore dari Maryland dilaporkan masuk dalam daftar tamu.

    (fyk/fay)

  • Persiapan Rumit Sambut Kedatangan Ratusan Jet Pribadi Elite Global

    Persiapan Rumit Sambut Kedatangan Ratusan Jet Pribadi Elite Global

    Jakarta

    Setiap tahun, beberapa pemimpin terkaya dan terkuat dalam bisnis, media, dan politik bertemu di Sun Valley, Idaho, untuk pertemuan rahasia yang diselenggarakan bank investasi New York Allen & Company. Demikian pula tahun ini, di mana para orang penting dan kaya itu telah berkumpul di sana.

    Bill Gates, Mark Zuckerberg, sampai Jeff Bezos terhitung cukup rutin menghadiri pertemuan itu, yang pembicaraannya rahasia dan tertutup bagi media. Kota kecil itu mendadak sangat sibuk.

    Tanggal 8 Juli saat acara dimulai dan 12 Juli saat acara selesai, Bandara Friedman Memorial Airport di dekat Sun Valley akan menangani datang dan pergi 150 sampai 175 jet pribadi yang membawa para tamu. “Tentu ini adalah minggu tersibuk bagi kami,” cetus Tum Burke, direktur bandara.

    Tamu yang datang memang punya pengaruh besar bagi bisnis dunia, sehingga layak jika disebut elite global. Tak hanya dari Amerika Serikat, eksekutif dari perusahaan raksasa negara lain biasanya datang, misalnya bos Samsung.

    Diselenggarakan Allen & Co. sejak 1980-an, konferensi rahasia ini menggelar rapat dan panel tertutup dan sebagian besar terlarang bagi pers. Di masa lalu, keputusan Jeff Bezos tahun 2013 untuk akuisisi Washington Post dan merger Walt Disney Company tahun 1996 dengan ABC kabarnya bermula dari kegiatan ini.

    Bandara Friedman Memorial perlu waktu berbulan-bulan persiapan untuk menangani tuntutan logistik gelombang kedatangan pesawat pribadi. Tugas itu lebih menantang karena bandara ini hanya punya landasan pacu tunggal dan medan terjal mengelilinginya.

    Sekitar empat bulan sebelum acara, otoritas bandara memulai rapat koordinasi dengan menara kontrol lalu lintas udara setempat dan personel Administrasi Penerbangan Federal (FAA) di Salt Lake City, Utah.

    “Kami ingin memastikan, jauh hari sebelumnya, bahwa kami memiliki pemahaman sama tentang rute kedatangan, prosedur keberangkatan, prosedur darat, dan jalur komunikasi yang jelas,” kata Burke yang dikutip detikINET dari Observer, Jumat (11/7/2025).

    Mengelola lalu lintas udara hanyalah separuh tantangan. Mengkoordinasikan arus tersebut dengan kemacetan di darat sama rumitnya. Jika tingkat kedatangan jet pribadi melebihi kapasitas parkir misalnya, bisa terjadi kekacauan.

    Dengan membangun hubungan erat di antara berbagai instansi bandara, Burke mengatakan mereka telah membangun sistem yang berjalan cukup lancar untuk mengakomodasi acara semacam ini tanpa hambatan besar.

    Prioritas lain bagi Burke adalah meminimalkan dampak terhadap warga. Untuk itu, bandara menjalankan program pengurangan kebisingan sepanjang tahun yang meminta pesawat menghindari operasi antara pukul 23.00 dan 07.00

    Burke yakin lonjakan trafik udara adalah positif. “Meski saya tidak naif terhadap fakta tak semua orang suka kebisingan pesawat, saya pikir dampak keseluruhan terhadap perekonomian lokal kita yaitu hotel, restoran, tempat pembuatan bir, transportasi, perusahaan, dan toko kerajinan butik, adalah positif,” cetusnya.

    (fyk/fay)

  • Elite Global Adakan Pertemuan Rahasia, Ini yang Dibicarakan

    Elite Global Adakan Pertemuan Rahasia, Ini yang Dibicarakan

    Idaho

    Para eksekutif top dan orang terkaya dari perusahaan teknologi, media, dan keuangan berkumpul di Sun Valley, Idaho, untuk menghadiri konferensi tahunan Allen & Co. minggu ini. Acara ini disebut sebagai perkemahan musim panas bagi para miliarder.

    Orang-orang penting dan berpengaruh ini muncul satu per satu di Bandara Memorial Friedman yang kecil di Hailey, Idaho. Menurut laporan, hingga 175 jet pribadi mendarat di landasan pacu dalam satu hari. Pers tidak diizinkan masuk dan meliput acara, tapi para reporter tetap memantau dan meliput siapa pun yang mereka bisa.

    CEO Disney, Bob Iger, mengenakan celana pendek, mendarat bersama istrinya, Willow Bay. Senior Vice President Apple, Eddy Cue, hadir, begitu pula CEO OpenAI, Sam Altman, yang mengenakan kaus dan kacamata hitam.

    Adapun CEO Apple Tim Cook, co-CEO Netflix Ted Sarandos, dan CFO Netflix Spencer Neumann mengenakan polo dan celana khaki. Sementara CEO Amazon Andy Jassy tampak memakai celana jins dan kemeja santai.

    Hadir pula CEO Microsoft Satya Nadella, CEO YouTube Neal Mohan, salah satu pendiri LinkedIn Reid Hoffman, salah satu pendiri Yahoo Jerry Yang, CEO Media Group Casey Wasserman, pemilik Boston Red Sox John Henry, CEO Yahoo Jim Lanzone, aktris Candice Bergen, dan salah satu pembawa acara CBS Mornings Gayle King.

    Pertemuan Sun Valley ikut dihadiri CEO OpenAI, Sam Altman. Foto: CNBC

    Terlihat pula Brian Armstrong, CEO bursa mata uang kripto Coinbase, CEO Walmart Doug McMillon, salah satu pendiri Home Depot Kenneth Langone, dan Chariman PayPal Ohn Donahoe. CEO General Motors Mary Barra, CEO Uber Dara Khosrowsha dan Tobias Lutke, CEO Shopify, termasuk di antara mereka. Begitu pula Bobby Kotick, mantan CEO Activision, dan Sheryl Sandberg, mantan COO Meta.

    Yang patut diperhatikan adalah absennya beberapa tokoh penting dalam konferensi tahun ini, termasuk Mark Zuckerberg dari Meta, Bill Gates dari Microsoft, dan Jeff Bezos dari Amazon, yang kabarnya diundang tapi belum terlihat. Mereka kadang datang di edisi sebelumnya. Adapun orang terkaya dunia Elon Musk tidak ada dalam daftar undangan.

    Pertemuan tahunan ini memang identik dengan busana santai layaknya liburan, membuat para orang penting itu terlihat sebagai sosok-sosok biasa. Tetapi di balik layar, tentunya mereka membicarakan banyak hal penting, terutama perkembangan terkini di dunia. Biasanya, juga muncul kesepakatan akuisisi.

    Dikutip detikINET dari Observer, perkembangan AI kabarnya menjadi tema utama tahun ini, di mana para raksasa teknologi telah menghabiskan ratusan miliar dolar dan selain itu menghadapi tekanan regulasi.

    Kemungkinan juga akan dibahas aksi-aksi Presiden Donald Trump yang terus melancarkan perang tarif dengan mitra dagang AS, yang mengguncang pasar keuangan, mengganggu stabilitas perdagangan dan investasi global.

    Konferensi Sun Valley dikenal eksklusif dan memiliki sejarah sebagai tempat berkembangnya berbagai kesepakatan bisnis penting. Konferensi ini menampilkan beragam kegiatan, termasuk hiking, arung jeram, dan golf, yang menyediakan suasana santai bagi para peserta untuk terlibat dalam diskusi bisnis maupun rekreasi. Seperti disebutkan, agenda konferensi bersifat privat, yang menambah daya tarik dan nuansa mistisnya.

    (fyk/fyk)

  • Bukan Disadap, Ini Cara Intelijen Lihat Chat WhatsApp Warga

    Bukan Disadap, Ini Cara Intelijen Lihat Chat WhatsApp Warga

    Jakarta, CNBC Indonesia – Badan intelijen pusat (CIA) disebut-sebut punya kemampuan mengintip isi percakapan WhatsApp di HP pengguna.

    Pernyataan mengejutkan ini disampaikan langsung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, dalam wawancara dengan podcast The Joe Rogan Experience.

    Ia mengungkapkan bahwa pesan di WhatsApp bisa diakses pihak ketiga, termasuk badan intelijen seperti CIA.

    Oleh karena itu, WhatsApp menyediakan fitur hapus otomatis agar chat di HP pengguna tidak bisa diintip.

    Zuckerberg mengatakan fitur end-to-end encryption yang ada di WhatsApp bertujuan agar WhatsApp, sebagai perusahaan penyedia layanan chat, tidak bisa membaca pesan yang dikirim oleh penggunanya.

    “Cara enkripsi bekerja adalah membuat perusahaan yang mengelola layanan tak bisa melihatnya,” kata dia.

    Namun, fitur tersebut tidak bisa melindungi data dan chat yang tersimpan di HP tiap pengguna WhatsApp, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, badan intelijen dan hacker fokus untuk memanfaatkan celah yang ada di HP.

    Caranya adalah memanfaatkan perangkat spyware untuk mengakses isi HP penggunanya. Salah satunya adalah sypware Pegasus buatan Israel yang terkenal karena digunakan untuk membobol iPhone milik pejabat pemerintah di seluruh dunia.

    Spyware seperti Pegasus bisa membaca chat, melihat foto, hingga mengakses data panggilan telepon tanpa harus “mencegat” komunikasi antara dua perangkat lewat internet.

    Risiko ini yang mendorong WhatsApp untuk memperkenalkan fitur “hapus otomatis” atau “pesan menghilang” (disappearing message) di WhatsApp.

    Fitur ini secara otomatis menghapus chat dalam bentuk teks, foto, dan video di WhatsApp setelah jangka waktu tertentu.

    “Membuat [chat] terenkripsi dan menghilang adalah standar baik untuk keamanan dan privasi,” pungkasnya.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Mark Zuckerberg Kembali Bajak Talenta AI, Setelah OpenAI Giliran Apple jadi Korban

    Mark Zuckerberg Kembali Bajak Talenta AI, Setelah OpenAI Giliran Apple jadi Korban

    Bisnis.com, JAKARTA —  Meta, raksasa teknologi induk Facebook dan Instagram, kembali merekrut pentolan utama di bidang Artificial intelligence (AI) perusahaan lain. 

    Menurut laporan Bloomberg pada 8 Juni 2025, perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut membajak Ruoming Pang, Kepala Model AI Apple, untuk bergabung dengan tim superintelligence terbaru Meta.

    Pang sebelumnya memimpin tim internal Apple yang bertanggung jawab melatih model fondasi AI yang mendasari Apple Intelligence dan fitur-fitur AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device). 

    Namun, kinerja model AI Apple sejauh ini dinilai belum mampu menyaingi model dari perusahaan lain seperti OpenAI, Anthropic, maupun Meta sendiri.

    Apple bahkan disebut-sebut tengah mempertimbangkan untuk menggandeng pihak ketiga dalam mendukung peningkatan kecerdasan Siri versi terbaru yang akan dirilis.

    Sumber Bloomberg menyebut, hengkangnya Pang bisa menjadi sinyal awal dari potensi eksodus yang lebih besar di unit AI Apple yang disebut tengah menghadapi sejumlah tantangan internal.

    Sementara itu, bagi Meta, kehadiran Pang dinilai akan memperkuat fokus perusahaan dalam pengembangan model AI kecil yang dapat berjalan langsung di perangkat. 

    Sebelumnya, Meta juga dikabarkan berhasil merekrut empat peneliti dari OpenAI.  Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari strategi agresif Meta dalam mengembangkan proyek superintelijensi yang dipimpin langsung oleh Zuckerberg. 

    Menurut laporan The Information yang dikutip Reuters pada Sabtu (28/6/2025) keempat peneliti yang direkrut adalah Shengjia Zhao, Jiahui Yu, Shuchao Bi, dan Hongyu Ren.  

    Mereka dikabarkan telah menyetujui tawaran untuk bergabung dengan raksasa teknologi tersebut, sebagaimana disampaikan oleh sumber yang mengetahui proses perekrutan ini. 

    Perekrutan ini terjadi hanya beberapa hari setelah laporan dari The Wall Street Journal menyebut Meta juga berhasil memboyong tiga peneliti AI lainnya dari kantor OpenAI di Zurich, yaitu Lucas Beyer, Alexander Kolesnikov, dan Xiaohua Zhai.

    Sebelumnya, Meta juga telah merekrut sejumlah pakar AI dari Google DeepMind hingga Safe Superintelligence untuk memperkuat divisi AI superintelligence mereka.

  • Kacau, Mark Zuckerberg Bajak Pentolan AI Apple

    Kacau, Mark Zuckerberg Bajak Pentolan AI Apple

    Jakarta

    Meta dikabarkan merekrut bos yang memimpin pengembangan model AI Apple. Di bawah komando Mark Zuckerberg, Meta memang tengah agresif merekrut para bakat AI papan atas dengan iming-iming pendapatan yang melimpah

    Menurut Bloomberg, Head of AI model Apple, Ruoming Pang, meninggalkan perusahaan untuk bekerja di Meta. Pang sebelumnya memimpin tim internal Apple yang melatih model dasar AI yang mendukung Apple Intelligence dan fitur AI pada perangkat lainnya.

    Model AI Apple belum benar-benar sukses besar dan kurang mampu bersaing dibanding teknologi AI yang ditawarkan OpenAI, Anthropic, dan bahkan Meta. Apple pun dilaporkan mempertimbangkan untuk memanfaatkan model AI pihak ketiga untuk mendukung pemutakhiran Siri.

    Sumber mengatakan ke Bloomberg bahwa kepergian Pang mungkin merupakan yang pertama dari banyak kemungkinan kepergian karyawan lain di unit AI Apple yang bermasalah.

    Dikutip detikINET dari Tech Crunch, Pang dipandang dapat membawa keahlian dalam merancang model AI pada perangkat kecil ke Meta, bergabung dengan serangkaian talenta yang telah diburu Zuckerberg dalam beberapa bulan terakhir, termasuk para pentolan Google DeepMind, OpenAI, dan Safe Superintelligence.

    Zuckerberg belum lama ini membentuk tim super untuk memuluskan ambisi membuat AI tak tertandingi. Zuck memberitahu karyawan bahwa Meta Superintelligence Labs yang baru dibentuk dinakhodai mantan CEO Scale AI Alexandr Wang. Wang yang berusia 28 tahun, gabung dengan Meta usai Zuckerberg menghabiskan hampir USD 15 miliar untuk 49% saham startup itu.

    “Seiring dengan percepatan kemajuan AI, pengembangan kecerdasan super mulai terlihat,” kata Zuckerberg dalam pesan internal kepada karyawan yang pertama kali diperoleh Bloomberg.

    Zuckerberg mengatakan Wang, yang akan menjabat sebagai Chief AI Officer, adalah pendiri startup paling mengesankan di generasinya. Wang akan bekerja erat dengan mantan CEO GitHub Nat Friedman, yang akan mengawasi produk AI dan penelitian terapan.

    (fyk/rns)

  • Meta Bajak Kepala AI Apple untuk Proyek Superintelijen Mark Zuckerberg – Page 3

    Meta Bajak Kepala AI Apple untuk Proyek Superintelijen Mark Zuckerberg – Page 3

    Laporan Bloomberg menyebutkan, kepergian Pang bisa menjadi sinyal awal mulai terkikisnya kepercayaan internal terhadap strategi AI di Apple.

    Tak hanya itu, perusahaan asal Cupertino tersebut dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menggandeng model AI pihak ketiga demi memperkuat Siri di masa mendatang.

    Di sisi lain, Mark Zuckerberg dan Meta menunjukkan ambisi besar untuk mendominasi industri AI dan memperluas portfolio produk mereka. 

    Selain merekrut Pang, Meta juga mengumpulkan sejumlah ilmuan top dari Google DeepMind, OpenAI, hingga Safe Superintelligence untuk memuluskan usaha perusahaan mengembangkan teknologi AI lebih canggih.

  • Bocah Ajaib Rp 58 Triliun Resmi Pimpin Tim Super Pendiri Facebook

    Bocah Ajaib Rp 58 Triliun Resmi Pimpin Tim Super Pendiri Facebook

    Jakarta, CNBC Indonesia – Mark Zuckerberg mengumumkan pembentukan Meta Superintelligence Labs (MSL), sebuah unit baru yang akan dipimpin oleh beberapa rekrutan terbaru Meta, termasuk mantan CEO Scale AI Alexandr Wang.

    Zuckerberg menyebutkan bahwa unit superintelijen AI ini akan menaungi berbagai tim Meta yang saat ini mengembangkan model dasar kecerdasan buatan (foundation models), seperti perangkat lunak open-source Llama, produk AI, dan proyek riset Fundamental Artificial Intelligence Research, demikian dikuto dari CNBC Internasional, Jumat (4/7/2025).

    Langkah ini diumumkan setelah Meta mengkonfirmasi pembelian 49% saham Scale AI, yang menempatkan valuasi perusahaan tersebut di angka lebih dari US$29 miliar atau sekitar Rp 464 triliun.

    Dari transaksi itu, Meta disebut menggelontorkan sekitar US$15 miliar atau Rp 240 triliun untuk akuisisi sebagian saham Scale AI.

    Wang (28) langsung direkrut untuk bergabung ke Meta dan memimpin upaya besar perusahaan dalam pengembangan AI di bawah naungan MSL.

    Alexandr Wang bukan nama sembarangan di dunia teknologi. Ia mendirikan Scale AI di usia 21 tahun dan menjadi miliarder termuda versi Forbes pada usia 24 tahun. Forbes memperkirakan kekayaan Wang kini telah mencapai US$3,6 miliar atau sekitar Rp 58 triliun.

    Tiga tahun sejak mendirikan Scale AI, Wang menjadi perbincangan di Silicon Valley. Forbes bahkan membandingkannya dengan Bill Gates dan Mark Zuckerberg.

    Meta sendiri kini sedang bersaing ketat dalam industri AI, terutama menghadapi dominasi OpenAI dan Google DeepMind.

    Rekrutmen besar-besaran pun dilakukan, termasuk menarik Nat Friedman, eks CEO GitHub, dan Daniel Gross, eks CEO Safe Superintelligence, startup milik co-founder OpenAI, Ilya Sutskever.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]