Tag: Mardiono

  • PPP Riau Solid Dukung Mardiono Sebagai Caketum di Mukatamar X

    PPP Riau Solid Dukung Mardiono Sebagai Caketum di Mukatamar X

    Liputan6.com, Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Riau, Ikbal Sayuti memastikan, jajaran pengurus wilayah dan seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Riau telah bulat menyatakan dukungan penuh kepada Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum PPP di periode mendatang. Menurut dia, hal itu adalah keputusan yang dihasilkan dalam forum Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) II di Pekanbaru.

    “Kami di DPW dan seluruh DPC se-Riau sudah sepakat untuk memberikan dukungan penuh kepada Pak Muhammad Mardiono. Beliau adalah figur yang mampu menjaga marwah dan soliditas partai di tengah dinamika politik nasional,” kata Ikbal seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (16/9/2025).

    Pada kesempatan senada, turut hadir Wakil Ketua Umum DPP PPP Rusli Effendi. Dia mengapresiasi atas kesuksesan penyelenggaraan forum Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) II di Pekanbaru. Dia menegaskan, pentingnya transformasi PPP, salah satunya melalui digitalisasi sebagai langkah awal modernisasi politik.

    “Mukerwil juga menjadi wadah untuk melahirkan ide, terobosan, serta gagasan yang akan dibawa pada Muktamar nanti, bertemakan transformasi. Transformasi digital adalah pintu masuk supaya PPP semakin dekat dengan generasi muda dan masyarakat luas,” ujar Rusli.

     

  • Nama Mardiono Kembali Muncul untuk Diusulkan Menjadi Caketum di Muktamar X PPP – Page 3

    Nama Mardiono Kembali Muncul untuk Diusulkan Menjadi Caketum di Muktamar X PPP – Page 3

    Mardiono berpesan, pada Muktamar PPP mendatang seluruh kader wajib menjaga marwah, tanpa konflik dan dualisme.

    “Yang paling utama yang saya tekankan kepada seluruh kader agar jangan terjadi konflik dan kita semua harus kompak. Seluruh kader siap menyukseskan muktamar tanpa konflik,” dia menandasi.

    Sebagai informasi, Muktamar X PPP akan dilaksanakan pada 27-29 September 2025 di Jakarta.

    Hingga kini, DPP PPP telah membentuk membentuk steering committee (SC) dan organizing committee (OC) untuk menyiapkan segala keperluan teknis seperti persiapan venue, kamar hotel, transportasi, serta bimbingan teknis bagi seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kader PPP di Indonesia.

  • Muskerwil PPP DIY Sepakat Dukung Muhammad Mardiono sebagai Ketum PPP Mendatang
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        14 September 2025

    Muskerwil PPP DIY Sepakat Dukung Muhammad Mardiono sebagai Ketum PPP Mendatang Nasional 14 September 2025

    Muskerwil PPP DIY Sepakat Dukung Muhammad Mardiono sebagai Ketum PPP Mendatang
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) jelang Muktamar X PPP di di Kantor DPW PPP DIY, Minggu (14/9/2025).
    Muswil tersebut menyepakati untuk mengusung nama Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum (Ketum) PPP mendatang.
    Untuk diketahui, Muhammad Mardiono saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketum PPP.
    Ketua DPW PPP DIY Muhammad Yazid mengatakan, Muskerwil tersebut membahas sejumlah hal, termasuk struktur kepengurusan dan pengesahan keputusan partai.
    Ia menambahkan, DPW PPP DIY juga meminta agar DPP PPP tetap solid, mengingat hampir semua kader mengusulkan Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum.
    “Calon Ketum (PPP) hampir semua mengusulkan supaya Muhammad Mardiono untuk melanjutkan kembali pada periode yang akan datang,” kata Yazid ditemui di Kantor DPW PPP DIY, Kota Yogyakarta, Minggu (14/9/2025).
    Yazid menambahkan, pengusungan nama Muhammad Mardiono merupakan hasil suara mayoritas DPW PPP DIY pada Muskerwil tersebut.
    “Pada saat Muskerwil ini, mayoritas (anggota) mengusulkan Muhammad Mardiono untuk kembali ke pusat,” kata dia.
    Ia mengakui pada Muskerwil tersebut, terdapat satu DPC yang tidak mengusulkan nama Muhammad Mardiono sebagai calon Ketua Umum PPP. Namun, dia memastikan satu DPC itu tetap akan tegak lurus dengan hasil Muktamar.
    “Ada satu DPC yang tidak mengusulkan, tetapi akan tetap loyal dan tegak lurus dengan apa pun keputusan Muktamar,” ujar dia.
    Sementara itu Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono mengatakan dirinya mendapat sambutan hangat dalam gelaran Muskerwil DPW PPP DIY.
    Ia berpesan kepada DPW PPP agar menjaga Muktamar PPP X menghasilkan pemikiran-pemikiran yang bisa membawa PPP berkancah di peta politik di Indonesia.
    “Paling utama saya tekankan seluruh kader untuk menghindari konflik. Kita semua kompak, siap untuk menyukseskan Muktamar tanpa konflik,” kata dia.
    “Yogyakarta jadi motor yang utama agar Muktamar tidak terjadi konflik,” tambah dia.
    Terkait persiapan Muktamar X PPP, Mardiono mengaku sudah membentuk tim untuk bekerja menyiapkan kebutuhan Muktamar, mulai dari menyiapkan kamar hotel, lokasi Muktamar, hingga alat transportasi.
    “Pada tanggal 27, 28, 29, kita lanjutkan lagi bimbingan teknis bagi anggota DPRD seluruh Indonesia,” ujarnya.
    Disinggung soal namanya yang diusulkan oleh sejumlah DPW, ia menegaskan bahwa posisi Ketum PPP bukanlah jabatan yang harus diperebutkan secara ambisius, melainkan sebuah amanah untuk pengabdian.
    “Ini saya tempatkan sebagai pengabdian dan perjuangan, jadi kalau saya masih diberi amanah dan dipanggil untuk menjalankan tugas insyaallah (siap),” jelas dia.
    “Tapi kalau andai kata tidak (menjadi Ketum PPP) juga saya alhamdulillah. Saya tidak akan ngoyo, merebut-merebut secara ambisi. Saya garis bawahi bahwa ketua adalah bukan jabatan, melainkan amanah untuk pengabdian dan perjuangan,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Songsong Muktamar X, PPP Aceh Solid Bersama Mardiono

    Songsong Muktamar X, PPP Aceh Solid Bersama Mardiono

    Jakarta

    Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Aceh menegaskan mendukung Mardiono sebagai Ketua Umum DPP PPP pada Muktamar X mendatang.

    Sekretaris DPW PPP Aceh, Ilmiza Saaduddin Djamal, menyatakan seluruh DPC se-Aceh sudah menyepakati sikap tersebut. Ia membantah adanya isu perbedaan dukungan di internal PPP Aceh.

    “Kami sangat menyayangkan, bila adanya upaya yang ingin menumbuhkan opini politik sesat, seolah-olah PPP di Aceh terpecah belah. Dimana selama ini kekompakan diantara tingkatan kepengurusan partai telah terbina dan terkonsolidasi dengan baik.” ujar Ilmiza dalam keterangan tertulis, Minggu (14/9/2025).

    Ilmiza mengatakan bahwa PPP Aceh bersama dengan seluruh DPC PPP se-Aceh telah menegaskan sikap untuk tetap bersama Mardiono. Meskipun adanya pemberitaan yang mengatakan bahwa DPC PPP di Aceh masih terdapat perbedaan dalam dukungan calon ketua umum.

    Berita tersebut merupakan sikap tendensius yang tidak mendasar, sebab orang yang menyatakan pendapat itu sama sekali tidak pernah berkolaborasi bersama kader PPP di Aceh. Bahkan tidak pernah menjadi pimpinan PPP di Aceh.

    Pendapat yang mengatakan adanya perbedaan sikap DPC PPP dalam memberikan dukungan terhadap calon ketua umum PPP mendatang, merupakan asumsi pribadi yang sangat tidak dapat dibuktikan secara fakta di lapangan.

    Dukungan ini disebut tidak lepas dari perhatian yang diberikan Plt. Ketua Umum kepada PPP di Aceh. Ketua DPC PPP Aceh Besar, Darmansyah M. Daud, menyebut Mardiono berperan besar membantu partai di daerahnya kembali mendapatkan kursi DPRK setelah dua periode kosong.

    “Belum ada satu orangpun ketua umum PPP yang memberikan perhatian sebesar yang diberikan oleh Mardiono,” ujar Darmansyah.

    “Terlebih lagi disaat kami kekosongan kursi DPRK Aceh Besar selama dua periode. Dalam kondisi seperti ini, sangat berat untuk memimpin dan membina partai. Namun kehadiran Plt. Ketum dengan berbagai bentuk motivasi, baik moral maupun finansial menghadapi pemilu, PPP Aceh Besar telah memperoleh 2 kursi yang selama ini kosong. Oleh karena itu, kami berharap tidak adanya oportunis dan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk merusak kekompakan dan keutuhan PPP di Aceh,” tambahnya.

    Hal senada disampaikan Ketua DPC PPP Nagan Raya, Rizki. Ia menyebut selama tiga periode PPP tidak memiliki kursi di DPRK, namun dengan dukungan moral dan finansial dari Mardiono, partainya kini berhasil merebut empat kursi sekaligus.

    “Perjuangan kami sangat berat untuk mengembalikan kursi PPP Nagan Raya. Alhamdulillah dengan dukungan moral, kehadiran dan finansial dari Plt. Ketum, akhirnya PPP Nagan Raya tampil sebagai pemenang dengan memperoleh 4 kursi di DPRK dan telah menghantarkan kadernya menjadi ketua DPRK di Nagan Raya,” tegas Rizki.

    Ketua DPC PPP Aceh Tengah, Fauzan Jalil, dan Ketua DPC PPP Pidie Jaya, Tgk. Abdul Hamid, juga menegaskan PPP di Aceh solid. Keduanya menilai isu perpecahan hanya digulirkan pihak-pihak yang tidak pernah terlibat membesarkan partai di Aceh.

    “Kami tidak mungkin berbeda antara satu dengan yang lain. Selama ini kami bersusah payah membangun dan berjuang untuk memperoleh suara PPP di daerah tanpa ada yang membantu, kecuali Plt. Ketua Umum. Oleh karena itu, kami hanya mengenal dekat dengan ketua umum bapak Mardiono. Selain itu kami tidak pernah mengenal dan merasa terbantu oleh mereka, termasuk yang menamakan dirinya sebagai tokoh PPP Aceh. Saat kami bekerja dan berjuang, tidak pernah melihat kiprahnya membantu kami bersama-sama membangun PPP. Sementara ketika dekat dengan Muktamar merasa diri sebagai tokoh yang sangat mengenal PPP Aceh,” ujar Fauzan.

    (anl/ega)

  • PPP Aceh Tegaskan Solid Bersama Mardiono Jelang Muktamar X

    PPP Aceh Tegaskan Solid Bersama Mardiono Jelang Muktamar X

    Senada dengan itu, Darmansyah M. Daud sebagai ketua DPC PPP Aceh Besar memastikan belum ada satu orangpun ketua umum PPP yang memberikan perhatian sebesar yang diberikan oleh Mardiono kepada PPP di Aceh. Terlebih lagi disaat kekosongan kursi DPRK Aceh Besar selama dua periode.

    “Kehadiran Plt. Ketum dengan berbagai bentuk motivasi, baik moral maupun finansial menghadapi pemilu, PPP Aceh Besar telah memperoleh 2 kursi yang selama ini kosong. Oleh karena itu, kami berharap tidak adanya oportunis dan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk merusak kekompakan dan keutuhan PPP di Aceh, ” kata Darmansyah.

    Kemudian Rizki, ketua DPC PPP Nagan Raya juga menuturkan, selama 3 periode PPP Nagan Raya tidak memiliki kursi di DPRK alias kosong. Dia menyebut, perjuangannya berat untuk mengembalikan kursi PPP Nagan Raya. Namun dia bersyukur bantuan moral dan finansial dari Mardiono membuat PPP Nagan Raya tampil sebagai pemenang.

    “Kami memperoleh 4 kursi di DPRK dan telah menghantarkan kadernya menjadi ketua DPRK di Nagan Raya,” ungkap Rizki.

    Terakhir, Fauzan Jalil dan Tgk. Abdul Hamid, sebagai ketua DPC PPP Aceh Tengah dan Pidie Jaya, menegaskan bahwa PPP di Aceh bersepakat untuk memiliki sikap yang sama dalam mengusung calon ketua umum ke depan.

    “Kami tidak mungkin berbeda antara satu dengan yang lain. Selama ini kami bersusah payah membangun dan berjuang untuk memperoleh suara PPP di daerah tanpa ada yang membantu, kecuali Plt. Ketua Umum Mardiono. Oleh karena itu, kami hanya mengenal dekat dengan ketua umum bapak Mardiono. Selain itu kami tidak pernah mengenal dan merasa terbantu oleh mereka, termasuk yang menamakan dirinya sebagai tokoh PPP Aceh,” pungkas keduanya.

     

  • DPW PPP Sumbar Satu Barisan Dukung Mardiono di Muktamar X 2025
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        7 September 2025

    DPW PPP Sumbar Satu Barisan Dukung Mardiono di Muktamar X 2025 Nasional 7 September 2025

    DPW PPP Sumbar Satu Barisan Dukung Mardiono di Muktamar X 2025
    Tim Redaksi
    PADANG, KOMPAS.com
    – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan satu barisan mendukung Muhammad Mardiono sebagai ketua umum partai dalam Muktamar X PPP yang akan digelar pada 27–29 September 2025 di Jakarta.
    Pernyataan itu disampaikan Ketua DPW PPP Sumbar Hariadi dalam Musyawarah Wilayah III PPP Sumbar, di Padang, Sabtu (6/9/2025). 
    Menurut Hariadi, Mardiono yang saat ini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP merupakan sosok tepat untuk memimpin partai pada periode 2025-2030.
    “Kami solid mendukung Pak Mardiono di Muktamar X PPP mendatang,” katanya kepada Kompas.com, Sabtu (6/9/2025).
    Hariadi menekankan, PPP ke depan harus dipimpin oleh kader internal yang memahami seluk-beluk partai sehingga mampu membawa partai berlambang Ka’bah itu kembali ke masa kejayaan.
    “Sosok itu ada pada Pak Mardiono yang sudah mengabdi di PPP selama 28 tahun,” ujarnya.
    Pada kesempatan yang sama, Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menyatakan siap maju jika mendapat dukungan dari kader daerah.
    “Jika didukung dan diberi amanah, insyaallah saya siap,” katanya.
    Mardiono menuturkan, dalam dua pemilihan umum (pemilu) terakhir, yakni 2019 dan 2024, PPP mengalami kemunduran akibat konflik internal.
    “Sejak partai didirikan tahun 1973, kami sudah beberapa kali menghadapi masa sulit akibat konflik internal. Puncaknya pada 2024, kami tidak lolos ke parlemen DPR RI,” ujarnya.
    Mardiono berharap Muktamar X menjadi momentum kebangkitan PPP untuk kembali menjadi partai besar.
    “Ibarat roda, saat ini kami berada di bawah. Tapi roda itu berputar, kami ingin kembali ke atas. Tentu dengan kerja keras semua kader,” tegasnya.
    Mardiono optimistis PPP bisa bangkit pada Pemilu 2029 karena semangat kader dari pusat hingga daerah semakin kuat.
    “Semangat membawa PPP kembali menjadi partai besar inilah yang menjadi bahan bakar seluruh kader. Momentumnya ada di Muktamar nanti,” katanya. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Nabi Ajarkan Kebaikan, Bukan Perusakan

    Nabi Ajarkan Kebaikan, Bukan Perusakan

    Jakarta

    Ketua Umum PPP Mardiono turut menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Dia hadir bersama para pejabat negara seperti Presiden Prabowo Subianto, Wapres Gibran Rakabuming, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

    Dalam momentum Maulid Nabi ini, Mardiono mengatakan bahwa semua sikap, sifat, dan apa yang dilakukan nabi harus menjadi teladan. Dia melihat kondisi saat ini di Indonesia dengan banyak dinamika seperti aksi demonstrasi, isu-isu pengrusakan fasilitas, hingga penjarahan.

    Mardiono berpandangan, mengekspresikan pendapat atau aspirasi merupakan hal yang baik bagi masukan pemerintah. Lain halnya dengan pengrusakan fasilitas, memprovokasi dan penjarahan, yang merupakan sikap buruk.

    “Tidak ada ajaran Nabi Muhammad yang melakukan perusakan, bahkan Nabi menganjurkan kalau ada fitnah, ada setan, ada apa yasudah kita tidak usah dilayani kalau setan itu menggoda kita lalu kita layani ya akhirnya menjadi apa? Kita terprovokasi menjadi mengeksekusi, mengadili, menghakimi dan itu kan tidak boleh tidak boleh,” kata Mardiono seusai mengikuti Maulid Nabi di Istiqlal, Kamis (4/9/2025).

    Dia melanjutkan, berdemonstrasi untuk menyuarakan pendapat atau aspirasi merupakan hal yang dilindungi oleh undang-undang, dan negara harus mendengar. Namun, bila demonstrasi dilandasi oleh kebencian maka harus hati-hati dengan provokasi yang berujung hal negatif.

    “Nah kalau orang menyampaikan aspirasi kemudian atas dasar suka dan tidak suka, kemudian atas dasar sentimen, atas dasar kepentingan pribadi, nah akhirnya ya setan-setan tadi akhirnya menjadi apa? Menjadi provokasi karena hanya untuk mengikuti sebuah kepentingan pribadi masing-masing kelompok atau golongan,” jelas dia.

    “Ini yang tidak boleh kemudian pada akhirnya melahirkan sebuah kerusuhan apalagi sampai ada korban jiwa, ada korban harta seperti aset-aset negara yang dibakar, yang dirusak. Itu tidak ada sama sekali baik di agama maupun undang-undang yang bisa membenarkan itu semuanya jadi harus kita pisahkan,” sambungnya.

    Mardiono juga mengatakan kasus rantis Brimob menabrak Affan Kurniawan sudah masuk pelanggaran dan wajib ditindak hukum. Namun kasus itu tidak boleh berujung melarang massa aksi yang dilakukan warga.

    “Bahwa ada kemarin kejadian yang seperti kasus almarhum mitra ojol yang kemudian menjadi korban atas terlindas oleh mobil Brimob, itu tentu pelanggaran protap maupun pelanggaran hukumnya harus ditindak secara hukum, tapi ini juga tidak bisa dicampur dengan rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi yang dilindungi oleh undang-undang, harus dipisahkan,” jelas dia.

    Menurutnya setiap kejadian memiliki porsi masing-masing. Demonstrasi tidak negatif, tapi orang membuat perusakan dengan memanfaatkan momentum harus dipisahkan perkaranya.

    “Itu termasuk dengan para pelaku perusuh yang kemudian melakukan pembakaran melakukan perusakan terhadap aset-aset fasilitas publik seperti halte bus dan lain sebagainya itu adalah fasilitas publik yang dibangun dengan uang rakyat, untuk memfasilitasi kebutuhan rakyat,” sambung dia.

    Halaman 2 dari 2

    (maa/maa)

  • PPP Pekanbaru Dukung Program Prabowo–Gibran dan Mardiono Jadi Ketua PPP
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        3 September 2025

    PPP Pekanbaru Dukung Program Prabowo–Gibran dan Mardiono Jadi Ketua PPP Nasional 3 September 2025

    PPP Pekanbaru Dukung Program Prabowo–Gibran dan Mardiono Jadi Ketua PPP
    Penulis
    KOMPAS.com
    – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Pekanbaru mendukung Muhamad Mardiono untuk kembali memimpin PPP sebagai Ketua Umum dalam Muktamar X yang dijadwalkan berlangsung akhir September 2025.
    Hal tersebut merupakan hasil Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) bertema “Transformasi untuk Indonesia” di Pekanbaru, Selasa (2/9/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus partai dari berbagai tingkatan, termasuk Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Riau, Ikbal Sayuti.
    “Kepemimpinan bapak Muhamad Mardiono selama ini mampu menjaga soliditas internal dan mengarahkan partai tetap berada di jalur perjuangan politik umat,” ungkap Ketua DPC PPP Kota Pekanbaru Zulkarnain dalam siaran persnya.
    Tidak hanya itu, Muskercab PPP Pekanbaru juga menyepakati dukungan terhadap program pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
    Program nasional itu terangkum dalam Astacita, seperti Pembangunan Infrastruktur, Penguatan Ketahanan Pangan, Peningkatan Layanan Kesehatan, dan Transformasi Pendidikan dinilai selaras dengan visi perjuangan PPP.
    “PPP Pekanbaru akan mendukung penuh agenda pemerintah pusat. Kita harus menjadi bagian dari solusi, terutama dalam memastikan masyarakat merasakan manfaat dari program prioritas Presiden dan Wakil Presiden,” katanya.
    Pada kesempatan itu, Zulkarnain mengatakan, Muskercab menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi dan menyatukan langkah menghadapi kontestasi politik ke depan.
    “Hari ini kita berbagi semangat perjuangan. Apa yang kita lakukan adalah kerja bersama seluruh kader. Perjuangan Bapak Ibu adalah perjuangan kita bersama,” ujarnya dalam siaran persnya.
    Sementara itu, Ketua DPW PPP Riau, Ikbal Sayuti, menegaskan bahwa kekompakan partai dari tingkat pusat hingga akar rumput menjadi kunci pencapaian target politik di masa depan.
    “Struktur harus berjalan maksimal. Insya Allah, dengan semangat kebersamaan, PPP bisa mencatat sejarah baru di Pekanbaru. Kami optimistis pada Pemilu 2029 bisa meraih hingga empat kursi di DPRD Kota Pekanbaru,” lanjutnya.
    Dengan hasil Muskercab ini, PPP Kota Pekanbaru berharap dapat memperkuat soliditas internal, mematangkan strategi politik, sekaligus memastikan kontribusi nyata terhadap keberhasilan program pembangunan nasional.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mardiono: Kalau Mayoritas Kader Menghendaki, Saya Siap Kembali Pimpin PPP – Page 3

    Mardiono: Kalau Mayoritas Kader Menghendaki, Saya Siap Kembali Pimpin PPP – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono bersuara soal dirinya yang akan dicalonkan kembali sebagai ketua umum PPP secara definitif. Dia menegaskan, menegaskan dirinya tidak ada ambisi pribadi dan menyerahkan sepenuhnya kepada kader di forum Muktamar.

    “Saya dalam hal ini memimpin adalah amanah, saya tidak berambisi,” kata Mardiono seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (24/8/2025).

    Meski begitu, dia tak menampik jika dukungan menakhodai PPP secara definitif bermunculan dari berbagai daerah. Karenanya, jika memang para kader menghendaki, maka Mardiono siap kembali menahkodai PPP secara definitif.

    “Kalau kader mayoritas menghendaki saya untuk memimpin kembali, Insya Allah saya memenuhi panggilan itu,” tegas dia.

    Berbicara soal Pemilu 2029, Mardiono mengaku saat ini PPP mulai memanaskan mesin politik. Hal itu disampaikan Mardiono saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PPP Kepulauan Seribu, Sabtu (23/8).

    “Mukerwil adalah pijakan penting dalam konsolidasi internal partai yang akan menghasilkan beberapa ide, gagasan, yang akan disampaikan lebih lanjut pada Muktamar mendatang,” sebut Mardiono.

    Dia memastikan, setiap agenda politik yang dijalankan partai akan diarahkan pada persiapan menghadapi kontestasi nasional mendatang.

    “Tentu adalah pijakan kita untuk konsolidasi, mempersiapkan, termasuk membuat rencana kerja menyongsong Pemilu 2029 yang akan datang,” Mardiono menandasi.

     

     

  • `PKB jelas warnanya sekarang, berada di pihak UUD 1945`

    `PKB jelas warnanya sekarang, berada di pihak UUD 1945`

    Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam acara puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke27 PKB di Jakarta, Rabu (23/7/2025). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

    Prabowo: `PKB jelas warnanya sekarang, berada di pihak UUD 1945`
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Kamis, 24 Juli 2025 – 08:05 WIB

    Elshinta.com – Presiden Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas dukungannya terhadap pemerintah, dan karena telah menunjukkan keberpihakannya terhadap konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 45).

    “Saudara-saudara sekalian, terima kasih pernyataan sikap dari PKB. PKB jelas warnanya sekarang, PKB berada di pihak Undang-Undang Dasar 1945. Saya yakin semua ketua umum partai di sini (demikian, red.). Saya yakin (partai-partai, red.) tergerak oleh fatwanya Ketua Dewan Syuro PKB, dan saya percaya rakyat Indonesia tidak bisa dibohongi lagi, rakyat Indonesia tidak boleh dianggap bodoh, rakyat Indonesia merasakan yang benar itu benar, yang salah itu salah,” kata Presiden Prabowo saat berpidato dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-27 PKB di Jakarta, Rabu (23/7) malam.

    Pernyataan Presiden Prabowo itu merujuk kepada pidato politik Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, dan Wakil Presiden Ke-13 KH Ma’ruf Amin, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB, yang keduanya disampaikan dalam acara yang sama.

    Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga berterima kasih atas pidato politik yang disampaikan oleh KH Ma’ruf Amin dan Muhaimin, karena keduanya memberikan optimisme dan memperkuat keyakinan terhadap masa depan Indonesia yang cerah.

    “Jadi, Ketua Dewan Syuro, Ketua Umum PKB, terima kasih. Saya di sini benar-benar yakin kalau masa depan Indonesia cerah, baik, tetapi memang tadi disinggung-singgung kuncinya adalah kita harus rukun, kita harus kerja sama, kita harus menegakkan dan menjalankan apa yang menjadi jiwa dan nafas NU (Nahdlatul Ulama) dan PKB, menjalankan rahmatan lil alamin, berbakti, bermanfaat, untuk semua, ini kuncinya,” kata Presiden Prabowo.

    Prabowo kemudian juga memuji sikap PKB yang selepas Pilpres 2024 memutuskan bergabung pada koalisi partai-partai pendukung pemerintah. Dalam masa Pilpres 2024, PKB berada di kubu oposisi bersama PKS dan NasDem. Muhaimin, yang merupakan calon wakil presiden saat Pilpres, berpasangan dengan Anies Baswedan, dan bersaing dengan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, serta Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

    “Partai-partai kita bersaing, karena nanti pemilu, pilkada, pilpres bersaing, ndak ada masalah. Selesai bersaing, rukun, kerja sama, karena kita mau mengabdikan (diri kepada) rakyat kok, enggak ada masalah. Dalam koalisi, (dan) di luar koalisi kita butuh pengawas, kita butuh koreksi, tetapi kita mau koreksi benar-benar, dari wakil rakyat juga jangan orang mengangkat dirinya sendiri habis itu dia atur-atur kita, enak aja ya Gus? Enggak keringet, nggak berdarah-darah, omon-omon, komentar itu,” kata Presiden Prabowo.

    Dalam acara Harlah Ke-27 PKB, hampir seluruh ketua umum partai politik hadir, dan beberapa partai diwakili oleh jajaran petingginya. Deretan pemimpin partai politik yang hadir, selain Presiden Prabowo yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra, antara lain Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep, Plt. Ketua Umum DPP PPP Mardiono, Ketua Umum. Sementara itu, ada pula Ketua DPR Puan Maharani, yang merupakan salah satu petinggi PDI Perjuangan.

    Sumber : Antara