PPP Panaskan Mesin Politik di Kalsel, Mardiono: Jadikan Kembali Basis Pemenangan 2029
Editor
BANJARMASIN, KOMPAS.com
– Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai memanaskan mesin politiknya di Kalimantan Selatan menjelang Pemilu 2029.
Langkah itu ditandai dengan penyelenggaraan Musyawarah Wilayah (Muswil) X DPW
PPP
Kalimantan Selatan di Kantor Sekretariat DPW PPP
Kalsel
,
Banjarmasin
.
Ketua Umum DPP PPP Muhamad
Mardiono
menegaskan keyakinannya bahwa Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk kembali menjadi salah satu kekuatan utama PPP pada kontestasi nasional mendatang.
“Ayo kader PPP di Kalimantan Selatan, kita bangkit kembali untuk menjadikan daerah ini sebagai salah satu basis pemenangan PPP,” ujar Mardiono.
Menurut dia, pencapaian tersebut hanya bisa diraih jika seluruh struktur partai solid dan bergerak serentak dari pusat hingga ke tingkat paling bawah.
Mardiono menekankan, persiapan menghadapi Pemilu 2029 harus dilakukan sejak sekarang melalui penguatan organisasi di seluruh lini.
“Kita kuatkan konsolidasi mulai dari DPP sampai ke bawah, termasuk hingga tingkat ranting, sebagai upaya penguatan PPP ke depan,” ungkapnya.
Ia menyebut konsolidasi bukan sekadar agenda administratif, tetapi harus diiringi dengan kehadiran nyata kader di tengah masyarakat.
Selain agenda politik, Mardiono juga menyinggung situasi darurat akibat bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Ia mengingatkan pentingnya peran sosial partai dalam kondisi krisis.
“Ketua DPW PPP Kalimantan Selatan saat ini adalah Pak Abdul Hadi yang juga Bupati Balangan. Saya menyampaikan duka dan empati yang mendalam kepada masyarakat terdampak. Saya berharap seluruh kader PPP di Kalsel dapat hadir dan membantu masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Mardiono menyatakan komitmennya untuk ikut mendorong bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Saya juga Insya Allah siap membantu apabila ada bantuan yang dibutuhkan,” tutup Mardiono.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Mardiono
-
/data/photo/2025/12/30/6953952169aba.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
PPP Panaskan Mesin Politik di Kalsel, Mardiono: Jadikan Kembali Basis Pemenangan 2029 Regional 30 Desember 2025
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406631/original/026647200_1762586588-1001217400.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Nelayan Lihat Kapal Mencurigakan di Rote, Saat Digerebek Ternyata Isinya 7 Warga China Ilegal
Sebelumnya, Polres Rote Ndao berhasil mengamankan satu unit kapal laut tanpa identitas di perairan selatan Pulau Rote, tepatnya di wilayah Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Dari operasi itu, petugas mengamankan tujuh warga negara asing (WNA) asal China dan tiga anak buah kapal (ABK) asal Sulawesi Tenggara.
Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono menuturkan informasi awal diperoleh sekitar pukul 16.00 WITA, ketika sekelompok nelayan yang sedang memancing di perairan dekat Pulau Ndana melihat sebuah kapal berwarna putih yang mencurigakan. Kapal tersebut tampak terparkir dengan mesin masih menyala tanpa tanda identitas yang jelas.
Salah satu nelayan bernama Muhidin kemudian melaporkan penemuan itu kepada Bhabinkamtibmas Desa Dalek Esa, Bripka Edy Suryadi, yang segera meneruskan laporan tersebut ke Polres Rote Ndao.
Setelah mendapat laporan, polisi kemudian menggiring kapal tersebut menuju Pelabuhan Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya.
“Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan tiga ABK WNI dan tujuh penumpang WNA asal China di atas kapal,” ujarnya, Selasa 28 Oktober 2025.
Ketiga ABK yang diamankan masing-masing berinisial AC (22), JS (32), dan IDR (46), seluruhnya berasal dari Desa Pasipadanga, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.
Sementara tujuh imigran ilegal asal China yang diamankan berinisial LWS (34), CXB (46), LSJ (39), ZJ (42), HX (46), ZZY (48), dan SY (35).
-
/data/photo/2025/11/03/6908a1f7bf1ca.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Mardiono: Parmusi Jadi Bagian Sejarah PPP, Harus Kita Rawat
Mardiono: Parmusi Jadi Bagian Sejarah PPP, Harus Kita Rawat
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono terus berupaya merangkul seluruh elemen umat untuk memperkuat perjuangan partai berbasis nilai Islam, persatuan, dan pembangunan nasional.
Paling baru, Mardiono mengunjungi Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi) Husnan Bey Fananie di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Mardiono mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap Parmusi sebagai bagian dari sejarah berdirinya PPP.
“Parmusi adalah bagian dari sejarah PPP yang harus terus kita rawat. Pertemuan ini salah satunya untuk melaporkan hasil muktamar,” ungkapnya.
Mardiono menyebutkan, pihaknya juga berdiskusi soal isu kebangsaan dan langkah-langkah strategis untuk menghidupkan kembali kejayaan PPP sebagai partai Islam.
Dia menegaskan, PPP berkomitmen melahirkan berbagai program dan kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi umat, terutama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ketahanan Pangan itu juga membuka ruang untuk melanjutkan dialog dan kolaborasi dengan Parmusi dalam memperkuat gagasan dan ide pembangunan berbasis nilai keislaman.
“Tentu tidak akan selesai sampai di sini saja diskusinya, insyaallah kami akan lanjutkan untuk berbagi gagasan dan ide ke depannya,” kata Mardiono.
Sementara itu, Ketum Parmusi Husnan Bey Fananie mendukungan upaya PPP di bawah kepemimpinan Mardiono untuk kembali bangkit dan memperjuangkan aspirasi umat.
“PPP adalah satu-satunya partai umat yang berasaskan Islam. Namanya saja persatuan pembangunan, mempersatukan umat dan membangun negeri. Apa pun yang terjadi kepada PPP, kami rasakan bersama,” tegas Husnan.
Husnan yang sempat menjadi rival Mardiono pada Muktamar X menyatakan keyakinannya bahwa PPP akan kembali memperoleh dukungan besar dari rakyat dan mampu menembus parlemen pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Menurutnya, sinergi antara PPP dan Parmusi harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata, dakwah, serta turun langsung menyapa rakyat, ulama, dan santri di seluruh Indonesia.
“Kami akan bersama Pak Mardiono turun ke bawah, menyentuh rakyat, ulama, pesantren, dan santri. Saya yakin PPP di 2029 akan kembali kuat dan memiliki suara besar di parlemen,” tutur Husnan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/10/30/69036b20e2227.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Silaturahmi ke Syarikat Islam, Mardiono Didukung Hamdan Zoelva untuk Besarkan PPP di Pemilu 2029
Silaturahmi ke Syarikat Islam, Mardiono Didukung Hamdan Zoelva untuk Besarkan PPP di Pemilu 2029
Penulis
KOMPAS.com
— Ketua Umum Syarikat Islam (SI) Prof. Dr. Hamdan Zoelva menegaskan komitmen SI untuk ikut mendorong kebangkitan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kini tengah berjuang kembali lolos parlemen di Pemilu 2029.
Hal tersebut dikatakan Hamdan Zoelva saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono beserta jajaran pengurus DPP PPP di kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) SI, Jakarta Kamis (30/10/2025).
“PPP adalah partainya umat dan Syarikat Islam merupakan salah satu pendiri partai ini. Tentu kami merasa memiliki tanggung jawab moral dan historis agar PPP tidak hanya bertahan, tapi juga bisa besar kembali seperti masa-masa lalu,” ujar Hamdan Zoelva, usai pertemuan.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan sarat makna sejarah, membahas langkah-langkah strategis untuk menghidupkan kembali kejayaan PPP sebagai partai Islam.
Mantan Ketua MK 2013-2015 ini juga menegaskan bahwa posisi Syarikat Islam ini memiliki kedekatan historis dengan PPP dibandingkan partai lain, sehingga memberikan makna khusus.
“Tentu sebagai induk yang mendirikan PPP merasa penting untuk melihat PPP tumbuh dan besar kembali. Kalaupun sekarang tidak ada kursi di DPR RI, harapan kami di 2029 bisa kembali dengan suara yang lebih besar,” ucap Hamdan.
Sementara itu, Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus laporan hasil Muktamar PPP yang baru saja selesai digelar pada September lalu.
“Syarikat Islam adalah salah satu dari empat organisasi pendiri PPP. Karena itu, kami datang untuk bersilaturahmi, melaporkan hasil muktamar, dan meminta pandangan serta bimbingan dari Syarikat Islam,” jelas Mardiono.
Ia pun menyampaikan harapan agar Hamdan Zoelva dapat memberikan masukan bagi arah kepengurusan baru PPP, bahkan membuka peluang untuk ikut bergabung dalam struktur partai.
“Alhamdulillah beliau sangat memberikan perhatian terhadap dinamika yang terjadi di PPP. Kami berharap Pak Hamdan Zoelva berkenan memberikan pandangan dan mungkin bergabung bersama kami dalam upaya membesarkan kembali PPP,” ujarnya.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat adanya upaya konsolidasi dan rekonsolidasi kekuatan Islam politik menjelang Pemilu 2029. Dengan dukungan moral dari organisasi pendiri seperti Syarikat Islam, PPP diharapkan mampu bangkit kembali menjadi salah satu kekuatan utama politik umat di Indonesia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393786/original/066145800_1761612294-Tujuh_WNA_China_di_perairan_selatan_Rote_Ndao__NTT..jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Polisi Tangkap 7 Warga China dan 3 ABK Asal Sulawesi
Liputan6.com, NTT Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui jajaran Polres Rote Ndao berhasil mengamankan satu unit kapal laut tanpa identitas di perairan selatan Pulau Rote, tepatnya di wilayah Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.
Dari operasi itu, petugas menangkap tujuh warga negara asing (WNA) asal China dan tiga anak buah kapal (ABK) asal Sulawesi Tenggara.
Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono menuturkan, informasi awal diperoleh sekitar pukul 16.00 WITA, ketika sekelompok nelayan yang sedang memancing di perairan dekat Pulau Ndana melihat sebuah kapal berwarna putih yang mencurigakan. Kapal tersebut tampak terparkir dengan mesin masih menyala tanpa tanda identitas yang jelas.
Salah satu nelayan bernama Muhidin kemudian melaporkan penemuan itu kepada Bhabinkamtibmas Desa Dalek Esa, Bripka Edy Suryadi, yang segera meneruskan laporan tersebut ke Polres Rote Ndao.
Setelah mendapat laporan, polisi kemudian menggiring kapal tersebut menuju Pelabuhan Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya.
“Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan tiga ABK WNI dan tujuh penumpang WNA asal China di atas kapal,” kata Mardiono, Selasa (28/10/2025).
Ketiga ABK yang diamankan masing-masing berinisial AC (22), JS (32), dan IDR (46), seluruhnya berasal dari Desa Pasipadanga, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.
Sementara tujuh imigran ilegal asal China yang diamankan berinisial LWS (34), CXB (46), LSJ (39), ZJ (42), HX (46), ZZY (48), dan SY (35).
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325890/original/009999700_1756042221-WhatsApp_Image_2025-08-24_at_20.20.07.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Ditjen Pesantren Disetujui Presiden Prabowo, PPP: Bukti Keberpihakan bagi Masa Depan Santri – Page 3
Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Ketum PPP) Muhamad Mardiono mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto atas pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren pada Kementerian Agama (Kemenag).
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, mandiri, dan berkarakter.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga pusat kaderisasi bangsa. Dari pesantren lahir generasi berilmu, berakhlak, dan berjiwa sosial. Dengan adanya Ditjen Pesantren, negara menegaskan keberpihakan pada lembaga yang telah lama menjaga moral dan peradaban bangsa,” kata Mardiono kepada awak media di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Pria yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ketahanan Pangan ini menilai, pesantren memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi umat.
“Banyak pesantren yang telah mengembangkan pertanian organik, peternakan terpadu, hingga koperasi produktif. Ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya mencetak ahli agama, tetapi juga pionir ekonomi rakyat,” ucap Mardiono.
Mardiono percaya, santri bisa menjadi pelopor kemandirian pangan nasional. Sebab, di banyak daerah, pesantren sudah membuktikan diri sebagai sentra inovasi sosial dan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Karena itu, kata dia, PPP mendorong penguatan pesantren yang merupakan bagian dari komitmen ideologis partai yang selalu berpihak pada umat dan pendidikan keagamaan.
“PPP akan terus mendorong agar kebijakan baru ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan pesantren dan santri di seluruh Indonesia,” janji Mardiono.
“Memperkuat pesantren berarti memperkuat masa depan bangsa. Santri bukan hanya bagian dari sejarah, tapi juga kunci menuju Indonesia yang unggul, mandiri, dan berakhlak,” imbuhnya menandasi.
Polda Jawa Timur memastikan proses hukum ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, masih terus berjalan. Sejumlah saksi telah diperiksa, dan demi keamanan, bangunan kompleks putra Ponpes Al Khoziny ditutup untuk umum.
-

PPP Islah, Mardiono Kembali Jadi Ketum-Agus Suparmanto Jabat Waketum
Bisnis.com, JAKARTA — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi mengumumkan susunan kepengurusan baru hasil proses islah internal yang menyatukan kembali dua kubu yang sempat terbelah.
Kepengurusan ini disahkan untuk masa bakti 2025–2030, dengan Muhamad Mardiono kembali dipercaya sebagai Ketua Umum DPP PPP, sementara Agus Suparmanto menduduki posisi Wakil Ketua Umum.
Sementara itu, posisi Sekretaris Jenderal diisi oleh KH. Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin.
Pengumuman kepengurusan baru tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial PPP pada Senin (6/10/2025), disertai poster ucapan kepada ketiga tokoh itu.
“PPP kembali bersatu! Saatnya kita satukan langkah, kuatkan barisan, dan perjuangkan kembali cita-cita besar para pendiri partai untuk umat dan bangsa,” tulis DPP PPP dalam unggahannya.
Islah ini menjadi tonggak penting bagi PPP setelah beberapa tahun terakhir diwarnai dinamika kepemimpinan.
Penyatuan kembali dua kubu yang sebelumnya berbeda haluan dianggap sebagai momentum bagi PPP untuk mengonsolidasikan kekuatan dan memulihkan citra partai.
Sebelumnya, Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas menandatangani Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di bawah kepemimpinan Mardiono.
Pengesahan itu setelah kubu Mardiono mengajukan berkas-berkas ke Kementerian Hukum dan dinyatakan memenuhi syarat administrasi serta telah seusai dengan AD/ART hasil Muktamar PPP ke-9 di Makassar.
“Maka setelah dilakukan penelitian berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, di mana menggunakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga hasil Muktamar ke-9 di Makassar yang lalu, dan itu tidak berubah, maka kemarin pagi saya sudah menandatangani SK pengesahan kepengurusan Bapak Mardiono,” kata Supratman di Komplek Parlemen, Kamis (2/10/2025).
/data/photo/2025/12/21/6947c893eb7b3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/11/12/6914a1fec5c0a.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)