Tag: Marc Marquez

  • Murid Rossi Minta Maaf usai Tabrak Marc Marquez

    Murid Rossi Minta Maaf usai Tabrak Marc Marquez

    Jakarta

    Marco Bezzecchi, pebalap Aprilia meminta maaf usai tabrak Marc Marquez di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (6/10/2025). Bezzecchi mengakui kesalahannya.

    Marco Bezzecchi memulai balapan dari pole, tapi dia mengalami start yang kurang baik di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Dia mencoba melakukan manuver ke sisi dalam untuk mendahului pada tikungan tujuh. Namun dalam prosesnya dia malah menyundul bagian belakang motor Ducati Marquez.

    Kedua motor yang terlibat hilang kontrol. Marquez terjatuh lebih dulu, badannya terseret hingga ke gravel. Sementara itu, Bezzecchi juga terjatuh usai motornya masuk ke area tersebut.

    Murid Valentino Rossi itu langsung dibawa ke pusat medis untuk menjalani pemeriksaan dan kemudian dievakuasi dengan helikopter ke rumah sakit di Mataram. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya patah tulang pada Marco.

    “Hari ini saya melakukan kesalahan dan, sayangnya, insiden itu juga melibatkan Marc,” kata Bezzecchi dalam akun instagramnya.

    “Saya benar-benar menyesal dan ingin menyampaikan permintaan maaf tulus kepada Marc dan seluruh timnya,” tambah dia.

    Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing juga meminta maaf kepada Marc Marquez.

    “Pertama-tama, kami menyampaikan permintaan maaf kepada Márquez. Kami sangat menyesal atas insiden yang terjadi. Ini menjadi hari Minggu yang sangat mengecewakan bagi kami, terutama karena Marco telah menjadi pembalap tercepat di lintasan selama dua hari terakhir. Secara alami, harapan kami – apalagi dengan start dari posisi pole – adalah meraih hasil terbaik yang mungkin. Namun, begitulah dunia balap,” kata Rivola.

    Di sisi lain, Marc Marquez mendapatkan cedera patah tulang bahu kanan. Dia menganggap insiden itu adalah hal yang wajar, para penggemar diminta tidak menyalahkan Marco Bezzecchi setelah insiden.

    “Jangan ada perasaan buruk terhadap Marco, tidak ada yang melakukannya dengan sengaja,” tulis Marquez melalui akun media sosialnya setelah menjalani pemeriksaan awal dan sebelum terbang ke Madrid untuk evaluasi lanjutan.

    (riar/dry)

  • Belum Pernah Finis, Mandalika Masih ‘Angker’ buat Marc Marquez

    Belum Pernah Finis, Mandalika Masih ‘Angker’ buat Marc Marquez

    Jakarta

    Sirkuit Mandalika masih angker bagi Marc Marquez. Sejak sirkuit ini menggelar balapan MotoGP, Marquez belum pernah finis di balapan utama. Kemarin pun begitu, Marquez lagi-lagi mengalami kecelakaan.

    Marc Marquez lagi-lagi gagal finis di balapan utama MotoGP Mandalika. Di MotoGP Mandalika 2025 akhir pekan kemarin, Marquez terjatuh usai ditabrak Marco Bezzecchi dari belakang. Dia tersungkur dan terguling di atas kerikil.

    Juara dunia MotoGP 2025 itu terlihat masih bisa bangun. Namun ia memegang bahu kanannya. Marquez lalu dibawa ke ruang medis Sirkuit Mandalika. Dikonfirmasi, Marquez lagi-lagi mengalami cedera.

    “Saya tentu saja sedih karena cederanya lagi-lagi di sisi kanan, dalam kasus ini, tampaknya tulang selangka. Sekembalinya di Madrid, saya akan menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan seberapa parah cederanya. Ini balapan, dan hal-hal seperti ini bisa terjadi. Marco (Bezzecchi) datang untuk meminta maaf. Saya akan berusaha kembali secepat mungkin, sambil sepenuhnya mengikuti proses pemulihan,” kata Marquez dalam siaran pers Ducati, Senin (6/10/2025).

    Ini menjadi kali keempat Marquez gagal finis di balapan utama MotoGP Mandalika. Marquez hanya pernah juara tiga di sesi Sprint Race MotoGP Mandalika 2024 dan finis keenam di Sprint Race MotoGP Mandalika 2025. Di balapan utama atau Race, Marquez belum pernah menyentuh garis finis.

    Pada MotoGP Mandalika 2022, Marquez terjatuh di sesi pemanasan jelang balapan utama. Dia mengalami gegar otak ringan yang membuatnya tak bisa melanjutkan balapan.

    Pada tahun 2023, Marquez terjatuh di sesi balapan utama pada pertengahan lap. Sebelumnya, dia juga gagal di sesi Sprint Race karena terjatuh saat belum menyelesaikan satu putaran.

    Tahun lalu, ketika sudah bergabung dengan tim Gresini Ducati, Marquez juga gagal finis. Saat balapan baru berjalan 12 lap ketika itu, tiba-tiba motor Ducati Desmosedici mengeluarkan asap. Setelah itu motor Marquez mengeluarkan api dari bagian mesinnya. Marquez kemudian menepi dan melihat kondisi motornya. Tak lama kemudian dia menjatuhkan motornya dan meminta kru marshal untuk menyemprotnya dengan alat pemadam api ringan.

    Kutukan Mandalika kembali berlanjut tahun ini. Marquez kecelakaan setelah ditabrak Marco Bezzecchi dan mengalami cedera.

    (rgr/dry)

  • Performa Segar Marc Marquez Jadi Sorotan di MotoGP Mandalika

    Performa Segar Marc Marquez Jadi Sorotan di MotoGP Mandalika

    Jakarta

    MotoGP Mandalika 2025 kembali jadi sorotan dunia. Juara dunia MotoGP asal Spanyol, Marc Márquez, memikat publik dengan aksinya di Sirkuit Mandalika yang terkenal menuntut fisik, sekaligus berkolaborasi dengan brand personal care pria asal Indonesia, Kahf.

    MotoGP Mandalika tak hanya soal adu cepat, tapi juga bagaimana pembalap menjaga performa di luar lintasan. Perawatan wajah dan tubuh menjadi bagian penting agar tetap bugar sepanjang akhir pekan balapan.

    Cuaca tropis Lombok menjadi faktor tambahan yang harus ditaklukkan para pembalap. Dengan indeks UV harian bisa tembus level ekstrem dengan rata-rata (sekitar 7). Selain soal kecepatan dan strategi, stamina hingga perawatan diri juga jadi faktor penentu performa di atas motor.

    Di balik performa gemilangnya, Márquez mendapat dukungan dari brand personal care pria nomor satu asal Indonesia, Kahf. Produk Kahf Amino Gel Face Wash dan Kahf Sunscreen menjadi andalan sang pembalap untuk tetap segar, percaya diri, dan siap menghadapi panas teriknya Mandalika.

    “Kolaborasi dengan Marc Márquez adalah langkah penting bagi Kahf. Bagi kami, ini bukan hanya tentang mendukung olahraga kelas dunia, tetapi juga tentang membawa cerita Indonesia ke panggung internasional,” ujar Kahf Brand Manager Billy Dharmawan G dalam keterangan tertulis, Jumat (3/10/2025).

    Amino Gel Face Wash hadir dengan teknologi AminoGel dan formula low pH 5,5 yang efektif membersihkan sekaligus menjaga skin barrier tanpa mengiritasi, bahkan untuk kulit sensitif. Sementara itu, Kahf Sunscreen menawarkan perlindungan broad spectrum UVA & UVB, dengan tambahan proteksi polusi dan blue light, cocok untuk aktivitas pria hingga kulit acne-prone.

    Momen ini menjadi simbol bahwa karya anak bangsa mampu bersaing di level global. Filosofi Kahf yang mendukung pria tampil segar, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan, sejalan dengan semangat pantang menyerah Márquez di lintasan.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa brand dan produk lokal bisa tumbuh besar tanpa kehilangan jati dirinya,” tambah Billy.

    Dari Mandalika untuk dunia, kehadiran Kahf bersama Marc Márquez menunjukkan bahwa Indonesia mampu melahirkan brand yang tidak hanya bersaing di kancah global, tetapi juga menjadi sumber kebanggaan bangsa dengan membawa nama baik tanah air di panggung MotoGP.

    (akn/akn)

  • Cerita Juara MotoGP Mandalika Belum Punya SIM, Pernah Bawa Motor di Bali

    Cerita Juara MotoGP Mandalika Belum Punya SIM, Pernah Bawa Motor di Bali

    Jakarta

    Fermin Aldeguer, pebalap rookie yang sukses menaklukkan Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat ternyata belum punya Surat Izin Mengemudi (SIM).

    Fermin mengungkapkan sendiri disela-sela kunjungannya ke Jakarta belum lama ini.

    “Saya tidak mempunyai SIM,” ujar Fermin di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

    Meski belum punya SIM untuk berkendara di jalan raya. Rider berusia 20 tahun itu sudah dekat dengan dunia sepeda motor sejak usia balita. Laman resmi MotoGP menyebut Fermin suka menunggangi motor mini yang ia sebut ‘la Bicha’ pada usia dua tahun.

    Sebagai seorang pebalap motor, tentunya mengendarai kendaraan roda dua kemampuan paling dasar sekalipun belum punya SIM. Apalagi Fermin sudah dekat dengan sepeda motor sejak usia dini.

    Dia menceritakan pengalamannya mengendarai motor saat di Bali. Kala itu, dia tengah menikmati liburan bersama Jorge Martin. Meski begitu dia mengatakan dalam waktu dekat untuk membuat SIM di Spanyol.

    “Satu-satunya motor jalanan yang saya pakai adalah skuter saat di Bali. Saya menikmatinya. Saya akan segera melakukan tes untuk mendapatkan SIM,” kata dia.

    Fermin bukan satu-satunya pebalap MotoGP yang belum punya SIM. Pebalap lainnya ada Fabio Quartararo dan Jack Miller.

    Eks pebalap MotoGP, Jorge Lorenzo juga pernah mengaku baru mendapatkan SIM motornya pada usia 23 tahun, lama setelah ia memulai karirnya di MotoGP. Ia bahkan mengaku lebih dulu punya SIM mobil daripada SIM motor.

    Sementara Marc Marquez, pernah menjadi perbincangan karena belum memiliki SIM motor. Ia dilaporkan baru lulus ujian SIM motor pada tahun 2019.

    (riar/dry)

  • Gravel di Sirkuit Mandalika Dikritik Pebalap, Disebut Bikin Marquez Cedera

    Gravel di Sirkuit Mandalika Dikritik Pebalap, Disebut Bikin Marquez Cedera

    Jakarta

    Keberadaan gravel di Sirkuit Mandalika di tempat Marquez dan Bezzecchi terjatuh menjadi sorotan rider MotoGP. Bahkan gravel itu disebut-sebut bikin cedera Marquez jadi parah.

    Marco Bezzecchi gagal menyempurnakan kemenangannya di MotoGP Mandalika. Setelah menjadi yang tercepat saat sesi Sprint Race pada hari Sabtu, Bezzecchi justru gagal finis pada balapan utama hari Minggu.

    Bez menyundul Marc Marquez saat balapan putaran pertama belum rampung. Insiden itu terjadi di tikungan tujuh pada lap pembuka. Kala itu Bezzecchi mencoba masuk ke dalam tikungan tujuh, namun saat bermanuver justru dia menabrak bagian belakang motor Ducati nomor 93.

    Marquez langsung ndelosor dan terseret ke gravel. Begitu pun Bezzecchi juga ikut terseret ke gravel, kehilangan kendali, dan pada akhirnya terjatuh. Usai insiden, keduanya sama-sama berdiri. Namun Marquez terlihat sedikit kesulitan sembari memegang lengan kanan dan memutar bahunya. Dia juga terlihat meminta tolong bantuan marshal untuk membuka helm lantaran tangan kanannya kesakitan. Bezzecchi pun langsung mendatangi Marquez untuk meminta maaf atas insiden tersebut.

    Adapun insiden yang melibatkan Bezzecchi dan Marquez itu membuat gravel di Sirkuit Mandalika jadi sorotan. Sebab ada perbedaan permukaan antara aspal dan gravel. Rider Honda Joan Mir bahkan menyebut, perbedaan permukaan antara aspal dan gravel itu yang membuat Marquez yang terpelanting. Kalau diperhatikan dalam tayangan ulang, memang ada permukaan aspal yang kemudian diikuti batu kerikil.

    “Saya tepat berada di belakang Marco dan Marc ketika insiden tersebut terjadi. Tidak ada yang terjatuh pada titik itu akhir pekan ini, kecuali mereka yang mengalami high side. Situasinya berbeda bagi mereka. Menurut saya titik itu berbahaya,” ujar Mir dilansir Motosan.

    “Saya khawatir dengan Marc karena saya melihat betapa kerasnya dia jatuh dan menyadari harusnya ada sesuatu yang bisa dilakukan, tapi saya lebih khawatir dengan Bezzecchi. Saat dia keluar dari lintasan, dia menabrak step (beda permukaan aspal dan gravel) di pinggir lintasan dan masuk ke kerikil dengan kecepatan tinggi. Saya tidak mengerti kenapa ada kerikil di sana, jika hanya ada aspal, itu akan lebih aman bagi kami,” sambung Mir.

    Mir menyayangkan insiden tersebut. Namun dia mengamini bahwa tak ada pebalap yang menginginkan insiden serupa terjadi dan itu sangat-sangat berbahaya.

    “Mungkin Marco tak menyangka kecepatan Marc dan menabraknya. Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi, tapi yang kali ini sangat berbahaya,” tutur Mir.

    Kritikan soal gravel juga dilontarkan oleh rider Honda lainnya yaitu Luca Marini. Marini menyoroti adanya perbedaan permukaan antara aspal dan gravel. Adik Valentino Rossi itu juga menduga, perbedaan permukaan itu justru memperparah kondisi Marquez.

    “Saya kira ya itu seperti kecelakaan biasa, tapi kemudian Marc dan Bezzecchi terjatuh dengan keras dan berguling-guling karena kerikilnya ditempatkan dengan buruk,” ujar Marini.

    “Saya pikir cedera Marc disebabkan oleh benturan dengan kerikil. Kita harus sangat berhati-hati, ini bukan hanya masalah di Mandalika, hal serupa juga terjadi di sirkuit lain. Untuk tahun depan, kita harus melakukan perubahan, tapi masalahnya sudah terlambat untuk Marc. Selalu menyedihkan ketika seorang pebalap mengalami cedera,” lanjut Marini.

    Alex Marquez juga melontarkan pendapatnya soal kondisi gravel tersebut. Perbedaan permukaan itu menurutnya sangat membahayakan para pebalap.

    “Saya panik karena sedang membalap tepat di belakangnya dan melihatnya terjatuh. Anda lihat kerikilnya? Itu seperti bencana. Ada tanjakan, selalu sama. Sampai terjadi sesuatu yang serius, mereka tidak memperbaikinya. Kalau Anda menabrak permukaan itu, tidak ada cara untuk lolos tanpa cedera,” urai Alex dilansir Motorcyclesport.

    (dry/rgr)

  • Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 Sukses Pecahkan Rekor Baru

    Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 Sukses Pecahkan Rekor Baru

    Bisnis.com, JAKARTA – Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pecahkan rekor baru dengan menarik 140 ribu penonton, atau naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencetak 121 ribu penonton.

    Kesuksesan penyelenggaraan event balap dunia ini, secara tidak langsung juga telah memberikan dampak ekonomi dari berbagai sektor. Mulai dari peningkatan okupansi hotel, dimana menurut sumber dari Dinas Pariwisata Lombok, hunian kawasan The Mandalika mencapai 100%. Sementara rata-rata okupansi di Pulau Lombok mencapai 93%. Sektor lain yang terdampak tentunya restoran, rental kendaraan, dan lainnya.

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengatakan gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, telah memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal dan menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata dan UMKM.

    “Dari transaksi booth merchandise dan convenience store Bright Pertamina juga membukukan transaksi hingga Rp1,9 miliar,” terang Fadjar.

    Menurut Fadjar, hal Ini bagian dari capaian ekonomi yang bisa dicatat dari aktivasi Pertamina di sekitar area Sirkuit Pertamina Mandalika, tentunya secara keseluruhan dampak ekonomi yang dicapai akan lebih besar lagi, dan menjadi bukti ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia menjadi agenda wisata motosport yang menjanjikan di tahun-tahun selanjutnya.

    Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 berlangsung pada 3-5 Oktober 2025. Pada balapan utama, podium pertama diraih oleh Fermin Aldeguer, diikuti Pedro Acosta di posisi kedua, dan Alex Marquez di posisi ketiga.

    Sementara sejumlah pembalap papan atas seperti Marc Marquez, Marco Bezzecchi, Francesco Bagnaia (Pecco), Enea Bastianini, dan Joan Mir harus menyudahi balapan lebih awal akibat insiden di lintasan.

    “Apresiasi terhadap antusiasme masyarakat. Kami bersyukur Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 kembali sukses digelar dan bahkan memecahkan rekor penonton baru,” ungkap Fadjar.

    Antusiasme masyarakat ini, lanjut Fadjar, menjadi wujud Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 telah menjadi ikon sport tourism dunia. Lebih dari itu, ajang ini juga terbukti memberikan dampak nyata bagi perekonomian lokal, mulai dari okupansi hotel, UMKM, hingga pariwisata daerah.

    “Pertamina bangga bisa berkontribusi dalam menghadirkan event kelas dunia sekaligus membawa energi positif bagi Indonesia,” pungkas Fadjar.

    Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

  • Helm Bertanda Tangan Valentino Rossi Dilelang, Laku Rp 15 Juta

    Helm Bertanda Tangan Valentino Rossi Dilelang, Laku Rp 15 Juta

    Lombok Tengah

    Helm AGV bertanda tangan Valentino Rossi dilelang dan laku di angka Rp 15 juta. Selain helm bertanda tangan Valentino Rossi, juga ada helm Marc Marquez dan pernak-pernik lainnya yang dilelang di sela-sela perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, akhir pekan kemarin.

    Pertamina Lubricants melalui brand Pertamina Enduro kembali memeriahkan ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 dengan menghadirkan Enduro Mandalika Experience 2025. Salah satu agendanya adalah, melelang helm bertanda tangan Valentino Rossi.

    Untuk memanjakan penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, Pertamina menghadirkan Pertamina Lounge & Turbo Ultimate Box, di Festival Area, Grandstand A. Area ini dirancang sebagai pusat aktivitas interaktif yang menyatukan hiburan, edukasi, dan kebanggaan bagi seluruh pengunjung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025.

    Fasilitas yang tersedia meliputi Official Merchandise MotoGP, Photo Booth Eksklusif, Games Interaktif, dan Simulator Turbo Ultimate Box. Pengunjung bisa menikmati semua ini secara gratis.

    Bagi tamu undangan kelas VIP Deluxe, Pertamina menggelar lelang helm bertanda tangan Valentino Rossi. Helm ini merupakan hasil desain pemenang Kompetisi Internasional Helmet Design Battle to Mandalika dan diproduksi langsung oleh AGV dari Italia, melambangkan kreativitas dan ikatan emosional antara Pertamina Enduro dan penggemar.

    Proses lelang ini sudah diselenggarakan di sela-sela gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, Minggu (6/10/2025). Ini hasilnya.

    Hasil Lelang Enduro Mandalika Experience 2025

    1. Topi Marquez : Rp 3 juta
    2. Jersey Fabio Di Giannantonio: Rp 1,8 juta
    3. Topi Bagnaia: Rp 3 juta
    4. Topi Rossi: Rp 3,6 juta
    5. T-Shirt Rossi: Rp 3 juta
    6. T-Shirt Rossi Special Mugello: Rp 3,1 juta
    7. Helm Marquez: Rp 15 juta
    8. Jersey Marquez: Rp 8 juta
    9. Vest Ducati Marquez: Rp 7,5 juta
    10. Helm tanda tangan Rossi: Rp 15 juta.

    (lua/rgr)

  • Marc Marquez Retak Tulang Selangka Pasca Kecelakaan di MotoGP Mandalika 2025

    Marc Marquez Retak Tulang Selangka Pasca Kecelakaan di MotoGP Mandalika 2025

    JAKARTA – Marc Marquez mengalami patah tulang selangka buntut dari kecelakaan yang dialaminya saat tampil di MotoGP Mandalika 2025.

    Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Minggu, 5 Oktober, Marc Marquez ditabrak Marco Bezzecchi dari belakang di tikungan ketujuh saat lap baru berjalan satu putaran. 

    Gara-gara kejadian ini, Marc Marquez sampai terpental dan mendarat ke gravel. Meski nampak sempat kembali bangkit, tapi Marquez terlihat menahan bahu kanannya.

    Pebalap Ducati itu kemudian dibawa ke ruang medis dan setelahnya, Kepala Tim Medis MotoGP, dr.Anggel Carte menyebut dugaan awal insiden yang dialami Marquez menyebabkannya retak tulang selangka. 

    “Sepertinya ada retak tulang kecil. Ada sedikit kebingungan mengenai fakta apakah itu adalah (bagian) lengan yang dioperasi,” ucap Charte kepada DAZN dikutip Minggu, 5 Oktober.

    Hal yang sama juga diungkap Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi yang menyebut Marquez kemungkinan besar mengalami retak tulang selangka kanan.

    Setelah menjalani pemeriksaan di ruang medis, Marquez kemudian kembali ke paddock Ducati. Tidak lama berselang, Marquez keluar paddock dan menyatakan akan kembali ke Madrid, Spanyol, dari Indonesia pada Minggu malam ini.

    “Sekarang saya akan kembali ke Madrid, dan apa pun yang dikatakan dokter, itulah waktu yang akan saya jalani untuk pemulihan,” ucap Marquez kepada DAZN sambil dibebat pada bagian tangan kanan.

    Cedera tersebut membuat Marc Marquez diragukan tampil pada balapan MotoGP Australia 2025 di Sirkuit Phillip Island pada 17-19 Oktober mendatang.

    “Akibat kecelakaan hari ini di Indonesia, Marc Marquez mengalami cedera pada tulang selangka kanannya. Pembalap Spanyol itu akan terbang malam ini ke Madrid untuk menjalani tes medis lebih lanjut dan memutuskan perawatan yang akan diambil,” tulis pihak Ducati Corse.

  • Perkuat Sport Tourism dan Ekonomi Lokal, BRI Dukung Indonesia Mendunia di MotoGP Mandalika 2025

    Perkuat Sport Tourism dan Ekonomi Lokal, BRI Dukung Indonesia Mendunia di MotoGP Mandalika 2025

    Sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan, pada 3-5 Oktober 2025 juga digelar ENERGIZING YOU Music Festival yang menghadirkan penampilan dari DEWA19, Guyon Waton, King Nassar, dan Amtenar. Festival ini menjadi pelengkap agenda MotoGP yang menambah warna penyelenggaraan dan memberi alternatif hiburan bagi pengunjung yang hadir. Di festival tersebut juga tersedia booth BRI yang dapat melayani kebutuhan perbankan serta mmberikan berbagai penawaran menarik bagi pengunjung.

    MotoGP Mandalika 2025 menghadirkan persaingan seru para pembalap kelas dunia, mulai dari Francesco Bagnaia, Jorge Martin, Marc Marquez, hingga Fabio Quartararo. Sementara itu, pebalap muda Indonesia Mario Aji juga akan berlaga di kelas Moto2, menampilkan potensi talenta muda nasional dalam ajang prestisius ini.

    Dalam ajang MotoGP Mandalika, BRI berperan aktif menghadirkan berbagai layanan keuangan dan program menarik untuk mendukung kelancaran kegiatan serta memberdayakan pelaku UMKM lokal. Melalui Kantor Cabang Praya, BRI memastikan layanan keuangan dapat menjangkau seluruh area strategis di sekitar Mandalika, termasuk 40 titik ATM dan CRM serta 255 mesin EDC BRI.

    Di area festival, BRI menyediakan booth dan layanan perbankan mobile E-Buzz untuk memudahkan transaksi pengunjung, serta memfasilitasi 60 tenant UMKM di area “Lombok Sumbawa Festival” dan pelaku usaha lokal di Bazzar Mandalika melalui pembayaran digital berbasis QRIS BRI. Sebagai bentuk apresiasi nasabah, BRI juga menghadirkan promo spesial “Cashback hingga 20%” untuk setiap transaksi menggunakan QRIS BRImo selama periode 3–5 Oktober 2025.

  • Crash di Lap Pertama, Marc Marquez Masih Perpanjang Kutukan di Sirkuit Mandalika

    Crash di Lap Pertama, Marc Marquez Masih Perpanjang Kutukan di Sirkuit Mandalika

    FAJAR.CO.ID,LOMBOK — Marc Marquez kembali gagal finish di ajanh MotoGP Mandalika 2025.

    Adapun untuk MotoGP Mandalika 2025 balapan utama di Sirkuit Mandalika, Lombok pada Minggu (5/10/2025).

    Marc Marquez harus rela menyudahi balapan di lap pertama karena jatuh ditabrak Marco Bezzecchi di awal.

    Balapan baru dimulai pada tikungan ketujuh, bencana datang kepada Marc Marquez. Dirinya disundul Marco Bezzecchi dan kemudian terseret ke gravel.

    Crash yang dialami Marquez disebut membuat cedera. Ia dikabarkan mengalami patah tulang bahu.

    “Ada patah tulang bahu,” jelas manajer tim Ducati, Davide Tardozzi seperti dilansir dari situs resmi MotoGP.

    Gagal finishnya Marquez di sirkuit Mandalika ini semakin menambah panjang catatan kutukannya.

    Pada musim perdana MotoGP Mandalika di tahun 2022, Marc Marquez mengalami kecelakaan di tengah kualifikasi ketika masih berseragam Honda.

    Dan musim lalu, saat menunggangi Desmosedici GP23, motornya mengalami gangguan teknis.

    Marquez sempat finis keenam di Sprint Race MotoGP Mandalika 2025 pada Sabtu (4/10) dan kini kembali Marquez belum pernah rasakan naik podium di Lombok.

    Adapun hasil balapan di Sirkuit Mandalika menempatkan Fermin Aldeguer jadi juaranya, sang rookie raih titel pertama di musim ini.

    Dan posisi kedua dan ketiga akan ditempatkan Pedro Acosta dan Alex Marquez.

    (Erfyansyah/fajar)