Tag: Marc Marquez

  • Bos Ducati Nggak Nyangka Motornya Dipakai Pebalap Sehebat Marquez

    Bos Ducati Nggak Nyangka Motornya Dipakai Pebalap Sehebat Marquez

    Jakarta

    Direktur Ducati Corse, Gigi Dall’Igna tak menyangka, motor Ducati Desmosedici 2025 hasil racikan timnya bisa ditunggangi pebalap sehebat Marc Marquez. Dia mengaku, kenyataan tersebut membuatnya sangat emosional!

    Disitat dari Motorsport, Dall’Igna mengatakan, Marquez berstatus sebagai juara dunia delapan kali. Itulah mengapa, suatu kehormatan The Baby Alien bisa mengendarai motor berkelir merah tersebut.

    “Ketika Anda melihat seorang juara dunia (seperti Marquez) mengendarai motor Anda, itu selalu menjadi emosi yang sangat kuat,” ujar Dall’Igna, dikutip Jumat (6/12).

    Marc Marquez naik Ducati. Foto: Getty Images/Eric Alonso

    Kendati begitu, sebelum kedatangan Marquez, tim pabrikan Ducati sudah punya Francesco Bagnaia yang juga berstatus juara dunia. Meski jumlah gelarnya masih kalah jauh dibandingkan Marquez, namun pebalap Italia tersebut tetaplah pebalap hebat.

    Maka, ketika ditanya siapa yang dijagokannya musim depan, Dall’Igna tak bisa menjawabnya. Dia sebagai petinggi tim hanya berharap, keduanya bisa bersaing dalam perebutan gelara juara.

    “Saya tidak mengunggulkan salah satu dari mereka, saya harus mengatakan bahwa setiap kali kami melakukannya, saya merasakan perasaan yang luar biasa,” tuturnya.

    Luigi Dall’Igna Foto: SOPA Images/LightRocket via Gett/SOPA Images

    Dall’Igna juga yakin, meski membela tim yang sama dan berstatus sebagai juara dunia, hubungan Marquez-Bagnaia sejauh ini baik-baik saja. Mereka malah sering komunikasi mengenai performa motornya.

    “Mereka adalah dua juara, dua pembalap yang tentunya memiliki banyak pengalaman, jadi mengapa tidak?” ungkapnya.

    “Pebalap pada akhirnya mengatakan apa yang dia rasakan mengenai motor dan memang perasaannya sangat mirip. Hal ini, seperti yang dikatakan Pecco, membantu pekerjaan kami, karena memberi kami kepastian untuk melangkah ke depan,” tambahnya.

    Dengan perpanjangan kontrak Pecco dan kedatangan Marc, Ducati dipastikan memiliki pasangan juara dunia MotoGP yang saling melengkapi untuk dua tahun ke depan.

    “Saya pikir mereka berdua adalah juara yang hebat dan inilah yang membuat mereka mirip: pengalaman yang banyak. Mereka berdua sangat bertekad, tetapi di sisi lain itulah semangat yang harus dimiliki seorang juara,” kata Dall’Igna.

    (sfn/dry)

  • Sulitnya Dapat Hati Fans Italia

    Sulitnya Dapat Hati Fans Italia

    Jakarta

    Gesekan antara Marc Marquez dan Valentino Rossi juga melibatkan para penggemar. Marquez bahkan curhat dirinya masih sulit merebut hati fans Italia.

    Hubungan antara para penggemar Italia dan Marc Marquez masih belum mencair. Sekalipun Marquez sudah membela tim asal Italia Gresini sekaligus menunggangi motor pabrikan Borgo Panigale, nyatanya tak membuat para penggemar Italia luluh. Sebagai mantan musuh bebuyutan legenda MotoGP Italia, Valentino Rossi, Marquez masih sering dicemooh saat balapan di Mugello maupun Misano.

    “Buat saya tahun ini tak ada yang berubah. Saya selalu berusaha keras dan saya menang balapan di Misano dengan tim Gresini. Mari kita lihat tahun ini apakah saya bisa mendapat hasil bagus di Mugello di hadapan fans Italia,” kata Marquez dikutip Motorsport.

    “Pada akhirnya, hubungan dengan penggemar Italia memang sangat sulit, tapi semakin ke sini kian membaik,” kata Marquez lagi.

    The Baby Aliens menyebut dirinya selalu berusaha untuk bisa profesional dan mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Rider kelahiran Cervera itu juga berharap dengan kontraknya bersama tim Italia, bisa membuat hubungannya dengan penggemar makin harmonis.

    Marquez juga menanggapi hubungan dengan beberapa pebalap zaman sekarang. Menurut kekasih Gemma Pinto itu, hubungan antara dia dan para rival itu sangat terjaga dengan baik.

    “Orang-orang yang membalap dengan saya sekarang lebih ramah. Rasanya baru kemarin saya tiba di sini saat usia 20 tahun sebagai pemuda yang minim pengalaman, sementara saat ini saya adalah salah satu yang paling berpengalaman,” tutur Marquez.

    “Saya sangat menyukai hal ini. Setiap orang memiliki karir dan kisahnya masing-masing, tetapi semua anak muda datang ke MotoGP dengan tekad yang kuat dan kami siap bertarung dengan mereka,” sambung dia.

    Mulai musim depan, Marquez masih akan membela tim Italia, Ducati Lenovo. Ditambah lagi, dia juga akan berpasangan dengan rider Italia binaan akademi Valentino Rossi, Francesco Bagnaia.

    (dry/din)

  • Bagnaia-Marquez Favorit Jadi Juara Dunia MotoGP 2025

    Bagnaia-Marquez Favorit Jadi Juara Dunia MotoGP 2025

    Jakarta

    Dunia Jorge Martin berubah. Kemarin menunggangi Ducati hingga menjadi juara dunia, Martin sudah ditunggu Aprilia untuk musim 2025. Tahun depan, The Martinator tak mau pasang target muluk-muluk, apalagi bermimpi mempertahankan gelar.

    Target juara Martin baru bisa dilihat setelah dirinya bisa meraih podium, konsistensi, dan tentu saja waktu untuk beradaptasi.

    “Aku masih tidak tahu apa yang bisa dilakukan. Aku harus melihat bagaimana motornya bekerja,” ujar Martin dikutip dari Gazzetta.

    “Aprilia bisa kompetitif karena sudah menunjukkannya tahun lalu dan aku tahu bisa memberikan konsistensi yang lebih besar. Tapi memenangi gelar juara adalah tujuan yang lebih besar. Aku bahkan tidak memikirkannya sekarang,” ucap Martin.

    “Aku pikir bisa bermain (perburuan gelar) di tahun 2026. Sekarang saatnya untuk memulai dari awal, lihat kapan podium pertama kita akan tiba, kemenangan pertama dan selanjutnya bertumbuh,” ucap dia.

    Martin sadar betul Ducati punya tim impian; motor paling superior, duet Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. Dua pebalap ini menyandang status juara dunia. Bagi Martin dua pebalap itu punya kans paling besar.

    “Wajar menganggap Bagnaia dan Marquez adalah pemain utamanya. Pecco dan Marc adalah pebalap aktif dengan gelar MotoGP terbanyak dan Ducati adalah motor pemenang. Mereka pasti akan menjadi favorit,” jelas Martin.

    Martin merasa sejatinya bisa masuk ke dalam tim pabrikan Ducati. Namun dia sadar pemilihan Marquez ke tim lebih menguntungkan dari segi bisnis.

    “Secara pribadi, pada akhirnya itu hampir menghilangkan beban dari pundak. Aku sudah bekerja untuk waktu yang lama. Tidak masuk akal untuk tidak dimasukkan dalam tim Lenovo, tetapi, karena situasi yang sulit untuk dikendalikan, itu berjalan berbeda. Ini tentang bisnis dan aku memahaminya dengan sempurna pada saat itu. Saya hanya fokus untuk terus memberikan 100 persen,” tambah Martin.

    MotoGP 2025 baru akan start pada 2 Maret 2025. Seri balapan MotoGP Thailand yang akan menjadi pembuka.

    (riar/dry)

  • Marc Marquez Mampir ke Markas Ducati

    Marc Marquez Mampir ke Markas Ducati

    Jakarta

    Marc Marquez mampir ke markas Ducati di Borgo Panigale. Apa yang dilakukan Marquez di markas Ducati itu?

    Untuk kedua kalinya, Marc Marquez mengunjungi markas Ducati di Borgo Panigale, Bologna, Italia. Sebelumnya, The Baby Aliens diketahui pernah menyambangi markas Ducati pada Januari 2024 bersama adiknya, Alex Marquez. Tapi pada kesempatan kali ini berbeda, karena Marquez sudah resmi berseragam Ducati merah dan bakal bersanding dengan Francesco Bagnaia mulai musim depan.

    Kedatangan Marquez ke markas Ducati itu rupannya untuk menghadiri acara ‘Champions at Party’ yang digelar di Bologna Fair. Acara ini digelar dengan tujuan untuk memamerkan pencapaian mengesankan Ducati selama musim 2024. Dilansir Motociclismo, selain Marquez, nama-nama besar lainnya juga turut hadir, yaitu Joge Martin, Francesco Bagnaia, Enea Bastianini, Marco Bezzechi, hingga Franco Morbidelli. Dalam kesempatan itu, Bastianini juga melakukan perpisahan karena akan hengkang ke KTM mulai musim depan.

    Tak cuma itu, beberapa figur di balik Ducati juga hadir seperti Davide Tardozzi, Gigi Dall’Igna, Mauso Grassili, serta Claudio Domenicalli juga hadir. Kedatangan Marquez juga sekaligus menandai hubungan erat antara Ducati dan juga rider Spanyol.

    Sejatinya, Marquez sudah menunggangi motor Ducati sejak awal musim 2024. Namun, motor yang ditunggangi Marquez itu umurnya setahun lebih tua ketimbang tunggangan Bagnaia. Meski begitu, Marquez justru bisa menunjukkan dirinya masih kompetitif di atas Desmosedici GP.

    Hal itulah yang membuat Ducati memberi kepercayaan penuh ke Marquez untuk menggeber Desmosedici GP25 bersama dengan Bagnaia. Padahal di saat yang bersamaan, performa Jorge Martin yang menunggangi motor spek serupa dengan Bagnaia juga tengah moncer.

    Marquez, resmi menandatangani kontrak dengan Ducati Lenovo selama dua tahun. Praktis, Marquez akan berseragam Ducati merah sampai 2026. Bagi Ducati The Baby Aliens itu memiliki talenta yang tak perlu diragukan lagi. Kontribusi Marquez diharapkan bisa mengantar Ducati lagi merebut titel juara berikutnya.

    “Pada akhirnya, pilihan kami jatuh pada talenta yang tidak perlu dipertanyakan lagi seperti Marc Marquez. Hanya dalam beberapa balapan, ia berhasil beradaptasi secara sempurna dengan Desmosedici GP kami, dan ambisi bawaannya mendorongnya untuk terus berkembang. Di dalam garasi, kami akan memiliki dua pebalap yang bersama-sama memegang 11 gelar Juara Dunia, dan kemampuan untuk mengandalkan pengalaman dan kedewasaan mereka juga akan sangat berharga bagi pertumbuhan kami,” ungkap Luigi Dall’Igna General Manager Ducati Corse saat mengumumkan kepindahan Marquez.

    (dry/rgr)

  • Lorenzo: Marquez Bernyali, Rossi Komplet-Karismatik!

    Lorenzo: Marquez Bernyali, Rossi Komplet-Karismatik!

    Jakarta

    Legenda balap asal Spanyol, Jorge Lorenzo kembali bicara mengenai Marc Marquez dan Valentino Rossi. Meski sama-sama hebat, namun keduanya memiliki keunikan masing-masing.

    Disitat dari Motosan, Selasa (3/12), Lorenzo mulanya bicara mengenai rival terberatnya selama berkarier di MotoGP. Dia lantas menyebut empat nama, termasuk Rossi dan Marquez.

    “Dani Pedrosa, Marc Marquez dan Casey Stoner telah membuatku terpukau. Selain itu, tentu saja, ada Valentino Rossi,” ujar Lorenzo saat ditanya mengenai musuh terberatnya selama membalap di MotoGP.

    Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi. Foto: Doc. Yamaha

    Lorenzo kemudian bicara mengenai sosok Marquez sebagai rivalnya di masa lalu. Menurutnya, pebalap berjuluk The Baby Alien itu merupakan sosok bernyali yang tak pernah takut jatuh saat balapan. Bahkan, sekalipun jatuh, Marquez tak pernah mengeluh atau menyerah.

    “Marquez merupakan sosok buas dan satu-satunya pebalap yang tidak pernah mengeluh sering jatuh. Tidak ada yang suka jatuh, tapi dia tak pernah takut jatuh,” ungkapnya.

    Ketika motornya tak kompetitif di Honda, Marquez tetap memberikan yang terbaik. Performanya boleh turun, namun ambisinya tetap menggantung di kaki langit.

    “Dan seperti bola pit, dia selalu ingin menang meskipun dia tidak merasa sehat. Di sirkuit, meskipun motornya tidak bekerja dengan baik, dia memiliki ambisi. Dia selalu ingin mengalahkan musuhnya,” terangnya.

    Jorge Lorenzo dan Marc Marquez. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

    Di kesempatan yang sama, Lorenzo juga bicara mengenai Valentino Rossi. Menurut dia, sebagai pebalap maupun individu, The Doctor merupakan sosok yang komplet. Rossi memiliki segala yang dibutuhkan untuk dicintai banyak orang.

    “Valentino? Dia sosok yang sangat komplet. Sebagai seorang pribadi, dia sangat pintar dan karismatik,” tuturnya.

    “Dia juga pribadi yang sangat mandiri, seorang pebalap yang bisa banyak berimprovisasi dengan motornya. Saat dia balapan, dia lelah, dia lembut dalam (mendorong). Tapi dia sangat jernih,” kata Lorenzo menambahkan.

    (sfn/dry)

  • 5 Pebalap MotoGP Terbaik Menurut Marc Marquez, Ada Rossi!

    5 Pebalap MotoGP Terbaik Menurut Marc Marquez, Ada Rossi!

    Jakarta

    Marc Marquez menyebut lima pebalap MotoGP teratas sepanjang masa. Nama-nama itu tidak asing lagi bagi penggemar MotoGP.

    Juara kelas utama enam kali itu memilih untuk tidak menyebutkan dirinya dalam daftar pebalap terbaik sepanjang sejarah MotoGP.

    “Saya tidak akan pernah memasukkan diri saya ke dalam daftar ini,” Marquez dikutip dari Gazzetta, Selasa (3/12/2024).

    Meskipun kerap berseteru dengan Rossi, Marquez tetap memasukkannya dalam daftar legenda MotoGP.

    “Saya akan mengatakan Giacomo Agostini, Angel Nieto, Mick Doohan, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi,” kata Marquez.

    Legenda Agostini memiliki 15 gelar juara dunia dari total semua kelas dan delapan gelarnya merupakan kelas utama. Tak salah jika Marquez menyebutnya pertama kali.

    Lalu, Angel Neito 13, meraih gelar yang paling banyak untuk orang Spanyol. Nieto merupakan salah satu sosok legendaris dalam dunia balap motor Grand Prix. Nieto memiliki 13 gelar juara dunia, yang oleh dirinya sendiri disebut 12+1 karena dia cukup percaya takhayul.

    Nama Mick Doohan juga muncul. Dia meraih lima gelar juara MotoGP bersama Honda Dia meraihnya saat kelas tertinggi menggunakan motor 500cc pada tahun 1994, 1995, 1995, 1996, dan 1997

    Kemudian berlanjut ke Lorenzo, pebalap yang mengakhiri kariernya bersama Repsol Honda itu memulai tampil di kejuaraan dunia pada 2002. 17 tahun berpacu di trek, ratusan balapan dan puluhan kemenangan diraih, yang menghasilkan lima gelar juara dunia.

    Terakhir nama Valentino Rossi keluar juga. Rossi sudah memenangi 9 gelar juara dunia, 7 di antaranya di kelas 500cc/MotoGP, serta masing-masing sekali di kelas 125cc dan 250cc. Selama itu, ia telah ambil bagian dalam 431 balapan, menang 115 kali, 235 kali naik podium, meraih 65 pole positions, dan 96 fastest lap.

    (riar/dry)

  • Ducati Mungkin Menyesal Melepas Saya

    Ducati Mungkin Menyesal Melepas Saya

    Jakarta

    Pebalap Aprilia Racing Jorge Martin menilai Ducati mungkin menyesali keputusannya melepas dirinya ke tim rival. Martin ‘terpaksa’ pindah ke tim pabrikan Aprilia setelah tim pabrikan Ducati lebih memilih Marc Marquez sebagai tandem Francesco Bagnaia untuk MotoGP musim depan.

    “Ketika semua ini diputuskan, saya belum menjadi seorang juara. Sulit untuk mengetahui hal-hal ini. Namun jelas, bahwa saat ini mereka mungkin menyesalinya. Anda juga harus menanyakan hal ini kepada mereka (Ducati),” ungkap Martin dikutip dari Crash.

    Jorge Martin di Aprilia Foto: Twitter MotoGP

    Sebelumnya Martin memang menjadi kandidat kuat untuk dipromosikan, dari tim satelit Pramac Racing ke tim pabrikan Ducati Lenovo. Tapi pada 2023, Ducati lebih memilih pebalap Italia, Francesco Bagnaia. Selanjutnya mulai tahun 2025, Ducati lebih memilih Marquez sebagai pengganti Bastianini.

    Ducati tentunya tidak ingin melewatkan kesempatan emas merekrut Marquez yang merupakan legenda MotoGP. Martin yang kecewa pun akhirnya menerima pinangan merek Italia lainnya, Aprilia. Di tim pabrikan Aprilia Racing, Martin menggantikan posisi Aleix Espargaro yang pensiun di akhir musim 2024.

    Bagaimanapun, tim pabrikan memang menjadi mimpi dan tujuan bagi setiap pebalap MotoGP. Terbukti Martin pun tidak puas cuma membela tim satelit Pramac Racing, meski dengan dukungan motor spek pabrikan. Martin yang berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2024 pun memilih pindah ke tim pabrikan Aprilia.

    “Perlengkapan saya dengan ‘Pecco’ Bagnaia (di Ducati Lenovo) itu benar-benar sama, tidak bisa saya pungkiri. Namun, perlakuan di tim factory benar-benar berbeda. Ketika Anda menjadi pebalap resmi, semua orang bekerja untuk Anda, berusaha menjadikan Anda pemenang,” ungkap Martin.

    “Saya merasa ada 12 orang di tim saya melawan dua atau tiga ratus orang. Itu membuat keadaan menjadi lebih sulit. Tetapi saya berterima kasih kepada Ducati karena tidak melakukan apapun (hal yang buruk) terhadap kami. Mereka sangat bermartabat dan itu patut dikagumi,” terang pebalap asal Spanyol.

    (lua/riar)

  • Marc Marquez Ogah Ribut dengan Rossi: Aku Ini Pebalap Aktif…

    Marc Marquez Ogah Ribut dengan Rossi: Aku Ini Pebalap Aktif…

    Jakarta

    Marc Marquez merespons pernyataan Valentino Rossi yang mengenang tragedi ‘sepang clash’ pada 2015. The Baby Aliens hanya ingin fokus balapan, dia tak ingin memulai pertengkaran lagi.

    “Harus banyak pertimbangkan pernyataan ketika saya berbicara tentang dia atau dia berbicara tentang saya, karena kata-kata kecil dapat membuat kekacauan,” ujar Marquez dikutip dari Corsedimoto, Minggu (1/12/2024).

    “Aku tidak peduli dengan perang apa pun sekarang. Saya seorang pebalap aktif yang fokus pada balapan. Saya tidak berpikir dia sedang mencari perang. Dan jika dia mencarinya, dia tidak akan menemukannya bersamaku, karena dua tidak bertengkar jika satu tidak mau. Dan sekarang aku tidak mau,” kata Marquez.

    Sebelumnya Valentino Rossi melontarkan pernyataan bahwa dia ingat betul momen bertemu dengan Marquez pasca finis di MotoGP Malaysia 2015.

    Seperti diketahui, Rossi pernah terlibat konflik dengan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez saat melakoni balapan di Sepang, Malaysia 2015 silam. Insiden tersebut kemudian familiar disebut ‘Sepang Clash’.

    Kala itu Rossi tengah bersaing ketat dengan Lorenzo untuk menjadi juara dunia MotoGP 2015. Tapi, Rossi merasa telah diusik oleh Marc Marquez saat membalap di Sirkuit Sepang, Malaysia.

    Rossi merasa Marquez selalu menguntit di belakangnya dengan jarak yang amat mepet. Rossi akhirnya benar-benar bersenggolan dengan Marquez di sebuah tikungan, sehingga membuat Marquez jatuh dan tidak bisa melanjutkan balapan.

    Rossi lalu dijatuhi hukuman start dari posisi terakhir di seri MotoGP Valencia. Rossi ingat mimik wajah Marquez usai race director menjatuhi hukuman tersebut.

    “Setelah balapan Sepang, mereka memanggil saya ke race direction, di sana ada Mike Webb (Race Director), Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna Sports), Marquez, dan (Emilio) Alzamora (Manajer Marc Marquez),” kata Rossi dalam wawancara podcast Mig Babol.

    “Saya tidak mengerti kenapa Emilio ada di sana, kami mulai berdebat. Dia bersama manajernya. Saya ditemani Meregalli, tapi dia sangat pendiam terkait hal ini.”

    “Pada akhirnya Webb bilang mereka sudah memutuskan untuk mulai balapan dari posisi terakhir di Valencia. Itu belum pernah terjadi sebelumnya.”

    “Saya mulai dari terakhir di Valencia, mereka seperti memotong kaki saya. Ketika Webb memberikan info tersebut, darah saya membeku, saya melihat Marc (Marquez) mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Alzamora,” ceplos Rossi.

    “(Ekspreksi itu) seolah-olah kita berhasil menjadikannya (kalah dalam kejuaraan),” tambah Rossi.

    Kendati start dari posisi 26, Rossi bisa merangsek hingga posisi depan dan berhasil finis di posisi keempat. Capaian Rossi itu belum cukup untuk mengunci gelar juara dunia, karena Lorenzo berhasil menjuarai seri balap di Sirkuit Valencia ini, dan membuatnya memuncaki klasemen akhir MotoGP 2015, dengan selisih 15 poin.

    Rossi gagal menggenapkan gelar, sebab Jorge Lorenzo yang keluar sebagai juara. Hingga pensiun Rossi pun gagal menambah gelar juara dunia.

    “Marquez adalah seorang juara dan selalu agresif, tapi pada 2015 dia sudah melewati batas,” kata Rossi.

    “Begitu banyak pebalap yang bermain dengan praktik kotor karena mereka ingin menang, mereka ingin unggul, tapi tidak pernah ada pebalap kelas dunia di motorsport yang kotor untuk (menjegal) orang lain,” ujarnya lagi.

    (riar/lua)

  • Sulitnya Dapat Hati Fans Italia

    Marc Marquez Kira Bakal Seumur Hidup di Honda…

    Jakarta

    Honda dan Marc Marquez pernah menjadi tim yang superior. Performa motor yang jeblok, pun Marquez yang terkena badai cedera bikin keduanya berpisah. Padahal Marquez kira selamanya bakal bertahan di Honda.

    Marquez berpisah dengan Honda usai menjalin hubungan selama 11 tahun. Selama periode tersebut, The Baby Alien dan Honda pernah mendominasi MotoGP dengan menghasilkan enam titel juara dunia.

    Pabrikan Jepang itu mengalami kesulitan selama empat musim terakhir yang membuat Marquez memilih angkat kaki. Perpisahan itu bahkan setahun lebih cepat dari kontrak.

    Musim 2024 Marc membela tim satelit Gresini Racing Ducati. Di sini, Marc seperti lahir kembali, dia kembali rajin podium.

    Juara dunia delapan kali itu selanjutnya akan menghabiskan MotoGP 2025 bersama pabrikan Lenovo Ducati. Ditanya apakah dia bakal balik ke Honda di masa depan, peluangnya terbuka lebar.

    “Aku pikir akan menjalani seluruh karier saya di Honda,” buka Marc Marquez dikutip dari Marca.

    “Dan saya punyai dua tim (berbeda) dalam dua tahun. Anda tidak akan pernah tahu. Yang terbaik adalah membiarkan pintu tetap terbuka,” tambah dia.

    Bersama Ducati, Marquez membuktikan diri masanya belum habis. Dia yakin bisa bersaing dengan pebalap di level teratas.

    “Pertanyaan-pertanyaan yang aku miliki untuk tahun ini telah terjawab. Pertanyaan terbesarnya adalah apakah kompetitif. Aku telah melakukannya. Pada tahun 2025, saya berada di tim juara, saya memiliki senjata terbaik untuk mencoba memperjuangkan satu gelar lagi, namun masih ada pramusim di depan,” kata Marquez.

    “Tantangannya adalah melakukan pramusim yang lengkap, di mana aku bisa mempersiapkan diri dengan baik secara fisik, melakukan beberapa tes yang bagus. Secara logika, aku ingin memperjuangkan gelar juara, itulah mengapa berada di tim terbaik dan bersama rekan setim yang telah berjuang. Sekarang, itu ada di tanganku. Ini adalah faktor manusiawi dari seorang atlet. Ini adalah MotoGP, kejuaraan terbaik di atas roda dua. Kami akan bekerja dengan cara terbaik untuk mencoba,” jelas dia.

    Sebelum gabung Gresini, Marc Marquez bergulat dengan urusan cedera di Honda yang juga kesulitan memberikan motor kompetitif. Situasi itu sempat memunculkan banyak keraguan di dalam benak Marc Marquez.

    “Sebelumnya ada hantu-hantu di dalam benakku, keraguan yang pada akhirnya berhasil sirna dengan proses yang amat bagus. Aku akan berusaha lanjut dengan rasa gembira ini karena Anda akan kencang kalau sedang merasa senang,” tuturnya.

    (riar/din)

  • Bos Ducati Bongkar Hubungan Marquez-Bagnaia, Akur atau Ribut?

    Bos Ducati Bongkar Hubungan Marquez-Bagnaia, Akur atau Ribut?

    Jakarta

    Francesco Bagnaia dan Marc Marquez akan membela tim pabrikan Ducati musim depan. Meski demikian, sejarah ‘kelam’ di masa lalu membuat sebagian pihak menduga, mereka berdua sulit disatukan. Lantas, benarkah demikian?

    Disitat dari Motorsport, Francesco Bagnaia merupakan murid kesayangan Valentino Rossi. Sementara The Doctor berstatus sebagai ‘rival abadi’ Marc Marquez. Benang merah tersebut yang membuat publik menduga, garasi Ducati musim depan akan memanas.

    Namun, Mauro Grassilli selaku Director Olahraga Ducati menegaskan, tudingan itu tak benar. Sebab, hubungan Marquez dan Bagnaia sejauh ini baik-baik saja. Bahkan, keduanya saling komunikasi di banyak kesempatan.

    “Dua orang terpenting ada di satu tim yang sama. Saya yakin, pebalap dan tim memiliki tujuan sama. Saya tahu ini memang tidak akan mudah, tapi ini akan menjadi pengalaman yang bagus tahun depan,” ujar Grassilli, dikutip Rabu (27/11).

    “Saya melihat Marc dan Bagnaia berbicara satu sama lain, berbagi perasaan tentang motor yang sama. Mereka dua orang yang profesional, aneh rasanya harus mengatakan apa yang kami tahu, tapi seperti itulah (hubungan) yang kami inginkan,” tambahnya.

    Senyum Marc Marquez di tim pabrikan Ducati Foto: Ducaticorse

    Dia berharap, hubungan yang baik tersebut bisa dipertahankan sepanjang musim depan. Sebab, dengan demikian, keduanya bisa bahu membahu mengantarkan tim pabrikan Ducati merebut gelar juara.

    “Kami ingin kedua rider berkontribusi bersama untuk pengembangan motor dan kesejahteraan tim. Kemudian, sesuatu yang tidak bisa dianggap remeh, melihat mereka berbicara di hari pertama menandakan keduanya punya pemikiran sama tentang motor. Itu merupakan pengakuan pertama atas pekerjaan yang kami lakukan,” kata dia.

    Di kesempatan yang sama, Grasilli memastikan telah berbicara langsung dengan Marquez mengenai impresi pertama mengendarai Ducati Desmosedici GP25. Pebalap asal Spanyol itu mengaku puas dengan performa motor baru tersebut.

    (sfn/sfn)