Tag: Marc Marquez

  • Marc Marquez dan Bagnaia Bakal Dibantu Robot Ini

    Marc Marquez dan Bagnaia Bakal Dibantu Robot Ini

    Jakarta

    Tim Ducati di MotoGP akan memanfaatkan teknologi canggih untuk memenangkan kejuaraan. Marc Marquez dan Francesco ‘Pecco’ Bagnaia akan dibantu oleh robot canggih keluaran Lenovo.

    Di Mobile World Congress 2025 di Barcelona, tim Ducati Lenovo meluncurkan robot inovatif yang memetakan profil lintasan balap dan membuat peta 3D terperinci. Hal ini akan membantu tim, teknisi dan pebalap bahkan sebelum mereka menaiki motor.

    Robot inovatif ini telah diuji di lintasan balap Mugello pada tahun 2024. Robot ini diperkirakan akan digunakan lebih sering mulai tahun 2025 dan seterusnya, setidaknya di Grand Prix Eropa.

    Robot canggih ini akan beraksi setiap hari Kamis sebelum balapan akhir pekan, tepatnya saat para pebalap menjelajahi lintasan dengan berjalan kaki. Selama tur ini, robot mengikuti para pebalap dan menempuh rute yang sama dengan yang mereka tempuh dengan motor balapnya. Robot mengumpulkan data untuk membuat profil rute yang lebih terperinci.

    “Robot tersebut membuat peta lintasan dan mengekstrak sekitar 6 juta data per detik,” kata Andrea Gorfer, perancang elektronik untuk tim Ducati Lenovo, dikutip Speedweek.

    Data itu digunakan untuk menjalankan berbagai simulasi pengaturan motor dan gaya berkendara yang dibutuhkan sebelum para pebalap menyelesaikan sesi latihan pertama mereka.

    “Ini adalah cara yang sempurna untuk merekonstruksi lingkungan digital lintasan balap dengan mengambil data ini untuk analisis dan reproduksi selanjutnya,” kata Gorfer.

    Chiara Degradi, Spesialis Sponsorship Senior di Lenovo, menambahkan bahwa representasi 3D dari rute ini mewakili tanjakan dan turunan, gradien, jenis aspal, dan lain-lain. Data tersebut terutama ditujukan untuk kontak awal.

    “Data tersebut juga dapat dibandingkan dengan data tahun sebelumnya untuk melihat apakah rute telah berubah,” kata Degradi.

    Dengan robot baru ini, tim pabrikan Ducati dan tim satelitnya akan memiliki gambaran realistis tentang kebutuhan para pebalap bahkan sebelum mereka menaiki motor untuk pertama kalinya. Biasanya mereka mengumpulkan data ini di lap pertama sesi latihan bebas pertama, dan para teknisi harus segera memprosesnya di garasi, tetapi dengan robot ini mereka tidak perlu terlalu stres dan punya waktu 24 jam untuk mengolah informasi.

    “Robot ini difokuskan pada Marc Marquez dan Pecco Bagnaia,” jelas Chiara Degradi. Namun, ia juga menekankan bahwa pebalap Ducati lainnya juga akan menerima data tersebut.

    (rgr/dry)

  • Aku Sudah Seperti Juara Dunia

    Aku Sudah Seperti Juara Dunia

    Jakarta

    Marc Marquez merasa terlahir kembali saat bergabung ke tim Ducati. Lebih dari itu, Marquez seperti sudah merasakan juara dunia.

    Marquez mengawali start yang manis dengan pabrikan Ducati. Pole position yang diraih saat MotoGP Thailand 2025 tidak disia-siakan. Marquez menyapu bersih kemenangan; Sprint Race dan Main Race. Seri pertama MotoGP 2025, Marquez sudah mengemas 37 poin, sempurna!

    Marquez sempat lebih banyak crash ketimbang finis balapan. Bukan cuma badan, mentalnya juga babak belur. Kata Marquez, dia mengalami empat tahun yang mengerikan saat berseragam Honda.

    “Saya seorang veteran yang sangat segar kembali,” candanya dikutip Motosan, Kamis (13/3/2025).

    “Saya merasakan percikan dalam tubuh saya,bahwa saya berada dalam momen ketenangan dalam hidup saya, baik pribadi maupun profesional, bahwa saya tidak berutang apa pun kepada siapa pun, baik kepada diri saya sendiri maupun kepada orang lain.Saya pikir saya telah mengatasi tantangan terbesar dalam karier olahraga saya: empat operasi lengan, banyak cedera, bahkan masalah mata.

    “Itu adalah empat tahun yang mengerikan yang tidak ingin saya alami pada siapa pun, itu adalah tantangan terbesar dan terberat. Saya berhasil melaluinya, jadibagi saya saya adalah juara dunia, saya bisa menikmati gairah saya dan terus bersenang-senang,” jelas Marquez.

    Honda dan Marquez pernah menjadi tim yang superior. The Baby Alien berpisah dengan Honda setelah menjalin hubungan kerja selama 11 tahun. Selama periode tersebut, mereka pernah mendominasi MotoGP dengan enam titel juara dunia.

    Honda mengalami kesulitan selama empat musim terakhir yang membuat Marquez memilih angkat kaki. Perpisahan itu bahkan setahun lebih cepat dari kontraknya. Performa motor yang jeblok, dan Marquez yang terkena badai cedera memicu perpisahan.

    Di musim 2024, Marquez membela tim satelit Gresini Racing Ducati. Di sini, Marc seperti lahir kembali. Ia kembali rajin podium.

    Selanjutnya, Marquez akan menghabiskan MotoGP 2025 bersama pabrikan Lenovo Ducati.

    (riar/din)

  • Aku Sudah Seperti Juara Dunia

    Seperti Orang Tua yang Terlahir Kembali

    Jakarta

    Marc Marquez tampil perkasa di awal musim MotoGP 2025. Rider Ducati Lenovo itu sapu bersih kemenangan di seri pembuka MotoGP 2025 di Sirkuit Buriram, Thailand. Dia pun merasa seperti orang tua yang terlahir kembali.

    “Saya seperti seorang veteran yang kembali segar,” canda Marquez dikutip dari Motorsport. “Saya merasakan percikan dalam tubuh saya, bahwa saya berada dalam momen ketenangan dalam hidup saya, baik pribadi maupun secara profesional,” sambung The Baby Alien.

    Marquez menambahkan, dirinya sudah melewati tantangan terbesar dalam hidupnya, berupa cedera yang lama dan masa-masa sulit dalam kurun empat tahun terakhir. Jadi sekarang dia sangat menikmati momen kebangkitan bersama Ducati. Marquez bahkan merasa seperti sudah menjadi juara dunia.

    “Saya pikir saya telah mengatasi tantangan terbesar dalam karier olahraga saya: empat operasi lengan, banyak cedera, bahkan masalah mata. Itu adalah empat tahun yang mengerikan yang tidak ingin saya alami pada siapa pun, itu adalah tantangan terbesar dan terberat. Saya berhasil melaluinya, jadi bagi saya ‘saya adalah juara dunia’, saya bisa kembali bergairah dan terus bersenang-senang,” sambung pebalap berusia 32 tahun itu.

    Marquez juga menyinggung soal transisinya dari Honda ke Ducati. Kata Marquez, Ducati adalah motor MotoGP yang memiliki cengkeraman yang sangat baik di roda belakang. Dia pun harus beradaptasi lagi dengan Ducati Desmosedici.

    “Ketika saya beralih dari Honda ke Ducati, saya terkejut dengan kekuatan dan cengkeraman roda belakang (Ducati Desmosedici). Namun, saya tetap kesulitan beradaptasi di titik masuk tikungan. Honda sangat lincah, sementara Ducati memiliki konsep yang sangat berbeda dan saya harus menyesuaikan gaya berkendara saya. Sekarang, GP24.5 merupakan evolusi dari motor tahun lalu, tetapi saya punya feeling positif, motor ini lebih cocok dengan gaya berkendara saya,” terang Marquez.

    (lua/dry)

  • Aku Sudah Seperti Juara Dunia

    Marquez Donasikan Hadiah MotoGP Thailand ke Panti Asuhan, Segini Jumlahnya

    Jakarta

    Pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez menyapu bersih kemenangan di MotoGP Thailand, dua pekan lalu. Hasilnya, Marquez menerima hadiah dengan nominal sangat besar!

    Disitat dari Motorsport, pebalap berjuluk The Baby Alien tersebut mendapat 306 ribu euro atau sekira Rp 5,4 miliar setelah memenangkan Sprint Race dan balapan inti di MotoGP Thailand. Namun, dia memilih mendonasikan seluruhnya ke panti asuhan setempat.

    “Menang itu luar biasa, tapi memberi lebih baik lagi. Saya telah beruntung dalam hidup dan saya ingin membaginya dengan anak-anak yang tidak memiliki kesempatan yang sama,” ujar Marc Marquez, dikutip Rabu (12/3).

    “Anak-anak ini adalah pejuang, sama seperti kami, para pebalap. Jika saya bisa membantu mereka memulai dengan lebih baik, itu lebih berharga daripada trofi apa pun,” tambahnya.

    Marc Marquez sumbang hadiah MotoGP Thailand ke panti asuhan. Foto: Getty Images/Steve Wobser

    Menurut sumber-sumber yang dekat dengan Marc Marquez, donasi tersebut akan fokus digunakan untuk membantu pendidikan, layanan kesehatan, berbagai kebutuhan dasar anak-anak yang tumbuh tanpa keluarga.

    Sebagai catatan, Marquez memang tampil mengesankan di MotoGP Thailand. Dia dengan motor Ducati barunya mampu tampil sempurna dan membuat musuh-musuhnya kesulitan. Pebalap 31 tahun tersebut akan menghadapi seri kedua di Termas de Rio Hondo, Argentina dengan percaya diri tinggi.

    Berikut Klasemen Sementara MotoGP 2025

    1. Marc Marquez – 37

    2. Alex Marquez – 29

    3. Francesco Bagnaia – 23

    4. Franco Morbidelli – 18

    5. Ai Ogura – 17

    6 Marco Bezzecchi – 10

    7. Brad Binder – 10

    8. Johann Zarco – 9

    9. Enea Bastianini – 7

    10. Fabio Di Giannantonio – 6

    11. Jack Miller – 5

    12. Fabio Quartararo – 4

    13. Pedro Acosta – 4

    14. Luca Marini – 4

    15. Fermin Aldeguer – 3

    16. Miguel Oliveira – 2

    17. Joan Mir – 1.

    (sfn/dry)

  • Jadwal MotoGP Argentina 2025 Akhir Pekan Ini, Bisa Jadi Teman Sahur

    Jadwal MotoGP Argentina 2025 Akhir Pekan Ini, Bisa Jadi Teman Sahur

    Jakarta

    Seri kedua MotoGP 2025 diselenggarakan di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, akhir pekan ini. Menariknya, balap MotoGP Argentina 2025 diselenggarakan pada dini hari. Kabar baik buat umat muslim, karena artinya bisa menjadi teman bersantap sahur.

    MotoGP Argentina 2025 diselenggarakan pada 14 Maret hingga 17 Maret. Karena perbedaan waktu, MotoGP Argentina 2025 waktu Indonesia tayang pada dini hari. Sprint race dilaksanakan pada Minggu (16/3) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, sementara balap utama diselenggarakan pada Senin (17/3) dini hari pukul 01.00 WIB.

    Kilas balik ke tahun lalu, MotoGP Argentina dibatalkan karena faktor pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintah Argentina saat itu. Sirkuit Termas de Rio Hondo sendiri memiliki kontrak penyelenggaraan MotoGP hingga 2025. Namun belum diketahui pasti apakah sirkuit tersebut akan memperpanjang kontraknya di musim selanjutnya.

    Terakhir kali MotoGP Argentina diselenggarakan pada 2023. Saat itu pebalap VR46 Marco Bezzecchi keluar sebagai pemenangnya, diikuti Johann Zarco, dan Alex Marquez. Nah untuk balap MotoGP Argentina tahun ini, pebalap-pebalap Ducati tetap difavoritkan menjadi juara di sirkuit ini. Apalagi Marc Marquez sudah pindah ke tim pabrikan Ducati.

    Rangkaian MotoGP Argentina 2025 dimulai hari Jumat (14/3) dengan menu latihan bebas pertama, kemudian di hari Sabtu (15/3) diselenggarakan sesi latihan bebas kedua dan kualifikasi MotoGP. Selanjutnya pada Minggu (16/3) dini hari diselenggarakan balap sprint MotoGP dan pada Senin (17/3) dini hari dipungkasi dengan balap utama MotoGP.

    Anda bisa menyaksikan siaran langsung MotoGP Argentina 2025 melalui stasiun televisi Trans 7 atau bisa juga melalui aplikasi berbayar seperti SPOTV dan Vision+.

    Jadwal MotoGP Argentina 2025

    Jumat (14/3/2025)

    1. 20:45-21:30 WIB: Latihan bebas I MotoGP

    Sabtu (15/3/2025)

    1. 20:10-20:40 WIB: Latihan bebas II MotoGP

    2. 20:50-21:05 WIB: Kualifikasi I MotoGP

    3. 21:15-21:30 WIB: Kualifikasi II MotoGP

    Minggu (16/3/2025)

    1. 01:00 WIB: Balap sprint MotoGP (12 lap)

    2. 20:40-20:50 WIB: Warm up MotoGP

    Senin (17/3/2025)

    1. 01:00 WIB: Balap utama MotoGP (25 lap)

    (lua/din)

  • Marquez Bersaudara ‘Kesetanan’ di MotoGP Pembuka, Begini Kata Ibunya

    Marquez Bersaudara ‘Kesetanan’ di MotoGP Pembuka, Begini Kata Ibunya

    Jakarta

    Marc Marquez dan Alex Marquez sama-sama tampil ‘kesetanan’ di MotoGP Thailand. Keduanya kompak menyudahi perlombaan di urutan terdepan. Lantas, apa kata ibunda mereka mengenai hasil membanggakan tersebut?

    Disitat dari Motosan, Marc Marquez finis pertama di Sprint Race dan balapan inti. Sementara adiknya, Alex Marquez menjadi runner up pada dua perlombaan tersebut. Hal itu tentu membuat orang tuanya bangga.

    “Melihat mereka di sana (finis terdepan) bersama-sama, setelah semua yang telah dilalui, rasanya luar biasa. Saya juga bangga dengan si kecil (Alex),” ujar ibunda Marquez bersaudara, Roser Alenta, dikutip Senin (11/3).

    Marc Marquez dan Alex Marquez di MotoGP Thailand. Foto: AP/Kittinun Rodsupan)

    Roser mengaku, selama balapan berlangsung, perasaannya campur aduk. Selain antusias, dia juga harap-harap cemas. Sebab, tak biasanya, kedua putranya sama-sama bersaing di urutan terdepan.

    “Saya merasa sangat menderita (selama perlombaan berlangsung) dan saya terlalu sering menangis,” ungkapnya.

    Lebih jauh, Roser telah mendengar banyak pujian untuk kedua anaknya, terutama Marc. Bahkan, meski baru seri pertama, pebalap berjuluk The Baby Alien tersebut sudah digadang-gadang menjadi juara dunia.

    Roser merasa kurang nyaman dengan pujian berlebihan tersebut. Sebab, hal itu bisa mempengaruhi mentalitas anak-anaknya selama kejuaraan berlangsung. Dia berharap, Alex dan Marc sama-sama bisa fokus hingga akhir musim.

    “Saya merasa sedikit takut, karena saya khawatir mereka akan terbawa suasana,” tuturnya.

    “Saya tidak suka fakta bahwa mereka telah mendeklarasikan Marc sebagai juara dunia. Di Thailand semuanya memang berjalan baik, tetapi mereka harus menanggapinya dengan santai dan terus bergerak maju,” kata dia menambahkan.

    (sfn/rgr)

  • Kalah dari Duo Marquez, Bos Ducati Harap Bagnaia Segera Berbenah

    Kalah dari Duo Marquez, Bos Ducati Harap Bagnaia Segera Berbenah

    Jakarta

    Bos Ducati Luigi Dall’Igna berharap Francesco Bagnaia bisa segera berbenah usai hanya menempati posisi ketiga pada balap sprint dan balap utama MotoGP Thailand. Bagnaia kalah saing dari rekan barunya, Marc Marquez, juga tak mampu bersaing dengan pebalap tim satelit Gresini Ducati Alex Marquez.

    “Balapan pertama memang selalu menjadi yang paling rumit karena Anda tidak pernah tahu level Anda dibandingkan dengan yang lain,” kata Dall’Igna kepada Sky Sport Italia dikutip Senin (10/3/2025).

    Luigi Dall’Igna Foto: SOPA Images/LightRocket via Gett/SOPA Images

    “Saya pikir Marc memegang kendali atas motornya dan dia sudah tahu apa yang harus dilakukan. Sementara Pecco (Francesco Bagnaia), karena berbagai alasan, masih punya ruang untuk berkembang dan saya berharap dia bisa menunjukkannya,” sambung pria yang akrab disapa Gigi itu.

    Gigi menambahkan, Marquez menjalani tes pramusim yang mudah dan bisa cepat beradaptasi dengan setelan motor Ducati Desmosedici buat MotoGP 2025. Sedang Bagnaia mengalami sedikit keterlambatan dalam persiapan untuk balapan. Alhasil, pebalap didikan Valentino Rossi itu pun telat panas.

    Secara spesifikasi, baik Marquez maupun Bagnaia di tim pabrikan, sama-sama menggunakan Desmosedici GP24 seperti yang digunakan pebalap di tim satelit Gresini dan juga Pertamina Enduro VR46. Namun meski basisnya sama, GP24 yang digunakan Marquez dan Bagnaia tentunya levelnya sudah ditingkatkan sesuai spesifikasi pabrikan.

    “Sudah ada perbedaan antara motor pabrikan dan (motor) Ducati lainnya (di tim satelit), dalam tes Jerez (28 April nanti) kami akan mencoba pengembangan lainnya,” terang Dall’Igna. Saat ini pebalap-pebalap Ducati tetap difavoritkan sebagai kandidat kuat juara MotoGP 2025 disaat para pesaingnya belum bisa menampilkan performa konsisten.

    (lua/dry)

  • Saking Jagonya, Marquez-Rossi Dibilang Makhluk dari Luar Galaksi!

    Saking Jagonya, Marquez-Rossi Dibilang Makhluk dari Luar Galaksi!

    Jakarta

    Mantan Direktur Olahraga LCR Honda sekaligus pengamat MotoGP, Oscar Haro menganggap, Marc Marquez dan Valentino Rossi bukan makhluk bumi. Bahkan, saking hebatnya, dia menyebut keduanya berasal dari planet di luar galaksi!

    Disitat dari Motosan, Oscar Haro bicara dalam konteks memberikan nasihat kepada Pedro Acosta yang berstatus sebagai pebalap muda. Dia mengingatkan, Acosta dan pebalap muda lain, tak boleh menantang Marquez dan Rossi secara terbuka.

    “Ketika kamu harus menghadapi pebalap seperti Valentino atau Marquez, yang merupakan (makhluk) dari luar galaksi, kamu tidak bisa menantangnya. Kamu tidak bisa sok-sokan melawannya,” ujar Oscar Haro, dikutip Kamis (6/3).

    “Jangan menunjukkan personalitasmu. Pada kasus ini, buat saya, Pedrosa patut dicontoh. Pedrosa bisa menjadi bos berikutnya di antara dua pebalap tersebut,” tambahnya.

    Valentino Rossi dan Marc Marquez. Foto: David Klein/REUTERS

    Haro menjelaskan, pebalap hebat atau juara dunia rata-rata punya satu kesamaan, yakni kerap dibenci banyak orang. Menurutnya, mereka yang mengidolakan Marquez dan Rossi tentu banyak, namun pembencinya juga tak sedikit.

    “Buat saya, juara dunia sesungguhnya, seperti Valentino, Lorenzo, Marquez, Dovizioso, Stoner dan generasi lainnya, punya personalitas yang sama,” ungkapnya.

    Sementara di saat yang sama, ada pebalap seperti Pedrosa, yang tetap dicintai publik meski berstatus sebagai rider hebat. Haro menilai, mantan pebalap asal Spanyol itu mirip Pedro Acosta di era sekarang.

    “Dia merupakan Dani Pedrosa di masa kini. Dia punya kepribadian yang sama,” tuturnya.

    “Saya rasa Pedro tak senang karena dia tahu betul kualitas luar biasa yang dimilikinya, tetapi dia tak berada di tim yang tepat dan itu normal, sekarang pilihannya ‘membela Ducati atau membela tim yang salah’, karena itulah kenyataannya. Dia tak puas karena tak mampu menunjukkan potensinya,” kata Haro menambahkan.

    (sfn/dry)

  • Moncer di Balapan Pertama MotoGP 2025, Ai Ogura Bilang Begini

    Moncer di Balapan Pertama MotoGP 2025, Ai Ogura Bilang Begini

    Jakarta

    Ai Ogura tampil mengesankan di MotoGP Thailand. Dia sempat menembus posisi empat besar saat gelaran Sprint Race dan finis kelima di balapan utama.

    Marquez bersaudara mendominasi MotoGP Thailand. Baik di sesi Sprint Race maupun balapan utama, Marc Marquez dan Alex Marquez mengisi posisi pertama dan kedua. Barulah di tempat ketiga ada rider Ducati lainnya, Francesco Bagnaia. Tapi ada pebalap lain yang mencuri perhatian sat balapan di Sirkuit Buriram tersebut.

    Adalah rider Jepang Ai Ogura yang tampil mengejutkan meski terhitung sebagai rookie. Ogura finis keempat saat Sprint Race dan kelima di balapan utama. Ogura bahkan menjadi pebalap Aprilia yang finis terbaik, mengalahkan rider pabrikan Marco Bezzecchi.

    Ogura menyebut ini merupakan buah kerja keras tim Trackhouse hingga mengantarnya di posisi lima besar.

    “Sederhana, ini semua kerja tim. Jadi tidak ada yang spesial,” ujar Ogura dalam video yang diunggah akun X Trackhouse MotoGP.

    “Tidak, tidak ada yang spesial, itu hanya kerja sama tim,” sambungnya lagi.

    Ogura menjadi rookie terbaik dalam 12 tahun terakhir setelah Marc Marquez merebut posisi ke-3 dalam debutnya. Bagi Ogura ini merupakan awalan yang baik untuk memulai musim 2025.

    Bos tim prinsipal Trackhouse Davide Brivio juga mengagumi penampilan Ogura. Brivio yang sempat menghadapi banyak kritik karena lebih memilih Ogura ketimbang talenta Amerika Joe Roberts terkesima dengan juara Moto2 tersebut.

    “Kami sangat terkesan dengan Ai di balapan. Dia membalap seperti veteran, dan dia mendapat posisi keempat di belakang Pecco dan bertahan sepanjang balapan jadi saya pikir itu luar biasa,” ungkap Brivio dilansir Crash.

    “Dia mengejutkan semua orang dan saya tidak mengira bisa secepat itu, sangat cepat. Jadi marilah menikmati momen ini dan balapan ini juga penting karena banyak kesempatan untuk belajar dan memahami MotoGP lebih baik lagi,” ujarnya.

    Sebagai informasi, Ai Ogura dikontrak tim satelit MotoGP Trackhouse Aprilia untuk musim 2025-2026. Ogura menggantikan Miguel Oliveira yang kontraknya tidak diperpanjang Trackhouse Aprilia. Ogura bertandem dengan Raul Fernandez.

    Ogura adalah pebalap Jepang paling berbakat saat ini. Pebalap berusia 23 tahun itu sudah empat musim berlaga di kelas Moto2, tiga musim bersama Idemitsu Honda Asia, kemudian satu musim bersama MT Helmets-MSi. Kemudian pada tahun 2024 dia menyabet gelar sebagai juara dunia Moto2.

    (dry/rgr)

  • Moncer di Balapan Pertama MotoGP 2025, Ai Ogura Bilang Begini

    Ancaman Baru buat Marquez dkk

    Jakarta

    Pebalap Jepang yang menjadi pendatang baru di kelas MotoGP, Ai Ogura, bisa menjadi ancaman baru bagi Marc Marquez dan Francesco ‘Pecco” Bagnaia. Di seri perdana MotoGP 2025 yang digelar di Buriram, Thailand, juara dunia Moto2 itu tampil sangat menjanjikan.

    Ai Ogura tahun ini menjadi pebalap tim satelit Trackhouse Aprilia. Nama-nama besar, status sebagai rookie, tidak menghalangi Ogura meraih posisi terbaik. Debut yang luar biasa bagi Ai Ogura di Thailand dengan mengamankan posisi kelima, sekaligus menjadi rider Aprilia terbaik di MotoGP Thailand 2025.

    Setelah finis keempat dalam sesi Sprint Race di Sirkuit Internasional Chang sepanjang 4,5 kilometer di Buriram, Ogura sukses finis di urutan kelima balapan utama MotoGP Thailand 2025. Padahal ini baru balapan pertamanya di kelas MotoGP.

    Balapan diadakan selama 26 putaran dalam suhu hampir 40 derajat dan lebih dari 50 derajat di aspal. Namun, kondisi tersebut tidak mengganggu pembalap Jepang itu, ia mengendarai Aprilia RS-GP di lintasan dengan percaya diri. Pada akhirnya, pembalap berusia 24 tahun itu melintasi garis finis di posisi kelima, hanya terpaut 7 detik di belakang sang pemenang Marc Marquez.

    “Saya bahkan lebih gembira daripada setelah Sprint. Karena saya sempat mengobrol dengan kru saya. Kami membicarakan tentang bagaimana semuanya berjalan dengan baik, tetapi balapan utama akan jauh lebih rumit. Namun, kami juga terlibat penuh selama balapan utama. Saya senang dengan itu,” kata Ogura dikutip Speedweek.

    Ogura mengklaim sangat terkejut dengan hasil debutnya di Thailand. Apalagi kondisi ban motornya semakin aus.

    “Setelah enam atau tujuh putaran, cukup sulit untuk mengendalikan keausan (ban). Namun, saya sudah menduganya sebelum balapan dimulai, jadi itu bukan kejutan yang buruk,” ujarnya.

    Secara fisik, Ogura menyebut baik-baik saja balapan di tengah iklim yang panas. Bahkan, dia mengklaim kondisinya tidak terlalu menantang baginya. Pengalamannya balapan di Asia menjadi bekal untuk menghadapi suhu panas di Thailand.

    “Bagi banyak pembalap lain, itu lebih sulit. Saya tidak punya masalah dengan itu dan itu bagus untuk saya. Saya mungkin mengatasinya dengan baik karena saya telah berkompetisi di banyak balapan di Asia dalam Asia Talent Cup dan kondisi ini normal,” ucapnya.

    “Hal tersulit hari itu adalah manajemen ban. Pada hari Sabtu saya belajar banyak dari Pecco. Kecepatan saya dalam balapan itu baik-baik saja, bahkan sampai akhir.”

    Setelah debutnya di MotoGP, Ogura berada di posisi kelima dalam klasemen sementara. Dia juga menjadi pembalap Aprilia terbaik.

    (rgr/din)