Tag: Marc Marquez

  • Bonus Jumbo Marc Marquez di Ducati

    Bonus Jumbo Marc Marquez di Ducati

    Jakarta

    Marc Marquez pindah dari tim satelit ke pabrikan Ducati, keputusan ini tidak hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga isi rekeningnya.

    Terungkap sejumlah bonus jika Marc Marquez menang balapan. Pebalap pabrikan bakal mendapatkan € 150 ribu (Rp 2,8 miliaran), lebih gede daripada pebalap satelit yang dibayar € 100 ribu, demikian dikutip dari Motosan.es.

    Selanjutnya, jika finis balapan utama di posisi kedua, pebalap pabrikan akan menerima € 80.000 (Rp 1,5 miliaran), dan setiap finis di posisi ketiga akan dibayar € 40.000 (Rp 760 jutaan).

    Jika menang sprint race hari Sabtu akan mendapatkan € 40.000 (Rp 760 jutaan) untuk pebalap pabrikan dan € 20.000 (Rp 380 jutaan) untuk pebalap satelit.

    Masih ada tambahan bonus lagi jika pebalap meraih juara dunia, yakni bonus € 3.000.000 (Rp 57 miliaran). Namun jika klasemen akhir di posisi kedua dan ketiga, masing-masing diganjar bonus sebesar € 1.500.000 (Rp 28,5 miliaran) dan € 1.000.000 (Rp 19 miliaran).

    Marquez sudah menang enam balapan utama dari 10 seri balapan yang sudah digelar musim ini,secara matematis, bonus yang sudah diterima Márquez saat ini mencapai sekitar € 900.000 (Rp 17 miliaran).

    Lebih lanjut, jangan lupa kemenangan Marc Marquez di sprint race. Dalam hal ini, pebalap Ducati tersebut telah memenangkan sembilan dari 10 kemenangan balapan. Oleh karena itu, total yang akan ia kantongi hingga saat ini sekitar € 360.000 (Rp 6,8 miliaran).

    Bila ditotal, bonus kemenangan sprint dan main race yang dicapai Marc Marquez itu sudah menyentuh € 1.260.000 (Rp 23,9 miliaran). Belum ditambah bonus finis kedua dan ketiga.

    Pendapatan ini belum termasuk gaji dan sponsor yang diterima oleh Marquez.

    Ini merupakan bagian dari kontrak Borgo Panigale. Tim Italia ini mulai memilih pebalap yang lebih muda, dengan gaji yang lebih rendah, dan menawarkan bonus yang signifikan untuk mengimbangi gaji yang lebih kecil dibanding pabrikan lain.

    (riar/dry)

  • Marc Marquez Cuma Bisa Dilawan Pakai Ducati

    Marc Marquez Cuma Bisa Dilawan Pakai Ducati

    Jakarta

    Pebalap KTM, Pedro Acosta sadar betul dengan kemampuan motornya, yang belum bisa menyaingi kombinasi Marc Marquez dan Ducati di MotoGP 2025.

    Performa Acosta melempem bersama tim pabrikan KTM, di mana posisi terbaik yang pernah dicapai Acosta dari 10 seri MotoGP 2025 hanya posisi keempat di Prancis dan Aragon. Padahal musim lalu dia mengakhiri kompetisi dengan status rookie terbaik.

    Acosta belum bisa tembus 5 besar klasemen sementara MotoGP 2025 yang didominasi Ducati. Secara berturut-turut posisi teratas kini ditempati: Marc Marquez, Alex Marquez, Francesco Bagnaia, Franco Morbidelli, dan Fabio Di Giannantonio.

    KTM sedang mengalami krisis finansial, di sisi lain Acosta menginginkan motor yang lebih baik. Secara tidak langsung, Acosta memberi sinyal kepada KTM, kalau masih ingin memakai jasanya.

    Acosta tahu jalan pintas untuk mencapai tujuannya ialah bergabung dengan Ducati. Tim yang sedang superior ini akan meningkatkan performa Acosta.

    “Satu-satunya motor yang tersedia saat ini untuk melawan Marc, yaitu mengendarai motor yang sama dengannya atau motor Ducati,” ceplos Acosta.

    “Yang jelas, ada empat merek yang sangat berimbang dan ada satu yang jauh di depan yang lain,” kata Acosta.

    Performa Acosta belum keluar semua, Sebagai catatan, Pedro Acosta tampil kesetanan di dua seri pertama MotoGP musim lalu. Bahkan, pada perlombaan di Portimao, Portugal, dia sukses meraih podium dan mengasapi pebalap-pebalap kenamaan seperti Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.

    Acosta ditanya soal masa depannya di balap MotoGP. Pria yang saat ini membalap buat tim pabrikan KTM itu secara tersirat melontarkan pernyataan ingin motor terbaik.

    “Saya memiliki kontrak dengan KTM, saya ingin melakukan balapan yang bagus. Sejak saya menjalani operasi lengan setelah Jerez, hasilnya telah datang: Le Mans bagus, Aragón juga tidak buruk…Kami harus melanjutkan rencana, sampai akhir dan sejauh yang kami bisa,” ujar Acosta.

    “Pertama-tama saya harus memiliki motor yang lebih baik dan mulai tampil baik tahun ini dan kemudian kita lihat. Saya tidak berpikir kita harus berpikir lebih jauh dari 2026. Saat ini saya membutuhkan motor yang lebih baik sekarang dan melakukannya dengan baik sekarang, bukan dua tahun dari sekarang,” kata Acosta

    (riar/din)

  • ‘Mustahil Marc Marquez Tak Jadi Juara Dunia MotoGP, Apalagi Dikawal Adiknya’

    ‘Mustahil Marc Marquez Tak Jadi Juara Dunia MotoGP, Apalagi Dikawal Adiknya’

    Jakarta

    Marc Marquez rasanya tak terbendung lagi. Bahkan ada yang meyakini kalau The Baby Aliens bisa juara dunia MotoGP musim ini.

    Chicho Lorenzo, ayah dari Jorge Lorenzo yang punya sekolah balap itu, yakin benar Marquez jadi juara dunia. Menurutnya pola kemenangan Marquez sudah seperti ia mendominasi balapan MotoGP saat bersama Honda dari 2011-2019, yang mana merupakan masa keemasan si pebalap.

    Saat ini Marquez memimpin klasemen dengan 307 poin. Posisi kedua ditempati Alex Marquez dengan angka berjarak 68 poin, dan Bagnaia makin tertinggal jauh, berjarak 126 poin.

    “Marquez praktis telah mencapai 82% dari poin yang mungkin. Itu luar biasa. Ini menarik karena ini adalah angka-angka seperti saat ia mendominasi. Ketika ia sudah mencapai lebih dari 80%, ia mendominasi,” jelasnya.

    Marc Marquez ketika menjuarai MotoGP Belanda (REUTERS/Yves Herman) Foto: REUTERS/Yves Herman

    Dari 10 balapan yang sudah digelar, Marc Marquez sudah enam kali menyapiu bersih kemenangan sprint dan main race, ini daftarnya:

    – Thailand: 37 poin
    – Argentina: 37 poin
    – Qatar: 37 poin
    – Italia: 37 poin
    – Aragon: 37 poin
    – Belanda: 37 poin

    Kompetitor terdekat Marquez ialah adiknya sendiri, Alex Marquez. Namun Chicho menilai Alex pasti ingin melihat kakaknya juara dunia lagi, besar kemungkinan bisa ‘mengawal’ Marquez guna memuluskan langkah Marc Marquez.

    “Dengan keunggulan poin ini, hampir mustahil untuk kehilangan kejuaraan ini. Dan terlebih lagi dengan saudaranya di sana sebagai pengawal yang setia,”ceplos Chicho.

    Pernyataan Chicho bukan tanpa alasan. Marc Marquez nampaknya kembali dalam performa terbaik.

    Kemenangan bakal diraihnya dalam seri berikutnya di Sirkuit Sachsenring, MotoGP Jerman 2025, yang menjadi seri berikutnya.

    Alex Marquez dan Marc Marquez menguasai posisi teratas klasemen MotoGP 2025 (Photo by Tiziana FABI / AFP) Foto: AFP/TIZIANA FABI

    Dari statistik kemenangan MotoGP, Marc Marquez merupakan rider kedua peraih kemenangan terbanyak, dia cuma kalah dari Giacomo Agostini.

    Kalau sampai Marquez menang lagi minggu ini, artinya Marquez sedang mengulang rekor kemenangan empat kali beruntun.

    (riar/din)

  • Jadwal MotoGP Jerman 2025 Akhir Pekan Ini

    Jadwal MotoGP Jerman 2025 Akhir Pekan Ini

    Jakarta

    Jadwal MotoGP Jerman 2025 bisa Anda simak di sini. MotoGP Jerman 2025 bisa disaksikan secara langsung melalui saluran televisi Trans7 atau sejumlah aplikasi streaming berbayar seperti Vidio dan Vision+.

    Seri kesebelas MotoGP 2025 dilaksanakan di Sirkuit Sachsenring, Jerman, akhir pekan ini. Rangkaian MotoGP Jerman 2025 diselenggarakan dari tanggal 11, hingga 13 Juli.

    Sirkuit Sachsenring pertama kali menggelar balap MotoGP pada tahun 1998. Sirkuit ini terkenal karena memiliki banyak tikungan ke kanan dengan jumlah mencapai 13 dan jauh lebih banyak dibandingkan tikungan ke kiri yang hanya memiliki 3 tikungan.

    Pebalap asal Spanyol, Marc Marquez, menjadi pemegang rekor sebagai pebalap MotoGP yang paling sering juara di Sachsenring. Tercatat Marquez sudah delapan kali juara di sirkuit sepanjang 3,67 km tersebut. Tak ayal Marquez dijuluki sebagai Raja Sachsenring.

    Peluang Marquez untuk menambah rekor kemenangannya di Jerman akhir pekan ini tentunya sangat besar. Apalagi Marquez kini tampil sangat kompetitif dan juga konsisten bersama tim pabrikan Ducati Lenovo. Marquez pun kini menduduki puncak klasemen sementara MotoGP 2025 dengan 307 poin.

    Balap utama MotoGP 2025 bisa Anda saksikan pada Minggu (13/7) malam WIB sekitar pukul 19.00. Anda bisa menyaksikan MotoGP Jerman 2025 secara langsung di Trans7 maupun sejumlah aplikasi streaming berbayar seperti Vidio dan Vision+.

    Jadwal MotoGP Jerman 2025

    Jumat (11/7)

    1. 14:00-14:35 WIB: Moto3 Free Practice Nr. 1
    2. 14:50-15:30 WIB: Moto2 Free Practice Nr. 1
    3. 15:45-16:30 WIB: MotoGP Free Practice Nr. 1
    4. 18:15-18:50 WIB: Moto3 Practice
    5. 19:05-19:45 WIB: Moto2 Practice
    6. 20:00-21:00 WIB: MotoGP Practice

    Sabtu (12/7)

    1. 13:40-14:10 WIB: Moto3 Free Practice Nr. 2
    2. 14:25-14:55 WIB: Moto2 Free Practice Nr. 2
    3. 15:10-15:40 WIB: MotoGP Free Practice Nr. 2
    4. 15:50-16:05 WIB: MotoGP Qualifying Nr. 1
    5. 16:15-16:30 WIB: MotoGP Qualifying Nr. 2
    6. 17:50-18:05 WIB: Moto3 Qualifying Nr. 1
    7. 18:15-18:30 WIB: Moto3 Qualifying Nr. 2
    8. 18:45-19:00 WIB: Moto2 Qualifying Nr. 1
    9. 19:10-19:25 WIB: Moto2 Qualifying Nr. 2
    10. 20:00 WIB: MotoGP 15 Laps Tissot Sprint

    Minggu (13/7)

    1. 16:00 WIB: Moto3 23 Laps Race
    2. 17:15 WIB: Moto2 25 Laps Race
    3. 19:00 WIB: MotoGP 30 Laps Race

    (lua/din)

  • Jorge Martin Sudah Ngebut Lagi, Marc Marquez Harus Waspada?

    Jorge Martin Sudah Ngebut Lagi, Marc Marquez Harus Waspada?

    Jakarta

    Jorge Martin akhirnya kembali menunggangi motor balap di sirkuit setelah absen panjang karena cedera. Juara dunia MotoGP 2024 itu menjalani sesi latihan pribadi di Barcelona. Apakah ini jadi sinyal ancaman untuk Marquez?

    Martin terlihat menunggangi Aprilia RSV4 di Circuit de Barcelona-Catalunya, Kamis (3/7/2025). Itu jadi pertama kalinya ia kembali mengaspal sejak mengalami kecelakaan hebat di MotoGP Qatar, April lalu.

    “Sudah mulai. Sangat senang dengan sensasi pertama, masih ada pekerjaan dan sedikit rasa tidak nyaman di beberapa bagian tubuh, kami bekerja keras untuk kembali secepat mungkin. Terima kasih banyak kepada @circuitdebcncat karena telah mengizinkan saya menyiapkan pangkuan saya!,” tulis Martin dalam unggahan Instagram pribadinya.

    [Gambas:Instagram]

    Seperti diketahui, pebalap asal Spanyol itu absen sejak GP Qatar, 13 April lalu. Saat itu, ia mengalami kecelakaan parah usai terjatuh dan tertabrak Fabio Di Giannantonio. Hasil diagnosis menyebutkan Martin mengalami retak di 11 tulang rusuk dan cedera paru-paru ringan.

    Sebelum itu, Martin bahkan sudah lebih dulu menepi karena dua insiden di pramusim. Yang pertama terjadi saat tes di Sepang, dan yang kedua saat sesi latihan supermoto. Ia mengalami cedera pergelangan tangan dan pergelangan kaki.

    Meski sudah kembali mengaspal, Martin belum bisa tampil dalam waktu dekat. Dokter MotoGP, Angel Charte, mengatakan proses pemulihan berjalan baik, tapi masih ada beberapa tulang rusuk yang belum sepenuhnya menyatu.

    “Perkembangannya sangat positif. Namun, dibutuhkan dua minggu lagi untuk pemulihan total,” kata Charte, dikutip dari Crash.net.

    Dengan situasi tersebut, Martin dipastikan absen di GP Jerman di Sachsenring pekan depan. Target realistisnya adalah GP Ceko di Brno pada 18-20 Juli. Balapan tersebut juga menjadi seri terakhir sebelum jeda musim panas.

    Marc dan Alex Marquez Foto: dok. Ducati

    Siap Jadi Ancaman Buat Marquez Bersaudara?

    Comeback Martin bisa jadi kabar buruk untuk rival-rivalnya, termasuk Marc dan Alex Marquez. Saat ini, Marquez bersaudara tengah menikmati puncak klasemen.

    Namun jika Martin bisa kembali tampil di Brno dengan kondisi prima, bukan tak mungkin ia akan langsung kompetitif.

    Statusnya sebagai juara bertahan dan rekam jejak kecepatan yang impresif membuat banyak pihak memprediksi ia bakal jadi ancaman serius di paruh kedua musim.

    Namun perjuangan Martin tentu tak mudah. Pebalap asal Spanyol ini belum mengantongi satu poin pun sejak awal musim. Sementara Marc duduk di posisi tertinggi klasemen sementara MotoGP 2025 dengan raihan 307 poin dan adiknya, Alex, sudah punya 239 poin.

    (mhg/din)

  • Yamaha Terus Geber Uji Coba Mesin V4

    Yamaha Terus Geber Uji Coba Mesin V4

    Jakarta

    Honda dan Yamaha melakukan uji coba privat di Sirkuit Brno, Ceko, pada tanggal 1-2 Juli 2025. Pebalap Honda Luca Marini dikabarkan ikut dalam pengetesan ini sekaligus menjadi tanda bahwa dia siap kembali ke lintasan setelah absen lama akibat cedera. Sementara Yamaha, kabarnya terus menguji motor baru mereka yang menggunakan arsitektur mesin V4.

    Mengutip Speedweek, Honda dan Yamaha masih berstatus sebagai tim dengan peringkat konsesi D yang artinya mereka bisa melakukan lebih banyak program pengujian di banyak lintasan. Honda dan Yamaha juga bisa melakukan pengujian motor oleh pebalap reguler mereka.

    Pembalap pabrikan HRC Luca Marini kembali mengendarai RC213V di Brno untuk pertama kalinya, sejak kecelakaan serius pada balap ketahanan Honda di Suzuka. Pebalap Italia itu kabarnya siap kembali ke MotoGP pekan depan.

    Sementara itu pebalap-pebalap reguler Yamaha seperti Alex Rins dan Miguel Oliveira juga ikut dalam tes privat di Brno. Hasilnya baik, Oliveira dan Rins jadi yang tercepat di M1. Keduanya mencatatkan lap time kisaran 1 menit 52,7 detik.

    Sebagai perbandingan, rekor lap time Marc Marquez dari tahun 2016 adalah 1 menit 54,596 detik. Namun, karena catatan waktu hanya berlaku di balap resmi, maka rekor Marquez akan tetap bertahan, setidaknya hingga ajang MotoGP Ceko digelar pada pada pertengahan Juli.

    Yang lebih menarik adalah program yang diselesaikan oleh pebalap penguji Andrea Dovizioso dan Augusto Fernandez. Keduanya mengendarai motor baru M1 bertenaga V4.

    Prototipe V4 tidak hanya berbeda dalam hal mesin dari versi empat silinder segaris pabrikan Jepang itu, tetapi juga dalam hal aerodinamika, lengan ayun, dan jalur knalpot. Terlihat jelas dari luar bahwa motor itu benar-benar berbeda. Sampai saat ini Yamaha belum mengeluarkan pernyataan apapun terkait pengujian motor bermesin V4 tersebut.

    (lua/din)

  • Pebalap MotoGP Berduka Atas Meninggalnya Diogo Jota, Kirim Pesan Menyentuh

    Pebalap MotoGP Berduka Atas Meninggalnya Diogo Jota, Kirim Pesan Menyentuh

    Jakarta

    Kecelakaan tragis merenggut nyawa pemain bola Diogo Jota dan Andre Silva. Beberapa pebalap MotoGP menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dua pesepakbola tersebut.

    Marc Marquez, Fabio Quartararo, dan Miguel Oliveira terpantau yang mengungkapkan duka cita.

    Marc Marquez dan Fabio Quartararo mengunggah postingan duka cita Diogo Jota dalam instagram stories-nya. Kiriman itu merupakan postingan instagram dari Liverpool yang menampilkan foto Diogo Jota dengan filter hitam putih. Kedua pebalap itu memberi emot hati dan burung putih yang sedang terbang.

    Lebih menyentuh lagi unggahan dari Miguel Oliveira. Rider Trackhouse Racing itu membuat postingan khusus untuk menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya Diogo Jota dan Andre Silva. Miguel Oliveira diketahui sama-sama atlet kewarganegaraan Portugal.

    “Mustahil untuk tetap acuh tak acuh terhadap kehilangan tragis yang kami alami pagi ini. Hidup bisa menjadi kejam dan tidak adil dengan cara yang tidak kita duga. Pelukan simpatik untuk seluruh keluarga, istri dan anak-anak. R.I.P. Diogo Jota dan Andre Silva,” tulis Miguel Oliveira yang disertai foto Diogo Jota dan Andre Silva.

    Kecelakaan tragis Diogo Jota dan adiknya itu terjadi di jalan tol KM 65 dari A-52.

    Wakil Delegasi Zamora, Angel Blanco Garcia, menyatakan, Diogo Jota dan Andre Silva meninggal di tempat. Mobil yang ditumpangi pemain 28 tahun tersebut dan juga adiknya, Andre, 26 tahun, dikabarkan sampai keluar jalur.

    Kondisi mobil mengenaskan karena sempat terbalik sebelum terbakar sampai habis. Sementara itu, dalam pernyataan terpisah Garda Sipil Spanyol menyatakan, kecelakaan Diogo Jota akibat dari pecah ban saat hendak menyalip.

    “Saya tidak akan membahas keadaannya, tapi mobil itu terbalik, terbakar, dan akibatnya fatal. Meskipun ada hipotesis, saya tidak dapat mengatakan apa pun karena saya tidak tahu. Harus ada penyelidikan, yang sedang dilakukan oleh Garda Sipil,” lugas Angel Blanco Garcia.

    Diogo Jota memilih untuk mengambil perjalanan darat setelah disarankan oleh dokter untuk tidak naik pesawat. Jota barusaja menjalani operasi kecil yang berhubungan dengan paru-paru, dikutip dari BBC Sport.

    (riar/din)

  • Pebalap Muda Meninggal Dunia Usai Kecelakaan, Rider MotoGP Berduka

    Pebalap Muda Meninggal Dunia Usai Kecelakaan, Rider MotoGP Berduka

    Jakarta

    Pebalap muda Borja Gomez (20) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Sirkuit Magny Cours, Prancis, Kamis (3/7/2025). Ucapan duka mengalir dari para rider MotoGP.

    Eks pebalap Moto2 ini mengalami kecelakaan saat melakoni sesi tes pramusim JuniorGP Kejuaraan Eropa Stock 600. Borja diketahui sedang menggeber Honda CBR600RR.

    Dikutip dari Crash, Borja Gomez dilaporkan terjatuh, lalu ditabrak pebalap di belakangnya. Gomez dinyatakan meninggal dunia.

    Ucapan belasungkawa dan doa mengalir dari para pebalap MotoGP melalui akun instagram pribadinya.

    “Hari yang menyedihkan untuk olahraga. Semua dukungan saya untuk keluarga dan teman-teman. Beristirahatlah dengan tenang Borja,” tulis Marc Marquez.

    “Borja, beristirahatlah dengan tenang… Teruslah melakukan apa yang Anda sukai di mana pun Anda berada,” ungkap Jorge Martin.

    “RIP Borja. Semua kekuatan dan cinta saya untuk keluarga dan teman-temannya,” tulis Alex Marquez.

    Gomez tahun ini berkompetisi di Kejuaraan Superstock Eropa dengan mengendarai Honda CBR600RR. Gomez sedang memimpin klasemen setelah meraih posisi kedua di Estoril dan kemenangan di Jerez.

    Pebalap asal Spanyol ini juga telah menjalani peran sebagai penguji dalam proyek HRC World Superbike tahun ini dan ikut serta dalam tes pramusim Eropa bersama Tetsuta Nagashima sebagai bagian dari tim penguji resmi Honda.

    Gomez pernah tampil di ajang Moto2 pada musim 2022 dan 2023. Hasil terbaik Gomez adalah berada di posisi ke-16 di Australia.

    Dia juga mengendarai di empat putaran WorldSSP di musim 2021 dan 2024, mencetak poin untuk tempat ke-12 di Cremona dan Aragon tahun lalu dengan Kawasaki ZX-6R.

    (riar/din)

  • Tolak Tawaran Ducati, Bertahan di Yamaha

    Tolak Tawaran Ducati, Bertahan di Yamaha

    Jakarta

    Maverick Vinales menyebut kesalahan total saat memilih bertahan di Yamaha padahal ditawari kontrak Ducati. Ya, tim Ducati yang kini superior itu pernah kepincut Vinales.

    Vinales bilang pernah dihubungi Ducati untuk bergabung sebagai tim pabrikan. Dia mendapat kesempatan untuk menggantikan Jorge Lorenzo yang kontraknya berakhir pada musim 2018.

    “Itulah penyesalan terbesar saya dalam karier balap saya. Pada tahun 2018, saya mendapat tawaran untuk bergabung dengan tim resmi Ducati pada tahun 2019 dan 2020, sebagai rekan setim Dovizioso,” kata Vinales dikutip dari Diario AS, Kamis (3/7/2025).

    Kala itu pabrikan MotoGP sedang kompetitif. Honda yang digawangi Marc Marquez berada di puncak performa. Vinales berakhir di posisi tiga klasemen akhir MotoGP 2019. Dovizioso menjadi runner up.

    “Mereka meyakinkan saya. Saya benar-benar yakin untuk bergabung dengan Ducati, tetapi tim tempat saya bekerja meyakinkan saya untuk tetap di Yamaha dan mencoba menang di sana. Tentu saja, itu adalah kesalahan total. Kesalahan total,” kata Vinales.

    Maverick Vinales dan Yamaha memiliki hubungan yang bergejolak dengan perpisahan yang mengejutkan.Vinales, yang bergabung dengan Yamaha pada tahun 2017, seharusnya memiliki kontrak hingga akhir MotoGP 2022, tetapi mereka berpisah di tengah musim 2021 setelah serangkaian masalah dan ketidaksepakatan.

    Saat disinggung apakah Vinales bisa menjadi juara dunia bersama Ducati, dia bilang segala keputusan memiliki risiko.

    “Saya tidak tahu. Saya tidak tahu. Saya pikir dalam hidup, semua yang terjadi pasti ada alasannya. Mungkin saya pergi ke Ducati, cedera, cedera lagi, dan tidak akan pernah balapan lagi. Siapa tahu. Yang jelas, takdir telah membawa saya ke sini, ke KTM, dan saya telah membuat evolusi yang saya sukai. Saya merasa bangga pada diri saya sendiri dan saya merasa sangat bangga mewakili keluarga saya saat ini, di momen ini,” kata Vinales.

    (riar/dry)

  • Memimpin di Awal Balapan, Kenapa Bagnaia Melorot Lagi?

    Memimpin di Awal Balapan, Kenapa Bagnaia Melorot Lagi?

    Jakarta

    Francesco ‘Pecco’ Bagnaia lagi-lagi harus kehilangan takhta di sirkuit favoritnya. Bagnaia harus puas di posisi ketiga di MotoGP Belanda 2025. Padahal, rider Italia itu sempat memimpin balapan.

    Sirkuit Assen sebenarnya menjadi sirkuit favorit Bagnaia. Di sana tempat Bagnaia meraih kemenangan grand prix pertamanya di kelas Moto3 dan menang di kelas MotoGP sejak 2022. Bagnaia pun mencetak tato sirkuit Assen di lengannya. Namun tahun ini sirkuit Assen bukan lagi miliknya.

    Pada lap pertama, Francesco Bagnaia bisa memimpin di depan, diikuti Marc Marquez, Alex Marquez, dan Marco Bezzecchi. Namun, seperti di MotoGP Italia sepekan sebelumnya, begitu cengkeraman depan mulai menurun, Bagnaia tidak dapat menahan Marc Marquez. Pecco sempat tergeser ke posisi empat. Pada akhirnya, Pecco lagi-lagi harus puas finis di tempat ketiga.

    “Saya merasa bahwa untuk pertama kalinya musim ini, kecepatan saya adalah salah satu yang terkuat sepanjang akhir pekan. Tetapi kemudian dalam balapan saya finis di tempat yang sama seperti biasanya!” kata Bagnaia seperti dikutip Crash.

    “Saya berjuang kurang lebih dengan cara yang sama. Saya bisa bertarung dan menyerang di lap pertama, tetapi kemudian saya merasa seperti sedikit penurunan (pada cengkeraman depan) yang merugikan saya sedikit di tengah balapan, dan kemudian saya mampu menjadi cepat lagi,” ujarnya.

    “Tetapi bagaimanapun juga, Marc melakukan pekerjaan yang fantastis dengan motor (GP25) ini. Saya lebih berjuang untuk menemukan keseimbangan saya pada motor ini, mengetahui dengan tepat seperti apa motor tahun lalu…”

    Bagnaia 9,524 detik lebih lambat selama 26 lap dibandingkan dengan yang ia catat di MotoGP Assen tahun lalu dengan motor GP24, meskipun suhu trek dan udaranya sama.

    “Kami hanya perlu mengambil sisi positifnya. Untuk minggu kedua berturut-turut saya cukup cepat untuk bertarung dan menyerang di lap pertama. Saya cukup yakin bahwa kami tidak terlalu jauh dan kami semakin dekat,” sebut Bagnaia.

    Bagnaia mengatakan, masalah stabilitas pada motor Ducati Desmosedici GP25 telah mengganggunya. Dia merasa kesulitan dalam hal pengereman dan masuk tikungan dengan motor tunggangannya itu.

    “Saya tidak bisa menghentikan motor kapan dan di mana saya mau. Saya melaju agak melebar, lalu saya tidak berada di tempat yang tepat untuk berakselerasi. Memang benar bahwa kami meningkatkannya dari sesi ke sesi. Namun setelah 10 balapan (masalah itu) selalu ada. Jadi kami perlu melakukan langkah lain selama balapan,” katanya.

    (rgr/din)