Tag: Marc Marquez

  • Link Live Streaming Sprint Race MotoGP Hungaria 2025

    Link Live Streaming Sprint Race MotoGP Hungaria 2025

    Jakarta

    Sprint Race untuk kali pertama akan digelar di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, Sabtu malam (23/8). Biar kalian tak ketinggalan serunya balapan pendek tersebut, berikut kami rangkum link live streaming Sprint Race MotoGP Hungaria 2025.

    Di zaman serba canggih seperti sekarang, menyaksikan MotoGP tak harus melalui TV, melainkan bisa lewat ponsel, tablet maupun laptop. Itulah mengapa, tak heran banyak penonton yang mencari link live streaming Sprint Race MotoGP Hungaria 2025.

    Musim ini, pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez masih menjadi Raja Sprint Race dengan 12 kemenangan dari 13 balapan yang telah dijalaninya. Namun, mengingat status Sirkuit Balaton Park yang masih benar-benar baru, maka siapapun berpeluang meraih kemenangan.

    Link live streaming Sprint Race MotoGP Hungaria 2025. Foto: Getty Images/Klaus Pressberger

    Sirkuit Balaton Park terletak di kawasan Balatonfőkajár dan baru diresmikan dua tahun lalu. Lintasan tersebut punya panjang 4.115 km dengan 16 tikungan.

    Lantas, akankah Marquez kembali berjaya di Sprint Race MotoGP Hungaria 2025? Atau justru ada pebalap lain yang membuat kejutan? Biar tak ketinggalan, berikut kami sajikan link live streaming-nya.

    Link Live Streaming Sprint Race MotoGP Hungaria 2025

    Sprint Race MotoGP Hungaria 2025 disiarkan secara langsung melalui saluran Trans7. Namun, jika tak sempat menyaksikannya di televisi, kalian bisa menontonnya melalui layanan streaming.

    Sprint Race MotoGP Hungaria 2025 ditayangkan secara streaming melalui sejumlah platform online, mulai dari laman resmi MotoGP hingga Vidio.com. Kalian tinggal membuka salah satu laman berikut untuk menyaksikannya.

    Jadwal MotoGP Hungaria 2025

    Sabtu, 23 Agustus 2025

    13:40-14:10 WIB: Moto3 – Free Practice 214:25-14:55 WIB: Moto2 – Free Practice 215:10-15:40 WIB: MotoGP – Free Practice 215:50-16:05 WIB: MotoGP – Qualifying 116:15-16:30 WIB: MotoGP – Qualifying 217:10 WIB: MotoE – Race 1 (7 lap)17:50-18:05 WIB: Moto3 – Qualifying 118:15-18:30 WIB: Moto3 – Qualifying 218:45-19:00 WIB: Moto2 – Qualifying 119:10-19:25 WIB: Moto2 – Qualifying 220:00 WIB: MotoGP – Sprint (13 lap)21:10 WIB: MotoE – Race 2 (7 lap)

    Minggu, 24 Agustus 2025

    14:40-14:50 WIB: MotoGP – Warm Up15:00-15:40 WIB: MotoGP – Rider Parade16:00 WIB: Moto3 – Grand Prix Race (20 lap)17:15 WIB: Moto2 – Grand Prix Race (22 lap)19:00 WIB: MotoGP – Grand Prix Race (26 lap).

    (sfn/lth)

  • Jadwal MotoGP Hungaria 2025, Sprint Race Digelar Malam Ini

    Jadwal MotoGP Hungaria 2025, Sprint Race Digelar Malam Ini

    Jakarta

    Setelah absen selama 33 tahun, Hungaria akhirnya kembali menggelar balapan MotoGP. Biar kalian tak ketinggalan serunya sesi kualifikasi, Sprint Race, hingga balapan inti, berikut kami rangkum jadwal MotoGP Hungaria 2025!

    Rangkaian jadwal MotoGP Hungaria 2025 telah dimulai sejak Jumat (22/8) melalui sesi latihan bebas pertama yang dipimpin pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez. Perlombaan dilanjutkan ke sesi kualifikasi dan Sprint Race pada Sabtu (23/8), kemudian race atau balapan inti pada Minggu (24/8).

    MotoGP Hungaria untuk kali pertama akan digelar di Sirkuit Balaton Park, Balatonfőkajár. Kondisi lintasan yang benar-benar baru menjadi tantangan untuk seluruh pebalap.

    Jadwal MotoGP Hungaria 2025. Jangan lupa, Sprint Race digelar nanti malam. Foto: AFP/JURE MAKOVEC

    Pebalap dari pabrikan besar seperti Ducati sudah melakukan uji coba di sirkuit yang baru diresmikan dua tahun lalu tersebut. Lintasan itu sempit dan sangat teknikal. Pebalap harus jeli mencari momentum keluar tikungan atau memanfaatkan celah sekecil apapun.

    Siapapun yang meraih kemenangan pekan ini akan mencatat sejarah sebagai pebalap pertama yang mengangkat trofi di Sirkuit Balaton Park. Nah, biar tak ketinggalan serunya balapan tersebut, kalian perlu mencatat jadwal lengkapnya!

    Jadwal MotoGP Hungaria 2025

    Sabtu, 23 Agustus 2025

    13:40-14:10 WIB: Moto3 – Free Practice 214:25-14:55 WIB: Moto2 – Free Practice 215:10-15:40 WIB: MotoGP – Free Practice 215:50-16:05 WIB: MotoGP – Qualifying 116:15-16:30 WIB: MotoGP – Qualifying 217:10 WIB: MotoE – Race 1 (7 lap)17:50-18:05 WIB: Moto3 – Qualifying 118:15-18:30 WIB: Moto3 – Qualifying 218:45-19:00 WIB: Moto2 – Qualifying 119:10-19:25 WIB: Moto2 – Qualifying 220:00 WIB: MotoGP – Sprint Race (13 lap)21:10 WIB: MotoE – Race 2 (7 lap)

    Minggu, 24 Agustus 2025

    14:40-14:50 WIB: MotoGP – Warm Up15:00-15:40 WIB: MotoGP – Rider Parade16:00 WIB: Moto3 – Grand Prix Race (20 lap)17:15 WIB: Moto2 – Grand Prix Race (22 lap)19:00 WIB: MotoGP – Grand Prix Race (26 lap).

    (sfn/lth)

  • Jadwal MotoGP Hungaria Akhir Pekan Ini

    Jadwal MotoGP Hungaria Akhir Pekan Ini

    Jakarta

    MotoGP Hungaria digelar akhir pekan ini. Sirkuit Balaton Park dipilih setelah Hungaria absen menjadi tuan rumah setelah 33 tahun. Simak jadwal balapannya.

    Sirkuit Balaton Park tidak hanya menjadi sejarah baru sebagai sirkuit ke-16 yang masuk ke dalam kalender MotoGP era modern. Kondisi lintasan Balaton Park yang sama sekali baru, jadi tantangan bagi para pebalap. Strategi adaptasi, setup motor, dan keberanian pebalap dalam melahap tikungan bisa jadi penentu; siapa bakal berjaya di Hungaria.

    Pebalap dari pabrikan besar seperti Ducati sudah melakukan uji coba di sirkuit ini. Lintasan ini sempit dan sangat teknikal. Pebalap harus jeli mencari momentum keluar tikungan atau memanfaatkan celah sekecil apapun.

    “Kesan pertama saya, trek ini berbeda dari yang lain,” ujar Bagnaia.

    “Treknya sangat kecil, sangat sempit. Anda sangat lambat di semua tikungan. Jadi, ini berbeda,” tambah dia.

    Marc Márquez sempat terjatuh dua kali, tetapi tidak cedera. Marquez menghadapi tantangan dalam pengereman dan pengaturan motor.

    “Tentu saja, sirkuit Balaton akan menjadi hal baru bagi semuanya. Pebalap Ducati memiliki sedikit keuntungan karena pembalap Ducati melakukan tes di sini,” ujar Marc Marquez.

    Rangkaian balap MotoGP Hungaria akan dimulai pada hari ini, berikut daftarnya:

    Jadwal MotoGP Hungaria 2025

    Jumat, 22 Agustus 2025

    15.45 WIB: MotoGP FP120.00 WIB: MotoGP Practice

    Sabtu, 23 Agustus 2025

    15.10 WIB: MotoGP FP215.50 WIB: MotoGP Kualifikasi 116.15 WIB: MotoGP Kualifikasi 220.00 WIB: Sprint Race MotoGP

    Minggu, 24 Agustus 2025

    14.40 WIB: MotoGP Warm-Up16.00 WIB: Race Moto317.15 WIB: Race Moto219.00 WIB: Race MotoGP (28 laps)

    (riar/dry)

  • Sesal Bagnaia Sebut Kesabarannya Tunggu Penjelasan Ducati Sudah Habis

    Sesal Bagnaia Sebut Kesabarannya Tunggu Penjelasan Ducati Sudah Habis

    Jakarta

    Francesco Bagnaia mengaku menyesal melontarkan komentar pedas ke Ducati belum lama ini. Begini kata juara dunia dua kali tersebut.

    Francesco ‘Pecco’ Bagnaia jadi sorotan usai MotoGP Austria. Ini merupakan salah satu balapan terburuk yang harus dilalui Bagnaia. Meski menjadi tercepat ketiga saat sesi kualifikasi, motor Bagnaia mengalami masalah saat Sprint Race. Begitu pula saat di balapan utama, rider dengan nomor motor 63 itu sempat adu cepat memperebutkan posisi depan, hingga akhirnya harus puas tercecer dan finis kedelapan.

    Berbanding terbalik dengan Bagnaia, rekan setimnya Marc Marquez justru masih moncer. Marquez berhasil merebut podium pertama baik pada Sprint Race dan balapan utama. Usai balapan, Bagnaia yang diwawancari DAZN menyebut dirinya meminta penjelasan dari Ducati. Dia bahkan menyebut kesabarannya sudah mulai habis menanti penjelasan soal kondisi motornya dan membandingkan catatan waktu balapnya saat menang di Austria pada tahun 2024.

    Ducati pun menerima kritikan dari Bagnaia. Namun Kepala Teknis Ducati Gigi Dall’Igna juga mengungkap pihaknya bakal membantu Bagnaia sekaligus menyebut faktor mental juga turut mempengaruhi dalam perjuangan Bagnaia. Kini, Bagnaia menyesali komentar tersebut.

    “Kesalahan saya selalu mengatakan apa yang dipikirkan. Kadang-kadang itu baik, kadang-kadang buruk. Dalam beberapa situasi, ketika kamu menyelesaikan balapan yang sangat buruk dan langsung pergi ke wawancara bukanlah ide yang baik,” ucapnya dilansir The Race.

    “Tapi saya gugup, saya marah, dan ketika sampai di tempat siaran, Anda berbicara dengan jurnalis dan semua orang, lebih dari 20 orang yang bertanya ‘ada apa denganmu?’” beber Bagnaia lagi.

    Dia mengakui itu kesalahannya dalam melontarkan komentar pedas itu. Kini kondisinya sudah adem lagi. Menurut rider jebolan akademi VR46 itu, dia sudah berbicara seperti biasa kepada seluruh tim sebagaimana dilakukan pada hari Senin dan Selasa.

    “Tidak ada yang tersinggung, tidak ada yang marah. Saya sadar bahwa bagi mereka pun tidak mudah untuk memahami masalah ini, sudah tujuh bulan kita berjuang bersama. Mereka berusaha mendukung saya, memberikan apa yang saya butuhkan, tapi ini memang sulit,” tambahnya lagi.

    Bagnaia mengaku Ducati Desmosedici GP 25 ini tak cocok dengan gaya balapnya. Dia merasa kesulitan mengendalikan motor dalam beberapa balapan terakhir dan justru terlihat lebih lambat.

    “Bagi mereka ini tidak mudah, bekerja sepanjang hari mencoba memberikan yang terbaik untuk saya. Saya hanya orang yang harus menyelesaikan pekerjaan itu,” pungkasnya.

    (dry/din)

  • Performa Bagnaia Melempem, Marquez Bilang Begini

    Performa Bagnaia Melempem, Marquez Bilang Begini

    Jakarta

    Meski sama-sama menunggangi Ducati Desmosedici GP25, performa Francesco Bagnaia melempem ketimbang rekan setimnya. Ini kata Marquez soal situasi Bagnaia.

    Dalam beberapa seri terakhir, performa Francesco Bagnaia terus melorot. Situasinya berbeda dengan rekan setimnya Marc Marquez yang menyuguhkan performa jempolan. Bahkan Marquez mencatatkan enam kemenangan secara berturut-turut di balapan utama.

    Posisi Marquez di klasemen sementara pun tak tergoyahkan. Dia berada di puncak klasemen dengan torehan 418 poin atau unggul 197 poin dari Francesco Bagnaia yang bertengger di posisi ketiga.

    “Saat Anda punya kecepatan, strateginya akan berhasil tapi kalau tidak, ya strategi tak berhasil. Benar bahwa kami melihat setelan dasar yang bisa berhasil. Itu berhasil di Sachsenring, Brno, dan di sini (Austria), tiga trek yang berbeda dengan setelan yang sama. Ini membuat saya tenang, tapi jelas benar kalau mesinnya bagus, semua jadi lebih mudah,” ucap Marquez dikutip Motosan.

    Ya setelan motor yang tepat itu bikin Marquez jadi percaya diri. Sebaliknya, Bagnaia justru tampak terpuruk. Dia pun turut mengomentari soal situasi Bagnaia. The Baby Aliens mengamini rekan setimnya itu memang mengalami masalah. Namun Ducati pasti tak tinggal diam dan bakal segera memberi bantuan.

    “Dia sangat kuat akhir pekan ini (di Austria), tapi saya tidak tahu apa yang terjadi di balapan. Dia punya talenta, kami mengendarai Panigale dan dia sangat kuat di Balaton. Dia punya talenta, pasti akan menemukan rasa itu lagi, Ducati juga akan membantunya karena dia juga mengerahkan segalanya di boks. Dia adalah juara dunia dua kali, kami harap Pecco makin kuat akhir tahun ini,” lanjut dia.

    Di sisi lain, Bagnaia mengungkap dia sudah habis kesabaran menanti penjelasan Ducati. Rider jebolan VR46 mengaku tidak mengerti apa yang dialami pada motornya. Dia juga membandingkan kecepatannya dengan Marc Marquez dan Marco Bezzecchi di lap pembuka. Di putaran awal, Bagnaia sempat bertarung sengit untuk memperebutkan posisi terdepan. Namun posisinya terus melorot hingga akhirnya finis kedelapan. Bagnaia mengaku telah mengerahkan segalanya untuk bisa tampil sempurna. Nyatanya meski sudah habis-habisan, rider Italia itu menorehkan hasil yang berbeda dengan Marquez dengan motor serupa.

    “Tidak ada (penjelasan dari Ducati) saat ini. Saya menunggu,” beber Bagnaia.

    (dry/din)

  • Performa Bagnaia Melempem, Marquez Bilang Begini

    Belum Pernah Menang, Ini Sirkuit yang Masih ‘Angker’ buat Marc Marquez

    Jakarta

    Marc Marquez berhasil mencoret Sirkuit Red Bull Ring, Austria, dari daftar lintasan yang belum pernah juara. Tinggal tiga sirkuit lagi yang belum pernah dimenangkan Marquez.

    Kemenangan sempurna Marc Marquez pada akhir pekan lalu membuat catatan emasnya makin lengkap. Austria biasanya menjadi trek yang selalu menyulitkan Marquez sejak masih di Honda.

    Marc Marquez berulang kali gagal menang di sana, termasuk duel epik melawan Andrea Dovizioso pada 2017 dan 2019, serta Jorge Lorenzo pada 2018.

    Marc sendiri mengaku lega bisa meraih kemenangan di sirkuit yang sudah lama ia impikan.

    “Saya sangat senang dengan akhir pekan ini. Hari Kamis lalu saya bilang, tidak ada alasan, karena sekarang saya mengendarai motor merah yang membuat saya kalah di tikungan terakhir tiga kali berturut-turut. Itu adalah sirkuit yang sangat saya nanti-nantikan,” ujar Marc Marquez dikutip dari Mundo Deportivo, Rabu (20/8/2025).

    Marquez kini hanya memiliki dua sirkuit tersisa di mana ia belum pernah menang: Mandalika (Indonesia) dan Portimao (Portugal).

    MotoGP Mandalika selalu menghadirkan deretan kesialan buat Marquez. Pada musim perdana dihelat, Marquez mengalami crash di tengah kualifikasi, sampai pebalap Spanyol itu mengalami gangguan penglihatan. Pun tahun berikutnya, Marquez mengalami kecelakaan dan gagal finis. Musim lalu, saat menunggangi Desmosedici GP23, motornya mengalami gangguan teknis. Apakah tahun ini Marc Marquez bisa memutus rentetan nasib apes tersebut? Menarik untuk dilihat aksinya pada 3-5 Oktober 2025.

    Kemudian MotoGP Portugal. Sejak pertama kali MotoGP menggelar balapan di Algarve International Circuit, Portimão, Marquez belum pernah mencatat kemenangan. Bahkan podium pun belum pernah dia rasakan di sana. Sirkuit dengan karakter naik-turun bak roller coaster itu belum memihak Marquez. Tahun lalu saja, Marquez finis di urutan 16, alias di luar zona poin. Musim ini, MotoGP Portugal akan digelar pada 7-9 November 2025.

    Perlu dicatat bahwa ada sirkuit lain di kalender musin ini. Baik Marc Marquez maupun siapa pun, belum pernah menang. Akhir pekan ini, Balaton Park akan memulai debutnya sebagai tuan rumah seri GP Hungaria.

    (riar/rgr)

  • Marc Marquez Seharusnya Minta Maaf ke Valentino Rossi!

    Marc Marquez Seharusnya Minta Maaf ke Valentino Rossi!

    Jakarta

    Legenda MotoGP yang besar di periode 1990-an, Loris Reggiani berpendapat, Marc Marquez seharusnya minta maaf ke Valentino Rossi soal insiden 10 tahun lalu. Menurutnya, permintaan maaf The Baby Alien bisa membuat hubungan keduanya membaik.

    Rivalitas Rossi-Marquez memang dimulai dari rentetan kejadian di musim 2015. Keduanya mulai berjarak setelah balapan di Argentina, kemudian makin memburuk setelah perlombaan di Malaysia. Menariknya, Reggiani menyimpulkan, Marquez merupakan pihak yang bersalah.

    “Saya percaya (jika) Marc dicemooh, seharusnya dia meminta maaf, bahkan meski sudah 10 tahun berlalu. Itu akan menjadi permintaan maaf untuk dunia balap motor dan para penggemarnya,” ujar Reggiani, dikutip dari Crash, Rabu (20/8).

    Marc Marquez dan Valentino Rossi. Foto: Jorge Guerero/AFP

    Reggiani percaya, Marquez telah mencuri mahkota yang seharusnya menjadi milik Rossi. Menurutnya, pebalap asal Spanyol tersebut sengaja ‘main kotor’ demi memuluskan langkah rekan senegaranya, Jorge Lorenzo meraih gelar juara.

    “Dia (Rossi) memimpin dari balapan pertama hingga balapan sebelum terakhir. Lorenzo memang lebih banyak menang, tapi Rossi lebih konsisten. Dan Jorge sedikit ikut dalam permainan ini, dia mengatakannya bahkan setelah Valencia,” tuturnya.

    “Kalau tiga balapan terakhir itu tidak terjadi, atau jika berjalan sebagaimana mestinya, saya yakin Rossi akan memenangkan gelar pada usia 36 tahun,” tambahnya.

    Marquez dan Rossi. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

    Reggiani mengklaim, dia pernah menjadi penggemar berat Marquez di MotoGP. Bahkan, perasaan itu masih ada hingga sekarang. Hanya saja, kata dia, pebalap 32 tahun itu sudah melakukan kesalahan yang membuat citranya berubah.

    “Tadinya saya juga penggemarnya. Bahkan, saya lebih suka dia dibandingkan Valentino. Saya benar-benar kagum dengan anak muda ini yang datang ke MotoGP dan langsung menaruh semua orang di tempatnya dengan bakat luar biasa,” ungkapnya.

    “Dan perasaan itu tetap ada, mustahil untuk tidak mengakuinya, tapi Marquez sebagai pribadi sudah kehilangan banyak hal,” kata dia menambahkan.

    (sfn/rgr)

  • Sesal Bagnaia Sebut Kesabarannya Tunggu Penjelasan Ducati Sudah Habis

    Bos Ducati Maklumi Bagnaia Hilang Kesabaran

    Jakarta

    Francesco Bagnaia sudah habis kesabaran, motor Ducati tunggangannya terlihat melempem. Hasilnya berbanding terbalik dengan rekan setimnya, Marc Marquez.

    Jangankan menang, Bagnaia tidak bisa finis lima besar pada MotoGP Austria 2025. Hasil terbaik Bagnaia finis di urutan kedelapan pada balapan utama, sementara itu dia tidak bisa menyelesaikan balapan saat sprint race. Berbeda dengan Marquez yang menyapu bersih kemenangan.

    “Saya tidak tahu mengapa semuanya tidak berjalan dengan baik bagi saya,” kata Bagnaia dikutip dari Motorsport.

    “Marco Bezzecchi dan Marc Marquez melakukan segalanya lebih baik dari saya. Saya tidak mengerti mengapa saya tertinggal 12 detik di sirkuit di mana saya selalu membuat perbedaan,” kata dia.

    Tahun lalu, Bagnaia berjaya memenangi balapan utama dan sprint race di Sirkuit Red Bull Ring, Austria. Bagnaia pun heran atas hasil kemarin. Itulah mengapa perasaan Bagnaia meledak, pernyataannya lebih keras terhadap Ducati.

    “Saya selalu fokus, saya tidak pernah kehilangan akal sehat. Tapi hari ini saya tidak bisa berakselerasi, saya disalip semua orang saat keluar dari tikungan. Saya harap Ducati menjelaskannya kepada saya, karena saya kehabisan kesabaran,” tambah Bagnaia.

    General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna memahami perasaan Bagnaia.

    “Saya pikir itu cukup normal ketika Anda mengharapkan dan mengetahui bahwa Anda dapat mencapai hasil yang lebih penting. Ketika dia tidak berhasil, dia jelas kecewa dan, sayangnya, begitulah adanya. Tugas kami adalah mencoba membantu Anda dan kami mencoba melakukannya dengan cara terbaik. Kita harus membantunya menang bersama lagi dan kita akan melakukannya; kita tidak boleh menyerah dan kita akan mencoba untuk mencapai tujuan itu,” kata Gigi Dall’Igna kepada Sky Sports Italia.

    Dia memastikan ada faktor psikologis yang akhirnya menghancurkan juara dunia MotoGP itu.

    “Ketika kombinasi faktor gagal, kita memasuki lingkaran negatif, tetapi kita harus saling membantu dan mempertahankan sikap positif,” kata Gigi.

    Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, masih percaya potensi Bagnaia. Orang Italia itu meyakinkan bahwa di tim merah mereka tidak akan pernah menyerah dengan orang yang telah menjadi pemimpin proyek dalam beberapa tahun terakhir.

    “Kami terus percaya, kami tidak akan menyerah. Saya sudah mengatakannya sejak awal tahun. Kami percaya bahwa Pecco adalah juara sepanjang masa; kami perlu menemukan keseimbangan yang tepat untuk memberinya sepeda yang membawanya ke podium. Di sini tidak ada yang meragukan kualitas dan potensi Francesco Bagnaia, karena dia pantas memenangkan dua kejuaraan dunia MotoGP,” kata Tardozzi.

    (riar/rgr)

  • Klasemen Pebalap Usai MotoGP Austria 2025, Fermin Aldeguer Meroket

    Klasemen Pebalap Usai MotoGP Austria 2025, Fermin Aldeguer Meroket

    Jakarta

    Pebalap rookie Fermin Aldeguer melesat naik dua tangga di klasemen sementara MotoGP 2025. Pebalap Gresini Racing itu meraih hasil positif dengan finis podium kedua di MotoGP Austria 2025, akhir pekan lalu.

    Keputusan prinsipal Ducati untuk merekrut Fermin Aldeguer dari Moto2 rasanya sangat tepat. Sebab pebalap muda asal Spanyol itu langsung menampilkan performa bagus pada musim pertamanya. Terbukti Aldguer bisa naik podium dan merangsek ke posisi sepuluh besar klasemen sementara MotoGP 2025.

    Terbaru, Aldeguer yang ditempatkan di tim satelit Ducati, Gresini Racing, mampu meraih podium kedua di MotoGP Austria 2025. Tambahan 20 poin membuat posisi Aldeguer naik dua tingkat ke posisi kedelapan. Kini pebalap berusia 20 tahun tersebut mengoleksi 144 poin.

    Aldeguer pun jadi kandidat terkuat memenangi gelar rookie of the year. Karena para pesaingnya seperti Ai Ogura maupun Somkiat Chantra masih kesulitan buat menemukan performa terbaiknya. Ogura kini ada di urutan ke-16 dengan 53 poin dan Chantra ada di posisi juru kunci dengan satu poin.

    Selebihnya, klasemen MotoGP 2025 tak banyak berubah. Marc Marquez semakin kokoh di puncak, setelah memenangi MotoGP Austria 2025. The Baby Alien kini mengoleksi angka 418 poin, unggul 142 poin dari Alex Marquez di urutan kedua dengan 276 poin. Di tempat ketiga ada Francesco Bagnaia yang tertahan dengan 221 poin.

    Klasemen Pebalap Usai MotoGP Austria 2025

    1. = Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP25) 418
    2. = Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP24) 276 (-142)
    3. = Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP25) 221 (-197)
    4. = Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP25) 178 (-240)
    5. ^1 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP24) 144 (-274)
    6. ˅1 Fabio di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) 144 (-274)
    7. = Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) 144 (-274)
    8. ^2 Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP24)* 121 (-297)
    9. ˅1 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) 114 (-304)
    10. ˅1 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) 103 (-315)
    11. = Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) 82 (-336)
    12. ^1 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP25) 73 (-345)
    13. ˅1 Maverick Viñales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) 69 (-349)
    14. ^2 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) 63 (-355)
    15. = Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) 55 (-363)
    16. ^1 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP25)* 53 (-365)
    17. ˅3 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) 52 (-366)
    18. ^1 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) 42 (-376)
    19. ˅1 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) 42 (-376)
    20. = Takaaki Nakagami JPN Idemitsu Honda LCR (RC213V) 10 (-408)
    21. = Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP25) 9 (-409)
    22. = Lorenzo Savadori ITA Aprilia Factory (RS-GP25) 8 (-410)
    23. = Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) 8 (-410)
    24. = Augusto Fernandez SPA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 6 (-412)
    25. = Miguel Oliveira POR Pramac Yamaha (YZR-M1) 6 (-412)
    26. = Somkiat Chantra THA Idemitsu Honda LCR (RC213V)* 1 (-417)

    (lua/rgr)

  • Begini Awal Mula Rossi-Marquez Musuhan, Bukan di Sepang 2015

    Begini Awal Mula Rossi-Marquez Musuhan, Bukan di Sepang 2015

    Jakarta

    Ada satu momen unik saat MotoGP Austria 2025, pekan lalu. Ketika itu, kamera TV menangkap detik-detik Marc Marquez dan Valentino Rossi saling berpapasan di area paddock. Namun, keduanya sama-sama cuek dan tak bertegur sapa.

    Kondisi itu makin menguatkan dugaan publik soal hubungan Marquez-Rossi yang belum juga membaik. Padahal, Rossi sudah pensiun atau gantung helm empat tahun lalu.

    Meski rivalitas Marquez dan Rossi sudah mahsyur di penjuru dunia, namun belum banyak yang tahu akar permusuhan keduanya. Selain itu, tak sedikit yang menduga-duga, keduanya mulai berjarak sejak MotoGP Malaysia di musim 2015.

    Rossi-Marquez saling papasan Foto: X MotoGP

    Menariknya, perseteruan The Doctor dan The Baby Alien sudah dimulai sebelum itu. Setidaknya, hal tersebut yang disampaikan Rossi pada siniar yang tayang di akun YouTube Mig Babol, tahun lalu. Bagaimana kisah lengkapnya?

    Awal Mula Rivalitas Rossi Vs Marquez

    Pada siniar tersebut, Rossi bercerita, hubungannya dengan Marquez sudah retak sejak MotoGP Argentina 2015. Ketika itu, mantan pebalap asal Italia tersebut berpeluang menggenapi gelar juaranya menjadi 10.

    “Tibalah pada tahun 2015, saya dalam kondisi baik dan saya tahu bahwa rival terberat saya untuk memenangi kejuaraan adalah Marquez dan Lorenzo juga. Pada balapan pertama di Qatar, Marquez langsung melaju kencang di tikungan pertama, lalu saya berkata ‘baiklah, kami melakukannya dengan baik’,” ujar Rossi, dikutip Selasa (19/8).

    “Balapan berjalan dengan baik dan saya menang di Qatar. Kemudian di Argentina berlawanan dengan Marquez lagi, di sinilah perseteruan kami dimulai, semuanya dimulai dari Argentina,” lanjutnya.

    Valentino Rossi. Foto: Pertamina Enduro VR46 Racing Team

    Rossi kemudian bercerita awal mula konflik pecah. Ketika di Argentina, Rossi ada di belakang Marquez namun catatan waktunya lebih cepat. Dengan demikian Rossi berhasil mendekati Marquez dan berhasil menyalipnya. Setelah menyalip, Rossi mengira pertarungan di balapan itu sudah berakhir.

    “Kami tiba di tikungan kanan, saya sudah berada di depan. Dia berada di belakang, dan bukannya mengikuti di belakang dia justru menyenggol saya. Dia melakukan itu dengan tujuan untuk membuat saya jatuh karena dia tidak ingin kalah. Saya mengikuti garis saya tapi kami malah bersenggolan. Tapi jika dia melakukan itu ke saya, maka saya harus membalasnya hingga dia terjatuh. Setelah itu, dia masih terus berpura-pura akrab, bergaul dengan saya semacam itu, lah,” tuturnya.

    Rupanya aksi salip menyalip antara keduanya masih terus berlanjut di Assen. Baik Rossi dan Marquez saling menempel satu sama lain. Namun, di tikungan akhir Sirkuit Assen, Marquez ‘mendorong’ Rossi hingga ke luar lintasan.

    “Saya merasa dia datang ke arah saya dan saya tidak punya banyak pilihan, saya tetap melaju. Saya memotong ‘S’ (tikungan di sirkuit Assen) dan menang. Di parc ferme dia mendatangi saya dan berkata ‘mudah untuk menang seperti ini’. Tapi apa yang Anda inginkan dari saya?” ungkapnya.

    “Setelah itu kami pergi menemuinya dan saya berkata kepadanya, ‘menurut Anda apa yang harus saya lakukan?’ Setelah itu saya mendengar tim berkeliaran di sekitar paddock, terutama Alzamora dan mengatakan ‘oke, kita tidak bisa bersaing untuk kejuaraan dunia lagi, tapi dia juga tidak bisa menang’. Rumor itu menyebar di Spanyol, dan beberapa teman saya dari Spanyol datang dan mengatakan untuk berhati-hati dan selalu waspada,” lanjutnya.

    Hingga akhirnya tiba seri Sepang yang membuat hubungan keduanya kian memanas. Insiden di Sepang mungkin menjadi momen yang tak akan dilupakan penggemar balap motor sedunia. Ketika itu, Rossi diduga menendang Marquez hingga membuatnya dijatuhi sanksi start terbelakang di seri pamungkas.

    “Di Malaysia, dia menyakiti saya dan mengganggu saya sepanjang balapan. Setelah itu di sisi kanan saya semakin dekat dengannya karena ia benar-benar ingin bertahan bertarung dengan saya. Dia mencoba membuat saya terjatuh dalam tiga atau empat lap,” urainya.

    “Saya mendekatinya dan melihat wajahnya seolah-olah mengatakan ‘cukup, cukup, apa yang kamu lakukan?’ dan setelah itu kami bersenggolan. Dalam hal ini saya memiliki banyak keraguan tentang kontak antara kami berdua, karena dia tidak pernah jatuh tapi pada saat itu, saya tidak ingin menjatuhkannya tetapi dia jatuh, dan hal itu membuat saya kehilangan gelar juara dunia,” kata Rossi menambahkan.

    Pada akhirnya, Rossi harus terima dinyatakan bersalah. Dia juga harus rela kehilangan gelar juara dunianya. Kisah tersebut sudah berlalu 10 tahun, namun kenangannya tetap membekas hingga hari ini.

    “Reaksi pertama saya adalah melihat ke arah Marquez dan Marquez melihat ke arah Alzamora dan menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Rasanya dia seperti mengatakan ‘kita berhasil’,” kata Rossi.

    (sfn/din)