Tag: Marc Marquez

  • Loris Capirossi Yakin Marquez dan Rossi Bakal Damai

    Loris Capirossi Yakin Marquez dan Rossi Bakal Damai

    Jakarta

    Sudah 10 tahunan hubungan Marc Marquez dan Valentino Rossi retak. Saling sapa pun tidak. Namun, kedua rider MotoGP itu diyakini akan berdamai.

    Legenda MotoGP Loris Capirossi yakin perseteruan sengit antara Rossi dan Marquez pada akhirnya akan mereda. Hal itu sama seperti hubungan Capirossi dengan Tetsuya Harada lebih akrab sekarang.

    Diberitakan Crash, pada Moto2 musim 1998, Capirossi, Harada dan Rossi membalap untuk Aprilia. Capirossi memimpin dengan selisih empat poin memasuki putaran terakhir musim itu di Argentina.

    Di balapan itu, Capirossi memulai balapan di depan. Tapi dia melakukan kesalahan yang membuatnya turun ke posisi tiga di belakang Rossi dan Harada.

    Menjelang tikungan terakhir, Harada membiarkan pintu terbuka untuk Capirossi. Namun, Capirossi tidak dapat melakukan gerakan yang bersih dan langsung menabrak rivalnya. Benturan tersebut membuat Harada tersungkur ke tanah, sementara Capirossi berhasil tetap di atas motor dan finis kedua di belakang Rossi untuk meraih gelar pertamanya.

    FIM awalnya mencabut poin yang ia raih di Argentina, tetapi hal itu tidak mempengaruhi urutan kejuaraan akhir dan Capirossi bahkan berhasil membatalkan putusan tersebut di pengadilan.

    Aprilia pun tidak senang dengan tindakannya dan memutuskan kontraknya tahun 1999. Namun, Capirossi membalikkan keadaan lagi dengan mengambil tindakan hukum, mengamankan ganti rugi sebesar €2 juta.

    Mengenang insiden tersebut, pria berusia 52 tahun itu mengatakan, meski kecelakaan itu telah merenggangkan hubungannya dengan Harada, ia kini menganggap pebalap Jepang itu sebagai sahabatnya.

    “Tentu saja begitu saya naik ke atas jok (motor), saya langsung berfoto dan mengirimkannya kepada Tetsuya,” ujarnya kepada MOW.

    “Hari ini kami berteman baik. Ada persaingan yang kuat dan kisahnya sudah diketahui banyak orang, tetapi waktu selalu mengembalikan semuanya ke tempatnya ketika Anda berhenti balapan dan Anda bukan lagi lawan, melainkan mantan rekan,” sebutnya.

    Atas pengalamannya itu, Capirossi yakin Marquez dan Rossi pada akhirnya akan meninggalkan rivalitas mereka. Ia juga menyoroti hubungan Rossi yang membaik dengan mantan rivalnya yang lain setelah mereka pensiun. Contohnya, Rossi baru-baru ini menyapa dan berpelukan dengan mantan rivalnya, Casey Stoner, di Austria. Rossi juga kini lebih akrab dengan Jorge Lorenzo.

    “Saya pikir mereka (Rossi dan Marquez) juga akan menghentikannya (perseteruan) seiring waktu. Cepat atau lambat mereka harus berhenti, atau setidaknya saya harap begitu,” ujar Capirossi.

    “Lihatlah Casey Stoner atau Jorge Lorenzo. Valentino juga telah mengundang mereka ke Ranch (kandang Rossi) dan sekarang semuanya telah berlalu. Ada rasa hormat, ada persahabatan, dan ada kenangan yang membanggakan tentang masa lalu.”

    “Begitu pula dengan Max Biaggi, kini keduanya bercanda tentang rivalitas mereka dalam berbagai wawancara yang mereka berikan. Waktu selalu membuat segalanya benar ketika kita tidak lagi membalap, dan saya pikir, bahkan saya berharap demikian, hal yang sama akan terjadi antara Vale dan Marc,” harap Capirossi.

    (rgr/dry)

  • Jika Menang di Mandalika, Marquez Setara Valentino Rossi

    Jika Menang di Mandalika, Marquez Setara Valentino Rossi

    Jakarta

    Marc Marquez bisa saja mengalahkan rekor Valentino Rossi di MotoGP musim ini. Jika menang di Mandalika saja, Marquez sudah menyamai rekor Valentino Rossi.

    Rekor yang dimaksud adalah kemenangan terbanyak di sirkuit yang berbeda. Saat ini, seperti dikutip Crash, rekor tersebut masih dipegang Mick Doohan yang meraih kemenangan Grand Prix 500 cc di 24 sirkuit berbeda dalam kariernya.

    Valentino Rossi berada di urutan kedua. The Doctor mencatatkan kemenangan di 23 trek berbeda selama kariernya.

    Sedangkan Marquez hanya selisih 1 kemenangan dengan Rossi. Rekor Marquez saat ini adalah menang di 22 sirkuit berbeda dalam kariernya. Itu artinya, Marquez hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menyamai rekor Valentino Rossi. Bahkan, Marquez bisa saja mengalahkan rekor Rossi di musim ini.

    Di mana Marquez bisa menyamai rekor Rossi ini? Kesempatan pertamanya adalah di Sirkuit Pertamina Mandalika di Lombok, Indonesia. Jika Marquez menang di Mandalika pada Oktober nanti, maka dia sudah bisa menyamai rekor Rossi.

    Seperti diketahui, Marquez belum pernah menang di Mandalika. Mandalika melakoni debutnya di MotoGP pada tahun 2022. Saat itu Miguel Oliveira menang di tengah balapan hujan. Kemudian Francesco Bagnaia menang pada tahun 2023 di salah satu akhir pekan yang paling dramatis dalam perebutan gelarnya tahun itu melawan Jorge Martin, sementara Martin mampu menebusnya pada tahun 2024. Jadi, Sirkuit Mandalika mencatatkan tiga pemenang dalam tiga tahun gelaran MotoGP.

    Jika Marquez menjadi pemenang keempat di Mandalika, maka dia akan menyamai rekor Rossi, yaitu menang di 23 sirkuit berbeda selama kariernya. Dengan demikian, Marquez membutuhkan satu sirkuit baru lagi untuk mengalahkan rekor Rossi.

    Sirkuit Autodromo Internacional do Algarve di Portimao, Portugal, menjadi kesempatan Marquez mengalahkan rekor Rossi di musim ini sekaligus menyamai rekor Mick Doohan. Diketahui, Marquez juga belum pernah menang di Portimao. Sirkuit di Portugal itu melakoni debutnya pada 2020. Oliveira menang di balapan pembuka di kandangnya. Kemudian dua kali sirkuit itu menggelar balapan di 2021, Fabio Quartararo menjadi pemenang balapan pertama dan Francesco Bagnaia memenangkan balapan kedua. Quartararo kembali menang di tahun 2022, lanjut di tahun 2023 dimenangkan oleh Bagnaia dan di 2024 oleh Jorge Martin.

    Marquez juga berkesempatan menjadi pemegang rekor kemenangan terbanyak di sirkuit berbeda musim depan. Sebab, MotoGP 2026 akan menghadirkan sirkuit baru.

    Kemungkinan pertama adalah Autodromo Internacional Ayrton Senna di Goiania, Brasil. Di sirkuit itu, Marquez belum pernah balapan MotoGP. Jika menang di sana, maka Marquez bakal mengalahkan rekor Mick Doohan.

    (rgr/din)

  • Jadwal MotoGP Catalunya 2025 Akhir Pekan Ini

    Jadwal MotoGP Catalunya 2025 Akhir Pekan Ini

    Jakarta

    Jadwal MotoGP Catalunya 2025 bisa Anda simak di sini. Balapan MotoGP 2025 ke-15 tersaji di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Montmeló, Spanyol, pada 5-7 September 2025.

    Catalunya dikenal sebagai salah satu sirkuit yang penuh tantangan dengan kombinasi lintasan lurus panjang serta tikungan teknis, yang kerap melahirkan duel menegangkan. Legenda MotoGP Valentino Rossi menjadi pebalap paling sukses dengan enam kemenangan di kelas MotoGP Catalunya.

    Rangkaian balapan dimulai pada Jumat, 5 September 2025, dengan sesi latihan bebas dari seluruh kelas, mulai dari MotoGP, Moto2, Moto3, sampai MotoE. Sore hari, khusus MotoE akan langsung menjalani sesi kualifikasi untuk menentukan posisi start.

    Memasuki Sabtu, 6 September 2025, tensi akan meningkat lewat kualifikasi Moto3, Moto2, terutama MotoGP yang akan menyelenggarakan balap sprint sebanyak 12 lap. Di hari ini juga digelar Race 1 dan Race 2 MotoE masing-masing tujuh lap.

    Puncaknya digelar pada Minggu, 7 September 2025, saat para rider kelas premier turun dalam balapan penuh MotoGP Catalunya 2025. Balap utama MootGP ini dilaksanakan di jam 19.00 WIB sebanyak 24 lap. Balapan di hari terakhir ini juga akan diramaikan dengan race Moto2 dan Moto3.

    Bagi penggemar MotoGP di Tanah Air, momen ini jelas sayang dilewatkan. Apalagi buat para penggemar Marc Marquez. Sebab jika Marquez berhasil sapu bersih kemenangan di Catalunya, maka sangat besar peluang Marquez buat juara dunia MotoGP 2025 di kampungnya Valentino Rossi.

    MotoGP Catalunya 2025 bisa Anda saksikan di stasiun televisi Trans7, maupun sejumlah aplikasi berbayar seperti Vidio dan SPOTV.

    Jadwal MotoGP Catalunya 2025

    Jumat (5/9/2025)

    1. 14:00 – 14:35 WIB: Moto3 Latihan Bebas 1
    2. 14:50 – 15:30 WIB: Moto2 Latihan Bebas 1
    3. 15:45 – 16:30 WIB: MotoGP Latihan Bebas 1
    4. 18:15 – 18:50 WIB: Moto3 Latihan
    5. 19:05 – 19:45 WIB: Moto2 Latihan
    6. 23:00 – 00:00 WIB: MotoGP Latihan

    Sabtu (6/9/2025)

    1. 13.40 – 14:10 WIB: Moto3 Latihan Bebas 2
    2. 14:25 – 14:55 WIB: Moto2 Latihan Bebas 2
    3. 15:10 – 15:40 WIB: MotoGP Latihan Bebas 2
    4. 15:50 – 16:05 WIB: MotoGP Kualifikasi 1
    5. 16:15 – 16:30 WIB: MotoGP Kualifikasi 2
    6. 17:10 WIB: MotoE Race 1 (7 lap)
    7. 17:45 – 18:00 WIB: Moto3 Kualifikasi 1
    8. 18:10 – 18:25 WIB: Moto2 Kualifikasi 1
    9. 18:40 – 18:55 WIB: Moto2 Kualifikasi 2
    10. 19:05 – 19:20 WIB: Moto2 Kualifikasi 2
    11. 20:00 WIB: MotoGP Tissot Sprint Race (12 lap)
    12. 12:10 WIB: MotoE Race 2 (7 lap)

    Minggu (7/9/2025)

    1. 16:00 WIB: Moto3 Race (18 lap)
    2. 17:15 WIB: Moto2 Race (21 lap)
    3. 19:00 WIB: MotoGP Race (24 lap)

    (lua/rgr)

  • Pernah Babak Belur, Jorge Martin Kini Termotivasi Bawa Menang Aprilia

    Pernah Babak Belur, Jorge Martin Kini Termotivasi Bawa Menang Aprilia

    Jakarta

    Jorge Martin mengatakan sudah kembali menjadi ‘Martinator’. Ini menjadi sinyal kembalinya juara dunia 2024 dalam perebutan garis terdepan.

    Martin baru saja menjalani akhir pekan terbaiknya di musim ini pada Grand Prix Hungaria. Martin melakukan comeback luar biasa di Sirkuit Balaton Park, Hungaria 2025. Martin memulai dari barisan belakang, tepatnya urutan ke-16.

    Pebalap Spanyol ini menunjukkan kecepatan dan agresivitas selama balapan. Martin berhasil menyalip banyak pebalap di depannya, satu per satu hingga mendapatkan hasil finis di posisi keempat.

    MotoGP Hungaria 2025 merupakan hasil terbaiknya di musim ini. menjadi bukti bahwa Martin sudah pulih sepenuhnya dari cedera yang sempat mengganggu performanya di awal musim.

    “Saya merasa seperti sudah kembali,” kata Martin dikutip dari Crash.

    Matin mengakui masih butuh waktu untuk sepenuhnya menyatu dengan motor barunya, ia yakin bahwa ia masih “Martinator” yang sama seperti tahun lalu.

    Kabar positifnya, Martin bilang motor Aprilia yang ia tunggangi saat ini jauh lebih baik dari motornya tahun lalu. Bagi Martín, hanya masalah waktu sebelum ia bisa menyatukan semua elemen untuk kembali bersaing memperebutkan kemenangan.

    “Saya adalah ‘Martinator’ yang sama seperti tahun lalu. Motor ini jauh lebih baik dari tahun lalu, jadi hanya masalah waktu sebelum kami bisa menyatukan segalanya dan kami bisa berjuang untuk meraih kemenangan,” ujar Martin.

    Setelah Ducati memilih untuk mempromosikan Marc Marquez ke tim pabrikan bersama Pecco Bagnaia dibandingkan Martín untuk tahun 2025, Martín meninggalkan motor terbaik di grid untuk bergabung dengan Aprilia. Namun ia mengatakan sekarang tantangan yang ia miliki dalam membangun Aprilia menjadi motor pemenang jauh lebih besar daripada apa yang ia miliki sebelumnya di Ducati, di mana ia mampu berjuang untuk meraih kemenangan setiap minggu.

    “Tahun lalu saya memiliki rasa lapar untuk memenangkan gelar, dan itu hebat,” katanya.

    “Tantangan untuk membawa Aprilia menuju kemenangan memberi saya motivasi dan kenikmatan yang jauh lebih besar daripada hanya memenangkan balapan. Jadi, hari di mana saya menang bersama Aprilia akan fantastis. Akan super. Saya harap kami akan sampai di sana,” kata Martin.

    Tambahan 14 poin dari pekan balap MotoGP Hungaria membuat Jorge Martin kini menduduki posisi ke-20 di klasemen pebalap MotoGP 2025.

    (riar/rgr)

  • Siapakah GOAT MotoGP Sesungguhnya? Rossi atau Marquez?

    Siapakah GOAT MotoGP Sesungguhnya? Rossi atau Marquez?

    Jakarta

    Greatest of all time (GOAT) atau yang terhebat sepanjang masa selalu menjadi bahan perdebatan di berbagai cabang olahraga. Kalau di sepakbola ada nama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang diperdebatkan. Maka di olahraga otomotif MotoGP, ada nama Valentino Rossi dan Marc Marquez yang selalu dibanding-bandingkan. Jadi siapakah rider yang pantas menyandang gelar GOAT di MotoGP?

    Pebalap Pertamina VR46, Franco Morbidelli, ikut menanggapi perdebatan ini. Menurut dia, faktor yang membedakan Rossi dengan Marquez adalah, dampak besar yang Rossi berikan terhadap perkembangan MotoGP di dunia.

    Rossi punya catatan karier yang impresif. Ia mengoleksi sembilan gelar juara dunia, tujuh di antaranya di kelas utama, dengan total 115 kemenangan Grand Prix. Lebih dari sekadar angka, Rossi juga berperan besar dalam mengangkat popularitas MotoGP ke level global. Tak heran, banyak yang menempatkannya sebagai ikon sekaligus kandidat terkuat GOAT.

    Tapi Marquez juga tak bisa dipandang sebelah mata. Pada musim 2025 ini, Marquez berpeluang menyamai rekor sembilan gelar Rossi. Saat ini, pebalap asal Spanyol itu telah mengantongi delapan gelar dunia dan 72 kemenangan di kelas utama, hanya terpaut dari rekor Rossi yang mencatat 89 kemenangan. Bagi sebagian penggemar, pencapaian tersebut sudah cukup untuk menobatkannya sebagai GOAT.

    Sebagai anak didik Rossi, Morbidelli tentunya memiliki pandangan yang subjektif dan dipastikan dia akan memilih mentornya sebagai satu-satunya pebalap yang layak diberi gelar GOAT MotoGP. Tapi di sisi lain, dia tetap menganggap Marquez sebagai salah satu yang terhebat dalam sejarah MotoGP.

    Rossi diduga tendang Marquez di MotoGP Malaysia 2015. Foto: Motogp.com

    “Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjawab Anda, dan saya akan mengesampingkan persahabatan saya dengan Valentino untuk melakukannya,” katanya tentang perdebatan ini dalam wawancara dengan AS baru-baru ini.

    “Saat ini, Marc memiliki delapan gelar, dan ketika dia memenangkan kejuaraan dunia ini, dia akan punya sembilan gelar, seperti Vale. Angka-angkanya sama, dan saya pikir Valentino dan Marc dapat dianggap sebagai tiga atau lima yang terhebat dalam sejarah,” tambahnya.

    Meski demikian, Morbidelli menyebut ada satu momen yang membuatnya ragu pada karier Marquez, yakni kontroversi tahun 2015. Saat itu Valentino Rossi menuduh Marquez berkonspirasi untuk menggagalkan peluangnya meraih gelar juara dunia, isu yang masih sering dibicarakan hingga kini.

    Ketika diminta memilih lebih tegas, Morbidelli menegaskan Rossi tetap berada di atas Marquez. “Karena cara dia (Rossi) dalam melakukan perlakukan pendekatan terhadap olahraga ini dan sentuhan yang dia bawa, yang membawanya ke dimensi lain. Marc brutal dan fantastis, tapi dia belum mencapai (level) ini,” tukas Morbidelli.

    (lua/dry)

  • Jadwal MotoGP Catalunya 2025, Sprint Race Digelar Malam Hari

    Jadwal MotoGP Catalunya 2025, Sprint Race Digelar Malam Hari

    Jakarta

    Seri ke-15 MotoGP 2025 akan digelar di Sirkuit Catalunya, Spanyol. Namun, balapan bukan berlangsung pekan ini, melainkan pekan depan. Nah, biar tak ketinggalan serunya kualifikasi, Sprint Race hingga balapan inti, kami bakal rangkum jadwal MotoGP Catalunya 2025 sejak sekarang!

    Rangkaian jadwal MotoGP Catalunya 2025 akan dimulai melalui latihan bebas pertama yang dihelat Jumat (5/9). Kemudian perlombaan dilanjutkan ke sesi kualifikasi pada Sabtu sore dan Sprint Race di Sabtu malam (6/9). Setelah itu, perlombaan ditutup dengan Race atau balapan inti, Minggu malam (7/9).

    Musim lalu, MotoGP Catalunya digelar dua kali, yakni di pertengahan dan akhir musim. Khusus di akhir musim, balapan tersebut bertajuk ‘solidarity race’ setelah menggantikan MotoGP Valencia yang batal digelar akibat banjir.

    Jadwal MotoGP Catalunya 2025. Jangan lupa, Sprint Race digelar malam hari. Foto: Getty Images/Gold & Goose Photography

    MotoGP Catalunya 2024 yang pertama dimenangkan Francesco Bagnaia yang mampu mengalahkan Jorge Martin dan Marc Marquez. Sementara balapan kedua juga dimenangkan Bagnaia dengan mengalahkan dua musuh yang sama.

    Bagnaia agaknya susah mengulang keberhasilan yang sama musim ini. Sebab, pebalap Ducati asal Italia itu sedang berada dalam periode terburuknya di MotoGP. Sementara Marquez yang tak pernah menang di Catalunya sejak musim 2019, diprediksi akan tampil gemilang di balapan pekan depan.

    Berikut Jadwal MotoGP Catalunya 2025

    Jumat (5/9)

    13:30 – 13:45 | MotoE – Free Practice14:00 – 14:35 | Moto3 – Free Practice Nr. 114:50 – 15:30 | Moto2 – Free Practice Nr. 115:45 – 16:30 | MotoGP – Free Practice Nr. 117:35 – 17:50 | MotoE – Practice18:15 – 18:50 | Moto3 – Practice19:05 – 19:45 | Moto2 – Practice20:00 – 21:00 | MotoGP – Practice21:20 – 21:30 | MotoE – Qualifying Nr. 121:40 – 21:50 | MotoE – Qualifying Nr. 2

    Sabtu (6/9)

    13:40 – 14:10 | Moto3 – Free Practice Nr. 214:25 – 14:55 | Moto2 – Free Practice Nr. 215:10 – 15:40 | MotoGP – Free Practice Nr. 215:50 – 16:05 | MotoGP – Qualifying Nr. 116:15 – 16:30 | MotoGP – Qualifying Nr. 217:10 | MotoE – 7 Laps, Race Nr. 117:45 – 18:00 | Moto3 – Qualifying Nr. 118:10 – 18:25 | Moto3 – Qualifying Nr. 218:40 – 18:55 | Moto2 – Qualifying Nr. 119:05 – 19:20 | Moto2 – Qualifying Nr. 220:00 | MotoGP – 12 Laps, Sprint Race21:10 | MotoE – 7 Laps, Race Nr. 2

    Minggu (7/9)

    14:40 – 14:50 | MotoGP – Warm Up15:00 – 15:40 | MotoGP – Rider Parade16:00 | Moto3 – 18 Laps, Race17:15 | Moto2 – 21 Laps, Race19:00 | MotoGP – 24 Laps, Grand Prix.

    (sfn/dry)

  • Sirkuit Balaton Park Disebut Bahaya, Marquez Bilang Begini

    Sirkuit Balaton Park Disebut Bahaya, Marquez Bilang Begini

    Jakarta

    Balapan perdana MotoGP Hungaria 2025 di Sirkuit Balaton Park menuai sorotan terkait aspek keselamatan. Tata letak lintasan yang berlawanan arah jarum jam serta dengan karakter sempit dan berliku membuat aksi menyalip terbatas serta memunculkan sejumlah insiden menegangkan. Apa kata pebalap Ducati Lenovo Marc Marquez?

    Dalam balapan di Sirkuit Balaton Park akhir pekan lalu terjadi sejumlah insiden kecelakaan. Enea Bastianini mengalami kecelakaan di tikungan 12, ia terjatuh dan tergelincir melewati chicane hingga menyentuh tepi garis sirkuit. Tabrakan beruntun juga terjadi di tikungan 1 yang dikenal sangat sempit, sementara pada sesi kualifikasi, motor KTM Pedro Acosta yang terjatuh bahkan terlempar tiga meter dan menabrak kamera di tikungan 8.

    Kameramen MotoGP nyaris jadi korban motor ‘terbang’ Pedro Acosta di MotoGP Hungaria 2025 Foto: Tangkapan layar X @MotoGP

    Kendati berbagai insiden terjadi, pemimpin klasemen Marc Marquez menilai, sirkuit baru ini masih memenuhi standar keselamatan. “Bagi saya, ini cukup aman dan treknya bagus untuk balapan,” kata Marquez dikutip dari Crash.

    Marquez mengakui trek terasa lebih ketat dibanding sirkuit lain, namun tetap memberi ruang untuk saling overtake. “Tentu saja treknya berbeda. Treknya ketat. Tapi pada akhirnya, seperti yang kita lihat, kalau mau, kita bisa menyalip,” ujarnya.

    “Memang benar Anda perlu memiliki, seperti, tiga, empat persepuluh lebih banyak dari pengendara di depan jika ingin menyalip dengan cara yang bersih,” sambung rider Spanyol.

    Ia pun menyinggung insiden Bastianini. “Kecelakaan Bastianini (memang sudah di ambang batas), tapi kita sudah sering melihatnya di Le Mans, di Austin, dan bahkan saya sendiri tahun ini juga mengalami kecelakaan di tikungan 4 itu,” ucapnya.

    Marquez menekankan pentingnya MotoGP hadir di negara baru meski jumlah penonton GP Hungaria hanya sekitar 33 ribu orang, salah satu yang terendah musim ini. Ia juga menanggapi insiden di sprint race ketika Fabio Quartararo terjatuh di tikungan 1. “Kami tidak membicarakannya. Tapi semua orang tahu apa yang terjadi di tikungan pertama,” kata Marquez.

    Menurutnya, insiden di tikungan pertama bukan hal aneh, bahkan sering terjadi di Catalunya. “Dengan pengalaman yang lebih sedikit, lebih mudah menciptakan insiden. Tapi itu bisa terjadi di balapan,” tambahnya.

    Marquez pun menutup dengan optimisme. “Temboknya cukup aman, (antusiasme) penontonnya juga bagus. Yang terpenting, MotoGP bisa membuka diri di negara baru,” ujar kandidat kuat juara dunia MotoGP 2025 itu.

    (lua/rgr)

  • Sirkuit Balaton Park Disebut Bahaya, Marquez Bilang Begini

    Sudah Berkali-kali Cedera, Marc Marquez Kok Masih Tetap Jago?

    Jakarta

    Pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez, makin dekat dengan gelar juara kesembilan di semua kelas kompetisi. The Baby Alien sebentar lagi akan menyamai raihan mantan rivalnya di lintasan, Valentino Rossi.

    Kenyataan Marquez mampu tampil impresif musim ini tentu mengherankan. Sebab, dia pernah benar-benar terpuruk ketika mengalami cedera kambuhan dan harus bolak-balik ke meja operasi. Ketika itu, dia diprediksi akan pensiun muda.

    Bukannya menyerah dan pasrah dengan keadaan, Marquez terus bangkit dari keterpurukan. Dia rutin melakukan latihan fisik hingga kondisinya pelan-pelan membaik. Puncaknya, dia pindah dari Repsol Honda ke Gresini Racing untuk memulai tantangan baru.

    Marc Marquez dan Alex Marquez. Foto: Getty Images/Steve Wobser

    Hasilnya, dia finis ketiga di klasemen MotoGP musim lalu. Performanya makin membaik setelah Marquez memutuskan gabung ke tim pabrikan Ducati. Kini, dia memimpin klasemen sementara dan berpeluang mengunci gelar juara di dua seri mendatang.

    Lantas, mengapa Marquez yang sudah berulang kali cedera masih bisa tampil memukau di MotoGP? Adiknya, Alex Marquez punya jawabannya. Menurut Alex, kakaknya makin dewasa secara mental setelah mengalami cedera berjilid-jilid.

    Kini, kata Alex, pebalap 32 tahun itu lebih paham limit atau batasan tubuhnya. Marquez menjadi pebalap yang penuh perhitungan, terukur dan tak serampangan. Itulah mengapa, Marquez belakangan mulai tenang dan jarang mengalami crash.

    “Jika sebelum cedera Marc sangat baik dan hebat, maka sekarang dia justru lebih baik. Dia kini mampu menyeimbangkan segalanya lebih banyak lagi dengan keterbatasan yang mungkin masih dimiliki lengannya,” ujar Alex Marquez, dikutip dari GPOne, Kamis (28/8).

    Marc Marquez. Foto: Getty Images/Klaus Pressberger

    Alex percaya, cedera parah justru mengubah cara berpikir kakaknya menjadi lebih baik. Selain itu, meski masih ada sisa-sisa operasi, Marquez mulai terbiasa dengan kondisi tubuh yang sekarang.

    “Sekarang dia sudah terbiasa dengan itu. Sejak saat itu, dia menjadi lebih kuat, lebih menghargai banyak hal, memperhatikan detail kecil, tidak terbawa inersia kemenangan seperti saat di Honda. Saya tak bisa berkata apa-apa lagi tentangnya,” kata dia.

    (sfn/rgr)

  • Tangan Kanan Rossi Ungkap Bagnaia Seperti Kehilangan Motivasi

    Tangan Kanan Rossi Ungkap Bagnaia Seperti Kehilangan Motivasi

    Jakarta

    Tangan kanan Valentino Rossi sekaligus bos tim VR46, Uccio Salucci, menganggap Francesco ‘Pecco’ Bagnaia seperti kehilangan motivasi. Performanya akhir-akhir ini dibilang tidak seperti Bagnaia sesungguhnya.

    Bagnaia sedang menjalani musim terburuknya bersama Ducati. Pecco baru menang sekali di tahun 2025, padahal tahun lalu ia meraih 11 kemenangan.

    Grand Prix Hungaria terbukti menjadi titik terendah bagi Pecco Bagnaia. Murid Valentino Rossi itu tersingkir dari Q1 untuk pertama kalinya di tahun 2025, tidak mencetak poin dalam sprint, dan hanya finis kesembilan di balapan utama. Kini, Bagnaia tertinggal 227 poin dari rekan setimnya, Marc Marquez.

    Kepada TNT Sports, Uccio Salucci membeberkan situasi Bagnaia saat ini. Menurutnya, Bagnaia seakan kehilangan motivasi.

    “Tapi bagaimanapun, saya juga berbicara kemarin (setelah sprint) dengannya dan saya berkata ‘tolong Pecco, Forza’. Karena sekarang terkadang saya memeriksa data: dia tidak mengerem, dia tidak berkendara dengan cara yang benar sekarang,” ujar Uccio.

    “Sepertinya dia sedikit kehilangan motivasi, juga kepercayaan diri dengan motornya,” sebut Uccio.

    “Dan hal pertama adalah membalap kembali seperti Pecco Bagnaia, menikmatinya sedikit.”

    “Saya tahu ini tidak mudah, tapi tolong Pecco, cobalah, cobalah. Karena dia adalah juara MotoGP dua kali dan yang pasti dia adalah pembalap yang fantastis. Tidak menyenangkan melihat Pecco seperti ini. Saya tidak menyukainya.”

    Kepala Teknis Ducati Gigi Dall’Igna mengungkap pihaknya bakal membantu Bagnaia sekaligus menyebut faktor mental juga turut mempengaruhi dalam perjuangan Bagnaia.

    Bagnaia mengaku Ducati Desmosedici GP 25 ini tak cocok dengan gaya balapnya. Dia merasa kesulitan mengendalikan motor dalam beberapa balapan terakhir dan justru terlihat lebih lambat.

    “Bagi mereka ini tidak mudah, bekerja sepanjang hari mencoba memberikan yang terbaik untuk saya. Saya hanya orang yang harus menyelesaikan pekerjaan itu,” sebut Bagnaia.

    (rgr/din)

  • End of an Era! Jonathan Rea Pensiun dari WSBK

    End of an Era! Jonathan Rea Pensiun dari WSBK

    Jakarta

    Pebalap fenomenal asal Irlandia, Jonathan Rea bakal pensiun dari World Superbike (WSBK) di akhir musim ini. Kabar itu menjadi pertanda berakhirnya era peraih enam juara dunia tersebut.

    Pengumuman pensiun yang cukup menggemparkan itu disampaikan langsung Jonathan Rea melalui akun Instagram resminya. Rea yang saat ini telah menginjak umur 38 tahun mengaku sudah lama memikirkan rencana tersebut.

    “Saya telah memikirkan hal ini sejak lama, dan pada akhirnya saya mantap memutuskan untuk berhenti balapan dan pensiun. Kejuaraan ini telah memberikan banyak hal untuk saya,” ujar Jonathan Rea, dikutip Selasa (26/8).

    Jonathan Rea pensiun dari WSBK. Foto: Graeme Brown/Pata Yamaha

    Selama 17 tahun berkarier di WSBK, Jonathan Rea telah meraih enam gelar juara. Dia juga sukses mengoleksi 119 kemenangan dan 264 podium. Catatan itu membuatnya dijuluki sebagai the greatest of all time atau GOAT di kejuaraan tersebut.

    Ketika usianya mulai menua, performanya memang perlahan menurun. Rea belakangan mulai jarang menang. Bahkan, untuk meraih podium saja, dia terlihat sangat kesulitan.

    Pada video yang sama, dia mengatakan, kondisi fisik dan instingnya saat ini memang tak sebaik dulu. Itulah mengapa, dia tak mau memaksakan diri untuk terus membalap. Rea janji, sekalipun sudah gantung helm, dia tetap akan mengikuti kejuaraan WSBK. Sebab, separuh hidupnya berada di sana.

    “Saya sangat bangga dengan apa yang telah saya capai selama karier panjang saya di WSBK,” kata dia.

    Keputusan Rea pensiun langsung mendapat respons dari para kompetitornya di WSBK, seperti Toprak Razgatlioglu dan Alex Lowes. Bahkan, sejumlah pebalap MotoGP juga turut memberikan ucapan, di antaranya Marc Marquez, Francesco Bagnaia, Joan Mir dan masih banyak lagi.

    (sfn/din)