Tag: Marc Marquez

  • Mengukur Peluang Marc Marquez Kunci Gelar Juara MotoGP di Sirkuit Mandalika

    Mengukur Peluang Marc Marquez Kunci Gelar Juara MotoGP di Sirkuit Mandalika

    Jakarta

    Pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez, berpeluang besar meraih juara dunia MotoGP 2025. Bahkan, The Baby Alien bisa merayakan gelar kesembilannya di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bagaimana hitung-hitungannya?

    Secara matematis, Marc Marquez lebih berpeluang mengunci gelar juara di Sirkuit Motegi, Jepang, akhir pekan depan. Namun, jika rencana tersebut meleset, dia kemungkinan baru bisa meraihnya di seri berikutnya, yakni di MotoGP Mandalika.

    “Marc Márquez memang bisa mengunci gelar di Motegi. Namun jika tidak, maka Mandalika hampir pasti akan menjadi tempat penentuan,” ujar Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, dikutip Jumat (19/9).

    “Jika itu terjadi, tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Dunia akan melihat Mandalika bukan hanya sebagai sirkuit baru, tetapi juga sebagai panggung sejarah MotoGP,” tambahnya.

    Sirkuit Mandalika. Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    Marc Marquez saat ini telah mengoleksi 512 poin. Sementara adiknya, Alex Márquez berada di posisi kedua dengan 330 poin. Selisih keduanya mencapai 182 poin!

    Secara hitung-hitungan, Marc bisa mengunci gelar di Motegi jika dia mengungguli Alex setidaknya 4 poin pada akhir pekan Motegi (Marc mendapat 25 pts race + 0 sprint = 25 vs Alex ≤21, atau kombinasi lain yang menghasilkan net atau selisih +4). Motegi merupakan peluang nyata untuk clinch atau mengunci gelar.

    Namun, jika Marc tak berhasil mencetak net +4 di Motegi, hampir pasti gelar akan dikunci paling lambat di Mandalika, kecuali terjadi skenario ekstrem di mana Alex mampu memangkas lebih dari 33 poin selisih gabungan pada dua seri (Motegi + Mandalika).

    Alex Marquez dan Marc Marquez. Foto: Action Images via Reuters/Andrew Boyers

    Untuk menunda penentuan hingga pasca-Mandalika, Alex harus memangkas selisih minimal 34 poin dalam dua seri (Motegi + Mandalika). Artinya, Alex mesti meraih kemenangan beruntun dengan poin penuh, sementara Marc gagal meraih poin sama sekali. Situasi seperti ini sangat sulit terjadi mengingat Marc konsisten sepanjang musim.

    Dengan demikian, kemungkinan besar, jika tidak di Motegi, maka Mandalika akan menjadi saksi sejarah penobatan juara dunia MotoGP 2025.

    “Kami sudah menyiapkan skenario khusus bila penobatan juara dunia berlangsung di Mandalika. Dari sisi seremoni, tata kelola penonton, hingga aspek keamanan,” kata Priandhi.

    (sfn/dry)

  • Lutut Rossi Gerak, Marquez Jatuh

    Lutut Rossi Gerak, Marquez Jatuh

    Jakarta

    Jorge Lorenzo dibikin kaget dengan insiden di Sepang tahun 2015 yang melibatkan Valentino Rossi dan Marc Marquez. Menurutnya lutut Rossi bergerak dan tak lama berselang Marquez terjatuh.

    Nyaris 10 tahun berselang, insiden di MotoGP Sepang tahun 2015 masih menjadi topik pembicaraan di kalangan penggemar balap motor kelas premier tersebut. Sekadar mengingatkan, insiden itu melibatkan dua rider papan atas Valentino Rossi dan Marc Marquez. Kala itu, Rossi dan Marquez terlibat dalam pertarungan sengit. Hingga di sebuah tikungan, Rossi terlihat mendekat ke Marquez dan tak lama berselang Marquez terjatuh. Rossi disebut menendang Marquez hingga tersungkur.

    Insiden itu membuat penggemar MotoGP terbelah. Ada yang membela Marquez namun tak sedikit juga yang memberikan pembelaan ke The Doctor. Jorge Lorenzo yang saat itu ada di Sepang, menceritakan apa yang terjadi antara Rossi dan Marquez.

    Dalam sebuah video, Lorenzo menceritakan bahwa seri Sepang 2015 adalah balapan paling melelahkan yang pernah dia jalani. Dia berusaha untuk menghindari Rossi dan Marquez di lintasan tapi itu tak mudah.

    “Saya tidak melihat apapun soal Marc dan Rossi di layar. Begitu sampai di paddock, mereka menjelaskan kepada saya apa yang terjadi, bahwa Rossi menendang Marc dan dia terjatuh, mereka juga sedang menyelidiki insiden tersebut,” aku Lorenzo dikutip Motosan.

    Lorenzo kemudian akhirnya bisa melihat video insiden keduanya. Pada saat kejadian, kaki Rossi terlihat bergerak dan seketika Marquez terjatuh.

    “Itu bikin saya kaget, karena Anda tak terbiasa melihat dua pebalap, yang satu berusaha mendorong keluar lintasan dengan sangat jelas. Lututnya bergerak dan Marc terjatuh,” ujarnya.

    “Saya tidak ingat meninggalkan podium lebih awal. Saya bertindak seperti pemain sepak bola, yang memberikan banyak gestur untuk mempertahankan posisinya. Saya kesal karena Rossi tidak dikenai sanksi, bendera hitam tidak dikibarkan, karena itu merugikan saya. Saya seharusnya bisa memimpin,” sambungnya lagi.

    Menurut Lorenzo, insiden di Sepang itu murni kesalahan ‘The Doctor’. Sebab, dengan sangat jelas, aksi Rossi itu membuat Marquez terjatuh.

    “Marquez berusaha keras, tapi aksi Valentino di tikungan itu jelas, dia tidak hanya mencoba menyalip, tapi mendorongnya keluar lintasan,” pungkas Lorenzo.

    Atas kejadian itu, steward memutuskan Rossi bersalah. Rossi diganjar sanksi dan harus memulai balapan dari posisi terakhir dalam balapan pamungkas di MotoGP Valencia. Dia akhirnya finis di posisi keempat di bawah Jorge Lorenzo, Marc Marquez, dan Dani Pedrosa.

    (dry/din)

  • Mengukur Peluang Marc Marquez Kunci Gelar Juara MotoGP di Sirkuit Mandalika

    Gelar Juara di Depan Mata, Marc Marquez Ingin Ngerasain Perlawanan dari Rival

    Jakarta

    Marc Marquez berada di ambang juara dunia 2025. The Baby Aliens justru merasa tidak ada tekanan. Dia ingin mendapat perlawanan dari para rival.

    Marc tahu gelar juara dunia kesembilan sudah di depan mata. Namun dia tidak lagi merasakan tekanan seperti dulu. Kalimat Marquez itu merujuk pada balapan hari Minggu dan pertarungannya dengan Marco Bezzecchi.

    “Saya tidak merasakan (tekanan) saat ini. Saya ingin merasakannya, sedikit seperti kemarin,” ujar Marquez dikutip dari Todocircuito, Kamis (18/9/2025).

    Marc Marquez begitu sempurna musim ini. Baby Alien memetik kemenangan ke-11 saat main race musim ini.

    Lewat hasil di race utama MotoGP Misano 2025, Marc Marquez kini juga sudah mencatatkan 73 kemenangan di kelas utama MotoGP sepanjang kariernya.

    Kini rider kelahiran Cervera itu pun sudah mengantongi total 512 poin. Unggul 182 poin dari Alex Marquez yang bertengger di posisi kedua dan 275 poin dari Francesco Bagnaia di posisi ketiga. Peluangnya menjadi juara dunia pun tinggal selangkah lagi.

    Marquez belum pernah memenangi gelar MotoGP lebih awal dari tiga balapan tersisa. Tapi di musim ini lain ceritanya. Marquez bisa meraih gelar dengan balapan tersisa lima seri.

    Meskipun hanya sedikit yang percaya, Marc mengatakan tidak akan mudah untuk meraih gelar di Motegi karena Alex juga sedang sangat kuat.

    Mantan rider Repsol Honda itu mengunci gelar juara dunia MotoGP yang ketujuh pada balapan yang digelar Sirkuit Motegi, Jepang pada 26-28 September 2025.

    “Saya harus meraih tiga poin lebih banyak daripada Alex. Di sini kami mendapatkan jumlah poin yang sama. Saya suka sirkuitnya, tetapi saudara saya kuat dan hujan juga bisa turun,” kata Marquez.

    “Saya akan biasa saja, meskipun saya merasa sesuatu yang besar akan terjadi. Saya tahu akan sulit dalam konferensi pers hari Kamis karena mereka akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang biasa, tetapi saya akan berusaha mempertahankan mentalitas yang sama dan, jika memungkinkan, berjuang untuk kemenangan,” tambah dia.

    (riar/dry)

  • Rossi Dorong Marquez Keluar Lintasan

    Rossi Dorong Marquez Keluar Lintasan

    Jakarta

    Jorge Lorenzo menyinggung insiden Sepang Clash 2015 yang melibatkan Rossi dan Marquez. Menurutnya itu murni kesalahan Rossi.

    Jorge Lorenzo belum lama ini ikut tampil dalam video ‘Decod3d:Valentino Rossi’ yang ditayangkan DAZN. Pada kesempatan itu, Lorenzo menceritakan berbagai hal, termasuk soal Valentino Rossi. Salah satu topik yang dibahas adalah pandangan Lorenzo soal Rossi sebagai rivalnya. Tak cuma itu, Lorenzo juga menyinggung soal rivalitas Rossi dengan beberapa rider lain termasuk Marc Marquez.

    “Dia lebih fokus pada balapan dan kecepatan ketimbang posisi pole. Faktanya, dia lebih banyak menang daripada meraih posisi pole. Lebih mudah mengalahkannya dalam satu lap. Dia adalah pebalap yang sangat lengkap, dia benar-benar memiliki sedikit kelemahan. Mungkin dia tidak seberbakat atau seagresif Stoner atau Marquez, tapi dia bagus di semua aspek,” ujar Lorenzo dilansir Motosan.

    Menurut Lorenzo, Rossi juga punya banyak hal positif lainnya. Lorenzo memang cukup mengenal Rossi. Keduanya sempat berbagi garasi saat sama-sama membela Yamaha. Pun setelah keduanya pensiun, baik Lorenzo dan Rossi masih berhubungan baik.

    “Bagi saya Valentino adalah orang yang sangat cerdas, dia sangat pintar, dia memiliki kemampuan untuk memahami hal-hal dan merespons dengan cepat, dia juga seperti itu di lintasan,” bebernya.

    Jika ada satu hal yang menggambarkan Rossi, Lorenzo menyebut adalah sorotan media sepanjang karirnya. Selama 26 musim berkompetisi di MotoGP, Rossi tak pernah absen jadi sorotan di media.

    “Sangat sulit untuk bertarung dengan dia. Valentino lebih sering menang duel melawan saya daripada Marquez,” lanjut Lorenzo.

    Lorenzo juga ikut menyinggung soal insiden Sepang Clash 2015 yang melibatkan Rossi dan juga Marquez. Bagi Lorenzo, itu merupakan balapan terberat yang pernah dia jalani. Dia juga menyebut insiden itu murni kesalahan Rossi karena berusaha menendang Marquez keluar lintasan.

    “Itu mengejutkan saya karena Anda tidak terbiasa melihat dua pebalap, di mana salah satu mendorong yang lain keluar lintasan. Lututnya bergerak dan Marc terjatuh,” ujarnya.

    “Marquez berusaha keras, tapi tindakan Valentino di tikungan itu jelas, dia tidak hanya mencoba menyalipnya, tapi mendorongnya keluar dari lintasan,” pungkas Lorenzo.

    (dry/din)

  • Cerita Marquez Pilih Selebrasi ‘Jemur Baju’ ala Messi di Hadapan Pendukung Rossi

    Cerita Marquez Pilih Selebrasi ‘Jemur Baju’ ala Messi di Hadapan Pendukung Rossi

    Jakarta

    Marc Marquez kembali menjadi pusat perhatian usai melakukan selebrasi unik di Sirkuit Misano, San Marino, akhir pekan lalu. Pebalap Ducati itu menirukan gaya Lionel Messi saat merayakan gol ke gawang Real Madrid di Bernabeu pada 2017 silam, yakni mengangkat dan memperlihatkan jersey ke arah tribun lawan. Apa alasan Marquez lakukan selebrasi unik ala mantan pemain FC Barcelona tersebut?

    Selebrasi tersebut dilakukan Marquez bukan tanpa sebab. Di Misano yang notabene kandang rival abadinya, Valentino Rossi, Marquez memang kerap mendapatkan sambutan kurang menyenangkan. Meski Rossi sudah pensiun dari balap MotoGP, api rivalitas tersebut masih terus ada hingga saat ini.

    Di sesi balap sprint MotoGP San Marino 2025, Marquez mengalami crash saat memimpin balapan. Melihat insiden tersebut, publik Misano pun sorak sorai kegirangan. Bahkan, kamera televisi pun sempat menyorot dua penonton yang mengacungkan jari tengah ke arahnya. Rekaman lain bahkan memperlihatkan Rossi dan rombongan ikut bereaksi terhadap momen tersebut.

    Menghadapi situasi penuh tekanan itu, Marquez memilih membalas dengan cara berbeda. Setelah membungkam cemoohan dengan meraih kemenangan di balap hari Minggu, Marquez melakukan selebrasi ‘jemur wearpack’ meniru selebrasi ‘jemur baju’ Messi. Marquez mengaku terinspirasi dari Messi yang kerap menjawab kritik dengan performa di lapangan.

    “Saya selalu mengatakan bahwa Messi telah menjadi panutan (saya), baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Marquez dalam wawancara dengan DAZN, dikutip Kamis (18/9). “Dia selalu ada di saat-saat sulit, dia membungkam kritik dengan kelasnya, dia selalu berperilaku seperti seorang pria sejati,” sambung Marquez.

    Marquez mengaku melihat hiruk pikuk sosial media yang membahas reaksi penonton di Misano usai dirinya terjatuh di balap sprint. Karena itu, dia semakin termotiasi buat juara di balap utama. Dan ketika berhasil meraihnya, Marquez pun merayakannya dengan gaya.

    Selebrasi jemur baju ala Messi di hadapan pendukung Real Madrid Foto: OSCAR DEL POZO/AFP

    “Mustahil untuk meniru Messi, tapi tadi malam (setelah sprint) saya melihat sedikit apa yang dikatakan di media sosial, karena Anda tidak bisa sepenuhnya melepaskan diri.
    Dan saya (hari Minggu) merayakannya dengan gaya (jemur baju) Messi, meskipun saya jauh dari seperti dia,” sambung pebalap asal Spanyol itu.

    Selebrasi itu menjadi simbol perlawanan Marquez terhadap tekanan dari publik Misano. Publik Italia umumnya memang kurang ramah terhadap Marquez. Sebelumnya, rider dengan enam gelar MotoGP tersebut juga mendapatkan sambutan kurang baik di Mugello ketika memenangi sprint MotoGP Italia. Kondisi itu bahkan membuat bos Ducati, Davide Tardozzi, harus turun tangan menegur sebagian penonton yang mencemooh pebalap mereka sendiri.

    Dengan gaya khasnya, Marquez membuktikan bahwa ia lebih memilih berbicara di lintasan ketimbang terpancing provokasi. Selebrasi ‘jemur baju’ ala Messi pun jadi pesan tegas kepada para pembencinya.

    (lua/din)

  • Acosta Tercepat, Quartararo Jajal Mesin V4

    Acosta Tercepat, Quartararo Jajal Mesin V4

    Jakarta

    Seusai beradu cepat di MotoGP San Marino 2025 akhir pekan lalu (14/9), hari ini (15/9) para pebalap MotoGP melangsungkan tes resmi. Pada sesi tes jam 10.00 pagi waktu setempat, Pedro Acosta berhasil menjadi yang tercepat. Di sisi lain, Fabio Quartararo akan menjajal motor baru Yamaha YZR-M1 bermesin V4.

    Sebagai informasi, tes resmi di Sirkuit Misano bertujuan untuk mematangkan motor yang akan digunakan pada musim depan. Tes ini khususnya sangat berguna bagi merek Yamaha yang akan beralih dari konfigurasi mesin inline4 ke mesin V4.

    Pedro Acosta Foto: REUTERS/Gintare Karpaviciute

    Tes resmi dilakukan di Sirkuit Misano, tepat sehari seusai gelaran MotoGP San Marino 2025. Pebalap-pebalap seperti Fabio Quartararo, Brad Binder, Luca Marini, serta Pedro Acosta mengikuti tes resmi ini. Pebalap top seperti Marc Marquez dan Marco Bezzecchi juga ikutan menyusul melakukan uji coba ini.

    Pada sesi tes pertama di pagi hari sekitar pukul 10.00 waktu setempat, Acosta jadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 32,050 detik. Lalu disusul pebalap KTM lain, Enea Bastianini. Luca Marini menjadi pelengkap di tiga besar.

    Fabio Quartararo Foto: REUTERS/Jon Nazca

    Selanjutnya di posisi keempat hingga keenam ada Brad Binder, Fabio Quartararo, dan Dani Pedrosa. Pada sesi tes jam 10.00 tersebut, Quartararo belum menggunakan mesin baru Yamaha berkonfigurasi V4. Namun menurut laman MotoGP, Quartararo dan Jack Miller bakal segera mencoba motor tersebut, Yamaha M1 bermesin V4 sudah tampak di garasi mereka masing-masing.

    Sebagai informasi, tes resmi MotoGP Misano 2025 diselenggarakan sebanyak dua sesi, sesi pertama dari pukul 09.00 hingga 12.45 setempat. Kemudian sesi sore berlangsung dari pukul 14.00 hingga 18.00 waktu setempat.

    Hasil Tes Resmi MotoGP Misano 2025 Sesi Pertama

    1. Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) 1:32.050s
    2. Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +0.268s
    3. Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.752s
    4. Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +1.184s
    5. Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.275s
    6. Dani Pedrosa SPA KTM Test Rider (RC16) +2.022s
    7. Somkiat Chantra THA Idemitsu Honda LCR (RC213V)* +2.168s
    8. Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +2.326s
    9. Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +3.548s

    (lua/dry)

  • Cerita Marquez Pilih Selebrasi ‘Jemur Baju’ ala Messi di Hadapan Pendukung Rossi

    Balasan Menohok Marquez ke Fans Rossi, Selebrasi ‘Jemur Baju’ ala Messi

    Jakarta

    Marc Marquez melakukan selebrasi ‘jemur baju’ ala Messi usai memenangkan balapan utama MotoGP San Marino 2025 di Sirkuit Misano, akhir pekan lalu. Selebrasi itu pun seolah menjadi balas dendam yang sempurna bagi Marquez kepada publik Misano usai dirinya disoraki saat terjatuh di balap sprint hari Sabtu.

    Marquez diketahui terjatuh di tikungan ke-15 Sirkuit Misano ketika menjalani balap sprint. Marquez mengalami low side tidak lama setelah menyalip Marco Bezzechi dalam merebutkan posisi pertama. Motor Marquez pun terseret keluar lintasan dan gagal melanjutkan balapan.

    Kecelakaan yang dialami Marquez itu menggemparkan penonton, memicu hiruk-pikuk teriakan, sorak-sorai, serta ejekan. Kendati ada beberapa yang kecewa saat Marquez jatuh, sebagian penonton justru meluapkan kegembiraan, ‘menikmati’ kemalangan pebalap Ducati Lenovo itu.

    Marc Marquez. Dok MotoGP Foto: Dok MotoGP

    Kenapa banyak yang menyoraki Marquez? Itu karena Misano merupakan kandang bagi legenda balap MotoGP, Valentino Rossi. Marquez merupakan rival utama Rossi di akhir karier balapnya. Tak ayal banyak penonton MotoGP di Misano–yang merupakan penggemar Rossi–menanam kebencian begitu besar terhadap Marquez.

    Reaksi penonton ini juga merupakan sisa-sisa kebencian dari musim 2015, tahun yang masih menghantui para penggemar Rossi. Saat itu Rossi gagal meraih gelar juara dunia MotoGP kedelapan lantaran diberi sanksi setelah dinilai menendang Marquez di MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang.

    Balas Dendam Marquez

    Namun seolah tak terpengaruh dan kena mental dengan ejekan di balap sprint, Marquez tampil menggila di balap utama hari Minggu. Marquez lagi-lagi berhasil mengungguli Bezzecchi. Tapi kali ini dia lebih hati-hati dan akhirnya bisa finis pertama, serta merayakan kemenangan dengan penuh gaya di hadapan publik Misano yang mengejeknya kemarin.

    “Hari ini saya punya ‘api membara’ di dalam diri saya. Setelah kesalahan kemarin (di sprint), saya selalu berusaha membalas dengan cara terbaik. Dan balasan terbaik adalah memenangkan perlombaan,” ungkap The Baby Alien dikutip dari Crash.

    Marquez merayakan kemenangannya di hadapan publik Misano yang selama ini bersikap tidak ramah dengannya. Dari podium, Marquez mengangkat wearpack balapnya ke arah penonton. Dia menirukan selebrasi terkenal yang dilakukan pesepakbola asal Argentina, Lionel Messi.

    “Saya selalu bilang Messi adalah referensi, dia membiarkan sepak bolanya yang berbicara. Dan saya bicara dengan motor saya. Itu cara yang terbaik, dan saya rasa sudah waktunya untuk merayakannya,” bilang Marquez.

    (lua/din)

  • Syarat Marc Marquez Kunci Gelar Juara MotoGP 2025 di Jepang

    Syarat Marc Marquez Kunci Gelar Juara MotoGP 2025 di Jepang

    Jakarta

    Marc Marquez selangkah lagi bisa mengunci gelar juara dunianya yang ketujuh di MotoGP Jepang. Ini syaratnya.

    Performa Marc Marquez di MotoGP 2025 sangat cemerlang. Dari 16 seri yang digelar, dia tercatat 10 kali meraih kemenangan sempurna di Sprint Race dan balapan utama. Kini rider kelahiran Cervera itu pun sudah mengantongi total 512 poin. Unggul 182 poin dari Alex Marquez yang bertengger di posisi kedua dan 275 poin dari Francesco Bagnaia di posisi ketiga. Peluangnya menjadi juara dunia pun tinggal selangkah lagi.

    Mantan rider Repsol Honda itu mengunci gelar juara dunia MotoGP yang ketujuh pada balapan yang digelar Sirkuit Motegi, Jepang pada 26-28 September 2025. Marquez sebelumnya belum pernah memenangi gelar MotoGP lebih awal dari tiga balapan tersisa. Tapi di musim ini lain ceritanya. Marquez bisa meraih gelar dengan balapan tersisa lima seri.

    Untuk bisa merebut gelar juara dunia yang ketujuh di balapan kelas premier itu, dia tak boleh kalah tiga poin dari Alex Marquez. Ya, Alex merupakan satu-satunya pebalap yang secara matematis masih bisa berebut titel juara dunia musim ini dengan sang kakak. Dia saat ini unggul 182 poin dan harus mengantongi 185 poin setelah balapan di Motegi.

    Sekalipun nanti Marquez dan Alex memperoleh poin yang sama di akhir musim, gelar juara tetap akan jatuh ke tangan Marquez. Sebab, hanya hasil balapan utama yang dihitung sebagai penentu jika poin berimbang. Marquez di musim ini sudah meraih 11 kemenangan dan tak bisa dikejar lagi.

    Mengutip The Race, secara hitung-hitungan Marquez tak bisa menjadi juara di Sprint Race Motegi. Namun hasil dari Sprint itu bisa mempengaruhi poinnya di balapan utama hari Minggu. Untuk bisa menjamin gelar juara itu, Marquez harus menang di Sprint Race dan balapan utama MotoGP Jepang. Adapun jika Marquez bersaudara itu bergantian meraih kemenangan di dua balapan tersebut, maka penobatan gelar juara dunia akan berlangsung di Sirkuit Mandalika.

    (dry/din)

  • Marc Marquez Menangi GP San Marino, Bisa Juara MotoGP 2025 jika Menang di Jepang

    Marc Marquez Menangi GP San Marino, Bisa Juara MotoGP 2025 jika Menang di Jepang

    JAKARTA – Pebalap Ducati Lenovo Marc Marquez menjuarai Grand Prix San Marino dengan catatan waktu 41 menit 20,89 detik di Misano World Circuit Marco Simoncelli, San Marino, Minggu WIB.

    Memulai balapan di posisi keempat, Marquez mampu mencuri momentum untuk melewati adiknya Alex Marquez (Ducati) di posisi kedua, dan Fabio Quantararao (Ducati) di posisi ketiga.

    Pebalap asal Spanyol itu terus membuntuti Marco Marco Bezzecchi (Aprilia) yang memimpin balapan sejak start di posisi pertama.

    Setelah memimpin selama 11 lap, Bezzecchi kehilangan kendali saat melebar di sebuah tikungan yang langsung dimanfaatkan Marquez untuk mengambil alih posisi pertama.

    Setelah menyalip, Marquez terus menjaga jarak selama 15 lap tersisa hingga mencapai finis pertama, diikuti Bezzecchi di posisi kedua dengan jarak 0,568 detik dan Alex Marquez di tempat ketiga dengan gap 7,734 detik.

    Dengan kemenangan itu, Marquez kokoh di puncak klasemen sementara dengan mengoleksi 512 poin. Pesaing terdekatnya Alex Marquez membukukan 330 poin setelah menambah 16 poin di GP San Marino.

    Pebalap berjuluk “The Baby Alien” itu bisa mengunci gelar juara dunia di GP Jepang pada 26-28 September karena hanya membutuhkan tambahan tiga poin untuk memastikan tidak terkejar dari pesaing terdekat.

    Jika sudah juara di Jepang, balapan akan dilanjutkan di Mandalika, Indonesia pada 3-5 Oktober dengan status Marquez sebagai sang juara. Setelah balapan di Indonesia, masih tersisa empat seri yang akan digelar di Australia, Malaysia, Portugal, dan Spanyol.

  • Marc Marquez Menangi GP San Marino, Bisa Juara MotoGP 2025 jika Menang di Jepang

    Marc Marquez Menangi GP San Marino, Bisa Juara MotoGP 2025 jika Menang di Jepang

    JAKARTA – Pebalap Ducati Lenovo Marc Marquez menjuarai Grand Prix San Marino dengan catatan waktu 41 menit 20,89 detik di Misano World Circuit Marco Simoncelli, San Marino, Minggu WIB.

    Memulai balapan di posisi keempat, Marquez mampu mencuri momentum untuk melewati adiknya Alex Marquez (Ducati) di posisi kedua, dan Fabio Quantararao (Ducati) di posisi ketiga.

    Pebalap asal Spanyol itu terus membuntuti Marco Marco Bezzecchi (Aprilia) yang memimpin balapan sejak start di posisi pertama.

    Setelah memimpin selama 11 lap, Bezzecchi kehilangan kendali saat melebar di sebuah tikungan yang langsung dimanfaatkan Marquez untuk mengambil alih posisi pertama.

    Setelah menyalip, Marquez terus menjaga jarak selama 15 lap tersisa hingga mencapai finis pertama, diikuti Bezzecchi di posisi kedua dengan jarak 0,568 detik dan Alex Marquez di tempat ketiga dengan gap 7,734 detik.

    Dengan kemenangan itu, Marquez kokoh di puncak klasemen sementara dengan mengoleksi 512 poin. Pesaing terdekatnya Alex Marquez membukukan 330 poin setelah menambah 16 poin di GP San Marino.

    Pebalap berjuluk “The Baby Alien” itu bisa mengunci gelar juara dunia di GP Jepang pada 26-28 September karena hanya membutuhkan tambahan tiga poin untuk memastikan tidak terkejar dari pesaing terdekat.

    Jika sudah juara di Jepang, balapan akan dilanjutkan di Mandalika, Indonesia pada 3-5 Oktober dengan status Marquez sebagai sang juara. Setelah balapan di Indonesia, masih tersisa empat seri yang akan digelar di Australia, Malaysia, Portugal, dan Spanyol.