Tag: Marc Marquez

  • Kata Marc Marquez soal ‘Kutukan’ di Sirkuit Mandalika

    Kata Marc Marquez soal ‘Kutukan’ di Sirkuit Mandalika

    Jakarta

    Marc Marquez seperti kena ‘kutukan’, dia belum pernah finis satu kali pun di balapan utama MotoGP Mandalika. Sirkuit ini seolah menghadirkan deretan kesialan bagi juara dunia MotoGP 2025.

    “Saya harus optimistis, karena saya belum pernah finis di Indonesia, Mandalika,” singkat Marquez di Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025).

    Mari menilik nasib apes Marquez di Sirkuit Mandalika. Pada musim perdana MotoGP Mandalika dihelat, Marquez mengalami kecelakaan di tengah kualifikasi. Sampai-sampai, pebalap Spanyol itu mengalami gangguan penglihatan. Pun tahun berikutnya, Marquez mengalami kecelakaan dan gagal finis.

    Musim lalu, saat menunggangi Desmosedici GP23, motornya mengalami gangguan teknis. Apakah tahun ini Marc Marquez bisa memutus rentetan nasib apes tersebut?

    Marc Marquez gagal finis di MotoGP Mandalika 2024 (Photo by BAY ISMOYO / AFP) Foto: AFP/BAY ISMOYO

    Marquez sejatinya bisa membalap dengan nyaman pada seri MotoGP Mandalika 2025. Hal itu dikarenakan status juara dunia MotoGP 2025 sudah dikunci.

    Walaupun sudah meraih gelar tersebut, Marquez menekankan betapa pentingnya bisa finis di Sirkuit Mandalika, karena sebelumnya selalu gagal menyelesaikan race.

    “Kami bisa bertarung dengan bagus, dan saya berusaha keras karena saya belum pernah finis di balapan hari Minggu, selalu terhenti karena cedera, crash, atau masalah mesin,” ujar Marquez.

    Meski begitu, Marquez mengungkapkan adanya rasa suka atau benci kepada Sirkuit Mandalika. Sirkuitnya unik, menantang, dan memberi sensasi balap yang bagus. Namun di sisi lain, terdapat rasa penasaran lantaran belum pernah ditaklukkan Marc Marquez.

    “Ini seperti cinta atau benci, bukan kepada orangnya, tapi kepada sirkuitnya,” ujar dia.

    Seri balapan MotoGP Mandalika 2025 berlangsung akhir pekan ini. Rangkaian balapan di Mandalika akan dimulai dimulai dengan latihan bebas pada hari Jumat (3/10/2025), dilanjutkan kualifikasi dan sprint race di hari Sabtu (4/10/2025), hingga balapan utama di hari Minggu (5/10/2025).

    (riar/din)

  • Pebalap dan Kru MotoGP Tiba di Bandara Lombok, Disambut Siswa-siswi SD
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        1 Oktober 2025

    Pebalap dan Kru MotoGP Tiba di Bandara Lombok, Disambut Siswa-siswi SD Regional 1 Oktober 2025

    Pebalap dan Kru MotoGP Tiba di Bandara Lombok, Disambut Siswa-siswi SD
    Tim Redaksi
    LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com
    – Pebalap MotoGP, kru tim pebalap, dan rombongan Dorna Sports mulai tiba di Bandara Lombok menjelang balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok pada 3-5 Oktober 2025.
    Mereka menggunakan tiga penerbangan
    carter
    Garuda Indonesia langsung dari Narita, Jepang (NRT), dan mendarat di Bandara Lombok, Senin (29/9/2025).
    Rombongan pertama tiba menggunakan Garuda Indonesia GA 7300 yang berangkat pukul 11.00 Wita dari Narita dan mendarat di Lombok pada pukul 17.45 Wita. 
    Selanjutnya, pesawat carter GA 7340 mendarat pukul 18.15 Wita, disusul kedatangan terakhir melalui GA 7320 pada pukul 20.15 Wita.
    Total, 843 orang personel, mulai dari pembalap, manajer tim, mekanik, staf teknis, hingga ofisial Dorna Sports yang menjadi operator resmi kejuaraan dunia MotoGP.
    Kedatangan rombongan pembalap disambut meriah oleh siswa-siswi SD Negeri Ngolang Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
    Sejumlah pebalap yang telah tiba di Bandara Lombok, di antaranya Francesco Bagnaia atau Pecco dari Ducati Lenovo Team hingga Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing.
    Tidak hanya pembalap, sejumlah figur penting dalam dunia MotoGP juga turut mendarat di Lombok.
    Salah satunya adalah Luigi Dall’Igna,
    General Manager
    Ducati Corse, yang dikenal sebagai otak di balik sukses besar Ducati dalam beberapa musim terakhir.
    Julia Marquez, ayah dari kakak beradik Marc Marquez dan Alex Marquez turut hadir di ajang balapan tahun ini.
    General Manager
    PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok, Aidhil Philip Julian menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Lombok yang turut hadir menyapa para pembalap dan ofisial MotoGP.
    Pihak otoritas bandara menyiapkan 307 personel operasional selama gelaran MotoGP 2025.
    “Untuk mendukung kelancaran operasional selama
    event
    MotoGP 2025, Bandara Lombok menyiapkan 307 personel operasional yang terdiri dari unsur Angkasa Pura Indonesia, TNI/Polri, BKK, Imigrasi, serta Bea Cukai,” kata Aidhil dalam keterangan resmi, Selasa (30/9/2025).
    Sebelumnya, logistik MotoGP berisi motor hingga suku cadang juga sudah tiba di Bandara Lombok menjelang perhelatan MotoGP.
    Logistik menggunakan lima pesawat Qatar Airways Cargo Boeing 777 dari Narita menuju Bandara Lombok pada Senin (29/9/2025) dan Selasa (30/9/2025).
    Lima pesawat kargo ini mengangkut kurang lebih 391 ton logistik MotoGP.
    Setelah sampai di Bandara Lombok, logistik MotoGP langsung diangkut menuju Sirkuit Mandalika.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Selalu "Crash" di Mandalika, Marc Marquez: Saya Tidak Stres, Enjoy
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        30 September 2025

    Selalu "Crash" di Mandalika, Marc Marquez: Saya Tidak Stres, Enjoy Nasional 30 September 2025

    Selalu “Crash” di Mandalika, Marc Marquez: Saya Tidak Stres, Enjoy
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com-
    Pembalap MotoGP Marc Marquez, mengaku tidak stres untuk berlaga pada GP Mandalika, akhir pekan nanti, meski ia belum pernah finis karena mengalami
    crash 
    dalam setiap balapan di sirkuit tersebut.
    Pembalap asal Spanyol ini menekankan bahwa ia sudah meraih gelar juara MotoGP 2025 sehingga ia akan menikmati balapan di sirkuit Mandalika.
    “Saya akan sangat enjoy, tidak stres. Target saya telah tercapai,” ujar Marquez seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/9/2025).
    Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan rekam jejak Marquez yang terus jatuh di Mandalika akan menjadi tantangan.
    Lagipula, kata dia, Sirkuit Mandalika memang cukup menantang bagi para pembalap MotoGP.
    “Kadang-kadang kalau MotoGP ini yang dilihat
    action
    -nya, tapi kan kadang-kadang
    action
    itu sesuatu yang kita tidak mau bicara hal yang kurang baik. Kita tahu Marc Marquez sendiri beberapa kali jatuh di sana. Justru ini menjadi tantangan,” kata Erick.
    “Dan saya yakin tadi disampaikan Mandalika, salah satu juga sirkuit yang tadi saya juga ketemu Valentino Rossi, dia bilang Mandalika ini bagus. Tapi cukup
    challenging
    buat para pembalap. Jadi ini memang segmen sendiri buat para pembalap,” ujar dia.
    MotoGP Mandalika 2025 akan segera kembali bergulir di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
    Seri MotoGP Mandalika 2025 merupakan rangkaian balapan ke-18 dari total 22 seri yang diselenggarakan di musim 2025.
    MotoGP 2025 akan berlangsung pada 3-5 Oktober namun disertai kegiatan pendukung yang dimulai sejak 1 Oktober 2025.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Marc Marquez Temui Prabowo Sebelum Balapan di Mandalika – Page 3

    Marc Marquez Temui Prabowo Sebelum Balapan di Mandalika – Page 3

    Sebelumnya, Indonesia akan kembali menggelar salah satu seri MotoGP 2025 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada 3, 4 dan 5 Oktober 2025. Kurang dari seminggu pelaksanaan, persiapan sudah 100 persen.

    InJourney bekerja sama dengan para pemangku kepentingan lainnya, kini terus melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan para pembalap-pembalap dunia tersebut.

    InJourney melalui anak perusahaannya, ITDC yang juga pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika siap untuk memperkuat Mandalika sebagai kawasan sport tourism terkemuka di dunia melalui berbagai event kelas dunia, termasuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025.

    Direktur Utama InJourney Maya Watono dalam jumpa pers di Wisma Kemenpora, memastikan MotoGP Indonesia 2025 sudah siap digelar. Pada pembalap juga sudah mulai berdatangan ke Indonesia. Beberapa diantaranya akan singgah di Jakarta terlebih dahulu.

    “Persiapan MotoGP Indonesia 2025 sudah 100 persen. Para pembalap sudah berdatangan ke Jakarta hari ini. Mereka akan melakukan parade di Mataram pada hari Rabu nanti. Ajang ini bukan cuma ajang olahraga kelas dunia tapi juga sport tourism. Baik untuk national branding membawa nama baik Indonesia,” ujar Maya.

    “Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 bukan sekadar ajang balap dunia, tetapi juga katalis untuk ajang promosi pariwisata dan budaya lokal Lombok ke mata dunia sekaligus jadi momentum untuk memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Kehadiran Marc Mrquez bersama para pembalap MotoGP lainnya akan menjadi daya tarik besar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. InJourney berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman terbaik, baik dari sisi penyelenggaraan, infrastruktur, maupun atmosfer pariwisata di Mandalika,” kata Maya.

     

     

  • Alex Banyak Belajar ‘Ilmu Padi’ dari Marc Marquez

    Alex Banyak Belajar ‘Ilmu Padi’ dari Marc Marquez

    Jakarta

    Alex Marquez mengaku banyak mengambil pelajaran dari sang kakak, Marc Marquez, di MotoGP musim ini. Salah satu pelajaran yang diambil Alex adalah, ilmu kerendahan hati, yang sangat penting dimiliki oleh pebalap yang sedang berada di posisi atas.

    “Tahun ini aku bertarung dengan Marc dan banyak pebalap lain yang juga sangat dekat buat mengalahkannya di banyak kesempatan. Di sprint race MotoGP Silverstone dan balap utama MotoGP Catalunya saya membuktikan bisa finis di depan Marc (dan memenangi balapan). Jadi saya senang dengan hasil itu,” bilang Alex di Jakarta (30/9/2025).

    Saat ini Marc Marquez sudah mengunci gelar juara MotoGP 2025 dan Alex berpeluang mengunci posisi runner-up MotoGP 2025 karena selisih poinnya lumayan jauh dengan pebalap di posisi ketiga (Francesco Bagnaia) dan keempat (Marco Bezzecchi).

    Alex pun mengaku performa impresifnya sejauh ini di MotoGP berkat pembelajaran langsung yang didapat dari sang kakak. Alex mengatakan, Marquez adalah sosok pebalap yang sangat matang di lintasan dan sulit dikalahkan. Jadi jika ingin bisa menang dari Marquez, yang diperlukan adalah sikap rendah hati.

    “Musim ini adalah musim di mana saya belajar banyak di lintasan ketika saya bertarung melawannya. Satu pelajaran besar yang saya terima adalah, ilmu kerendahan hati,” bilang Alex.

    Akhir pekan ini Alex Marquez bersama para pebalap MotoGP lainnya akan bertarung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ini merupakan kali ketiga Sirkuit Mandalika menggelar balapan motor kasta tertinggi tersebut. Dan Alex Marquez belum pernah naik podium di MotoGP Mandalika.

    (lua/rgr)

  • Alex Marquez Terkesan Antusiasme Suporter MotoGP di Indonesia

    Alex Marquez Terkesan Antusiasme Suporter MotoGP di Indonesia

    Jakarta

    Pebalap MotoGP, Alex Marquez, mengaku terkesan dengan sambutan hangat dan antusiasme para penggemar MotoGP di Indonesia. Hal itu dia sampaikan dalam wawancara di Jakarta, Selasa (30/9/2025), menjelang seri MotoGP Mandalika 2025 akhir pekan ini.

    Alex, yang kini membela tim Gresini Ducati, menilai atmosfer balapan di Indonesia selalu berbeda dibanding negara lain. Kehadiran puluhan ribu penonton di Sirkuit Mandalika, Lombok, menurutnya menjadi energi tambahan bagi para pebalap untuk tampil maksimal.

    “Sangat menyenangkan bisa merasakan lagi atmosfer MotoGP di Indonesia yang diciptakan oleh para penggemar di (Sirkuit Mandalika) Lombok. Saya akan mencoba menikmati akhir pekan ini di sana,” tambah adik kandung Marc Marquez tersebut.

    Di samping itu, Alex juga menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia balap MotoGP. Dengan basis penggemar yang begitu banyak, Alex bahkan berharap jumlah seri MotoGP di Tanah Air bisa bertambah di masa mendatang.

    “Saya pikir lebih dari perlu untuk mengadakan setidaknya satu acara (balap MotoGP) di Indonesia, semoga ini bisa menjadi dua atau bahkan tiga di masa depan. Karena saya pikir ini pasar yang sangat besar bagi MotoGP dan bagi para pebalapnya,” sambung Alex.

    MotoGP Mandalika 2025 akan menjadi kali keempat Indonesia menggelar ajang balap motor paling bergengsi di dunia sejak pertama kali digelar pada 2022. Sirkuit ini punya tata letak yang indah karena tepat di samping pantai Kuta Mandalika.

    Sepanjang 2022-2024, Sirkuit Mandalika telah melahirkan tiga juara berbeda. Edisi perdana MotoGP Mandalika dimenangkan oleh Miguel Oliveira, kemudian pada 2023 Pecco Bagnaia juaranya, dan tahun lalu Jorge Martin.

    Tentunya tahun ini menjadi kesempatan bagus bagi Alex Marquez untuk naik podium di balap utama MotoGP Mandalika. Diketahui dari tiga kali penyelenggaraan, Alex belum pernah naik podium di Sirkuit Mandalika. Alex Marquez juga sempat mundur dari MotoGP Mandalika 2023 lantaran cedera.

    (lua/rgr)

  • MotoGP Dorong Keterisian Kamar Hotel di NTB

    MotoGP Dorong Keterisian Kamar Hotel di NTB

    Bisnis.com, JAKARTA — Akhir pekan ini, tepatnya 3—5 Oktober 2025, perhatian penggemar otomotif akan tertuju ke Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Perhelatan MotoGP seri ke-18 akan berlangsung di Pertamina Mandalika Circuit.
     
    Mandalika pertama kali menjadi tuan rumah MotoGP pada 2022. Rencananya, sirkuit tersebut masih akan menggelar event MotoGP secara rutin hingga 2031.
     
    Kepastian Mandalika menjadi tuan rumah MotoGP disampaikan oleh CEO Dorna Sports Carlos Ezpeleta saat menggelar konferensi pers dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir pada Senin (29/9/2025).
     
    “Kedatangan saya di Indonesia kali ini membangkitkan kenangan tersendiri dengan Menpora RI, Erick Thohir, karena kolaborasi kami 4 tahun lalu menjadi awal terselenggaranya MotoGP di Indonesia,” ujar Carlos Ezpeleta dikutip dari keterangan resmi Kemenpora.

    Menurut Carlos, salah satu yang membuat Dorna menggelar event MotoGP di Mandalika karena melihat tingginya antusiasme penggemar adu ‘jet darat’ di Indonesia.

    “Di Asia Tenggara, penggemar MotoGP di Indonesia sangat tinggi. Ini adalah pasar yang besar untuk olahraga. Tahun ini pelaksanaan MotoGP di Indonesia akan menjadi pagelaran yang menakjubkan di akhir pekan di mana tempatnya juga sangat menawan, kami harap kita semua bisa bertemu di Lombok,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Nusa Tenggara Barat (NTB) Yusron Hadi menuturkan pemerintah daerah cukup senang dan bangga dengan adanya event MotoGP di Mandalika, Lombok.

    “Kami harap bisa memberikan efek yang baik bagi tidak saja sektor pariwisata tapi juga sektor penunjang lainnya. Ayo datang saksikan di mana Marc Marquez sebagai juaranya tapi apakah dia mampu menaklukan sirkuit Mandalika tanpa terjatuh?” katanya.

    Konsisten Tumbuh

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi NTB menjadi salah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang mencatat pertumbuhan tingkat penghunian kamar (TPK).

    Sepanjang periode Januari—Juli 2025, TPK di NTB tercatat tumbuh 0,8% dengan tingkat keterisian kamar 37,69%. Provinsi lain yang hunian kamar tumbuh yakni Jakarta yang tumbuh 1,07% dengan hunian 50,96% dan Sumatra Barat yang tercatat tumbuh 0,36% dengan keterisian 41,86% sepanjang Januari—Juli 2025.

    Adapun 35 provinsi lain, mencatat kontraksi pada tingkat hunian hotel dengan penurunan paling tinggi tercatat di Aceh (15,54%), Kalimantan Timur (11,41%), dan Kepulauan Riau (10,33%).

    Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud mengatakan bahwa TPK hotel berbintang pada Juli 2025 mencapai 52,79% atau turun 3,57% secara tahunan.

    “Tetapi naik sebesar 2,81% secara bulanan. Sementara itu, TPK hotel nonbintang pada Juli 2025 mencapai 26,6%, turun 1,42% dibandingkan dengan Juli  2024, tetapi mengalami peningkatan 0,46% dibandingkan dengan Juni 2025. Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada Juli 2025 mencapai 1,62 malam, mengalami peningkatan sebesar 0,01% dibandingkan dengan Juli 2024,” katanya.

    Jika dilihat tingkat hunian kamar khususnya di NTB, berdasarkan data BPS mencatat pertumbuhan yang cukup baik sejak adanya perhelatan MotoGP.

    Sebagai gambaran, hunian kamar di NTB pada rata-rata pada 2021 tercatat 33,51%. Kemudian pada 2022, hunian kamar di NTB rata-rata tercatat 34,25, selanjutnya kenaikan berlanjut pada 2023 sebesar 37,94, dan pada 2024 sebesar 40,39%.

    Periode puncak hunian kamar di wilayah NTB, berdasarkan catatan selama 3 tahun terakhir biasanya terjadi pada kuartal ketiga hingga akhir tahun, periode yang bertepatan dengan perhelatan MotoGP dan libur akhir tahun. (*)

  • Marquez Sampai Takut Gagal Juara Gara-gara Motor Bagnaia Ngebul

    Marquez Sampai Takut Gagal Juara Gara-gara Motor Bagnaia Ngebul

    Jakarta

    Motor Ducati Desmosedici tunggangan Francesco ‘Pecco’ Bagnaia sempat mengeluarkan asap putih di tengah balapan MotoGP Jepang yang digelar di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, Minggu (28/9/2025). Marc Marquez yang berada di belakang Bagnaia sampai dibikin takut.

    Pecco Bagnaia hampir saja gagal menang di MotoGP Jepang 2025 karena masalah teknis. Di tengah balapan, bagian kanan motor Ducati Desmosedici tunggangannya mengeluarkan asap. Namun ia tampak masih fokus di posisi depan dan tetap balap dengan pace-nya.

    Kejadian berasapnya motor Bagnaia tak cuma terjadi satu kali. Beberapa kali motor Pecco mengeluarkan asap teknis. Ini dikhawatirkan terjadi jebol mesin. Pace Bagnaia di beberapa lap terakhir juga melambat. Namun, rider asal Italia itu tetap bisa bertahan di depan dan menjadi pemenang MotoGP Jepang 2025.

    Bagnaia buka suara soal masalah pada motornya. Menurut rekan setim Marc Marquez itu, ia tidak menyadari ada masalah teknis pada motornya.

    “Saya tidak tahu apa yang terjadi, mungkin saja hal yang sama seperti yang dialami (Fabio) Diggia (Di Giannantonio) dua tahun lalu di Valencia,” ujar Bagnaia seperti dikutip Motorsport.

    “Saya tidak merasakan apa-apa, kecuali bahwa dalam tiga atau empat lap terakhir saya merasa (motornya) sedikit kurang bertenaga,” sebutnya.

    Kejadian itu membuat Marquez yang berada di belakang Bagnaia takut jatuh dan gagal merayakan gelar juara dunia di Jepang. Marquez khawatir jika motor Bagnaia jebol dan olinya tumpah ke sirkuit akan mencelakai dirinya atau pebalap lain di belakang. Untungnya, sampai akhir balapan tak ada kecelakaan apa pun akibat motor Bagnaia ngebul.

    “Saya melihat asap dari motor Pecco. Dan saya takut, karena pembalap pertama di belakang Pecco adalah saya. Jadi, kalau ada yang terjatuh, itu adalah saya. Tapi untungnya bagi saya, bagi semua pembalap, dan bagi Pecco, tidak terjadi apa-apa dan kami menyelesaikan hari dengan baik,” sebut Marquez dilansir Crash.

    Marquez akhirnya bisa menyelesaikan balapan dengan suka cita. Bagaimana tidak, ia meraih gelar juara dunia setelah bertahun-tahun puasa gelar karena masa kelamnya. Bertahun-tahun Marquez mengalami masa sulit. Tahun 2020, Marquez mengalami patah lengan yang baru sembuh pada pertengahan 2022. Kemudian dia juga mengalami masalah dengan diplopia yang berulang. Marquez juga berjuang melawan mesin Honda yang kurang kompetitif.

    Ia kemudian hengkang dari Honda untuk bergabung ke Gresini Ducati dan menunjukkan tren positif. Tahun selanjutnya Marquez gabung dengan tim pabrikan Ducati dan langsung meraih gelar juara dunia.

    (rgr/din)

  • Marquez Juara Dunia MotoGP 2025, Begini Reaksi Murid Rossi

    Marquez Juara Dunia MotoGP 2025, Begini Reaksi Murid Rossi

    Jakarta

    Pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez sukses mengunci juara dunia setelah meraih podium kedua di MotoGP Jepang, akhir pekan lalu. Kini, dia menyamai rekor Valentino Rossi dengan sembilan gelar juara. Apa kata murid The Doctor, Francesco Bagnaia, soal kesuksesan tersebut?

    Disitat dari Autosport dan TNTsport, Francesco Bagnaia mengaku kehilangan kata-kata saat hendak menggambarkan perjalanan karier Marc Marquez selama enam musim terakhir. Sebab, sebelum meraih juara dan melakukan ‘remontada’, pebalap 32 tahun itu sempat bolak-balik meja operasi.

    “Tidak banyak kata-kata yang bisa menggambarkan musim Marc Marquez dalam enam tahun terakhir. Dia sudah melalui apa yang tidak seorang pernah mengalaminya, dengan cedera-cederanya dan waktu-waktu yang buruk, dan dia memiliki kekuatan mental yang mengagumkan,” ujar Bagnaia, dikutip Senin (29/9).

    Marc Marquez dan murid Valentino Rossi, Francesco Bagnaia. Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Bagnaia mengucapkan selamat kepada Marquez yang telah menyamai jumlah gelar mentornya. Meski demikian, dia secara terbuka menantang rekan setimnya tersebut untuk bertarung lagi musim depan.

    “Aku akan ingin sekali bertarung dengan dia. Sejauh ini dia sempurna di sepanjang musim kecuali dua atau tiga balapan saja. Dia luar biasa. Aku ingin mengucapkan selamat kepada Marc, keluarga dia, (pasangan dia) Gemma, dan tim dia, yang selalu bersamanya,” ungkapnya.

    “Musim depan, aku akan punya kesempatan untuk melanjutkan pembelajaran ini dan berusaha menyulitkan dia,” kata Bagnaia. “Aku ingin bertarung melawan dia, karena kupikir jika (aku dalam) performa terbaikku, aku bisa bertarung melawan dia. Jadi kami harus mencari cara untuk mendapatkan pertarungan seperti ini.”

    Sebagai catatan, Marc Marquez sukses meraih gelar MotoGP 2025 ketika perlombaan masih tersisa lima seri lagi. Dia musim ini memang tampil dominan dan jarang membuat kesalahan. Marquez terakhir kali menjadi juara dunia pada MotoGP 2019 atau enam tahun lalu.

    (sfn/din)

  • Marquez Juara Dunia MotoGP 2025, Begini Reaksi Murid Rossi

    Terserah Mau Dihitung 7 atau 9 Gelar, Aku Kini Setara Rossi

    Jakarta

    Marc Marquez mengakhiri puasa gelar setelah enam tahun bergulat dengan kesulitan. Kini, Marquez telah mencatatkan namanya ke MotoGP Tower of Champions sebagai juara dunia MotoGP 2025.

    Sempat ada perdebatan soal perhitungan gelar juara dunia, apakah hanya menghitung kelas MotoGP saja atau menghitung torehan juara di semua kelas. Marquez tak ambil pusing soal hitung-hitungan itu. Sampai-sampai, saat perayaan juara dunia kemarin, Marquez menggunakan tagline ‘More Than a Number’.

    Secara catatan, Marquez telah memiliki 9 gelar juara dunia. Tujuh di antaranya diraih di kelas primer MotoGP, satu di kelas Moto2 dan satu lagi di kelas 125 cc.

    “Kejuaraan ini telah menjadi tantangan terbesar dalam hidup saya. Berada di puncak permainan saya, jatuh ke bawah, dan bangkit kembali lebih buruk. Jatuh dari tempat yang begitu tinggi lebih sulit, tetapi itu telah membuat saya lebih kuat dan lebih penuh perhitungan,” kata sang Juara Dunia MotoGP 2025 seperti dikutip Motosan.

    “Terserah mau dihitung saya juara tujuh kali atau sembilan kali, apa yang telah saya lakukan setara dengan Valentino Rossi. Saya juga telah mencapai nama-nama besar seperti Angel Nieto. Semua ini lebih dari yang pernah saya bayangkan,” ucap Marquez.

    “Saya selalu ingin dikenang karena memberikan segalanya. Kegagalan bukanlah tidak mencapai, kegagalan bukanlah mencoba. Saya mencoba, saya mencapai, dan saya diberi imbalan yang begitu manis.”

    Dengan jadi juara dunia MotoGP 2025, gelar Marc Marquez kini sudah setara dengan Valentino Rossi. Marquez pertama kali meraih gelar juara dunia di kelas 125 cc pada tahun 2010. Berikutnya, Marquez juga meraih gelar juara dunia di kelas Moto2 pada 2012.

    Naik ke kelas primer MotoGP, Marquez langsung meraih gelar juara dunia pertamanya di tahun 2013 bersama Honda. Di tahun berikutnya, 2014 juga Marquez kembali meraih gelar. Selanjutnya, dari tahun 2016 sampai dengan 2019 atau 4 tahun berturut-turut Marquez meraih gelar juara dunia. Dan kali ini, Marquez meraih gelar juara dunia ketujuh di kelas primer MotoGP atau kesembilan di semua kelas. Torehan tersebut menempatkan Marquez sejajar dengan Rossi yang sama-sama meraih tujuh gelar di kelas primer atau sembilan gelar di semua kelas.

    Berikut torehan gelar juara dunia Marc Marquez:

    2010: Kelas 125 cc (Red Bull Ajo Motorsport)2012: Kelas Moto2 (Team CatalunyaCaixa Repsol)2013: Kelas MotoGP (Repsol Honda)2014: Kelas MotoGP (Repsol Honda)2016: Kelas MotoGP (Repsol Honda)2017: Kelas MotoGP (Repsol Honda)2018: Kelas MotoGP (Repsol Honda)2019: Kelas MotoGP (Repsol Honda)2025: Kelas MotoGP (Lenovo Ducati).

    Dengan usianya yang masih terbilang muda, bukan tidak mungkin Marquez akan mengalahkan rekor Rossi dalam meraih gelar juara dunia di semua kelas. Apalagi, tahun depan Marquez juga masih membalap di tim Lenovo Ducati yang motornya diprediksi masih kompetitif.

    (rgr/din)