Tag: Marc Marquez

  • Duh! Marc Marquez Crash Lagi di Sirkuit Mandalika

    Duh! Marc Marquez Crash Lagi di Sirkuit Mandalika

    Jakarta

    Kesialan masih menghantui Marc Marquez di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Juara dunia MotoGP 2025 itu jatuh dua kali dalam sesi latihan.

    Para pebalap sudah selesai menjalani sesi practice. Catatan waktu dari sesi ini akan menjadi acuan untuk menentukan siapa yang berhak langsung lolos ke kualifikasi Q2, serta siapa yang harus lebih dulu melalui Q1 pada hari berikutnya.

    Marc Marquez terjatuh pada sesi practice, Jumat (3/10/2025). The Baby Aliens terjatuh pada tikungan 10, ban motor depannya kehilangan grip. Walhasil Marquez dan Desmosedici GP25 terseret keluar dari aspal. Marquez kembali bangkit untuk melanjutkan sesi practice.

    Turn 10 catches out @marcmarquez93 but he’s up and running again 👀#IndonesianGP 🇮🇩 pic.twitter.com/kbTLqpmT8u

    — MotoGP™🏁 (@MotoGP) October 3, 2025

    Tak berselang lama, Marquez kembali terjatuh pada tikungan lima. Kali ini dia tidak lanjut balapan dan masuk ke paddock. Seragam balapnya tidak lagi mulus.

    Second crash of the day and it’s a bigger one for @marcmarquez93 who is in P20 🤯#IndonesianGP 🇮🇩 pic.twitter.com/3jSpwvQmFk

    — MotoGP™🏁 (@MotoGP) October 3, 2025

    Hasil ini menjadi rentetan kesialan baginya. Marc Marquez belum pernah menang, podium, ataupun pole di Sirkuit Mandalika.

    Dalam sesi practice ini, Marco Bezzecchi menjadi pebalap tercepat dengan torehan waktu 1 menit 29,240 detik. Fermin Aldeguer menempati urutan kedua dengan selisih 0,408 detik, dan Pedro Acosta melengkapi urutan tiga.

    Marc Marquez harus menemukan setelan lebih baik lagi. Sebab catatan waktu terbaiknya tertinggal 0,813 detik dari Bezzecchi. Namun sayangnya, performanya tak membaik. Dia malah tercecer di luar 10 besar. Hal itu membuat The Baby Aliens tidak langsung lolos ke Q2, pertama kali di musim 2025.

    Marquez juga terjatuh dua kali dalam sesi practice kali ini. Hal ini menambah daftar rentetan kesialan yang dialami Marc Marquez di Sirkuit Mandalika, yang belum pernah pole, podium dan finis sama sekali.

    Marc Marquez sebelumnya optimistis bisa lebih baik tampil di balapan MotoGP Mandalika.

    “Saya harus optimistis, karena saya belum pernah finis di Indonesia, Mandalika,” singkat Marquez di Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025).

    (riar/dry)

  • Free Practice 1 MotoGP Mandalika 2025: Luca Marini Tercepat

    Free Practice 1 MotoGP Mandalika 2025: Luca Marini Tercepat

    Jakarta

    Luca Marini menjadi pebalap tercepat dalam sesi free practice (FP) pertama di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (3/10/2025). Ini awal yang bagus bagi pebalap Honda tersebut.

    Rangkaian MotoGP Mandalika sudah dimulai. Para pebalap memanaskan aspal sedari pukul 09.45 hingga 10.30 WIB. Rider dan tim mencari setelan awal motor yang tepat lewat agenda FP 1.

    Luca Marini menjadi pebalap yang tercepat. Adik tiri Valentino Rossi itu mencatatkan putaran waktu terbaik 1 menit 30,809 detik. Marini menggunakan ban medium depan dan belakang.

    Pedro Acosta menempati posisi dua. Rider KTM itu memasang ban dengan komposisi yang sama dengan Luca Marini dengan selisih waktu 0,136 detik.

    Marco Bezzecchi melengkapi tiga besar. Dia mencatatkan waktu terbaik 0,237 detik lebih lama dari Marini.

    Alex Rins, rider Monstar Yamaha itu berada di posisi empat. Sementara itu, juara dunia 2025, Marc Marquez berada di tempat kelima.

    Melihat data waktu tercepat pada 2024, pole position dipegang oleh Jorge Martin dengan torehan 1 menit 29,088 detik.

    Ini baru permulaan rangkaian MotoGP Mandalika 2025. Pada siang hari nanti, para pebalap akan menjalani sesi latihan resmi. Catatan waktu dari sesi ini akan menjadi acuan untuk menentukan siapa yang berhak langsung lolos ke kualifikasi Q2, serta siapa yang harus lebih dulu melalui Q1 pada hari berikutnya.

    Hasil FP1 MotoGP Mandalika 2025:

    1. Luca Marini: 1 menit 30,809 detik
    2. Pedro Acosta: +0,136 detik
    3. Marco Bezzecchi: +0,237 detik
    4. Alex Rins: +0,426 detik
    5. Marc Marquez: +0,462 detik
    6. Jack Miller: +0,499 detik
    7. Fabio Quartararo: +0,533 detik
    8. Fabio Di Giannantonio: +0,607 detik
    9. Joan Mir: +0,643 detik
    10. Alex Marquez: +0,678 detik
    11. Raul Fernandez: +0,718 detik
    12. Franco Morbidelli: +0,809 detik
    13. Johann Zarco: +0,811 detik
    14. Brad Binder: +0,897 detik
    15. Maverick Vinales: +0,931 detik
    16. Fermin Aldeguer: +1,001 detik
    17. Francesco Bagnaia: +1,091 detik
    18. Enea Bastianini: +1,304 detik
    19. Miguel Oliveira: +1,416 detik
    20. Somkiat Chantra: +1,422 detik

    (riar/din)

  • Reaksi Marquez Usai Tak Dianggap Rival Terberat Rossi

    Reaksi Marquez Usai Tak Dianggap Rival Terberat Rossi

    Jakarta

    Pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez, buka suara usai tak dianggap Valentino Rossi sebagai rival terberatnya di MotoGP. Menurut dia, The Doctor memang tak pernah head to head dengannya untuk memperebutkan gelar juara.

    Jika kita melihat data sejak 2013 hingga 2021, Marquez hampir selalu mengalahkan Rossi di klasemen akhir. Bahkan, sepanjang periode tersebut, Marquez memenangkan enam juara dunia, sementara Rossi sama sekali tak meraih gelar.

    Itulah mengapa, Marquez tak masalah seandainya tak masuk rival terberat Rossi. Sebab, dia dan mantan pebalap asal Italia itu tak pernah benar-benar bersaing memperebutkan gelar juara.

    “Ya, karena kami tidak pernah bertarung untuk meraih juara dunia,” ujar Marquez, dikutip dari Crash, Jumat (3/10).

    “Tidak, tidak, tidak, bukan seperti itu (merasa lebih hebat dari Rossi). Hanya saja ketika saya tiba, lawan terbesar saya, misalnya, suatu tahun adalah Lorenzo. Lalu beralih ke Dovizioso,” tambahnya.

    Valentino Rossi. Foto: GORINI_LUCA

    Diketahui, ketika berkunjung ke Jakarta, Rossi ditanya soal siapa rival terberatnya selama berkarier di MotoGP. Menariknya, dari empat nama yang disebut, tak ada nama Marc Marquez.

    “Saya punya banyak rival berat selama karir, dan saya pikir itu antara Stoner, Lorenzo, Biaggi, Pedrosa, ini sulit dikatakan untuk yang terbesar,” kata Rossi di sela-sela konferensi pers peluncuran livery khusus VR46 Racing Team di Cinepolis Senayan Park, Jakarta, Rabu (30/9).

    “Mungkin Lorenzo karena kami berada di tim yang sama dan menjadi rekan setim untuk waktu yang lama. Kami bukan cuma rival, ya seperti hubungan percintaan,” lanjutnya.

    Menurut Rossi, hubungannya dengan Lorenzo rumit seperti hubungan percintaan. Keduanya menjadi rekan setim untuk tujuh musim di periode terpisah. Pertama pada tahun 2007-2010. Rossi selanjutnya sempat hengkang ke Ducati.

    Kemudian setelah dua tahun Rossi membela Si Merah, keduanya kembali bersatu pada tahun 2013 saat juara dunia sembilan kali itu memutuskan kembali ke Yamaha. Rossi dan Lorenzo juga sempat bertarung sengit memperebutkan gelar sebagai rekan setim pada tahun 2016.

    “Kami nggak sekadar rival, ya seperti kisah percintaan,” kata Rossi.

    (sfn/sfn)

  • Keluhan Fans Ikut Acara Meet and Greet Pebalap Ducati di Jakarta: Udah Bayar, tapi…

    Keluhan Fans Ikut Acara Meet and Greet Pebalap Ducati di Jakarta: Udah Bayar, tapi…

    Jakarta

    Seorang penggemar Marc Marquez pulang dengan rasa kecewa usai mengikuti acara meet and greet yang digelar di Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta Pusat pada Selasa (30/9/2025).

    Demikian pengakuan salah satu penggemar Marquez dari Sukabumi. Wanita ini rela merogoh kocek Rp 500 ribu untuk mengikuti meet and greet.

    “Saya ke sana jauh jauh dari Sukabumi, kebagian tiket yang early bird Rp 500 ribu, berhasil ketemunya cuman selewat doang pas dia turun lift dari lantai 11 mau naik lagi ke lantai 99,” kata dia penuh kecewa kepada detikOto.

    Dia merasa tidak sebanding antara harga tiket dengan pengalaman yang didapat. “Kecewa banget parah sampe sakit demam dan batuk gegara ujan ujanan di-venue-nya,” lanjut dia.

    Berdasarkan amatan detikOto, antrean para penggemar Marquez sudah terjadi sejak pukul 15.00 WIB.

    Lokasi acara meet and greet berada di lantai 11 dan area outdoor lantai 99. Antrean terjadi saat menukarkan e-ticket menjadi gelang pada lantai dua. Setelahnya penggemar harus antre untuk naik ke atas.

    Acara sempat ditunda lantaran hujan mengguyur arena outdoor di lantai 99. Sejatinya acara meet and greet dimulai pukul 17.00 WIB. Namun antrean masih menumpuk untuk naik ke atas.

    Hujan deras masih mengguyur pukul 18.00 WIB. Di sisi lain, Marc Marquez dan Fermin Aldeguer sudah tiba di lantai 99. Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan.

    Dalam pantauan detikOto, penggemar menunggu di luar ruangan tersebut. Mereka rela hujan-hujanan untuk bisa melihat kedua pebalap tersebut.

    Di sini terpantau tidak adanya alur yang jelas terkait informasi di mana para penggemar bisa ikut masuk ke dalam.

    Awak media yang mendapat gelang warna biru juga tidak diizinkan masuk. Mereka diusir oleh penjaga untuk keluar dari ruangan.

    “Hanya boleh gelang warna hitam,” tegas penjaga.

    Sejurus kemudian penjaga di lantai 99 menyatakan kalau meet and greet akan dilakukan di lantai 11. Setelah para pebalap sedang melakukan agenda di dalam ruangan bersama tamu yang menggunakan gelar berwarna hitam.

    Ruangan di lantai 99, hanya boleh pengunjung dengan gelang warna hitam Foto: Dok. Ridwan Arifin

    R berharap, semestinya bisa mendapatkan pengalaman lebih dekat dengan pebalap idolanya. Apalagi mereka juga mengeluarkan biaya untuk bisa mendapatkan kesempatan tersebut.

    “Ya kayak meet and greet yang lain aja, kalau mau mengutamakan VVIP ya mereka bisa simpen dipaling depan, kita disimpen dibelakang aja sesuai harga tiket gapapa kok,” harap dia.

    “Ada kok meet and greet idol kpop harga 750rb tapi semua yang ikut dari yang paling mahal sampe yang paling murah pun dapet hi touch,” tambah dia.

    Apa yang dialami fans asal Sukabumi ini mungkin sedikit lebih beruntung dari penggemar lain. Kekecewaan penggemar ini ramai terungkap di media sosial. Mereka sabar menunggu, meski pada akhirnya tidak bisa bertemu dengan Marc Marquez. Hal ini tercermin dari komentar instagram @ducati_corse.

    Salah satu pengguna bilang tidak ada instruksi pindah ke lantai 11. Sementara dia masih berada di lantai atas.

    “Kami tahu ini bukan salah Marc, tapi kami hanya ingin membuat kalian semua tahu karena Marc selalu menghargai para fans. Fans yang berada di luar saat meet and greet di Jakarta itu membeli tiket, bukan datang secara gratis. Jadi tolong diingat bahwa fans Indonesia itu baik, kami dengan sabar menunggu Marc datang sejak pukul 15:30 dan banyak dari kami bahkan tidak bisa bertemu Marc. Kami bahkan tidak mendapat informasi ke mana harus pergi ketika tiba-tiba meet and greet dipindahkan ke lantai 11 dan gedung yang berbeda. Kami tidak mendapatkan instruksi resmi untuk pindah ke lantai 11 ketika tiba-tiba acara dimulai di sana, sementara banyak dari kami masih di lantai 99. Itu sangat kacau dan buruk, banyak dari kami juga datang dari luar kota. Kami mencintaimu Marc, meskipun @ducati_id mengecewakan kami,” tulis @enter.urtext.

    “Acara terburuk, sangat menyedihkan. Kami sudah membayar, tapi tidak bisa bertemu,” komen lainnya.

    Ducati Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekacauan yang terjadi pada meet and greet.

    “Atas nama Ducati Indonesia, dari lubuk hati yang paling dalam, kami mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi selama acara Meet & Greet kemarin,” tulis Ducati Indonesia dalam email permintaan maaf.

    “Kami menyadari terdapat banyak kekurangan, khususnya terkait perpindahan tamu dari area registrasi sampai ke area event, komunikasi yang tidak berjalan dengan baik & seharusnya bagi tamu yang sedang mengantri, serta beberapa aspek pelaksanaan yang belum berjalan sesuai harapan yang disebabkan oleh hujan deras.”

    “Meski sudah berusaha sebaik mungkin, ada hal-hal di luar kuasa kami yang menyebabkan ketidaknyamanan ini. Kami berkomitmen untuk belajar dari pengalaman ini sehingga tidak terulang lagi di masa depan,” tambahnya lagi.

    (riar/din)

  • Marquez Belum Ingin Pensiun, Maunya Tambah Gelar Juara Lagi

    Marquez Belum Ingin Pensiun, Maunya Tambah Gelar Juara Lagi

    Jakarta

    Marc Marquez semakin menua, namun belum akan mengakhiri kariernya bersama Ducati. The Baby Aliens ingin menambahkan gelar juara dunia lebih dulu.

    “No, belum siap (pensiun),” kata Marquez di Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025).

    Marquez merasa kembali ke puncak performa saat berseragam tim pabrikan Ducati.

    Marquez tahu rasanya sukses dengan ‘berdarah-darah’. Marc pernah langganan crash sampai harus operasi tangan kanan sebanyak empat kali, patah tulang lain, dan gangguan penglihatan yang sempat mengancam masa depannya di MotoGP.

    Namun, ia berhasil bangkit dari masa-masa keterpurukan yang amat sulit tersebut. Kini, semua kerja keras dan penderitaan itu terbayar lunas dengan meraih gelar juara dunia.

    “Maksud saya, sekarang saya sangat menikmati, saya benar-benar menikmati 5 balapan terakhir, sama sekali tidak ada tekanan,” ujar Marquez.

    Marquez menegaskan cuma mau menikmati balapan. Di musim 2025 yang masih berlangsung, ia menunjukkan dominasi dengan meraih 11 kemenangan balapan utama dan 14 kemenangan Sprint Race hingga seri Jepang. Total poinnya musim 2025 sudah mencapai 541 poin.

    “Saya sangat banyak tekanan dalam lima tahun terakhir. Saya cuma ingin menikmati (balapan), mari kita lihat apa yang bisa dilakukan,” kata dia.

    “Tahun depan 2026 akan bertarung lagi perebutan gelar juara dunia,” tambahnya lagi.

    Secara keseluruhan, Marquez sudah punya sembilan gelar juara dunia di berbagai kelas.

    Rider Ducati itu telah mengoleksi tujuh titel di kelas utama, menyamai perolehan pebalap legendaris Valentino Rossi. Marquez kini hanya kalah dari Giacomo Agostini (8) dalam hal jumlah gelar di kelas primer.

    (riar/dry)

  • Pebalap Gunung Kidul Lagi Dipantau Mantan Tim MotoGP Marc Marquez

    Pebalap Gunung Kidul Lagi Dipantau Mantan Tim MotoGP Marc Marquez

    Jakarta

    Tim MotoGP yang pernah dibela Marc Marquez, Ducati Gresini Racing, mengaku sedang memantau pebalap kelahiran Wonosari, Gunung Kidul, yakni Veda Ega Pratama. Menurut mereka, rider muda tersebut sangat kuat dan potensinal.

    Veda Pratama turun di Red Bull MotoGP Rookies Cup tahun ini. Dia tampil bagus dengan finis kedua di klasemen akhir dan mengoleksi 181 poin.

    Dalam 14 balapan pada tujuh seri, Veda Pratama mampu menang tiga kali. Pebalap berusia 16 tahun itu juga mampu mendapat sekali podium ketiga dan dua kali podium kedua.

    Gresini Racing dalam acara meet and great di Jakarta. Foto: dok.detikcom/Lucas Aditya

    Kondisi itu yang akhirnya membuat Direktur Komersial dan Pemasaran Gresini Racing, Carlo Merlini terpikat. Bukan mustahil, di kemudian hari, mereka merekrut pebalap kebanggaan Indonesia tersebut.

    “Dalam kejuaraan ini Anda melakukan pekerjaan di region ini untuk memandu dan mengembangkan rider Asia. Di Asian Talent Cup, Anda tahu ada banyak balapan, sponsor mungkin penting untuk rider Asia,” kata Carlo di Jakarta, dikutip dari detikSport, Kamis (2/10).

    “Saya sedang mengamati para rider, ada rider Indonesia yang sangat kuat. Dia membalap di Red Bull Rookie Cup, dia Veda Pratama. Ya, olahraga kita memang membutuhkan rider Asia,” kata dia menambahkan.

    Sebagai catatan, Gresini Racing saat ini dibela dua pebalap gacoan asal Spanyol, yakni Alex Marquez dan Fermin Aldeguer. Musim lalu, sebelum hijrah ke tim pabrikan Ducati, Marc Marquez sempat semusim membela tim bernuansa abu-abu tersebut.

    Sebagai tim satelit, Gresini Racing sangat kental nuansa Indonesia. Karuan saja, tim tersebut dipenuhi sponsor dari dalam negeri.

    (sfn/din)

  • Dapat Posisi Runner Up Sudah Seperti Juara

    Dapat Posisi Runner Up Sudah Seperti Juara

    Jakarta

    Direktur Komersial dan Pemasaran Gresini Racing, Carlo Merlini, sudah merasa cukup puas jika musim ini pebalapnya menjadi runner-up MotoGP 2025. Soalnya, Marc Marquez yang baru saja mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025 terlalu sempurna dan sulit dikalahkan pebalap manapun.

    “Saat ini kami berada di posisi kedua dalam klasemen pebalap dan tim, tepat di belakang Marc. Kami bisa bilang bahwa kami sudah mendapatkan emas (gelar juara). Jadi, ini sudah seperti gelar juara tahun ini. Ya, karena Marc adalah Marc, dan siapa pun yang berada di posisi kedua sudah merupakan pencapaian besar,” ungkap Carlo dalam acara Meet & Greet dengan Alex Marquez bersama Aspira di Jakarta (30/9/2025).

    Direktur Komersial dan Pemasaran Gresini Racing, Carlo Merlini (kanan) Foto: Luthfi Anshori/detikOto

    Saat ini pebalap Gresini Racing Alex Marquez yang notabene adik kandung Marc Marquez, sedang nyaman di posisi kedua dengan torehan sementara 340 poin. Alex berselisih 66 poin dari Francesco Bagnaia di posisi ketiga yang mengemas 274 poin. Dengan lima seri tersisa, Alex berpeluang mempertahankan posisi runner-up jika bisa selalu finis di rombongan depan.

    Carlo menambahkan, jika timnya bisa mengakhiri musim di tiga besar, itu sudah hasil terbaik yang didapatkan. Soalnya, MotoGP adalah ajang balapan yang sangat kompetitif.

    “Jadi, apakah kami finis pertama, kedua, ketiga, itu tidak terlalu penting. Selama Anda berdiri di posisi teratas kelas MotoGP, yang seperti yang Anda tahu, merupakan arena yang sangat kompetitif, itu sudah merupakan pencapaian yang baik bagi tim, bagi para pebalap, dan bagi para sponsor kami. Dan sekali lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Aspira karena telah berbagi tantangan dengan tim Gresini,” ungkap Carlo.

    (lua/dry)

  • Musim Depan Pakai Ducati Spek Pabrikan, Alex Marquez Targetkan Juara Dunia?

    Musim Depan Pakai Ducati Spek Pabrikan, Alex Marquez Targetkan Juara Dunia?

    Jakarta

    Pebalap Gresini Racing Alex Marquez bakal semakin kuat musim depan. Soalnya rider asal Spanyol itu diberi motor Ducati Desmosedici spek pabrikan. Apakah target Alex di musim depan bakal meningkat menjadi juara dunia?

    Direktur Komersial dan Pemasaran Gresini Racing Carlo Merlini tak mau muluk-muluk menargetkan gelar juara dunia. Bagi tim satelit Ducati asal Italia itu, finis di tiga besar sudah cukup bagus, mengingat musim depan kemungkinan Marc Marquez kembali dijagokan meraih gelar juara dunia.

    “Dengan (masih adanya) Marc tahun depan, dan di tim kami ada Alex juga Fermin, kami berusaha keras untuk tetap meraih posisi yang sama (seperti tahun ini). Barangkali kami akan menantang Marc beberapa kali lagi dalam memenangkan balapan, atau Pecco, atau siapapun yang akan menjadi pesaing di tahun 2026. Jadi target keseluruhan selalu untuk berada di puncak,” ungkap Carlo dalam acara Meet & Greet dengan Alex Marquez bersama Aspira di Jakarta (30/9/2025).

    Bagi Carlo, tim Gresini Racing menuntaskan balapan di posisi pertama, kedua, atau ketiga, itu tidak terlalu penting. Yang terpenting, Gresini Racing bisa tetap kompetitif di papan atas.

    “Selama Anda berada di posisi teratas kelas MotoGP, yang seperti yang Anda tahu, merupakan arena yang sangat kompetitif, itu sudah merupakan pencapaian yang baik bagi tim, bagi para pebalap, dan juga bagi sponsor kami,” sambung Carlo.

    Sebagai informasi, saat ini Gresini Racing dan Alex Marquez berada di posisi kedua klasemen pebalap dan tim. Jika sampai akhir musim posisi itu tidak berubah, maka Gresini akan mengunci posisi runner-up, sekaligus menjadi tim satelit terbaik Ducati.

    (lua/dry)

  • Makan Siang Bareng Rossi, Erick Thohir: Dia Senang di Indonesia

    Makan Siang Bareng Rossi, Erick Thohir: Dia Senang di Indonesia

    Jakarta

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir telah bertemu mantan pebalap MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, di Jakarta. Bahkan, mereka dikabarkan makan siang bersama.

    Kepastian tersebut diumumkan Erick Thohir melalui akun Instagram resminya. Keduanya sempat berfoto bersama dan saling berjabatan tangan.

    “Makan siang dengan Valentino Rossi, juara dunia MotoGP 7 kali yang hadir di Indonesia jelang MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit,” demikian tulis Erick Thohir, dikutip Rabu (1/10).

    Valentino Rossi. Foto: GORINI_LUCA

    Erick mengklaim, Rossi sangat bahagia bisa kembali ke Indonesia. Menurutnya, mantan pebalap berjuluk The Doctor itu mengakui potensi besar yang dimiliki rider-rider muda di dalam negeri.

    “Rossi mengaku sangat senang bisa kembali ke Indonesia dan menyapa para pencinta otomotif nasional. Rossi juga melihat potensi pebalap muda Indonesia untuk bisa berprestasi di masa depan,” ungkapnya.

    Sebagai catatan, Valentino Rossi tiba di Jakarta, Senin malam (29/9). Ketika mendarat di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Tangerang, dia langsung disambut para penggemarnya yang sudah menunggu di lokasi.

    Di Jakarta, Rossi menghadiri peluncuran livery khusus untuk motor Pertamina Enduro VR46 Racing Team yang bakal turun di MotoGP Mandalika 2025, akhir pekan ini. Pada kesempatan itu, mantan rider berumur 46 tahun tersebut mendampingi dua pebalapnya, Fabio Diggia dan Franco Morbidelli.

    Presiden Prabowo bertemu Marc Marquez (Foto: Rusman – Biro Pers Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Prabowo bertemu Marc Marquez (Foto: Rusman – Biro Pers Sekretariat Presiden)

    Sementara di kesempatan lain, Erick Thohir juga menyambut kedatangan bintang MotoGP lainnya, yakni Marc Marquez. Mantan Menteri BUMN itu mendampingi The Baby Alien untuk bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka.

    “Mendampingi Juara MotoGP 2025, Marc Marquez bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto menjelang MotoGP 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit pada 3-5 Oktober,” tulis Erick.

    “Dalam pertemuan ini Bapak Presiden menyampaikan MotoGP Mandalika memiliki peran penting untuk mengembangkan sport tourism di Indonesia. Selain itu, Bapak Presiden juga berpesan agar event MotoGP di Mandalika juga harus menjadi penyemangat dan memacu atlet Indonesia untuk bisa tampil di kelas tertinggi balap motor internasional,” kata dia menambahkan.

    (sfn/dry)

  • Reaksi Marquez Usai Tak Dianggap Rival Terberat Rossi

    Marquez Akui Rossi Masih Jadi Panutan

    Jakarta

    Marc Marquez masih menyebut Valentino Rossi sebagai pebalap yang dikagumi. Meski hubungannya dengan Rossi penuh drama dan rivalitas.

    Hal ini diutarakan Marc Marquez saat meet and greet di Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025). Marquez menjawab dua nama saat disinggung siapa pebalap panutannya di MotoGP.

    “Tentu, Valentino (Rossi) adalah salah satunya, tapi Dani Pedrosa merupakan referensi utama,” ceplos Marquez.

    Sejak kecil, pebalap asal Spanyol ini memang mengidolakan Valentino Rossi. Perjumpaan pertama Marc Marquez dengan Rossi akan selalu diingat, kala itu Marc baru saja debut di GP 125 pada tahun 2008. Sementara Dani Pedrosa, sudah akrab dengan Marc Marquez sedari anak-anak.

    Persahabatan Marquez dengan Pedrosa tetap terjaga dari waktu ke waktu, tapi tidak dengan Valentino Rossi. The Doctor adalah idola masa kecilnya, tetapi insiden yang terjadi pada 2015 atau sering disebut ‘Sepang Clash’ selalu menjadi hal yang sulit dilupakan.

    Marquez melanjutkan, pebalap datang silih berganti. Dia yang pernah muda, penuh semangat, sangat lumrah mengidolakan pebalap-pebalap senior yang sudah mapan.

    Sekarang Marquez menjadi pebalap yang sudah berumur di MotoGP. Situasinya berbalik. Ia kini berada di posisi “idola” atau senior, sementara generasi baru pebalap muda yang penuh energi mulai berdatangan dan menjadi pesaingnya.

    “Tapi sekarang (situasinya) terbalik, saat saya baru tiba di MotoGP sebagai pebalap muda hanya melihat idola, sekarang (pebalap) semakin tua, dan pebalap muda datang dengan energi baru yang kuat,” tambah Marquez.

    Marquez merupakan pebalap sukses di MotoGP. Dia sudah mengoleksi 9 gelar juara dunia. Tujuh di antaranya diraih di kelas primer MotoGP, satu di kelas Moto2 dan satu lagi di kelas 125 cc. Marc Marquez sudah setara dengan Valentino Rossi.

    (riar/dry)