Tag: Marc Marquez

  • Hore! Marquez Pulih dari Cedera

    Hore! Marquez Pulih dari Cedera

    Jakarta

    Kabar baik datang dari juara bertahan MotoGP, Marc Marquez. Pebalap Ducati Lenovo tersebut akhirnya kembali menjejakkan roda di lintasan aspal setelah menepi cukup lama akibat cedera bahu yang dialaminya pada MotoGP Indonesia 2025, Oktober lalu. Marquez melakukan latihan kecil-kecilan bersama test rider Ducati, Michele Pirro.

    Sebagai informasi, pebalap asal Spanyol tersebut sempat harus menjalani operasi usai terjatuh dalam insiden dengan Marco Bezzecchi di Sirkuit Mandalika Lombok. Sejak saat itu, Marquez mengikuti program pemulihan yang ketat dan terencana, dimulai aktivitas balap sepeda gunung, kemudian motor trail, motocross, hingga kini kembali ke trek.

    “Kembali mengendarai motor dan merasakan kembali sensasinya ❤️,” kata Marquez melalui akun media sosialnya, menandai momen comeback yang lama dinantikan oleh para penggemarnya.

    Juara dunia sembilan kali tersebut terlihat menunggangi Ducati Panigale V2 di Sirkuit Aspar, Valencia. Marquez menjajal motor sport tersebut dalam kondisi lintasan yang cukup dingin. Di hari yang sama, sesi latihan juga diwarnai kabar kurang baik dengan cedera yang dialami Fermin Aldeguer.

    Dalam kesempatan itu, pebalap uji Ducati, Michele Pirro, turut hadir dan berfoto bersama Marquez serta mantan juara dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo. Lorenzo diketahui kini bekerja sama dengan Maverick Vinales dan juga berlatih di fasilitas milik Aspar.

    Aksi di lintasan diperkirakan berlanjut pada Jumat, dengan adik Marc sekaligus runner-up MotoGP musim lalu, Alex Marquez, dijadwalkan ikut ambil bagian. Sementara itu, tim Gresini Racing belum mengumumkan estimasi pemulihan Aldeguer.

    MotoGP seri pembuka musim di Sepang, Malaysia, yang akan digelar pada 3-5 Februari, berpotensi menjadi penampilan perdana Marquez sejak kecelakaan di Mandalika pada 5 Oktober lalu.

    (lua/riar)

  • Tumpul di MotoGP 2025, Ternyata Bagnaia Kehilangan Kemampuan Ini

    Tumpul di MotoGP 2025, Ternyata Bagnaia Kehilangan Kemampuan Ini

    Jakarta

    Francesco Bagnaia terpuruk di MotoGP 2025. Alih-alih bertarung dengan Marc Marquez untuk memperebutkan gelar juara dunia, pebalap berjuluk Pecco itu justru kesulitan sepanjang musim dan hanya bisa finis kelima di klasemen akhir MotoGP 2025. Faktor terpuruknya Bagnaia di 2025 ternyata karena dia kehilangan kemampuan ini.

    “Pengereman (di lintasan) lurus hampir sama (seperti musim 2024). Tapi perbedaan terbesar adalah, saat memasuki tikungan, (sebelumnya) saya punya kesempatan buat menghentikan motor dengan sudut kemiringan. Dan itulah yang saya rindukan sepanjang musim (kemarin),” ungkap Bagnaia dikutip dari Crash.

    Francesco Bagnaia Foto: Getty Images/Gold & Goose Photography

    Keterbatasan saat memasuki tikungan menjadi sangat merugikan dalam situasi balapan. Sebab pebalap Italia itu bakal kehilangan banyak waktu dan mudah disalip pebalap lain.

    Bagnaia menyoroti, bahwa dengan pengereman di lintasan lurus yang dilakukan di belakang pebalap lain, kemampuan untuk menghentikan motor saat memasuki tikungan menjadi semakin penting.

    “Saat Anda mengikuti pebalap lain, aliran udara di belakang pebalap tersebut tidak membantu Anda menghentikan motor. Dan (kemudian) jika Anda tidak mampu berhenti dengan sudut kemiringan yang tepat, Anda akan celaka, jadi itulah masalah saya,” kata Bagnaia lagi.

    “Tahun (2024) lalu saya bisa mengerem dengan sudut kemiringan yang lebih besar. Saya bisa mengendalikan selip dengan baik dan mampu mengerahkan banyak tenaga di bagian akhir untuk mengurangi kecepatan. Semua hal yang biasanya saya lakukan itu tidak bisa dilakukan musim (2025) ini,” timpal anak didik Valentino Rossi itu.

    Bagnaia yang memenangkan dua balapan sprint serta dua balapan grand prix 2025 harus merosot ke posisi kelima klasemen MotoGP 2025 karena delapan kali gagal meraih poin dalam sepuluh balapan terakhir.

    (lua/lth)

  • Fans Marc Marquez Harus Dengar Hal Ini Nih…

    Fans Marc Marquez Harus Dengar Hal Ini Nih…

    Jakarta

    Pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez, meminta seluruh penggemarnya tak membenci atau menyimpan dendam ke musuh terberatnya di MotoGP, Valentino Rossi. Sebab, menurut dia, rivalitas merupakan hal biasa dan tak perlu dibawa emosi.

    Dalam suatu talkshow, pembawa acara meminta izin ke Marquez untuk bertanya sesuatu terkait rivalitasnya dengan Rossi. Ketika itu, The Baby Alien mengiyakan dan menganggap pertanyaan tersebut bukan perkara sensitif.

    “Tanyakan saja apa yang kamu mau. Itu (pertanyaan soal Rossi) merupakan sesuatu yang normal,” demikian respons Marc Marquez, dikutip dari Motosan, Jumat (9/1) kemarin.

    Rossi diduga tendang Marquez di MotoGP Malaysia 2015. Foto: Motogp.com

    Pembawa acara itu lantas bertanya mengenai rivalitas mereka yang mengakar ke para penggemar di era modern. Marquez kemudian menjawab: rivalitas seharusnya tak menurun ke para penggemar, dia meminta seluruh fansnya di dunia agar tak menyimpan dendam pribadi ke The Doctor

    “Saya rasa hidup dengan rasa dendam itu sangat sulit. Saya tidak ingin penggemar saya menyimpan dendam (ke Rossi). Saya ingin mereka menyimpan energi mereka untuk memberikan tepuk tangan kepada saya dan bukan untuk hal lain,” tuturnya.

    Marquez sekali lagi mengingatkan, gesekan di lintasan merupakan insiden biasa. Dia juga sering menjadi korban ‘kegilaan’ pebalap lain. Itulah mengapa, kata dia, penting untuk saling memahami dan memaafkan.

    “Ketika saya cedera, pebalap lain menabrak saya, tetapi itu kecelakaan karena kami sedang memacu diri hingga batas kemampuan kami, tetapi terkadang orang lain tidak mengerti itu,” kata dia.

    Sebagai catatan, retaknya hubungan Marquez dan Rossi bermula di musim 2015. Ketika itu, keduanya beberapa kali terlibat gesekan. Situasinya memburuk saat MotoGP Sepang 11 tahun lalu. Rossi diduga sengaja mengayunkan kaki ke arah motor Marquez.

    (sfn/lth)

  • Jadwal Peluncuran Tim MotoGP 2026, Ada yang di Jakarta

    Jadwal Peluncuran Tim MotoGP 2026, Ada yang di Jakarta

    Jakarta

    Sejumlah tim MotoGP mulai merilis kalender peluncuran. Salah satu tim pabrikan menjadikan Jakarta sebagai lokasi acara utama.

    Dengan tes pramusim yang makin dekat, acara peluncuran ini memberikan penggemar kesempatan pertama untuk melihat livery, motor, dan pebalap baru yang siap menghadapi pertarungan di MotoGP.

    Jadwal Peluncuran Tim MotoGP

    Berikut ini jadwal peluncuran tim terbaru:

    13 Januari

    Prima Pramac Yamaha MotoGP menjadi tim pertama. Mereka dijadwalkan rilis pada pukul 00.00 WIB di Siena Italia. Dua pebalap; Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu menjadi ujung tombak dari tim ini.

    14 Januari

    Tim Pertamina Enduro VR46 bakal rilis di Roma, Italia pukul 18.00 WIB. Dua pebalap yang dipastikan membela timi ini ialah Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli.

    15 Januari

    Tim ketiga yang melakukan rilis di awal ialah Aprilia Racing. Milan, Italia menjadi lokasi pengenalan perdana tim yang digawangi Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Mereka bakal rilis pukul 17.00 WIB.

    19 Januari

    Ducati Lenovo Team dijadwalkan rilis di Madonna di Campiglio, Italia. Belum ada pengumuman waktu perilisan untuk tim yang dibela Marc Marquez dan Francesco Bagnaia ini.

    21 Januari

    Monster Energy Yamaha akan bertandang ke Jakarta. Belum ada pengumuman waktu peluncuran resmi tim yang diisi oleh rider Fabio Quartararo dan Alex Rins.

    21 Januari

    Trackhouse Racing menggunakan waktu yang sama dengan tim Monster Energy Yamaha, namun lokasi yang dipilih di London, Inggris. Dapat dipastikan dua pebalap; Ai Ogura dan Raul Fernandez akan membela tim balap ini.

    31 Januari

    BK8 Gresini Racing MotoGP memilih Kuala Lumpur, Malaysia untuk perilisan tim balap. Alex Marquez dan Fermin Aldeguer masih menjadi tandem andalan tim satelit Ducati.

    2 Februari

    Honda HRC Castrol, tim pabrikan yang rilis secara online. Duet Joan Mir dan Luca Marini masih tetap dipertahankan.

    Red Bull KTM dan LCR Honda juga akan melakukan perilisan tim secara online. Namun jadwal pengumumannya belum keluar.

    (riar/dry)

  • Pecco Bagnaia Dinilai Terlalu Remehkan Marquez

    Pecco Bagnaia Dinilai Terlalu Remehkan Marquez

    Jakarta

    Penurunan performa Francesco Bagnaia pada musim MotoGP 2025 mendapat sorotan tajam. Paolo Simoncelli, pemilik tim SIC58 Moto3, menilai Bagnaia terlalu meremehkan kekuatan Marc Marquez.

    Bagnaia sebelumnya tampil dominan dengan meraih gelar juara dunia MotoGP pada 2022 dan 2023, serta nyaris mencatatkan hattrick gelar pada 2024 meski mengoleksi 11 kemenangan grand prix. Namun situasi berubah drastis pada 2025. Pebalap pabrikan Ducati itu justru terpuruk dan hanya finis di posisi kelima klasemen akhir musim.

    Sepanjang musim 2025, Bagnaia cuma mampu meraih dua kemenangan grand prix dengan performa yang dinilai sangat tak konsisten. Di sisi lain rekan setim barunya, Marc Marquez, tampil superior dan dengan relatif mudah mengunci gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya lewat 11 kemenangan grand prix dan 14 kemenangan sprint.

    Bagnaia memang kerap disebut kesulitan beradaptasi dengan motor GP25. Banyak pula yang menilai tekanan mental karena satu tim dengan Marquez menjadi faktor utama. Namun anggapan tersebut berulang kali dibantah oleh Bagnaia maupun Ducati.

    Dalam wawancara dengan surat kabar Italia Corriere della Sera, Paolo Simoncelli punya pandangan berbeda. Ia menilai Bagnaia justru salah langkah sejak awal. “Dia tak siap menghadapi rekan satu tim sekuat itu,” kata Simoncelli dikutip dari Crash.

    “Pecco berasal dari grup Valentino Rossi, dan setelah mendengar semua yang mereka katakan di grup itu, dia meremehkan Marquez. Tahun sebelumnya, dia kehilangan gelar juara dunia meskipun memenangkan 11 balapan,” tambah dia.

    “Dia berpikir: ‘Yang harus saya lakukan hanyalah mengurangi kecelakaan’. Tapi Marc adalah pebalap yang hebat di lintasan, dan itu membuatnya mengalami krisis,” sambung Simoncelli.

    Ketika Ducati mengontrak Marquez buat tim pabrikan pada 2025, langkah tersebut memang disebut-sebut membuat kubu Valentino Rossi di sekitar Bagnaia gerah. Rossi dan Marquez sendiri dikenal memiliki rivalitas panjang sejak insiden panas di akhir musim 2015.

    (lua/rgr)

  • FBI Sita Koleksi Rp 667 M Bandar Narkoba, Ada Eks Motor Rossi-Lorenzo

    FBI Sita Koleksi Rp 667 M Bandar Narkoba, Ada Eks Motor Rossi-Lorenzo

    Los Angeles

    FBI bersama sejumlah otoritas lain menyita aset mantan atlet seluncur salju Olimpiade yang kini menjadi tersangka perdagangan narkoba, Ryan James Wedding. Koleksi yang disita itu termasuk motor MotoGP yang diduga pernah digunakan Valentino Rossi hingga Marc Marquez.

    Dilansir CNBC News, Rabu (31/12/2025), FBI Los Angeles menyebut pihak berwenang Meksiko mengamankan puluhan sepeda motor mahal dan bertenaga tinggi senilai sekitar USD 40 juta atau sekitar RP 667 miliar yang diyakini dimiliki oleh Wedding.

    FBI mengatakan penyitaan tersebut merupakan bagian dari operasi gabungan yang juga melibatkan polisi Los Angeles dan Kepolisian Kerajaan Kanada (Royal Canadian Mounted Police). FBI Los Angeles juga merilis foto-foto sepeda motor yang disita meski tidak menyebut secara pasti di mana sepeda motor tersebut ditemukan.

    Dalam foto-foto yang dirilis FBI dan dilansir Toronto Star, tampak beberapa motor MotoGP atau replikanya. Koleksi motor tersebut termasuk motor MotoGP Ducati 2018 yang dikendarai Jorge Lorenzo, serta Desmosedici 2019 milik Andrea Dovizioso.

    Ada juga dua unit Ducati tunggangan Valentino Rossi pada 2011 dan 2012. Ada juga motor Moto2 milik Marc Marquez musim 2011 dan 2012.

    Sekretariat Keamanan dan Perlindungan Warga Negara Meksiko menyebut mereka juga menyita dua kendaraan, karya seni, dua medali Olimpiade, narkoba, dan barang-barang lainnya di empat lokasi di Mexico City. Belum jelas medali siapa yang ditemukan oleh pihak Meksiko.

    Wedding mewakili Kanada pada Olimpiade Musim Dingin 2002 di Salt Lake City tetapi tidak memenangkan medali apa pun. Dia menempati peringkat ke-24 dalam slalom paralel raksasa putra.

    Wedding masuk dalam daftar Sepuluh Buronan Paling Dicari FBI karena dicurigai menjalankan jaringan narkoba internasional. Dia diyakini bersembunyi di Meksiko di bawah perlindungan kartel Sinaloa.

    Departemen Kehakiman AS meningkatkan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman Wedding menjadi USD 15 juta atau Rp 250 miliar. Direktur FBI Kash Patel menyamakan Wedding dengan gembong narkoba terkenal seperti Pablo Escobar dan Joaquín ‘El Chapo’ Guzmán.

    Wedding telah didakwa di pengadilan federal Los Angeles atas beberapa tuduhan terkait narkoba. Bulan lalu, dia dikenai tuduhan baru yang menuduhnya memerintahkan pembunuhan terhadap seorang saksi dalam kasus pemerintah AS terhadapnya dan merekrut pembunuh bayaran untuk membunuh para pengedar narkoba saingannya.

    Organisasi Wedding, kata Jaksa Agung Pam Bondi saat itu, bertanggung jawab atas impor sekitar 60 metrik ton kokain per tahun ke Los Angeles.

    “Dia mengendalikan salah satu organisasi perdagangan narkoba paling produktif dan kejam di dunia ini. Saat ini dia adalah distributor kokain terbesar di Kanada,” kata Bondi.

    Menurut jaksa federal, Wedding memulai kariernya sebagai pengedar narkoba sekitar tahun 2008 ketika dia pergi ke San Diego bersama dua pria lain untuk membeli kokain. Setelah dihukum karena konspirasi untuk mendistribusikan kokain, Wedding dibebaskan dari penjara pada Desember 2011 dan dengan cepat memantapkan dirinya sebagai distributor narkoba ilegal internasional kelas kakap.

    Halaman 2 dari 2

    (haf/whn)

  • Motor MotoGP Senilai Rp 600 M Disita dari Buronan, Ada Punya Rossi-Lorenzo

    Motor MotoGP Senilai Rp 600 M Disita dari Buronan, Ada Punya Rossi-Lorenzo

    Jakarta

    Sejumlah koleksi sepeda motor, termasuk motor balap MotoGP yang diduga milik seorang gembong narkoba disita oleh pihak berwenang Meksiko. FBI merilis foto-foto yang menunjukkan koleksi motor yang diyakini milik gembong narkoba Ryan Wedding.

    Dikutip Crash, Ryan Wedding yang merupakan mantan atlet snowboarder Olimpiade asal Kanada berusia 44 tahun. Dia masuk dalam daftar 10 buronan paling dicari FBI. Dia diyakini sedang tinggal di Meksiko.

    Wedding didakwa dengan berbagai pelanggaran narkoba pada tahun 2024. Kini, Wedding masih buron, Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah 15 juta dolar untuk informasi yang dapat mengarah pada penangkapannya.

    Mantan atlet Kanada itu menjalani hukuman penjara pada tahun 2009 setelah dihukum karena konspirasi untuk mendistribusikan kokain.

    Ia dibebaskan pada akhir tahun 2010. Setelah itu, ia diyakini telah mendirikan kerajaan perdagangan narkoba, Wedding diduga bertanggung jawab atas pengiriman rutin ratusan kilogram kokain ke Kanada dan beberapa bagian AS. Pihak berwenang menganggapnya bersenjata dan berbahaya.

    Pada Senin malam (29/12/2025), FBI Los Angeles merilis sejumlah foto koleksi sepeda motor senilai 40 juta dolar atau setara Rp 668 miliar yang diyakini dimiliki oleh Wedding. Di antara koleksi motor tersebut, ada beberapa motor MotoGP.

    Koleksi motor tersebut termasuk motor MotoGP Ducati 2018 yang dikendarai Jorge Lorenzo, serta Desmosedici 2019 milik Andrea Dovizioso.

    Ada juga dua unit Ducati tunggangan Valentino Rossi yang mengalami masa sulitnya pada 2011 dan 2012. Tak ketinggalan motor Moto2 milik Marc Marquez musim 2011 dan 2012.

    Berbagai macam sepeda motor tersebut juga mencakup beberapa motor Honda 500cc yang digunakan dalam balapan Grand Prix dan beberapa motor Kawasaki Superbike.

    Belum jelas apa yang akan terjadi pada sepeda motor-sepeda motor ini setelah disita.

    “Bulan ini, pihak berwenang Meksiko melaksanakan beberapa surat perintah penggeledahan dan menyita sejumlah besar sepeda motor dengan perkiraan nilai sekitar $40 juta USD yang diyakini dimiliki oleh buronan FBI Top Ten, Ryan James Wedding. Penyitaan yang sukses ini merupakan hasil upaya kolaboratif antara pihak berwenang Meksiko, FBI, RCMP, dan LAPD,” demikian pernyataan singkat dari FBI.

    (rgr/dry)

  • Tatap MotoGP 2026, Marc Marquez Tak Yakin Dirinya Sehebat Musim 2025

    Tatap MotoGP 2026, Marc Marquez Tak Yakin Dirinya Sehebat Musim 2025

    JAKARTA – Musim kompetisi MotoGP 2026 sudah di depan mata, namun Marc Marquez justru mengaku tak yakin performanya bisa sehebat musim 2025.

    MotoGP 2026 akan mulai bergulir pada 27 Februari hingga 1 Maret mendatang dengan MotoGP Thailand sebagai pembuka dan diakhiri dengan MotoGP valencia.

    Keputusan Marquez untuk gabung ke Ducati pada musim lalu membuat penampilannya begitu trengginas. Buktinya, di musim perdana dengan pabrikan Italia itu Marquez langsung menyabet gelar juara.

    Tidak tanggung-tanggung, The Baby Alien bahkan sudah bisa mengamankan juara MotoGP 2025 meski musim masih menyisakan lima balapan. Marquez unggul 78 poin atas rival terdekatnya, Alex Marquez.

    Dikutip dari Crash, Marquez mengaku tujuannya selalu memperebutkan gelar juara. Akan tetapi menyambut musim 2026 ia malah meragukan dirinya bisa mengulang kehebatan musim 2025.

    “Tidak, saya tidak pernah membayangkan tahun yang sehebat ini. Saya berharap itu adalah tujuannya, bahkan saya mengatakannya, bahwa saya bisa mencoba untuk memperebutkan kejuaraan dunia,” katanya kepada El Periodico dikutip Jumat, 26 Desember.

    “Tapi, bukan seperti ini, mengamankan gelar dengan lima balapan tersisa. Saat ini, saya pikir hampir tidak mungkin untuk mengulanginya, karena antara sprint dan balapan, ada begitu banyak poin yang bisa diperebutkan setiap akhir pekan, itu tidak mudah,” ucap Marquez menambahkan.

    Pembalap 32 tahun itu menyebut MotoGP 2025 dilakukan dengan solid. Meski membuat beberapa kesalahan, namun Marquez bisa membayarnya dengan memenangkan banyak balapan.

    Saat ini Marquez masih dalam pemulihan cedera bahu usai kecelakaan di MotoGP Mandalika 2025. Kakak kandung Alex Marquez tersebut merasa pemulihannya berjalan baik.

    “Kami menjalani imobilisasi selama empat atau lima minggu, dan tentu saja, lengan kehilangan banyak kekuatan, tetapi sekarang kami secara bertahap membaik, dengan pemeriksaan setiap dua minggu untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik dan sesuai.”

    “Tulang perlu sembuh dengan benar; Kita harus menunggu, dan ligamen juga perlu pulih sebaik mungkin. Semoga, kita bisa segera beralih ke rehabilitasi yang sedikit lebih intensif,” tutur Marquez.

  • Marc Marquez: 2025 Sulit Diulang Lagi

    Marc Marquez: 2025 Sulit Diulang Lagi

    Jakarta

    Marc Marquez meyakini dominasi musim 2025 nyaris mustahil untuk diulang. Apa sebabnya?

    Pebalap berusia 32 tahun itu langsung juara dunia setelah pindah ke tim pabrikan Ducati menyusul performa gemilangnya bersama Gresini.

    Merefleksikan musim lalu, Marquez mengatakan targetnya selalu bertarung demi gelar, namun ia tidak menyangka level dominasinya akan sejauh itu.

    “Saya tidak pernah membayangkan tahun sehebat ini,” ujarnya kepada El Periodico.

    “Saya berharap bisa bertarung memperebutkan gelar, tapi tidak menyangka bisa mengunci gelar juara saat musim masih tersisa lima balapan lagi. Sekarang, saya rasa itu hampir mustahil diulang karena adanya Sprint Race dan balapan utama, terlalu banyak poin yang dipertaruhkan setiap pekan,” tambahnya.

    Meski dominan, Marquez sempat mengalami cedera bahu parah akibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi di GP Indonesia. Saat ini ia tengah menjalani pemulihan intensif, mulai dari fisioterapi hingga terapi ruang hiperbarik untuk memastikan tulang dan ligamennya pulih sempurna.

    Ya, musim 2025 tidak berjalan tanpa hambatan bagi Marquez. Ia sempat mengalami cedera bahu yang cukup rumit usai terlibat insiden tabrakan dengan Marco Bezzecchi di MotoGP Indonesia.

    Kini, fokus utama Marquez adalah pemulihan total. Ia mengaku menghabiskan banyak waktu di meja perawatan untuk memastikan fisiknya kembali ke level 100 persen.

    “Secara fisik kami terus membaik. Lengan saya sempat kehilangan banyak kekuatan karena harus diam (imobilisasi) selama lima minggu. Sekarang kami melakukan pengecekan setiap dua minggu sekali,” jelas Marquez.

    “Banyak jam saya habiskan untuk fisioterapi dan terapi ruang hiperbarik. Apa pun yang bisa membantu pemulihan adalah bonus bagi saya,” pungkasnya.

    (riar/rgr)

  • Tahun Depan, Rival Utamaku Adalah Adikku

    Tahun Depan, Rival Utamaku Adalah Adikku

    Jakarta

    Marc Marquez terang-terangan menyebut Alex Marquez, sebagai ancaman terbesar di lintasan untuk musim depan. Opsi ini tak terlepas dari performa Alex pada musim ini.

    Alex diproyeksi bakal tampil sangat kuat, terutama karena adiknya itu akan menunggangi motor spesifikasi terbaru, Ducati GP26.

    “Alex akan menjadi rival utama saya sejak awal. Dia sudah membuktikan bahwa dia mampu melakukan apa saja. Saya tidak akan menganggapnya sebagai adik di lintasan, tapi sebagai Alex Marquez: runner-up dunia,” ujar Marc Marquez, dikutip dari Crash.

    Ya, Rider Gresini itu diganjar Desmosedici spesifikasi terbaru menyusul penampilan spektakuler di sepanjang musim 2025. Meski “cuma” menggeber GP24, Alex Marquez konsisten finis podium dengan meraih tiga kemenangan grand prix: Jerez, Catalunya, Sepang.

    Alex kemudian menyudahi musim di peringkat kedua di bawah Marc Marquez, yang turut mengukir sejarah sebagai kakak-beradik pertama yang finis dua teratas dalam satu musim MotoGP.

    Selain soal persaingan, Marc juga memberikan kabar terbaru mengenai kondisi fisiknya. Seperti diketahui, Marc terpaksa absen di empat balapan terakhir musim 2025 setelah mengalami insiden horor di GP Indonesia.

    Kala itu, Marc terlibat tabrakan hebat dengan pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, yang menyebabkan cedera bahu cukup serius. Namun, setelah menjalani operasi pekan lalu, proses pemulihannya menunjukkan sinyal positif.

    “Pemulihan berjalan sangat baik. Saya menargetkan bisa kembali menunggangi motor pada Tes Sepang di bulan Februari nanti,” tutup Marc.

    Marquez bersaudara mencatatkan sejarah dengan finis di posisi 1-2 di klasemen akhir MotoGP 2025, setelah Alex Marquez berhasil meraih tiga kemenangan dan mengamankan posisi runner-up kejuaraan dunia, dia terpaut 78 poin di belakang kakak laki-lakinya.

    Bagi Marc, keberhasilan mereka berdua jauh lebih membanggakan daripada pencapaian pribadinya yang berhasil bangkit dari cedera panjang.

    “Tahun ini, saya lebih memilih kenyataan bahwa ini adalah musim di mana dua bersaudara menjadi juara dan runner-up, daripada (merayakan) comeback saya,” kata Marquez.

    (riar/rgr)