Cerita Citra, Ibu Dua Anak yang Bangkit Lewat Dapur MBG di Banyuwangi
Tim Redaksi
BANYUWANGI, KOMPAS.com
– Hari beranjak sore saat Citra Erlina (34), warga Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur mengupas wortel bersama rekan-rekan kerjanya di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Blimbingsari, Rabu (15/10/2025).
Mengenakan masker, celemek dan sandal khusus, Citra dengan tenang dan telaten membersihkan wortel yang akan digunakan untuk menu Makan Bergizi Gratis (MBG) keesokan paginya.
Ibu dua anak itu membuka ceritanya dengan hamdalah, mengucap rasa syukur karena ia dapat menjadi bagian dari 47 relawan yang melayani 34 sekolah di Kecamatan Blimbingsari dan sekitarnya itu.
“Sebelumnya saya bekerja sebagai kasir di koperasi simpan pinjam. Berhenti lama karena punya anak kecil, lalu melamar di sini,” kata Citra sembari terus mengupas wortel.
Ia memilih bekerja sebagai relawan MBG di SPPG yang berada di bawah naungan yayasan Kemala Bhayangkarari tersebut karena jaraknya yang dekat dari rumahnya.
Di sana, ia mendapatkan tugas di divisi persiapan bahan yang biasanya bekerja mulai jam 14.00 WIB hingga 22.00 WIB.
“Kendala di awal karena pengenalan alat saja. Tidak terbiasa, tapi sekarang sudah bisa,” tuturnya.
Citra menuturkan bahwa ia menjalani pekerjaan dengan gembira. Sebab, dari sana jugalah perekonomian rumah tangganya terangkat.
Ia yang sebelumnya ibu rumah tangga kini berpenghasilan dan dapat membantu suaminya yang bekerja sebagai distributor makanan untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya.
“Gajinya per bulan lebih dari Rp 3 juta,” ujarnya.
Nilai yang menurutnya cukup besar dan sangat membantu ia dan suaminya menghidupi kedua anak mereka yang kini duduk di kelas 6 SD dan kelas 1 SD.
Dari program MBG, ia merasa dapat menghidupkan mimpinya untuk memiliki kehidupan yang lebih baik, khususnya dalam mendukung anak-anak mereka meraih mimpinya kelak.
“Semoga program MBG bisa berlangsung terus,” ucapnya.
Menurut mitra SPPG Polri Blimbingsari Banyuwangi, Ali Mansur, Citra merupakan salah satu contoh
multieffect
dari hadirnya program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Sebab, dari program tersebut, SPPG merekrut relawan dari wilayah sekitar, begitu juga dengan SPPG Polri Blimbingsari Banyuwangi yang bahkan menarik antusiasme tinggi dari lingkungan sekitar.
“Pelamarnya mencapai 150, dan kami merekrut 47 emak-emak di lingkungan sekitar, di samping 3 karyawan terdiri dari kepala SPPG, ahli gizi dan akuntan. Efek (rekrutmen) luar biasa untuk ekonomi di wilayah ini,” tutur pria yang akrab disapa Haji Ali tersebut.
Sebanyak 47 orang yang diterima sebagai relawan, katanya, telah melalui proses seleksi yang ketat oleh panitia penerimaan SPPI melibatkan Polresta Banyuwangi.
Surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) menjadi syarat yang harus disertakan.
Selain itu, dilakukan pemeriksaan kesehatan di tempat oleh seksi kedokteran dan kesehatan (dokkes) untuk memastikan kesehatan relawan yang nantinya akan berdampak pada kondisi dapur.
“Mekanisme dobel. Selain memenuhi persyaratan administratif, kita uji juga. Mudah-mudahan ini menjadi
role model
antisipasi kejadian tidak diinginkan seperti keracunan,” ujarnya.
Sebab, pekerjaan relawan juga tidak mudah. Mereka berbagi tugas dalam penyiapan MBG di dapur SPPG yang beroperasi selama 24 jam, kecuali hari Minggu.
Setiap harinya, mereka masuk secara bertahap sesuai divisi secara estafet, mulai dari jam 12.00 WIB di mana divisi pencucian ompreng dan alat masak mulai masuk, dilanjutkan divisi persiapan bumbu yang mulai masuk pukul 16.00 WIB.
Nantinya, pukul 02.00 WIB, relawan yang bertugas di divisi memasak akan masuk, didukung divisi pemorsian yang masuk pukul 04.00 WIB.
Divisi pendistribusian akan mulai bekerja sebelum ompreng atau
food tray
MBG disalurkan ke sekolah-sekolah yang dibagi dalam dua sesi, yaitu pukul 07.00 WIB untuk kelas SD, dan pukul 09.00 WIB untuk SMP-SMA, begitu setiap harinya.
Haji Ali menuturkan, dengan semangat yang dijunjung para relawan, yayasan Kemala Bhayangkarari juga mengapresiasi dengan memperhatikan kesejahteraan relawan.
“Gajinya kisaran Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per bulan. Ini efeknya luar biasa untuk perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Melihat multi efek yang ditimbulkan, Ali berharap program MBG bisa terus berjalan dengan baik dan benar, berkesinambungan serta berkelanjutan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Mansur
-
/data/photo/2025/10/15/68ef82501b681.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Cerita Citra, Ibu Dua Anak yang Bangkit Lewat Dapur MBG di Banyuwangi Surabaya 15 Oktober 2025
-

Itu Video Lama, Asli Bercanda
GELORA.CO – Video yang menampilkan pendakwah Yusuf Mansur membuka jasa doa online viral di media sosial. Dia tampak mematok tarif mulai dari Rp1.000 hingga puluhan juta.
“Rp50.000 boleh, Rp1.000 pakai Paytren boleh lho, ya kan Din? Rp1.000 boleh pakai PayTren, Ya Allah waduh ada yang Rp2 juta, masya Allah, luar biasa. Ini belum ada yang Rp10 juta ini? Ada Rp10 juta saya Al Fatihah-in khusus, ada?” ujar Yusuf Mansur dalam video yang beredar, dilihat Minggu (12/10/2025).
Yusuf Mansur pun memberikan klarifikasi atas video viral tersebut. Dia menegaskan konten viral tersebut merupakan video lama.
“Itu video lama,” ujar Yusuf kepada iNews, Minggu (12/10/2025).
Dia mengaku merupakan pribadi yang suka bercanda.
“Saya kan memang suka bercanda, kayak gini, ‘Lah bawain martabak dulu lah kalau mau didoain,’ masa iya gitu minta martabak. ‘Sini transfer dulu, gitu, abis itu bercanda. Enggak, enggak, enggak, masa iya Rp1 juta, Rp2 juta, yang bener Rp20 juta gitu, Rp2 miliar,’ bercanda,” kata Yusuf.
Dia menjelaskan, saat itu dirinya sedang mendorong para pengguna Paytren untuk mencoba fitur transfer antarpengguna.
“Waktu itu kerangkanya lagi ngetes-ngetes fitur transfer antarpengguna Rp1, jadi dorong semua jajal,” kata dia.
Dalam prosesnya, dia melontarkan candaan kepada para pengguna PayTren.
“Saya ngomong soal doa, ‘Sekalian doa dah,’ gitu. ‘Yang transfernya gak Rp1, udah ntar saya doain gitu,’ asli bercanda,” kata dia.
“Tahun berapa itu ya? Zaman itu fitur gitu (transfer antarpengguna) kagak ada, cuma antarperbankan kan. Belum bisa zaman itu tuh. Wallahu A’lam bishawab,” imbuhnya.
Dia menegaskan dirinya memang pribadi yang suka bercanda dengan siapa pun.
“Saya memang suka bercanda begitu, dan bercandanya serius gitu. Misalkan kalau makan apa, ‘Udahlah gak usah bayar kita mah, saya aja gak pernah bayar, yang bayar panitia,’ bercanda,” tutur Yusuf Mansur
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5374155/original/031820500_1759845152-Begal_gigit_tangan_polisi_saat_ditangkap.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Begal di Lampung Menyamar Jadi ‘Pak Ogah’, Gigit Tangan Polisi Saat Ditangkap
Liputan6.com, Jakarta Polisi menangkapan Mansur (23), begal di Kabupaten Lampung Tengah, setelah delapan bulan buron. Mansur melawan saat ditangkap. Dia menggigit tangan polisi.
Kapolsek Padang Ratu, AKP Edi Suhendra mengatakan, pelaku sempat buron sejak Maret 2025. Ia akhirnya ditangkap di jalan lintas Kecamatan Padang Ratu-Gunung Sugih, setelah diketahui bersembunyi dengan berpura-pura menjadi ‘Pak Ogah’ di jalan rusak wilayah setempat.
“Pelaku ini sudah buron selama delapan bulan dan terlibat lima kali aksi pencurian dengan kekerasan,” ujar Edi, Selasa (7/10/2025).
Dalam aksi terakhirnya pada Maret 2025, Mansur membegal seorang pelajar SMP. Modus Mansur berpura-pura meminta tolong diantarkan ke Kampung Haduyang Ratu. Di tengah jalan, pelaku mencekik korban dan merampas sepeda motor.
“Korban sempat melawan, dan pelaku menggigit tangannya hingga luka,” tutur Edi.
Kini pelaku mendekam di sel tahanan dan dijerat dengan Pasal 365 dan/atau Pasal 368 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372789/original/025999000_1759764264-1000658214.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Drama Penangkapan Tersangka Begal Motor di Lampung: Sempat Berontak hingga Gigit Tangan Polisi
Pelaku diketahui bernama Mansur, yang disebut polisi sebagai target operasi (TO) karena terlibat dalam sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Lampung Tengah.
“Pelaku ini memang sudah lama kami incar. Ada beberapa tempat kejadian perkara pencurian motor di mana dia menjadi pelakunya,” ujar Alsyahendra.
-

Rano: Perayaan hubungan diplomatik Indonesia-Turki wujud diplomasi
Jakarta (ANTARA) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memaknai perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Turki sebagai wujud diplomasi rakyat sekaligus peluang mempererat kerja sama, khususnya antara Jakarta dan Ankara.
Oleh karena itu, kata Rano, saat menghadiri resepsi perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Turki di Wisma Duta, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, Kamis, Indonesia melalui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkeinginan memperluas kolaborasi antarkota.
“Kami berkeinginan kuat memperluas kolaborasi antarkota, mulai dari pengelolaan air, lingkungan, hingga seni, sebagai warisan nyata yang dirasakan langsung masyarakat,” katanya dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta.
Menurut dia, Jakarta dan Ankara bertemu bukan hanya dalam diplomasi antarnegara, tetapi juga dalam bahasa budaya yang menyatukan.
Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden Turki, Cevdet Yilmaz mengemukakan Turki dan Indonesia sejak lama memiliki banyak kesamaan pandangan.
Pemerintah Turki, kata dia, menyambut baik kerja sama yang makin konkret, termasuk pertukaran budaya yang menjadi jembatan hati kedua bangsa.
Adapun acara perayaan dibuka dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia dan Turki, dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, bersama Wakil Presiden Turki, Cevdet Yilmaz, serta Wagub Rano.
Selepas pemotongan tumpeng, acara dimeriahkan penampilan seniman Betawi yang membawakan tarian tradisional diikuti permainan musik angklung yang mengajak para tamu ikut serta memainkan nada.
Menjelang penutupan, para penari asal Jakarta mengajak seluruh tamu bangkit berdiri dan menari bersama.
Turut hadir dalam acara itu Wali Kota Ankara Mansur Yavas, mantan Perdana Menteri Turki Binali Yildirim, Ketua Grup Persahabatan Parlemen Turki–Indonesia, Aysle Bohurler serta Managing Director TAIS Dogan Bescan.
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-

Rano Karno buka peluang kerja sama transportasi dengan Ankara
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bertemu dengan Wali Kota Ankara Mansur Yavas di Balai Kota Ankara, Turki, Selasa (19/8/2025). Pertemuan yang berlangsung hangat itu membahas peluang kerja sama di bidang pengelolaan dan layanan air minum, transportasi publik terintegrasi, diplomasi kebudayaan, pemberdayaan pemuda dan olahraga, serta transformasi layanan publik berbasis digital (smart city). ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.
Rano Karno buka peluang kerja sama transportasi dengan Ankara
Dalam Negeri
Editor: Novelia Tri Ananda
Rabu, 20 Agustus 2025 – 12:00 WIBElshinta.com – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno membuka peluang kerja sama bidang pengelolaan dan layanan air minum, transportasi publik terintegrasi, diplomasi kebudayaan, pemberdayaan pemuda dan olahraga, serta transformasi layanan publik berbasis digital dengan Ankara, Turki.
“Kami datang ke Ankara untuk membuka pintu kolaborasi yang nyata dan bermanfaat bagi warga. Jakarta ingin bertukar pengalaman mengenai berbagai hal,” kata Rano dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, jejaring antarkota, seperti Jakarta-Ankara akan mempercepat perbaikan layanan publik dan menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Dia mengatakan Jakarta dan Ankara memiliki banyak kesamaan tantangan, mulai dari peningkatan kualitas layanan dasar, integrasi moda transportasi, hingga penguatan ruang budaya yang inklusif, yang dapat dijawab melalui pertukaran pengetahuan dan kolaborasi program.
Oleh karena itu, secara tematik, pertemuan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diwakili Rano Karno dan Wali Kota Ankara Mansur Yavaş membahas peningkatan keandalan pasokan air minum melalui pengurangan kebocoran dan optimalisasi operasi perusahaan daerah air minum.
Selain itu, turut dibahas pula terkait pengembangan transportasi perkotaan yang aman, nyaman, dan terintegrasi antarmoda, penyelenggaraan festival bersama serta pertukaran komunitas kreatif, pelajar, dan pemuda, serta penguatan tata kelola dan keterbukaan data untuk mendorong partisipasi warga dalam layanan publik digital.
Rano dan Mansur juga membahas pengembangan ruang terbuka hijau sebagai simpul interaksi sosial, kesehatan publik, dan ketangguhan iklim.
Dalam kesempatan tersebut, Mansur Yavaş menegaskan kesiapannya untuk berbagi praktik baik dan mengembangkan program bersama dengan Jakarta. Dia mengatakan Ankara juga tertarik belajar dari Jakarta, terutama dalam integrasi transportasi publik yang berkembang pesat.
“Kami percaya persahabatan Ankara-Jakarta akan menghasilkan program bersama yang berkelanjutan dan berdampak. Ankara juga membutuhkan pengalaman Jakarta di bidang transportasi publik yang tumbuh pesat,” ujar Yavas.
Untuk memastikan gagasan tersebut berlanjut ke program konkret, Jakarta dan Ankara menyepakati tindak lanjut berupa pembentukan kelompok kerja bersama (joint working group) pada sektor-sektor prioritas, pertukaran teknis antardinas dan kunjungan lapangan, serta penjajakan penyusunan nota kesepahaman sesuai ketentuan hukum di negara masing-masing.
Mekanisme itu diharapkan menjadi koridor kolaborasi yang terukur dengan target, indikator kinerja, dan jadwal implementasi yang jelas.
Sumber : Antara
-

Gubernur Banten minta masyarakat adat jaga NKRI
Masyarakat adat memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025 di Kasepuhan Guradog Kabupaten Lebak, Sabtu (9/8/2025.ANTARA/Mansur
Gubernur Banten minta masyarakat adat jaga NKRI
Dalam Negeri
Editor: Widodo
Sabtu, 09 Agustus 2025 – 21:31 WIBElshinta.com – Gubernur Banten Andra Soni meminta masyarakat adat agar menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta memperkuat persatuan dan kesatuan.
“Kita berharap masyarakat adat menjaga NKRI, menjaga konstitusional dan menjalin silaturahmi,” kata Andra Soni pada peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025 di Kasepuhan Guradog Kabupaten Lebak, Sabtu.
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang melaksanakan peringatan HIMAS di Kasepuhan Guradog patut diapresiasi, karena pesertanya dari berbagai daerah di tanah air.
Selain itu, juga dari beberapa negara dari Asean, seperti Laos, Kamboja , Malaysia, Myamar dan Vietnam.
“Kami berharap pelaksanaan HIMAS berjalan lancar,” katanya.
Andra Soni menyampaikan siap menjalankan undang-undang yang mengatur masyarakat adat jika sudah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.
Sebab, dirinya sebagai petugas untuk menjalankan UU bila sudah disahkan.
“Kita menjalankan secara bersama- sama untuk memajukan masyarakat adat juga melestarikan adat di seluruh Indonesia,” katanya.
Menurut dia, pihaknya sudah dua kali mengunjungi masyarakat adat , pertama di Kasepuhan Citorek dan kedua hari ini di Kasepuhan Guradog.
Selama mengunjungi kegiatan kasepuhan adat itu ada kesamaan yakni banyak masyarakat mengunjungi beramai-ramai.
Bahkan, mereka memakai pakaian yang terbaik, meski dalam kondisi panas.
“Ini artinya bukan menjadi tontonan, namun menunjukkan tempat silaturahmi,” katanya menjelaskan
Ia mengatakan, masyarakat adat Kasepuhan Guradog merayakan seni Rengkong, dimana petani memikul gabah hasil panen untuk mengungkap rasa syukur atas panen melimpah.
Selain itu masyarakat dapat menjalankan adat istiadat juga memperkuat silaturahmi dalam rangka untuk meningkatkan persatuan.
“Kami berharap masyarakat adat tetap menjaga kelestarian alam sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Kasepuhan Guradog Kabupaten Lebak Rahmat mengatakan pihaknya merasa bersyukur sebagai tuan rumah HIMAS 2025 berjalan lancar untuk memperjuangkan masyarakat adat di seluruh tanah air dan dunia.
Saat ini, masyarakat adat memiliki kedaulatan pangan sendiri yang kuat dari sejak nenek moyang.
“Kami berharap dalam peringatan HIMAS 2025 mengutamakan hak-hak masyarakat adat dilindungi negara,” katanya.
Sumber : Antara

/data/photo/2025/08/20/68a5ba4779d05.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
