Tag: Mansur

  • Pelajaran Berharga Soal Etika dan Tata Krama

    Pelajaran Berharga Soal Etika dan Tata Krama

    loading…

    Ustaz Yusuf Mansur (UYM) mengatakan, selalu ada pelajaran dari peristiwa viralnya penceramah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah. Foto/SINDOnews

    JAKARTA – Ustaz Yusuf Mansur (UYM) merespons peristiwa viralnya penceramah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah yang mengolok-olok penjual es teh. UYM menyebut, selalu ada pelajaran yang diberikan Allah SWT pada semua orang melalui serangkaian suatu peristiwa, tak terkecuali peristiwa Gus Miftah tersebut.

    “Selalu ada pelajaran dari Allah buat kita-kita lewat serangkaian peristiwa. Alhamdulillah dengan kejadian Gus Miftah yang bilang G pada penjual es teh, banyak sekali kebaikannya,” ujar Ustaz Yusuf Mansur, dikutip dari akun Instagram miliknya pada Rabu (4/12/2024).

    UYM berbicara tentang peristiwa yang dialami Gus Miftah itu melalui akun Instagramnya @yusufmansurnew dengan caption, G yang membawa berkah, buat tukang es, buat Gus Miftah, dan buat Indonesia.

    Salah satu kebaikan dalam peristiwa tersebut, penjual es teh itu pun kemungkinan bakal bisa pergi umrah dan dibangunkan rumah karena banyak orang yang mau berbagi rezekinya pada penjual es tersebut imbas viralnya peristiwa itu.

    “Misalnya kebaikan yang terjadi apa, coba deh kayaknya bentar lagi penjual es teh tersebut Insyaallah banyak rezekinya, banyak duitnya, banyak yang bagi duit, banyak yang simpati, mungkin ada yang umrahin, mungkin ada yang bangunin rumah. Bukankah ini hebat, cara Allah itu luar biasa, dan betapa beliau juga saya lihat enjoy,” tuturnya.

    Dari peristiwa tersebut, banyak pelajaran berharga tentang etika dan tata krama, yang mana kebiasaan, kultur, dan budaya suatu tempat menjadi berbeda di tempat lainnya. Maka itu, perlunya penyesuaian diri pada kebiasaan tersebut.

    “Saya melihat juga ada pelajaran berharga sekali soal etika, tata krama, yang saya pribadi pun masih terus belajar dan bagaimana secara kebiasaan, kultur, budaya suatu tempat bisa jadi berbeda dengan tempat-tempat yang lain. Hal biasa di satu tempat, di satu kejadian, di satu daerah, di satu lingkungan bisa jadi tak pas di tempat lainnya. Makanya perlu bukan saja kebiasaan tapi juga penyesuaian,” terangnya.

    “Banyak sekali hikmahnya, ilmu, cerita, pengalaman yang bisa kita dapatkan insyaallah. Tapi menarik ini, insyaAllah terima kasih buat pihak-pihak yang nanti banyak membantu tukang es tersebut, saya sudah mulai melihat ada kiriman teman-teman yang akan memberangkatkan umrah, akan membangun rumah, bahkan sebagian sudah dijalan memberi uang dan sebagainya,” ucapnya.

    Pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa itu, tambahnya, tak hanya berlaku untuknya, tapi juga untuk semua orang. Bahwa, untuk tak merendahkan seseorang meski hanya candaan belaka.

    “Sekali lagi ini cara Allah kasih pelajaran buat saya, begitu semua juga, tak merendahkan orang seberapa pun becandanya dan respons Gus Miftah juga menurut saya sangat baik dengan langsung meminta maaf dan beliau pastinya akan melakukan manuver-manuver yang menambah ilmu, pengalaman, kisah, cerita, hikmah buat kita semua insyaallah,” katanya.

    (cip)

  • KPU Umumkan Anom Widiyantoro-Nurkholes Menang Pilkada Pemalang 2024
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        4 Desember 2024

    KPU Umumkan Anom Widiyantoro-Nurkholes Menang Pilkada Pemalang 2024 Regional 4 Desember 2024

    KPU Umumkan Anom Widiyantoro-Nurkholes Menang Pilkada Pemalang 2024
    Tim Redaksi
    PEMALANG, KOMPAS.com –
    Pasangan calon bupati dan wakil bupati Pemalang, Jawa Tengah, nomor urut 3,
    Anom Widiyantoro

    Nurkholes
    , berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pemalang tahun 2024 dengan persentase 44,51 persen..
    Mereka mengalahkan pasangan artis
    Vicky Prasetyo
    dan calon petahana Mansur Hidayat.
    Keputusan tersebut diumumkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemalang, Agus Setiyanto, dalam rapat pleno penghitungan suara tingkat kabupaten yang berlangsung pada Rabu (3/12/2024) malam.
     
    “Selanjutnya, Surat Keputusan (SK) ini salinannya diberikan kepada saksi dan Bawaslu sebagai rujukan peserta Pilkada untuk mengajukan atau tidak mengajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan catatan batas waktu 3 hari setelah penetapan ini,” kata Agus Setiyanto.
    Agus menambahkan bahwa jika dalam waktu 3 hari tidak ada gugatan dari pasangan calon (Paslon) yang kalah, KPU akan menetapkan calon bupati terpilih sebagai dasar SK gubernur untuk pelantikan bupati Pemalang yang dijadwalkan pada 10 Februari 2025.
    Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi, Paslon nomor urut 1, Vicky Prasetyo-Suwendi, memperoleh 121.158 suara atau 19,39 persen, sedangkan Paslon nomor urut 2, Mansur Hidayat-Bobby Dewantara, memperoleh 225.503 suara atau 36,10 persen.
    Paslon Anom Widiyantoro-Nurkholes meraih suara sah sebanyak 278.043 suara.
    Di tempat yang sama, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pemalang, Sudadi, mengungkapkan bahwa dari seluruh tahapan Pilkada 2024, terdapat tiga laporan masyarakat yang semuanya telah diselesaikan.
    “Seluruhnya laporan masyarakat telah ditindaklanjuti dan satu persoalan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang terlapornya belum bisa kami konfirmasi. Meski demikian, kami telah melakukan pemanggilan secara patut,” ungkap Sudadi.
    PSU tersebut terjadi di Desa Pagenderan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, dan telah berlangsung dalam suasana kondusif.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dedy Yon dan Tazkiyatul Menangi Pilkada Tegal 2024
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        3 Desember 2024

    Dedy Yon dan Tazkiyatul Menangi Pilkada Tegal 2024 Regional 3 Desember 2024

    Dedy Yon dan Tazkiyatul Menangi Pilkada Tegal 2024
    Tim Redaksi
    TEGAL, KOMPAS.com –
    Pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Tegal,
    Dedy Yon
    Supriyono dan
    Tazkiyatul Mutmainah
    , berhasil meraih
    suara terbanyak
    dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
    Hasil ini diumumkan pada rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara yang berlangsung di Hotel Karlita Tegal pada Senin (2/12/2024).
    Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Tegal Moh Mansur Sariffudin menjelaskan bahwa jumlah daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pilkada 2024 mencapai 212.277 pemilih, yang tersebar di 377 tempat pemungutan suara (TPS).
    “Hasilnya, paslon nomor urut 1 Edy Suripno-Satori memperoleh 32.646 suara, paslon nomor urut 2 Dedy-Iin meraih 64.746 suara, dan paslon nomor urut 3 Faruq-Ashim mendapatkan 42.446 suara,” jelas Mansur dalam keterangannya, Selasa (3/11/2024).
    Mansur juga menyebutkan bahwa total suara sah untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) adalah 139.837, dengan 7.360 suara tidak sah.
    Jika dijumlahkan, total suara sah dan tidak sah mencapai 147.197 dari 212.277 DPT.
    Dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah, paslon nomor urut 1 Andika-Hendi memperoleh 58.477 suara, sedangkan paslon nomor urut 2 Luthfi-Taj Yasin mendapatkan 78.767 suara.
    Jumlah suara sah untuk Pilgub mencapai 137.244, dengan 10.171 suara tidak sah, sehingga total suara sah dan tidak sah untuk Pilgub di Kota Tegal adalah 147.415.
    Ketua KPU Kota Tegal, Karyudi Prayitno, mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 mencapai 69,34 persen, yang tidak jauh berbeda dengan Pilkada 2018 yang mencapai 70 persen.
    “Pilkada 27 Juni 2018 setelah Lebaran. Saat itu, libur sekolah juga jadi banyak diaspora yang kembali ke rumah. Berbeda dengan kondisi sekarang. Ini hanya berbeda pada momentumnya,” terang Karyudi.
    Karyudi juga menyatakan rasa syukur karena rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara berjalan lancar.
    “Untuk penetapan diperkirakan setelah 16 Desember 2024,” pungkasnya.
    Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Tegal, Fauzan Hamid, menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan terkait pelanggaran pidana dalam Pilkada 2024.
    “Informasi awal ada dan sudah kami tindaklanjuti, yakni temuan-temuan secara administrasi saja. Tidak ada sampai pidana,” jelas Fauzan.
    Pilkada Kota Tegal diikuti oleh tiga pasangan calon.
    Paslon nomor urut 1, Edy Suripno-Akhmad Satori, diusung oleh PDI-P dan Demokrat; paslon nomor urut 2, Dedy-Iin, diusung oleh Partai Gerindra dan PKB; serta paslon nomor urut 3, Faruq Ibnul Haqi-Mohammad Ashim Ad-Dzorif Fikri, diusung oleh Partai Golkar dan PKS.
    Dedy Yon diketahui merupakan Wali Kota Tegal untuk periode 2019-2024.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Setahun Bungkam, Alshad Ahmad Akhirnya Buka Suara usai Dituding Punya Anak dari Nissa Asyifa & Cerai

    Setahun Bungkam, Alshad Ahmad Akhirnya Buka Suara usai Dituding Punya Anak dari Nissa Asyifa & Cerai

    TRIBUNJATIM.COM – Alshad Ahmad akhirnya mengungkap mengenai hubungan pernikahannya dengan Nissa Asyifa.

    Diketahui, pada Maret tahun 2023 lalu, Alshad Ahmad dituding telah memiliki anak dengan Nissa Asyifa.

    Setahun berlalu, Alshad Ahmad buka suara terkait tudingan miring yang menyeret namanya.

    Alshad Ahmad memberikan klarifikasi melalui akun media sosial Instagram miliknya yakni @alshadahmad.

    Ia tampak mengungkap statusnya dengan mengunggah sebuah kalimat pada Minggu (1/12/2024).

    Diungkap oleh sepupu Raffi Ahmad ini jika dirinya dan Nissa Asyifa telah resmi bercerai.

    Perceraian ini merupakan kesepakatan bersama atau keputusan dua belah pihak.

    “Terkait keputusan untuk secara resmi berpisah dengan Sdri. N, bukan merupakan keputusan saya sepihak, melainkan kesepakatan bersama yang konsekuensinya juga sudah sama-sama dipikirkan dengan matang oleh masing-masing pihak,” tulis unggahan Alshad Ahmad.

    Dalam kalimatnya, Alshad Ahmad tampak tidak banyak membahas mengenai anak.

    Ia hanya menyinggung perihal tanggung jawab dan kewajiban materi yang harus ia berikan kepada N.

    “Mengenai segala kewajiban bagi masing-masing pihak (saya maupun Sdri. N) yang berkaitan dengan seluruh hal setelah perpisahan tersebut, juga sudah disepakati bersama, dan sampai saat ini tetap saya laksanakan dan penuhi dengan itikad baik,” lanjut Alshad Ahmad.

    Ia kemudian tampak mengungkapkan jika ada beberapa materi kesepakatan yang tidak bisa ia ungkapkan ke publik.

    Hal itu untuk menghormati komitmen bersama serta menjaga privasi semua pihak.

    “Terkait hal-hal yang menjadi materi kesepakatan tentunya tidak dapat saya sampaikan secara terbuka demi menghormati komitmen bersama dan juga untuk menjaga privasi masing-masing pihak. Pada prinsipnya saya tidak pernah ingkar atau melepaskan diri dari seluruh kewajiban dan tanggung jawab yang telah disepakati bersama,” sambungnya.

    Alshad Ahmad masih bungkam soal isu pernikahan dengan Nissa Asyifa (Instagram/alshadahmad)

    Alshad Ahmad juga tampak mengucapkan permohonan maafnya kepada sejumlah pihak yang namanya turut terseret dalam hal tersebut.

    “Meskipun sumber pemberitaan bukan berasal dari saya, namun dari hati yang tulus saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas polemik yang terjadi,” kata Alshad Ahmad, mengutip Kompas.com.

    Unggahan Alshad Ahmad (Instagram/alshadahamd)

    Diketahui sebelumnya jika Alshad Ahmad dan Nissa Asyifa pernah melangsungkan pernikahan secara siri pada 30 September 2022 lalu.

    Namun keduanya akhirnya memutuskan untuk bercerai setelah beberapa bulan kemudian.

    Alshad Ahmad diduga telah bercerai pada 2 Desember 2022 setelah keduanya dikabarkan menikah siri.

    Saat menikah, Nissa Asyifa diduga tengah hamil selama delapan bulan.

    Sejumlah foto viral di media sosial berupa nomor perkara 5361/Pdt.G/2022/PA.Badg dengan nama tercantum Alshad Kautsar Ahmad bin Mansur Ahmad dan Nissa Asyifa Binti Ganjar Sudaya.

    Kemudian beredar juga salinan putusan Pengadilan Agama Bandung yang telah disetujui Mahkamah Agung tentang permohonan cerai talak dan itsbat nikah yang terdaftar dengan nomor tersebut.

    Menurut salinan tersebut, Alshad Ahmad disebut menikah secara agama pada September 2022 yang kemudian disahkan secara negara dengan isbat nikah sebelum akhirnya mengajukan cerai talak dua bulan kemudian.

    Pernikahan dilakukan menurut syariat Islam karena status termohon (Nissa) sedang hamil dengan usia kehamilan 8 (delapan) bulan.

    Sementara itu, baru-baru ini diduga Alshad Ahmad kembali menjalin hubungan asmara dengan Tiara Andini berdasarkan sejumlah postingan di masing-masing akun media sosial Instagram keduanya.

    Meskipun begitu, tidak diketahui secara pasti bagaimana status hubungan Alshad Ahmad dengan Tiara Andini.

    Isu yang menimpa Alshad Ahmad ini sebenarnya diketahui semua keluarga, termasuk Mama Amy Qanita ibunda Raffi Ahmad.

    Dikutip dari tayangan di kanal YouTube Intens Investigasi, Amy Qanita buka suara soal kasus Alshad Ahmad.

    Ibunda Raffi Ahmad ini berharap masalah yang kini menimpa keponakannya tersebut bisa segera selesai.

    “Ya saya doain mudah-mudahan diberikan yang terbaik buat semua,” kata Amy Qanita.

    Disinggung soal kebenaran Alshad Ahmad pernah menikah dengan Nissa Asyifa, Amy Qanita enggan berkomentar lebih lanjut.

    Amy Qanita mengaku tak mengenal Nissa Asyifa.

    Selain itu dirinya berdalih tidak memiliki kapasitas untuk ikut campur dan berkomentar lebih dalam mengenai masalah privasi Alshad Ahmad.

    “Saya tidak kenal, dan juga sebenarnya kurang tahu, jarang ketemu juga dan itu bukan kapasitas saya juga.”

    “Yang penting sebagai keluarga ya memberikan doa terbaik aja udah,” kata Mama Amy.

    Perjanjian nikah Alshad Ahmad dan Nissa Asyifa ternyata singgung soal hak asuh anak (Instagram)

    Bukan itu saja, adik Raffi Ahmad, Nisya Ahmad, ikut buka suara.

    Dikutip dari tayangan Insert, Nisya Ahmad sedikit menghela napas saat ditanya masalah ini.

    “Ya, namanya keluarga, pasti dengarlah berita,” ujar Nisya Ahmad.

    Saat ditanya lebih lanjut mengenal hal terebut, Nisya Ahmad tak mau bicara lagi.

    Ia takut karena merasa tak pantas membicarakannya.

    “Bukan kapasitas aku juga kalau bicara masalah itu,” kata Nisya Ahmad.

    Nisya Ahmad mendoakan agar masalah Alshad mendapatkan jalan terbaik.

    Ia juga tetap akan memberikan dukungan sebagai keluarga.

    “Ya, namanya keluarga, pasti doain yang terbaik, selalu support apa pun,” tutup Nisya Ahmad.

    Berita seleb lainnya

  • Kasus Anak Bunuh Ayah dan Nenek, Yusuf Mansur: Orang Tua Jangan Paksakan Keinginan secara Instan

    Kasus Anak Bunuh Ayah dan Nenek, Yusuf Mansur: Orang Tua Jangan Paksakan Keinginan secara Instan

    Jakarta, Beritasatu.com – Ustaz Yusuf Mansur meminta agar orang tua dalam mendidik anak, jangan memaksakan keinginan secara instan. Namun, bisa dilakukan secara bertahap.

    Yusuf Mansur menyarankan, orang tua harus selalu mencontohkan hal baik kepada anak dan berdoa kepada Allah agar diberikan jalan yang baik. Supaya, kejadian pembunuhan ayah dan nenek yang dilakukan anak kandungnya di Cilandak, Jakarta Selatan tidak terulang kembali.

    “Untuk menghindari kasus serupa, orang tua harus berani memberi contoh bahwa perilaku yang baik bukan hanya teori dalam menjalani kehidupannya,” kata ustaz Yusuf Mansur saat berbincang dengan Beritasatu.com, Minggu (1/12/2024).

    “Berdoalah kepada Allah, agar anak diberikan petunjuk yang baik sehingga tidak bertindak brutal seperti yang terjadi di Lebak Bulus,” ungkapnya lagi.

    Yusuf Mansur menyatakan, pola pengasuhan anak yang sesuai dengan ajaran agama harus diterapkan secara bertahap. Fungsinya, agar anak tidak merasa tertekan menghadapi permintaan orang tuanya.

    “Orang tua juga juga jangan memaksakan keinginan secara instan, tetapi lakukan bertahap. Misalkan, meminta anak yang habis makan buat menaruh piring  ke dapur. Ketika, anak sudah terbiasa baru meminta anak mencuci piring kotor sehabis makan,” bebernya.

    “Jangan langsung menyuruh anak cuci piring dengan keras. Karena, anak sekarang berbeda dengan anak-anak zaman dahulu,” tambahnya.

    Tidak hanya meminta orang tua untuk berani mengajarkan dan mencontohkan hal baik, pemerintah diminta bertindak cepat untuk melindungi anak agar membatasi dari pengaruh media sosial.

    “Pemerintah harus berani membatasi anak di bawah umur untuk main sosial media seperti yang diberlakukan di Australia. Karena, anak di bawah usia itu belum bisa memilih dan memilah pengaruh yang disebabkan dari media sosial. Diperlukan juga kepedulian dari masyarakat terutama orang tua sendiri,” tandasnya.

    Diberitakan sebelumnya, anak berusia 14 tahun berinisial MAS menusuk ayah, nenek, dan ibunya di Perumahan Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2024).

    Pelaku mengaku, mendapat bisikan gaib yang meresahkan kemudian menusuk ayahnya yang sedang tidur di kamar. Saat ibunya bangun, dia juga menusuk sang ibu. Kemudian, MAS menusuk neneknya.

    Akibat penusukan itu, ayah dan neneknya tewas, sedangkan ibunya kritis. Polisi masih mendalami kasus anak bunuh ayah dan nenek tersebut.

  • Wirda Mansur Kasih Kode Ririe Fairus Menikah Lagi, Netizen Langsung Heboh

    Wirda Mansur Kasih Kode Ririe Fairus Menikah Lagi, Netizen Langsung Heboh

    Jakarta, Beritasatu.com – Ririe Fairus diisukan segera menikah lagi setelah cerai dengan Ayus “Sabyan”. Baru-baru ini sahabat Ririe, Wirda Mansur memberi kode lewat komentarnya di media sosial kalau Ririe akan menjalani hidup baru.

    Ririe Fairus kembali menjadi perhatian netizen setelah memposting beberapa foto dirinya yang anggun berkebaya merah. Dalam unggahan di Instagram @ririe_fairus, dia menulis caption “red love” dengan menambahkan lambang hati.

    Postingan Ririe Fairus langsung diserbu banyak komentar dari warganet. Salah satunya dari selebgram Wirda Mansur yang menulis di kolom komentar Ririe “Sakinah mawaddan warahmah, lancar sampai hari H kakak.”

    Komentar dari akun @wirda_mansur itu paling mencuri perhatian dan menimbulkan spekulasi di kalangan warganet Ririe Fairus segera menikah lagi. Banyak yang bertanya dan mengucapkan selamat ke Ririe.

    “Kak Ririe mau nikah,” tanya netizen sambil memention akun @wirda_mansur.

    “Eh serius Kak Ririe mau nikah Wir,” komentar yang lain lagi.

    Ada juga yang menulis “Maysaallah kalau kak Ririe nikah se-Indonesia Bahagia.”

    Ririe Fairus tak menjawab pertanyaan dari netizen. Dia hanya menulis “heeehhh” pada kolom komentarnya dengan memention akun @wirda_mansur.

    Ririe Fairus sudah resmi berpisah dengan Ayus setelah sang suami ketahuan selingkuh dengan Nissa “Sabyan”. Ririe dan Ayus cerai sejak Maret 2021. Ayus sendiri sudah menikah dengan Nissa “Sabyan” pada 14 Juli 2024.

    Beberapa waktu lalu, Ririe Fairus mengaku sudah membuka hati untuk pria lain meski masih menyisakan trauma akibat dikhianati Ayus. Ririe tidak mau terus larut dalam kesedihan dan sudah move on. Ia siap menikah lagi jika ada pasangan yang cocok.

    “Aku sudah buka hati kok, tetapi memang belum ada pasangan yang pas saja, doain saja,” kata Ririe Fairus.

  • Anak Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus, Yusuf Mansur: Tingkat Stres Bisa Bawa Perilaku Negatif

    Anak Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus, Yusuf Mansur: Tingkat Stres Bisa Bawa Perilaku Negatif

    Jakarta, Beritasatu.com – Penceramah Yusuf Mansur mengaku prihatin mendengar kasus anak bunuh ayah dan nenek di Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2024) dini hari, yang kemudian menggegerkan masyarakat.

    “Yang jelas kita prihatin dengan kondisi itu, karena anak yang sampai tega bunuh ayah dan neneknya hingga meninggal dunia. Namun, kita harus lihat dahulu kenapa itu terjadi, karena banyak anak sekarang yang ternyata stres dan kecewa menghadapi kehidupannya, hingga akhirnya dia habisin orangtuanya,” ungkap Yusuf Mansur kepada Beritasatu.com, Minggu (1/12/2024).

    Ditambahkan Yusuf Mansur, kemudahan teknologi di era digital sekarang juga berpengaruh pada kondisi anak. Media sosial sebagai salah satu kemajuan teknologi yang dilihat dan didengar, ditambah dengan belum siapnya mental anak menyaring pengaruh apakah itu positif atau negatif.  

    “Maka anak kerap menarik kesimpulan itu sebagai bisikan gaib. Padahal bisikan (gaib) itu berwujud bukan bisikan gaib dari alam jin tetapi bisikan alam yang ter-distract bahwa dia enggak nyaman, sehingga dia nyari gimana menyelesaikannya. Mungkin yang kebetulan banyak dilihat, yakni untuk menghabisi orang tua ya, dan itu yang terjadi,” tambahnya.

    Ia menekankan, orang tua yang meminta anak belajar, meminta anak maju, meminta anak menurut, harus dilakukan dengan cara yang baik, tidak dengan kekerasan dan pemaksaan.

    “Hal itu agar tidak menimbulkan dendam bagi anak, selain itu kalau bisa jangan langsung tetapi bertahap dan yang terpenting siapkan mental anaknya,” tegasnya.

    Yusuf Mansur juga berharap penyidik dan juga pihak terkait untuk melihat latar belakang pelaku dengan tidak langsung percaya bahwa dorongannya membunuh orang tuanya disebabkan bisikan gaib.

    “Penyidik harus liat rekam jejak sosmednya kayak chek emailnya dengan siapa dia berinteraksi, apa yang dia lihat, apa yang dia baca di internet dan apa yang dimainkan, karena banyak orang membunuh karena dia sering melihat video-video pembunuhan, melihat penyelesaian masalah dengan kekerasan,  dan main game yang temanya kekerasan,” ucap Yusuf Mansur.

    Yusuf Mansur juga berharap selain diberikan pelajar tentang kehidupan dan sains, anak juga harus diberikan pelajaran tentang agama.

    “Di agama manapun pasti mengajarkan perdamaian dalam menyelesaikan masalah. Pelajaran agama, anak juga bisa mencontoh dari nabi-nabi terdahulu tentang adab terhadap orang tua. Orang tua juga harus mencontohkan, bukan hanya bisa menyuruh dan sekedar teori,” tandasnya.

    Diberitakan sebelumnya, anak berusia 14 tahun berinisial MAS membunuh ayah dan nenek di Perumahan Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2024) dini hari.

    Pelaku mengaku membunuh ayah dan neneknya karena dapat bisikan gaib yang meresahkan, kemudian menusuk ayahnya yang sedang tidur di kamar. Saat ibunya bangun, dia juga menusuk sang ibu dan menusuk neneknya. 

  • Awal Ngajar Dibayar Rp2000 Sehari, Guru Alvi Viral Nyambi Pemulung Semringah Ada Kenaikan Gaji Guru

    Awal Ngajar Dibayar Rp2000 Sehari, Guru Alvi Viral Nyambi Pemulung Semringah Ada Kenaikan Gaji Guru

    TRIBUNJATIMM.COM – Masih ingat guru Alvi yang nyambi jadi pemulung sepulang sekolah?

    Ya ia kini semringat saat mendapat informasi akan ada kenaikan gaji guru.

    Pasalnya ia teringat di awal mengajar, guru bernama lengkap Alvi Noviardi ini hanya dibayar Rp2000 per hari.

    Guru asal Kabupaten Sukabumi ini mendapat kabar soal kenaikan gaji saat tengah menonton televisi di rumah.

    Presiden RI Prabowo Subianto beri kado indah kepada para guru berupa pengumuman kenaikan gaji saat puncak peringatan Hari Guru, Kamis (28/11/2024).

    Tentu Alvi senang bukan kepalang. Ia pun yakin guru-guru lain akan bahagia.

    “Bagi saya sangat menyenangkan bahagia dan terharu, saya senang karena guru dapat gaji tambahan,“ kata Alvi Noviardi saat ditemui Kompas.com di kediamannya di Kampung Bantar Muncang, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (30/11/2024), dikutip dari Kompas.com.

    Guru 57 tahun itu menceritakan awal mula saat ia mengajar hanya mendapatkan gaji Rp 2.000 per hari.

    Ia mulai mengajar pada 1988.

    Selama 21 tahun mengajar, Alvi mendapatkan panggilan dari Kemenag pada 2009 dan kemudian mendapatkan gaji perbulan sebesar Rp 1,5 juta.

    Kemudian pada 2011, Alvi berstatus guru inpassing dan mendapatkan gaji sebesar Rp 2,8 juta, dan pada 2023 ia memperoleh gaji Rp 3 juta per bulan.

    Namun kenaikan gaji guru yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu, menurut Alvi, belum mencapai kata ideal untuk guru honorer dan hanya sebatas cukup.

    Alvi Noviardi salah seorang guru di Kabupaten Sukabumi, saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Jumat (29/11/2024). (KOMPAS.com/RIKI ACHMAD SAEPULLOH)

    “Belum ideal baru sekadar cukup, mudah-mudahan yang belum serti ada bantuan, meskipun 2 juta tapi itu bagi honorer besar, apalgi honorer gaji hanya 200-an ini kalo ada bantuan dari negara 2 juta alhamdulillah,” lanjut Alvi.

    Namun Alvi belum mendapatkan penjelasan detail dari pemerintah daerah terkait kebijakan yang disebut Prabowo saat pidato dalam peringatan Hari Guru.

    “Tapi ini baru pengumuman dari Presiden, dari pemerintab daerah belum ada penjelasan lanjut,” ujar Alvi.

    Saat ini Alvi mengajar di MTS Syamsul’ulum Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

    Alvi juga mengakui aktivitas sepulang sekolah untuk memungut barang bekas sudah tak dilakukannya lagi.

    Ia kini membuka usaha warung kecil yang dijalankannya sehabis mengajar.

    Sementara itu, kabar kenaikan gaji ini disebut salah informasi. Sebab yang naik bukanlah gaji melainkan tunjangan guru yang menjadi Rp2 juta.

    Melihat ucapaan Presiden Prabowo, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Mansur Sipinathe menjelaskan, sebenarnya tunjangan guru honorer tidak mengalami kenaikan signifikan.

    Menurut Mansur, pemerintah memang berjanji memberikan tambahan Rp 2 juta untuk guru honorer yang sudah sertifikasi.

    Namun, tunjangan sertifikasi itu, lanjut dia, sudah ada sejak lama dengan nominal Rp 1,5 juta.

    Sehingga tidak ada kenaikan gaji guru honorer, tetapi yang ada adalah kenaikan tunjangan sertifikasi senilai Rp 500.000.

    “Yang dulu biasanya dikasih Rp 1,5 juta sekarang menjadi Rp 2 juta. Jadi ya oke lah kalau itu dianggap ada kenaikan Rp 500.000,” kata Mansur saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

    Menurut Mansur, guru ASN maupun non-ASN yang sudah sertifikasi tidak ada perubahan apapun terhadap gaji.

    “Mungkin itu yang pasti,” lanjut dia.

    Mansur juga menegaskan, kesejahteraan yang dimaksud Prabowo bukanlah kenaikan gaji, tetapi memberikan tunjangan sertifikasi pada guru.

    “Sebetulnya ada kesalahan informasi dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden. Seolah-olah menyamakan kenaikan gaji dengan pemberian tunjangan sertifikasi,” ujarnya.

    Mansur menjelaskan, banyak guru yang hadir dalam puncak Hari Guru Nasional 2024 mengira ada kenaikan gaji.

    Padahal, kata dia, tambahan satu kali gaji untuk guru ASN yang dimaksud adalah penanggungan sertifikasi yang biasa dikenal dengan tunjangan profesi guru yang sudah berlangsung sejak 2008 silam.

    Sementara, bagi ASN yang belum sertifikasi, lanjut Mansur, maka akan dilakukan sertifikasi dan apabila lulus akan mendapatkan tunjangan satu kali gaji.

    Sedangkan untuk guru non-ASN atau honorer memang mendapatkan tambahan tunjangan sertifikasi, dari yang awalnya hanya Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta. Sehingga ada kenaikan Rp 500.000.

    “Jadi tidak ada istilah kenaikan gaji,” ucap dia.

    Prabowo Subianto menangis saat umumkan gaji guru Non ASN naik. (via Tribun Jambi)

    Senada dengan Mansur, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meluruskan Rp 2 juta yang akan diberikan kepada guru bukan merupakan gaji, melainkan tunjangan kinerja.

    Sebab kewenangan untuk menaikkan gaji itu bukan menjadi wilayah Kemendikdasmen.

    “Kewenangan kami tunjangan kinerja guru, bukan gajinya,” kata Fajar saat kunjungan di Kudus dalam peresmian SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus, Jumat (29/11/2024).

    Fajar menerangkan, untuk guru yang mendapatkan kenaikan tunjangan kinerja yaitu guru aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN.

    Untuk guru non-ASN yang berhak menerima tunjangan Rp 2 juta merupakan guru sudah sertifikasi. Pasangan guru ASN akan menerima tunjangan satu kali gaji.

    Lantas bagaimana nasib guru honorer yang belum sertifikasi, Fajar mendorong agar mereka segera ikut sertifikasi.

    “Karena kami naikkan tunjangan kinerja guru berbasis sertifikasi,” kata Fajar.

    Syarat untuk sertifikasi yaitu guru lulusan D4 atau S1.

    Sementara dari data yang pihaknya miliki, di seluruh Indonesia ada 249 ribu lebih guru yang belum lulus D4 atau S1.

    Untuk itu pemerintah tengah menyiapkan kebijakan untuk guru yang belum D4 atau S1 untuk dibantu biaya menempuh studi.

    “Soal biaya kami sedang mempertimbangkan skema bantuan biaya. Kami koordinasi dengan kementerian keuangan,” kata Fajar.

    Selain itu, yang tidak kalah penting yaitu penerapan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar bisa mengajar di sekolah swasta.

    Kebijakan ini akan mulai diterapkan dalam waktu yang tidak lama lagi.

    Kebijakan ini untuk menjawab persoalan distribusi guru yang kurang merata.

    Padahal secara rasio antara jumlah siswa dan guru di Indonesia sudah ideal, namun untuk persebaran guru masih belum merata.

    “Kebijakan guru PPPK bisa mengajar di sekolah swasta ini untuk pemerataan kualitas guru. Karena pengangkatan guru PPPK di sekolah negeri dianggap tidak adil untuk sekolah swasta,” kata Fajar.

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

  • Curhatan Vicky Prasetyo Kalah Pilkada 2024 Imbas Politik Uang: Demokrasi Lebih Bernilai dari 50 Ribu

    Curhatan Vicky Prasetyo Kalah Pilkada 2024 Imbas Politik Uang: Demokrasi Lebih Bernilai dari 50 Ribu

    TRIBUNJATIM.COM – Vicky Prasetyo menjadi salah satu artis yang berpartisipasi pada Pilkada 2024.

    Dia mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Pemalang yang berpasangan dengan Mochamad Suwendi di pesta demokrasi itu.

    Sayangnya, dia kalah dari dua paslon lainnya, yaitu Mansur Hidayat-Bobby Dewantara dan Anom Widiyantoro-Nurkholes.

    Setelah hasil quick count menunjukkan kekalahannya, Vicky Prasetyo pun bersuara di media sosialnya.

    Dia menyindir politik uang yang masih marak di pemilihan pilkada ini.

    Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

    Vicky Prasetyo mengakui kekalahannya dalam Pilkada Pemalang 2024.

    Walau begitu, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk bersuara tentang demokrasi. 

    Dalam unggahan terbarunya di instagram, Vicky menyinggung praktik politik uang yang menurutnya masih menjadi masalah dalam proses pemilu.

    “Pembangunan jalan-jalan rusak, permasalahan sampah, pembangunan infrastruktur lainnya, mari sahabat, dimulai dengan pembangunan mental terlebih dahulu agar kalian sadar suara demokrasi lebih bernilai daripada uang selembar Rp50 ribu,” tulis Vicky, Jumat (29/11/2024).

    Pernyataan itu secara tidak langsung menyindir fenomena politik uang yang sering menjadi isu dalam Pilkada. 

    Vicky menegaskan bahwa suara rakyat seharusnya dipakai untuk memilih dengan hati nurani, bukan karena iming-iming uang.

    Meski kalah, Vicky tetap mengapresiasi 115 ribu lebih pendukungnya yang menurutnya telah menunjukkan integritas dalam memilih. 

    Ia menyebut mereka sebagai orang-orang yang tetap memiliki nurani dan keberanian meski harus hidup berdampingan dengan kemiskinan.

    “Saya bangga menjadi bagian yang berjuang bersama kalian,” tulisnya.

    Vicky juga menggunakan analogi revolusi untuk menggambarkan perjuangannya dalam Pilkada. 

    “Kuba tidak akan mungkin merdeka dan tercipta revolusi jika Che Guevara menarik diri dari medan pertempuran,” tulis Vicky.

    Sosok Vicky Prasetyo

    Vicky Prasetyo lahir di Bekasi, 7 Januari 1983, ia dikenal sebagai sosok artis yang sering kali mengundang kontroversi.

    Vicky dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul pada saat ia masih bersekolah di SMAN 2 Cikarang Utara, Bekasi.

    Pria yang dijuluki sang Gladiator ini kerap berurusan dengan hukum.

    Vicky pernah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) karena kasus pemalsuan surat pada September 2013.

    Saat usianya 30 tahun, Vicky didakwa bersalah dan melanggar pasal 263 ayat 2 KUHP.

    Kasasinya ditolak oleh Mahkamakah Agung (MA) dan Vicky dijatuhi vonis 1 tahun 6 bulan penjara.

    Atas putusan tersebut mengharuskan Vicky masuk tahanan.

    Keluar dari penjara, Vicky yang telah dikenal banyak orang ini pun menjajal peruntungannya di dunia tarik suara.

    Dibantu oleh Charly Van Houten dari Setia Band, ia merilis album dengan judul yang menjadi jargon andalannya saat tenar karena Zaskia Gotik dulu, yaitu Kontroversi Hati.

    Pada 2015, Vicky semakin sering muncul di layar kaca.

    Dirinya dipercaya untuk mengisi beberapa program tv, seperti The New Eat Bulaga! Indonesia, Pesbukers, dan Seleb Nyantri.

    Memasuki awal tahun baru 2018, Vicky menghentak publik Indonesia.

    Dikabarkan, ia akan menikahi Angel Lelga, mantan istri siri Rhoma Irama. Tak ada yang menyangka, Vicky bisa mendapatkannya.

    Namun sayang, rumah tangga keduanya tak bertahan lama.

    Vicky kembali harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran dirinya terjerat kasus pencemaran nama baik terhadap mantan istrinya, Angel Lelga.

    Selama berkarier di dunia hiburan Tanah Air, Vicky Prasetyo memang dikenal sebagai seorang karakter yang unik.

    Namun di balik itu semua, ada sisi lain dari seorang artis yang akrab dipanggil sebagai galdiator ini.

    Dari pernikahan pertamanya, ternyata Vicky Prasetyo memiliki satu orang anak.

    Sejak lahir, ternyata Vicky Prasetyo tak pernah bertemu dengan anaknya.

    Barulah di tahun 2023 sejak anaknya berusia 16 tahun, Vicky Prasetyo bertemu dengan sang putra Reynaldi Prasetyo.

    Momen mengharukan itu terlihat jelas saat Vicky memeluk anaknya yang sudah 16 tahun tak bertemu.

     

    —– 

    Berita Jatim dan berita viral lainnya.

  • Deretan Artis Tumbang di Pilkada, Segini Suara Krisdayanti, Ronald Surapradja, Vicky Prasetyo, dan Hengky Kurniawan

    Deretan Artis Tumbang di Pilkada, Segini Suara Krisdayanti, Ronald Surapradja, Vicky Prasetyo, dan Hengky Kurniawan

    Jakarta, Beritasatu.com – Deretan artis harus tumbang di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, yang digelar pada 27 November. Hasil quick count menunjukkan nama-nama artis yang beken tak mampu mendongkrak raihan suara di daerah pemilihan masing-masing.

    Meskipun quick count memberikan gambaran awal tentang kemungkinan siapa yang menang atau kalah, Anda tetap harus menunggu hasil resmi dari KPU untuk mendapatkan kepastian yang lebih akurat.

    Berikut empat daftar artis yang kalah di Pilkada 2024 dan raihan suaranya:

    1. Krisdayanti

    Penyanyi Krisdayanti kalah dalam Pilkada 2024. Ia mencalonkan diri sebagai wali kota Batu dengan menggandeng Kresna Dewanata Prosakh.

    Meskipun memiliki popularitas sebagai artis, pasangan ini sulit meraih dukungan masyarakat. Pasangan calon ini diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasdem.

    Hasil quick count Avamedia menunjukkan Krisdayanti-Kresna berada di posisi bawah dengan perolehan suara sekitar 20,31 persen, kalah dari pasangan lain, yaitu Firhando Gumelar-Rudi dengan perolehan suara sebesar 29,53 persen menduduki posisi kedua dan Nurochman-Heli Suyanto berhasil meraih kemenangan dengan perolehan suara sebesar 50,16 persen.

    2. Ronal Surapradja

    Artis Ronal Surapradja tumbang dalam Pilkada 2024. Ia mencalonkan diri sebagai wakil gubernur Jawa Barat berpasangan dengan Jeje Wiradinata. Mereka diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

    Namun, hasil quick count Indikator Politik Indonesia menunjukkan pasangan ini hanya memperoleh sekitar 9,12 persen suara, menempatkan mereka di posisi keempat dari empat pasangan calon yang bertanding, yaitu Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina dengan perolehan suara sebesar 9,67 persen menduduki posisi ketiga.

    Pada posisi kedua, ada pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie dengan perolehan suara sebesar 20,07 persen, dan posisi pertama dimenangkan oleh Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan dengan perolehan suara sebesar 61,16 persen.

    3. Vicky Prasetyo

    Vicky Prasetyo kalah pada Pilkada 2024. Ia mencalonkan diri sebagai calon bupati Pemalang berpasangan dengan Mochamad Suwendi, diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    Namun, hasil sementara perhitungan BM Center menunjukkan mereka meraih suara paling rendah sekitar 19,38 persen dibanding dua pasangan calon lainnya, yaitu Mansur Hidayat dan Muhammad Bobby Dewantara dengan perolehan suara sebesar  36,21 persen menduduki posisi kedua, dan hasil sementara dimenangkan oleh pasangan Anom Widiyantoro-Nurkholes dengan perolehan suara sebesar 44,42%.

    4. Hengky Kurniawan

    Hengky Kurniawan juga kalah pada Pilkada 2024. Artis yang berasal dari PDIP dan petahana ini maju sebagai calon bupati Kabupaten Bandung Barat bersama Ade Sudrajat. Hengky kalah dari pasangan sesama artis, yakni Jeje “Govinda” atau Ritchie Ismail.

    Jeje “Govinda”-Asep Ismail unggul dalam hasil quick count Indikator Politik Indonesia pada Pilkada 2024. Adik ipar Raffi Ahmad ini mendapatkan 37,77 persen dari perolehan suara.

    Jeje “Govinda” unggul dari Hengky Kurniawan-Ade Sudrajat yang mengumpulkan 23.96 persen suara. Sementara, posisi ketiga ada pasangan Didik Agus dan Gilang Dirga yang mendapat 17,66 persen.

    Para artis yang tumbang di Pilkada 2024 ini menunjukkan betapa kompetitifnya pertarungan politik di Indonesia. Hal ini juga menjadi tantangan baru mereka yang beralih dari dunia hiburan ke dunia politik.