Tag: Mansur

  • Mbah Jubaedah Minta Tolong Presiden Tanah Warisan Terancam Dieksekusi, Leter C Diubah: Saya Beli

    Mbah Jubaedah Minta Tolong Presiden Tanah Warisan Terancam Dieksekusi, Leter C Diubah: Saya Beli

    TRIBUNJATIM.COM – Video seorang nenek minta tolong ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Presiden Prabowo, viral di TikTok sejak Jumat (7/3/2025).

    Video yang diunggah akun TikTok @calonmenkeu memperlihatkan nenek tersebut mencurahkan permasalahannya.

    Ia meminta agar Gubernur dan Presiden membantu masalah yang tengah dihadapinya.

    Dalam unggahan tersebut, tertulis narasi yang menyebutkan bahwa tanah peninggalan sang nenek akan dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Bale Bandung.

    Padahal tanah tersebut merupakan peninggalan dari suaminya.

    “Kepada Pak Presiden dan Gubernur, tolong saya warga Bapak, merasa dizalimi. Suami saya beli dan sekarang Leter C di desa diubah,” ungkap nenek dalam video.

    Kemudian, video tersebut dilanjutkan oleh seorang perempuan yang mengaku lahan milik keluarganya juga akan dieksekusi oleh PN Bale Bandung.

    Dalam narasinya, disebutkan keluarganya menjadi korban praktik mafia tanah dengan manipulasi data di tingkat desa.

    Akibatnya, meski memiliki Akta Jual Beli (AJB) tanah, kepemilikannya dirampas lewat surat eksekusi.

    Belakangan diketahui, nenek tersebut bernama Jubaedah (80) dan Ayu Septia Ningrum.

    Keduanya merupakan warga Kampung Simpen, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

    Ayu mengatakan, tanah yang akan dieksekusi tersebut berada di RT 01 dan 05, RW 05, Jalan Kapten Sangun, Kampung Simpen.

    Dia mengaku, keluarganya telah tinggal di tanah tersebut sejak lama.

    “Udah lama, Ayah saya Mochammad Ridjekan (58) itu beli dari Apud Kurdi (alm), suami nenek Jubaedah. Jadi ada dua bidang milik keluarga Ayu, kedua bidang itu luasnya 20 tumbak,” kata Ayu saat dihubungi Kompas.com via telepon, Rabu (12/3/2025).

    Nenek Jubaedah dan Ayu Septia Ningrum, warga Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang meminta tolong pada Gubernur Jawa Barat dan Presiden Prabowo terkait tanahnya yang akan dieksekusi PN Bale Bandung. (TikTok/calonmenkeu)

    Tak hanya tanah milik keluarga Ayu dan Jubaedah saja yang terdampak.

    Pemegang AJB lainnya seperti Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bina Muda, juga yang didiami para penyewa, harus dikosongkan.

    Berdasarkan surat dari Pengadilan Negeri Bale Bandung, nomor 2129/PAN.W11.U.10/HK2.4/III/2025 tertanggal 5 Maret 2025, tentang pemberitahuan eksekusi, pengosongan, dan penyerahan lahan, lahan itu akan dieksekusi pada 8 April 2025, sepekan seusai Lebaran.

    Ayu menjelaskan, awalnya (alm) Apud Kurdi dan Jubaedah memiliki tanah hasil membeli di Kampung Simpen, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

    Berdasarkan data, kata dia, tanah tersebut dahulu merupakan tanah kering.

    Keduanya sepakat untuk menyewakan tanah miliknya hingga lambat laun tanah yang disewakan terbeli oleh perorangan.

    “Termasuk tanah yang disewa oleh pihak SDIT Bina Muda juga terbeli,” jelasnya.

    Persoalan pun muncul pada tahun 2009.

    Ayu mengatakan, tiba-tiba ada gugatan dari sekelompok orang yang mengaku sebagai ahli waris Ny Oce bin Mansur yang dilayangkan kepada ahli waris Apud Kurdi.

    Pihak ahli waris Ny Oce bin Mansur mengeklaim bahwa tanah yang dikuasai pihak Apud Kurdi adalah hak mereka.

    Gugatan tercatat dalam perkara bernomor 159/PDT.G/2009/PN.BB yang pada putusannya di tahun 2010, ditolak.

    Kemudian pada tahun 2011, pihak Ny Oce bin Mansur kembali menggugat pihak Apud Kurdi lewat gugatan bernomor 39/Pdt.G/2011/PN.BB.

    “Kalau yang 2011, semuanya juga digugat seperti Yayasan Sosial dan Pendidikan Bina Muda sebagai pengelola SDIT Bina Muda, pemilik AJB dan para penyewa lahan di lahan yang disengketakan, juga menjadi turut tergugat,” kata dia.

    Sejak gugatan itu hingga tahun 2023, proses hukum terus berlangsung.

    Ayu mengatakan, baik pihaknya maupun pihak ahli waris saling gugat.

    Puncaknya pada Selasa, 18 Oktober 2022, PN Bale Bandung sempat akan melakukan eksekusi dan mendapat penolakan keras dari warga.

    “Waktu yang 2022, eksekusi pun dilakukan ketika siswa SDIT Bina Muda masih masuk dan ada kegiatan belajar,” tutur dia.

    Hingga saat ini, keduanya masih menempuh jalur hukum.

    Bahkan pihak warga melayangkan upaya peninjauan kembali (PK).

    PK dimohonkan pihak Apud Kurdi ke Mahkamah Agung (MA) bernomor 312/PK/Pdt/2023 yang amar putusannya ditolak.

    Ayu dan yang lainnya menduga, sengketa lahan tersebut terjadi akibat adanya dugaan manipulasi data tanah di tingkat desa.

    Menurutnya, data tanah berupa Leter C diduga diubah, hingga salah satu pihak merasa berhak mencaplok hak tanah orang lain.

    “Saya sempat datang rapat sama penjual tanah (ahli waris Apud Kurdi), memang Leter C itu ada yang mengubah sejak dulu. Ini aneh kok bisa kejadian?” terangnya.

    Dugaan itu, kata Ayu, dibuktikan dengan perubahan data Leter C di tingkat Desa Tenjolaya sebelum dimekarkan, dengan setelah dimekarkan.

    Dulu, Desa Tenjolaya Kecamatan Cicalengka cukup luas.

    Menurut data yang terhimpun pihak Ayu, pada tahun 1901, wilayah tersebut sudah berbentuk desa yang dipimpin lurah bernama Moehammad Sanoesi.

    Diketahui, Desa Tenjolaya kemudian dimekarkan pada 23 September 1982 menjadi dua, yakni Desa Tenjolaya dan Desa Panenjoan.

    Namun, jika umumnya desa baru punya kantor pemerintahan desa yang baru, dalam hal ini Kantor Desa Tenjolaya, berpindah dari semula (tahun 1950-an) di kawasan Kebon Kalapa, ke Jalan Kapten Sangun, Kampung Simpen.

    Dalam data sebelum pemekaran, tanah pada persil 112 c yang dimiliki Ny Oce bin Mansur adalah 130 desiare (1.300 meter persegi).

    Tulisan mengenai persil ini juga bertinta merah.

    Namun pada salinan data tanah setelah pemekaran, persil 112 c ini bertambah luas menjadi 920 desiare (9.200 meter persegi), atau dalam hal ini ada ‘perluasan’ 720 desiare.

    Saat ini Ayu dan puluhan warga, termasuk SDIT Bina Muda, resah dengan adanya keputusan eksekusi lahan dari PN Bale Bandung yang akan berlangsung seusai Lebaran Idulfitri 2025 ini.

    “Sebab, meski tergugat adalah pihak ahli waris Apud Kurdi, mereka juga terancam minggat dari lahan yang sudah ditempati sejak lama,” ujarnya.

    Terlebih, kata dia, pihak Pemerintah Kecamatan Cicalengka telah melayangkan surat undangan kepada para pemilik AJB untuk berdialog.

    “Intinya, dialog dengan kecamatan juga itu mah desakan pemerintah untuk merelakan tanah kita diekseskusi,” ungkap dia.

    Menurut Ayu, AJB merupakan produk hukum yang legal dalam jual beli tanah yang diketahui oleh camat.

    Tetapi di kemudian hari, AJB itu hangus begitu saja setelah ada putusan pengadilan dugaan manipulasi data tanah di tingkat desa.

    “Secara langsung diusir memang tidak, tapi jelas-jelas tidak ada tindakan dari pemerintah yang mungkin membuat kita harus bertahan.”

    “Malah pemerintah yang seolah-olah memfasilitasi pengusuran itu, karena berbicara (kami) sudah kalah dan mungkin sulit untuk PK (peninjauan kembali),” beber dia.

    Ayu yang kini bertindak mewakili ayahnya dalam upaya mempertahankan tanah, sebab ayahnya jatuh sakit telah tiga tahun lamanya.

    Ia berharap agar pemerintah hadir dalam persoalan yang tengah dihadapi warga Desa Tenjolaya.

    “Harapan kami, pemerintah dapat mengatasi kasus seperti ini, bahwa sedang terjadi kasus seperti ini di masyarakat, khususnya di Tenjolaya.”

    “Dan berharap (Gubernur Jabar) bisa menanggapi dengan cepat dan cermat, agar tidak terpuruk, karena kasus ini terjadi begitu lama,” tutup Ayu.

    Sementara itu, hingga berita diturunkan belum ada tanggapan dari pihak PN Bale Bandung.

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

  • Lezatnya Martabak Har Pangkalpinang Cocok untuk Berbuka Puasa

    Lezatnya Martabak Har Pangkalpinang Cocok untuk Berbuka Puasa

    Pangkalpinang, Beritasatu.com – Jika Anda sedang mencari kudapan lezat untuk berbuka puasa, martabak Har di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung bisa menjadi pilihannya. 

    Dikenal dengan kelezatannya yang menggugah selera, martabak ini disajikan dengan kuah kari yang gurih dan cabai cuka kecap yang memberikan rasa pedas segar, menjadikannya hidangan yang sempurna untuk menemani waktu berbuka puasa.

    Martabak Har telah berhasil mencuri perhatian banyak orang berkat rasa istimewanya. Setiap gigitannya terasa kaya akan rempah, dengan kuah kari yang melengkapi rasa gurih dari martabak. 

    Maka tak heran, apabila dalam sehari martabak ini bisa habis terjual hingga 80-100 porsi, dan pada Ramadan, permintaannya bahkan bisa meningkat tiga kali lipat.

     “Rasa martabak ini sangat gurih dan enak. Kombinasi rempah-rempahnya terasa, ditambah kuah kaldu yang menggugah selera. Enak banget,” kata salah seorang pelanggan setia, Sheren kepada Beritasatu.com belum lama ini.

    Proses pembuatan martabak Har yang teliti, ditambah dengan penggunaan bahan-bahan berkualitas tinggi, menjadi kunci utama kenikmatannya. 

    Pembeli dapat menyaksikan langsung bagaimana martabak ini dipersiapkan, mulai dari adonan yang diolah hingga penggorengan yang sempurna.

    Penjual martabak Har, Muhammad Mansur mengatakan, ia menjual martabak dengan aneka varian rasa yang bisa dipilih langsung oleh pembeli.

    “Kami menawarkan berbagai varian martabak, mulai dari martabak isi telur ayam, telur bebek, sayuran, daging ayam, hingga daging sapi,” jelasnya.

    Martabak Har terbuat dari adonan gandum yang dipadukan dengan dua butir telur ayam atau telur bebek, serta berbagai isian, seperti sayur dan daging ayam. 

    Martabak ini disajikan dengan kuah kari yang terbuat dari kaldu campuran kentang dan daging yang dipotong kecil-kecil, serta cabai dan cuka kecap khas martabak Har.

    Komposisi bahan yang pas menjadikan martabak ini penutup yang sempurna setelah menikmati hidangan utama, baik saat berbuka puasa ataupun hari-hari biasa.

    Bagi Anda yang berada di Pangkalpinang atau merencanakan kunjungan ke kota ini, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan martabak Har di kawasan Pasar Pagi Pangkalpinang. Harga martabak Har ini mulai dari Rp 16.000 hingga Rp 25.000 per porsi.

    Martabak Har bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga merupakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan di Pangkalpinang. Rasakan cita rasa yang mengenyangkan perut dan menyenangkan lidah Anda di sini.

  • Honorer RSUD Nunukan Protes Gaji Berkurang, Ini Penjelasan Manajemen
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        4 Maret 2025

    Honorer RSUD Nunukan Protes Gaji Berkurang, Ini Penjelasan Manajemen Regional 4 Maret 2025

    Honorer RSUD Nunukan Protes Gaji Berkurang, Ini Penjelasan Manajemen
    Tim Redaksi
    NUNUKAN, KOMPAS.com
    – Tenaga
    honorer
    RSUD Nunukan, Kalimantan Utara, menuntut penjelasan terkait pemotongan gaji yang mereka.
    Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Nunukan, Selasa (4/2/2025), juru bicara honorer, Muslimin, menyampaikan keresahan mereka soal nominal gaji yang berkurang.
    “Yang kami pertanyakan, kenapa gaji kami yang masuk rekening tidak seperti sebelumnya. Kok jumlahnya berkurang?” ujarnya.
    Sebelumnya, gaji seorang supir ambulans seperti Muslimin masuk rekening sebesar Rp 1,3 juta. Namun, berdasarkan janji eks Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid, seharusnya ada tambahan Rp 500.000 sebagai kenaikan gaji.
    “Menurut hitungan kami, seharusnya gaji yang masuk nambah Rp 500.000, yaitu Rp 1,8 juta. Kenapa yang masuk rekening saya hanya Rp 1.650.000?” kata Charles, honorer bagian kelistrikan RSUD Nunukan.
    Para tenaga honorer juga mengeluhkan bahwa mereka tidak mendapatkan hak libur, bahkan saat Hari Raya Lebaran.
    “Itu kenapa kami emosi. Mungkin angka yang kami perjuangkan tidak seberapa. Janji Rp 500.000 itu sangat berarti karena bagi kami, itu menambah kesejahteraan meski dianggap kecil saja jumlahnya,” imbuhnya.
    Penjelasan RSUD Nunukan
    Plt Direktur RSUD Nunukan, Sabarudin, menjelaskan bahwa perubahan regulasi dari BLUD ke APBD berdampak pada standar gaji yang diterima tenaga honorer.
    “Saat regulasi BLUD berganti menjadi APBD, maka standar besaran gaji juga berubah, menganut Standar Satuan Harga (SSH). Dan memang, standar APBD lebih kecil dibanding BLUD,” jelasnya.
    Gaji supir ambulans yang sebelumnya Rp 1,3 juta mengikuti standar BLUD, kini hanya Rp 1,1 juta dengan sistem APBD. Dengan tambahan Rp 500.000 dana kesejahteraan, maka total gaji menjadi Rp 1.650.000.
    “Dan angka tersebut sudah sesuai standar SSH. Karena sekali lagi, penggajian 518 tenaga honor RSUD dibackup APBD, bukan lagi BLUD,” tuturnya.
    Sabarudin juga memastikan bahwa perubahan ini sebenarnya membawa keamanan finansial bagi tenaga honorer, karena skema APBD menjamin stabilitas gaji, tidak bergantung pada pendapatan rumah sakit seperti BLUD.
    Selain itu, dengan gaji berbasis APBD, ada peluang tenaga honorer terdata dalam database BKN, yang bisa meningkatkan peluang status mereka di masa depan.
    “Dan ini sebenarnya tanda sayang kami ke para honorer,” katanya lagi.
    DPRD Desak Evaluasi Manajemen RSUD Nunukan
    Ketua Komisi 3 DPRD Nunukan, Rian Antoni, menilai kurangnya sosialisasi dari manajemen RSUD menjadi penyebab munculnya protes dan ketidakpuasan tenaga honorer.
    “Seharusnya masalah ini dikomunikasikan dengan baik. Dijelaskan pelan-pelan supaya tidak miss persepsi,” sesalnya.
    Selain itu, DPRD juga menyoroti kondisi RSUD Nunukan yang masih dalam sorotan tajam pasca kasus korupsi BLUD Nunukan yang merugikan negara Rp 2,52 miliar.
    Anggota DPRD lainnya, Gat Khaleb, mengkritik minimnya tenaga kesehatan di pedalaman, yang berdampak buruk pada pelayanan BPJS.
    “Apalagi ternyata gaji Nakes maupun tenaga honorer kita paling rendah dibanding Kabupaten Malinau, Tanjung Selor, dan Kota Tarakan. Wajar minat Nakes ke Nunukan minim akibat kesejahteraan yang minus,” tegasnya.
    DPRD juga meminta evaluasi total manajemen RSUD, karena sistem yang lama dianggap masih menyisakan banyak permasalahan.
    Sekretaris Komisi 1 DPRD Nunukan, Mansur Rincing, bahkan meminta Bupati Nunukan segera mengambil kebijakan tegas untuk mengganti jajaran lama di RSUD.
    “Saya ingatkan, sampai hari ini penyidik masih memantau RSUD Nunukan. Dengan manajemen lama dan terus munculnya masalah, saya berharap Bupati Nunukan yang baru ambil kebijakan tegas mengganti orang-orang lama di RSUD,” tegasnya.
    Selain itu, DPRD berencana segera membahas kenaikan standar gaji honorer dengan instansi terkait.
    “Jadi kita akan segera rapatkan masalah standar gaji honorer dengan instansi terkait. Kita akan melihat regulasi yang ada, dan harapan kami, keputusan nanti berpihak pada tenaga honorer,” tutup Rian Antoni.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Warga Sleman Gelar Arak-arakan Meriah untuk Songsong Ramadan 2025

    Warga Sleman Gelar Arak-arakan Meriah untuk Songsong Ramadan 2025

    Sleman, Beritasatu.com – Ribuan warga Sleman dari forum masjid yang berada di kawasan Mejing Raya, Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta, menggelar acara menyambut Ramadan 2025 dengan berjalan arak-arakan di jalan utama Mejing Raya.

    Selain anggota forum masjid, para peserta juga berasal dari kirab budaya bregodo dan drumband yang turut memeriahkan acara tersebut.

    “Kirab budaya menyambut Ramadan ini merupakan kegiatan rutin yang kami rintis sejak 2007. Kegiatan ini diikuti oleh 14 masjid yang ada di Mejing Raya. Keunikan acara ini adalah kami juga mengadakan perlombaan antar masjid dalam hal kreativitas dan lainnya,” jelas Ketua Forum Masjid Mejing Raya Mansur Fahmi kepada Beritasatu.com, pada Kamis (27/2/2025).

    Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyatakan kegiatan ini menggabungkan budaya dan agama, yang dapat dikolaborasikan untuk kesejahteraan dan kebersamaan masyarakat.

    Untuk itu dengan adanya kegiatan menyambut Ramadan 2025 ini diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat umum sebagai pertanda bulan suci umat Islam akan segera tiba.

    “Ini menunjukkan kesiapan umat Islam untuk menyongsong datangnya bulan Ramadan dan melaksanakan puasa secara bersama-sama,” ungkap Danang.

    Ribuan warga Sleman dari forum masjid yang berada di kawasan Mejing Raya menggelar arak-arakan untuk menyambut Ramadan 2025, Kamis 27 2025. – (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

    Dalam arak-arakan, para peserta dari Sleman ini menampilkan kreativitas mereka melalui  khas masjid masing-masing. Acara yang dimulai di Lapangan Sidoarum ini, kemudian diikuti dengan perjalanan kaki menuju Lapangan Mejing, serta mengajak masyarakat untuk bergembira dalam menyambut kedatangan bulan Ramadan.

    Salah satu masjid bahkan berkostum dan membawa bendera Palestina dengan tulisan “Ramadan untukku dan untuk Palestina”.

    Ribuan warga Sleman dari forum masjid yang berada di kawasan Mejing Raya menggelar arak-arakan untuk menyambut Ramadan 2025, Kamis 27 2025. – (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

    “Kami sangat bersemangat dengan persiapan yang telah kami lakukan selama hampir satu minggu,” ujar salah satu peserta kirab, Nashwa.

    Kirab menyambut Ramadan 2025 di Sleman dengan menggelar arak-arakan melibatkan sedikitnya 14 masjid yang dikelola oleh takmir masjid di Mejing Raya. Acara ini diikuti oleh sekitar 2.500 warga yang turun ke jalan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.

  • Penyelesaian 80 Ribu Sertifikat Aset NU selama 2025, Kakanwil BPN Jatim: Terima Kasih Negara

    Penyelesaian 80 Ribu Sertifikat Aset NU selama 2025, Kakanwil BPN Jatim: Terima Kasih Negara

    TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kepala Kanwil BPN Jawa Timur DR Asep Heri menargetkan penyelesaian sertifikat aset NU sebanyak 80.000 sertifikat selama tahun 2025.

    “Ini (penyelesaian sertifikat untuk aset NU) bukan apa-apa, tapi negara ini punya utang kepada NU. Negara ini tidak akan jadi merdeka kalau tidak ada Resolusi Jihad NU 1945,” katanya di Surabaya, Minggu (23/2/2025).

    Ketika membuka rapat kerja (raker) Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) PWNU Jatim yang juga dihadiri Kepala BPN se-Jatim itu, ia menjelaskan sertifikat untuk aset NU itu hakekatnya merupakan kewajiban negara kepada NU.

    “Jadi, ini bentuk terima kasih negara kepada NU, yang tanpa NU dan tentara, tentu kita tidak akan merdeka. Targetnya, 80.000 sertifikat. Asumsinya, Jatim punya 8.307 desa, kalau satu desa dengan 10 sertifikat, tentunya 80.000 sertifikat, bisa pesantren, masjid, madrasah, musholla,” katanya.

    Dalam raker LWP PWNU Jatim yang dihadiri Ketua LWP PBNU KH Mardini, Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Mansur, Wakil Rais KH Abd Matin Djawahir, Wakil Rais KHA Jazuli Nur, dan Wakil Ketua PWNU Jatim H Mustain itu, Kakanwil BPN Jatim menargetkan 3.000 sertifikat untuk aset NU yang terselesaikan pada 20 Maret 2025.

    “Kalau persyaratan lengkap ya bisa Maret ya. Kalau persyaratan kurang lengkap ya dibahas bersama oleh LWP dan BPN. Kalau tidak ada persyaratan ya dicarikan solusi, misalnya penetapan PN, surat pertanggungjawaban mutlak, kalau aset negara ya izin kepala daerah,” katanya.

    Oleh karena itu, Kakanwil BPN Jatim mengharapkan proses percepatan sertifikasi atasnama badan hukum NU bisa dilakukan.

    “Jadi, negara hadir untuk NU melalui wakaf. Namanya rapat kerja, ya hari ini rapat, besok sudah kerja ya. Kalau perlu Tim LWP ‘ngantor’ di BPN. Nantinya, sertifikat bukan hanya sosial, tapi bisa juga profit/bisnis,” katanya.

    Dalam kesempatan itu, Ketua LWP PBNU KH Mardini mengapresiasi kolaborasi LWP dengan BPN Jatim.

    “LWP Jatim memang jadi pilot project LWP secara nasional, karena LWP Jatim sudah bisa mengurus 20.000 sertifikat, LWP Jateng masih 4.000, LWP lain malah masih 1.000-an,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Ketua PWNU Jatim H Mustain yang juga mantan Ketua LWP PWNU Jatim menegaskan bahwa PWNU Jatim akan segera menerbitkan surat instruksi ke PCNU untuk gerakan percepatan sertifikasi, karena LWP PWNU Jatim sudah siap berkolaborasi dengan BPN Jatim. 

    “Apalagi, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Jatim dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim saksikan MoU sertifikat tanah di Jatim pada 21 November 2024. Selain itu, separuh LWP di Jatim sudah memiliki Tim Penggerak Wakaf,” katanya.

  • Pergunu dan UNINUS Dukung KH Abbas Abdul Jamil Jadi Pahlawan Nasional

    Pergunu dan UNINUS Dukung KH Abbas Abdul Jamil Jadi Pahlawan Nasional

    PIKIRAN RAKYAT – Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) asal Jawa Barat, KH Abbas Abdul Jamil (1883-1947), diusulkan menjadi Pahlawan Nasional atas peran pentingnya dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Selain kiprahnya dalam mempertahankan kemerdekaan, ia juga dikenal sebagai ulama yang berkontribusi dalam dunia keilmuan Islam di Nusantara.

    Usulan ini disampaikan oleh Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Indonesia, Prof. KH Asep Saepudin Calim, dalam Seminar Usulan Pahlawan Nasional KH Abbas Bin Abdul Jamil Buntet Cirebon yang digelar di Kampus Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, Jumat 21 November 2025.

    Peran Penting dalam Sejarah Kemerdekaan

    KH Abbas Abdul Jamil pengasuh pondok pesantren Buntet Cirebon (1883-1947)

    “Semua masyarakat mengenal tentang Kiai Abbas, bahwa beliau ini adalah panglima perang dalam peristiwa 10 November 1945, tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga semua masyarakat Jawa Timur mengenal,” ujar Prof. KH Asep Saepudin Calim kepada wartawan.

    Ia, selanjutnya, mengajak para akademisi dan sejarawan untuk menggali lebih dalam sumber-sumber primer sejarah mengenai peran KH Abbas dalam perjuangan kemerdekaan. Sumber-sumber ini, menurutnya, sangat penting dalam proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

    “Tapi jika berita-berita (mengenai sepak terjang) KH Abbas dalam peristiwa tersebut sudah diketahui banyak orang,” kata KH Asep menjelaskan.

    Ia juga menjelaskan, pihaknya sudah mengusulkan KH. Abbas Abdul Jamil sebagai Pahlawan Nasional pada tahun lalu. Namun, pengusulan tersebut belum terselisasi, sehingga pihaknya akan memperbaharui pengusulan terkait dengan melengkapi sumber-sumber primer sejarah.

    “Kita memiliki persiapan untuk melengkapi sumber-sumber primer sejarah tadi dan memperbaiki narasinya menjadi rasional,” tambahnya.

    Penghargaan Terhadap Pejuangan Kemerdekaan

    Putra KH Abbas, KH Anis Mansur, yang turut hadir dalam seminar tersebut menegaskan bahwa pengusulan ini bukan sekadar penghormatan terhadap sang ayah, tetapi juga sebagai pengingat akan peran besarnya dalam perjuangan kemerdekaan.

    “Ini adalah bentuk penghormatan atas jasa beliau. Kami berharap nilai-nilai perjuangan KH Abbas dapat terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Uninus, KH Mujib Qulyubi, menekankan pentingnya pengakuan ini, khususnya bagi masyarakat Jawa Barat.

    “KH Abbas tidak hanya dikenal di Jawa Barat, tetapi juga di berbagai daerah lainnya. Oleh karena itu, gelar Pahlawan Nasional adalah bentuk apresiasi yang layak diberikan,” tutur KH Mujib Qulyubi.

    Dia kemudian mengisahkan pentingnya perjuangan KH Abbas bin Abdul Jamil dalam perang mempertahankan kemerdekaan pada 10 November 1945 silam.

    “KH Hasyim Asy’ari sampai menunda perlawanan, karena menunggu kedatangan KH Abbas dari Cirebon. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan perannya dalam perjuangan tersebut,” sambungnya.

    Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga telah memberikan rekomendasi resmi atas pengusulan KH Abbas sebagai Pahlawan Nasional. Surat rekomendasi yang ditandatangani oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU, H. Saifullah Yusuf, telah disampaikan kepada Kementerian Sosial pada 14 Juni 2024.

    Sosok Ulama Multidisipliner

    Selain perannya dalam perjuangan fisik, KH Abbas juga dikenal sebagai ulama yang mendalami berbagai disiplin ilmu Islam, mulai dari fiqih, tarekat, hingga qiraat. Ia pernah menjadi guru bagi Prof. KH Ibrahim Hosen, seorang pakar fiqih, dan juga merupakan mursyid dalam Tarekat Syattariyah. KH Abbas juga dikenal sebagai tokoh penyebar Tarekat Tijaniyah di Indonesia.

    Dalam bidang qiraat, KH Abbas mengajarkan kitab Hirzul Amani wa Wajhut Tahani atau yang lebih dikenal sebagai Matan Asy-Syatibiyah kepada para santrinya. Salah satu muridnya, KH Tb Sholeh Ma’mun, kemudian menjadi salah satu pendiri dan ketua Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU).

    Dengan berbagai kontribusinya di bidang perjuangan dan keilmuan Islam, usulan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi KH Abbas Abdul Jamil diharapkan dapat segera terealisasi.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Tak Menggubris, Reaksi Wirda Mansur Saat Ditagih Utang 90 Ribu Pengikutnya di MAB

    Tak Menggubris, Reaksi Wirda Mansur Saat Ditagih Utang 90 Ribu Pengikutnya di MAB

    TRIBUNJATENG.COM – Ditagih utang pengikutnya, Wirda Mansur tak menggubris dan hanya diam.

    Sedikitnya ada 90 ribu orang member Milenial Anti Bokek (MAB) yang menagih utang secara terbuka di media sosial.

    Bukannya menjawab soal utang itu, Wirda Mansur malah asik menyinggung biaya pendidikan anak.

    Pasalnya sejumlah akun warganet membuat surat terbuka berisi tagihan kepada Wirda Mansur.

    Diketahui Wirda Mansur ditagih utang karena telah menelantarkan 90 ribu anggota komunitas yang ia buat, Milenial Anti Bokek (MAB).

    Seiring berjalannya waktu, komunitas itu vakum dan tidak pernah dikelola lagi oleh Wirda Mansur.

    Saat ditanya soal kejelasan komunitas itu, Wirda Mansur pun disebut tak pernah menggubris.

    Akun X @basoikangrobak memposting foto Wirda Mansur sedang jalan-jalan ke luar negeri.

    “Surat terbuka untuk saudari 

    WIRDA MANSUR/WIRDA SALAMAH ULYA

    Tolong dibayar hutanya karena

    Maaf saya viralkan karna kamu diingetin personal kaga digubris,” tulis akun itu.

    “Konteks : Hutang sama komunitas berbayar yg pernah dia buat.

    Berbayar 100k/orang

    Total member 90k kurleb

    hiatus hampir 2 tahun, member ditinggalkan tanpa kejelasan,” tulisnya lagi.

    Akun itu juga memposting beberapa bukti berupa curhatan para member.

    Hingga berita ini ditayangkan, cuitan itu sudah dilihat lebih dari 11,5 juta dan mendapat 70 ribu like.

    Wirda Mansur (instagram)

    Meski sedang jadi perbincangan, Wirda Mansur tampaknya cuek saja.

    Di akun Instagramnya, @wirda_mansur, ia malah asyik mempromosikan pesantren yang ia pimpin.

    Ia juga membagikan kegiatannya sebagai pengurus pesantren milik pribadi.

    Bahkan ia bangga melakukan itu di usianya yang baru 20 tahunan.

    “Selalu menyenangkan, menjadi pelayannya penghafal Qur’an,” tulis Wirda.

    Wirda juga membagikan video Pesantren Darul Mansur di cabang Kuningan, Jawa Barat.

    Kemudian ada foto dan video kegiatan belajar mengajar para santri.

    Ia juga menyelipkan promosi soal pesantrennya itu.

    “Paham banget tingginya biaya pendidikan, buat mondokin anak.

    Izin Allah Daarul Mansur hadir di tengah-tengah ini, uang masuk 4jt sampe lulus, SPP juga ga nyampe 500rb udah makan, asrama, dllnya, all ini.

    Di antaranya juga banyak beasiswa full.

    Semoga jadi amal jariyah dan ladang pahala seluas luasnya buat para Asatidz & Ustadzahnya, plus Bunda Bundanya anak-anak. Mohon doa..,” tulis dia lagi.

    Sang ayah Yusuf Mansur juga tampak cuek.

    Di akun Instagramnya, @yusufmansurnew, ia malah memposting video soal parenting orangtua terhadap anak.

    Di mana pada video itu memperlihatkan seorang anak perempuan yang sedang mengamuk di supermarket.

    Sang ibu tidak memarahi anaknya, dan justru sibuk memberi tahu pihak keamanan agar tidak berkata ‘jangan’ pada putrinya.

    Alhasil sang anak terus mengamuk hingga memecahkan beberapa botol minuman di tempat tersebut.

    “Hasil ikut training parenting tidak boleh ucapkan ‘jangan’ kepada anak,” caption di video itu.

    Kemudian Yusuf Mansur pun ikut berkomentar soal parenting itu.

    Menurut dia, postingan itu sangat berharga untuk para orangtua.

    “Emang kudu seimbang ya? Mksh postingannya. Berharga sekali,” tulisnya.

    Warganet pun ramai menyamakan Wirda Mansur dengan sang ayah.

    Di mana Yusuf Mansur juga sempat digugat oleh para jamaahnya.

    “Buah jatuh emang gk pernah bisa jauh dari bokapnya…eeh pohonnya,” tulis akun @ferial_bsa.

    “Kagak bapaknya Kagak anaknya Samakkkk Astagfirullah,” kata @dwind14.

    “Bapak sama anak lagi Collab,” kata akun @samsulbadri68. (*)

     

  • Ketua Komisi VII harap kader Muhammadiyah berperan dalam pariwisata

    Ketua Komisi VII harap kader Muhammadiyah berperan dalam pariwisata

    Surabaya (ANTARA) – Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengharapkan kepada kader-kader Muhammadiyah ikut berperan serta dalam pembangunan sektor pariwisata.

    Ajakan tersebut disampaikan Saleh saat memberikan ceramah pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tmur yang berlangsung di Aula Mas Mansur Kantor PWM Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1, Surabaya, pada Ahad.

    “Pariwisata Indonesia ini kita inginnya berkontestasi secara global, tentunya kita berharap tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia ini mampu bersaing dengan tempat-tempat wisata yang ada di luar negeri. Contohnya di wilayah ASEAN saja kita masih sedikit tertinggal,” katanya.

    Menurut politikus PAN ini, banyak faktor yang menyebabkan ketertinggalan sektor pariwisata di Indonesia, salah satu faktornya adalah manajemen pemerintah.

    “Untuk memperbaiki manajemen ini dimulai dari perbaikan undang-undang. Komisi VII sekarang sedang membahas Undang-Undang Pariwisata dan kalau sudah selesai nanti ada nomenklatur baru yang disesuaikan dengan konteks sekarang,” katanya.

    Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay saat memberikan ceramah pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim yang berlangsung di Aula Mas Mansur Kantor PWM Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1, Surabaya, pada Ahad (16/2/2025). ANTARA Foto/Agus Setiawan (1)

    Kelemahan yang kedua, ujar Saleh, adalah mentalitas masyarakat kita.

    “Secara umum masyarakat kita belum memahami esensi pentingnya dunia pariwisata. Ketika orang lain berkunjung ke suatu tempat ada saja problemnya, misalnya kurang ramah, ada yang kasar, ada pencurian, kemudian tidak bersih tempatnya misalnya pas datang ke kamar mandi, itu kan jadi tantangan. Kalau melihat begitu orang jadi malas,” katanya.

    Tentang kontribusi Muhammadiyah, dia mengatakan kader Muhammadiyah bisa memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat.

    “Kader Muhammadiyah diharapkan bisa hadir untuk menjelaskan betapa pentingnya pariwisata ini. Yang perlu diajarkan Muhammadiyah adalah bagaimana agar budaya setempat tetap terjaga. Jangan malah budaya orang asing yang dominan sehingga budaya lokalnya hilang,” katanya.

    Dia mengatakan Muhammadiyah bisa juga mengajarkan agar masyarakat berdisiplin hormat kepada tamu.

    “Muhammadiyah juga bisa mengajarkan kepada masyarakat untuk menjalankan bisnis pariwisata yang benar, sehingga kita bisa mengharapkan keuntungan yang benar dari pariwisata. Yang paling utama agar Muhammadiyah mengajarkan akhlak yang benar, sehingga tidak ada kendala apapun ketika orang asing datang,” katanya.

    Pewarta: Agus Setiawan
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2025

  • Momen Valentine, Harga Mawar Merah Naik 150 Persen
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Februari 2025

    Momen Valentine, Harga Mawar Merah Naik 150 Persen Megapolitan 14 Februari 2025

    Momen Valentine, Harga Mawar Merah Naik 150 Persen
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Harga mawar merah naik hingga 150 persen di pasaran menjelang perayaan
    Valentine
    hari ini,  Jumat (14/2/2025).
    Kiki (24), pedagang bunga mawar di Pasar Bunga Rawa Belong mengatakan, kenaikan harga itu sudah terjadi sejak 11 Februari 2025.
    Mawar merah yang biasanya dibanderol Rp 80.000 per ikat, kini harganya Rp 200.000 per ikat. Sementara satu ikat mawar merah berisi 20 batang mawar.
    “Harga naik. Kalau biasanya harga mawar merah cuma Rp 80.000 seikat, kalau Valentine gini, di atas Rp 200.000. Tapi orang tetap beli,” kata dia, Jumat.
    Namun, hanya mawar merah yang kenaikan harganya signifikan.
    Bagi mawar jenis lainnya, kenaikan harga tidak begitu tinggi.
    “Kalau warna lain, untuk harga Valentine sekarang di harga Rp 70.000. Harga standarnya Rp 50.000,” tambah dia.
    Senada, Mansur (26) juga mengatakan bahwa harga mawar merah di lapaknya mengalami kenaikan.
    Hanya butuh waktu satu hari, mawar dagangannya hampir ludes terjual.
    “Kalau hari-hari biasa, kalau bukan momen Valentine, paling dua sampai tiga hari lah mau habis tuh. Jarang habis satu hari. Kalau Valentine, biasanya langsung turun juga langsung habis,” kata dia, Jumat.
    Pasalnya, mawar merah sudah diburu pembeli sejak Rabu (12/2/2025), meskipun harga melambung tinggi.
    “Ada kenaikan harga. Misalkan mawar merah kalau hari biasa Rp 80.000, kalau Valentine sampai Rp 200.000 seikat,” tambah dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Momen Valentine, Harga Mawar Merah Naik 150 Persen
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Februari 2025

    Mawar Merah di Rawa Belong Laris Manis, Diburu Pembeli Sejak Dua Hari Sebelum Valentine Megapolitan 14 Februari 2025

    Mawar Merah di Rawa Belong Laris Manis, Diburu Pembeli Sejak Dua Hari Sebelum Valentine
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Seiring datangnya momen Valentine atau yang dikenal dengan hari kasih sayang, Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat, sudah diserbu pembeli sejak dua hari sebelumnya.
    Suasana ramai terlihat di lapak-lapak penjual bunga, khususnya bagi mereka yang menjajakan
    mawar merah
    .
    Mansur (26), seorang penjual mawar, mengungkapkan, pembeli sudah mulai memburu mawar merah sejak hari Rabu (12/2/2025).
    “Kalau Valentine ramainya suh dari Rabu kemarin. Udah dipersiapkan sebelum Valentine, dua hari, tiga hari, udah banyak pesanan yang masuk,” kata dia, Jumat (14/2/2025).
    Menurut dia, permintaan tidak hanya datang dari individu, tetapi juga dari orang-orang yang ingin menjual kembali bunga-bunga tersebut.
    Harga mawar merah pun meningkat hingga 150 persen menjadi Rp 200.000 per ikat. Biasanya, harga mawar per ikatnya hanya sekitar Rp 80.000.
    Tingginya permintaan membuat Manshur harus meningkatkan stok penjualannya menjadi 500 ikat bunga mawar. Setiap ikat berisi 20 batang mawar merah.
    Namun, stok ini cepat sekali menipis akibat animo pembeli yang besar.
    “Kalau hari-hari biasa, kalau bukan momen Valentine, paling dua sampai tiga hari lah mau habis. Kalau Valentine, biasanya langsung turun juga langsung habis,” tambahnya.
    Hal serupa juga dirasakan oleh Kiki Karyana (24). Lapaknya telah ramai dikunjungi pembeli selama tiga hari terakhir. Kiki menyebutkan mayoritas pembeli memang mengincar mawar merah.
    “Ya penjualan mawar berkali-kali lipat dari biasanya. Bisa sampai 100 persen (keuntungan) bahkan lebih di
    hari Valentine
    ,” ujarnya pada Jumat.
    Kiki juga memperkirakan bahwa pada sore hari nanti, jumlah pembeli akan semakin membeludak, meskipun harga bunga melambung tinggi.
    “Harga naik. Kalau biasanya harga mawar merah cuma Rp 80.000 seikat, sekarang bisa di atas Rp 200.000. Tapi orang tetap beli,” tambahnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.