Mojokerto (beritajatim.com) – Menyongsong Abad Kedua Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto mengajak seluruh kader Ansor dan Banser untuk semakin memperkuat militansi, ideologi, dan khidmat kebangsaan dalam mengawal NU dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ajakan tersebut ditegaskan melalui kegiatan apel pasukan dan long march ideologis yang digelar dengan rute dari Kantor MWC NU Kecamatan Pungging menuju pondok pesantren yang diasuh KH Mansur di kawasan Jolotundo. Kegiatan diawali dengan apel pasukan yang dipimpin langsung Kasatkorcab Banser Kabupaten Mojokerto, Sahabat Yunus.
Sebagai sarana konsolidasi organisasi dan peneguhan kesiapsiagaan kader. Long march yang diikuti kader GP Ansor dan Banser se-Kecamatan Pungging berlangsung tertib dan penuh semangat. Sepanjang perjalanan, peserta melantunkan shalawat serta yel-yel kebangsaan sebagai wujud kecintaan kepada ulama, NU, dan Indonesia.
Setibanya di lokasi akhir, kegiatan dilanjutkan dengan doa dan tawassul bersama sebagai ikhtiar batin sekaligus ajakan spiritual agar NU di abad kedua tetap kokoh sebagai penyangga utama Islam moderat dan pilar keutuhan NKRI.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pungging, Sahabat Mundzir menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan ajakan terbuka kepada seluruh kader muda NU agar terus berdiri tegak di garis khidmat ulama dan pesantren, sekaligus memperkuat peran kebangsaan Ansor di tengah tantangan zaman.
“Rute dari Kantor MWC NU hingga pondok pesantren KH Mansur Jolotundo adalah simbol kesetiaan struktur kepada ulama. Menyongsong abad kedua NU, kami mengajak kader Ansor untuk semakin solid, kuat secara ideologi, matang secara spiritual, dan tegas dalam sikap kebangsaan,” ungkapnya, Minggu (11/1/2026).
Sementara itu, Kepala Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkorcab Banser) Kabupaten Mojokerto, Sahabat Yunus mengajak kader Banser untuk terus menjalankan perannya di abad kedua NU melalui prinsip 3P yakni Penjaga, Pelindung, dan Pengembang.
“Banser harus menjadi penjaga marwah ulama dan pesantren, pelindung umat dan bangsa dari ancaman perpecahan, serta pengembang—kader yang adaptif, berdaya, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara,” katanya.
Melalui apel pasukan dan long march ideologis ini, PAC GP Ansor Kecamatan Pungging mengajak seluruh kader Ansor–Banser untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah, serta berada di garda terdepan dalam merawat persatuan dan harmoni sosial demi masa depan NU di abad kedua. [tin/aje]

/data/photo/2025/12/07/693541c9ee270.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)

/data/photo/2025/12/12/693c3c78ec7fd.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/12/693b4e85aacb3.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/13/693ceb0dcc800.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/11/693af7085dc02.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)