Tag: Lula da Silva

  • Prabowo Kebut Perjanjian Dagang RI-Amerika Latin, Segini Potensinya

    Prabowo Kebut Perjanjian Dagang RI-Amerika Latin, Segini Potensinya

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto meminta pembentukan Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (IM CEPA) dipercepat oleh Brasil. Permintaan ini diungkapkan saat dirinya menerima Presiden Brasil Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

    Mercosur sendiri adalah blok dagang yang melibatkan blok ekonomi Mercosur yang terdiri dari Brasil, Argentina, Paraguay, dan Uruguay. Brasil menjadi salah satu pimpinan utama blok dagang tersebut.

    Prabowo bilang Lula nampak memberikan lampu hijau untuk mempercepat perjanjian dagang tersebut. Dukungan disebut Prabowo akan diberikan Lula usai pertemuannya di Jakarta.

    “Secara garis besar kita sepakat menuju suatu perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif, CEPA. Kita sudah wujudkan di Kanada dan Eropa. Kita dapat dukungan dari Brasil, karena Brasil adalah presiden dari Mercosur. Kita harap dukungan terus,” ungkap Prabowo dalam keterangan pers bersama usai pertemuan, Kamis (23/10/2025).

    Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan perjanjian dagang ini memberikan potensi besar untuk tambahan ekspor Indonesia. Beberapa potensi komoditasnya adalah elektronik, tekstil, alas kaki, hingga otomotif.

    “Kita peluang ekspornya banyak, seperti elektronik, tekstil, alas kaki, besar sekali masuk ke sana. (Otomotif?) Bisa jadi juga,” ujar Budi Santoso di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat usai pertemuan.

    Lebih lanjut, dia mengatakan bisa jadi perjanjian dagang antara Indonesia dan Mercosur bisa kelar paling lambat tahun 2026 mendatang. Prabowo dan Lula nampak semangat untuk menyelesaikan kerja sama ini.

    “Iya (tahun 2026 selesai). Mudah-mudahan, karena masing-masing Presiden, Lula dan Prabowo semangat untuk segera menyelesaikan,” ujar Budi Santoso.

    Di sisi lain, Budi bilang Brasil saat ini sedang memimpin Mercosur. Maka dari itu negara tersebut bisa saja mempercepat kerja sama perdagangan antara Indonesia dan kawasan Mercosur.

    “Karena ini kepemipinanya di Brasil jadi ini juga tergantung Brasil, jadi presiden tadi mendorong agar cepat,” sebut Budi Santoso.

    Dalam catatan detikcom, Indonesia-Mercosur CEPA sudah diluncurkan sejak 16 Desember 2021 setelah pra-negosiasi selama dua tahun. Perundingan telah sampai tahap preliminary meeting pada Juni 2022, dengan kedua pihak sudah menunjuk negosiator utama.

    Kementerian Perdagangan sendiri menargetkan perjanjian dagang dengan negara-negara Amerika Latin ini rampung tahun ini, bersamaan dengan Indonesia-EU CEPA, Indonesia-Canada CEPA, dan Indonesia-Peru CEPA.

    Perjanjian dagang ini dinilai bakal membuka pasar yang besar bagi produk Indonesia. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, total nilai perdagangan Indonesia-Brasil periode Januari-September 2024 naik 24,3% menjadi US$ 5,07 miliar dari sebelumnya US$ 4,08 miliar di 2023.

    Sementara itu, ekspor Indonesia ke Brasil dalam periode yang sama melonjak 33% menjadi US$ 1,25 miliar dibanding tahun sebelumnya yang sebesar US$ 940 juta.

    Tonton juga video “RI-Uni Eropa Akhirnya Sepakati Perjanjian Dagang IEU-CEPA” di sini:

    (hal/kil)

  • Ada Kunjungan Presiden Brasil ke Jakarta, Warga Diimbau Hindari Sejumlah Ruas Jalan Ini

    Ada Kunjungan Presiden Brasil ke Jakarta, Warga Diimbau Hindari Sejumlah Ruas Jalan Ini

    Jakarta: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar menghindari sejumlah ruas jalan di Jakarta selama kunjungan kenegaraan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva. Kunjungan ini dijadwalkan yang berlangsung pada Rabu-Jumat, 22-24 Oktober 2025.

    Kunjungan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva ini akan disertai rangkaian kegiatan resmi dan pengawalan kenegaraan di beberapa titik utama ibu kota. Untuk menjaga kelancaran dan keamanan, sejumlah ruas jalan akan mengalami penutupan sementara secara situasional.

    “Penutupan jalan hanya dilakukan saat rangkaian tamu kenegaraan melintas dan berlangsung singkat,” tulis akun resmi TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro), Rabu, 22 Oktober 2025.
    Jadwal Rangkaian Kegiatan

    – Rabu, 22 Oktober 2025 pukul 15.00 WIB s.d. selesai

    – Kamis, 23 Oktober 2025 pukul 09.45 WIB s.d. selesai

    – Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 10.15 WIB s.d. selesai

    Selama periode tersebut, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan di sekitar lokasi pengamanan.
    Ruas Jalan yang Akan Dilalui
    Rangkaian pengawalan kenegaraan Presiden Brasil akan melintasi beberapa jalan utama di Jakarta, di antaranya:

    1. Jalan Rasuna Said
    2. Jalan Sudirman
    3. Jalan Thamrin
    4. Jalan Merdeka Barat
    5. Jalan Sisingamangaraja
     

     

    Penutupan Bersifat Situasional
    Pihak Ditlantas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan hanya akan dilakukan sesuai kebutuhan, tergantung situasi lapangan dan waktu melintasnya rombongan kenegaraan.

    Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mematuhi petunjuk petugas di lapangan, serta memantau akun resmi @tmcpoldametro untuk informasi terkini seputar kondisi lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

    “Pantau terus IG Story kami untuk update situasi lalu lintas terkini,” tulis TMC Polda Metro Jaya.

    Pengaturan lalu lintas dalam kunjungan kenegaraan ini merupakan wujud penghormatan Indonesia terhadap tamu negara. Diharapkan masyarakat dapat menyesuaikan jadwal dan rute untuk meminimalkan dampak kemacetan di Ibu Kota.

    (Sheva Asyraful Fali)

    Jakarta: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar menghindari sejumlah ruas jalan di Jakarta selama kunjungan kenegaraan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva. Kunjungan ini dijadwalkan yang berlangsung pada Rabu-Jumat, 22-24 Oktober 2025.
     
    Kunjungan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva ini akan disertai rangkaian kegiatan resmi dan pengawalan kenegaraan di beberapa titik utama ibu kota. Untuk menjaga kelancaran dan keamanan, sejumlah ruas jalan akan mengalami penutupan sementara secara situasional.
     
    “Penutupan jalan hanya dilakukan saat rangkaian tamu kenegaraan melintas dan berlangsung singkat,” tulis akun resmi TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro), Rabu, 22 Oktober 2025.
    Jadwal Rangkaian Kegiatan

    – Rabu, 22 Oktober 2025 pukul 15.00 WIB s.d. selesai

    – Kamis, 23 Oktober 2025 pukul 09.45 WIB s.d. selesai
     
    – Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 10.15 WIB s.d. selesai
     
    Selama periode tersebut, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan di sekitar lokasi pengamanan.

    Ruas Jalan yang Akan Dilalui
    Rangkaian pengawalan kenegaraan Presiden Brasil akan melintasi beberapa jalan utama di Jakarta, di antaranya:
     
    1. Jalan Rasuna Said
    2. Jalan Sudirman
    3. Jalan Thamrin
    4. Jalan Merdeka Barat
    5. Jalan Sisingamangaraja
     

     

    Penutupan Bersifat Situasional
    Pihak Ditlantas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan hanya akan dilakukan sesuai kebutuhan, tergantung situasi lapangan dan waktu melintasnya rombongan kenegaraan.
     
    Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mematuhi petunjuk petugas di lapangan, serta memantau akun resmi @tmcpoldametro untuk informasi terkini seputar kondisi lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
     
    “Pantau terus IG Story kami untuk update situasi lalu lintas terkini,” tulis TMC Polda Metro Jaya.
     
    Pengaturan lalu lintas dalam kunjungan kenegaraan ini merupakan wujud penghormatan Indonesia terhadap tamu negara. Diharapkan masyarakat dapat menyesuaikan jadwal dan rute untuk meminimalkan dampak kemacetan di Ibu Kota.
     
    (Sheva Asyraful Fali)

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (RUL)

  • Prabowo dan Lula Teken 8 Kesepakatan Strategis RI-Brasil: Energi hingga Investasi

    Prabowo dan Lula Teken 8 Kesepakatan Strategis RI-Brasil: Energi hingga Investasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan pemerintah Brasil menandatangani delapan nota kesepahaman (MoU) dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva ke Indonesia.

    Prosesi penandatanganan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/10/2025), disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lula. 

    Serangkaian dokumen kerja sama tersebut menandai penguatan hubungan strategis kedua negara di berbagai sektor, mulai dari energi, pertambangan, riset, hingga perdagangan dan investasi.

    Penandatanganan delapan dokumen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Lula ke Indonesia yang juga mencakup pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto. 

    Prabowo menyebut dalam kunjungan Presiden Lula kali ini, kedua negara akan menandatangani empat perjanjian dan nota kesepahaman penting sebagai bukti kemajuan konkret dalam waktu singkat sejak pertemuan terakhir.

    “Hari ini kita akan menandatangani empat persetujuan dan kesepahaman yang cukup penting. Ini bukti bahwa kita telah bekerja dengan cepat. Terakhir saya bertemu bulan Juli, sekarang Oktober hanya dua bulan dan kita sudah menghasilkan kemajuan yang pesat,” tandas Prabowo.

    Berikut daftar lengkap nota kesepahaman yang ditandatangani Prabowo dan Lula  

    1. Penandatangan dan Pertukaran Nota Kesepahaman dan Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dan Kementerian Pertambangan dan Energi Republik Federasi Brasil tentang Kerjasama Energi dan Pertambangan.

    ⁠2. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia dan Kementerian Sains Teknologi dan Inovasi Republik Federasi Brasil tentang Kerjasama Sains Teknologi dan Inovasi

    3. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian dan Peternakan Republik Federasi Brazil tentang Kerjasama dalam Tindakan Sanitari dan Fitosanitari dan Sertifikasi

    4. Nota Kesepahaman antara Badan Pusat Stastitik Indonesia dan Institute Geography dan Statistik Brazil tentang Kerjasama di Bidang Statistik

    5. Memorandum Saling Pengertian antara Danantara Indonesia dan Grupo Brasil Service (GBS) 

    6. Memorandum Saling Pengertian antara PT Perusahaan Listrik Negara Persero Indonesia dan J&F S.A Brazil

    7. Memorandum Saling Pengertian antara Pertamina dan Fluxus

    8. Memorandum Saling Pengertian antara KADIN dan APEC’s tentang kerjasama promosi dagang.

  • 8
                    
                        Prabowo Putuskan Bahasa Portugis Jadi Pelajaran Sekolah, Presiden Brasil Tepuk Tangan
                        Nasional

    8 Prabowo Putuskan Bahasa Portugis Jadi Pelajaran Sekolah, Presiden Brasil Tepuk Tangan Nasional

    Prabowo Putuskan Bahasa Portugis Jadi Pelajaran Sekolah, Presiden Brasil Tepuk Tangan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva tepuk tangan usai Presiden RI Prabowo Subianto membuat keputusan menjadikan bahasa Portugis sebagai pelajaran di sekolah Indonesia.
    Hal tersebut terjadi saat Prabowo menyatakan keputusan itu dalam momen
    joint statement
    bersama Lula di Istana, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
    Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Indonesia dan Brasil ingin hubungan menjadi lebih baik, sehingga memprioritaskan bahasa Portugis.
    “Dan karena pentingnya hubungan ini, saya sudah putuskan bahwa bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas di pendidikan kita karena kita ingin hubungan ini lebih baik,” ujar Prabowo.
    Pada saat itulah, Lula tampak memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi atas keputusan Prabowo.
    Menurut Prabowo, bahasa Portugis kini sama prioritasnya dengan bahasa lain yang sudah lebih dahulu diajarkan di sekolah.
    “Selain bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, bahasa Korea, Perancis, Jerman, dan Rusia, bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas bagi kita, Portugis dan Spanyol,” imbuh Prabowo.
    Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan agar bahasa Portugis mulai diajarkan kepada anak-anak sekolah di Indonesia.
    Prabowo menjelaskan, keputusannya ini merupakan bukti bahwa Indonesia memandang Brasil sebagai negara yang sangat penting.
    Hal tersebut Prabowo sampaikan saat makan siang bersama Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
    “Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan Indonesia,” ujar Prabowo.
    Prabowo menyampaikan, dirinya akan memberi petunjuk kepada Menteri Pendidikan Tinggi (Mendikti) dan Menteri Pendidikan Dasar Menengah (Mendikdasmen) agar bahasa Portugis mulai diajarkan di sekolah.
    Dia pun kembali menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Brasil sangat besar.
    “Untuk mulai mengajar bahasa Portugis di sekolah-sekolah kita. Ini bukti bahwa kami memandang hubungan Brasil dan Indonesia sangat besar,” imbuhnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • RI dan Brasil Makin Mesra, Teken Kerja Sama di Sektor Energi-Perdagangan

    RI dan Brasil Makin Mesra, Teken Kerja Sama di Sektor Energi-Perdagangan

    Jakarta

    Hari ini pemerintah Indonesia dan Brasil meneken sederet kerja sama. Hal ini dilakukan bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Brasil Lula da Silva di Indonesia.

    Lula diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pagi ini. Total ada 8 kerja sama yang diteken hari ini antara instansi pemerintah dan entitas bisnis kedua negara.

    Prabowo mengatakan kerja sama ekonomi yang diteken hari ini nilainya bisa mencapai US$ 5 miliar atau sekitar Rp 83 triliun (kurs Rp 16.600).

    “Hari ini kita saling menyaksikan kerja sama ekonomi yang signifikan yang nilainya tadi ditandatangani lebih dari US$ 5 miliar,” ungkap Prabowo dalam keterangan pers bersama usai pertemuan, Kamis (23/10/2025).

    Menurutnya jumlah investasi itu sangat besar, sekitar 25% dari total investasi langsung ke Indonesia dari luar negeri.

    “Investasi kita dalam satu tahun aja US$ 20 miliar, kalau ini terwujud insyaallah paling lambat tahun depan, ini 5/40 berarti yang dibicarakan hari ini hampir 25% dari total investasi langsung ke Indonesia,” ungkap Prabowo.

    Total 8 kerja sama yang ditandatangani Indonesia-Brazil adalah sebagai berikut:

    1. Penandatangan dan Pertukaran Nota Kesepahaman dan Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dan Kementerian Pertambangan dan Energi Republik Federasi Brazil tentang Kerjasama Energi dan Pertambangan.

    2. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia dan Kementerian Sains Teknologi dan Inovasi Republik Federasi Brazil tentang Kerjasama Sains Teknologi dan Inovasi

    3. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian dan Peternakan Republik Federasi Brazil tentang Kerjasama dalam Tindakan Sanitari dan Fitosanitari dan Sertifikasi

    4. Nota Kesepahaman antara Badan Pusat Stastitik Indonesia dan Institute Geography dan Statistik Brazil tentang Kerjasama di Bidang Statistik

    5. Memorandum Saling Pengertian antara Danantara Indonesia dan GBS

    6. Memorandum Saling Pengertian antara PT Perusahaan Listrik Negara Persero Indonesia dan J&F S.A Brazil

    7. Memorandum Saling Pengertian antara Pertamina dan Fluxus

    8. Memorandum Saling Pengertian antara KADIN dan APEC’s tentang kerjasama promosi dagang

    Tonton juga Video: Prabowo Sambut Kedatangan Presiden Brasil Lula da Silva di Istana

    (kil/kil)

  • Prabowo Umumkan Bahasa Portugis Bakal Masuk Sistem Pendidikan Indonesia

    Prabowo Umumkan Bahasa Portugis Bakal Masuk Sistem Pendidikan Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Bahasa Portugis akan menjadi salah satu bahasa prioritas dalam sistem pendidikan nasional. 

    Keputusan ini disampaikan Presiden Prabowo saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Federasi Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/10/2025).

    Langkah tersebut disebut sebagai bentuk penghargaan sekaligus komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan strategis dengan Brasil, mitra utama di kawasan Amerika Latin.

    “Saya yakin dalam waktu yang akan datang kita akan menghasilkan capaian yang lebih baik. Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah membuat keputusan atau rumusan bahwa Bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa di sistem pendidikan Indonesia,” ujar Prabowo.

    Kepala Negara juga menyampaikan akan segera memberikan arahan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk mulai mempersiapkan pengajaran Bahasa Portugis di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia.

    “Saya akan memberi petunjuk kepada menteri pendidikan tinggi dan menteri pendidikan dasar Indonesia untuk mulai mengajar Bahasa Portugis di sekolah-sekolah kita. Ini bukti bahwa kami memandang hubungan Brasil dan Indonesia sangat besar,” tegasnya.

    Di sisi lain, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan balasan Presiden Lula da Silva, setelah dirinya lebih dahulu melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasilia pada Juli 2025 lalu.

    “Ini adalah suatu kehormatan besar bagi kami menerima Yang Mulia beserta jajaran, setelah kunjungan saya ke Brasilia pada Juli lalu. Saya ucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat baik yang saya terima waktu berkunjung ke Brasil, dan sekarang Yang Mulia membalas kunjungan kenegaraan itu. Kami sangat berterima kasih,” ujar Prabowo.

    Dia menilai kunjungan timbal balik ini sebagai bukti nyata bahwa hubungan persahabatan antara kedua negara semakin erat. Menurutnya, momentum ini penting untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang, terutama ekonomi dan perdagangan.

    “Kunjungan kenegaraan kita berdua adalah bukti bahwa hubungan persahabatan antara kedua negara kita semakin erat. Dan itu lah yang kita inginkan mempererat hubungan persahabatan dan yang lebih penting, kerja sama di segala bidang,” tandas Prabowo.

  • Bertemu Presiden Lula, Prabowo Dorong Perjanjian Dagang RI-Amerika Latin

    Bertemu Presiden Lula, Prabowo Dorong Perjanjian Dagang RI-Amerika Latin

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan persahabatan dan mempercepat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Brasil, termasuk melalui penyelesaian Indonesia–Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (IM-CEPA). 

    Hal ini dia sampaikan saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/10/2025). 

    Prabowo menyoroti kemajuan signifikan dalam hubungan bilateral Indonesia–Brasil, khususnya di sektor ekonomi. Dia menyebut bahwa kedua negara terus mempersiapkan dialog menuju perjanjian ekonomi komprehensif Indonesia–Mercosur (IM-CEPA), yang diyakininya akan membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi kedua kawasan.

    “Yang Mulia [Presiden Lula], saya senang melihat kemajuan hubungan bilateral kita, khususnya di bidang ekonomi. Kita terus merencanakan dialog ke arah Perjanjian Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Mercosur. Saya yakin ini akan mempererat hubungan kita dan membuat kedua ekonomi kita serta ekonomi Amerika Latin berkembang pesat,” ungkap Prabowo.

    Presiden Ke-8 RI itu juga menekankan posisi strategis Indonesia dan Brasil sebagai dua kekuatan ekonomi baru dunia dengan populasi gabungan hampir setengah miliar jiwa. 

    Dia menilai kerja sama yang lebih erat, termasuk melalui BRICS dan Mercosur, akan menjadi pendorong utama lahirnya kekuatan ekonomi global baru dari negara-negara Selatan.

    “Kedua negara kita jumlahnya 500 juta manusia, setengah miliar dari populasi dunia. Apalagi kita sekarang bagian dari BRICS. Apabila kita nanti menghasilkan perjanjian Mercosur–Indonesia atau CEPA, itu akan sangat mendorong kekuatan ekonomi besar,” kata Prabowo.

    Orang nomor satu di Indonesia itu menambahkan, dalam kunjungan kali ini kedua negara akan menandatangani empat perjanjian dan nota kesepahaman penting sebagai bukti kemajuan konkret dalam waktu singkat sejak pertemuan terakhir.

    “Hari ini kita akan menandatangani empat persetujuan dan kesepahaman yang cukup penting. Ini bukti bahwa kita telah bekerja dengan cepat. Terakhir saya bertemu bulan Juli, sekarang Oktober hanya dua bulan dan kita sudah menghasilkan kemajuan yang pesat,” pungkasnya.

    Sebelumnya, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di sektor perdagangan dan investasi saat kunjungan kenegaraan Prabowo pada Juli 2025 lalu.

    Salah satunya, agar segera menyelesaikan Perjanjian Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Mercosur (IM-CEPA). Mercosur adalah blok perdagangan di Amerika Selatan yang beranggotakan Argentina, Brasil, Paraguay, dan Uruguay.

    Saat itu, Presiden Prabowo Subianto juga mendorong kerja sama bilateral melalui peran  BPI Danantara. Menurutnya, Indonesia terbuka untuk berdiskusi terkait dengan sektor peternakan, pengembangan agrikultur, serta industri pangan.

    Hubungan antara Indonesia dan Brasil memiliki sejarah panjang di dalam hubungan diplomatik yang telah berjalan sejak 1953, kedua negara secara konsisten mempererat kerja sama yang komprehensif di berbagai sektor untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Brasil merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Amerika Latin. 

    Peningkatan ekspor Indonesia ke Brasil pun sebesar 9,31% pada 2024 yang menjadi salah satu indikator positif dalam kerja sama yang dapat terus dikembangkan ke depan. Indonesia juga berupaya menjalin kerja sama ekonomi komprehensif dengan blok pasar dagang di Amerika Selatan yang dipimpin Brasil.

    Setelah pembicaraan bilateral, kedua kepala negara menyampaikan pernyataan pers bersama kepada media, menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama bilateral dan mendorong kemitraan.

    Brasil dan Indonesia saat ini juga merupakan anggota aktif dari forum strategis global seperti BRICS, yang menjadi wadah penting dalam kerja sama multilateral negara-negara berkembang.

  • Ada Kunjungan Presiden Brasil-Afsel, Simak Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Hari Ini

    Ada Kunjungan Presiden Brasil-Afsel, Simak Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Hari Ini

    Jakarta

    Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa sedang melakukan kunjungan kenegaraan di Jakarta. Itulah mengapa, Polda Metro Jaya melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas hingga Jumat (24/10).

    “Penutupan hanya dilakukan saat rangkaian kebesaran melintas di persimpangan ataupun pertemuan jalur,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin kepada wartawan, Rabu (22/10/2025).

    Komarudin menegaskan, rekayasa lalu lintas tersebut tetap berpegang pada undang-undang mengenai prioritas yang diberikan. Dia pun meminta masyarakat bisa memaklumi kegiatan yang dilaksanakan.

    “Mohon maklum kepada seluruh pengguna jalan, petugas kami tergelar untuk lakukan pengaturan agar seluruh aktivitas masyarakat tetap berjalan walaupun dimungkinkan akan ada perlambatan,” kata dia.

    Catat jangan sampai lewat! Ini Rekayasa lalu lintas di Jakarta saat kunjungan Presiden Brasil dan Afsel hari ini. Foto: Grandyos Zafna

    Ada sejumlah ruas jalan yang telah dan akan dilintasi kedua pemimpin negara tersebut. Berikut kami rangkum daftarnya:

    Rute Presiden Afrika Selatan:

    Jalan Gatot SubrotoJalan Jenderal SudirmanJalan MH ThamrinJalan Merdeka Barat

    Rute Presiden Brasil:

    Jalan Rasuna SaidJalan Jenderal SudirmanJalan MH ThamrinJalan Merdeka BaratJalan Sisingmangaraja.

    Komarudin menjelaskan, Presiden Afrika Selatan memiliki kegiatan hingga hari ini (23/10). Sementara Presiden Brasil akan menjalani kegiatan sampai dengan Jumat (24/10).

    Rekayasa lalu lintas, kata dia, tak dilakukan sepanjang hari, melainkan ada pembagian waktunya. Berikut jadwal lengkapnya:

    Rabu, 22 Oktober 2025, pukul 15.00 WIB – selesaiKamis, 23 Oktober 2025, pukul 09.45 WIB – selesaiJumat, 24 Oktober 2025, pukul 10.15 WIB – selesai.

    (sfn/rgr)

  • Lula da Silva Ungkap Minat Investasi AI hingga Data Center ke Prabowo

    Lula da Silva Ungkap Minat Investasi AI hingga Data Center ke Prabowo

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Republik Federasi Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyampaikan harapan agar kunjungan kenegaraan ke Indonesia menjadi momentum memperbarui kemitraan strategis dan membuka peluang baru, termasuk di bidang perdagangan, investasi, dan inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence).

    Hal itu disampaikan dalam pertemuan tête-à-tête atau tatap muka dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/10/2025).

    “Saya datang dengan harapan besar untuk memperbarui kemitraan strategis dan membentuk kesepakatan baru, tidak hanya dalam perdagangan bilateral, tetapi juga investasi di bidang-bidang baru seperti kecerdasan buatan dan pusat data untuk memperdalam inovasi ilmiah dan teknologi,” jelasnya.

    Selain itu, Presiden Brasil menekankan pentingnya memperkuat hubungan antaruniversitas dan mendorong kebijakan perdagangan yang seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara.

    “Kebijakan perdagangan harus seimbang dan menjadi keuntungan bagi kedua pihak. Indonesia adalah mitra strategis bagi Brasil,” tegasnya.

    Dalam sambutannya, Presiden Lula da Silva mengungkapkan rasa bahagia dapat kembali berkunjung ke Indonesia setelah 17 tahun. Dia mengingatkan bahwa kemitraan strategis antara kedua negara telah dimulai sejak 2008 dan terus mengalami perkembangan positif, meskipun menurutnya masih ada ruang besar untuk peningkatan kerja sama.

    “Dengan penuh sukacita saya kembali ke Indonesia setelah 17 tahun. Pada 2008 kita membangun kemitraan strategis, dan sejak itu hubungan kita berkembang secara positif. Namun, saya pikir kita masih tertinggal dari potensi besar yang dimiliki kedua negara,” kata Lula da Silva. 

    Dia menyoroti besarnya potensi kedua negara yang mewakili hampir 500 juta penduduk dunia yaitu sekitar 280 juta di Indonesia dan 210 juta di Brasil serta sama-sama memiliki ekonomi berkembang. Lula menekankan pentingnya kebijakan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

    “Kedua bangsa kita masih memiliki banyak pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, sehingga memerlukan program sosial yang kuat. Saya berharap dalam kunjungan ini dan melalui pertemuan kita, dapat dihasilkan kemajuan politik, ekonomi, sosial, dan ilmiah bagi rakyat Indonesia dan Brasil,” ujarnya.

    Lula da Silva juga mengingat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Brasil sebelumnya, serta menyampaikan dukungannya agar Indonesia dapat menjadi anggota penuh BRICS di masa mendatang.

    “Kami berharap Indonesia dapat menjadi mitra strategis yang fundamental dan memperkuat posisi negara-negara Selatan secara global. Saya datang dengan harapan tinggi dan semangat besar untuk membangun hubungan yang lebih produktif dan membawa manfaat bagi rakyat kedua negara,” tutur Lula menutup pernyataannya.

    Sebelumnya, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di sektor perdagangan dan investasi saat kunjungan kenegaraan Prabowo pada Juli 2025 lalu. Salah satunya, agar segera menyelesaikan Perjanjian Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Mercosur (IM-CEPA). Mercosur adalah blok perdagangan di Amerika Selatan yang beranggotakan Argentina, Brasil, Paraguay, dan Uruguay.

    Saat itu, Presiden Prabowo Subianto juga mendorong kerja sama bilateral melalui peran dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Dia menambahkan, Indonesia terbuka untuk berdiskusi terkait dengan sektor peternakan, pengembangan agrikultur, serta industri pangan.

    Hubungan antara Indonesia dan Brasil memiliki sejarah panjang di dalam hubungan diplomatik yang telah berjalan sejak 1953, kedua negara secara konsisten mempererat kerja sama yang komprehensif di berbagai sektor untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Brasil merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Amerika Latin.

    Peningkatan ekspor Indonesia ke Brasil pun sebesar 9,31% pada 2024 yang menjadi salah satu indikator positif dalam kerja sama yang dapat terus dikembangkan ke depan. Indonesia juga berupaya menjalin kerja sama ekonomi komprehensif dengan blok pasar dagang di Amerika Selatan yang dipimpin Brasil.

    Setelah pembicaraan bilateral, kedua kepala negara menyampaikan pernyataan pers bersama kepada media, menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama bilateral dan mendorong kemitraan.

    Brasil dan Indonesia saat ini juga merupakan anggota aktif dari forum strategis global seperti BRICS, yang menjadi wadah penting dalam kerja sama multilateral negara-negara berkembang.

  • Lula da Silva Tegaskan Komitmen Kerja Sama Sains dan Ekonomi ke Prabowo

    Lula da Silva Tegaskan Komitmen Kerja Sama Sains dan Ekonomi ke Prabowo

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Republik Federasi Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyatakan keinginannya untuk memperdalam hubungan strategis antara Brasil dan Indonesia, terutama di bidang ekonomi, sains, dan teknologi.

    Hal itu disampaikan dalam pertemuan tatap muka dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/10/2025).

    Dalam sambutannya, Presiden Lula da Silva mengungkapkan rasa bahagia dapat kembali berkunjung ke Indonesia setelah 17 tahun. Dia mengingatkan bahwa kemitraan strategis antara kedua negara telah dimulai sejak 2008 dan terus mengalami perkembangan positif, meskipun menurutnya masih ada ruang besar untuk peningkatan kerja sama.

    “Dengan penuh sukacita saya kembali ke Indonesia setelah 17 tahun. Pada 2008 kita membangun kemitraan strategis, dan sejak itu hubungan kita berkembang secara positif. Namun, saya pikir kita masih tertinggal dari potensi besar yang dimiliki kedua negara,” kata Lula da Silva.

    Dia menyoroti besarnya potensi kedua negara yang mewakili hampir 500 juta penduduk dunia yaitu sekitar 280 juta di Indonesia dan 210 juta di Brasil serta sama-sama memiliki ekonomi berkembang. Lula menekankan pentingnya kebijakan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

    “Kedua bangsa kita masih memiliki banyak pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, sehingga memerlukan program sosial yang kuat. Saya berharap dalam kunjungan ini dan melalui pertemuan kita, dapat dihasilkan kemajuan politik, ekonomi, sosial, dan ilmiah bagi rakyat Indonesia dan Brasil,” ujarnya.

    Lula da Silva juga menyampaikan harapan agar kunjungan kenegaraan ini menjadi momentum memperbarui kemitraan strategis dan membuka peluang baru, termasuk di bidang perdagangan, investasi, dan inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence).

    “Saya datang dengan harapan besar untuk memperbarui kemitraan strategis dan membentuk kesepakatan baru, tidak hanya dalam perdagangan bilateral, tetapi juga investasi di bidang-bidang baru seperti kecerdasan buatan dan pusat data untuk memperdalam inovasi ilmiah dan teknologi,” jelasnya.

    Selain itu, Presiden Brasil menekankan pentingnya memperkuat hubungan antaruniversitas dan mendorong kebijakan perdagangan yang seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara.

    “Kebijakan perdagangan harus seimbang dan menjadi keuntungan bagi kedua pihak. Indonesia adalah mitra strategis bagi Brasil,” tegasnya.

    Lula da Silva juga mengingat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Brasil sebelumnya, serta menyampaikan dukungannya agar Indonesia dapat menjadi anggota penuh BRICS di masa mendatang.

    “Kami berharap Indonesia dapat menjadi mitra strategis yang fundamental dan memperkuat posisi negara-negara Selatan secara global. Saya datang dengan harapan tinggi dan semangat besar untuk membangun hubungan yang lebih produktif dan membawa manfaat bagi rakyat kedua negara,” tutur Lula menutup pernyataannya.

    Sebelumnya, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di sektor perdagangan dan investasi saat kunjungan kenegaraan Prabowo pada Juli 2025 lalu. Salah satunya, agar segera menyelesaikan Perjanjian Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Mercosur (IM-CEPA). Mercosur adalah blok perdagangan di Amerika Selatan yang beranggotakan Argentina, Brasil, Paraguay, dan Uruguay.

    Saat itu, Presiden Prabowo Subianto juga mendorong kerja sama bilateral melalui peran dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Ia menambahkan, Indonesia terbuka untuk berdiskusi terkait dengan sektor peternakan, pengembangan agrikultur, serta industri pangan.

    Hubungan antara Indonesia dan Brasil memiliki sejarah panjang di dalam hubungan diplomatik yang telah berjalan sejak 1953, kedua negara secara konsisten mempererat kerja sama yang komprehensif di berbagai sektor untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Brasil merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Amerika Latin.

    Peningkatan ekspor Indonesia ke Brasil pun sebesar 9,31% pada 2024 yang menjadi salah satu indikator positif dalam kerja sama yang dapat terus dikembangkan ke depan. Indonesia juga berupaya menjalin kerja sama ekonomi komprehensif dengan blok pasar dagang di Amerika Selatan yang dipimpin Brasil.

    Setelah pembicaraan bilateral, kedua kepala negara menyampaikan pernyataan pers bersama kepada media, menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama bilateral dan mendorong kemitraan.

    Brasil dan Indonesia saat ini juga merupakan anggota aktif dari forum strategis global seperti BRICS, yang menjadi wadah penting dalam kerja sama multilateral negara-negara berkembang.