Tag: Lula da Silva

  • Momen Keakraban Prabowo dengan PM Kanada dan Presiden Argentina di KTT G20 Brasil

    Momen Keakraban Prabowo dengan PM Kanada dan Presiden Argentina di KTT G20 Brasil

    Bisnis.com, JAKARTA – Pertemuan antara Kepala Negara dalam rangkatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 selalu menarik untuk dicermati. 

    Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menghadiri peluncuran inisiatif Global Alliance against Hunger and Poverty dalam rangkaian KTT G20 yang berlangsung di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil, pada Senin (18/11/2024) waktu setempat.

    Peluncuran ini dipimpin oleh Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, yang menyerukan aksi global untuk mengatasi kelaparan dan kemiskinan yang masih menjadi tantangan mendesak dunia.

    Prabowo duduk di antara Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Argentina, Javier Milei, menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam forum G20 yang dihadiri oleh para pemimpin dari negara-negara terbesar di dunia.

    Terlihat beberapa kali tertangkap kamera Presiden Ke-8 RI itu dengan Justin Trudeau berbincang akrab dan saling melempar tawa.

    Lebih lanjut, dalam pidato pengantarnya, Presiden Lula da Silva menyoroti ketimpangan sosial di dunia, dimana 733 juta orang masih kekurangan gizi di tahun 2024, meskipun dunia memproduksi hampir 6 miliar ton makanan per tahun.

    “Kelaparan adalah ekspresi biologis dari penyakit sosial,” tegas Lula, mengutip ilmuwan Brasil Josué de Castro.

    Presiden Lula juga menyampaikan bahwa aliansi ini bertujuan untuk membangun rekomendasi internasional, kebijakan publik yang efektif, dan sumber pendanaan yang berkelanjutan.

    Saat ini, aliansi tersebut telah mendapatkan dukungan dari 81 negara, 26 organisasi internasional, 9 lembaga keuangan, serta berbagai yayasan dan organisasi non-pemerintah.

    “Aliansi ini lahir di G20, tetapi tujuannya bersifat global,” ucap Presiden Lula da Silva.

    Peluncuran Global Alliance against Hunger and Poverty menjadi salah satu tonggak penting dalam KTT G20 kali ini, yang menegaskan komitmen kolektif untuk membangun dunia yang lebih adil dan sejahtera.

    Kehadiran Presiden Prabowo di forum ini turut mencerminkan peran aktif Indonesia dalam menjawab tantangan global dan memperjuangkan masa depan yang lebih inklusif.

  • Prabowo Hadiri Pertemuan Pimpinan Negara G20 di Brasil
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        19 November 2024

    Prabowo Hadiri Pertemuan Pimpinan Negara G20 di Brasil Nasional 19 November 2024

    Prabowo Hadiri Pertemuan Pimpinan Negara G20 di Brasil
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden RI
    Prabowo
    Subianto menghadiri acara pertemuan pimpinan negara
    G20
    di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil, Senin (18/11/2024).
    Berdasarkan keterangan dari Tim Media Prabowo, Selasa (19/11/2024) dini hari, Prabowo tiba di lokasi pertemuan pada pukul 09.45 waktu setempat.
    Prabowo yang menggunakan mobil kenegaraan berwarna putih itu tampak mengenakan kemeja putih dibalut setelan jas serta peci hitam.
    Setibanya di Museum of Modern Art, Prabowo disambut karpet merah dan pasukan jajar kehormatan.
    Prabowo pun menyempatkan memberi salam hormat saat disambut oleh Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva.
    Keduanya terlihat saling bersalaman dan melemparkan senyum salam hangat.
    Selanjutnya, Prabowo bersama dengan para pemimpin dunia lainnya yang telah hadir masuk ke dalam ruangan untuk sama-sama mendengarkan pembukaan acara G20 Brasil 2024 dari Presiden Lula.
    “Semoga pertemuan puncak ini ditandai dengan keberanian untuk bertindak. Itu sebabnya saya ingin mendeklarasikan secara resmi Aliansi Global Melawan Kelaparan dan Kemiskinan. Terima kasih banyak,” kata Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
    Adapun
    KTT G20
    Brasil 2024 ini mengusung tema ‘Building a Just World and a Suistanable Planet’ dan memprioritaskan sejumlah poin utama, di antaranya Fighting Inequality, Promoting Social Inclusion and Fighting Hunger, Combating Climate Change, Promoting Energy Transition and Sustainable Development, dan Reforming Global Governance Institutions.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Budiman Yakin Prabowo Bawa Pulang Solusi Pengentasan Kemiskinan dari Kunker Luar Negeri

    Budiman Yakin Prabowo Bawa Pulang Solusi Pengentasan Kemiskinan dari Kunker Luar Negeri

    Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko optimistis bahwa solusi pengentasan kemiskinan adalah buah tangan yang akan dibawa oleh Presiden Prabowo Subianto dari lawatannya selama 2 pekan ke luar negeri.

    Apalagi, mantan aktivis 1998 ini mengatakan bahwa Negara yang dikunjungi Prabowo, seperti China dan Brasil adalah negara yang sukses dalam pengentasan kemiskinan.

    Hal ini disampaikannya usai menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah di lingkungan Kantor Komunikasi Kepresidenan di Gedung Krida Bakti Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2024). 

    “Jadi akan ada banyak oleh-oleh yang dibawa oleh Pak Presiden untuk berbagi pengalaman pengentasan kemiskinan di dua negara yang cukup sukses, dan pertemuan multilateral APEC yang juga membahas kemiskinan,” ujarnya kepada wartawan

    Oleh sebab itu, dia melanjutkan bahwa dia pun meyakini bahwa Kepala Negara akan memiliki banyak oleh-oleh berupa solusi terkait pengentasan kemiskinan.

    Menurutnya, dari hasil diskusi-diskusi dengan para pemimpin negara, instansinya pun siap dengan setiap arahan dari Prabowo ke depannya.

    Dia mengatakan pihaknya pun tengah merumuskan rencana induk mengentaskan kemiskinan dan akan melaporkannya ke Prabowo sepulang dari luar negeri.

    “Nanti kita berharap akan bisa bertemu dengan Pak Presiden atau dalam rapat kabinet untuk minta arahan dari Pak Presiden hasil diskusi beliau dengan Xi Jinping, diskusi beliau di APEC, dan hasil diskusi dengan Lula da Silva mengenai masalah pengentasan kemiskinan ini,” pungkas Budiman.

  • Prabowo Subianto Pelajari Strategi Pengentasan Kemiskinan dari China dan Brasil

    Prabowo Subianto Pelajari Strategi Pengentasan Kemiskinan dari China dan Brasil

    Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan menggali pengalaman dan strategi pengentasan kemiskinan melalui kunjungan kenegaraannya ke China dan Brasil.

    Menurut Budiman, kunjungan Prabowo Subianto ke kedua negara ini bukan tanpa alasan. China dan Brasil dianggap sebagai contoh negara yang berhasil mengurangi kemiskinan secara signifikan.

    “KTT APEC juga mengangkat isu kemiskinan. Jadi akan ada banyak oleh-oleh yang dibawa Presiden Prabowo untuk berbagi pengalaman pengentasan kemiskinan di dua negara yang cukup sukses,” kata Budiman saat ditemui di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (18/11/2024).  

    Budiman menyoroti keberhasilan China sebagai salah satu negara yang berhasil mengeluarkan lebih dari 100 juta penduduknya dari kemiskinan ekstrem. Strategi utama China melibatkan pemberdayaan warga miskin untuk terlibat dalam bisnis, termasuk di wilayah terpencil, dengan memanfaatkan konektivitas digital.

    Prabowo Subianto juga mengikuti KTT APEC di Peru. Dalam forum tersebut, kemiskinan menjadi salah satu poin utama yang disampaikan Prabowo.

    Setelah itu, Prabowo melanjutkan kunjungannya ke Brasil untuk menghadiri KTT G-20 di Rio de Janeiro. Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga mengikuti forum bisnis Indonesia-Brasil, serta mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil Inacio Lula da Silva.

    Budiman menambahkan, BP Taskin saat ini juga tengah menyusun rencana induk pengentasan kemiskinan di Indonesia. Ia berharap, setelah kembali dari rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo dapat memberikan arahan berdasarkan diskusi dan pengalaman yang diperoleh dari Presiden Xi Jinping dan Presiden Lula da Silva.

  • Di KTT G20 Brasil, Olaf Scholz Mencari Sekutu Dagang

    Di KTT G20 Brasil, Olaf Scholz Mencari Sekutu Dagang

    Jakarta

    Ketika Olaf Scholz kembali ke Jerman dari KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, pada hari Rabu (20/11) mendatang, Kanselir yang sedang menghadapi krisis itu diharapkan membawa sesuatu yang benar-benar bersejarah, seperti perjanjian perdagangan bebas antara Uni Eropa (UE) dan negara-negara Mercosur yakni Argentina, Bolivia, Brasil, Paraguay, dan Uruguay. Namun, “oleh-oleh” itu baru bisa tercapai jika Scholz dapat merampungkan kesepakatan.

    “Perjanjian perdagangan bebas ini akan menjadi ‘angin segar’ bagi ekonomi Jerman. Hampir tidak terbayangkan situasi geopolitik yang lebih sulit dari ini. Kita harus memanfaatkan peluang ini,” kata Volker Treier, pemimpin kebijakan luar negeri Kamar Dagang dan Industri Jerman.

    “Saat ini, jendela peluang sedang terbuka. Anda tidak bisa bernegosiasi selama 25 tahun tanpa kesepakatan, dan tetap percaya bahwa Anda bisa terus memperpanjangnya seperti permen karet. Jika bukan saat ini, kapan lagi?” tambahnya.

    Perekonomian Jerman berharap ada terobosan

    Treier berbicara kepada DW tentang survei bisnis terbaru dari Asosiasi Kamar Dagang dan Industri Eropa di Brussel. Katanya, hasilnya “cukup suram.”

    Menghadapi ancaman proteksionisme Amerika Serikat (AS) yang makin menguat di bawah pemerintahan Donald Trump di masa depan, Treier mengatakan perjanjian UE-Mercosur ini akan menjadi sinyal penting bagi bisnis di blok Eropa dan Jerman tentunya. Dalam hal baterai, panel surya, energi angin, dan hidrogen hijau, Treier menyebut Eropa bisa mencapai transformasi hijau dengan lebih cepat dan berkelanjutan dengan bantuan bahan baku mentah dari Amerika Selatan.

    Sebagai imbalannya, bisnis Eropa tidak lagi harus membayar tarif sebesar €4 miliar (sekitar Rp67,2 triliun) untuk mengekspor barang mereka ke negara-negara Mercosur, menurut Treier. “Kami sudah memiliki hubungan yang baik dengan Mercosur, tetapi tidak ada dinamika yang nyata. Sebagian itu karena negara-negara Mercosur mengenakan tarif 25-30% pada produk ekspor klasik Jerman seperti mobil, serta barang elektronik dan mesin,” ujarnya.

    Kaja Kallas, Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa yang baru, menggemakan sentimen-sentimen tersebut. “Jika kami tidak melakukan perjanjian perdagangan dengan mereka, maka kekosongan ini akan diisi oleh Cina,” katanya dalam sidang konfirmasi di hadapan Parlemen Eropa. Cina telah meningkatkan investasinya di kawasan tersebut sebanyak 34 kali lipat antara tahun 2020 dan 2022, dan pelabuhan besar pertama yang dikendalikan oleh Cina di Amerika Selatan baru saja dibuka untuk bisnis di Chancay, Peru.

    Penentang kesepakatan UE-Amerika Selatan semakin menguat

    Pada saat yang sama, oposisi terhadap kesepakatan ini juga makin berkembang di Eropa dan Amerika Selatan, dan bukan hanya datang dari para aktivis lingkungan. Petani Eropa sangat marah, mengkritik standar ganda dan persaingan itu tidak adil dengan rekan-rekan mereka di Amerika Selatan.

    Dalam sebuah seruan yang dicetak di surat kabar harian Prancis Le Monde, sekitar 600 anggota parlemen Prancis meminta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen untuk menahan diri dari menandatangani perjanjian tersebut. Selain itu, yang mungkin lebih mengkhawatirkan, Perdana Menteri (PM) Prancis Michel Barnier mengatakan Paris tidak akan setuju dengan kesepakatan itu jika masih dalam bentuknya saat ini.

    “Kesepakatan antara Mercosur dan UE itu jauh lebih menguntungkan bagi Eropa daripada Amerika Selatan,” kata Raul Montenegro, seorang ahli biologi Argentina dan penerima Right Livelihood Award 2004, kepada DW. “Pihak yang paling dirugikan dalam kesepakatan yang mungkin tercapai ini adalah keanekaragaman hayati di Amerika Selatan, serta usaha kecil dan menengah serta masyarakat miskin di kedua wilayah.”

    Brasil menuju peran global yang lebih besar

    Tuan rumah KTT G20, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, berharap mampu menegaskan perjuangan melawan kelaparan dan perubahan iklim dalam komunike akhir KTT Rio, serta menghadapi tugas berat terkait pembahasan yang tiada habisnya tentang perjanjian perdagangan bebas, tetapi ia tetap optimis.

    “Saya belum pernah seoptimis ini tentang UE-Mercosur,” kata Presiden Brasil itu di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pada September lalu. Lula bertekad untuk membawa Brasil ke peran pemain global pada masa jabatan ketiganya, yang mungkin juga merupakan peluang terakhirnya.

    Itulah salah satu alasan lain mengapa Treier dari Kamar Dagang dan Industri Jerman mengatakan waktu terus berjalan dengan cepat.

    “Kepercayaan diri meningkat di antara negara-negara Mercosur, sama halnya dengan negara-negara di belahan dunia Selatan. Kami berada di India dua setengah minggu yang lalu untuk konferensi Asia dan hal yang sama juga terjadi di sana: Mereka masih bersedia untuk menjangkau kami, tetapi keadaan tidak akan selamanya seperti itu,” kata Treier.

    Artikel ini diadaptasi dari bahasa Jerman

    (ita/ita)

  • Donald Trump Jadi Topik Pembicaraan Utama di KTT G20 Brasil

    Donald Trump Jadi Topik Pembicaraan Utama di KTT G20 Brasil

    Bisnis.com, JAKARTA — Para pemimpin negara Group of 20 akan menghadiri konferensi tingkat tinggi atau KTT G20 di Brasil. Mereka juga bersiap menghadapi perubahan tatanan global dengan kembalinya kekuasaan presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump.

    Mengutip Reuters pada Senin (18/11/2024), diskusi mengenai perdagangan, perubahan iklim dan keamanan internasional akan menghadapi perubahan besar dalam kebijakan AS yang dijanjikan Trump saat menjabat pada Januari 2024, mulai dari tarif hingga janji solusi negosiasi terhadap perang di Ukraina.

    Presiden AS Joe Biden datang di saat masa jabatannya hanya tersisa sekitar dua bulan lagi di Gedung Putih. Sementara itu, Presiden China Xi Jinping akan menjadi pemain sentral dalam KTT G20 yang diliputi ketegangan geopolitik di tengah pendudukan Palestina dan perang Rusia-Ukraina.

    “Bukan hanya geopolitik yang membuat kami khawatir, tetapi juga peran China, peran ekonomi dan keuangannya, sangat menonjol dalam banyak masalah,” kata seorang pejabat Jerman, yang meminta tidak disebutkan namanya untuk membahas ketegangan diplomatik secara bebas.

    Meskipun China berada di kubu Rusia dalam urusan Ukraina, Jerman yakin Beijing akan mendapati posisi tersebut lebih sulit untuk dipertahankan karena konflik tersebut telah menjadi globalisasi dengan pengerahan pasukan Korea Utara oleh Rusia yang membawanya “ke depan pintu China,” kata pejabat lain.

    Para diplomat yang merancang pernyataan bersama untuk para pemimpin KTT tersebut telah berjuang untuk mencapai kesepakatan yang rapuh tentang bagaimana mengatasi perang yang semakin meningkat di Ukraina, bahkan seruan samar untuk perdamaian tanpa kritik terhadap peserta mana pun, kata seorang sumber.

    Serangan udara besar-besaran Rusia terhadap Ukraina pada Minggu (17/11/2024) mengguncang sedikit konsensus yang telah mereka sepakati, dan para diplomat Eropa mendorong untuk meninjau kembali bahasa yang telah disepakati sebelumnya mengenai konflik global.

    Amerika Serikat menanggapi serangan Rusia dengan mencabut pembatasan penggunaan senjata buatan AS oleh Ukraina untuk menyerang jauh ke wilayah Rusia.

    Para pejabat Brasil menyadari bahwa agenda mereka untuk G20, yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan, mengenakan pajak kepada orang-orang super kaya, serta memerangi kemiskinan dan kelaparan, akan segera kehilangan semangat ketika Trump mulai mendiktekan prioritas global baru dari Gedung Putih.

    Dorongan Brasil untuk melakukan reformasi tata kelola global, termasuk lembaga keuangan multilateral, mungkin juga menjadi hambatan bagi Trump, kata para pejabat Brasil.

    “Trump tidak menghargai multilateralisme. Saya tidak melihat banyak kemungkinan pemerintahan Trump terlibat dalam masalah ini atau menunjukkan minat terhadapnya,” kata seorang sumber di kementerian keuangan Brasil kepada Reuters tanpa mau disebutkan namanya.

    Xi diperkirakan akan memuji inisiatif Belt & Road yang dijalankan China seiring dengan upaya mereka untuk meningkatkan pengaruh ekonominya. 

    Brasil sejauh ini menolak untuk bergabung dengan inisiatif infrastruktur global, tetapi harapan akan kemitraan industri lainnya masih tinggi ketika Xi mengakhiri masa tinggalnya di Brasil dengan kunjungan kenegaraan di Brasilia pada hari Rabu.

    Keputusan Brasil untuk tidak bergabung merupakan pukulan besar bagi hubungan kedua negara, kata Li Xing, profesor di Institut Strategi Internasional Guangdong, yang berafiliasi dengan Kementerian Luar Negeri China. 

    “China sangat kecewa atas keputusan Brasil tersebut,” katanya.

    Adapun, pembicaraan perdagangan seputar G20 akan dipicu oleh kekhawatiran akan meningkatnya perang dagang AS-China. Hal tersebut seiring dengan rencana Trump untuk mengenakan tarif terhadap impor dari China dan negara-negara lain.

    Semangat Trump dalam melakukan pemotongan pajak akan menambah tantangan bagi upaya Brasil untuk membahas perpajakan bagi orang-orang super kaya, sebuah isu yang sangat disukai Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva yang memasukkannya ke dalam agenda G20.

    Sekutu terbaru Trump di Amerika Latin, Presiden libertarian Argentina Javier Milei, telah menarik garis merah mengenai masalah ini. Para perunding Argentina menolak untuk menyetujui penyebutan masalah tersebut dalam komunike bersama KTT tersebut, kata para diplomat.

  • Heboh Ibu Negara Brasil Mengumpat Elon Musk di G20, Gimana Ceritanya?

    Heboh Ibu Negara Brasil Mengumpat Elon Musk di G20, Gimana Ceritanya?

    Brasilia

    Ibu Negara Brasil, Rosangela Lula da Silva atau yang dipanggil Janja, melontarkan kata umpatan untuk miliarder Amerika Serikat (AS) Elon Musk saat menghadiri acara sosial dalam rangkaian KTT G20 di negaranya. Umpatan itu diucapkan Janja saat berbicara soal perlunya mengatur media sosial untuk mengendalikan penyebaran informasi keliru.

    Insiden ini, seperti dilansir Reuters dan BBC, Senin (18/11/2024), terjadi ketika Janja sedang berbicara dalam panel soal disinformasi dalam salah satu acara sosial G20 pada Sabtu (16/11) yang digelar di Rio de Janeiro. Dalam forum itu, dia menganjurkan peraturan media sosial yang lebih ketat.

    Tiba-tiba terdengar suara keras mirip klakson kapal di lokasi acara, dan Janja dengan nada bercanda melontarkan komentar berbunyi: “Saya pikir itu Elon Musk.”

    “Saya tidak takut pada Anda, persetan, Elon Musk,” imbuh Janja yang menggunakan kata umpatan “f**k you” untuk Musk.

    Momen tersebut menuai reaksi dari Musk yang merupakan pemilik platform media sosial X dan pemilik Tesla. Dia memposting ulang video soal insiden itu di media sosial, dan memberikan komentar berbunyi “lol” yang merupakan bahasa slang internet yang berarti “tertawa terbahak-bahak”.

    Dalam postingan lainnya, Musk menambahkan dua emoji tertawa dan menulis komentar berbunyi: “Mereka akan kalah dalam pemilu berikutnya”.

    Komentar itu tampaknya merujuk pada peluang Partai Pekerja yang dipimpin Lula da Silva dalam pemilu Brasil selanjutnya.

  • Kronologi Ibu Negara Brasil Bilang “F**ck You” ke Elon Musk

    Kronologi Ibu Negara Brasil Bilang “F**ck You” ke Elon Musk

    Jakarta, CNBC Indonesia – Ibu negara Brasil, Rosangela ‘Janja’ Lula da Silva, tiba-tiba mengumpat miliarder Elon Musk di sebuah acara menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Rio de Jeneiro, akhir pekan. Ini terekam dalam sebuah video sebagaimana dimuat sebagaimana diberitakan AFP dan BBC.

    Bagaimana kronologinya?

    Kala itu sebenarnya Janja sedang berbicara di sebuah panel tentang disinformasi. Di mana ia menganjurkan regulasi media sosial yang lebih ketat.

    Namun kala ia berbicara, tiba-tiba sebuah suara keras, diduga klakson kapal tiba-tiba mengejutkannya. Hal ini membuatnya spontan berkata “Itu Elon Musk”, kemudian disusul dengan “Saya tidak takut padamu, F**ck You (persetan denganmu) Elon Musk”.

    Rekaman kejadian itu pun kemudian viral di media sosial (medsos) X. Perlu diketahui, Musk, selain memiliki bisnis mobil listrik Tesla, juga merupakan pemilik X.

    Ini pun menimbulkan reaksi sekutu pemenang pemilu presiden Amerika Serikat (AS) 5 November, Donald Trump, tersebut. Ia balik memberikan resposn menohok ke Janja.

    “Mereka akan kalah dalam pemilihan berikutnya,” ujar Musk di akunnya.

    Insiden ini menyoroti perdebatan yang sengit soal misinformasi di medsos Brasil. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva kerap mengkritik platform Musk atas kebijakannya mengenai masalah ini.

    “Kita tidak dapat membiarkan platform mana pun merusak demokrasi dan hak-hak warga negara kita,” ujarnya.

    Sementara itu, pernyataa Janja memicu reaksi dari tokoh oposisi Brasil, termasuk mantan Presiden Jair Bolsonaro. Ia memperingatkan bagaimana komentarnya dapat menyebabkan masalah diplomatik bagi pemerintahan saat ini.

    “Kita sekarang punya masalah diplomatik lain,” tulisnya.

    Musk sendiri merupakan “teman” Bolsonaro, yang mengisyaratkan niat untuk mencalonkan diri di pemilu Brasil 2026. Meskipun, ia telah didiskualifikasi dan dinyatakan beralah karena mendeskreditkan sistem pemilihan negara itu.

    Perlu diketahui X sempat dilarang di Brasil 30 Agustus. Namun kembali dipulihkan Oktober lalu.

    Brasil sendiri kini menjadi tuan rumah KTT G20. Konferensi itu berlangsung Senin dan Selasa di Rio de Janeiro.

    (sef/sef)

  • Gempar Ledakan di Mahkamah Agung Brasil, Diselidiki sebagai Aksi Teroris

    Gempar Ledakan di Mahkamah Agung Brasil, Diselidiki sebagai Aksi Teroris

    Brasilia

    Ledakan di kompleks Mahkamah Agung Brasil sedang diselidiki sebagai “aksi teroris”. Motif di balik aksi itu masih gelap, namun otoritas setempat menduga ledakan itu ada hubungannya dengan pemberontakan terhadap Presiden Luiz Inacio Lula da Silva yang terjadi tahun lalu.

    Pelaku di balik insiden ledakan itu, yang tewas di luar gedung Mahkamah Agung dalam insiden pada Rabu (13/11) malam, diketahui merupakan anggota partai politik yang menaungi mantan Presiden Jair Bolsonaro. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (15/11/2024).

    Upaya serangan itu terjadi ketika Brasil bersiap menjadi tuan rumah KTT G20 yang dijadwalkan digelar pada Senin (18/11) dan Selasa (19/11) mendatang di Rio de Janeiro, dengan dihadiri pemimpin negara-negara besar seperti Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping.

    Pria yang diyakini sebagai satu-satunya pelaku, telah tewas dalam ledakan yang mengguncang pintu masuk gedung Mahkamah Agung pada Rabu (13/11) malam. Ledakan itu diduga berasal dari peledak yang dibawa pria tersebut.

    Satu ledakan lainnya berasal dari sebuah mobil yang diparkir di kompleks gedung Mahkamah Agung tersebut.

    Jenazah pria itu tergeletak semalaman, dengan pasukan penjinak bom berupaya memindahkan detonator yang dibawa pria itu sebelum tewas, sebelum akhirnya dievakuasi pada Kamis (14/11) pagi.

    Kepala Kepolisian Federal Brasil, Andrei Passos Rodrigues, dalam konferensi pers di Brasilia mengumumkan bahwa pelaku yang tewas itu bernama Francisco Wanderley Luiz, yang berusia 59 tahun. Disebutkan Rodrigues bahwa Luiz diduga merencanakan serangan sejak lama dan tampaknya bertindak sendirian.

  • Para Kepala Negara Absen di KTT Iklim COP29, Ada yang Undur Diri

    Para Kepala Negara Absen di KTT Iklim COP29, Ada yang Undur Diri

    Jakarta

    Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) terkait perubahan iklim COP29 sedang berlangsung di Baku, Azerbaijan. Para pemimpin dunia, negosiator, pelobi dan LSM bertemu di sini, membahas perubahan iklim dan lingkungan hidup.

    Lebih dari 100 kepala negara dan pemerintahan telah mengonfirmasi kehadiran mereka di COP29, menurut sumber PBB. Namun, sejumlah pemimpin dunia dan pejabat pemerintah telah menyatakan tidak akan menghadiri acara yang berlangsung 11-22 November 2024 ini. Siapa saja? Berikut daftar negara yang tidak hadir beserta alasannya, dikutip dari Euro News.

    Presiden Komisi Eropa

    Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen tidak hadir. Alasannya, Komisi Eropa sedang dalam fase transisi. “Presiden akan fokus pada tugas kelembagaannya. Von der Leyen saat ini tengah mempersiapkan masa jabatan keduanya yang akan dimulai pada 1 Desember,” kata juru bicara Komisi Eropa.

    Sementara itu, Uni Eropa diwakili oleh Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Kepala Kebijakan Iklim Wopke Hoekstra, dan Komisaris Bidang Energi Kadri Simson.

    Presiden Prancis Emmanuel Macron

    Presiden Prancis Emmanuel Macron juga absen dari KTT ini. Kabarnya, alasannya karena pertemuan tersebut diadakan di Azerbaijan dan Prancis menolak menginjakkan kaki di negara itu.

    Hubungan antara kedua negara menegang sejak tahun lalu ketika Paris mengutuk serangan militer Azerbaijan terhadap separatis Armenia di wilayah Karabakh yang memisahkan diri.

    Kanselir Jerman Ola Scholz

    Pemimpin negara adikuasa Eropa lainnya juga tidak hadir, yakni Kanselir Jerman Olaf Scholz. Jauh hari sebelumnya, ia telah mengumumkan tidak akan menghadiri COP29 setelah koalisi yang berkuasa bubar.

    Semula, ia berencana menghadiri COP29, tetapi kemudian membatalkan keputusan itu setelah runtuhnya pemerintahan koalisi tiga partai Jerman.

    Presiden AS ke-46 Joe Biden

    COP29 digelar beberapa hari setelah pemilihan umum di Amerika Serikat (AS), sehingga Joe Biden tidak hadir. Ini adalah tahun kedua berturut-turut ia tidak hadir dalam perundingan iklim global. Sebagai gantinya, delegasi AS dipimpin oleh John Podesta, penasihat senior presiden AS untuk kebijakan iklim internasional.

    Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva

    Setelah mengalami cedera kepala bulan lalu, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva membatalkan perjalanannya ke Baku. Negaranya akan menjadi tuan rumah COP30 di Belem tahun depan.

    Raja Charles III

    Raja Charles juga tidak menghadiri COP29 dikarenakan pemerintah Inggris memutuskan untuk tidak mengutusnya mewakili rakyat mengingat ia masih dalam masa pemulihan dari kanker. Namun Raja Charles III memiliki sejarah panjang dalam advokasi perubahan iklim dan telah menghadiri konferensi-konferensi PBB sebelumnya.

    Presiden Rusia Vladimir Putin

    Presiden Rusia Vladimir Putin juga tidak hadir, dan delegasi negaranya di COP29 akan dipimpin oleh Perdana Menteri Mikhail Mishustin. Ironisnya, Oktober lalu, duta besar Ukraina untuk Uni Eropa, Vsevolod Chentsov mengatakan bahwa masyarakat internasional harus menghindari perundingan tersebut jika Putin hadir.

    Pemimpin Kanada, India, China, Afrika Selatan, dan Australia

    Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden China Xi Jinping, Cyril Ramaphosa dari Afrika Selatan, dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese juga melewatkan konferensi iklim tahun ini. Namun alasan mereka absen tidak diketahui.

    Papua Nugini Protes dan Menarik Diri

    Pada Agustus tahun ini, Perdana Menteri Papua Nugini James Marape mengumumkan bahwa negara tersebut tidak akan menghadiri COP29 sebagai protes terhadap negara-negara besar karena kurangnya dukungan cepat bagi para korban perubahan iklim.

    Marape mengatakan, hal ini dilakukan demi kepentingan semua negara kepulauan kecil. Dikelilingi oleh lautan dan merupakan rumah bagi hamparan hutan hujan terbesar ketiga di planet ini, Papua Nugini sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Wilayah ini dirusak oleh berbagai dampak seperti naiknya permukaan air laut dan bencana alam.

    (rns/fay)