Tag: Lula da Silva

  • Brasil Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Usai AS Tangkap Maduro

    Brasil Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Usai AS Tangkap Maduro

    Brasilia

    Brasil mengerahkan pasukan ke dekat perbatasan dengan Venezuela, menyusul serangan Amerika Serikat (AS) yang berujung penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu. Pengerahan ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Amerika Latin.

    Pengerahan pasukan itu, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (9/1/2026), diatur dalam dekrit pemerintah Brasil yang diterbitkan pada Kamis (8/1) waktu setempat.

    Dalam dekrit resmi tersebut, pemerintah Brasil mengizinkan pengerahan Pasukan Keamanan Publik Nasional (FNSP) — semacam pasukan garda nasional — yang tidak disebutkan jumlahnya, untuk dikirimkan ke wilayah Pacaraima, dan ke Boa Vista, ibu kota negara bagian Roraima.

    Roraima yang terletak di sebelah utara Brasil, berbatasan langsung dengan Venezuela dan memiliki kehadiran kuat kelompok bersenjata ilegal yang mendalangi perdagangan narkoba dan mengelola tambang ilegal di kedua sisi perbatasan internasional.

    Roraima berjarak sekitar 213 kilometer dari perbatasan kedua negara.

    Langkah ini diambil setelah AS, pada Sabtu (3/1) lalu, mengebom Venezuela dan menangkap Maduro untuk diadili atas tuduhan narkoterorisme. Sehari kemudian, atau pada Minggu (4/1), pemerintah Brasil untuk sementara menutup perbatasan dengan Venezuela, tepatnya di dekat Pacaraima.

    Dekrit pemerintah Brasil itu menyatakan bahwa FNSP akan mendukung lembaga-lembaga keamanan publik yang dikelola negara dan beroperasi dengan cara yang “esensial untuk menjaga ketertiban umum dan keselamatan masyarakat serta properti”.

    Media-media lokal Brasil melaporkan pada Rabu (7/1) bahwa Venezuela memperkuat kehadiran militernya di area perbatasan.

    Dilaporkan juga bahwa beberapa kelompok bersenjata, termasuk kelompok bersenjata Venezuela dan geng-geng Brasil, seperti Komando Ibu Kota Pertama (PCC) dan Komando Merah (CV), yang beroperasi di area tersebut.

    Direktur Andes untuk Kantor Washington di Amerika Latin (WOLA), Gimena Sanchez, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pengerahan pasukan penjaga perbatasna oleh Brasil merupakan “langkah yang tepat”. Dia menyebut tindak kekerasan yang dipicu oleh kelompok pemberontak Kolombia yang aktif di Venezuela telah mendorong para penduduk lebih jauh ke selatan menuju Brasil.

    “Masuk akal (bagi Brasil) untuk memperkuat perbatasan,” sebutnya.

    Brasil menjadi pengkritik keras serangan AS terhadap Venezuela. Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, dalam pernyataan via media sosial, menyebut AS telah melewati “batas yang tidak diterima”.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Eks Presiden Brasil Cegukan Berbulan-bulan Sampai Dibantarkan ke RS

    Eks Presiden Brasil Cegukan Berbulan-bulan Sampai Dibantarkan ke RS

    Jakarta

    Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali menjalani prosedur medis untuk mengobati cegukan berulang yang telah dialaminya selama berbulan-bulan. Bolsonaro yang tengah menjalani hukuman penjara 27 tahun akibat percobaan kudeta itu kini dibantarkan untuk menjalani operasi hernia inguinalis di Rumah Sakit DF Star di Brasilia.

    Dilansir AFP, Minggu (28/12/2025), Mantan presiden berusia 70 tahun itu menjalani operasi pada hari Kamis. Operasi tersebut berjalan lancar tanpa insiden, kini Bolsonaro tetap dirawat di rumah sakit selama beberapa hari untuk evaluasi.

    Selama waktu tersebut, tim medis Bolsonaro menentukan bahwa perlu dilakukan blok anestesi pada saraf frenikus, yang mengontrol diafragma, untuk mengobati cegukannya yang berulang.

    Dokter Bolsonaro, Claudio Birolini, mengatakan kepada wartawan bahwa prosedur tersebut melibatkan pencarian saraf menggunakan mesin ultrasound dan kemudian menyuntiknya dengan analgesik lokal.

    “Berjalan lancar,” menurut salah satu dokter lainnya, Mateus Saldanha.

    Birolini mengatakan prosesnya memakan waktu sekitar satu jam. Ia menambahkan “ini bukan operasi…tidak melibatkan sayatan apa pun,”.

    Sisi kanan saraf Bolsonaro telah diobati pada Sabtu, sementara prosedur untuk mengobati sisi kiri saraf dijadwalkan pada hari Senin.

    Bolsonaro Alami 9 Bulan Cegukan

    Istri Bolsonaro, Michelle Bolsonaro mengungkapkan suaminya telah berjuang selama 9 bulan akibat cegukan tersebut. Akhirnya Bolsonaro menjalani operasi saraf.

    “Kekasihku baru saja pergi ke pusat bedah untuk menjalani blokade saraf frenikus,” tulis mantan ibu negara Michelle Bolsonaro dalam unggahan Instagram pada hari Sabtu.

    “Sudah sembilan bulan berjuang dan menderita dengan hambatan harian,” tambahnya.

    Diketahui, mantan presiden sayap kanan, yang berkuasa dari tahun 2019 hingga 2022 itu, selama bertahun-tahun telah berurusan dengan dampak luka tusuk di perut yang dideritanya selama rapat umum kampanye tahun 2018, yang membutuhkan beberapa operasi besar.

    Vonis 27 Tahun

    Sebelumnya, Mahkamah Agung Brasil menyatakan Bolsonaro bersalah karena berkonspirasi untuk tetap berkuasa setelah kalah dalam pemilihan umum 2022 dari kandidat sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva. Bolsonaro lalu dijatuhi hukuman penjara 27 tahun.

    Kudeta tersebut gagal karena kurangnya dukungan dari para petinggi militer. Mantan presiden sayap kanan tersebut mengklaim dirinya tidak bersalah, dengan alasan ia dianiaya oleh Mahkamah Agung.

    Bolsonaro berada di bawah tahanan rumah sejak Agustus hingga dipenjara pada 22 November.

    Setelah keluar dari rumah sakit, Bolsonaro akan kembali menjalani hukumannya di penjara polisi federal di ibu kota.

    Mahkamah Agung Brasil pada hari Sabtu juga memerintahkan tahanan rumah untuk 10 pejabat dari pemerintahan Bolsonaro yang terlibat dalam perencanaan kudeta, mencari pembenaran hukum untuk kudeta tersebut, atau menyebarkan disinformasi tentang kudeta tersebut di media sosial.

    Kesepuluh pejabat tersebut telah divonis bersalah tetapi dibebaskan dari penjara karena proses banding yang sedang berlangsung.

    Salah satu pejabat, Silvinei Vasques, ditahan di Paraguay pada hari Jumat setelah diduga mencoba naik pesawat dengan dokumen palsu.

    Lihat juga Video: Polisi Gerebek Rumah Eks Presiden Brasil Jair Bolsonaro

    Halaman 2 dari 2

    (yld/knv)

  • Brasil Ambil Peran Cegah Amerika dan Venezuela Berperang

    Brasil Ambil Peran Cegah Amerika dan Venezuela Berperang

    Jakarta

    Demi “menghindari konflik bersenjata” antara Washington dan Caracas, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menawarkan diri menjadi mediator antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. AS dan Venezuela bersitegang beberapa waktu terakhir.

    Seperti dilansir AFP, Sabtu (20/12/2025), Lula da Silva, yang merupakan salah satu pemimpin paling berpengaruh di Amerika Latin, mengatakan kepada wartawan bahwa Brasil “sangat khawatir” tentang krisis yang semakin meningkat antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

    Tokoh sayap kiri berusia 80 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya telah memberitahu Trump jika “masalah tidak akan terselesaikan dengan baku tembak, bahwa lebih baik duduk bersama untuk mencari solusi”.

    Lula da Silva juga mengatakan dirinya telah menawarkan bantuan Brasil kepada kedua pemimpin untuk “menghindari konflik bersenjata di Amerika Latin” dan mungkin akan berbicara lagi dengan Trump sebelum Natal untuk menyampaikan kembali tawarannya.

    “Agar kita dapat mencapai kesepakatan diplomatik dan bukan perang saudara,” ujarnya.

    “Saya siap membantu Venezuela dan AS untuk berkontribusi pada solusi damai di benua kita,” tegas Lula da Silva dalam pernyataannya.

    Pemerintahan Trump menuduh Maduro memimpin kartel perdagangan narkoba. AS telah melancarkan rentetan serangan mematikan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba, menyita kapal tanker minyak, dan menjatuhkan sanksi kepada kerabat Maduro.

    Trump juga mengawasi pengerahan militer besar-besaran di lepas pantai Venezuela, dan pekan ini mengumumkan blokade terhadap “kapal minyak yang dikenai sanksi” yang berlayar dari dan ke Caracas.

    Sementara Maduro menuduh AS berupaya menggulingkan rezimnya, bukan hanya memerangi perdagangan narkoba.

    Lula da Silva, dalam pernyataannya, mengakui dirinya khawatir tentang apa yang ada di balik operasi militer AS di kawasan Amerika Latin.

    “Ini tidak mungkin hanya tentang menggulingkan Maduro. Apa kepentingan lainnya yang belum kita ketahui?” ucapnya, sembari menambahkan bahwa dirinya tidak mengetahui apakah itu soal minyak Venezuela, atau mineral penting, atau logam tanah jarang.

    “Tidak ada yang pernah mengatakan secara konkret mengapa perang ini diperlukan,” kata Lula da Silva.

    Halaman 2 dari 2

    (kny/jbr)

  • Brasil Ambil Peran Cegah Amerika dan Venezuela Berperang

    Presiden Brasil Tawarkan Diri Jadi Mediator Trump-Maduro Demi Cegah Perang

    Brasilia

    Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menawarkan diri untuk menjadi mediator antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela, yang bersitegang beberapa waktu terakhir. Lula da Silva mengatakan dirinya bersedia menjadi mediator demi “menghindari konflik bersenjata” antara Washington dan Caracas.

    Lula da Silva, yang merupakan salah satu pemimpin paling berpengaruh di Amerika Latin, seperti dilansir AFP, Sabtu (20/12/2025), mengatakan kepada wartawan bahwa Brasil “sangat khawatir” tentang krisis yang semakin meningkat antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

    Tokoh sayap kiri berusia 80 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya telah memberitahu Trump jika “masalah tidak akan terselesaikan dengan baku tembak, bahwa lebih baik duduk bersama untuk mencari solusi”.

    Lula da Silva juga mengatakan dirinya telah menawarkan bantuan Brasil kepada kedua pemimpin untuk “menghindari konflik bersenjata di Amerika Latin” dan mungkin akan berbicara lagi dengan Trump sebelum Natal untuk menyampaikan kembali tawarannya.

    “Agar kita dapat mencapai kesepakatan diplomatik dan bukan perang saudara,” ujarnya.

    “Saya siap membantu Venezuela dan AS untuk berkontribusi pada solusi damai di benua kita,” tegas Lula da Silva dalam pernyataannya.

    Pemerintahan Trump menuduh Maduro memimpin kartel perdagangan narkoba. AS telah melancarkan rentetan serangan mematikan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba, menyita kapal tanker minyak, dan menjatuhkan sanksi kepada kerabat Maduro.

    Trump juga mengawasi pengerahan militer besar-besaran di lepas pantai Venezuela, dan pekan ini mengumumkan blokade terhadap “kapal minyak yang dikenai sanksi” yang berlayar dari dan ke Caracas.

    Sementara Maduro menuduh AS berupaya menggulingkan rezimnya, bukan hanya memerangi perdagangan narkoba.

    Lula da Silva, dalam pernyataannya, mengakui dirinya khawatir tentang apa yang ada di balik operasi militer AS di kawasan Amerika Latin.

    “Ini tidak mungkin hanya tentang menggulingkan Maduro. Apa kepentingan lainnya yang belum kita ketahui?” ucapnya, sembari menambahkan bahwa dirinya tidak mengetahui apakah itu soal minyak Venezuela, atau mineral penting, atau logam tanah jarang.

    “Tidak ada yang pernah mengatakan secara konkret mengapa perang ini diperlukan,” kata Lula da Silva.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Brasil Ambil Peran Cegah Amerika dan Venezuela Berperang

    Presiden Brasil Tawarkan Diri Jadi Mediator Trump-Maduro Demi Cegah Perang

    Brasilia

    Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menawarkan diri untuk menjadi mediator antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela, yang bersitegang beberapa waktu terakhir. Lula da Silva mengatakan dirinya bersedia menjadi mediator demi “menghindari konflik bersenjata” antara Washington dan Caracas.

    Lula da Silva, yang merupakan salah satu pemimpin paling berpengaruh di Amerika Latin, seperti dilansir AFP, Sabtu (20/12/2025), mengatakan kepada wartawan bahwa Brasil “sangat khawatir” tentang krisis yang semakin meningkat antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

    Tokoh sayap kiri berusia 80 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya telah memberitahu Trump jika “masalah tidak akan terselesaikan dengan baku tembak, bahwa lebih baik duduk bersama untuk mencari solusi”.

    Lula da Silva juga mengatakan dirinya telah menawarkan bantuan Brasil kepada kedua pemimpin untuk “menghindari konflik bersenjata di Amerika Latin” dan mungkin akan berbicara lagi dengan Trump sebelum Natal untuk menyampaikan kembali tawarannya.

    “Agar kita dapat mencapai kesepakatan diplomatik dan bukan perang saudara,” ujarnya.

    “Saya siap membantu Venezuela dan AS untuk berkontribusi pada solusi damai di benua kita,” tegas Lula da Silva dalam pernyataannya.

    Pemerintahan Trump menuduh Maduro memimpin kartel perdagangan narkoba. AS telah melancarkan rentetan serangan mematikan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba, menyita kapal tanker minyak, dan menjatuhkan sanksi kepada kerabat Maduro.

    Trump juga mengawasi pengerahan militer besar-besaran di lepas pantai Venezuela, dan pekan ini mengumumkan blokade terhadap “kapal minyak yang dikenai sanksi” yang berlayar dari dan ke Caracas.

    Sementara Maduro menuduh AS berupaya menggulingkan rezimnya, bukan hanya memerangi perdagangan narkoba.

    Lula da Silva, dalam pernyataannya, mengakui dirinya khawatir tentang apa yang ada di balik operasi militer AS di kawasan Amerika Latin.

    “Ini tidak mungkin hanya tentang menggulingkan Maduro. Apa kepentingan lainnya yang belum kita ketahui?” ucapnya, sembari menambahkan bahwa dirinya tidak mengetahui apakah itu soal minyak Venezuela, atau mineral penting, atau logam tanah jarang.

    “Tidak ada yang pernah mengatakan secara konkret mengapa perang ini diperlukan,” kata Lula da Silva.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Sering Absen, Putra Mantan Presiden Brasil Didepak dari Parlemen

    Sering Absen, Putra Mantan Presiden Brasil Didepak dari Parlemen

    Brasilia

    Dewan Perwakilan Rakyat Brasil mencopot Eduardo Bolsonaro, salah satu putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, dari majelis rendah parlemen tersebut. Eduardo dicopot karena selalu absen atau tidak pernah hadir dalam sidang selama berbulan-bulan.

    Sejak Februari lalu, seperti dilansir AFP, Jumat (19/12/205), Eduardo tidak pernah menghadiri sidang parlemen di Brasilia, ibu kota Brasil, karena dia tinggal di Amerika Serikat (AS) untuk melobi Washington agar membantu ayahnya, yang saat ini dipenjara karena mencoba melakukan kudeta.

    Eduardo, yang merupakan putra ketiga Bolsonaro, menurut dokumen yang diperoleh AFP, telah melampaui jumlah ketidakhadiran yang diizinkan oleh otoritas Dewan Perwakilan Rakyat Brasil, majelis rendah parlemen negara tersebut.

    Upaya-upaya lobi yang dilakukan keluarga Bolsonaro hanya membuahkan hasil sampai batas tertentu — setidaknya pada awalnya. Namun akhirnya Eduardo dicopot dari kursinya di parlemen.

    Belum ada tanggapan dari Eduardo ataupun pihak Bolsonaro atas keputusan parlemen Brasil tersebut.

    Sementara itu, Bolsonaro yang dibui sejak November untuk menjalani masa hukuman 27 tahun penjara atas dakwaan merencanakan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, bisa dikurangi hukumannya berdasarkan undang-undang yang disetujui parlemen pada Rabu (17/12).

    Undang-undang itu masih membutuhkan tanda tangan Lula da Silva untuk bisa diberlakukan secara resmi. Dalam pernyataan pada Kamis (18/12), seperti dikutip The Guardian, Lula da Silva berjanji akan memveto undang-undang tersebut.

    Kasus yang menjerat Bolsonaro ini menarik perhatian khusus Presiden AS Donald Trump, yang berulang kali menyebut persidangan sekutunya itu sebagai “perburuan penyihir” — bahasa yang sama yang dia gunakan ketika dirinya dituduh berkolusi dengan Rusia untuk memenangkan pilpres AS tahun 2016 lalu.

    Trump memberlakukan tarif 40 persen untuk ekspor Brasil ke AS pada Agustus lalu sebelum harga kopi — produk utama Brasil — mulai melonjak. Tarif besar AS itu sebagian besar telah dicabut pada November lalu, setelah Trump melakukan pertemuan tatap muka dengan Lula da Silva pada Oktober.

    Pemerintahan Trump juga sempat memberikan sanksi kepada seorang hakim pada Mahkamah Agung Brasil, Alexandre de Moraes, yang memimpin persidangan kasus Bolsonaro dan menjatuhkan hukum 27 tahun penjara kepadanya. Namun sanksi tersebut telah dicabut sejak awal bulan ini.

    Tonton juga video “Presiden Lula Terkejut Operasi Narkoba di Brasil Tewaskan 132 Orang”

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Putra Eks Presiden Brasil Nyapres, Akan Mundur Jika Ayahnya Diampuni

    Putra Eks Presiden Brasil Nyapres, Akan Mundur Jika Ayahnya Diampuni

    Brasilia

    Senator Brasil, Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, mengatakan mungkin membatalkan pencalonan presiden (pencapresan) dirinya untuk sebuah “harga”. Flavio mengusulkan agar pengampunan atau amnesti diberikan kepada ayahnya yang dipenjara terkait upaya kudeta.

    Bolsonaro saat ini sedang menjalani masa hukuman 27 tahun penjara atas dakwaan merencanakan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva. Putusan pengadilan Brasil juga melarang Bolsonaro untuk menduduki jabatan publik apa pun.

    Flavio yang merupakan putra sulung Bolsonaro, seperti dilansir AFP, Senin (8/12/2025), mengatakan pada Jumat (5/12) lalu, bahwa sang ayah telah memilih dirinya untuk memimpin gerakan konservatif yang kuat di negara tersebut, yang diperkirakan akan mengguncang persaingan para capres dalam pemilu tahun 2026 mendatang.

    Namun, tiba-tiba Flavio mengumumkan pada Minggu (7/12) waktu setempat bahwa dirinya bersedia untuk “menegosiasikan” kemungkinan pembatalan pencapresannya.

    “Mungkin saja saya tidak akan melanjutkan pencapresan sampai akhir. Saya mempunyai sebuah harga untuk itu. Saya akan bernegosiasi,” kata Flavio saat berbicara kepada wartawan setempat di luar sebuah gereja evangelis di ibu kota Brasilia.

    Senator Brasil yang berusia 44 tahun ini mengatakan dirinya akan memberikan rincian lebih lanjut pada Senin (8/12) waktu setempat dalam pertemuan dengan para pemimpin konservatif. Namun pernyataan yang disampaikan Flavio kemungkinan akan memicu pertanyaan dari dalam dan luar gerakan tersebut.

    Para pendukung Bolsonaro di Kongres Brasil telah berupaya meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang akan membuka jalan untuk pemberian amnesti bagi sang mantan presiden tersebut dan para pendukungnya yang dihukum karena menyerang gedung-gedung pemerintah di Brasilia pada Januari 2023 lalu.

    Istri Bolsonaro, Michelle, yang namanya digadang-gadang sebagai calon potensial dari kubu konservatif, telah memberikan dukungan kepada Flavio, anak tirinya. Namun penunjukan Flavio oleh sang ayah disambut dingin oleh kalangan konservatif, yang mengincar Gubernur Sao Paulo, Tarcisio de Freitas, sebagai capres.

    Sosok Flavio, yang dipandang sebagai garis keras dalam isu-isu hukum dan ketertiban, mengisyaratkan dirinya siap untuk condong ke aliran tengah. Flavio selama ini merupakan pendukung setia ayahnya.

    “Anda akan menemukan Bolsonaro yang berbeda, Bolsonaro yang jauh lebih sentris,” kata Flavio, yang dianggap lebih moderat dari ayahnya.

    Lihat juga Video ‘Anak Eks Presiden Brasil Diduga Pakai Intel untuk Pantau Lawan Politik’:

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Komitmen Indonesia Hadapi Perubahan Iklim

    Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Komitmen Indonesia Hadapi Perubahan Iklim

    Liputan6.com, Jakarta – Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam memimpin aksi global menghadapi perubahan iklim. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci di ajang Investing on Climate by Editors’ Choice Award 2025 yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan.

    Hashim mengingatkan bahwa dampak perubahan iklim semakin terlihat dan berpotensi menjadi bencana besar apabila kerusakan lingkungan terus berlangsung. Ia menegaskan perlunya mitigasi dan edukasi publik untuk menjaga keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang.

    “Dampak negatif perubahan iklim yang dahsyat, luar biasa, dan mengakibatkan ribuan korban, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di negara tetangga… This is going to keep on, inevitable,” kata Hashim dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (6/12/2025).

    Ia mencontohkan hujan ekstrem yang turun “lima tahun dalam lima hari” sehingga memicu banjir besar dan kerusakan hutan akibat aktivitas manusia. Hashim menilai edukasi publik masih harus diperkuat.

    “Menebang pohon itu bukan sekadar cari nafkah. Tetapi sebenarnya itu adalah pidana,” tegasnya.

    Hashim juga melaporkan hasil keterlibatannya dalam COP30 Brasil. Indonesia mendapat apresiasi internasional usai bergabung dengan Tropical Forest Forever Fund, inisiatif restorasi hutan tropis yang digagas Presiden Brasil Lula da Silva.

  • Eks Presiden Brasil Dipenjara, Pengacara Cari Celah Hukum Terakhir

    Eks Presiden Brasil Dipenjara, Pengacara Cari Celah Hukum Terakhir

    Jakarta

    Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang divonis karena rencana kudeta, harus menjalani hukuman penjara jangka panjangnya. Mahkamah Agung Brasil pada Selasa (25/11) menyatakan bahwa Bolsonaro, 70 tahun, telah menggunakan seluruh jalur hukum yang tersedia dan karena itu harus menjalani seluruh hukuman lebih dari 27 tahun penjara.

    Bolsonaro dipindahkan ke penjara pada hari Sabtu (22/11) setelah gelang kaki elektroniknya rusak, karena dianggap memiliki “risiko melarikan diri yang meningkat”. Ia sebelumnya menjalani tahanan rumah.

    Beberapa hari sebelumnya, Mahkamah Agung menolak banding pertama Bolsonaro, sehingga vonisnya kini bersifat final dan mengikat secara hukum. Pengadilan memutuskan bahwa Bolsonaro akan ditempatkan di ruang perwira, area khusus di penjara untuk tahanan yang mendapat perlindungan, tempat ia saat ini berada di Braslia. Selain Bolsonaro, Mahkamah Agung juga menyatakan hukuman enam terdakwa lainnya sah secara hukum.

    Pengacara Bolsonaro mengkritik keputusan tersebut dengan keras. “Ini adalah kesalahan serius membiarkan putusan ini menjadi final,” kata Paulo Cunha Bueno kepada portal berita G1. Ia menilai masih mungkin mengajukan jalur hukum tambahan hingga Jumat untuk mengubah vonis. Namun, menurut yurisprudensi Mahkamah Agung, jenis banding ini hanya diperbolehkan jika setidaknya dua hakim dalam persidangan pokok mendukung pembebasan, yang tidak terjadi pada September lalu. Oleh karena itu, pengadilan menyimpulkan bahwa jalur hukum tambahan tidak sah dan menetapkan vonis sebagai final.

    Bolsonaro divonis karena percobaan kudeta

    Pada bulan September, mantan presiden sayap kanan ini divonis lebih dari 27 tahun penjara karena rencana kudeta. Bolsonaro, yang memerintah Brasil dari 2019 hingga 2022, dinyatakan bersalah karena memimpin “organisasi kriminal” yang berusaha membatalkan kekalahannya dalam pemilu 2022 melawan Luiz Incio Lula da Silva yang berhaluan kiri dan kini jadi presiden.

    Pengadilan menilai terbukti bahwa Bolsonaro mendorong para pendukungnya untuk menyerbu Mahkamah Agung, Istana Presiden, dan Kongres di Braslia pada 8 Januari 2023. Ratusan pendukung saat itu masuk ke gedung-gedung, merusak furnitur, dan menghancurkan ruangan. Adegan ini mengingatkan pada serangan pendukung mantan Presiden AS Donald Trump ke Capitol di Washington dua tahun sebelumnya.

    Hakim mencurigai percobaan melarikan diri ke AS

    Sabtu (22/11) lalu, Bolsonaro ditahan setelah merusak gelang kaki elektroniknya menggunakan solder. Ia dianggap berisiko melarikan diri. Atas perintah Mahkamah Agung, ia dipindahkan dari tahanan rumah ke penjara. “Bolsonaro dengan sengaja dan sadar merusak alat pengawas elektroniknya,” putuskan Ketua Mahkamah Agung Alexandre de Moraes.

    Para pengacara Bolsonaro berargumen bahwa klien mereka berada dalam “keadaan kebingungan mental” karena mengonsumsi beberapa obat saat mencoba melepas gelang kaki. Bolsonaro sendiri sempat berbicara tentang “paranoia” dan “halusinasi”. Dalam video yang kemudian dirilis, ia mengatakan bahwa ia hanya “karena penasaran” menempelkan solder ke gelang kakinya.

    Kondisi kesehatan Bolsonaro memburuk

    Flavio Bolsonaro, putra Bolsonaro, mengatakan setelah mengunjungi ayahnya pada hari Selasa (27/11) bahwa ada “kekejaman besar” terhadapnya dan terdapat “risiko signifikan” bagi kesehatan dan keselamatannya. Kakaknya, Carlos Bolsonaro, menyebutkan, dalam sebuah kunjungan lain, ayah mereka hampir tidak makan dan kondisi mentalnya memburuk.

    Pada September lalu, Jair Bolsonaro didiagnosis menderita kanker kulit. Selain itu, mantan presiden tersebut masih menderita akibat serangan pisau selama kampanye pemilu 2018.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
    Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih

    Editor: Yuniman Farid

    Tonton juga video “Eks Presiden Brasil Bolsonaro Divonis 27 Tahun Bui Terkait Kudeta”

    (ita/ita)

  • Eks Presiden Brasil Mulai Jalani Masa Hukuman 27 Tahun Penjara

    Eks Presiden Brasil Mulai Jalani Masa Hukuman 27 Tahun Penjara

    Brasilia

    Mahkamah Agung Brasil, pada Selasa (25/11) waktu setempat, memerintahkan mantan Presiden Jair Bolsonaro untuk mulai menjalani masa hukuman 27 tahun penjara terkait upayanya merencanakan kudeta yang gagal. Bolsonaro harus mendekam di dalam penjara setelah semua permohonan bandingnya ditolak.

    Bolsonaro yang menjabat Presiden Brasil tahun 2019-2022, mengakhiri karier politiknya dengan dipenjara di sebuah ruangan kecil di markas besar kepolisian. Ruangan tempat Bolsonaro menjalani masa hukumannya itu dilengkapi televisi, kulkas mini dan pendingin ruangan atau AC.

    Mantan presiden berusia 70 tahun ini telah dinyatakan bersalah pada September lalu, terkait rencana menghentikan Luiz Inacio Lula da Silva menjabat sebagai Presiden Brasil setelah pemilu tahun 2022, yang mencakup rencana untuk membunuh veteran sayap kiri tersebut.

    Jaksa penuntut Brasil menyebut rencana itu gagal karena kurangnya dukungan dari petinggi militer. Bolsonaro bersikeras menegaskan dirinya tidak bersalah dan merupakan korban persekusi politik.

    Pada awal bulan ini, Mahkamah Agung Brasil menolak banding yang diajukan Bolsonaro. Dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir AFP, Rabu (26/11/2025), Mahkamah Agung menegaskan utusan itu telah final.

    Mahkamah Agung Brasil, dalam pernyataan pada Selasa (25/11), juga memerintahkan pengadilan militer untuk memutuskan apakah Bolsonaro harus dicopot dari pangkat kapten militer yang disandangnya.

    Bolsonaro menjalani tahanan rumah hingga Sabtu (22/11) waktu setempat, ketika dia dipindahkan penahanannya di markas besar kepolisian di ibu kota Brasilia karena merusak monitor pergelangan kaki yang dipakainya. Dia merusak gelang monitor itu dengan solder, namun berdalih melakukannya karena ‘rasa ingin tahu’.

    Salah satu hakim Mahkamah Agung Brasil, Alexandre de Moraes, mengatakan ada tanda-tanda Bolsonaro berencana melarikan diri selama acara doa bersama yang digelar putranya di luar rumahnya. Moraes merujuk pada lokasi Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di dekat rumahnya, dan hubungan dekat Bolsonaro dengan Presiden Donald Trump, yang mengindikasikan kemungkinan dia mencoba kabur untuk mencari suaka politik.

    Dikatakan oleh Bolsonaro bahwa dirinya bertindak karena “paranoia” yang dipicu oleh obat-obatan yang dikonsumsinya. Dia membantah dirinya mencoba untuk melarikan diri.

    Mahkamah Agung Brasil memutuskan Bolsonaro akan tetap ditahan di ruang petugas — ruang aman bagi narapidana atau tahanan yang dilindungi — yang menjadi tempatnya ditahan di Brasilia saat ini.

    Lima terdakwa lainnya dalam kasus yang sama dengan Bolsonaro, termasuk jenderal militer dan mantan menteri, juga mulai menjalani masa hukuman penjara mereka — yang bervariasi antara 19 tahun penjara hingga 26 tahun penjara — pada Selasa (25/11) waktu setempat.

    Mantan kepala intelijen era Bolsonaro, Alexandre Ramagem, yang divonis 16 tahun penjara telah dinyatakan sebagai buronan usai baru-baru ini kabur ke AS.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Polisi Gerebek Rumah Eks Presiden Brasil Jair Bolsonaro”
    [Gambas:Video 20detik]
    (nvc/ita)