Tag: Listyo Sigit Prabowo

  • Kapolri Resmi Lantik 7 Kapolda Baru, Ada Kapolda Metro Jaya hingga Aceh

    Kapolri Resmi Lantik 7 Kapolda Baru, Ada Kapolda Metro Jaya hingga Aceh

    Bisnis.com, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melantik tujuh Kepala Kepolisian Daerah alias Kapolda baru hari ini, Selasa (19/8/2025).

    Pelantikan ini berlangsung di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan. Selain pelantikan, total ada enam Kapolda yang melakukan serah terima jabatan (Sertijab).

    Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho mengatakan agenda ini berbarengan dengan pelantikan dan sertijab pejabat utama (PJU) Mabes Polri.

    “Hari ini Bapak Kapolri melantik Bapak Irwasum dan Kapolda Sulbar, kemudian ada sertijab untuk 6 PJU Mabes Polri dan 6 jabatan kapolda,” ujar Sandi dalam keterangan tertulis, Selasa (19/8/2025).

    Dia merincikan untuk Kapolda yang dilantik dalam agenda ini yaitu Irjen Adi Deriyan Jayamarta menjadi Kapolda Sulbar menggantikan Irjen Adang Ginanjar dalam rangka pensiun.

    Selanjutnya, enam Kapolda telah melakukan sertijab mulai dari Irjen Asep Edi Suheri selaku Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Karyoto yang naik jabatan menjadi Kabaharkam Polri.

    Kemudian, sertijab sekaligus pelantikan dilakukan juga untuk Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Djati Wiyoto Abadhy; Kapolda Gorontalo Irjen Widodo; Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto; Kapolda Banten Brigjen Hengki; dan Kapolda Aceh Brigjen Pol. Marzuki Ali Basyah.

    Adapun, Sandi menekankan bahwa pelantikan dan sertijab ini merupakan bentuk penyegaran di institusi Polri.

    “Hal ini bentuk penyegaran organisasi dan bentuk tour of duty and tour of area,” pungkas Sandi.

    Sekadar informasi, Kapolri telah melantik enam PJU Mabes Polri di antaranya Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada; Kabareskrim Komjen Syahardiantono; dan Kabaintelkam Polri Komjen Akhmad Wiyagus.

    Selanjutnya, Astamaops Polri Komjen M. Fadil Imran; Kabaharkam Polri Irjen Karyoto; Kadivhubinter Polri Brigjen Amur Chandra Juli Buana; dan Kapusjarah Polri Kombes Pol Bagas Uji Nugroho.

  • Kapolri Resmi Lantik 7 PJU Mabes Polri: Ada Irwasum, Kabareskrim, Kabaharkam

    Kapolri Resmi Lantik 7 PJU Mabes Polri: Ada Irwasum, Kabareskrim, Kabaharkam

    Bisnis.com, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah melantik pejabat utama alias PJU Mabes Polri.

    Pelantikan ini berlangsung di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan hari ini, Selasa (19/8/2025).

    Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Sandi Nugroho mengatakan total ada tujuh PJU Mabes Polri. Enam di antaranya melakukan serah terima jabatan (sertijab).

    “Hari ini Bapak Kapolri melantik Bapak Irwasum dan Kapolda Sulbar, kemudian ada sertijab untuk 6 PJU Mabes Polri,” ujar Sandi dalam keterangan tertulis, Selasa (19/8/2025).

    Dia merincikan pelantikan itu dilakukan untuk Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada.

    Sementara itu, enam lainnya sertijab sekaligus pelantikan mulai dari Kabareskrim Komjen Syahardiantono.

    Selanjutnya, Kabaintelkam Polri Komjen Akhmad Wiyagus; Astamaops Polri Komjen M. Fadil Imran; Kabaharkam Polri Irjen Karyoto; Kadivhubinter Polri Brigjen Pol. Amur Chandra Juli Buana; dan Kapusjarah Polri Kombes Pol Bagas Uji Nugroho.

    Adapun, Sandi menekankan bahwa pelantikan dan sertijab ini merupakan bentuk penyegaran di institusi Polri.

    “Hal ini bentuk penyegaran organisasi dan bentuk tour of duty and tour of area,” pungkasnya.

  • Pengamanan lalu lintas selama HUT RI berjalan lancar

    Pengamanan lalu lintas selama HUT RI berjalan lancar

    Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho. (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri)

    Korlantas: Pengamanan lalu lintas selama HUT RI berjalan lancar
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Senin, 18 Agustus 2025 – 13:51 WIB

    Elshinta.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengatakan pengamanan lalu lintas pada perayaan HUT Ke-80 RI pada Minggu (17/8) melalui Operasi Merdeka Jaya 2025 berjalan lancar.

    “Operasi Merdeka Jaya ini bagian daripada atensi Bapak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sehingga all out dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya memantau dan alhamdulillah berjalan dengan lancar,” kata Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

    Agus mengatakan, suasana di jalan sekitar Monas hingga Sudirman, Jakarta Pusat, berjalan kondusif dengan masyarakat yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengikuti perayaan.

    “Masyarakat juga riang gembira. Anggota juga dengan semangat di lapangan, loyalitas demi Merah Putih,” katanya.

    Meski volume kendaraan meningkat tajam selama pelaksanaan acara, kondisi lalu lintas dapat dikendalikan karena Polantas telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan arus kendaraan di sejumlah titik.

    “Memang ada peningkatan traffic counting-nya. Jadi, peningkatan jumlah kendaraan, peningkatan massa yang hadir. Namun, alhamdulillah kita sudah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

    Ia menambahkan, pengamanan lalu lintas telah dirancang sejak awal melalui Tactical Floor Game (TFG), termasuk skenario pengalihan arus, pengawalan, hingga penutupan kegiatan. Selain itu, dilakukan pula langkah penutupan lalu lintas di sekitar lokasi acara secara situasional dan fleksibel.

    Meski beberapa ruas jalan ditutup saat puncak acara, jalur alternatif tetap disiapkan untuk menjaga kelancaran mobilitas.

    “Jalan pada prinsipnya hanya buka-tutup ya. Jadi tidak absolut untuk ditutup. Jadi, rekayasa lalu lintas ini tergantung kegiatan, termasuk juga jumlah kendaraan,” katanya.

    Agus mengatakan, dengan berakhirnya seluruh rangkaian perayaan, arus lalu lintas di kawasan Monas hingga Jalan Sudirman kini pun telah kembali normal.

    Sumber : Antara

  • HUT ke-80 RI, Puan Ajak Perkuat Komitmen Bangun Masa Depan Bangsa

    HUT ke-80 RI, Puan Ajak Perkuat Komitmen Bangun Masa Depan Bangsa

    JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri upacara peringatan detik-detik Proklamasi dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang digelar secara khidmat di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

    Upacara kenegaraan ini dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

    Upacara peringatan detik-detik Proklamasi untuk HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, Minggu, 17 Agustus, dihadiri oleh jajaran pimpinan lembaga tinggi negara, mantan presiden, para menteri Kabinet Merah Putih hingga Penglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Peringatan kemerdekaan semakin meriah karena tamu undangan lain dari berbagai elemen masyarakat turut hadir.

    Puan yang hadir mengenakan baju adat Minang bernuansa merah, duduk di podium utama bersama Presiden Prabowo. Ia duduk diapit oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin.

    Adapun Kolonel Inf Amril Hairuman Tehupelasury didapuk sebagai Komandan Upacara. Sebelum upacara dimulai, tamu undangan disuguhkan oleh penampilan seni budaya hingga atraksi militer dari TNI-Polri mulai dari helikopter hingga 8 jet temput F-16 melakukan aksi flypass di atas Istana Kepresidenan.

    Dalam momentum peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-80 ini, Puan kembali menekankan soal cita-cita Indonesia emas sebagai janji luhur yang perlu terus diperjuangkan.

    “Delapan dekade Indonesia merdeka menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan bangsa sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun masa depan bersama,” kata Puan.

    “Indonesia emas bukanlah mimpi semu, melainkan janji luhur yang kita perjuangkan bersama,” sambungnya.

    Puan menyebut, esensi dari kemerdekaan tidak boleh berhenti hanya sebagai seremoni tahunan. Kemerdekaan, menurutnya, harus benar-benar dirasakan oleh rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

    “Kemerdekaan yang diperingati setiap tahun tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Bagi rakyat, makna merdeka harus bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari: dari isi dapur yang tidak lagi kosong, biaya sekolah anak yang tidak membuat orang tua berutang, hingga layanan kesehatan yang bisa diakses tanpa rasa khawatir,” ungkap Puan.

    Cucu Proklamator RI Sukarno itu menyatakan, usia Indonesia yang telah menginjak 80 tahun harus menjadi momen refleksi. Puan mengatakan, ukuran sejati dari kemerdekaan bukan terletak pada lamanya negara berdiri, tetapi pada sejauh mana negara hadir dan mampu meringankan beban hidup rakyatnya.

    “Apakah harga pangan bisa dijangkau oleh rakyat kecil? Apakah orang tua masih harus berutang untuk menyekolahkan anaknya? Apakah masyarakat desa dan perbatasan bisa mengakses layanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan berjam-jam?” tuturnya.

    “Inilah pertanyaan-pertanyaan mendasar yang menjadi ukuran sejati dari kemerdekaan yang kita rayakan hari ini,” imbuh Puan.

    Puan menilai, tantangan utama Indonesia saat ini adalah memastikan bahwa makna kemerdekaan dirasakan di tengah rakyat.

    “Kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni atau simbol, tetapi harus menjadi pengalaman nyata yang dirasakan setiap keluarga. Bagaimana kemerdekaan hadir di meja makan rakyat, dari semua golongan,” tegas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

    Puan pun menyinggung tema perayaan kemerdekaan RI yang ke-80 tahun: Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. Ia mengatakan, tema ini dapat terwujud apabila Negara memastikan setiap kebutuhan rakyatnya dapat difasilitasi.

    “Negara harus hadir dengan kebijakan yang tidak sekadar indah di atas kertas, tetapi benar-benar meringankan beban hidup rakyat di tengah ketidakpastian ekonomi global,” ujar Puan.

    Puan mencontohkan bahwa kemerdekaan harus hadir saat orang tua bisa menyajikan makanan bergizi untuk anak-anak mereka tanpa harus memilih antara membeli kebutuhan pangan atau membayar tagihan.

    Di bidang kesehatan, kata Puan, kemerdekaan harus terasa ketika masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dasar secara cepat dan tanpa rasa cemas.

    “Dengan puskesmas yang dilengkapi tenaga medis tetap, obat-obatan esensial yang tersedia tanpa kekosongan stok, dan sistem rujukan yang cepat dengan dukungan ambulans dan telemedicine,” sebutnya.

    Di sektor pendidikan, Puan mengingatkan negara harus hadir melalui penyediaan sekolah yang memiliki guru berkualitas, sarana prasarana yang layak, dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan lokal.

    “Makna merdeka itu juga berarti memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Di banyak pelosok, rakyat masih menantikan kehadiran negara dalam bentuk layanan dasar seperti listrik yang stabil, akses air bersih yang merata, dan jaringan internet yang memadai,” jelasnya.

    “Merdeka berarti tidak ada lagi rakyat yang merasa terpinggirkan di negeri sendiri. Merdeka berarti pembangunan hadir merata, dari kota besar hingga pulau terluar,” tambah Puan.

    Tak hanya itu, Puan juga menegaskan kemerdekaan sejati adalah ketika setiap warga negara merasa dihargai atas kerja kerasnya. Petani, misalnya, harus bisa menjual hasil panen dengan harga yang melindungi dari permainan tengkulak, dengan dukungan koperasi dan akses pada rantai pasok yang modern.

    “Nelayan perlu dijamin kepastian pasar serta infrastruktur pelabuhan yang menunjang agar hasil tangkapan tetap bernilai jual,” ucapnya.

    Puan pun menilai, kemerdekaan juga berarti buruh mendapatkan kepastian upah yang layak, jaminan sosial, serta lingkungan kerja yang aman dan manusiawi. Termasuk nasib para guru yang harus terus diperjuangkan.

    “Dan bagaimana semua pekerja, baik ASN maupun swasta, baik di sektor formal dan sektor informal, mendapat jaminan iklim kerja yang sehat. Serta para UKM dan UMKM memperoleh perlindungan dalam berusaha,” urai Puan.

    “Bagaimana driver ojek online, pedagang kaki lima, pekerja profesional termasuk dari kalangan Gen-Z hingga penggerak perekonomian lainnya dapat perhatian dari negara,” sambungnya.

    Puan meyakini, kemajuan yang telah dimiliki Indonesia dapat menjadi modal untuk membawa negeri ini semakin maju. Sementara yang masih kurang, dapat dikejar melalui gotong royong dan kerja bersama.

    “Kita masih memiliki waktu untuk menunaikan panggilan sejarah. Untuk membuat kebijakan hari ini yang akan menjamin masa depan Indonesia yang cerah. Bermartabat dan hebat. Dan demi kesejahteraan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” terang Puan.

    Di akhir pernyataannya, Puan mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga makna kemerdekaan agar tetap hidup di tengah rakyat. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai kekuatan utama bangsa.

    “Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia. Semoga semangat kemerdekaan senantiasa menjadi landasan dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, dan menjadi pelita harapan untuk hadirnya bangsa merdeka yang sejati,” kata Puan.

    Puan Pakai Baju Adat Minang

    Saat menghadiri upacara detik-detik Proklamasi untuk HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, Puan mengenakan pakaian adat Minangkabau, Sumatera Barat, yang dikenal dengan nama Bundo Kanduang. 

    Puan tampak anggun memakai baju kurung berwarna merah serta kain selempang dan kain sarung bernuansa warna bumi. Pakaian Bundo Kanduang memiliki pelengkap penutup kepala, Tingkolok sebagai ciri khas yang merupakan hiasan kepala perempuan yang berbentuk runcing dan bercabang menyerupai tanduk kerbau.

    Pemakaian Tingkolok digunakan sebagai perlambang perempuan sebagai pemilik rumah gadang. Gaya Puan pun semakin dipermanis dengan perhiasan kalung dan anting gaya Minang.

    Usai upacara detik-detik Proklamasi untuk HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, Puan tampak berfoto bersama dengan Presiden Prabowo Subianto yang mengenakan baju adat Demang dan Kain Ujung Serong khas Betawi.

  • Kapolri Sapa Warga Pengunjung Karnaval HUT ke-80 RI di Bundaran HI

    Kapolri Sapa Warga Pengunjung Karnaval HUT ke-80 RI di Bundaran HI

    Jakarta

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyapa warga pengunjung karnaval HUT ke-80 RI di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Dia menyapa warga bersama Mesesneg Prasetyo Hadi.

    Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (17/8/2025) Jenderal Sigit menyapa warga selepas drone show dan pesta kembang api. Dia berjalan beriringan dengan Prasetyo Hadi di sekitar Monumen Selamat Datang.

    Saat itu, kedatangan Jenderal Sigit diiringi dengan penampilan Sintya Marisca di panggung karnaval. Dia juga tampak sempat berjoget bersama warga yang disapanya sambil berbincang.

    Tampak Jenderal Sigit mengenakan seragam lengkap dengan balutan atribut adat papua. Dia mengenakan penutup kepala bulu khas Papua, kalung etnik, hingga rok rumbai.

    Sementara itu Prasetyo Hadi mengenakan setelan kemeja putih dengan celana hitam. Dia juga tampak tertawa saat bersama Kapolri.

    Dalam kesempatan itu, Kapolri tampak didampingi Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho dan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro. Mereka mengikuti Jenderal Sigit saat menyapa warga.

    (azh/azh)

  • Prabowo Disambut Warga Saat Hadiri Karnaval Kemerdekaan di Monas

    Prabowo Disambut Warga Saat Hadiri Karnaval Kemerdekaan di Monas

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto tiba di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, untuk menghadiri Pesta Rakyat dan Karnaval Kemerdekaan, Minggu (17/8/2025) malam.

    Berdasarkan pantauan Bisnis di lokasi, rombongan Prabowo tiba di Silang Barat Daya Monas sekitar pukul 19.42 WIB. Prabowo terlihat melambaikan tangan dari bagian atas atap Mobil Maung Kepresidenan yang kerap dinaikinya.

    Kepala Negara mengenakan setelan kemeja putih dan berpeci hitam. Dia disambut oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Dia sempat menyalami beberapa peserta acara yang duduk di tribun utama acara tersebut.

    Prabowo lalu duduk di tribun utama bersama dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

    Kemudian, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Hasya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Acara lalu dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya, dan dilanjutkan dengan penampilan kesenian yang diiringi oleh penyanyi Yura Yunita.

    Sebelumnya, rombongan Wakil Presiden Gibran Rakabuming telah lebih dulu sampai di panggung Pesta Rakyat dan Karnaval Kemerdekaan di Silang Barat Daya Monas sekitar pukul 19.11 WIB. Gibran terlihat mengenakan batik berwarna merah.

    Beberapa menteri juga terlihat hadir seperti di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Hasya.

    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun terlihat sudah berada di lokasi acara tersebut.

    Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi kegiatan Prabowo itu usai memimpin Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025).

    Adapun Prasetyo mengatakan, karnaval akan diselenggarakan di Monas sekitar pukul 19.30 WIB.

    “Beliau [Prabowo] akan hadir, beliau akan melepas. 19.30 yang punya waktu luang silahkan datang ramaikan,” ujar Prasetyo kepada wartawan sebelum upacara dimulai sore ini, Minggu (17/8/2025).

    Prasetyo lalu menjelaskan bahwa rute karnaval yang akan dilalui nanti di antaranya Monas depan Istana Merdeka, kemudian ke Jalan MH Thamrin sampai dengan Bundaran HI.

  • Resmi Jadi Wakapolri, Komjen Dedi Diminta Awasi Ketahanan Pangan-MBG

    Resmi Jadi Wakapolri, Komjen Dedi Diminta Awasi Ketahanan Pangan-MBG

    Video: Resmi Jadi Wakapolri, Komjen Dedi Diminta Awasi Ketahanan Pangan-MBG

    1,332 Views | Sabtu, 16 Agu 2025 20:06 WIB

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru saja melantik Komjen Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri, Sabtu (16/8), di Rupatama Mabes Polri. Seusai dilantik, Wakapolri pun menyampaikan pesan dari Kapolri untuk dirinya.

    Dedi mengatakan ia diminta untuk selalu mengawasi satgas ketahanan pangan hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Dian Fitriyanah/Rumondang Naibaho – 20DETIK

  • Wakapolri sebut personel pengamanan siap jaga puncak HUT Ke-80 RI

    Wakapolri sebut personel pengamanan siap jaga puncak HUT Ke-80 RI

    Secara teknis sudah siap semuanya, para personel sudah siap, sarana pra-sarana sudah siap. Taktik dan teknis sudah disiapkan oleh Kasatgas Pak Kakorlantas

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menyebutkan personel pengamanan sudah siap untuk menjaga kegiatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 RI di Jakarta, Minggu (17/8).

    “Secara teknis sudah siap semuanya, para personel sudah siap, sarana pra-sarana sudah siap. Taktik dan teknis sudah disiapkan oleh Kasatgas Pak Kakorlantas,” ucap Komjen Pol. Dedi di Jakarta, Sabtu.

    Dengan demikian, dia berharap puncak HUT RI di Jakarta bisa berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Diharapkan pula kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi Jakarta secara kondusif.

    Ia mengaku nantinya akan mengecek kesiapsiagaan Operasi Merdeka Jaya pada semua rute, mulai dari Istana Negara, Monas, Bundaran Hotel Indonesia (HI), hingga Badan Pemeriksa Keuangan.

    Dedi menuturkan telah ditugaskan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk mengawasi Operasi Merdeka Jaya yang telah berlangsung sejak Jumat (15/8).

    Dia meyakini dengan kekuatan 7.000 personel gabungan dari Markas Besar (Mabes) Polri bersama Polda Metro Jaya, maka Operasi Merdeka Jaya bisa berjalan.

    “Kami juga langsung melakukan tactical floor game (TFG) tentang keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas, yang menjadi fokus utama dari Operasi Merdeka Jaya ini,” tuturnya.

    Kegiatan Pesta Rakyat dalam rangka HUT Ke-80 RI akan dilaksanakan pada Minggu (17/8) pukul 12.00 sampai 16.00 WIB dan 17.30 sampai 23.00 WIB.

    Pesta Rakyat juga akan diisi dengan berbagai perlombaan, panggung hiburan, kuliner gratis dari UMKM dan pertunjukan kembang api pada malam harinya.

    Selain itu, peringatan HUT Ke-80 RI akan semakin semarak dengan penyelenggaraan Karnaval Bersatu Kemerdekaan pada Minggu (17/8) malam yang diikuti kementerian dan lembaga.

    Pewarta: Agatha Olivia Victoria
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Usai Dilantik, Wakapolri Dedi Dapat Tugas Awasi Satgas MBG hingga Ketahanan Pangan

    Usai Dilantik, Wakapolri Dedi Dapat Tugas Awasi Satgas MBG hingga Ketahanan Pangan

    Bisnis.com, JAKARTA — Komjen Dedi Prasetyo telah mendapatkan sejumlah penugasan setelah dilantik menjadi Wakapolri dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Dedi mengatakan penugasan pada awal dirinya usai dilantik yaitu berkaitan dengan pengawasan sejumlah satuan tugas. Perinciannya, mulai dari Satgas MBG, Satgas Ketahanan Pangan hingga gerakan pangan murah.

    “Satgas-satgas nanti saya ikut membantu ikut mengawasi langsung. Satgas Ketahanan Pangan, Satgas MBG, termasuk Gerakan Pangan Murah juga akan saya ikut awasi,” ujar Dedi di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (16/8/2025).

    Dia menambahkan penugasan paling dekat dari Kapolri Sigit yaitu berkaitan dengan persiapan operasi Merdeka Jaya dalam rangka pengamanan HUT ke-80 RI.

    Adapun, Dedi menyatakan bahwa ribuan personel kepolisian sudah siap untuk mengamankan serangkaian acara terkait peringatan hari lahir Indonesia.

    “Secara teknis sudah siap semuanya, para personel sudah siap, sarana prasarana sudah siap. Taktik dan teknis sudah disiapkan oleh Kasatgas Pak Kakorlantas,” pungkas Dedi.

    Sekadar informasi, Dedi sebelumnya menjabat sebagai Irwasum Polri. Kemudian, Dedi resmi menjadi Wakapolri setelah dilantik hari ini, Sabtu (18/2025).

    Adapun, penunjukkan Dedi sebagai Wakapolri termuat dalam surat telegram Nomor: ST/1764/VIII/KEP./2025, per tanggal 5 Agustus 2025. Dalam surat itu, jabatan yang ditinggalkan Dedi, kini diisi oleh Komjen Wahyu Widada yang sebelumnya menjabat Kabareskrim.

  • Komjen Dedi Prasetyo Resmi Dilantik jadi Wakapolri Hari Ini

    Komjen Dedi Prasetyo Resmi Dilantik jadi Wakapolri Hari Ini

    Bisnis.com, JAKARTA —Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melantik Komisaris Jenderal (Komjen) Dedi Prasetyo menjadi Wakapolri pada hari ini, Sabtu (16/8/2025).

    Pelantikan itu sekaligus agenda penyerahan jabatan Dedi sebelumnya selaku Irwasum Polri. Adapun, pelantikan ini berlangsung dalam Upacara Korps Raport di Gedung Rupatama Mabes Polri.

    “Pada pagi hari ini telah dilaksanakan kegiatan pelantikan Bapak Wakapolri, Bapak Komjen Pol Dedi Prasetyo, yang tadinya beliau adalah Irwasum Polri,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho di Mabes Polri, Sabtu (16/8/2025).

    Sandi menambahkan, Dedi telah menyatakan bakal secara maksimal mendukung dan membantu Kapolri Sigit menjalankan tugasnya. Lebih khusus, terkait dengan menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan program Asta Cita

    “Ya tentunya Pak Wakapolri sudah dilantik oleh Bapak Kapolri dan sekaligus juga pada saat dilantiknya beliau menyatakan kesiapan untuk all out mendukung Bapak Kapolri,” pungkasnya.

    Profil Dedi Prasetyo

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dedi merupakan pria kelahiran 26 Juli 1968 di Madiun. Dedi ditempatkan sebagai pama Polda Jatim usai dilantik sebagai perwira Polri pada 1990.

    Kemudian, Dedi menjabat sebagai Kapolsek Deket (1992) dan Kapolsek Serpong (1997). Selanjutnya, Dedi memutuskan untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus pada 1999.

    Dedi juga sempat bertugas sebagai Sekretaris Pribadi Wakapolri pada 2004-2005; Kapolresta Kediri 2008; Kapolres Lumajang 2009; hingga akhirnya pecah bintang 1 pada 2017 saat menjadi Wakapolda Kalteng.

    Selang setahun, Dedi dimutasi menjadi Karopenmas Divisi Humas Polri. Karirnya yang moncer di Korps Bhayangkara membuatnya dipercaya sebagai Kadiv Humas Polri pada 2018.

    Selanjutnya, Dedi memperoleh bintang dua atau menjadi Irjen saat menjabat sebagai Kapolda Kalteng pada 2020. Selang setahun, Dedi menjadi AS SDM Kapolri (2023) dan Irwasum Polri (2024).