Tag: Listyo Sigit Prabowo

  • Kapolri Titip Umat Kristen Doakan Korban Banjir Sumatera saat Misa Natal

    Kapolri Titip Umat Kristen Doakan Korban Banjir Sumatera saat Misa Natal

    Kapolri Titip Umat Kristen Doakan Korban Banjir Sumatera saat Misa Natal
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan langsung ke Gereja Katedral dan Gereja Immanuel di Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).
    Sigit pun menitipkan doa untuk korban bencana banjir dan longsor di Sumatera kepada para jemaat gereja yang mengikuti misa malam
    Natal
    2025.
    “Kita berdoa semua agar seluruh rangkaian ibadah Misa Natal, baik hari ini ataupun nanti pergantian tahun semua bisa berjalan,” ujar Sigit di Gereja Katedral, Rabu.
    “Tentunya kita titip doakan saudara kita yang sedang terkena musibah untuk kembali bisa bangkit. Dan kita berdoa sama-sama untuk saudara kita di Sumatera dan saudara kita di seluruh negeri agar semua terjaga dari situasi prediksi yang kemungkinan bisa terjadi akibat ramalan cuaca,” sambungnya.
    Sigit memastikan bahwa pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang menjalani ibadah Natal telah berjalan optimal.
    Dia menekankan, peninjauan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat bisa mendapatkan pengamanan dan pelayanan optimal saat Natal dan Tahun Baru 2026.
    “Sesuai arahan Presiden kita diminta memberikan pelayanan terkait operasi Nataru di dalamnya kita mengamankan masyarakat mudik, masyarakat yang melaksanakan Misa ibadah Natal dan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan pergantian tahun,” tutur Sigit.
    Sigit memaparkan, untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru 2026, sebanyak 147.000 personel gabungan dikerahkan.
    Selain itu, Sigit menyebut, Polri menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti Banser NU dan Kokam Muhammadiyah.
    “Kami Polri saat ini menurunkan kurang lebih 147.000 personel gabungan dan kemarin juga kami melaksanakan apel bersama-sama dengan rekan-rekan lain seperti Banser. Kami juga mengajak Kokam untuk ikut bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamanan khususnya di gereja yang melaksanakan perayaan Misa Natal,” jelasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Momen Natal, Kapolri Ajak Semua Pihak Doakan Korban Bencana Sumatera

    Momen Natal, Kapolri Ajak Semua Pihak Doakan Korban Bencana Sumatera

    Jakarta

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh pihak, pada momentum Natal 2025 ini, untuk mendoakan warga yang terdampak bencana di Sumatera. Kapolri berharap masyarakat yang terdampak bencana bisa segera bangkit.

    “Dan tentunya kita titip untuk mendoakan saudara-saudara kita yang saat ini sedang terkena musibah, untuk kembali bisa bangkit. Kita berdoa bersama-sama untuk saudara-saudara kita yang di Sumatera dan saudara-saudara kita di seluruh negeri agar semuanya terjaga dari situasi prediksi yang kemungkinan bisa terjadi akibat ramalan-ramalan bencana,” kata Kapolri setelah melakukan peninjauan gereja di Jakarta, Rabu (24/12/2025).

    Kapolri mengatakan pihaknya siap melakukan pengamanan dan pelayanan selama masa Natal dan tahun baru. Pelayanan ini, kata Kapolri, merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

    “Tentunya, sesuai dengan arahan Presiden, bahwa kita diminta memberikan pelayanan terkait dengan operasi Nataru (Natal dan tahun baru). Yang di dalamnya, kita mengamankan masyarakat yang mudik, kemudian masyarakat yang melaksanakan misa ibadah Natal, dan juga masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan pergantian tahun,” ujar dia.

    Dalam pengamanan Natal, Kapolri melibatkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam). Kapolri mengatakan kolaborasi antarelemen ini merupakan wujud dari spirit Bhinneka Tunggal Ika.

    “Ini juga merupakan bagian dari wujud Bhinneka Tunggal Ika. Bagaimana seluruh masyarakat, elemen bangsa, bersama-sama tanpa membedakan agama, namun semuanya bersatu untuk ikut membantu memberikan jaminan rasa aman,” sambung dia.

    Kapolri menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pengamanan Natal 2025. Menurut dia, kerja sama antarpihak ini merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang selalu mengedepankan persatuan.

    (kuf/knv)

  • 1
                    
                        Penampakan "Tembok" Uang Rp 6,6 Triliun Penuhi Lobi Kejagung, Bakal Diserahkan ke Pemerintah
                        Nasional

    1 Penampakan "Tembok" Uang Rp 6,6 Triliun Penuhi Lobi Kejagung, Bakal Diserahkan ke Pemerintah Nasional

    Penampakan “Tembok” Uang Rp 6,6 Triliun Penuhi Lobi Kejagung, Bakal Diserahkan ke Pemerintah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) bakal menyerahkan uang senilai Rp 6,6 triliun, tepatnya Rp 6.625.294.190.469,74, hasil penyelamatan keuangan negara kepada pemerintah pada Rabu (24/12/2025) sore.
    Pantauan Kompas.com di Gedung Bundar
    Kejaksaan Agung
    (Kejagung) pukul 13.00 WIB, tumpukan uang pecahan Rp 100.000 disusun memenuhi lobi gedung.
    Uang yang dikemas dalam plastik itu disusun membentuk lorong dari lobi hingga ke dalam Gedung Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung.
    Tumpukan uang tersebut diturunkan dari mobil boks dan dipindahkan menggunakan troli oleh anggota TNI.
    Area lobi pun mulai disterilisasi oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
    Berdasarkan undangan, seremoni penyerahan uang tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIB.
    Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir langsung dalam acara tersebut.
    Presiden akan didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
    Selain itu, acara ini juga akan dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kapolri hingga Presiden Tersandera? Guru Besar IPDN: Semua yang Bergaul dengan Jokowi akan Mengalami Kontaminasi

    Kapolri hingga Presiden Tersandera? Guru Besar IPDN: Semua yang Bergaul dengan Jokowi akan Mengalami Kontaminasi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Guru Besar IPDN, Prof Dr Ryaas Rasyid menyebut semua orang yang dekat dengan Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan terkontaminasi. 

    “Menurut saya semua orang yang bergaul dekat dengan Jokowi akan mengalami kontaminasi,” kata Prof Ryaas Rasyid dikutip Kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu, (24/12/2025).

    Hal itu kata dia yang terjadi terhadap Kapolri Listya Sigit Prabowo dan Presiden Prabowo Subianto.

    “Termasuk Pak Prabowo, Pak Prabowo itu bukan kepribadian yang teriak-teriak hidup Jokowi. Itu bukan aslinya Prabowo,” tuturnya.

    Seperti diketahui, Polri kembali menjadi kontroversi setelah Kapolri Listyo Sigit Prabowo menerbitkan Peraturan Kepolisian Negara Nomor 10 Tahun 2025 tentang Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang Melaksanakan Tugas di Luar Struktur.

    Perpol 10/2025 bertentangan dengan putusan MK maupun UU Polri-UU ASN yang tegas melarang polisi aktif menjabat jabatan sipil, kecuali pensiun atau mengundurkan diri dari dinas kepolisian.

    Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah melakukan reformasi polri dengan membantu tim reformasi polri. Hal ini merupakan respons presiden terhadap publik yang terus menuntut perbaikan di internal polri. (Selfi/Fajar)

  • GP Ansor Kerahkan 10 Ribu Banser Amankan Perayaan Nataru

    GP Ansor Kerahkan 10 Ribu Banser Amankan Perayaan Nataru

    Bisnis.com, JAKARTA — Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menurunkan sebanyak 10.000 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk mengamankan rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin menyatakan pengamanan Nataru merupakan bagian dari mandat historis Banser dalam menjaga harmoni bangsa. Menurutnya, nilai pengorbanan Riyanto, kader Banser yang gugur saat peristiwa bom Natal 2000 bukan sekadar kenangan, melainkan amanah yang terus dijaga.

    “Selama Indonesia berdiri, tugas Banser adalah menjaga negeri ini. Riyanto telah menunjukkan bahwa menjaga toleransi adalah bentuk pengabdian tertinggi kepada bangsa,” ujar Addin saat Apel Kebangsaan 10.000 Banser yang dirangkaikan dengan penganugerahan Riyanto Award di Cirebon, dikutip dari Antara, Selasa (3/12/2025).

    Selain pengamanan Nataru, Addin menyebut Banser juga disiagakan untuk menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem melalui aktivasi satuan Banser Tanggap Bencana (Bagana) di berbagai daerah.

    Menurutnya, pengabdian Banser tidak terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup kemanusiaan, solidaritas sosial, dan pelayanan publik.

    “Banser hadir untuk menjaga harmoni beragama, bernegara, dan kemanusiaan. Harmoni bangsaku, lestari alamku,” katanya.

    Addin menegaskan Banser akan terus menjaga harmoni beragama dan bernegara. Setiap upaya yang merusak harmoni tersebut, lanjutnya, akan berhadapan dengan negara bersama Polri dan TNI.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo menilai pengamanan Nataru tahun ini menghadapi tantangan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    Selain potensi gangguan keamanan, faktor cuaca ekstrem dan kemungkinan bencana alam turut menjadi perhatian.

    “Situasi pengamanan Nataru kali ini menghadapi tantangan yang berbeda. Ada potensi cuaca ekstrem dan bencana di sejumlah wilayah, sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan bersama,” ujarnya.

    Kapolri mengapresiasi langkah GP Ansor yang menurunkan 10.000 kader Banser untuk terlibat langsung dalam pengamanan dan pelayanan masyarakat selama periode Nataru. Menurutnya, kehadiran Banser menjadi penguat stabilitas sosial sekaligus wujud partisipasi masyarakat sipil dalam menjaga keamanan nasional.

    Dalam konteks tersebut, Sigit juga menekankan kewaspadaan terhadap penyebaran disinformasi serta paham radikalisme dan intoleransi yang berpotensi memanfaatkan momentum keramaian Nataru.

    “Kita tidak boleh lengah terhadap upaya-upaya yang ingin memecah belah persatuan bangsa. Di sinilah peran Banser sebagai penjaga harmoni sosial sangat dibutuhkan,” tegasnya.

    Kapolri turut memberikan penghormatan kepada almarhum Riyanto yang dinilainya menjadi simbol nyata pengorbanan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

    Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman mengapresiasi penghargaan kemanusiaan yang diberikan kepada Riyanto.

    “Saya terharu dengan pemberian penghargaan kepada Riyanto. Saya teringat saat menangani konflik di Maluku Utara, di mana masyarakat bisa kembali hidup damai dalam harmoni,” ujarnya.

    Dudung menegaskan kebhinekaan, gotong royong, dan cinta kasih merupakan ciri utama bangsa Indonesia yang harus terus dijaga sebagai nilai luhur kehidupan berbangsa dan bernegara.

  • Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolri Pimpin Apel Besar Banser di Cirebon

    Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolri Pimpin Apel Besar Banser di Cirebon

    GELORA.CO – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung Apel Kebangsaan Banser dalam rangka pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Kegiatan yang dirangkaikan dengan Penganugerahan Kemanusiaan Riyanto Award 2025 tersebut digelar di Halaman Masjid Syarif Abdurachman, kawasan Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Selasa (23/12/2025).

    Apel Kebangsaan ini menjadi wujud kesiapan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam mendukung pengamanan Nataru, dengan bersinergi bersama Polri dan TNI untuk menjaga situasi keamanan, ketertiban, serta keharmonisan masyarakat di akhir tahun.

    Dalam amanatnya, Listyo menegaskan apel tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan memiliki nilai strategis sebagai cerminan komitmen kebangsaan Banser dalam menjaga persatuan bangsa.

    “Apel Kebangsaan Banser ini merupakan momentum penting yang menunjukkan komitmen kuat Banser untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Listyo.

    Dalam kesempatan itu, Listyo juga menyoroti peran vital Banser dalam pengamanan momentum akhir tahun. Menurutnya, keterlibatan Banser menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

    “Banser memiliki peran strategis dalam berbagai aspek, salah satunya dalam operasi pelayanan kemanusiaan serta pengamanan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

    Pada kesempatan yang sama, Kapolri melakukan penyematan rompi Banser Lalu Lintas (Balantas) secara simbolis, sekaligus menyerahkan Anugerah Keberagaman dan Kemanusiaan “Riyanto Award” 2025.

    Sementara itu, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor sekaligus Panglima Tertinggi Banser, Addin Jauharudin menyampaikan sebanyak 11.135 personel Banser dari Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah disiagakan untuk mendukung pengamanan Nataru.

    “Banser akan bersinergi dengan seluruh instansi terkait untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan umat Kristiani yang merayakan Natal dan Tahun Baru 2026,” tegas Addin.

    Mengusung tema “Harmoni Bangsaku, Lestari Alamku”, Addin menegaskan Banser akan terus berada di garis depan dalam menjaga persatuan nasional, keamanan masyarakat, serta terlibat aktif dalam penanganan kebencanaan dan pelestarian lingkungan.

    “Selama pengamanan Nataru, Banser berkomitmen penuh untuk melayani kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara, serta tetap solid dan disiplin dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.

  • Kapolri Sebut Penumpang Kereta Api di Libur Nataru Meningkat Hari Ini

    Kapolri Sebut Penumpang Kereta Api di Libur Nataru Meningkat Hari Ini

    Kapolri Sebut Penumpang Kereta Api di Libur Nataru Meningkat Hari Ini
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut jumlah penumpang kereta api mulai mengalami peningkatan seiring arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
    Kenaikan tersebut terlihat dari lonjakan penjualan tiket
    kereta api
    dalam beberapa hari terakhir.
    Hal itu disampaikan Sigit usai meninjau situasi arus mudik di
    Stasiun Pasar Senen
    , Jakarta, Selasa (23/12/2025).
    “Dan memang saat ini juga sudah meningkat dari hari biasanya. Tadi dilaporkan yang biasanya 70.000 sampai 80.000 (penumpang), per hari ini, tadi sudah ada yang di atas 200 ya, 200.000, 219.000 dan akan terus meningkat sampai dengan tanggal 28 Desember nanti,” kata Kapolri, Selasa.
    Menurut dia, Stasiun Pasar Senen menjadi salah satu stasiun terpadat dan favorit masyarakat untuk mudik karena menawarkan berbagai kenyamanan.
    Selain ketepatan waktu, fasilitas penunjang di stasiun dinilai cukup lengkap.
    “Tadi kami sempat berbincang-bincang langsung kepada masyarakat, dan memang mereka rata-rata memilih kereta menjadi salah satu pilihan favorit,” jelasnya.
    “Karena memang ada beberapa kenyamanan yang mereka rasakan sehingga kemudian mereka bertahan. Antara lain tepat waktu, dan kemudian kita lihat tadi di tempat-tempat sambil menunggu, ada juga tempat-tempat untuk main anak, ada tempat laktasi, ada tempat kesehatan,” sambung dia.
    Kapolri menambahkan, peningkatan jumlah penumpang tersebut juga diantisipasi dengan kesiapan sarana dan prasarana, terutama menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi sebagaimana prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
    Salah satu kesiapan itu dimulai dari perbaikan jalur kereta.
    Selain itu, lebih dari 2.000 personel tambahan telah direkrut untuk memperkuat pengamanan dan kesiapsiagaan, khususnya dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam di sepanjang jalur kereta.
    “Titik-titik yang kemungkinan akan terjadi masalah karena dampak hujan yang tinggi, tadi sudah terdeteksi dan sudah dipersiapkan personelnya,” ungkap Sigit.
    Sigit menegaskan, kesiapan personel, peralatan, dan respons cepat menjadi kunci agar gangguan di jalur kereta api dapat segera diatasi selama periode libur
    Nataru
    .
    Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa tingkat okupansi kursi
    penumpang kereta api
    telah mencapai 86 persen hingga 4 Januari 2026 dari total 3,5 juta tempat duduk yang disediakan.
    “Untuk kursi penumpang biasa yang sudah melakukan pembelian itu adalah 86 persen sampai dengan 4 Januari. Dari 3,5 juta tempat duduk yang kita sediakan,” ungkap Bobby.
    Ia menambahkan, puncak keberangkatan penumpang diperkirakan terjadi pada 25 Desember, 28 Desember, dan 1 Januari.
    Namun, masyarakat masih memiliki peluang mendapatkan tiket karena masih tersedia sisa kursi setiap harinya.
    “Rata-rata yang seperti saya sampaikan tadi adalah 86 persen
    occupancy rate
    ,
    load factor
    -nya. Plus dengan rata-rata per hari itu yang
    go show
    itu 5 sampai 6 persen. Berarti itu ada sisa sekitar 8 sampai 9 persen rata-rata setiap harinya,” terang dia.

    Bobby juga mengungkapkan masih adanya program angkutan motor gratis bagi penumpang KA.
    Saat ini, tingkat keterisian program tersebut baru mencapai 41 persen, sehingga masih ada 59 persen kapasitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kapolri Tidak Izinkan Pesta Kembang Api saat Puncak Tahun Baru 2026

    Kapolri Tidak Izinkan Pesta Kembang Api saat Puncak Tahun Baru 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan untuk tidak memberikan izin terkait dengan pesta kembang api pada malam puncak tahun baru 2026.

    Sigit menyampaikan alasan penggunaan kembang api tidak direkomendasikan karena saat ini Indonesia tengah berduka akibat bencana banjir yang melanda Sumatra.

    Dengan demikian, Sigit berharap agar masyarakat juga memiliki kondisi kebatinan yang sama dengan korban Sumatra.

    “Yang jelas dari Mabes kita tidak memberikan izin untuk perayaan kembang api yang biasa dilaksanakan di tutup tahun,” ujar Sigit di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

    Dia menambahkan, sebaiknya masyarakat bisa merayakan pergantian tahun baru dengan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti berdoa untuk korban bencana di Sumatra.

    “Kita imbau kepada masyarakat agar kegiatan-kegiatannya lebih banyak digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat doa untuk Sumatra, doa untuk negeri,” imbuhnya.

    Di samping itu, Sigit menyatakan soal pelaksanaan teknis maupun imbauan terhadap pemberian izin kembang api bakal diserahkan ke Polda jajaran.

    “Ya tentunya secara teknis nanti Polda yang akan menghimbau,” pungkasnya.

    Sebelumnya,  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa perayaan Tahun Baru 2026 di Ibu Kota digelar secara sederhana tanpa pesta kembang api. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati atas duka bencana yang dialami masyarakat di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

    “Saya segera memutuskan, kembang api menurut saya juga nggak perlu ada. Yang pertama, yang paling utama, menyambut tahun baru itu bagaimana? Adalah nggak ada kemeriahan yang berlebihan,” ujar Pramono melalui akun Instagram.

    Menurut dia, perayaan Tahun Baru di Jakarta akan diarahkan pada kegiatan yang lebih bermakna, termasuk menyediakan ruang khusus bagi masyarakat untuk merenung dan berdoa.

    “Yang kedua, pasti nanti akan ada tempat secara khusus untuk kita merenung berdoa. Terutama berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara,” kata Pramono.

  • Kapolri Kenang Keberanian Riyanto, Kader Banser yang Gugur Akibat Bom Natal

    Kapolri Kenang Keberanian Riyanto, Kader Banser yang Gugur Akibat Bom Natal

    Cirebon

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenang keberanian Riyanto, kader Banser, yang meninggal akibat bom Natal pada tahun 2000 di Mojokerto, Jawa Timur. Jenderal Sigit memberikan penghormatan kepada almarhum Riyanto.

    Hal itu disampaikan Kapolri saat memimpin apel kebangsaan 10.000 banser untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru di Cirebon, Jawa Barat. Kapolri mengapresiasi keberanian Riyanto.

    “Dalam kesempatan ini memberikan penghormatan setinggi-tingginya, dan tentunya ini menjadi kenangan yang terus kita jaga, kepada Bapak Almarhum Riyanto. Beliau adalah seorang kader Banser yang telah gugur. Beliau mengorbankan jiwa raganya untuk menyelamatkan masyarakat khususnya yang Nasrani yang saat itu sedang melaksanakan ibadah. Dan beliau mati syahid pada saat terjadi bom Natal tahun 2000 di Gereja Mojokerto,” kata Jenderal Sigit dalam sambutannya, Selasa (23/12/2025).

    Jenderal Sigit mengatakan dirinya beserta institusi Polri memberi apresiasi tinggi terhadap almarhum Riyanto.

    “Oleh karena itu tentunya saya pribadi dan juga seluruh institusi memberikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Almarhum Riyanto,” katanya.

    Kapolri Beri Penghargaan ke Kader Banser Foto: (dok istimewa)

    “Tentunya keberanian, pengorbanan yang telah beliau tunjukkan ini adalah bentuk teladan nyata. Bagaimana beliau terus menjaga prinsip-prinsip pengabdian tanpa pamrih, bahkan dengan mengorbankan jiwa raganya sendiri untuk menunjukkan bahwa beliau betul-betul menjadi tokoh teladan yang terus menjaga toleransi. Dan tentunya ini harus kita tularkan, harus kita terus gelorakan di dalam setiap dada dari rekan-rekan Banser. Sehingga ini terus menyala, dan semangat Almarhum Riyanto ada, dan terus menyala dan melekat di saudara-saudara sekalian,” katanya.

    “Saya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada kader Banser yang menerima Anugerah Kemanusiaan Riyanto Awards 2025. Tentunya penghargaan ini menjadi motivasi, pengingat, penanda, untuk terus kita menggelorakan semangat itu di dalam sanubari kita. Sebagai tokoh-tokoh, para pejuang-pejuang, para pemuda, dan tentunya bagaimana Banser terus tampil menjadi garda terdepan di dalam menjaga dan berperan untuk terus menjaga NKRI tercinta, dari dulu, sekarang, sampai dengan yang akan datang,” imbuhnya.

    Terakhir, Kapolri mengucapkan Polri terus berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Banser dan seluruh elemen masyarakat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan nasional, serta mendukung program-program pemerintah.

    “Terus jaga semangat itu, jaga persatuan, tunjukkan bahwa Banser mampu, Banser adalah garda terdepan, Banser adalah bagian dari elemen bangsa yang selalu setia untuk menjaga keamanan, menjaga stabilitas kamtibmas, dan menjaga kedaulatan NKRI tercinta,” pungkasnya.

    (zap/hri)

  • Ketua KPK: Kami Masih Butuh Kepolisian di Beberapa Penugasan

    Ketua KPK: Kami Masih Butuh Kepolisian di Beberapa Penugasan

    Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto mengatakan lembaganya masih membutuhkan anggota polisi untuk menjalankan tugas di lembaga antirasuah.

    Setyo menjelaskan pihaknya telah dilibatkan dalam pembahasan putusan tersebut, salah satunya melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan.

    Dia menyebutkan bahwa memang sejumlah petugas KPK berasal dari kejaksaan, kepolisian, dan kementerian lainnya. Untuk kepolisian, dibutuhkan guna menunjang sejumlah penugasan.

    “Kami sampaikan bahwa secara kebutuhan untuk kepolisian itu masih ada kebutuhan di beberapa penugasan,” ucapnya saat konferensi pers laporan kinerja KPK akhir tahun 2025, Senin (22/12/2025).

    Setyo menyampaikan bahwa ada beberapa Undang-Undang yang tidak diuji materi, di mana dalam Undang-Undang KPK disebutkan untuk penyidik KPK dan kejaksaan dapat berasal dari lembaga lain.

    “Dengan memperhatikan bahwa ada undang-undang yang tidak diuji materi, maka ya kita tentu memperdomani hal tersebut termasuk undang-undang KPK sendiri,” jelasnya.

    Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak dapat menduduki jabatan di luar institusi kepolisian selama masih berstatus aktif.

    Penegasan ini tertuang dalam Putusan Nomor 114/PUU-XXIII/2025, yang menyatakan frasa “atau tidak berdasarkan penugasan dari Kapolri” dalam Penjelasan Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

    Tak lama setelah itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meneken peraturan polri (Perpol) terkait penugasan anggota di luar struktur kepolisian.

    Berdasarkan Perpol No.10/2025 tentang Anggota Polri yang Melaksanakan Tugas di Luar Struktur Organisasi Polri, kini anggota diperbolehkan menjabat di 17 kementerian atau lembaga (K/L).

    Pada Pasal (3) beleid itu memuat aturan Polri bisa bertugas pada jabatan manajerial dan non-manajerial. Anggota boleh menjabat di luar struktur apabila jabatan itu berkaitan dengan fungsi kepolisian yang dilakukan berdasarkan permintaan dari K/L atau organisasi internasional.

    Kendati demikian, saat ini pemerintah tengah menyusun peraturan pemerintah yang mengatur penugasan anggota polisi di luar struktur lembaga kepolisian.