Tag: Listyo Sigit Prabowo

  • Angka Kecelakaan dan Kriminalitas Turun pada 2025

    Angka Kecelakaan dan Kriminalitas Turun pada 2025

    Jakarta

    Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaksanakan monitoring langsung pengamanan malam pergantian tahun baru 2026. Jenderal Sigit mengungkap jumlah kecelakaan sepanjang 2025 menurun dibanding 2024.

    Hal itu disampaikan Jenderal Sigit usai pemantauan langsung perayaan malam tahun baru 2026 di Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025) malam. Hadir pula Menkopolkam Djamari Chaniago, Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.

    “Secara umum tadi dilaporkan jumlah laka tahun ini dibandingkan tahun kemarin terjadi penurunan,” kata Jenderal Sigit.

    Dia menambahkan, angka kriminalitas juga menurun pada 2025. Jenderal Sigit berharap angka kriminalitas dan juga kecelakaan terus menurun.

    “Demikian juga kriminalitas juga sama, terjadi penurunan dan kita harapkan bisa terus kita jaga sampai dengan rangkaian operasi ini selesai,” jelasnya.

    “Terkait dengan potensi adanya cuaca ekstrem, kita tetap mengingatkan agar personil-personil yang ada di wilayah untuk tetap berkolaborasi, TNI, Polri, Basarnas, kemudian BNPB dan BMKG untuk melakukan langkah-langkah mitigasi,” ucapnya.

    “Apabila memang terjadi hal-hal yang kemudian perlu ada penanganan dan langkah-langkah evakuasi,” tambahnya.

    (whn/whn)

  • Ida Kusdianti: Kalau Ini Dibiarkan, Indonesia Bisa Tinggal Nama di 2030

    Ida Kusdianti: Kalau Ini Dibiarkan, Indonesia Bisa Tinggal Nama di 2030

    Ida secara khusus menyoroti posisi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang disebut berani mengangkangi putusan Mahkamah Konstitusi melalui produk Peraturan Kapolri.

    “Pembangkangan terhadap putusan MK adalah bukti nyata krisis supremasi hukum. Dalam konteks ini, Presiden Prabowo justru terlihat tidak lebih berdaya,” ucapnya.

    Ia mengungkapkan bahwa rakyat kini dipaksa diam di tengah akumulasi persoalan struktural yang terus menumpuk.

    Bahkan, Ida menyebut Presiden Prabowo tengah terjebak dalam skenario politik yang disiapkan oleh apa yang ia sebut sebagai “Geng Solo”.

    Menurutnya, publik distrust sengaja diarahkan untuk bermetamorfosis menjadi political trust palsu, bukan demi stabilitas, melainkan membuka jalan bagi skenario kekuasaan lanjutan.

    Ida mengaitkan kondisi ini dengan pernyataan Connie Rahakundini Bakrie yang pernah mengutip informasi dari lingkar kekuasaan, bahwa Presiden Prabowo hanya diberi waktu dua tahun untuk benar-benar memerintah.

    “Jika ini benar, maka yang sedang kita saksikan bukan sekadar kegaduhan politik, tapi fase awal delegitimasi kekuasaan,” imbuhnya.

    Ia mengingatkan, ketika kepercayaan publik dipermainkan, chaos bukan lagi kemungkinan, melainkan konsekuensi sejarah.

    Sekjen Forum Tanah Air (FTA) ini bilang, para tokoh bangsa, akademisi, intelektual, aktivis, hingga rakyat tidak boleh hanya berhenti pada kritik verbal semata.

    “Ini bukan hanya tentang nasib rakyat, tapi nasib bangsa. Kalau Indonesia masih cemas seperti sekarang, jangan bermimpi Indonesia Emas 2045,” kuncinya.

  • Kapolri Minta Maaf Atas Kinerja Polri pada 2025: Masih Jauh dari Sempurna

    Kapolri Minta Maaf Atas Kinerja Polri pada 2025: Masih Jauh dari Sempurna

    Bisnis.com, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta permohonan maaf kepada masyarakat terkait kinerja Polri sepanjang 2025.

    Listyo Sigit menyampaikan bahwa pihaknya sadar bahwa pelaksanaan tugas korps Bhayangkara masih jauh dari kata sempurna.

    “Kami menyadari bahwa pelaksanaan tugas Polri jauh dari kesempurnaan,” ujar Sigit dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun (RAT) di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025).

    Oleh sebab itu, dia meminta agar masyarakat bisa terus melakukan koreksi, saran maupun perbaikan agar kepolisian bisa lebih baik dalam menjalankan tugas untuk ke depannya.

    “Kepada masyarakat dan bangsa Indonesia khususnya, atas nama Pimpinan Polri, mewakili keluarga besar Polri, kami menghaturkan dari lubuk hati kami yang paling dalam permohonan maaf,” imbuhnya.

    Mantan Kabareskrim Polri ini juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan terhadap institusi dengan mendengarkan kritik dari masyarakat secara langsung.

    Pengawasan, saran maupun kritik, katanya, diharapkan bakal membantu Polri untuk menjadi institusi lebih baik untuk ke depannya.

    “Dengan demikian transformasi menuju Polri yang Presisi dapat diwujudkan secara nyata melalui pengabdian Polri untuk masyarakat,” pungkasnya.

  • Kapolri Ungkap Survei Kepercayaan Publik terhadap Polri Alami Tren Positif

    Kapolri Ungkap Survei Kepercayaan Publik terhadap Polri Alami Tren Positif

    Jakarta: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang terus meningkat.

    “Masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja Polri. Hal ini ditunjukkan melalui survei kepercayaan publik terhadap Polri yang terus mengalami tren positif dan memperoleh pengakuan dari lembaga survei, baik internasional maupun nasional,” ujar Sigit dalam paparan rilis akhir tahun (RAT) 2025 di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Desember 2025.

    Kapolri menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Polri yang didukung partisipasi aktif masyarakat. Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat profesionalisme dan integritas institusi.

    Menurut Sigit, tingginya kepercayaan publik merupakan modal strategis agar Polri terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ia juga menyoroti kondisi keamanan nasional yang dinilai cukup kondusif, di mana masyarakat merasa aman beraktivitas di berbagai situasi, termasuk pada malam hari.

    “Ada hasil survei dari The Global Safety Report tahun 2025, Indonesia memperoleh skor 89 pada Law and Order Index, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-19 dari 144 negara. Indeks ini mengukur tingkat rasa aman masyarakat serta kepercayaan terhadap penegak hukum,” jelasnya.

    Selain itu, pada indikator safe to walk alone at night, sebanyak 83 persen responden di Indonesia menyatakan merasa aman berjalan sendirian pada malam hari. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-25 dari 144 negara yang disurvei.
     

    Lebih lanjut, Sigit membeberkan hasil survei yang dirilis Litbang Kompas pada November 2025. Dalam survei tersebut, Polri menempati posisi tiga besar lembaga negara yang paling dipercaya oleh masyarakat.

    “Bahkan dalam kategori lembaga penegak hukum, Polri menempati peringkat pertama sebagai lembaga yang paling dipercaya, dengan tingkat kepercayaan mencapai 78,2 persen. Capaian ini menjadi dukungan, motivasi, dan semangat bagi institusi serta seluruh personel untuk terus bekerja secara profesional dan akuntabel,” papar Sigit.

    Ia menambahkan, tingginya kepercayaan publik tersebut sejalan dengan persepsi rasa aman masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Mayoritas responden mengaku merasa aman, sementara hanya sebagian kecil yang menyatakan sebaliknya.

    “Sebanyak 84,1 persen responden percaya Polri mampu melindungi masyarakat di wilayahnya. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam menekan kriminalitas, menciptakan rasa aman, dan menjaga stabilitas sosial. Mayoritas masyarakat juga tidak merasa takut terhadap kehadiran aparat kepolisian, melainkan merasa lebih terlindungi,” pungkas Sigit.

    Jakarta: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang terus meningkat.
     
    “Masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja Polri. Hal ini ditunjukkan melalui survei kepercayaan publik terhadap Polri yang terus mengalami tren positif dan memperoleh pengakuan dari lembaga survei, baik internasional maupun nasional,” ujar Sigit dalam paparan rilis akhir tahun (RAT) 2025 di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Desember 2025.
     
    Kapolri menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Polri yang didukung partisipasi aktif masyarakat. Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat profesionalisme dan integritas institusi.

    Menurut Sigit, tingginya kepercayaan publik merupakan modal strategis agar Polri terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ia juga menyoroti kondisi keamanan nasional yang dinilai cukup kondusif, di mana masyarakat merasa aman beraktivitas di berbagai situasi, termasuk pada malam hari.
     
    “Ada hasil survei dari The Global Safety Report tahun 2025, Indonesia memperoleh skor 89 pada Law and Order Index, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-19 dari 144 negara. Indeks ini mengukur tingkat rasa aman masyarakat serta kepercayaan terhadap penegak hukum,” jelasnya.
     
    Selain itu, pada indikator safe to walk alone at night, sebanyak 83 persen responden di Indonesia menyatakan merasa aman berjalan sendirian pada malam hari. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-25 dari 144 negara yang disurvei.
     

     
    Lebih lanjut, Sigit membeberkan hasil survei yang dirilis Litbang Kompas pada November 2025. Dalam survei tersebut, Polri menempati posisi tiga besar lembaga negara yang paling dipercaya oleh masyarakat.
     
    “Bahkan dalam kategori lembaga penegak hukum, Polri menempati peringkat pertama sebagai lembaga yang paling dipercaya, dengan tingkat kepercayaan mencapai 78,2 persen. Capaian ini menjadi dukungan, motivasi, dan semangat bagi institusi serta seluruh personel untuk terus bekerja secara profesional dan akuntabel,” papar Sigit.
     
    Ia menambahkan, tingginya kepercayaan publik tersebut sejalan dengan persepsi rasa aman masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Mayoritas responden mengaku merasa aman, sementara hanya sebagian kecil yang menyatakan sebaliknya.
     
    “Sebanyak 84,1 persen responden percaya Polri mampu melindungi masyarakat di wilayahnya. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam menekan kriminalitas, menciptakan rasa aman, dan menjaga stabilitas sosial. Mayoritas masyarakat juga tidak merasa takut terhadap kehadiran aparat kepolisian, melainkan merasa lebih terlindungi,” pungkas Sigit.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • Indonesia Berhasil Lewati Fenomena “Agustus Kelabu”

    Indonesia Berhasil Lewati Fenomena “Agustus Kelabu”

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Indonesia berhasil melewati fenomena kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus 2025, yang kerap disebut sebagai “Agustus Kelabu”. Menurutnya, kondisi tersebut sejajar dengan gelombang kerusuhan yang terjadi di sejumlah negara lain.

    Hal itu disampaikan Kapolri dalam acara Rilis Akhir Tahun 2025 yang digelar di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 30 Desember 2025.

    “Beberapa waktu yang lalu kita, Indonesia, juga mengalami hal yang sama, khususnya pada saat peristiwa di akhir Agustus yang biasa kita sebut dengan “Agustus Kelabu” ataupun “September Gelap”, namun kita semua, Indonesia, mampu melewati seluruh tantangan tersebut sehingga peristiwa yang terjadi dapat segera kita atasi,” kata Listyo saat memberikan keterangan, dalam acara RAT Polri 2025.

    Listyo menjelaskan, dunia internasional saat itu, juga dihadapkan pada fenomena kerusuhan di berbagai negara dengan dampak serius terhadap keamanan, stabilitas sosial, hingga perekonomian.

    Di Nepal, kerusuhan terjadi pada 8–14 September 2025 yang dipicu isu kebencian dan tuntutan antikorupsi. Kondisi tersebut menyebabkan pemerintah setempat membuat kebijakan terhadap sejumlah platform media sosial.

    “Berdampak kepada 72 orang meninggal dunia, memunculkan dampak juga di bidang ekonomi, hampir setengah PDB Nepal terdampak, mata uangnya melemah 0,13%, sektor perhotelan, sektor otomotif mengalami kerugian triliunan, dan pertumbuhan ekonomi juga merosot jauh di bawah 1%,” terangnya.

    Dari sisi keamanan, sambung Listyo, terjadi berbagai aksi vandalisme, pembakaran, penjarahan, serta menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan media.

    “Dampak keamanan muncul terjadi berbagai macam peristiwa vandalisme, pembakaran, penjarahan, serta munculnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah dan media,” paparnya.

    Sementara itu di Myanmar, pada 11 Desember 2025 terjadi kerusuhan akibat meningkatnya operasi perebutan wilayah oleh kelompok perlawanan.

    “Terdampak pada Ekonomi, defisit anggaran mencapai 6,9% dari PDB, dan muncul ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah dan negara, serta masyarakat sehingga tidak dapat beraktivitas dengan normal,” imbuhnya

    Sementara di Brasil, tepatnya pada 28 Oktober 2025, terjadi baku tembak di Rio de Janeiro antara aparat kepolisian dan kartel narkoba. Peristiwa tersebut mengakibatkan lima petugas dan 121 warga meninggal dunia.

    Menurut Listyo kerusuhan itu melumpuhkan aktivitas perekonomian, mengganggu transportasi, memicu pembakaran serta penyerangan kantor polisi, dan menyebabkan runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap negara dan hukum.

    “Semua itu menjadi bagian dari tantangan global yang tidak bisa dihindari,” ujarnya.

    Kapolri menambahkan, Indonesia juga sempat menghadapi situasi serupa pada akhir Agustus 2025. Namun, berkat kerja keras seluruh pihak, situasi tersebut dapat segera diatasi dan dampak serius berhasil dimitigasi sehingga tidak berkembang seperti yang terjadi di negara lain.

    “Stabilitas kamtibmas dapat kita jaga, kondisi keamanan bisa dipulihkan, dan masyarakat kembali beraktivitas secara normal,” pungkasnya.

  • Bandingkan dengan Nepal-Brasil, Kapolri Pamer Atasi Kerusuhan “Agustus Kelabu”

    Bandingkan dengan Nepal-Brasil, Kapolri Pamer Atasi Kerusuhan “Agustus Kelabu”

    Bisnis.com, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap soal keberhasilan penanganan kerusuhan dibandingkan dengan sejumlah negara lain.

    Hal tersebut disampaikan Sigit dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun (RAT) Polri di Mabes Polri, Jakarta pada Selasa (30/12/2025).

    Mulanya, dia mengungkap soal fenomena kerusuhan di Nepal pada September 2025. Kerusuhan ini telah berdampak pada 72 orang meninggal dunia, mempengaruhi pertumbuhan ekonomi hingga kerugian uang triliunan.

    Selanjutnya, kerusuhan di Myanmar pada Desember 2025 yang menyebabkan defisit anggaran mencapai 6,9% dari PDB, dan muncul ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah dan negara, serta masyarakat tidak dapat beraktivitas dengan normal. 

    “Kemudian di Brasil pada tanggal 28 Oktober 2025 terjadi baku tembak di Rio de Janeiro antara Polri dan kartel narkoba yang ada di sana yang mengakibatkan 5 petugas dan 121 warga meninggal,” kata Sigit.

    Sama dengan negara lainnya, kerusuhan ini telah membuat sektor perekonomian di Brasil ikut terdampak dan lumpuh, pusat perbelanjaan terdampak, transportasi terganggu hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap hukum.

    Berkaca dari peristiwa kerusuhan di sejumlah negara itu, Sigit mengungkap Indonesia juga sempat mengalami kerusuhan pada akhir Agustus 2025. Peristiwa ini disebut dengan “Agustus Kelabu” ataupun “September Gelap”.

    Berbeda dengan negara lain, Indonesia justru diklaim bisa memitigasi dampak serius akibat kerusuhan tersebut. 

    “Namun, alhamdulillah kita semua, Indonesia, mampu melewati seluruh tantangan tersebut sehingga peristiwa yang terjadi dapat segera kita atasi, dan dampak serius yang terjadi bisa kita mitigasi sehingga tidak terjadi seperti di negara-negara lain,” tutur Sigit.

    Jenderal bintang empat ini pun langsung memberikan apresiasi kepada anggota Polri dan dukungan dari stakeholder terkait atas keberhasilan menjaga Kamtibmas di akhir Agustus lalu.

    “Kondisi keamanan bisa kita pulihkan, dan masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan normal,” pungkasnya.

  • Kapolri Ungkap 10 Tantangan Indonesia 10 Tahun ke Depan, Ini Rinciannya

    Kapolri Ungkap 10 Tantangan Indonesia 10 Tahun ke Depan, Ini Rinciannya

    Liputan6.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan adanya 10 jenis tantangan utama yang masih membayangi dunia, khususnya Indonesia dalam 10 tahun ke depan. Cuaca ekstrem misalnya, menjadi tantangan paling nyata yang langsung dirasakan dampaknya.

    “Bencana tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tapi juga memberikan tekanan besar terhadap stabilitas ekonomi,” tutur Listyo saat Rilis Akhir Tahun Polri 2025 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).

    Menurut Listyo, data tersebut berdasarkan hasil riset Global Risk Report 2025. Secara rinci, tantangan yang dimaksud antara lain cuaca ekstrem, hilangnya keanekaragaman hayati, perubahan sistem alam, kelangkaan sumber daya, hingga maraknya misinformasi dan disinformasi.

    Dampak negatif teknologi kecerdasan buatan juga jadi perhatian, disusul masalah ketimpangan dan polarisasi sosial, spionase, perang siber, serta polusi yang makin menekan kualitas hidup masyarakat. Dari semua risiko tersebut, cuaca ekstrem dinilainya paling terasa dampaknya.

    Listyo mencontohkan siklon tropis di Filipina pada 28 November 2025, yang menewaskan ratusan orang dengan kerugian miliaran dolar. Jepang juga sempat diguncang gempa besar pada Desember 2025.

    Indonesia sendiri tak luput. Sejak 23 November 2025, bencana alam melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dengan korban 1.132 orang meninggal dunia dan 174 orang hilang.

    Situasi diperparah dengan munculnya tiga sistem siklon di sekitar wilayah Indonesia. Potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi pun mengancam sejumlah daerah.

    Di luar faktor alam, tekanan global datang dari konflik antarnegara. Perang Rusia-Ukraina, konflik Israel-Palestina, hingga perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok disebut berdampak pada pangan, energi, dan ekonomi dunia.

    “Namun demikian tentunya ini sampai saat ini dinamika terkait dengan masalah perang dagang ini tentunya menjadi salah satu yang kemudian menjadi kekhawatiran dan keprihatinan dunia,” ucap dia.

     

  • Kapolri Klaim Masyarakat Kasih Nilai Positif untuk Polri pada 2025

    Kapolri Klaim Masyarakat Kasih Nilai Positif untuk Polri pada 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengklaim adanya tren positif soal kepercayaan masyarakat terhadap Polri sepanjang 2025.

    Sigit mengatakan pernyataannya itu berdasarkan survei kebijakan publik terhadap Polri baik ktu lembaga survei internasional maupun nasional.

    “Masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja Polri. Hal tersebut ditunjukkan dengan survei kepercayaan publik terhadap Polri yang terus menunjukkan tren yang positif,” ujar Sigit dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun (RAT) Polri di Mabes Polri, Jakarta pada Selasa (30/12/2025).

    Kemudian, dia memaparkan sejumlah survei yang memaparkan tren kepercayaan publik sepanjang 2025. Misalnya, berdasarkan survei The Global Safety Report 2025 yang dirilis Gallup soal indeks hukum dan ketertiban.

    Dari survei itu, Indonesia bertengger di urutan ke-19 sebagai negara dengan tingkat rasa aman dari 144 negara. Dalam survei ini Indonesia memiliki poin di atas Jerman, Jepang hingga Belanda.

    Selain itu, dalam indikator “Safe to Walk Alone at Night”, sebanyak 83% responden di Indonesia menyatakan merasa aman berjalan di malam hari sehingga menempatkan Indonesia pada peringkat ke-25 dari 144 negara. 

    “Data ini menunjukkan bahwa tingkat keamanan di Indonesia berada dalam kondisi yang baik dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.

    Secara nasional, berdasarkan hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada November 2025, Polri masuk dalam tiga besar lembaga negara paling dipercaya oleh masyarakat.

    Dalam penegakan hukum, Polri menempati peringkat pertama sebagai lembaga yang paling dipercaya.

    Namun demikian, Sigit meminta agar anggotanya tidak berpuas diri dan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kinerja institusi Polri.

    “Hasil penilaian dari lembaga survei riset internasional dan survei nasional tersebut tentunya membuat kita untuk terus melakukan perbaikan, berbenah, dan tidak berpuas diri,” pungkasnya.

  • Kapolri Ungkap Tantangan 10 Tahun ke Depan: Dampak AI hingga Cuaca Ekstrem

    Kapolri Ungkap Tantangan 10 Tahun ke Depan: Dampak AI hingga Cuaca Ekstrem

    Bisnis.com, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sejumlah tantangan global yang berpotensi selama 10 tahun ke depan.

    Sigit mengungkapkan setidaknya ada 10 tantangan berdasarkan Global Risk Report 2025 yang berpotensi terjadi pada 10 tahun ke depan. Misalnya cuaca ekstrem, misinformasi, perang siber hingga dampak negatif teknologi AI. 

    “Yaitu cuaca ekstrem, kehilangan keanekaragaman hayati, perubahan sistem alam, kelangkaan sumber daya alam, misinformasi dan disinformasi, dampak negatif dari teknologi AI, ketimpangan, polarisasi sosial, spionase dan perang siber, serta polusi,” ujar Sigit dalam rilis akhir tahun (RAT) Polri, Selasa (30/12/2025).

    Dia menambahkan tantangan paling dekat dan nyata dirasakan oleh Indonesia adalah cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana alam di Sumatra.

    Bencana telah menimbulkan korban meninggal dunia yang telah menyentuh pada angka 1.132 orang, ratusan orang hilang, kerusakan infrastruktur hingga memberikan tekanan terhadap stabilitas ekonomi.

    “Sejalan dengan berbagai macam risiko tersebut, bencana alam akibat cuaca ekstrem saat ini menjadi salah satu tantangan yang paling nyata dampaknya dan kita rasakan,” imbuhnya.

    Di waktu yang sama, Sigit mengungkap cuaca ekstrem berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia mulai dari Bali, Nusra dan Jawa Timur dengan Siklon 93S.

    Sementara siklon 95S di sekitar Papua dan siklon bakung dirasakan di sekitar Lampung.

    “Pada saat yang sama saat ini terdapat tiga sistem siklon di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,” pungkasnya.

  • Kapolri Klaim Warga Beri Nilai Positif untuk Polri, Pamerkan Hasil Survei
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        30 Desember 2025

    Kapolri Klaim Warga Beri Nilai Positif untuk Polri, Pamerkan Hasil Survei Nasional 30 Desember 2025

    Kapolri Klaim Warga Beri Nilai Positif untuk Polri, Pamerkan Hasil Survei
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja Polri sepanjang tahun 2025.
    Sigit mengeklaim, survei kepercayaan publik terhadap
    Polri
    terus menunjukkan tren yang positif.
    “Masyarakat memberikan penilaian positif terhadap
    kinerja Polri
    . Hal tersebut ditunjukkan dengan survei kepercayaan publik terhadap Polri yang terus menunjukkan tren yang positif, dan memperoleh pengakuan, baik dari lembaga survei internasional maupun nasional,” ujar Sigit dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).
    Sigit menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan dukungan masyarakat, sehingga Polri dapat melaksanakan tugasnya dalam menjaga keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkokoh profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas.
    Menurut dia, tingginya kepercayaan Polri menjadi modal yang sangat penting bagi polisi untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
    Selanjutnya, Sigit memamerkan tingkat keamanan di Indonesia, yang mana masyarakat merasa aman ketika berada di Indonesia, bahkan di malam hari sekalipun.
    “Ada hasil survei dari The Global Safety Report tahun 2025 Indonesia memperoleh skor 89 pada law and order index, yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-19 dari 144 negara. Indeks ini mengukur tingkat rasa aman masyarakat serta kepercayaan terhadap penegak hukum,” kata Sigit.
    “Dalam indikator
    safe to walk alone at night
    , sebanyak 83 persen responden di Indonesia menyatakan merasa aman berjalan di malam hari. Sehingga menempatkan Indonesia di peringkat ke-25 dari 144 negara,” imbuh dia.
    Kemudian, Sigit membeberkan bahwa Litbang Kompas turut merilis survei mengenai kepercayaan publik terhadap Polri pada November 2025.
    Survei tersebut, kata Sigit, menempatkan Polri sebagai 3 besar lembaga negara paling dipercaya masyarakat.
    “Bahkan dalam kategori lembaga penegak hukum, Polri menempati peringkat pertama sebagai lembaga yang paling dipercaya dengan tingkat kepercayaan mencapai 78,2 persen. Capaian ini tentunya menjadi dukungan motivasi dan semangat bagi institusi dan seluruh personel, untuk terus bisa bekerja secara lebih profesional dan akuntabel,” kata dia.
    Sigit menyebutkan, tingginya kepercayaan tersebut sejalan dengan kondisi keamanan di lingkungan tempat tinggal, di mana mayoritas responden merasa aman.
    Dia mengatakan, hanya sebagian kecil masyarakat yang merasa tidak aman ketika berada di lingkungan tempat tinggal.
    “84,1 persen responden percaya Polri mampu melindungi masyarakat di wilayahnya. Ini tolong jadi catatan bagi kita untuk terus ditingkatkan. Terutama dalam menekan kriminalitas, menciptakan rasa aman, serta menjaga stabilitas sosial. Mayoritas masyarakat juga tidak merasa takut terhadap kehadiran aparat kepolisian, melainkan merasa lebih terlindungi,” kata Sigit.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.